• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Manusia adalah makhluk sosio-budaya yang memperoleh perilakunya lewat belajar.Apa yang dipelajari pada umumnya dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Dari semua aspek belajar manusia, komunikasi merupakan aspek yang terpenting dan paling mendasar (Mulyana dan Rakhmat,1998). Manusia sebagai makhluk sosial, sengaja atau tidak, selalu dan akan terus melakukan komunikasi sesuai dengan motif dan tujuannya masing-masing. Pertukaran simbol dan makna yang dilakukan oleh satu individu ke individu yang lain akan terus terjadi, sejalan dengan salah satu aksioma dalam ilmu komunikasi yaitu “kita tidak dapat untuk tidak berkomunikasi” (Liliweri, 2011: 5).

Komunikasi manusia merupakan proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain. Kehidupan manusia akan dapat berkembang apabila seorang manusia dapat berhubungan dengan manusia lainnya. Oleh karena itu, manusia melakukan interaksi dengan manusia lainnya atas berbagai kepentingan dengan maksud dan tujuan tertentu.

Di Indonesia, komunikasi yang dibutuhkan bukan sekedar komunikasi biasa.

Karena, Indonesia memiliki aneka kebudayaan daerah yang memberi pengaruh pada tingkah laku, dan interaksi di antara manusia. Budaya yang beragam antar daerah memiliki perbedaan yang dapat ditemukan dalam bahasa, struktur ekonomi, struktur sosial, agama, norma-norma, gaya interaksi dan pemikiran serta sejarah lokal.

Percampuran budaya terkadang menyebabkan kesalahpahaman antar budaya, maka komunikasi yang dilakukan „seperti biasa‟ seharusnya „disempurnakan‟.Komunikasi antarbudaya menjadi sangat penting untuk dikembangkan, karena pertemuan-pertemuan budaya tersebut (Mulyana dan Rakhmat, 2005).

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh.Budaya bersifat kompleks, abstrak dan luas.Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif.Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.Jika mengenai

(2)

kebudayaan, hingga kini telah ditemukan lebih dari 500 definisi.Perbedaan penekakan dalam pemberian definisi ditentukan oleh lingkup materi budaya yang tercakup maupun analisisnya (Mulyana dan Rakhmat, 2005:24).

Hubungan antara budaya dan komunikasi sangat penting dipahami untuk memahami komunikasi antarbudaya.Oleh karena itu, melalui pengaruh budayalah orang-orang belajar berkomunikasi.Misalnya orang-orang yang berasal dari Jawa, Jakarta atau Medan belajar berkomunikasi.Perilaku mereka dapat mengandung makna, sebab perilaku mereka tersebut dipelajari dan diketahui serta terikat oleh budaya.Orang- orang memandang mereka melalui kategori-kategori, konsep-konsep dan simbol-simbol yang dihasilkan budaya mereka (Mulyana dan Rakhmat, 2005: 25).

Proses interaksi dalam komunikasi antar budaya sangat dipengaruhi oleh perbedaan kultur, akan tetapi perbedaan kultur ini diharapkan tidak dijadikan sebagai penghambat proses interaksi dalam budaya yang berbeda. Kenyataan kehidupan yang menunjukkan bahwa kita tidak hanya berhubungan dengan orang yang berasal dari satu etnik, melainkan juga dengan orang yang berasal dari etnik lainnya. Sehingga interaksi dan komunikasi harus tetap berjalan satu sama lain dalam anggota masyarakat yang berbeda budaya terlepas dari mereka sudah saling mengenal atau belum. 1

Dalam proses komunikasi kita memaksimalkan hasil interaksi, begitu juga dalam komunikasi antarbudaya. Kita berusaha mendapatkan keuntungan yang maksimal dari biaya yang minimum. Dalam komunikasi antarbudaya, orang cenderung akan berinteraksi dengan orang lain yang mereka perkirakan akan memberikan hasil yang positif, dan bila mendapatkan hasil yang positif maka proses komunikasi tersebut akan terus ditingkatkan, dan ketika dalam proses komunikasi tersebut dirasa mendapat hasil negatif maka pelaku komunikasi mulai menarik diri dan mengurangi proses komunikasi.

Hal tersebut tidak terlepas dari masalah atau hambatan-hambatan yang tidak diharapkan dalam proses komunikasi antarbudaya.2

1 Andriana Noro Iswari, “Komunikasi Antar Budaya di Kalangan Mahasiswa”, Jurnal-Komnas, diakses dari http://www.google.com/url?q=http://jurnal-komnas.com/docs, pada tanggal 25 Februari 2014 pukul 09.25

2Ibid, hlm. 2

(3)

Hambatan-hambatan yang terjadi mungkin disebabkan karena adanya stereotip tertentu (biasanya negatif) terhadap mitra komunikasi yang berbeda etnik.Padahal syarat untuk terjadinya interaksi dalam masyarakat yang berbeda budaya tentu saja harus ada saling pengertian dan pertukaran informasi atau makna antara satu dengan yang lainnya.

Perbedaan latar belakang budaya memang dapat membuat kita sangat kaku dalam proses berinteraksi dan berkomunikasi.

Salah satu contoh kasus stereotip yang dimiliki kebanyakan masyarakat Indonesia terhadap etnis Sunda adalah bahwa laki-laki dari etnis Sunda pemalas dan suka bercanda.Stereotip tersebut timbul dari beberapa film kabayan yang kebanyakan masyarakat Indonesia ketahui bahwa kabayan adalah seorang pemalas dan suka bercanda. Pemaknaan terhadap stereotip tersebut bisa saja berwujud pada keraguan untuk berkomunikasi dalam berinteraksi. Stereotip ini bisa berubah tergantung sejauh mana pemaknaan terhadap simbol stereotip tersebut, dalam teori ini individu memiliki peluang untuk mempersepsi lingkungan sekitarnya.

Menurut Andriana Noro Iswari dalam penelitiannya tentang Komunikasi Antarbudaya di Kalangan Mahasiswa menjelaskan bahwa untuk mewujudkan komunikasi yang baik dan efektif dengan latar belakang budaya yang berbeda, tidak sesulit yang kita bayangkan dan tidak semudah anggapan banyak orang. Banyak hal yang harus diperhatikan dan juga banyak kesalahpahaman yang mungkin terjadi dalam proses komunikasi antarbudaya. Kesalahpahaman tersebut dapat terjadi karena adanya stereotip dan prasangka antar etnis.3

IAIN Syekh Nurjati sebagai satu-satunya perguruan tinggi agama negeri di wilayah III Cirebon, merupakan tempat berkumpulnya mahasiswa dari daerah-daerah sekitar Jawa Tengah dan wilayah III Cirebon, dan tentu saja dengan latar belakang budaya yang beraneka ragam. Wilayah III Cirebon terdiri dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan merupakan daerah yang didominasi dengan etnis Jawa dan etnis Sunda.Sedangkan mahasiswa yang berasal dari Jawa Tengah, diantaranya adalah Losari, Brebes dan Tegal yang beretnis Jawa.

3 Andriana Noro Iswari, “Komunikasi Antar Budaya di Kalangan Mahasiswa”, Jurnal-Komnas, diakses dari http://www.google.com/url?q=http://jurnal-komnas.com/docs, pada tanggal 25 Februari 2014 pukul 09.25

(4)

Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk melihat dan menggali lebih dalam serta memahami bagaimana makna simbol-simbol stereotip komunikasi yang timbul antar mahasiswa etnis Sunda dan etnis Jawa di Fakultas Ushuludin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas, penelitian ini ingin mengambil fokus pada permasalahan mengenai komunikasi antaretnis yang terjadi di kalangan mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dalam perumusan masalah ini penulis membaginya ke dalam tiga tahapan diantaranya sebagai berikut :

1.

Identifikasi Masalah a) Wilayah Kajian

Wilayah kajian dalam penelitian termasuk ke dalam kategori komunikasi antarbudaya.

b) Wilayah Penelitian

Wilayah Penelitian akan dilakukan di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, karena objeknya adalah mahasiswa dan mahasiswi fakultas Ushuluddin Adab Dakwah.

c) Masalah yang diteliti penulis, yaitu berkenaan dengan masalah stereotip di kalangan mahasiswa fakultas Ushuluddin Adab Dakwah yang berlatar belakang etnis Sunda dengan etnis Jawa.

2.

Pembatasan Masalah

Untuk menghindari meluasnya permasalahan, penulis membatasi masalah penelitian pada pemaknaan terhadap makna simbol-simbol stereotip dalam komunikasi antar mahasiswa etnis Sunda dengan etnis Jawa di fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

3.

Pertanyaan Penelitian

1) Bagaimana makna simbol-simbol stereotip dipahami oleh masing-masing mahasiswa etnis Sunda dan etnis Jawa di Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon?

(5)

2) Bagaimana keterkaitan makna simbol-simbol stereotip terhadap efektifitas komunikasi antar mahasiswa etnis Sunda dan etnis Jawa di Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon?

3) Bagaimana cara mengatasi stereotip antar etnis Sunda dan etnis Jawa di kalangan mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon?

1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk:

1. Mengetahui makna simbol-simbol stereotip yang dipahami oleh masing-masing mahasiswa etnis Jawa dan etnis Sunda di Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

2. Mengetahui keterkaitan antara makna simbol-simbol stereotip dengan efektifitas komunikasi antar mahasiswa etnis Jawa dan etnis Sunda di Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

3. Mengetahui solusi untuk mengatasi stereotip antar etnis di kalangan mahasiswa etnis Sunda dengan etnis Jawa di Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

1.4. Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan dari penelitian ini, diharapkan dapat memenuhi, antara lain:

1. Menambah wawasan dan pengetahuan kepada pihak pemerhati sosial, mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, mahasiswa lainnya, para pembaca, serta masyarakat pada umunya, mengenai hambatan stereotip dalam efektifitas komunikasi antar budaya serta solusinya.

2. Memberikan kontribusi serta menambah wawasan juga dalam memahami berbagai orang dari latar belakang budaya yang berbeda, agar terhindar dari ketegangan- ketegangan yang terjadi baik di kalangan mahasiswa maupun masyarakat pada umumnya.

(6)

1.5. Sistematika Pembahasan

Penelitian ini terdiri dari lima bab yang masing-masing saling berkaitan, yaitu:

Bab I Pendahuluan, yang akan dijadikan acuan langkah penulis untuk melakukan penelitian skripsi. Bab ini berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, metode penelitian, dan sistematika pembahasan.

Bab II KajianPustaka, meliputi: penelitian terdahulu, kajian teori, kajian konseptual.

Bab III Metodologi Penelitian Penelitian, meliputi: Tempat dan waktu penelitian, metode dan pendekatan penelitian, penentuan Informan atau partisipan, teknik pengumpulan data, teknik analisis data.

Bab IV Analisis Penelitian,meliputi: deskripsi data informan, makna simbol-simbol stereotip yang dipahami oleh masing-masing mahasiswa etnis Jawa dan etnis Sunda, keterkaitan stereotip terhadap efektivitas komunikasi antar mahasiswa etnis Sunda dengan etnis Jawa, solusi untuk mengatasi stereotip di kalangan mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon,

Bab V Penutup, yang akhirnya berisi kesimpulan dan saran penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

Permasalahan yang terjadi adalah mulai hilangnya sikap menghargai perbedaan didalam keberagaman yang disebabkan oleh tindakan pemecah belah oleh pelaku individu

Dalam penelitian ini keputusan berpindah merek yang akan dibahas, keputusan perpindahan merek merupakan suatu fenomena yang terjadi disebabkan adanya

Masalah gizi ini disebabkan oleh kurangnya asupan makanan yang bergizi untuk ibu hamil, menurut data dari Unicef Indonesia kurangnya asupan gizi ini disebabkan oleh

Selain hambatan yang berkaitan dengan data kehadiran, terdapat hambatan yang terjadi di bagian perpustakaan, berdasarkan hasil dari observasi dengan melakukan wawancara

Diketahui jumlah DRPs yang terjadi sebanyak 5.544 kasus, dengan hasil antara lain sebanyak 23% memerlukan terapi obat tambahan, 15% pasien menerima obat yang salah, 8% disebabkan

Sebagai suatu proses yang dinamis, model komunikasi dibuat untuk mengidentifikasi unsur-unsur komunikasi dan bagaimana unsur-unsur komunikasi tersebut berhubungan (Nofrion,

LDR berpengaruh positif atau negatif terhadap predikat kesehatan bank, apabila LDR naik berarti telah terjadi peningkatan lebih besar pada kredit yang disalurkan

Dari banyaknya korban jiwa yang disebabkan gempa bumi apabila melihat dari gempa yang sudah terjadi, berdasarkan media berita baik yang terdapat di internet, koran