PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kabupaten Pacitan terletak di pesisir selatan Propinsi Jawa Timur yang berbatasan dengan Propinsi Jawa Tengah. Secara administratif terbagi atas 12 wilayah kecamatan, 5 kelurahan dan 171 desa dengan posisi antara 110'55'' – 111'25'' Bujur Timur dan 7'55'' – 8''17'' Lintang Selatan. Potensi yang dimiliki cukup beragam mulai dari potensi kelautan, potensi pesisir dan potensi untuk pengembangan budidaya ikan di wilayah darat.
Sesuai Undang-undang nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, bahwa yang dimaksud dengan Perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan. Oleh karena itu dalam rangka peningkatan pengelolaan di bidang perikanan maka harus diketahui secara pasti potensi sumberdaya perikanan yang dimiliki dan upaya optimalisasi pemanfaatan potensi tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut berdasarkan pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009, disebutkan bahwa wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia untuk penangkapan ikan dan/atau pembudidaya ikan meliputi a.
Perairan Indonesia, b. ZEEI, dan c. Sungai, danau, waduk, rawa, dan genangan air lainnya yang dapat diusahakan serta lahan pembudidaya ikan yang potensial di wilayah Republik Indonesia. Adapun yang dimaksud dengan perairan Indonesia sesuai pasal 1angka 4 Undang-Undang Nomor 6 Tahun
perairan kepulauan dan perairan pedalaman.
Selanjutnya dalam pasal 18 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, disebutkan bahwa kewenangan untuk mengelola sumber daya di wilayah laut untuk kabupaten adalah 1/3 (sepertiga) dari wilayah kewenangan provinsi sejauh 12 (dua belas) mil laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan/atau ke arah perairan kepulauan. Berdasarkan ketentuan tersebut kewenangan pengelolaan kabupaten hanya sebatas 4 mil laut, akan tetapi dalam pemanfaatan potensi perikanan dapat menjangkau wilayah laut teritorial, Zona Ekonomi Eksklusif sampai dengan 200 mil laut.
Adapun kewenangan daerah dalam mengelola sumberdaya di wilayah laut sesuai Pasal 18 Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, meliputi :
a. Ekspolarasi, eksploitasi, konservasi dan pengelolaan kekayaan laut b. Pengaturan administrasi
c. Pengaturan tata ruang
d. Penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh daerah atau yang dilimpahkan kewenangannya oleh pemerintah
e. Ikut serta dalam pemeliharaan keamanan, dan f. Ikut serta dalam pertahanan kedaulatan negara
Komoditas ikan yang terdapat di perairan laut Kabupaten Pacitan bermacam-macam mulai jenis ikan pelagis besar seperti ikan Tuna dan Cakalang, pelagis kecil seperti ikan Kembung dan Lemuru, demersal seperti ikan Pari maupun dari jenis udang-udangan (Crustacea) seperti Lobster, Rajungan dan lain-lain.
Potensi pesisir yang dimiliki wilayah Kabupaten Pacitan juga cukup menjanjikan dimana panjang pantai mencapai 70,709 km dengan luas sampai 4 mil laut mencapai 523,82 km2, membentang melewati 7 kecamatan mulai dari Kecamatan Sudimoro sampai dengan Kecamatan Donorojo. Ekosistem yang terdapat di wilayah pesisir Pacitan meliputi hutan mangrove, terumbu karang, padang lamun, estuaria, rumput laut alami dan pantai pasir putih yang merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Jenis ikan yang mendominasi wilayah pesisir ini adalah jenis ikan-ikan karang, Crustaceae (udang dan Lobster) serta ikan hias.
Pacitan terdiri dari budidaya air tawar, air laut dan air payau. Hampir seluruh kegiatan budidaya dikelola oleh masyarakat secara perorangan dan masih dalam usaha skala kecil. Namun demikian, antusiasme masyarakat yang semakin meningkat terhadap kegiatan budidaya ditunjang dengan ketersediaan lahan baik kolam, perairan umum maupun tambak merupakan potensi yang strategis untuk dikembangkan. Dalam upaya mendukung peningkatan produksi perikanan budidaya, juga perlu terus dibangun dan dikembangkan balai benih ikan karena keberadaan benih merupakan mata rantai pertama dalam sektor produksi usaha budidaya ikan. Melalui pembangunan balai benih ikan, diharapkan penyediaan benih dapat dipenuhi dengan baik dari segi jumlah dan mutu serta mampu mengakses perkembangan teknologi pembudidayaan hingga menjadi suatu etalase akuabisnis. Berdasarkan permintan pasar dan potensi pengembangan komoditas utama perikanan budidaya yang akan dikembangkan adalah jenis udang, rumput laut, nila, lele, gurame, dan ikan mas.
Dalam rangka pembangunan tersebut, langkah awal yang dilaksanakan adalah mengidentifikasi potensi yang ada sebagai bahan dalam menentukan arah kebijakan dan kegiatan pembangunan. Dari hasil identifikasi tersebut diharapkan dapat mengetahui beberapa hal sebagai berikut :
1) Jenis, jumlah dan penyebaran potensi kelautan dan perikanan di masing- masing kecamatan/desa;
2) Prospek pengembangan dan peluang usaha;
3) Upaya yang sudah dilakukan;
3) Permasalahan yang dihadapi;
4) Alternatif pemecahan masalah.
Pemanfaatan potensi perikanan dan kelautan secara keseluruhan belum dapat terlaksana dengan baik. Beberapa faktor yang menjadi kendala adalah kurangnya sarana dan prasarana yang memadai untuk pemanfaatan yang optimal, kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki oleh sumberdaya manusia, besarnya modal investasi usaha yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dan mampu menekan resiko, serta perlunya iklim usaha yang baik dan kondusif untuk mendorong pengembangan potensi yang ada.
1. Maksud
Maksud disusunnya buku ini adalah untuk mendokumentasikan profil Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pacitan yang meliputi potensi, peluang usaha dan prospek yang dapat dikembangkan sebagai potret yang dapat diinformasikan kepada para perencana pembangunan perikanan, pengambil keputusan, pengusaha dan pelaku bisnis, masyarakat ilmiah, dan lain-lain. Diharapkan, informasi dalam bentuk buku ini dapat dipergunakan sebagai acuan untuk merencanakan dan memperhitungkan kegiatan pembangunan Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Pacitan.
2. Tujuan
Adapun tujuan penyusunan buku ini adalah :
1) Merangkum informasi yang berkaitan dengan potensi, produksi dan prospek Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Pacitan;
2) Sebagai bahan acuan untuk mengambil kebijakan dan mengembangkan usaha dalam rangka pembangunan di bidang Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pacitan;
3) Mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi sehingga dapat memperoleh usulan pemecahan masalah yang berkaitan dengan penangkapan ikan, kegiatan budidaya, pengolahan dan pemasaran serta pengembangan potensi kelautan dan perikanan secara keseluruhan
POTENSI KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN PACITAN
A. Potensi Sumber Daya Kelautan
1. Luas Wilayah Perairan Laut Kabupaten Pacitan
Kabupaten Pacitan terletak di pesisir selatan Propinsi Jawa Timur yang berbatasan dengan Propinsi Jawa Tengah. Secara administratif terbagi atas 12 wilayah kecamatan, 5 kelurahan dan 171 desa dengan posisi antara 110'55'' – 111'25'' Bujur Timur dan 7'55'' – 8''17'' Lintang Selatan.
Luas keseluruhan Kabupaten Pacitan adalah 1.389,8742 km2 dengan luas wilayah laut mencapai 523,82 km2. Luas wilayah perairan berdasarkan wilayah kewenangan tercantum dalam Tabel 1 berikut ini.
Tabel 1. Luas Wilayah Perairan Berdasarkan Wilayah Kewenangan
No Kecamatan
Panjang Garis Pantai
Luas Wilayah Kewenangan
4 mil 12 mil ZEEI
(mil) (km) (mil2) (km2) (km2) (mil2) (km2) (mil2)
1. Donorojo 4,52 8,371 18,08 62,01 186,04 54,24 3.100,62 904
2. Pringkuku 8,52 15,779 34,08 116,89 350,67 102,24 5.844,54 1.704
3. Pacitan 1.39 2,574 5,56 19,17 57,20 16,68 953,41 278
4. Kebonagung 10,17 18,835 40,68 139,53 418,59 122,04 6.976,48 2.034
5. Tulakan 1,94 3,593 7,76 26,62 79,85 23,28 1.330,85 388
6. Ngadirojo 5,69 10,538 22,76 78,07 234,20 68,28 3.903,28 1.138
7. Sudimoro 5,95 11,019 23,80 81,63 244,89 71,40 4.081,44 1.190
Total 38,18 70,709 152,72 523,82 1.571,44 458,16 26.190,62 7.636
Kondisi pantai di Kabupaten Pacitan terdiri dari pantai yang landai dan curam/terjal. Perincian panjang pantai tiap kecamatan berdasarkan kondisi pantai tercantum dalam tabel 2 berikut :
No. Kecamatan Desa / Kelurahan Panjang Pantai (km)
Curam Landai
1. Donorojo - Sendang - Widoro - Kalak
4,1 0,75 1,75
0 1,771
0 2. Pringkuku - Watukarung
- Dersono - Candi - Jlubang - Poko - Dadapan
1 1,5
1 1 2 4
2 1 2,279
0 0 0 3. Pacitan - Kel. Sidoharjo
- Kel. Ploso - Kembang
0,287 0 0,3
1 0,858 0,129 4. Kebonagung - Sidomulyo
- Wora-Wari - Katipugal - Klesem - Karangnongko - Kalipelus - Plumbungan
1,050 1,970 1,076 3,478 0,953 1,589 1,875
1,047 0,124 1,016 1,229 0,616 1,549 1,263
5. Tulakan - Jetak 3,593 0
6. Ngadirojo - Sidomulyo - Hadiwarno
2,5 3,438
2,9 1,7 7. Sudimoro - Sumberejo
- Sukorejo - Pager Lor - Pager Kidul
1,096 0,895 2,932 2,885
1,930 0,750
0 0,531
7 kecamatan 26 desa/kel 47,017 23,692
Komoditas yang terdapat di pesisir dan laut Kabupaten Pacitan terdiri dari beberapa jenis :
1) Ikan pelagis besar, yaitu ikan yang mempunyai habitat di tengah sampai permukaan laut dan pada umumnya berukuran besar, seperti Tuna, Cakalang, Tongkol, Tengiri, Marlin dan Lemadang;
2) Ikan pelagis kecil, ikan yang mempunyai habitat di tengah sampai permukaan laut dan pada umumnya berukuran kecil, seperti Kembung, Lemuru, Rebon, Keri, Kuwe, Pisang-pisang, Julung-julung, Layang, Kuniran, Golok-golok, Lencam dan Cumi-cumi;
3) Ikan demersal besar, yaitu ikan yang mempunyai habitat di dasar laut dan pada umumnya berukuran besar, seperti Cucut, Pari, Tiga Waja, Kakap Merah, Kakap Putih dan Kerapu;
4) Ikan demersal kecil, yaitu ikan yang mempunyai habitat di dasar laut dan pada umumnya berukuran kecil, seperti Lobster, Layur, Manyung, Sebelah, Bawal, Udang, Peperek, Kurisi dan Pogot.
Berdasarkan data jumlah produksi ikan yang berhasil ditangkap, terlihat adanya fluktuasi produksi dari tahun ke tahun dan Kecamatan Pacitan merupakan produsen terbesar sepanjang tahun, sedangkan Kecamatan Donorojo adalah produsen terkecil.
Tabel 3. Jumlah Produksi Perikanan Tangkap Per Kecamatan di Kabupaten Pacitan Tahun 2009 – 2014
Kecamatan Jumlah Produksi (Kg.)
2010 2011 2012 2013 2014
Donorojo 49.957 12.083 22.093 20.990 17.503
Pringkuku 331.982 224.105 98.033 61.096 324.360 Pacitan 3.896.408 5.299.184 5.340.157 6.930.545 5.954.064 Kebonagung 18.240 116.490 126.400 163.235 545.751
Tulakan 80.966 61.872 79.687 57.711 150.936
Ngadirojo 535.322 566.116 542.606 542.606 794.721 Sudimoro 144.023 37.758 43.199 46.577 212.165 Jumlah 5.056.898 6.317.608 6.252.175 7.822.760 7.999.500
Jenis ikan hasil tangkapan sangat bervariasi, yang dibedakan menjadi : Ikan Demersal, Ikan Pelagis Besar, Ikan Pelagis Kecil, Crustaceae (Udang). Secara rinci produksi per jenis ikan selama lima tahun terahir di Kabupaten Pacitan sebagaimana Tabel 4 berikut.
Tabel 4. Produksi Perikanan Tangkap Per Jenis Ikan di Kabupaten Pacitan Tahun 2009 – 2014
No Jenis Ikan Produksi (kg)
2010 2011 2012 2013 2014
1 Sebelah 658 216 942 28 809 2 Lidah 2,528 2,611 2,479 2,438 1.000
3 Peperek 510 5,472 30 142 1.280
4 Manyung 15,225 27,261 18,478 19,523
26.699 5 Kakap merah/
bambangan 5,733 5,576 4,518 3,513 3.940
6 Kerapu karang 2,488 622 532 565 353
7 Kerapu bebek - - - - -
8 Kerapu lainnya 122 - 90 - 180
9 Lencam - - - - -
No Jenis Ikan 2010 2011 2012 2013 2014 10 Ekor kuning/ pisang-
pisang 2,724 33,365 62,854 31,173
11.918 11 Gulamah/ tigawaja 3,864 18,476 10,753 10,822 3.726 12 Cucut lanyam 16,666 7,209 6,674 11,326 3.797
13 Cucut botol 2,252 659 508 25 1.263
14 Pari 28,653 33,411 20,572 31,813
45.352
15 Bawal hitam - - - 748 -
16 Bawal putih 3,105 1,095 4,423 15,889 7.574 17 Layang 514,249 862,206 455,377 1,547,746 1.621.023
18 Selar 129,489 90,298 72,818 65,363
37.042
19 Kuwe 5,744 6,828 7,185 11,424 9.895
20 Kuro/senangin 3,783 1,777 1,777 1,207 1.407
21 Julung-julung 3,254 840 852 672 1.559
22 Teri 62,376 82,035 29,313 28,792 9.426
23 Lemuru 179,559 123,470 100,081 98,731
86.624 24 Golok-golok/ parang-
parang
-
- - - 1.923
25 Kembung 164,230 65,664 54,811 60,614
50.194
26 Tengiri 13,763 14,542 15,057 18,847
17.245 27 Layur 117,273 141,752 127,841 137,033 1.757.690 28 Tuna 1,589,989 1,629,540 2,390,586 4,024,424 1.455.970 29 Cakalang 1,352,778 1,399,460 1,605,393 741,543 1.280.034 30 Tongkol 493,711 866,454 691,860 652,436 1.079.214
31 Lemadang 85,110 78,852 123,228 95,351
271.672
32 Ikan layaran 98 30,261 80,508 37,129
76.751
33 Kuniran 1,870 3,620 3,076 1,676 5.169
No Jenis Ikan Produksi (kg)
2010 2011 2012 2013 2014
34 Slengseng - - - - -
35 Ikan lainnya 41,743 521,548 190,151 87,631
42.113 36 Udang dogol 602 2,761 1,291 - -
37 Udang Merah 55 353 1,541 216 360
38 Udang putih - - 266 1,347 809
39 Udang barong /
Lobster
7,802
6,202
9,029
18,258 13.947
40 Udang lainnya 43,021 70,204 78,839 40,031
54.508
41 Kepiting - - 15 15 -
42 Rajungan - - 269 125 925
43 Cumi-cumi 521 75,306 62,628 13,122 3.009 44 Binatang berkulit
lunak lainnya
13.100
45 Rumput laut 161,350 7,662 15,530 11,022 13.100
TOTAL 5,056,898 6,317,608 6,252,175 7,822,760 7.999.500
3. Potensi Sarana dan Prasarana Penangkapan Ikan
Zona pemanfaatan intensif adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan. Pembagian dan penetapan masing-masing kawasan ini berdasarkan suatu kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah No. 47 tahun 1997 tentang Rencana Tata Ruang Nasional.
Ada beberapa kegiatan yang berhubungan dengan pemanfaatan zona intensif di Kabupaten Pacitan :
Wilayah kegiatan di sektor perikanan, khususnya untuk perikanan tangkap di Kabupaten Pacitan meliputi 7 (tujuh) kecamatan pantai, yaitu:
1) Kecamatan Pacitan;
3) Kecamatan Kebonagung;
4) Kecamatan Tulakan;
5) Kecamatan Ngadirojo;
6) Kecamatan Sudimoro;
7) Kecamatan Donorojo.
Aktivitas perikanan di pesisir pantai Pacitan yang saat ini telah dikembangkan berupa perikanan tangkap terkendali yang mengandung arti bahwa penangkapan ikan memperhatikan rambu-rambu kelesterian sumberdaya, sehingga dapat menghindari terjadinya over fishing.
Aktifitas perikanan tangkap ini juga didukung adanya Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) yang terdapat di Tamperan Kelurahan Sidoharjo.
Tempat Pendaratan Ikan tersebar di 7 Kecamatan pantai yang jumlah keseluruhan mencapai 17 buah meliputi :
1) Pantai Ngobyok, Desa Sumberejo, Kec. Sudimoro 2) Pantai Tawang, Desa Sidomulyo, Kec. Ngadirojo 3) Pantai Godeg, Desa Jetak, Kec. Tulakan
4) Pantai Pidakan, Desa Jetak, Kec. Tulakan
5) Pantai Wawaran, Desa Sidomulyo, Kec. Kebonagung 6) Pantai Dangkal, Desa Wora Wari, Kec. Kebonagung 7) Pantai Kaliuluh, Desa Klesem, Kec. Kebonagung 8) Pantai Tawang, Desa Katipugal, Kec. Kebonagung 9) Pantai Bakung, Desa Karangnongko, Kec. Kebonagung
10) Pantai Srengit, Desa Kalipelus, Kec. Kebonagung 11) Pantai Bagelon, Desa Plumbungan, Kec. Kebonagung 12) Pancer, Desa Kembang, Kec. Pacitan
13) Pantai Teleng, Kel. Sidoharjo, Kec. Pacitan 14) Tamperan, kel. Sidoharjo, Kec. Pacitan
15) Pantai Watukarung, Desa Watukarung, Kec. Pringkuku 16) Pantai Srau, Desa Candi, Kec. Pringkuku
17) Pantai Klayar, Desa Sendang, Kec. Donorojo
Tempat Pelelangan ikan (TPI) sebagai sarana untuk pemasaran hasil tangkapan nelayan terdapat di 6 tempat pendaratan ikan yaitu :
1) Kecamatan Pacitan sebanyak 2 buah yaitu di Pantai Teleng Ria dan Pantai Tamperan di Kelurahan Sidoharjo;
2) Kecamatan Pringkuku di pantai Watukarung Desa Watukarung;
3) Kecamatan Kebonagung di Pantai Wawaran Desa Sidomulyo;
4) Kecamatan Ngadirojo di Pantai Tawang Desa Sidomulyo;
5) Kecamatan Sudimoro di Pantai Karangturi, Ngobyok Desa Sumberejo.
Salah Satu dari enam lokasi TPI saat ini telah menjadi Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP), yaitu PPP Tamperan, yang telah diresmikan operasional minimumnya pada tanggal 29 Desember 2007 oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Sampai dengan akhir tahun 2009, pembangunan PPP Tamperan telah mencapai 85 % dari keseluruhan pembangunan yang direncanakan.
TPI TAMPERAN TPI TELENG
TPI WATUKARUNG TPI TAWANG
TPI WAWARAN
TPI TAWANG
TPI NGOBYOK
TPI WAWARAN
PEMBANGUNAN GUDANG JARING &
MESIN DS. KARANGNONGKO
PEMBANGUNAN FASILITAS NAVIGASI PELAYARAN PERLUASAN TPI TAWANG
KEC. NGADIROJO
PEMBANGUNAN GUDANG JARING
& MESIN DS. KLESEM
RUMPON
PEMBANGUNAN TALUD KEC. PRINGKUKU
PEMBUATAN JALUR LABUH KECAMATAN KEBONAGUNG
JARING LOBSTER KAPAL PERIKANAN
MESIN KETINTING
GPS
KOMPAS
JARING KRENDET JARING PAREL
MESIN KETINTING
NO JENIS FASILITAS KETERANGAN I Fasilitas Pokok
a. Breakwater (sisi kanan) b. Breakwater (sisi kiri) c. Revetment
d. Dermaga Caisson e. Kolam Labuh f. Alur pelayaran
g. Lahan Pelabuhan perikanan (untuk industri
pengolahan dan
penanganan pasca panen) h. Drainase
i. Jalan j. Jembatan k. Gorong-gorong
110 meter (dibangun tahun 2008-2009) 500 meter (dibangun tahun 2003-2007) 120 meter (dibangun tahun 2003 – 2004)
234 meter (dibangun tahun 2007) 5 hektar (dibangun tahun 2003 – 2009) 1 hektar (reklamasi tahun 2003 – 2005, 2007)
Pembangunan tahun 2004, 2006, 2007 Pembangunan tahun 2007
Pembangunan tahun 2008 Pembangunan tahun 2007 II Fasilitas Fungsional
a. TPI
b. Lampu suar c. Instalasi air bersih d. Instalasi listrik
e. Kantor administrasi pelabuhan
f. Kantor TPI g. SPBN h. Pabrik es
i. Gudang es dan garam j. Bengkel kapal
k. Tempat pengepakan ikan l. Gudang jaring
m. Kios pedagang n. Pasar ikan o. Telepon p. SSB
Dibangun tahun 2003 (TPI lama, tahun 2007 TPI baru)
Pembangunan tahun 2007 Pembangunan tahun 2007 Pembangunan tahun 2007 Pembangunan tahun 2007 Pembangunan tahun 2007 Pembangunan tahun 2005 Pembangunan tahun 2007 Pembangunan tahun 2008 Pembangunan tahun 2007 Pembangunan tahun 2007 Pembangunan tahun 2007 Pembangunan tahun 2007 Pembangunan tahun 2008 Pembangunan tahun 2008 Pembangunan tahun 2008
q. Menara pengawas r. Motor roda 3 (1 unit) s. IPAL
Pembangunan tahun 2009 Pembelian tahun 2008 Pembangunan tahun 2009 III Fasilitas Penunjang
a. Balai pertemuan nelayan b. Pos keamanan laut
terpadu c. Mushola
d. Toilet dan kamar mandi e. Perumahan nelayan
andon
f. Rumah dinas kamladu g. Pos jaga di pintu masuk
pelabuhan
Pembangunan tahun 2008 Pembangunan tahun 2008 Pembangunan tahun 2007 Pembangunan tahun 2007 Pembangunan tahun 2007 Pembangunan tahun 2009 Pembangunan tahun 2009
Pada tahun – tahun mendatang diharapkan akan dibangun fasilitas – fasilitas :
1. Cold storage 2. Docking kapal
3. laboratorium pembinaan mutu 4. internet
5. pos pelayanan terpadu 6. pos kesehatan
Berdasarkan Kep.Menteri Kelautan dan Perikanan No.32/2010 tentang Penetapan Kawasan Minapolitan, dari 33 Propinsi se Indonesia terdapat 197 kabupaten / kota yang ditetapkan sebagai kawasan minapolitan.
Salah satu diantaranya adalah Kabupaten Pacitan dengan basis perikanan tangkap. Minapolitan merupakan konsep manajemen ekonomi kawasan berbasis kelautan dan perikanan. Program ini merupakan upaya untuk merevitalisasi sentra produksi perikanan dan kelautan dengan fokus pada peningkatan produksi dan pendapatan rakyat. Minapolitan merupakan sebuah model dari Revolusi Biru yang digalakkan. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dengan mengubah mindset pembangunan yang berorientasi darat ke berorientasi maritim.
Menindaklanjuti Keputusan Menteri tersebut, Bupati Pacitan mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Pacitan Nomor 188.45/25/408.21/2011 Tanggal 21 Januari 2011 Tentang Penetapan Kawasan Minapolitan di Kabupaten Pacitan serta SK Bupati Pacitan Nomor 188.45/21/408.21/2011 Tanggal 19 Januari 2011 Tentang Tim Pengelola Pengembangan Minapolitan di Kabupaten Pacitan. Rencana
Perumahan Nelayan Andon Bengkel
pengembangan kawasan minapolitan yang memuat kebijakan dan strategi pengelolaan potensi kelautan dan perikanan juga sudah terpenuhi meliputi master plan, RTRW (Perda Kabupaten Pacitan No. 3 tahun 2010 tanggal 7 Oktober 2010) , RPJMD, RPIJMD, DED.
1 Zona Inti Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan Kelurahan Sidoharjo Kecamatan Pacitan
2 Zona Pendukung
PPP Tamperan 1. Tempat Pendaratan Ikan, Pantai Tawang Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo.
2. Tempat Pendaratan Ikan, Pantai Watukarung, Desa Watukarung Kecamatan Pringkuku.
3 Zona
Pengembangan Perikanan Tangkap
Tempat Pendaratan Ikan :
1. Pantai Sumberrejo Desa Sumberrejo Kecamatan Sudimoro.
2. Pantai Godeg Wetan Desa Jetak Kecamatan Tulakan.
3. Pantai Bagelon Desa Plumbungan Kecamatan Kebonagung.
4. Pantai Wawaran Desa Sidomulyo Kecamatan Kebonagung.
5. Pantai Kaliuluh Desa Klesem Kecamatan Kebonagung.
6. Pantai Bakung Desa Karangnongko Kecamatan Kebonagung.
7. Pantai Tawang Desa Katipugal Kecamatan Kebonagung.
8. Pantai Padidangkal Desa Worawari Kecamatan Kebonagung.
9. Pantai Srengit Desa Kalipelus Kecamatan Kebonagung.
10. Pantai Klayar Desa Sendang Kecamatan Donorojo.
4 Kawasan
Pengolahan Hasil Perikanan
1. Kecamatan Pacitan 2. Kecamatan Ngadirojo 3. Kecamatan Pringkuku 4. Kecamatan Sudimoro.
NO PENETAPAN KAWASAN L O K A S I 5 Kawasan Perikanan Budidaya,
prioritas komoditi Ikan Lele
1. Kecamatan Pacitan 2. Kecamatan Pringkuku 3. Kecamatan Punung 4. Kecamatan Donorojo.
6 Kawasan Perikanan Budidaya Pendukung Pengembangan Komoditi Ikan Nila, Ikan Mas, Gurami, Udang dan Rumput Laut
1. Kecamatan Arjosari 2. Kecamatan Kebonagung 3. Kecamatan Tegalombo 4. Kecamatan Bandar 5. Kecamatan Nawangan 6. Kecamatan Sudimoro
dan
7. Kecamatan Ngadirojo.
Tabel 6. Jumlah Pemilik Perahu, Nelayan, Perahu Bermesin dan Perahu Tak Bermesin Tahun 2010-2014
Kecamatan Pemilik
Perahu Nelayan
Perahu Bermesin
Perahu Tak Bermesin (orang) (orang) (buah) (buah)
1 2 3 4 5
Donorojo 9 240 9
Punung
Pringkuku 144 683 124 20
Pacitan 298 2.340 313 25
Kebonagung 306 759 306
Arjosari Nawangan Bandar Tegalombo
Tulakan 51 166 28 23
Ngadirojo 167 478 359
Sudimoro 70 232 70
Jumlah Total 1.045 4.898 1.209 68
Tahun 2013 1.164 4.852 1.458 64
Tahun 2012 1.161 3.898 1.455 64
Tahun 2011 1.115 3.840 1.409 64
Tahun 2010 944 3.792 1.371 92
Menurut tabel 6 di atas pemilik perahu di Kabupaten Pacitan pada tahun 2013 berjumlah 1.164 orang dengan jumlah nelayan 4.852 orang.
Sedangkan jumlah perahu bermesin adalah 1.458 buah dan perahu tak bermesin berjumlah 64 buah.
penurunan dibandingkan tahun 2013, penurunan ini disebabkan jumlah kapal sekoci (5-10 GT) yang berada di PPP Tamperan mengalami penurunan. Berikut merupakan tabel jumlah kapal per masing-masing Kecamatan di Kaupaten Pacitan tahun 2014.
Tabel 7. Kapal Perikanan
NO KECAMATAN
< 5 GT > 5- 10 GT
> 10 - 30 GT
> 30
GT JUMLAH Tanpa
Motor
Motor Tempel
1 SUDIMORO 70 70
2 NGADIROJO 340 17 1 1 359
3 TULAKAN 23 28 51
4 KEBONAGUNG 306 306
5 PACITAN 25 164 115 20 14 338
6 PRINGKUKU 20 124 144
7 DONOROJO 9 9
JUMLAH 68 1041 132 21 15 1277
Tabel 8. Alat Tangkap Per Kecamatan di Kabupaten Pacitan Tahun 2010- 2014
Tahun Parel Gill
net Gondrong Purse Seine Payang Pancing Pukat Pantai Krendet Jumlah
2010
3,490
688 2,140 23
72
810
2 46,016
53,241
2011
3,490
688 2,140 23
72
810
2 46,016
53,241
2012
3,490
688 2,164 24
72
964
2 46,018
53,422
2013
3,859
688 2,167 24
72
964
- 46,021 53,795
2014 2.767 852 670 36 60 24.687 2 52.050 81.124
Menurut tabel diatas dapat dijelaskan bahwa nelayan di Kabupaten Pacitan sebagian besar menggunakan jaring (payang, parel, gillnet, purse seine) sebagai alat untuk menangkap ikan.
B. Potensi Sumberdaya Pesisir
1. Karakteristik Pantai yang Ada di Kabupaten Pacitan Ada beberapa jenis / tipe pantai di Kabupaten Pacitan yaitu :
a. Tipe Pantai Berpasir (sandy beach)
Pantai yang berpasir dibatasi hanya di daerah dimana gerakan air yang kuat mengangkut partikel-partikel yang halus dan ringan. Partikel yang kasar menyebabkan hanya sebagian kecil permukaannya yang menyerap bahan organik baik yang terlarut maupun yang berukuran sangat kecil, serta yang tersedia untuk bakteri. Total bahan organik dan organisme hidup di pantai yang berpasir jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jenis pantai lainnya.
Karena sedimennya kasar maka tidak bisa menahan air dengan baik sehingga lapisan permukaan menjadi kering sampai sedalam beberapa centimeter dibagian atas pantai. Meskipun demikian tempat ini sering merupakan tempat beberapa biota meletakkan telurnya.
Panjang pantai berpasir di Kabupaten Pacitan mencapai 23,69 km terutama terdapat didaerah teluk.
b. Tipe Pantai Berbatu
Pantai berbatu merupakan pantai yang berbatu-batu memanjang ke laut dan terbenam di air. Batu yang terbenam di air ini menciptakan suatu zonasi habitat karena adanya perubahan naik turunnya permukaan air laut akibat proses pasang yang menyebabkan adanya bagian yang selalu tergenang air, selalu terbuka terhadap matahari serta zona diantaranya yang tergenang pada pasang naik dan terbuka pada pasang surut.
Panjang pantai berbatu di Kabupaten Pacitan mencapai 47,640 km dari total panjang pantai 70,709 km.
2. Potensi Ekosistem Wilayah Pesisir a. Ekosistem Mangrove
Hutan mangrove merupakan tipe hutan tropika yang khas tumbuh di sekitar pantai dan sekitar muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut. dan dicirikan oleh jenis tanaman bakau, api-api, nipah, jeruju dan lain-lain. Mangrove tumbuh optimal di wilayah pesisir yang memiliki muara sungai besar dan delta yang aliran airnya banyak mengandung lumpur.
Fungsi ekologis hutan mangrove adalah :
- Sebagai tempat berlindung dan memijah;
- Sebagai penyedia nutrien bagi biota perairan;
- Penahan abrasi, amukan angin topan dan tsunami;
- Penyerap limbah dan pencegah intrusi air laut.
Potensi mangrove di Kabupaten Pacitan terletak di Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo luasnya mencapai 2 ha dan diteluk Pacitan Kelurahan Sidoharjo Kecamatan Pacitan yang luasannya mencapai 5 Ha.
Jenis mangrove yang terbesar adalah Avicenia sp dan Rizophora sp yang merupakan hasil penanaman.
Hutan mangrove yang ada di Kabupaten Pacitan secara umum kondisinya kurang bagus karena potensi lahan yang sesuai untuk syarat tumbuh dari tanaman mangrove relatif sempit dan selain itu kesadaran
kurang.
b. Ekosistem Terumbu Karang
Merupakan ekosistem yang khas terdapat di daerah tropis, mempunyai produktivitas organik yang sangat tinggi dibandingkan ekosistem yang lainnya demikian pula keanekaragaman hayatinya.
Terumbu karang juga menghasilkan berbagai produk yang mempunyai nilai ekonomi penting seperti berbagai jenis ikan karang, udang karang, alga, teripang, dan kerang mutiara. Hal ini disebabkan oleh kemampuan terumbu untuk menahan nutrien dalam sIstem dan berperan sebagai kolam untuk menampung segala masukan dari luar. Dari segi estetika, terumbu karang yang masih utuh menampilkan pemandangan yang sangat indah, jarang dapat ditandingi oleh ekosistem lainnya. Tipe terumbu karang mencakup beberapa jenis, yaitu terumbu karang tepi (fringing reefs), terumbu karang pengahalang (barrier reefs), terumbu karang cincin (attol) dan terumbu karang tambalan (patch reefs).
Terumbu karang di Kabupaten Pacitan luas keseluruhan mencapai 11,51 Ha yang menyebar dibeberapa lokasi yaitu :
1) Pantai Srau dengan luas sekitar 3,04 Ha 2) Pantai Watukarung luas sekitar 1,21 Ha 3) Pantai Klayar luas sekitar 1,21 Ha 4) Teluk Siwil luas sekitar 2,12 Ha
5) Tanjung Tiang Centakan luas sekitar 3,39 Ha
c. Ekosistem Padang Lamun
Lamun (seagrass) adalah tumbuhan berbunga yang sudah sepenuhnya menyesuaikan diri untuk hidup di bawah permukaan air laut. Lamun hidup di perairan dangkal agak berpasir. Sama halnya dengan rerumputan di daratan, lamun ini juga membentuk padang yang luas dan lebat di dasar laut yang masih dijangkau oleh sinar matahari.
Padang lamun sering terdapat di perairan laut hidup antara hutan rawa mangrove dan terumbu karang.
Fungsi ekologis padang lamun di lingkungan pesisir antara lain :
sedimen;
- Sebagai sumber makanan bagi biota laut lainnya;
- Merupakan habitat bagi bermacam-macam ikan dan udang;
- Sebagai pelindung yang menutupi penghuni padang lamun dari sengatan sinar matahari.
Potensi padang lamun di Kabupaten Pacitan terletak di Pantai Tawang Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo luasnya mencapai 4 ha dan juga diwilayah Srau. Jenis tanaman yang ada adalah Enhalus.
d. Ekosistem Rumput Laut Alami
Rumput laut tumbuh pada perairan yang memiliki substrat keras yang kokoh untuk tempat melekat. Ekosistem rumput laut sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain penetrasi sinar matahari, suhu, salinitas dan arus. Rumput laut terdapat pada daerah mid–
intertidal sampai kedalaman 20–30 m. Secara ekologi rumput laut mempunyai fungsi penting didaerah pesisir, yang merupakan sumber uatama produktifitas primer di perairan dangkal yaitu :
- Menstabilkan dasar-dasar lunak dimana kebanyakan species tumbuh;
- Sebagai tempat pembesaran bagi banyak spesies yang menghabiskan waktu dewasanya ditempat lain;
- berperan sebagai perangkap sedimen dan selanjutnya membentuk dasar;
- Sebagai pelindung bagi penghuni biota laut lainnya dari sinar matahari.
Beberapa manfaat dari rumput laut antara lain adalah untuk bahan baku di bidang industri kosmetik, industri farmasi dan sebagai bahan baku pokok pembuatan agar-agar.
Potensi rumput laut di Kabupaten Pacitan hampir tersebar disepanjang pesisir pantai Pacitan. Hidup menempel pada karang dan batu-batuan di sepanjang perairan pantai. Jenis rumput laut yang banyak ditemukan di Kabupaten Pacitan adalah Gracillaria sp, Sargassum sp, Euchema sp, dan Turbinaria sp.
Potensi Ekosistem Laut Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Potensi Pesisir dan
Laut
Baik Sedang Rusak Total
Luas (ha) Luas (ha) Luas (ha) Luas (ha) Mangrove 5 - - 5 Potensi Pesisir dan
Laut
Sehat Kurang Miskin Total
Luas (ha) Luas (ha) Luas (ha) Luas (ha) Padang Lamun 4 - - 4
Potensi Pesisir dan Laut
Sgt baik Baik Sedang Kurang Total
Luas (ha) Luas (ha) Luas (ha) Luas (ha) Luas (ha) Terumbu Karang 8,00 3,51 - - 11,51
Penyu merupakan salah satu satwa yang dilindungi dunia internasional karena populasi yang semakin menurun sehingga terancam punah (red list). Di Indonesia eksploitasi penyu tdk terkontrol (daging, telur, dan tempurung), terjadi di Indonesia bagian timur (Bali). Dari 7 Spesies Penyu di Dunia, 6 diantaranya ditemukan di Perairan Indonesia.Perlidungan terhadap satwa penyu berdasarkan PP No. 7 Th 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa serta PP No. 60 Th 2007 Tentang Konservasi Sumberdaya Ikan.Potensi Untuk Mendukung Industri Pariwisata Cukup Besar Melalui Ekowisata berbasis Konservasi. Kawasan konservasi penyu di Kabupaten Pacitan berada di Pantai Taman Ds. Hadiwarno Kec. Ngadirojo.
Berikut ini alasan mengapa penyu perlu dilestarikan
1. Yuridis: SUDAH JELAS telah DILINDUNGI UNDANG-UNDANG
2. Ekologi: Pertumbuhannya lambat (umur 35 tahun pertama kali matang sexual/bertelur), sulit dibudidayakan, siklus kehidupan yang komplek dan ancaman dalam seluruh siklus hidupnya sangat tinggi, populasinya terus menurun
3. Secara ekonomi: Nilai ekonomi sebagai obyek wisata lebih besar dibanding diekploitasi
4. Secara sosio-cultural: banyak daerah/suku yang menjadikan penyu sebagai satwa yang keramat
5. Secara politik: penyu beruaya sangat jauh, bahkan sampai lintas negara, ini artinya penyu tidak bisa secara mutlak di akui sebagai hanya milik satu negara atau satu daerah
6. Secara religi: Setiap mahluk memiliki hak hidup, hak berkembang biak dan hak mempertahankan kelangsungan keturunannya (Manusia tidak punya hak untuk memusnahkannya)
Tujuan Pengembangan Konservasi Penyu Di Kabupaten Pacitan
- Membangun kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam upaya perlindungan dan pelesterian satwa penyu
- Membangun kawasan konservasi penyu di Kabupaten Pacitan - Membangun kawasan wisata penunjang dalam rangka konservasi
melalui pemberdayaan masyarakat lokal
Metode Pelaksanaan Konservasi Penyu Di Pantai Taman, Desa Hadiwarno Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan
SOSIALISASI
- Memberikan pemahaman kepada masyarakat
- Penyuluhan, pamlet,brosur, media cetak dan elektronik
PEMBANGUNAN SARANA KONSERVASI - Tempat penetasan;
- Kolam penampungan (penetasan) - Bashcamp
- Kolam Karantina
PELAKSANAAN KONSERVASI
- Penetasan - Pembesaran - Pelepasan
- Perlakuan (komitmen) nelayan untuk penyu tertangkap nelayan
- Pendataan
PENGAWASAN
- Melakukan pengawasan terhadap satwa penyu baik pada saat penyu mendarat untuk bertelur, selama proses penangkaran dan pemeliharaan, maupun terhadap penyu yang tertangkap oleh alat tangkap (jaring) nelayan.
- Menyusun Peraturan Desa (Perdes) sebagai bentuk kearifan lokal yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan pengawasan kegiatan konservasi penyu di Desa Hadiwarno, Kec. Ngadirojo disamping peraturan perundang – undangan lainnya.
- Untuk PERDES telah di tetapkan dengan PERDES NO. 7 Tahun 2012 Tentang Konservasi Penyu di Pantai Taman, Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan.
Pelaksanaan dan Pencapaian Hasil Kegiatan Konservasi Penyu Di Kabupaten Pacitan Tahun 2012 – 2014
Kegiatan Penyuluhan Oleh TIM TEB – PSLK UMM
Kegiatan Sosialisasi di Sekolahan Oleh Mahasiswa TEB – PSLK UMM
Pengamanan Telur Penyu Jenis Abu - Abu (Lepidochelys olivacea) Sejumlah 111 Butir
Tgl 9 April 2013
Perawatan Tukik Penyu Jenis Abu - Abu (Lepidochelys olivacea) Yg Menetas
Tgl 28 Mei 2013 Sejumlah 36 Ekor
Kunjungan Prof. Dr. Haryono Suyono ke Lokasi Konservasi Penyu di Pantai Taman
pada Tgl 5 Mei 2013
Pelepasan Tukik Oleh Bapak Bupati Pacitan di Pantai Taman pada Tgl 3 Juni 2013
Pelepasan Tukik oleh Bupati Pacitan pada Hari
Olah Raga Nasional 9 September Tahun 2013
Pembangunan Pos Pantau Pokmaswas Ds.
Hadiwarno, Kec. Ngadirojo Kegiatan Pengembangan Kawasan Konservasi Penyu Laut T.A. 2014
Beberapa Hasil
Pengamanan Penyu Abu – Abu
(Lepidochelys olivacea) Yang Tertangkap Jaring
Nelayan
Penyu Sisik (Erimochelys imbricata) Yang Tertangkap Jaring
Nelayan
Peresmian Kebun Organik Karya Mahasiswa KKN UMM di Lokasi Konservasi
Penyu Tahun 2014 Pelepasan Tukik oleh Staf Ahli
Bupati, Kadis Kelautan dan Perikanan, dan Kadis Parpora
Kab. Pacitan pd tgl 23 Juli 2014
Pelepasan Tukik pd tgl 6 Agustus 2014 sejumlah 180
ekor
Pendidikan Konservasi Penyu Kepada Sekolah Taman Kanak - Kanak Bantuan Sarana
Konservasi Penyu Kegiatan Pengembangan Kawasan Konservasi
Penyu T.A. 2013
Pembangunan Kolam Pemeliharaan dan Penangkaran Penyu Kegiatan Pengembangan
Kawasan Konservasi Penyu T.A. 2013 Pembangunan Kantor
Sekretariat Kel.
Konservasi Penyu Laut Kegiatan Pengembangan Kawasan Konservasi Penyu Laut T.A. 2014
Pencapaian Dari Kegiatan Konservasi Penyu Di kabupaten Pacitan Tahun 2013 s/d 2014
1. Pelaksanaan Konservasi Penyu Tahun 2013
- Total jumlah telur yang berhasil ditangkarkan 1.308 butir - Total jumlah tukik yang berhasil menetas 712 ekor
- Jumlah induk yang berhasil diselamatkan dan dilepas kembali sejumlah 5 ekor
2. Juara I Evaluasi Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Katagori Bidang Konservasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2013 oleh POKMASWAS TUNAS HARAPAN, Desa Hadiwarno, Kec. Ngadirojo.
3. Juara II Adhibakti Mina Bahari katagori Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Bidang Pelestarian Sumber Daya Kelautan Tingkat Nasional Tahun 2013 oleh POKMASWAS TUNAS HARAPAN, Desa Hadiwarno, Kec. Ngadirojo.
4. Pelaksanaan Konservasi Penyu Sampai dengan Bulan Agustus 2014 - Total jumlah telur yang berhasil ditangkarkan 1.372 butir
- Total jumlah tukik yang berhasil menetas 640 ekor - Jumlah induk yang berhasil diselamatkan sejumlah 1 ekor
3. Potensi Wisata Bahari
Kabupaten Pacitan merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang berbatasan dengan Jawa Tengah. Jarak dari kota Surabaya 265 km dapat ditempuh selama 7 jam melalui perjalanan darat. Dari Yogyakarta melewati Wonosari Kabupaten Gunung Kidul, berjarak 100 km dan dapat ditempuh selama 3 jam perjalanan darat atau hampir sama dari Kota Solo melalui Kabupaten Wonogiri.
Sebagian besar wilayah Kabupaten Pacitan terdiri atas tanah kapur karena berada di daerah Pegunungan Sewu yang terbentang dari timur
utama adalah tambang batu mulia yang oleh masyarakat setempat banyak dijadikan sovenir berupa perhiasan batu mulai. Bukan hanya sentra batu mulia, Pacitan juga memiliki beberapa obyek wisata bahari yang mempesona. Berikut ini gambaran beberapa pantai yang memiliki potensi wisata bahari, terbantang di tujuh kecamatan pantai dari Kecamatan Donorojo di bagian barat sampai dengan Kecamatan Sudimoro di bagian timur.
a. Pantai Klayar
Pantai Klayar terletak di desa Sendang Kecamatan Donorojo, berjarak 35 km dari Kota Pacitan. Tebing terjal dan hamparan pasir putih menjadi ciri khas pantai ini. Demikian juga gelombang lautnya memberikan kesan tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Tidak hanya itu, Pantai Klayar juga memiliki
panorama unik, yang oleh masyarakat disebut seruling laut. Semburan air muncul dari celah batu karang karena adanya tekanan gelombang laut yang cukup kuat, sehingga mendorong air laut menyembur melalui celah batu karang.
b. Banyu Tibo
Pantai Banyu Tibo, teretak di Area Donorojo, Desa Widoro perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur . Akses jalan menuju Pantai tersebut lumayan bagus , kendaraan roda 4 aja bisa masuk ke Area Pantai Banyu Tibo. Area
Pantai Banyu Tibo ini cukup menarik dan terkesan indah . Area Pasir putih yang menawan di hiasi akan
bebatuan indah mirip dengan sebuah ukiran di kayu.
setempat Ngeri juga tapi asyik yang penting kita harus bisa berpasrah diri sepenuhnya ke pada Tuhan yang Esa. Air terjun yang berasal dari pegunungan langsung menuju ke area lepas Pantai Banyutibo.
c. Kijingan
Pantai Kijingan yang berada tepat disebelah pantai Banyu Tibo, tepatnya di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, Pacitan, Jawa Timur, secara geografis pantai ini berada di antara Pantai Banyu Tibo dan Pantai Nampu. Bisa dibilang Pantai Kijingan adalah pantai paling ujung barat Pacitan, karena pantai Nampu sendiri adalah perbatasan dari Pacitan Jawa Timur dan Wonogiri Jawa Tengah.
Untuk mencapai pantai Kijingan ada 2 rute, bisa melalui Pantai Nampu dan Pantai Banyu Tibo, Untuk menuju Pantai Kijingan harus trekking melewati pinggiran bukit yang berupa tebing dan jurang yang langsung mengarah ke laut, sehingga harus ekstra hati-hati ketika trekking, karena tanah bisa longsor kapan saja dan medan yang dilewati juga tidak terlalu lebar, setelah trekking sekitar 20-30 menit akhirnya sampai juga di Pantai Kijingan. Ada beberapa hal yang menarik dari pantai ini, yaitu bukit hijau nan luas yang terletak diatas pantai ini, biasanya bukit ini digunakan untuk area camping. Lalu di bukit nan hijau ini terdapat sungai yang
sangat jernih, sehingga ketika camping kami tidak perlu kesulitan mencari air bersih, dan ketika trekking menuju pantai Kijingan anda akan disuguhi grojogan kecil yang mengalir langsung ke laut, memang tidak sebesar grojogan di pantai Banyu Tibo, namun disini tidak kalah menarik, tidak seperti pantai-pantai pada umunya yang ketika pergantian tahun selalu ramai akan wisatawan. Pantai Kijingan relatif masih sepi dan tidak begitu bersinar seperti tetangga-tetangganya seperti Pantai Banyu Tibo, Pantai Klayar, maupun Pantai Teleng Ria, namun pantai ini memiliki keindahan tersendiri, mulai dari pantainya sendiri yang masih sangat bersih hingga bukit hijau dengan sungai yang jernih. Lokasinya yang jauh dari keramaian dan cukup tersembunyi inilah kelebihan pantai Kijingan dari pantai-pantai lain di Pacitan, spot yang cocok untuk camping.
Dipantai ini terdapat grojogan kecil yang langsung mengalir ke laut cocok digunakan untuk bilas setelah bermain dii pantai, grojogan ini bentuknya bertingkat-tingkat sehingga bisa kita panjat, dan disebelah grojogan tersebut juga ada air tawar yang merembes keluar dari bebatuan tebing yang mirip air keran, bisa digunakan untuk bilas juga. Ketika senja, pantai Kijingan juga menyuguhkan keindahan yang tak kalah dari senja pantai lainnya, kita bisa menikmati senja dari pantai atapun dari atas bukit.
d. Buyutan
Pantai Buyutan terletak di Dusun Tumpak Watu,Desa Widoro,Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan. Jalur termudah menuju Pantai Buyutan adalah melalui jalur ke Goa Gong. Dari jalan utama Pacitan – Solo, tepatnya di pertigaan dekat Masjid Besar Punung (jika dari arah Kota
SPBU Punung). Dari pertigaan ini jika dari arah Pacitan belok kiri, sampai bertemu pertigaan lagi ambil arah kanan, ikuti jalan aspal jalur Goa Gong.
Setelah sampai kompleks Goa Gong, kemudian ambil jalan jurusan Kalak (ada papan penunjuk arah). Sampai di perempatan Balai Desa Kalak, ambil kiri setelah melewati Pasar Kalak bertemu pertigaan, ambil jalan yang kanan arah desa Widoro. Ikuti terus jalan ini sampai ketemu pertigaan dengan papan petunjuk informasi menuju Pantai Buyutan yg terletak di kiri jalan.
Awalnya jalan aspal kemudian masuk ke jalan rabat. Jika ada percabangan jalan ikuti terus jalan yang lurus. Di beberapa titik jalan masih berupa jalan makadam dan mendekati lokasi pantai kembali melewati jalan rabat. Info baru bahwa jalan menuju pantai dari bibir tebing sudah dibangun seperti terlihat pada gambar di atas.
e. Ngiroboyo
Pantai yang terletak di Dusun Sambi, Sendang, Donorojo ini menawarkan sejuta pesona keindahan khas Pantai selatan. Selain batu karang yang Nampak terlihat perkasa, ombak besar pantai selatan juga menjadi salah satu yang membuat pantai ini menarik untuk di kunjungi.
Selain itu, pesona keindahan yang tak boleh anda lewatkan lainnya adalah adanya muara sungai Maron yang berujung di Pantai Ngiroboyo ini.
Sungai Maron dikenal warga sebagai tempat penyelenggaraan event tahunan festival dayung ngiroboyo. Di tempat inilah ratusan pedayung hebat saling beradu keahlian untuk menjadi juara festival dayung Ngiroboyo.
f. Pantai Watukarung
Pantai Watukarung yang diapit dua bukit ini terletak di Desa Watukarung Kecamatan Pringkuku, berjarak sekitar 25 km dari Kota Pacitan.
Lokasinya berada di antara Pantai Srau dan Pantai Klayar.
g. Pantai Srau
Pantai Srau merupakan salah satu obyek wisata bahari andalan
berjarak sekitar 25 km dari Kota Pacitan. Hamparan pasir putih terbentang luas di pantai tersebut.
Pantai Srau juga merupakan lokasi pemancingan alam dengan area pancing samudera, karena letaknya yang menjorok ke tengah samudera.
d. Pantai Tamperan
Tidak jauh dari Kota Pacitan, sekitar 3 km ke arah barat disitulah letak Pantai Tamperan. Selain dapat membeli ikan segar di TPI Tamperan, pengunjung juga bisa menikmati wisata pancing samudera dengan menyewa perahu di lokasi PPP Tamperan. Menuju ke tengah samudera melalui pesisir pantai Pacitan ini memang dapat melihat seluruh keindahan wisata bahari Kabupaten Pacitan yang harus dikunjungi dan dinikmati pesonanya.
h. Sruni
Pantai Sruni terletak di Desa Jlubang, Kecamatan Pringkuku. Jaraknya sekitar 30 km dari pusat kota Pacitan. Letak pantai ini bersebelahan dengan pantai Watukarung yang sudah lebih dikenal oleh wisatawan mancanegara khususnya para peselancar, persisnya di sebelah timur.
Tempatnya yang tersembunyi membuat pantai ini tidak diketahui orang, meski lokasinya bersebelahan dengan pantai watu karung. Untuk
menemukan pantai ini harus masuk melewati jalan setapak (galengan) sawah. Pantainya mungil diapit bebukitan kecil, berpasir putih dan saat surut akan terlihat bebatuan karangnya.
i. Pantai Teleng
Di sebelah timur Pantai Tamperan terdapat Pantai Teleng Ria.
Keindahan alamnya sangat menarik untuk dikunjungi wistawan domestik dan manca negara.
Ombak pantai selatan kerap mengundang wisatawan yg senang berpetualang menjajal nyali dan ketangkasan berselancar. Teluk pacitan yang memiliki ombak cukup besar ini jg dijadikan ajang berlatih ketangkasan laut oleh sebagian masyarakat setempat.
Sarana yang disediakan di obyek pwisata Pantai Teleng Ria ini terbilang cukup : penginapan yang representatif, kolam renang dan arena bermain anak-anak, kios cendera mata, dan warung ikan goreng ala Pacitan memberikan kenyamanan tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.
Pancer yang selama ini kini kita kenal sebagai salah satu pantai di Pacitan yang terkenal akan kesempurnaan ombaknya untuk para penggila surfing, atau kesempurnaan pemandangan alamnya bagi penggila
photografer landscape khas kawasan tropis pegunungan kidul yang berbukit-bukit, semakin berkesan dengan adanya satu zona di sekitar areal pintu masuknya yang dikelilingi oleh taman bergaya minimalis yang dikelilingi tumbuhan2 cantik dan tertata rapi, walau belum diresmikan tentang penamaan spot ini, sementara kita sebut saja daerah yang berdekatan dengan deretan pohon pinus ala eropa ini dengan sebutan PANGGUNG BUDAYA PANCER DOOR (PBPD), letaknya yang berada di kecamatan kota Pacitan kabupaten Pacitan sangat cocok jika kawasan ini dijadikan sebagai pusat kegiatan seni dan budaya kabupaten Pacitan, seperti halnya Garuda Wisnu Kencana Bali yang telah menjadi icon seni budaya pulau dewata tersebut, berharap Pacitan juga mampu ke arah sana. Keberadaan sebuah panggung budaya akan semakin menghidupkan atmosfir positif bagi dunia kepariwisataan khususnya kota Pacitan, seni dan budaya adalah unsur yang memberikan nyawa bagi infrastruktur kepariwisataan yang telah ada, kunjungan wisatawan pada sebuah obyek wisata salah satunya adalah untuk mencari hiburan dan hal-hal yang unik dan berbeda, hal2 baru yang belum pernah dijumpai ditempat lain salah satunya adalah seni dan kebudayaan pada
suatu daerah, dan untuk merealisasikannya diperlukan semacam wadah bagi seniman dan budayawan untuk saling bercengkrama berinteraksi, dan berexspresi dalam satu wadah untuk bersama dalam membangun aset2 seni budaya yang ada demi menciptakan satu tujuan kesejahteraan bersama.
k. Pantai Bakung
Pantai ini terletak di Desa Karangnongko Kecamatan Kebonagung. Nuansa pegunungan, jalan berkelok dan naik turun menjadi ciri khas menuju lokasi ini.
l. Pantai Wawaran
Di sebelah timur Pantai Bakung, masih dalam wilayah Kecamatan Kebonagung terdapat Pantai Wawaran yang memiliki fenomena alam menarik.
m. Srengit
Pantai Srengit adalah sebuah pantai yang tersembunyi di Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan - Jawa Timur, yaitu di ujung selatan desa Kalipelus. Pantai ini masih alami
jangankan dari luar kota atau wisatawan dari manca negara. Karna kemungkinan warga Pacitan sendiri belum banyak yang tahu mengenai pantai ini. Untuk menuju pantai Srengit dari pusat Kota ataupun dari timur arah Trenggalek langsung aja masuk Jalur Lintas Selatan atau JLS arah Kecamatan Kebonagung. Nah setelah sampai di desa Purwoasri di situ ada sebuah Jembatan (Jembatan Kali Jelok), kalau dari arah Pacitan kota pas di ujung jembatan itu ada perempatan pilih belok Kanan ke arah Desa Karangnongko. kalau dari timur (sebelum jembatan) belok kiri.
Terus lewati jalur utama jalan itu melewati tanjakan-tanjakan yang dasyat hingga sampai di persawahan yang ada di kiri-kanan jalan dan di atasnya ada pertigaan yang memotong jalan, dan beloklah ke kiri terus menelusuri aspal yang rusak lumayan parah hingga sampai di Desa Kalipelus. Ikuti jalan hingga sampai di pertigaan basar yang ada Tugu Pancasila-nya dan beloklah kekanan maju sedikit lalu balok kanan lagi ikuti jalan Rabatan menurun setelah itu banyak percabangan jalan tiap percabangan ambil arah kanan (atau tanyakan ke warga sekitar) kalau agak bingung. Hingga sampai di pertigaan yang salah satu arahnya ada tiang cor kecil yang ada di kiri-kanan jalan dan di atasnya berlubang (mungkin bekas portal jalan). Di situ belok kiri ikuti terus jalur tersebut sebagian jalan masih bebatuan (makadam) maka akan sampai di persawahan dengan jalan menurun dan mulai terlihat suasana indah Pantai Srengit, ikuti jalan ke bawah hingga sampai di dekat pantai (lebih di anjurkan memakai sepeda motor). Untuk sampai di bibir pantai memang belum bisa anda parkir aja kendaraan anda di jalan dan
dilanjutkan jalan kaki dengan suasana sejuk pepohonan yang rimbun melewati sungai kecil dan sampailah anda di "Pantai Srengit".
n. Pantai Jetak
Pantai dengan hamparan bebatuan ini berada di Desa Jetak Kecamatan Tulakan.
Masyarakat setempat
memanfaatkan batu-batu pantai untuk dijual ke berbagai kota di Jawa Timur. Menurut mereka
batu-batu tersebut digunakan sebagai batu hias di taman.
I. Pantai Tawang
Pantai Tawang berada di tepi laut Segoro Anakan Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo. Untuk menuju lokasi sejauh 50 km tersebut dapat ditemuh selama 2 jam dari Kota Pacitan.
Sebagai daerah yang berbatasan dengan Samudera Hindia, mata pencaharian sebagian masyarakat adalah nelayan.
Pantai Taman berada di Desa Hadiwarno Kecamatan Ngadirojo, tidak jauh dari Pantai Tawang. Teluk dengan hamparan pasir putih menjadi salah satu keindahan yang dapat dinikmati di pantai tersebut. Di pantai tersebut juga terdapat lokasi konservasi penyu.
k. Pantai Bawur
Pantai ini berlokasi di paling ujung timur pesisir pantai Pacitan. Lokasi pantai berada di Desa Sumberejo Kecamatan Sudimoro dengan jarak tempuh 2,5 jam dari kota Pacitan.
4. Potensi Industri
Sektor industri yang dikembangkan di Kabupaten Pacitan adalah sektor industri penyedia sarana perikanan dan pemanfaatan hasil perikanan. Jenis industri yang dibutuhkan adalah berupa pabrik es, pabrik kapal/perahu, dan industri hasil perikanan.
Pabrik es di Kabupaten Pacitan ada dua buah yaitu di Kecamatan Ngadirojo dan Kecamatan Pacitan, walaupun dengan skala yang masih terbatas dan hanya mampu mensuplai es kepada nelayan. Sedangkan
kebutuhan es lainya di datangkan dari daerah Solo, karena produksi hasil perikanan di Kabupaten Pacitan cukup tinggi.
Pabrik kapal/perahu yang ada di Kabupaten Pacitan, khususnya kapal fiber telah berkembang di Desa Sidomulyo Kecamatan Kebonagung, dimana produksi yang dihasilkan berupa perahu fiber dengan berbagai ukuran mulai dari type perahu jukung sampai dengan ukuran perahu 10 GT.
Sedangkan industri pengolahan hasil perikanan yang telah berkembang di Kabupaten Pacitan antara lain adalah produk terasi, tahu tuna, pengeringan ikan, abon ikan, rumput laut dan lain – lain. Terasi merupakan produk olahan yang memiliki skala produksi paling besar diantara produk lainnya. Seluruh industri pengolahan tersebut berupa industri rumah tangga dan saat ini telah terkonsentrasi di Desa Sirnoboyo dan Kelurahan Sidoharjo Kecamatan Pacitan.
PENGOLAHAN TERASI
Kegiatan perikanan budidaya yang dilaksanakan di Kabupaten Pacitan terdiri dari budidaya air tawar, air laut dan air payau.
Berdasarkan Visi dan Misi Kabupaten Pacitan serta Dinas Kelautan dan Perikanan, kegiatan perikanan budidaya diarahkan kepada :
- Pembangunan sentra budidaya air tawar - Pengembangan budidaya air payau dan air laut
- Peningkatan sarana dan prasarana pendukung (seperti laboratorium, optimalisasi BBI, sarana prasarana produksi)
- Pembinaan perbenihan
Arah kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mempertimbangkan potensi yang ada, kondisi sosial masyarakat pembudidaya ikan, kemampuan sumberdaya manusia baik petugas maupun pembudidaya ikan, serta ketersediaan dana untuk mengakomodasi segala keperluan dalam rangka mencapai arah yang ditetapkan tersebut. Disamping itu, perikanan budidaya juga memperhatikan kondisi perairan umum yang akhir-akhir ini marak dengan adanya penangkapan ikan menggunakan alat dan bahan terlarang. Keseimbangan antara pemanfaatan dan kelestarian sumber daya ikan menjadi pertimbangan utama yang harus diupayakan secara konsisten karena sumber daya ikan tidak saja dimanfaatkan untuk masyarakat saat ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang.
1. Potensi Perikanan Budidaya Air Tawar
Berdasarkan kondisi geografis Kabupaten Pacitan, pengembangan budidaya ikan air tawar terdapat pada daerah yang mempunyai cukup potensi air. Terdapat 3 (tiga) sentra pengembangan budidaya ikan air tawar yaitu :
Sebelah barat :Kecamatan Punung dan Donorojo Sebelah utara :Kecamatan Arjosari dan Tegalombo Sebelah timur :Kecamatan Ngadirojo
Luas kolam budidaya mencapai 258.446 m2 yang tersebar di dua belas kecamatan se-Kabupaten Pacitan, lebih detailnya dapat dilihat pada tabel 8 di bawah ini :
Tabel 9. Luas Kolam Budidaya dan produksi per Kecamatan di Kabupaten Pacitan tahun 2014
No. Kecamatan Luas Kolam (m2)
produksi Nilai produksi
1. Donorojo 5.831 72.276 910.714.000
2. Punung 9.408 71.603 957.678.000
3. Pringkuku 8.820 38.067 483.054.000
4. Pacitan 21.440 147.560 1.857.399.000
5. Arjosari 14.936 78.063 1.037.782.000
6. Nawangan 6.713 30.983 445.722.000
7. Bandar 12.450 15.433 218.849.000
8. Tegalombo 10.220 32.822 450.801.000
9. Kebonagung 4.035 27.575 359.450.000
10. Tulakan 9.134 28.971 352.912.000
11. Ngadirojo 150.507 131.995 1.668.090.000
12. Sudimoro 4.952 17.999 228.852.000
Jumlah 258.446 693.346 8.971.303.000
2. Potensi BBI dan UPR
Untuk mendukung kegiatan budidaya air tawar, di Kabupaten Pacitan terdapat Balai Benih Ikan (BBI) seluas 1 hektar. Balai tersebut terletak di Desa Jatigunung Kecamatan Tulakan yang dikelola oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pacitan dengan menempatkan dua orang petugas teknis. Lokasinya sangat strategis karena berada di tepi jalan raya Pacitan – Ngadirojo sehingga sangat menguntungkan dalam pendistribusian benih. Sampai saat ini, produksi benih yang dihasilkan terdiri dari benih Nila ± 210.000 ekor/tahun, Tombro ± 90.000 ekor/tahun dan pada tahun 2007 baru dilaksanakan pembenihan Lele dengan produksi ± 50.000 ekor/tahun. Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh BBI Jatigunung adalah sebagai berikut :
Dari 19 unit kolam yang ada, 17 unit diantaranya masih berfungsi yang terdiri dari :
- Kolam pemijahan - Kolam pendederan - Kolam induk
- Bangunan pembenihan in door berukuran 100 m2;
- Kantor dan bangunan tempat tinggal petugas;
- Bangunan gudang seluas 6 m2;
- Stok induk :
Ø Nila : 80 ekor jantan dan 240 ekor betina Ø Tombro : 15 ekor jantan dan 40 ekor betina Ø Lele : 20 ekor jantan dan 40 ekor betina
- Peralatan pembenihan, seperti karamba, happa, tanjaran, kakaban, dll.
Ketersediaan benih juga disuplai oleh Unit Pembenihan Rakyat, dimana sampai saat ini terdapat dua kelompok UPR yang telah berproduksi. Kelompok UPR tersebut adalah Kelompok Dani Mulya di Kecamatan Ngadirojo dengan komoditas benih Lele, serta Kelompok Margo Utomo di Kecamatan Bandar dengan komoditas benih Nila dan Tombro.
3. Potensi Perikanan Budidaya Air Payau
Usaha budidaya air payau diupayakan melalui budidaya di tambak, dimana jenis-jenis yang telah berhasil dibudidayakan adalah Bandeng, Udang Windu dan Udang Vanname. Satu-satunya usaha perikanan budidaya yang telah dikelola swasta di Kabupaten Pacitan adalah budidaya udang di Desa Kembang Kecamatan Pacitan oleh PT. Dwi Karya Bangkit Sejahtera di lahan seluas 4 hektar. Jenis udang yang dibudidayakan sampai dengan tahun 2004 adalah Udang Windu, sedangkan tahun 2005 sampai dengan tahun 2008 adalah Udang Vanname, dengan produksi sebagai berikut :
Tabel 10. Produksi Perikanan Budidaya Air Payau Kabupaten Pacitan
No. Tahun
Jumlah Produksi
(kg)
1. 2008 47.200
2. 2009 1.075
4. 2011 -
5. 2012 50.000
6. 2013 122.585
7. 2014 207.808
Disamping itu, terdapat tambak udang rakyat di Kecamatan Ngadirojo seluas 0,5 hektar yang telah berproduksi sebanyak 900 kg pada tahun 2006.
Budidaya bandeng di tambak telah dirintis berupa demplot yang dikelola oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pacitan. Demplot tersebut seluas 5 hektar yang berlokasi di Kelurahan Sidoharjo Kecamatan Pacitan. Produksi yang telah dicapai rata-rata sekitar 1.750 kg setiap kali panen. Dan terdapat tambak BUSMETIK hasil kerjasama POSDAYA, Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Pacitan, Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta serta kelompok dusun Soge Desa Sidomulyo kecamatan Ngadirojo.
4. Potensi Perikanan Budidaya Laut
Wilayah perairan laut Kabupaten Pacitan juga mempunyai potensi bagi pengembangan usaha budidaya laut yaitu Teluk Segoro Anakan di Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo yang saat ini dirintis untuk dikembangkan usaha pembesaran lobster dalam karamba. Produksi tangkapan lobster di Kabupaten Pacitan sangat bervariasi baik jenis maupun beratnya, yang masing-masing jenis dan berat mempunyai nilai yang berbeda-beda. Lobster yang beratnya 100 gram ke bawah