• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

26 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif.

Penelitian diskriptif adalah penelitian yang mengumpulkan data untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan penelitian mengenai status terakhir dari subyek penelitian. Penelitian deskriptif berusaha untuk memperoleh deskriptif lengkap dan akurat dari suatu situasi.

B. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel

Populasi merupakan keseluruhan elemen-elemen yang menunjukkan ciri-ciri tertentu yang dapat digunakan untuk membuat kesimpulan, Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi tersebut (Sanusi, 2014:87). Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah perusahaan go public yang telah melakukan emisi dan terdaftar sebagai emiten secara kontinyu di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 5 tahun, yaitu dari tahun 2012- 2016.

Tekhnik Pengambilan Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunkan metode purposive sampling, yaitu pemilihan sampel yang disesuaikan dengan kriteria yang dibutuhkan dalam penelitian. Adapun kriteria sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :

1. Perusahaan yang bergerak di bidang Otomotif tercatat sebagai emiten sejak 2012 sampai dengan 2016, secara terus menerus (tidak pernah delisting)

(2)

2. Perusahaan otomotif yang mengeluarkan laporan tahunan secara terus menerus selama periode 2012 sampai 2016 dengan tahun fiskal yang berakhir 31 Desember.

3. Perusahaan melaporkan laporan keuangannya dalam mata uang rupiah.

4. Memiliki data historis harga saham bulanan dari tahun 2011-2016.

C. Definisi Operasional Variabel Penelitian 1. Variabel Dependen

Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh adanya variabel lain. (Sanusi,2014 :50 ). Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah return saham. Return saham adalah pengembalian yang diterima oleh para pemegang saham atas investasi yang telah dilakukan.

Perhitungan return dalam penelitian ini menggunakan rumus:

𝑹𝒊 = 𝑷𝒕 − 𝑷𝒕−𝟏 𝑷𝒕−𝟏 Keterangan :

Ri = return saham i pada periode t Pt = harga saham pada periode t Pt-1 = harga saham pada periode t-1 (Hartono, 2014:237)

2. Variabel Independen

Variabel independen merupakan variabel yang memengaruhi variabel lain (Sanusi,2014 : 50) . Variabel independen dalam penelitian ini ada 2, yaitu:

(3)

a. Economic Value Added

EVA diukur dengan satuan Rupiah per lembar saham. EVA disini sama dengan formula:

EVA = NOPAT – Capital Charges

Variabel yang digunakan dalam pengukuran EVA adalah : 1) Net Operating Profit After Tax (NOPAT)

Net Operating Profit After Tax merupakan laba operasi setelah pajak yang merupakan penyesuaian dari Earnings Before Interest and Tax, dimana laba operasi dihitung sebelum dikurangkan dengan financing cost. Rumus yang digunakan adalah :

NOPAT = EAT + Beban Bunga ... (1) NOPAT = EBIT (1-T)

Keterangan :

NOPAT= Net Operating Profit After Tax EBIT= Earning Before Interest Tax T= Tax= PAJAK

(Brigham dan Houston, 2014:111)

2) Invested Capital

Invested Capital merupakan jumlah dana yang diinvestasikan perusahaan untuk membiayai usahanya, yang merupakan penjumlahan dari total ekuitas dan hutang . Invested Capital dirumuskan sebagai berikut :

Invested Capital = Total Utang + Ekuitas ... (2)

(4)

3) Weight Average Cost of Capital (WACC)

Weight Average Cost of Capital adalah biaya ekuitas dan biaya hutang masing-masing dikalikan dengan persentase ekuitas dan hutang dalam struktur modal perusahaan. Menurut Myers & Marcus (2007: 360) Biaya modal rata-rata tertimbang dicari dengan persamaan sebagai berikut:

WACC = D x rd (1-T) + E x re ... (3) Keterangan :

D = The Level of Debt Capital rd = Cost of Debt

E = The Level of Equity Capital re = Cost of Equity

T = Tax Rate

a) The Level of Debt Capital

𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑯𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 (𝑫) = 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑯𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈

𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑯𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 + 𝑬𝒌𝒖𝒊𝒕𝒂𝒔 𝒙 𝟏𝟎𝟎%

b) Cost of Debt

𝑩𝒊𝒂𝒚𝒂 𝑩𝒖𝒏𝒈𝒂 𝑯𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 (𝒓𝒅) = 𝑩𝒊𝒂𝒚𝒂 𝑩𝒖𝒏𝒈𝒂

𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑯𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 𝒙 𝟏𝟎𝟎%

c) Tax Rate

𝑻𝒊𝒏𝒈𝒌𝒂𝒕 𝑷𝒂𝒋𝒂𝒌 (𝑻) = 𝑩𝒆𝒃𝒂𝒏 𝑷𝒂𝒋𝒂𝒌

𝑳𝒂𝒃𝒂 𝑺𝒆𝒃𝒆𝒍𝒖𝒎 𝑷𝒂𝒋𝒂𝒌 𝒙 𝟏𝟎𝟎%

d) The Level of Equity Capital

𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑬𝒌𝒖𝒊𝒕𝒂𝒔 (𝑬) = 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑬𝒌𝒖𝒊𝒕𝒂𝒔

𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑯𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 + 𝑬𝒌𝒖𝒊𝒕𝒂𝒔 𝒙 𝟏𝟎𝟎%

(5)

e) Cost of Equity

𝑩𝒊𝒂𝒚𝒂 𝑩𝒖𝒏𝒈𝒂 (𝒓𝒆) = 𝑬𝑷𝑺

𝑷 𝒙 𝟏𝟎𝟎%

4) Capital Charges

Capital Charges didapat dengan mengalikan WACC dengan invested capital. Invested capital merupakan hasil dari penjabaran perkiraan dalam neraca untuk melihat besarnya modal yang diinvestasikan dalam perusahaan oleh kreditur dan pemegang saham serta seberapa besar modal yang diinvestasikan dalam aktivitas operasi dan operasional lainnya. Capital charges menunjukkan seberapa besar biaya kesempatan modal yang telah disuntikkan kreditur dan pemegang saham. Capital Charges dapat dihitung dengan rumus:

Capital Charges = Invested Capital x WACC ... (4) Jadi EVA = NOPAT – Capital Charges ... (5)

b. Market Value Added

MVA adalah kelebihan nilai pasar atas nilai buku entitas. yang mengandung makna terkait selisih antara nilai pasar perusahaan dikurangi nilai buku perusahaan. MVA dihitung dengan rumus:

MVA = nilai pasar – modal yang di investasikan

MVA= (saham beredar) (harga saham) – total ekuitas saham biasa Sumber : Brigham dan Houston (2014:111)

(6)

D. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif.

Pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan dengan menggunakan data yang berbentuk angka pada analisis statistik.

Sumber data yang dipakai adalah data sekunder. Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia dan dikumpulkan oleh pihak lain (Sanusi,2014:104). Dalam penelitian ini data yang dimaksud yaitu data laporan keuangan perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2016.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, yaitu dengan mencatat dan mengumpulkan data yang tercantum pada Indonesian Capital Market Directory yang diakses melalui situs resmi www.idx.co.id yang berupa laporan keuangan perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu laporan keuangan tahunan dari setiap perusahaan yang merupakan sampel penelitian tahun 2012- 2016 dan harga saham. Data yang dibutuhkan dalam penelitian adalah: Neraca, Laporan laba rugi, Catatan atas laporan keuangan, dan Harga saham.

F. Teknik Analisis Data

Teknik analisis yang digunakan dalam penelitan ini adalah analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linear berganda merupakan analisis

(7)

untuk mengetahui pengaruh variabel bebas (independen) yang jumlahnya lebih dari satu terhadap satu variabel terikat (dependen). Model analisis regresi linier berganda digunakan untuk menjelaskan hubungan dan seberapa besar pengaruh variabel-variabel bebas (independen) terhadap variabel terikat (dependen).

Dengan demikian berikut regresi linear berganda yang dinyatakan dalam persamaan matematika :

Y= a+b1 (X1) +b2 (X2) +e Keterangan

Y= Return a= Konstanta

b= Koefisien regresi X1= EVA

X2= MVA

e= Variabel Penggangu (Sanusi, 2014:135)

Sebelum melakukan analisis regresi linier berganda, maka diperlukan uji asumsi klasik terlebih dahulu untuk memastikan apakah model tersebut tidak ter-dapat masalah normalitas, multikolinieritas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Langkah-langkah uji asumsi klasik pada penelitian ini adalah sebagai berikut

a. Uji Normalitas Data

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan independen keduanya mempunyai distribusi normal

(8)

atau tidak. Uji normalitas data dalam penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Kriteria pengujian dengan menggunakan uji dua arah (two tailed test), yaitu dengan membandingkan probabilitas yang diperoleh dengan taraf signifikasi (α ) 0,05. Jika p-value > 0,05 maka data berdistribusi normal.

b. Uji multikolinieritas

Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi variabel bebas. Uji multikolinieritas dalam penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan nilai koefisien determinasi invidual 𝑅2 dengan nilai determinasi secara serentak 𝑅2. Kriteria pengujian uji multikolinearitas yaitu jika 𝑟2 > 𝑅2 maka terjadi multikolinearitas dan jika 𝑟2 < 𝑅2 maka tidak terjadi multikolinearitas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homokedastisitas dan jika beda disebut Heteroskedastisitas. Cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas yaitu dengan metode Glejser Test, yaitu dengan cara meregresikan nilai absolute residual terhadap variabel independen, sehingga dapat diketahui ada tidaknya derajat kepercayaan 5%. Jika nilai

(9)

signifikansi variabel independen >0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Sebaliknya, jika nilai signifikansi variabel independen

< 0,05 maka terjadi heteroskedastisitas.

d. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Masalah ini timbul karena residual (kesalahan pengganggu) tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya (Ghozali, 2009: 93).

Uji utokorelasi dilakukan dengan metode Durbin-Watson. Dasar pengambilan keputusan uji autokorelasi ditampilkan pada tabel berikut:

Tabel 3.1 Pengambilan Keputusan Uji Autokorelasi

Sumber : Ghozali, 2009: 93).

Kriteria Hipotesis Keputusan

0<d<dl Ditolak Tidak autokorelasi positif d1<d<du Tidak ada Keutusan Tidak ada keputusan 4-d1<d<4 Ditolak Ada autokorelasi negatif 4-du<d<4-d1 Tidak ada keputusan Tidak ada keputusan du<d<4-du Diterima Tidak ada autokorelasi

(10)

e. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)

Uji statistik F ditujukan untuk menguji apakah secara simultan variabel independen dan (EVA dan MVA) mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen Y (Return Saham). Pengujian ini dilakukan pada tingkat keyakinan 95% dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Apabila tingkmat signifikansi lebih besar dari 5% maka dapat disumpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak.

2. Apabila tingkmat signifikansi lebih kecil dari 5% maka dapat disumpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima

f. Uji Parsial (Uji Statistik t)

Pengujian terhadap hasil regresi dilakukan dengan menggunakan uji statistik t. Uji t ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh EVA dan MVA secara parsial terhadap return saham. Pengujian ini dilakukan pada tingkat keyakinan 95% dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Apabila tingkat signifikansi lebih besar dari 5% maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak.

2. Apabila tingkat signifikansi lebih kecil dari 5% maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.

g. Pengujian Koefisien Determinasi

Pengujian koefisien determinasi (𝑅2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel

(11)

dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai (𝑅2) yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2009: 87).

Gambar

Tabel 3.1  Pengambilan Keputusan Uji Autokorelasi

Referensi

Dokumen terkait

Fluktuasi nilai tukar yang melemah akan membawa dampak negatif terhadap harga saham, juga akan memberikan dampak terhadap laporan keuangan perusahaan, khususnya Telkom, karena

Berat total material struktur utama pada perencanaan modifikasi apartemen Purimas Surabaya menggunakan sistem rangka pengaku eksentris didapatkan 1105.136 ton,

Berdasarkan hasil survey lapangan, sebagian besar masyarakat yang menjual lahannya secara utuh dengan sistem jual dikarenakan beberapa faktor, antara lain nilai jual

Tahapan pelaksanaan tugas akhir di Program Studi S1 Ilmu Komputer FMIPA IPB terdiri dari beberapa tahap, yaitu pengajuan topik dan dosen pembimbing oleh

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung daun pepaya dalam ransum puyuh petelur pada taraf 4% dapat meningkatkan konsumsi ransum,

Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka biaya perolehan efek individual harus diturunkan hingga sebesar nilai wajarnya, dan jumlah penurunan nilai tersebut

Dalam rangka peningkatan profesionalitas guru tersebut pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak penyusunan skripsi dengan judul, “Studi Kasus Tentang Perilaku Suka Mencari Perhatian di Kelas pada Siswa Kelas V SD