Dr. Ika Widyawati, SpKJ(K)
Definisi
• Salah satu dari autis spectrum disorders atau pervasive developmental disorder (PDD)
• Dicirikan hendaya dalam interaksi
sosial, dimana terdapat pola perilaku yang steriotipik, keterbatasan dalam aktivitas
dan minat, tanpa disertai dengan
keterlambatan perkembangan kognitif atau berbahasa.
Interaksi Sosial
• Keterbatasan dalam menunjukkan empati
• Kesulitan dalam membangun persahabatan
• Kesulitan saling berbagi kesenangan
• Keterbatasan dalam perilaku nonverbal eye contact,
ekpresi wajah, posture dan gesture.
• Beda dengan anak autis pada
Asperger’s Syndrome berusaha untuk mendekati orang lain “ active but Odd”
Kesenangan & perilaku yang terbatas & berulang
• Terpaku pada ritual dan rutinitas yang tidak fleksibel
• Preokupasi terhadap suatu hal tertentu
Pembicaraan dan bahasa
• Abnormalitas verbosity; abrupt
transitions; literal interpretations and miscomprehension of nuance;
• Menggunakan arti yang metafor
• Defisit dalam persepsi pendengaran
• Pembicaraan yang ideosyncratic
• Keanehan dalam kekerasan suara, pitch, intonasi,prosody dan rhythm.
• Tiga hal yang menjadi pola dalam
komunikasi pasien Asperger’s Syndrome : ١.Pembicaraan bisa ditandai dengan poor
prosady inflection & intonasi tidak se kaku autis.
٢.Tangensial & circumstansial
٣.Gaya komunikasinya ditandai dengan verbosity
History
• Hans Asperger
• 1944
• Spesialis Anak
• Yang tertarik khusus dalam edukasi 4 anak sulit
dalam berinteraksi dalam sosial grup sosial isolasi
Epidemiologi
• Rata-rata 1 – 2 : 10.000
• Antara pria : wanita =9 : 1
• Dilaporkan memiliki fungsi intelektual
yang normal tidak masuk kategori autis, tapi overlapping dengan PDD NOS
Etiologi
• Masih belum diketahui
• Penelitian Asperger’s syndrom suatu spektrum dari autis berhubungan
dengan genetik.
• Ada beberapa laporan pasien
Asperger’s sindrom memiliki brain anomali dengan IQ yang normal atau superior.
• Beberapa melaporkan teratogen
obat yang menyebabkan defek pada bayi, biasanya 8 minggu, dari masa konsepsi.
Skrining
• The Asperger Syndrome Diagnostic Scale (ASDS),
• Autism Spectrum Screening Questionnaire (ASSQ),
• Childhood Asperger Syndrome Test (CAST),
• Gilliam Asperger’s Disorder Scale (GADS),
• Krug Asperger’s Disorder Index (KADI)
Diagnosis
• Kualitas hendaya dalam interaksi sosial &
keterbatasan terhadap minat seperti yang ditemukan pada autis.
• Yang menjadi kontrasnya :
tidak mempunyai kriteria didalam kelempok gejala berbahasa dan komunikasi dan tidak mempunyai
keterlambatan dalam berbahasa, kognitif, ketrampilan merawat diri sendiri.
• Menunjukkan ketertarikan untuk
bersahabat dan bertemu dengan orang tapi tidak sensitif dengan perasaan orang lain.
• Kesulitan/ frustasi di dalam menjalani
persahabatan, beberapa pasien asperger
gangguan mood
• Intuisinya minimal, spontaniusnya
terbatas, lebih banyak kaku di dalam interaksi sosial.
Diagnosis diferensial
• PDD NOS hendaya sosial &
komunikasi > berat dibanding Asperger’s syndrom
• Kepribadian skizoid tidak menunjukan keparahan dalam hendaya sosial atau
pola perkembangan awal yang ditemukan pada Asperger.
• The schizoprenia spectrum,
• ADHD
• Stereotypic movement disorder
Penatalaksanaan
• The training of social skills
effective interpersonal interactions;• CBT untuk memperbaiki stress
management yang berhubungan dengan anxiety or explosive emotions, dan untuk menghentikan obsessive interests dan
repetitive routines;
• Psikofarmaka : Risperidon dan
Olanzapine terbukti baik untuk pasien Asperger ‘Syndrome
• Risperidone dapat mengurangi
repetitive and self-injurious behaviors,
aggressive outbursts and impulsivity, dan memperbaiki stereotypical patterns of
behavior and social relatedness.
• The selective serotonin reuptake
inhibitors selective (SSRIs) fluoxetine, fluvoxamine dan setraline efektif untuk mengatasi restricted and repetitive
interests and behaviors
• Occupational or physical therapy untuk
sensory integration and motor coordination yang kurang;
• Intervensi komunikasi sosial, speech therapy untuk menolong pasien dapan wawancara dengan baik.
• Melatih dan mendukung orangtua teknik-teknik yang dapat digunakan di dalam rumah.
• Selain itu strategi untuk mengerti
kekuatan dan kelemahan, memperbaiki copingnya.
Prognosis
• Individu dengan Asperger ‘Syndrome dapat mempunyai harapan hidup yang
normal tetapi pravelensi komorbid dengan gangguan psikiatri sering ditemukan.
• Dapat sekolah regular tapi perlu didukung
rentan karena terlihat nyentrik biasanya bukan karena defisit dalam pelajaran ttp
kesulitan sosial dan perilaku.
• Memerlukan pendidikan yang khusus
• Dewasa kesulitan dlm self care, organisasi dan hubungan sosial dan hubungan
romantis.
PDD NOS
• “atypical personality development,”
• “atypical PDD,”
• “atypical Autism”.
PDD NOS
• PDD-NOS (Pervasive Developmental Disorder Not Otherwise specified)
• the "NOS", "not otherwise specified",
sulit mendiskripsikan apa itu PDD NOS, dibanding autism spectrum disorder
(ASD).
• PDD-NOS seperti Asperger syndrome, tetapi tidak mirip.
• seperti autism, tetapi tanpa beberapa gejala yang dimilikinya.
Gejala
• Kesulitan menggunakan & mengerti bahasa
• Kesulitan berhubungan dengan orang, objek dan kejadian
• Bermain dengan boneka dan benda yang lain secara tidak lazim
• Kesulitan mengubah rutinitas disekelilingnya
• Gerakan tubuh yang berulang