• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENGGUNAAN ELASTOMERIC RUBBER BEARING DAN RANGKA BERPENGAKU KONSENTRIK PADA STRUKTUR GEDUNG JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLBAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISIS PENGGUNAAN ELASTOMERIC RUBBER BEARING DAN RANGKA BERPENGAKU KONSENTRIK PADA STRUKTUR GEDUNG JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLBAN"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENGGUNAAN ELASTOMERIC RUBBER BEARING DAN RANGKA BERPENGAKU KONSENTRIK PADA STRUKTUR GEDUNG JURUSAN

TEKNIK ELEKTRO POLBAN

THE ANALYSIS OF ELASTOMERIC RUBBER BEARING AND CONCENTRICALLY BRACE FRAME APPLICATION

ON BUILDING STRUCTURE OF ELECTRONIC ENGINEERING DEPARTMENT POLBAN

Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan Diploma III Program Studi Konstruksi Gedung

Di Jurusan Teknik Sipil

Oleh :

CANDRA NUR ARIFIN NIM. 091111033 RIZAL MUTTAQIN NIM. 091111051

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2012

 

   

 

   

   

(2)
(3)
(4)

KATA PENGANTAR

Pertama-tama kami ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena dengan ridho-Nya kami dapat menyusun laporan Tugas Akhir dengan judul Analisis Penggunaan Elastomeric Rubber Bearing dan Rangka Berpengaku Konsentrik Pada Struktur Gedung Jurusan Teknik Elektro Polban. Laporan Tugas Akhir ini disusun sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah Tugas Akhir pada semester 6.

Tidak lupa kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan karya tulis ini dan berbagai sumber yang telah kami gunakan sebagai data dan fakta pada laporan ini.

1. Taufik Hamzah, Ir., MSA, MBA selaku ketua Jurusan Teknik Sipil.

2. Susilahadi, Ir., MT dan Luthfi M. M, SST., M.Eng selaku Dosen Pembimbing atas saran dan waktu yang diberikan sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan Tugas Akhir ini.

3. Krish Madyono H, Dipl.Ing.HTL., MT dan Andri Budiadi, BSCE., M. Eng selaku dosen Penguji dalam sidang Tugas Akhir.

4. Kedua orang tua kami yang telah memberikan dukungan moril maupun materil dalam penyusunan makalah ini.

5. Rekan-rekan Konstruksi Gedung III-B yang memberikan kami semangat dan motifasi.

6. Pihak-pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan, kami berterimakasih atas segala doa dan bantuannya.

Semoga Allah SWT memberikan kebaikan yang berlipat ganda atas segala bantuannya yang telah diberikan.

Kami mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna.

Begitu pula dengan laporan ini yang telah kami selesaikan. Tidak semua hal dapat kami deskripsikan dengan sempurna dalam laporan ini. Kami melakukannya semaksimal mungkin dengan kemampuan yang kami miliki.

 

   

 

   

   

(5)

Dalam pembuatan laporan ini kami memiliki keterbatasan dan juga kekurangan, kami bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca. Semoga laporan yang kami susun ini dapat bermanfaat bagi para pembaca umumnya dan bagi kami sebagai penyusun khususnya.

Bandung, Juli 2012

Penyusun  

   

 

   

   

(6)

ABSTRAK

Pada kajian ini membandingkan analisis perilaku bangunan terhadap gaya gempa menggunakan sistem bracing beton bertulang dan sistem base isolation dengan perletakan jepit biasa. Base isolation yang digunakan adalah jenis elastomeric rubber bearing tipe high damping rubber bearing. Sistem bracing yang digunakan berupa concentrically braced frame (CBF) yang terbuat dari beton bertulang.

Struktur dimodelkan 3 dimensi melalui program analisis struktur dengan analisis gempa 3D statik ekivalen yang dapat digunakan karena bentuk struktur dan ketinggiannya yang memenuhi syarat. Analisis gempa untuk base isolation menggunakan analisis statik ekivalen menurut aturan FEMA 451. Pada setiap komponen struktur gedung seperti tangga dan atap dihitung secara terpisah.

Hasil analisis struktur menunjukan interstory drift pada struktur fixed base (4 mm) dapat direduksi oleh struktur bracing (2,44 mm) sebesar 39% pada lantai 3.

Interstory drift pada struktur fixed base (5,99 mm) pun dapat direduksi oleh struktur base isolation (2,95 mm) sebesar 50,75%. Interstory drift struktur bracing dengan kondisi pemasangan bracing seperti pada analisa struktur dapat direduksi oleh struktur base isolation sebesar 18,03%.

Kata kunci : Analisis statik ekivalen, base isolation, fixed base, concentrically braced frame.

 

   

 

   

   

(7)

ABSTRACT

In this study comparing the analysis of the behavior of buildings against earthquake forces using bracing system and reinforced concrete base isolation system with a regular clip placement. Base isolation is used a type of rubber elastomeric bearing type high damping rubber bearing. Bracing system used in the form of concentrically braced frame (CBF) are made of reinforced concrete.

Modeled three-dimensional structure through the analysis of 3D seismic analysis of structures with static equivalence can be used for structural shape and height are eligible. Seismic analysis for base isolation using an equivalent static analysis according to the rules of FEMA 451. On each component of the building structures such as stairs and the roof is calculated separately.

The results of structural analysis shows interstory drift in the structure of the fixed base (4 mm) can be reduced by bracing structure (2.44 mm) of 39% on the 3rd floor. Interstory drift in the structure of the fixed base (5.99 mm) can be reduced by structure of the base isolation (2.95 mm) of 50.75%. Interstory drift on structure of bracing system with conditions such as the installation of structural analysis can be reduced by base isolation structure of 18.03%.

Keyword : Equivalent static analysis, base isolation, fixed base, concentrically braced frame.

 

   

 

   

   

(8)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

ABSTRAK ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR NOTASI ... xiv

DAFTAR ISTILAH ... xvi

DAFTAR KONVERSI SATUAN ... xx

BAB I

PENDAHULUAN ... I-1 1.1 Latar Belakang ... I-1 1.2 Tujuan ... I-3 1.3 Ruang Lingkup ... I-3 1.4 Metodologi ... I-4 1.5 Sistematika Penulisan ... I-5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA ... II-1 2.1 Konsep Bangunan Tahan Gempa ... II-1 2.2 Komponen-Komponen Struktur ... II-2 2.2.1 Pondasi ... II-2 2.2.2 Kolom ... II-2 2.2.3 Balok ... II-2 2.2.4 Pelat ... II-3 2.2.5 Tangga ... II-3 2.2.6 Atap ... II-4 2.3 Pembebanan ... II-5 2.3.1 Jenis-Jenis Beban ... II-5  

   

 

   

   

(9)

2.3.2 Kombinasi Pembebanan ... II-7 2.4 Metode Analisis Statik ...

II-8

2.4.1 Beban Gempa Dasar Nominal ... II-10 2.4.2 Perhitungan Berat Bangunan ... II-10 2.4.3 Waktu Getar Alami Struktur Gedung ... II-11 2.4.4 Faktor Keutamaan Struktur ... II-12 2.4.5 Faktor Reduksi Gempa ... II-12 2.4.6 Beban Gempa Perlantai ... II-14 2.4.7 Kontrol Waktu Getar Alami Gedung ... II-14 2.4.8 Pembatasan Waktu Getar Alami Fundamental ... II-15 2.5 Simpangan (Drift) Akibat Gaya Gempa ... II-15 2.6 Konsep Dasar Base Isolation ... II-16 2.7 Elastomeric Rubber Bearing ... II-16 2.8 Jenis-jenis Elastomeric Rubber Bearing yang Digunakan Sebagai

Base Isolation ... II-17 2.9 Struktur dan Prinsip Kerja Base Isolation Pada Gedung Bertingkat ... II-18 2.10 Analisis Statik Ekivalen Struktur dengan Base Isolation ... II-18 2.11 Nllink Element Sebagai Model Base isolation ... II-19 2.11.1 Nllink Properties ... II-20 2.12 Brace Frames ( BF ) ... II-20 2.12.1 Concentrically Braced Frames (CBF) ... II-20 2.12.2 Eccentrically Braced Frame (EBF) ... II-21

BAB III

METODOLOGI ... III-1 3.1 Analisis Struktur ... III-1 3.2 Preliminary Design ... III-2 3.2.1 Preliminary Design Kolom ... III-3 3.2.2 Preliminary Design Balok ... III-4 3.2.3 Preliminary Design Pelat ... III-5  

   

 

   

   

(10)

3.3 Pemodelan Struktur Gedung ... III-6 3.3.1 Pemodelan Tangga ... III-10 3.3.2 Pemodelan Atap ... III-11 3.3.3 Pemodelan Elastomeric Rubber Bearing ... III-12 3.3.4 Pemodelan Bracing ... III-13 3.4 Pembebanan dan Kombinasi Pembebanan ... III-13 3.5 Intepretasi Luaran Software ... III-14

BAB IV

ANALISIS STRUKTUR ... IV-1 4.1 Preliminary Design Kolom ... IV-1 4.2 Preliminary Design Balok ... IV-3 4.3 Preliminary Design Pelat ... IV-4 4.4 Perhitungan Tangga ... IV-6 4.5 Perhitungan Atap ... IV-8 4.6 Pembebanan dan Kombinasi Pembebanan ... IV-13 4.7 Perhitungan Beban Gempa ... IV-20 4.7.1 Data Umum Struktur ... IV-20 4.7.2 Berat Sendiri Struktur ... IV-21 4.7.3 Beban Gempa Dasar Nominal ... IV-23 4.7.4 Distribusi Gaya Tiap Joint (Fnode) ... IV-24 4.7.5 Deformasi Tiap Lantai dan Waktu Getar Alami ... IV-24 4.7.6 Batas Layan ... IV-27 4.8 Pemodelan Elastomeric Rubber Bearing ... IV-28 4.8.1 Analisa Beban Gempa Statik Ekivalen Struktur Base Isolation . IV-29 4.8.2 Distribusi Gaya Tiap Joint (Fnode) Base Isolation System ... IV-30 4.9 Pemodelan Concentrically Braced Frame ... IV-31  

   

 

   

   

(11)

BAB V

HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN ... V-1 5.1 Hasil Analisis ... V-1 5.2 Pembahasan ... V-6

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN ... VI-1 6.1 Kesimpulan ... VI-1 6.2 Saran ... VI-2

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

 

   

 

   

   

(12)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Berat sendiri bahan bangunan dan komponen gedung... II-6 Tabel 2.2 Beban hidup pada lantai gedung ... II-6 Tabel 2.3 Prosedur análisis gempa yang diijinkan ... II-8 Tabel 2.4 Faktor keutamaan untuk berbagai kategori gedung dan bangunan II-12 Tabel 2.5 Faktor daktilitas, faktor reduksi gempa dan faktor tahanan

lebih total beberapa jenis sistem struktur gedung ... II-12 Tabel 2.6 Koefisien ζ yang membatasi waktu getar alami struktur bangunan gedung ... II-15 Tabel 4.1 Nilai reaksi perletakan akibat beban mati dan hidup ... IV-20 Tabel 4.2 Berat sendiri struktur ... IV-21 Tabel 4.3 Berat sendiri struktur tangga ... IV-22 Tabel 4.4 Beban gempa dasar nominal fixed base system ... IV-24 Tabel 4.5 Distribusi gaya tiap joint fixed base system ... IV-24 Tabel 4.6 Deformasi tiap lantai ... IV-25 Tabel 4.7 Hasil analisa Trayleigh akibat beban gempa arah sumbu-x ... IV-26 Tabel 4.8 Hasil analisa Trayleigh akibat beban gempa arah sumbu-y ... IV-26 Tabel 4.9 Hasil analisa batas layan akibat gempa arah sumbu-x ... IV-27 Tabel 4.10 Hasil analisa batas layan akibat gempa arah sumbu-y ... IV-27 Tabel 4.11 Beban gempa dasar nominal base isolation system ... IV-30 Tabel 4.12 Distribusi gaya tiap joint pada struktur base isolation system ... IV-30 Tabel 5.1 Interstory drift pada struktur fixed base yang diakibatkan

oleh gempa arah sb-x ... V-2 Tabel 5.2 Interstory drift pada struktur fixed base yang diakibatkan oleh

gempa arah sb-y ... V-2 Tabel 5.3 Interstory drift pada struktur bracing yang diakibatkan oleh

gempa arah sb-x ... V-3 Tabel 5.4 Interstory drift pada struktur bracing yang diakibatkan oleh

gempa arah sb-y ... V-4

Tabel 5.5 Interstory drift pada struktur base isolation yang diakibatkan  

   

 

   

   

(13)

oleh gempa arah sb-x ... V-5 Tabel 5.6 Interstory drift pada struktur base isolation yang diakibatkan

oleh gempa arah sb-y ... V-5  

   

 

   

   

(14)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Lebar injakan dan tinggi injakan ... II-4 Gambar 2.2 Respons spektrum gempa rencana untuk wilayah gempa 4 ... II-11 Gambar 2.3 Ilustrasi beban gempa nominal statik ekivalen ... II-14 Gambar 2.4 Elastomeric rubber bearing ... II-17 Gambar 2.5 (a) High Damping Rubber Bearing ... II-18 Gambar 2.5 (b) Lead Plug Rubber Bearing ... II-18 Gambar 2.6 Jenis–Jenis Concentrically Braced Frames ... II-21 Gambar 2.7 Jenis–Jenis Eccentrically Braced Frames ... II-22 Gambar 3.1 Diagram alir analisa struktur gedung ... III-2 Gambar 3.2 Diagram alir preliminary design kolom ... III-3 Gambar 3.3 Diagram alir preliminary design balok ... III-4 Gambar 3.4 Diagram alir preliminary design pelat ... III-5 Gambar 3.5 Denah rencana dan eksisting Gedung Jurusan Teknik Elektro .. III-7 Gambar 3.6 Pemodelan 3D Gedung Teknik Elektro ... III-8 Gambar 3.7 Pemodelan tampak atas Gedung Jurusan Teknik Elektro ... III-9 Gambar 3.8 Pemodelan komponen struktur tangga ... III-10 Gambar 3.9 Pemodelan komponen struktur rangka atap ... III-11 Gambar 3.10 Pemodelan elastomeric rubber bearing pada software ... III-12 Gambar 3.11 Denah pemasangan bracing dan detail CBF ... III-13 Gambar 4.1 Kolom yang menerima beban aksial terbesar ... IV-1 Gambar 4.2 Rangka kuda-kuda ... IV-9 Gambar 4.3 Denah atap ... IV-10 Gambar 4.4 Gaya kerja gording pada beban sendiri profil baja ... IV-10 Gambar 4.5 Gaya kerja gording pada beban pekerja ... IV-11 Gambar 4.6 Beban pekerja pada atap ... IV-14 Gambar 4.7 Pembebanan gording dan atap pada struktur kuda-kuda ... IV-15 Gambar 4.8 Luasan beban plafon yang dipikul oleh rangka kuda-kuda ... IV-16 Gambar 4.9 Beban mati plafon pada rangka kuda-kuda ... IV-16 Gambar 4.10 Reaksi perletakan akibat beban mati (kN) pada rangka atap ... IV-17  

   

 

   

   

(15)

Gambar 4.11 Reaksi perletakan akibat beban hidup (kN) pada

rangka atap ... IV-17 Gambar 4.12 Beban hidup (kN) pada pelat tangga dan pelat bordes ... IV-17 Gambar 4.13 Beban mati (kN) pada pelat tangga dan pelat bordes ... IV-18 Gambar 4.14 Reaksi perletakan akibat beban mati dan beban hidup ... IV-19 Gambar 4.15 Denah luasan pelat lantai ... IV-21 Gambar 4.16 Denah pemasangan bracing ... IV-31 Gambar 4.17 Tampak samping pemasangan bracing ... IV-31 Gambar 5.1 Deformasi pada gedung fixed base yang diakibatkan oleh

gempa arah sb-x ... V-1 Gambar 5.2 Deformasi pada gedung fixed base yang diakibatkan oleh

gempa arah sb-y ... V-2 Gambar 5.3 Deformasi pada gedung bracing yang diakibatkan oleh

gempa arah sb-x ... V-3 Gambar 5.4 Deformasi pada gedung bracing yang diakibatkan oleh

gempa arah sb-y ... V-3 Gambar 5.5 Deformasi pada gedung base isolation yang diakibatkan oleh

gempa arah sb-x ... V-4 Gambar 5.6 Deformasi pada gedung base isolation yang diakibatkan oleh

gempa arah sb-y ... V-5 Gambar 5.7 Diagram perbandingan interstory drift pada struktur

fixed base dengan bracing akibat gempa arah sb-x ... V-6 Gambar 5.8 Diagram perbandingan interstory drift pada struktur

fixed base dengan bracing akibat gempa arah sb-y ... V-6 Gambar 5.9 Diagram perbandingan interstory drift pada struktur

fixed base dengan base isolation akibat gempa arah sb-x... V-7 Gambar 5.10 Diagram perbandingan interstory drift pada struktur

fixed base dengan base isolation akibat gempa arah sb-y... V-8 Gambar 5.11 Diagram perbandingan interstory drift pada struktur

bracing dengan base isolation akibat gempa arah sb-x ... V-8 Gambar 5.12 Diagram perbandingan interstory drift pada struktur

bracing dengan base isolation akibat gempa arah sb-y ... V-9  

   

 

   

   

(16)

DAFTAR NOTASI

An = Antrade (lebar injakan) (mm) Op = Optrade (tinggi injakan) (mm)

= Tegangan geser izin material baja, (N/mm2)

= Tegangan leleh mínimum baja, (N/mm2)

FK = Faktor keamanan

= Lendutan izin material baja (mm)

= Panjang bentang dari baja, (m) Es = Modulus elastisitas baja (kN/m2)

Gmax = Reaksi perletakan maksimum (kN)

GX = Reaksi perletakan sb-x (kN) GY = Reaksi perletakan sb-y (kN) GZ = Reaksi perletakan sb-z (kN)

Δs = Batas layan (mm)

hi = Tinggi tiap lantai (mm)

Ix = Momen inersia sb-x (m4)

Iy = Momen inersia sb-y (m4)

Kkolom = Kekakuan kolom (kN/mm)

Kbase isolation = Kekakuan base isolation (kN/mm) V = Beban gempa dasar nominal, (kN)

Wt = Kombinasi dari beban mati dan beban hidup vertikal yang direduksi (Ton)

C = Faktor respons gempa, yang besarnya tergantung dari jenis tanah dasar dan waktu getar struktur

I = Faktor keutamaan struktur R = Faktor reduksi gempa

Fi = Gaya statik ekivalen tiap lantai (kN) Wu (P) = Beban aksial pada kolom (N)

Fix = Gaya statik ekivalen tiap lantai sb-x (kN) Fiy = Gaya statik ekivalen tiap lantai sb-y (kN)

 

iy

sijin

L

 

   

 

   

   

(17)

Wi = Berat lantai tingkat ke-i, termasuk beban hidup yang sesuai (kN) Zi = Ketinggian lantai tingkat ke-i diukur dari taraf penjepitan lateral

(mm)

T = Waktu getar alami gedung untuk perencanaan awal, (detik) T1 = Waktu getar alami gedung yang terjadi, (detik)

di = Deformasi tiap lantai (mm)

diy = Deformasi tiap lantai pada sb-y(mm) dix = Deformasi tiap lantai pada sb-x(mm)

Fi u-s = Gaya statik ekivalen tiap lantai arah utara-selatan (kN) Fi t-b = Gaya statik ekivalen tiap lantai arah timur-barat (kN) g = Percepatan gravitasi ( 10 m/dt2 )

Vs = Gaya geser dasar nominal untuk base isolation system, (kN) Vb = Gaya gempa dasar nominal, (kN)

RI = Faktor reduksi gempa

1

n

= Bentang bersih terpanjang, diukur dari muka kolom dan atau balok (mm)

2

n

= Bentang bersih terpendek, diukur dari muka kolom dan atau balok (mm)

β = Rasio panjang bentang bersih terpanjang dengan panjang bentang bersih terpendek

fy = Tegangan leleh baja (N/mm2)

h = Tebal pelat (mm)

A = Luas penampang (b=h, mm2)

y = Jarak titik berat penampang total ke serat terluar (mm) Ibi = Momen inersia balok (mm4)

Ipi = Momen inersia pelat (mm4)

Ebi = Modulus elastisitas balok beton (N/mm2) Epi = Modulus elastisitas pelat beton (N/mm2)

b = Lebar penampang balok (mm)

hb = Tinggi penampang balok (mm)  

   

 

   

   

(18)

hp = Tinggi penampang pelat (mm)

Lp = Setengah lebar pelat pada sisi kiri dan kanan atau atas dan bawah balok yang ditinjau (mm)

d = Jarak titik berat penampang total ke titik berat penampang yang ditinjau (mm)

 

   

 

   

   

(19)

DAFTAR ISTILAH

B

Base Isolated Building : Bangunan gedung yang memiliki elemen peredam gempa pada dasar kolom.

Base isolation system : Sistem peredam gempa pada dasar kolom.

Base isolation : Suatu elemen yang digunakan pada dasar bangunan antara pondasi dan dasar kolom untuk meredam atau mereduksi gaya gempa.

Bearing : Bantalan yang digunakan pada bangunan.

Braced frames : Rangka berpengaku.

C

Channel : Profil baja berbentuk C.

Concentrically Braced Frame : Rangka berpengaku konsentrik.

D

D-braced EBF : Rangka berpengaku diagonal dengan eksentrisitas terhadap joint portal.

Damping-stiffness : Kekakuan redaman yang dimiliki oleh suatu elemen struktur.

Dead Load : Beban mati pada bangunan.

Diagonal braced frame CBF : Rangka berpengaku konsentrik.

Displacement : Perpindahan.

Drift : Simpangan.

E

Eccentrically Braced Frame : Rangka berpengaku eksentrik.

Effective-damping : Redaman efektif pada suatu elemen struktur.

Effective plan area : Luas area rencana efektif  

   

 

   

   

(20)

Elastomeric rubber bearing : Salah satu jenis base isolator yang terbuat dari lembaran baja sebagai reinforcing diantara lapisan karet. Lapisan baja dimaksudkan agar bearing dapat memikul beban vertikal disamping sebagai penahan gerak horisontal dari karet agar tidak melebihi batas lendutan kesamping yang diperlukan untuk memperkecil frekuensi dari struktur.

Earthquake Load : Beban gempa.

Equivalent lateral force : Metode gaya lateral ekivalen.

F

Finishing : Tahap akhir pada proses konstruksi bangunan.

Fixed base : Perletakan pada bangunan dengan sistem jepit.

Fixed base structures : Struktur perletakan jepit perletakan pada bengunan.

Fixed base system : Sistem perletakan jepit pada bangunan.

G

Grounded : Dibumikan.

H

High damping rubber bearing : Salah satu jenis Elastomeric rubber bearing Horizontal story to story deflection : Simpangan arah lateral dari tingkat yang satu

ke tingkat bangunan lainnya.

 

   

 

   

   

(21)

I

Interstrory drift : Perbedaan simpangan antar tingkat.

Inverted V-braced CBF : Rangka berpengaku konsentrik berbentuk V terbalik

Input : Masukkan.

J

Joint : Hubungan atau pertemuan antar elemen

struktur.

K

K-braced CBF : Rangka berpengaku konsentrik berbentuk K.

L

Lead Plug Rubber Bearing : Inti konektor bantalan karet yang terbuat dari perunggu.

Linier effective-stiffness : Kekakuan efektif linear.

Link : Hubungan antara suatu komponen dengan

komponen lainnya.

Live load : Beban hidup pada bangunan.

M

Modal analysis : Analisa pada suatu elemen struktur.

Monolit : Suatu kesatuan pada material.

Momen Resisting Frame : Momen tahanan yang dimiliki oleh rangka.

N

Nllink element : Elemen hubung dengan sistem nonlinear.

 

   

 

   

   

(22)

Nllink properties : Sifat yang dimiliki sistem hubungan nonlinier.

P

P-delta analysis : Analisa beban aksial yang menghasilkan nilai simpangan pada arah lateral.

Periodic time history analisis : Analisa riwayat waktu periode.

Preliminary design : Perencanaan desain awal.

R

Reinforcing : Pembesian.

Running : Menjalankan hasil analisa.

S

Software : Perangkat lunak.

Split K-braced EBF : Rangka berpengaku eksentrik K terbelah.

Static analysis : Analisa statis.

T

Two joint link : Dua hubungan.

V

V-braced CBF : Rangka berpengaku konsentrik bentuk V.

V-braced EBF : Rangka berpengaku eksentrik bentuk V.

X

X-braced CBF : Rangka berpengaku konsentrik bentuk X.

 

   

 

   

   

(23)

DAFTAR KONVERSI SATUAN

Panjang

1 m = 100 cm = 1000 mm

Massa Berat

1 Kg = 10 N = 0,01 kN

Volume

1 m3 = 10 x 109 mm3

Massa Jenis

1 kg/m3 = 10 x 10-9 N/mm3

Percepatan

1 m/dt2 = 1000 mm/dt2

Luas

1 m2 = 10 x 106 mm2

Inersia

1 m4 = 10 x 1012 mm4

Gaya

1 Kg = 10 N = 0,01 Kn  

   

 

   

   

(24)

DAFTAR PUSTAKA

Teruna, Daniel Rumbi, dan Singarimbun, Hendry. 2010. Analisis Respons Bangunan ICT Universitas Syiah Kuala yang memakai Slider Isolator Akibat Gaya Gempa. (Online) (http://wiryanto.files.wordpress.com/2010/08/13-daniel-r- teruna-dan-endrik-singarimbun-paper.pdf) 12 Februari 2012 pukul 22.01 WIB.

Erista, Dicky. 2011. Kajian Efek Parameter Base Isolator Terhadap Respon Bangunan Akibat Gaya Gempa dengan Metode Analisis Riwayat Waktu,

Medan. (Online),

(http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28027/3/Chapter%20II.pdf) 16 Februari 2011 pukul 10.00 WIB.

Winata, Gilang Pandu. 2011. Desain dan Analisis Bangunan Tahan Gempa yang Menggunakan Base Isolation. ITB, Bandung.

Arizona, Femy dan Mulyanto, Hery. 2006. Pengaruh Interaksi Struktur dan Tanah Pada Analisis Dinamik Respon Spektrum. Undergraduate thesis, F. Teknik UNDIP. (Online)

(http://eprints.undip.ac.id/33815/4/1612_chapter_II.pdf) 5 Maret 2012 Pukul 11.00 WIB

Rahman, Aulia. 2011. Kajian Efektivitas Letak Pengaku (Bracing) Non-Simetris Terhadap Sumbu Lemah Kolom. (Online)

(http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/30166) 20 Maret 2012 Pukul 21.00 WIB

M. Luthfi M. dan Permana, Rahmat. 2001. Desain Struktur Gedung OECF Berbantalan Karet dengan Menggunakan Program SAP2000. Polban, Bandung

Departemen Pekerjaan Umum. 2003. SNI 03-1726-2003, “Tata Cara Perencanaan

Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung”. (Online)

(http://erwinrommel.staff.umm.ac.id/files/2010/02/SNI-03-1726-2003-Perenc- Tahan-Gempa-pada-Gedung.pdf) 20 Maret 2012 Pukul 21.00 WIB.

Departemen Pekerjaan Umum. 2002. SNI 03 –2847 – 2002, “Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung”.

Departemen Pekerjaan Umum, 2006. Pedoman Teknis Bangunan Tahan Gempa

.

Departemen Pekerjaan Umum, 1983. Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung (PPIUG 1983).

Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan. 1984. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI’84).

 

   

 

   

   

(25)

Departemen Pekerjaan Umum, 1991, SK SNI T-15-1991-03 Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung.

Teruna, Daniel Rumbi 2005, Analisis Respon Bangunan dengan Base Isolator Akibat Gaya Gempa, Jurnal Sistem Teknik Industri. (Online) (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/15908/1/sti-okt2005-

%20%2810%29.pdf), 29 Maret 2012 Pukul 13.30 WIB.

Ariefyanto, Fajri, 2009, Perbandingan Kinerja Struktur Baja Bertingkat Banyak Menggunakan Eccentrically Braced Frames Tipe D-Braced, K-Split Braced,

dan V-Braced. (Online)

(http://repository.eng.unri.ac.id:8085/jspui/bitstream/123456789/348/1/TSS_20 09_0311864_jurnal.pdf), 5 Juni 2012 Pukul 12.25 WIB.

Dalil, Herman, 2012, Bahan Kulian Struktur Beton II. (Online) (http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND.TEKNIK_SIPIL/1962020219 88031-

NANANG_DALIL_HERMAN/BAB_III_BAHAN_KULIAH_STRUKTUR_B ETON_II.pdf), 6 Juni 2012 Pukul 11.40 WIB.

Sulardi dan Rahmawati, Debby, 2011, Sistem Kontrol Base Isolation untuk

Perencanaan Gedung Tahan Gempa. (Online)

(http:/repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/1336/1/10308067.pdf), 10 Juni 2012 Pukul 12.39 WIB.

Bridgestone, Design Characteristics of High Damping Rubber Bearing. (Online) http://www.bridgestone.com/products/diversified/antiseismic_rubber/pdf/H- RB2010_11.pdf, 4 Mei 2012 Pukul 10.43 WIB.

 

   

 

   

   

(26)

DATA PRIBADI

Nama : Candra Nur Arifin

Tempat, tanggal lahir : Bandung, 14 Januari 1990

Agama : Islam

Alamat :

Jl. Papanggungan X No 80 RT/RW 06/09 Kiaracondong

Kota Bandung 40284

Hobi : Olahraga futsal

Telepon : 085720395766

E-mail : [email protected]

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN

Tahun Nama Sekolah Jurusan

2009-2012 Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) Sipil

2005-2008 SMAN 12 Bandung IPA

2002-2005 SMPN 30 Bandung -

1996-2002 SDN Pindad I -

ORGANISASI

Tahun Deskripsi

2009 - now Anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung (HIMAS POLBAN)

2009 - now Anggota Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil Jawa Barat (FKMTSI JABAR BANTEN)  

   

 

   

   

(27)

CURRICULUM VITAE

DATA PRIBADI

Nama : Rizal Muttaqin

Jenis Kelamin : Laki-laki

Tempat, tanggal lahir : Bandung, 3 Januari 1991 Kewarganegaraan : Indonesia

Status Perkawinan : Belum Menikah Tinggi, berat badan : 159 cm, 68 kg

Kesehatan : Sangat Baik

Agama : Islam

Alamat lengkap : Jl. Cikampek 7 No. 25 Antapani, Bandung Telepon, HP, E-mail : (022)7232700, 085722264963,

[email protected] PENDIDIKAN

1997 – 2003 : SDN Griba 13/1 Bandung 2003 – 2006 : SMPN 45 Bandung 2006 – 2009 : SMAN 14 Bandung

2009 – 2012 : Konstruksi Gedung, Jurusan Teknik Sipil

Politeknik Negeri Bandung, IPK = 2,95 (Skala 4,0)

PENGALAMAN ORGANISASI

1. Karang Taruna RW 07 Antapani Bandung, Divisi Keuangan.

2. Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil POLBAN, Departemen Pendidikan dan Sumber Daya Mahasiswa 2010 – 2011, Divisi Pendidikan

 

   

 

   

   

Gambar

Tabel 2.1   Berat sendiri bahan bangunan dan komponen gedung...................      II-6  Tabel 2.2   Beban hidup pada lantai gedung ...................................................
Gambar 2.1   Lebar injakan dan tinggi injakan  .........................................................
Gambar 4.11 Reaksi perletakan akibat beban hidup (kN) pada

Referensi

Dokumen terkait

Berangkat pada kesadaran untuk mengembangkan sektor pariwisata Pangandaran, yang sudah tentu membutuhkan sarana pendukung berupa jaringan transportasi yang baik, maka

Hubungan antara tingkat kecelakaan dan volume lalu lintas (LHRT) di ruas tol Surabaya-Gempol (gambar 4) untuk ruas 2 lajur maupun ruas 3 lajur menunjukkan pola yang

Berdasarkan penelitian terdahulu mengenai pola asuh orang tua dan kejadian di masyarakat tentang dampak adanya asertivitas pada remaja, timbul pertanyaan apakah terdapat

Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R & D) mengacu pada Borg dan Gall (1983) yang dimodifikasi menjadi sembilan tahapan yaitu: 1) penelitian

terhadap keterangan guru, jika ketika ditanyakan kepada peserta didik banyak yang paham maka guru akan melanjutkan kepada materi selanjutnya ini biasa disebut dengan

Nutrisi yang harus dipenuhi mencakup senyawa anorganik, sumber energy (sucrose atau gula pasir), vitamin (misalnya asam.. nikotinat), pH yang tepat dan agar

Enizle yaitu inovasi baru dari puzzle jigsaw dengan alur berupa tonjolan yang membentuk pola tertentu sehingga tidak hanya orang normal namun penyandang tunanetra