• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN TINGKAT PENDAPATAN DENGAN JENIS USAHA KECIL (MIKRO) DI RUAS JALAN LASWI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "HUBUNGAN TINGKAT PENDAPATAN DENGAN JENIS USAHA KECIL (MIKRO) DI RUAS JALAN LASWI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN TINGKAT PENDAPATAN DENGAN JENIS USAHA KECIL (MIKRO) DI RUAS JALAN LASWI

Diajukan untuk memenuhi tugas besar praktikum statistika Laboratorium PPSR semester genap tahun ajaran 2014/2015

Disusun oleh :

Fariz Dwi 10070314036

Windi Wijaya 10070314040

Afi Rafita 10070314041

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG

2015 M/1436 H

(2)

1

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini, akan dibahas mengenai latar belakang, tujuan sasaran, ruang lingkup, metodologi dan sistematika penulisan.

1.1 Latar Belakang

Ekonomi merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Ekonomi juga memiliki peranan yang penting untuk menjaga kestabilan kehidupan manusia. Tingkat pertumbuhan dan pembangunan suatu wilayah dilihat dari indikator ekonominya. Pandangan kebanyakan orang mengatakan bahwa semakin baik tingkat perekonomian di suatu wilayah, akan semakin baik tingkat kesejahteraan masyarakatnya.

Perekonomian dan tingkat kesejahteraan masyarakat disuatu wilayah merupakan hal yang sangat di perhatikan dalam agama Islam, seperti dalam Al- qur’an Surat Lukqman ayat 20 berikut ini:

Artinya : Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin, dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang member penerangan.

Ayat diatas menjelaskan dan menunjukkan bahwa Allah begitu memperhatikan kehidupan hamba-Nya di dunia dengan memenuhi seluruh kebutuhan kehidupanya sehari-hari.

Tingkat pendapatan masyarakat di suatu wilayah berbeda-beda, hal ini ditentukan dari aktivitas ekonomi yang dilakukan masing-masing individu.

Sebagai contoh, di Kota Bandung terdapat banyak aktivitas non hunian atau lebih dikenal dengan tempat usaha kecil (mikro) seperti warung, bengkel, apotik, rumah makan, optik, foto copy, wartel dan salon serta pedagang kaki lima,

(3)

2

tingkat pendapatan yang dihasilkan masing-masing usaha tersebut akan berbeda sehingga dapat mempengaruhi potensi kemajuan ekonomi di wilayah tersebut.

Maka dari itu, perlu diadakan suatu analisis mengenai keterhubungan antara aktivitas usaha kecil dengan tingkat pendapatannya. Salah satu koridor jalan yang berada di Kota Bandung yang dapat dianalisis adalah koridor Jalan Laswi, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

Pada kesempatan ini penulis mengambil judul “Hubungan Tingkat Pendapatan dengan Usaha Kecil (Mikro) di Ruas Jalan Laswi” untuk diangkat sebagai bahan analisis agar nantinya didapatkan kesimpulan dan rekomendasi yang bisa menjadi solusi permasalahan ini.

1.2 Tujuan dan Sasaran

Adapun tujuan dan sasaran dari penyusunan makalah ini dan dijelaskan pada sub bab selanjutnya.

1.2.1 Tujuan

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui keadaan perekonomian ruas Jalan Laswi dan keterhubungan tingkat pendapatan dengan usaha kecil (mikro) yang dilakukan oleh masyarakat sekitarnya agar kedepannya didapatkan solusi-solusi yang baik untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di kawasan ini.

1.2.2 Sasaran

Sasaran dalam penulisan tulisan ini adalah :

a. Melakukan survey lapangan di ruas Jalan Laswi untuk menentukan variabel yang akan di analisis.

b. Melakukan wawancara dan menyebarkan kuesioner untuk mendapatkan data.

c. Mengolah dan menganalisis data untuk mendapatkan kesimpulan serta rekomendasi perbaikan perkenomian di ruas Jalan Laswi.

1.3 Ruang Lingkup

Ruang lingkup dalam penyusunan tugas besar ini mencakup ruang lingkup wilayah, ruang lingkup materi dan ruang lingkup waktu.

(4)

3

1.3.1 Ruang Lingkup Wilayah

Adapun lingkup wilayah yang menjadi objek penelitian adalah koridor Jalan Laswi, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

1.3.1.1 Ruang Lingkup Wilayah Makro

Ruang lingkup wilayah makro mencakup wilayah Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Adapun batas-batas administrasi Kecamatan Batununggal adalah sebagai berikut:

 Sebelah Utara : Kecamatan Cibeunying Kidul.

 Sebelah Selatan : Kecamatan Bandung Kidul.

 Sebelah Timur : Kecamatan Lengkong.

 Sebelah Barat : Kecamatan Kiaracondong.

1.3.1.2 Ruang Lingkup Wilayah Mikro

Ruang lingkup wilayah mikro merupakan wilayah studi yang berada di Jalan Laswi, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Adapun batas-batas administrasi Jalan Laswi adalah sebagai berikut:

 Sebelah Utara : Jalan Riau.

 Sebelah Selatan : Jalan Pelajar Pejuang 45.

 Sebelah Timur : Jalan Jendral Gatot Subroto, Jalan Jambatan Opat, Jalan Sukabumi, Jalan Garut, Jalan Cianjur, Jalan Jendral Ahmad Yani.

 Sebelah Barat : Jalan Jendral Ahmad Yani.

1.3.2. Ruang Lingkup Waktu

Ruang lingkup waktu penelitian merupakan proses pengerjaan makalah, dimulai dari 19 Mei hingga 8 Juni 2014. Ruang lingkup waktu tersebutakan diperjelas ke dalam sebuah tabel pengerjaan tugas dan didapat sebagaimana berikut:

(5)

4 Tabel 1.1

Jadwal Pengerjaan Makalah

Sumber : Pengerjaan Makalah, 2015

1.3.3 Ruang Lingkup Materi

Penelitian ini menggunakan metode analisis tabulasi silang (crosstab) merupakan salah satu analisis korelasional yang digunakan utnuk melihat hubungan antar variabel. Tabulasi silang (crosstab) bertujuan untuk menyajikan data dalam bentuk tabulasi yang meliputi baris dan kolom.

No Kegiatan

Bulan / Tanggal

19/5 20/5 21/5 23/5 25/5 28/5 1/6 4/6 6/6 7/6

1. Tinjauan Umum

Kawasan Studi

2. Pengerjaan Bab I

3. Pengerjaan Bab II

4. Pengerjaan Bab III

5. Assistensi

6. Perbaikan

7.

Asistensi metoda analisis dan penentuan teknik

survey

8. Pemantapan

9. Penyusunan Bab IV dan V

10. Assitensi

11. Perbaikan

12 Pengerjaan Power Point

13. Pengumpulan

Laporan

(6)

5

Hasil analisis data yang diolah menggunakan software SPSS selanjutnya di interpretasi menggunakan rumus-rumus interpretasi tabulasi silang (crosstab) dan metode pendukung seperti Uji Chi Kuadrat Person (Person Chi-square Test).

1.4 Metodologi

Pada bab metodologi ini menjelaskan tentang metode-metode pengumpulan data.

1.4.1 Metode Pendekatan

Jenis penelitian pada studi ini termasuk pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang menitikberatkan pada pengukuran dan analisis hubungan sebab- akibat antara bermacam-macam variabel. Dalam hal ini observasi lapangan menurut pendekatan perencanaannya merupakan pendekatan bottom up, yaitu .

1.4.2 Metode Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan data yang digunakan pada analisis ini yakni : A. Pengumpulan data primer, yaitu dengan survey langsung ke lapangan

(Jalan Laswi, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung), dengan cara:

a. Wawancara

Pedoman wawancara yang banyak digunakan adalah bentuk “semi structured”. Dalam hal ini maka mula-mula interviewer menanyakan serentetan pertanyaan yang sudah terstruktur, kemudian satu per satu diperdalam dalam mengorek keterangan lebih lanjut. Dengan demikian jawaban yang diperoleh bisa meliputi semua variabel, dengan keterangan yang lengkap dan mendalam.

b. Kuesioner

Pengumpulan informasi untuk mendapatkan suatu data dari variabel- variabel yang sudah ditentukan, kuesioner membantu mengukur apa yang ditemukan dalam wawancara.

c. Dokumentasi

Dalam menggunakan metode ini peneliti memegang check-list untuk mencari variabel yang sudah ditentukan. Apabila terdapat variabel yang dicari, maka peneliti tinggal membubuhkan tanda check di tempat yang sesuai.

(7)

6

d. Observasi

Observasi merupakan metode dengan cara mencatat data observasi dan mempertimbangkan kemudian memberikan penilaian terhadap apa yang diamati atau dianalisis.

B. Pengumpulan data sekunder, yaitu dengan cara studi pustaka serta beberapa literatur dan studi dokumentasi serta pengumpulan data tambahan yang berasal dari internet.

1.5 Sistematika Pembahasan

Adapun sistematika pembahasan tulisan ini adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini akan membahas mengenai latar belakang, tujuan, ruang lingkup yang terdiri dari ruang lingkup materi, ruang lingkup wilayah dan ruang lingkup waktu, metodologi meliputi metode pendekatan, metode pengumpulan data dan metode analisis, serta sistematika pembahasan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini membahas mengenai landasan teori dan definisi. Pada bab Landasan teori ini akan dibahas mengenai pengertian dari software SPSS dan pemanfaatannya dan juga akan dibahas mengenai Tabulasi Silang (CROSSTAB) yang meliputi definisinya, tahap-tahap dalam melakukan analisis Tabulasi Silang (CROSSTAB) hingga cara menginterpretasi data pada Tabulasi Silang (CROSSTAB).

BAB III GAMBARAN UMUM

Bab ini membahas mengenai keterhubungan tingkat pendapatan dengan usaha kecil (mikro) di koridor Jalan Laswi, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

BAB IV ANALISA DAN INTERPRETASI

Bab ini akan memperlihatkan data yang menjadi input, kemudian dianalisis dan akan disajikan pula dalam output serta interpretasi dari data-data tersebut

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Pada bab ini berisi kesimpulan dari hasil analisis serta akan diberikan pula rekomendasi sebagai solusi mengatasi permasalahan yang ada.

(8)

7

BAB II LANDASAN TEORI

Dalam bab ini akan membahas tentang teori-teori yang akan di gunakan sebagai landasan atau acuan untuk mengerjakan makalah ini. Adapaun teori- teori yang digunakan adalah SPSS (Statistical Package for Social Science), Tabulasi Silang (CROSSTAB) dan tahap-tahap penggunaan anova dalam program SPSS.

2.1 SPSS (Statistikal Product and Service Solutions)

SPSS adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis dengan menggunakan menu-menu deskriptif dan kotak-kotak dialog yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami cara pengoperasiannya.

Pada tahun 1984, muncul SPSS dalam versi PC (bisa dipakai untuk komputer desktop) dengan nama SPSS/PC+ dan sejalan dengan populernya sistem operasi Windows maka SPSS pada tahun 1992 mengeluarkan versi Windows. Selain itu, SPSS juga menjalin aliansi strategis dengan software house lainnya, seperti Oracle Corp, Business Object, serta Ceres Integrated Solution untuk memperkuat market dalam bidang business intelligence.

Pada awalnya SPSS dibuat untuk keperluan pengolahan data statistik untuk ilmu-ilmu sosial, sehingga SPSS merupakan singkatan dari statistical package for social science. Sekarang kemampuan SPSS diperluas untuk melayani berbagai jenis pengguna (user), seperti untuk proses produksi di pabrik, riset ilmu sains dan lainnya. Dengan demikian, sekarang kepanjangan dari SPSS Statistikal Product and Service Solutions.

SPSS dapat membaca berbagai jenis data atau memasukkan data secara langsung kedalam SPSS Data Editor. Bagaimana pun struktur dari file data mentahnya, maka data dalam Data Editor SPSS harus dibentuk dalam bentuk baris (cases) dan kolom (variables). Baris berisi informasi untuk satu unit analisis, sedangkan kolom adalah informasi yang dikumpulkan dari masing-masing kasus.

(9)

8

Beberapa kemudahan yang lain yang dimiliki SPSS dalam pengoperasiannya adalah karena SPSS menyediakan beberapa fasilitas seperti berikut ini:

a. Data Editor

Digunakan untuk pengolahan data. Data editor dirancang sedemikian rupa seperti pada aplikasi-aplikasi spreadsheet untuk mendefinisikan, memasukkan, mengedit, dan menampilkan data.

b. Viewer

Untuk mempermudah pemakai untuk melihat hasil pemrosesan, menunjukkan atau menghilangkan bagian-bagian tertentu dari output, serta memudahkan distribusi hasil pengolahan dari SPSS ke aplikasi- aplikasi yang lain.

c. Multidimensional Pivot Tables.

Digunakan untuk melihat hasil pengolahan data. Pengguna SPSS dapat dengan mudah melakukan pengaturan kelompok data dengan melakukan splitting tabel sehingga hanya satu grup tertentu saja yang ditampilkan pada satu waktu.

d. High-Resolution Graphics

Dengan kemampuan grafikal beresolusi tinggi, baik untuk menampilkan pie charts, bar charts, histogram, scatterplots, 3-D graphics, dan yang lainnya, akan membuat SPSS tidak hanya mudah dioperasikan tetapi juga membuat pengguna merasa nyaman dalam pekerjaannya.

e. Database Access

Pengguna program ini dapat memperoleh informasi sebuah database dengan menggunakan database wizard yang disediakannya.

f. Data Transformations

Transformasi data akan membantu pemakai memperoleh data yang siap untuk dianalisis. Pemakai dapat dengan mudah melakukan subset data, mengkombinasikan kategori, add, aggregat, merge, split, dan beberapa perintah transpose files, serta yang lainnya.

g. Electronic Distribution

Pengguna dapat mengirimkan laporan secara elektronik menggunakan sebuah pengiriman data (e-mail) atau melakukan export tabel dan grafik ke mode HTML sehingga mendukung distribusi melalui internet dan intranet.

(10)

9

h. Online Help

SPSS menyediakan fasilitas online help yang akan selalu siap membantu pemakai dalam melakukan pekerjaannya. Bantuan yang diberikan dapat berupa petunjuk pengoperasian secara detail, kemudahan pencarian prosedur yang diinginkan sampai pada contoh-contoh kasus dalam pengoperasian program ini.

i. Interface dengan Database Relasional

Fasilitas ini akan menambah efisiensi dan memudahkan pekerjaan untuk mengekstrak data dan menganalisnya dari database relasional.

j. Analisis Distribusi

Fasilitas ini diperoleh pada pemakaian SPSS for Server atau untuk aplikasi multiuser. Kegunaan dari analisis ini adalah apabila peneliti akan menganalisis file-file data yang sangat besar dapat langsung me-remote dari server dan memprosesnya sekaligus tanpa harus memindahkan ke komputer user.

k. Multiple Sesi

SPSS memberikan kemampuan untuk melakukan analisis lebih dari satu file data pada waktu yang bersamaan, misalnya dengan menggunakan tipe bar, pie atau jangkauan nilai, simbol gradual, dan chart.

2.2 Metode Tabulasi Silang (CROSSTAB)

Tabulasi Silang (CROSSTAB) adalah metode analisis yang menggunakan data nominal, ordinal, interval serta kombinasi diantara data tersebut. Analisis tabulasi silang (crosstab) adalah teknik untuk melihat atau membandingkan hubungan antar variabel (minimum 2 variabel) dengan menghitung persentase responden untuk setiap kelompok dalam kategori agar mudah dilihat hubungan antara dua variable. Kegunaan analisis tabulasi silang (crosstab), khususnya dalam perencanaan wilayah dan kota adalah:

a. Membantu menyelesaikan penelitian yang berkaitan dengan penentuan variabel atau faktor yang diperoleh dari data kualitatif.

Penentuan hubungan tersebut digunakan sebagai dasar untuk penentuan tindakan perencanaan. Dengan analasis tabulasi silang berdasarkan pada data primer yang telah diperoleh didapat suatu uji statistik yang nantinya akan diperoleh kesimpulan mengenai hubungan antara dua variabel.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Kesempatan yang diberikan kepada praktikan untuk menimba ilmu dari SMP Negeri 2 Patebon merupakan suatu kehormatan bagi Mahasiswa praktikan PPL mengingat kebesaran

Hasil ini sejalan dengan penelitian lainnya yang menggunakan intervensi latihan dengan in- tensitas berat menunjukkan terjadi peningkatan kebugaran aerobik (VO 2 max) pada remaja

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan, sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang diperoleh dalam

Desain studi ini adalah pre-post interven- tion study , yaitu memberikan perlakuan kepada subjek anak SD berupa edukasi jajanan sehat, ke- mudian perilaku yang meliputi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kemampuan kognitif yang dilihat dari hasil belajar peserta didik yang kelas XI MAN Model Palangka Raya dalam mengerjakan soal-soal

Metode Penelitian (Pendekatan Kuantitaf Kualitatif dan R&D). Metode Penelitian Kuantitaf Kualitatif dan R&D , Bandung: Alfabeta. Bogor: Ghalia Indonesia. Pengantar

Dari hasil uji statistik non parametrik dua sampel tidak berpasangan dengan Mann-Whitney dida- patkan nilai p<0,05, dari hasil ini dapat disimpul- kan hasil data penelitian