1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
Obat merupakan salah satu unsur penting dalam pelayanan kesehatan. Diawali dari pencegahan, diagnosa, pegobatan dan pemulihan, obat menjadi salah satu komponen pokok yang harus selalu tersedia dan tidak tergantikan pada pelayanan kesehatan (Away, 2017). Menghasilkan obat yang baik dan berkualitas merupakan sebuah tuntutan industri farmasi. Dalam usaha melindungi konsumen, pemerintah mensosialisasikan pedoman Cara Pembuatan Obaat yang Baik (CPOB) sejak tahun 1998 yang diatur dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No.43/MENKES/SK/II/1988.
Salah satu aspek yang termasuk dalam CPOB adalah mengenai pengawasan mutu obat, dimana pemeriksaan dan pengujian bahan awal, bahan pengemas, produk antara, produk ruahan dan produk jadi dilakukan (CPOB, 2012). Pada PT. XYZ, pemeriksaan dan pengujian dilakukan Departemen Quality Control.
Faktor manusia merupakan salah satu faktor terpenting dalam analisis kimia guna mendapatkan hasil yang akurat dan presisi di dalam departemen Quality Control.
Departemen Quality Control mempunyai beberapa Mini Company Activity (MCA) yaitu Semi Finish Good, Raw Material dan Stabilita. Masing-masing MCA mempunyai jumlah sampel yang berbeda-beda. Berikut merupakan jumlah kedatangan sampel masing-masing MCA tahun 2017 dan tahun 2018:
2 Gambar 1. 1 Data Kedatangan Sampel QC Tahun 2017 dan 2018
(Sumber: Dokumen QC PT XYZ)
Peningkatan kapasitas produksi menimbulkan kenaikan kebutuhan waktu untuk analisa sampel. Sehingga mengakibatkan kelonjakan overtime pada departemen Quality Control, khususnya di MCA Finish Good. Berikut merupakan grafik kenaikan overtime departemen Quality Control selama tahun 2017 sampai tahun 2018:
Gambar 1. 2 Overtime MCA Semi Finish Good Departemen QC Tahun 2017 dan 2018
(Sumber: Dokumen QC PT XYZ)
6140
1785
1105 7382
2872
1394
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000
Semi Finish Good Raw Material Stabilita
Kedatangan Sampel di Departemen QC Tahun 2017 dan Tahun 2018
2017 2018
287
216 233
210 176 178 165
142 156 218 210 198 358 345 332 340 326 330 332 345 356 348 336 341
0 50 100 150 200 250 300 350 400
Overtime MCA SemiFinish Good Departemen QC Tahun 2017 dan 2018
2017 2018
3 Rata-rata overtime MCA Semi Finish Good Departemen Quality Control PT XYZ di tahun 2018 terjadi kenaikan dari tahun sebelumnya yaitu . Jumlah kedatangan sampel yang meningkat di departemen Quality Control MCA Semi Finish Good PT XYZ menimbulkan kenaikan overtime, hal ini disebabkan karena jumlah sampel yang harus dikerjakan meningkat tetapi ditanggung oleh jumlah pekerja yang tetap.
Ketidaksesuaian jumlah tenaga kerja dengan beban kerja, akan mempengaruhi produktivitas pekerja. Hal ini yang menyebabkan timbulnya masalah terkait pekerjaan, misalnya kesalahan analisa, meningkatnya kecelakaan kerja, serta meningkatnya beban kerja mental karena beban kerja yang tinggi yang dihadapi oleh pekerja. Berikut merupakan data Out Of Spesification (OOS) akibat error laboratorium:
Gambar 1. 3 OOS MCA Semi Finish Good Departemen QC Tahun 2018 (Sumber: Dokumen QC, 2018)
Performansi kerja seorang karyawan dapat dilihat dari jumlah kesalahan yang dibuat. Pada Gambar 1.3 dapat dilihat jumlah kesalahan analisa karena faktor human error lebih besar. Manusia memiliki keterbatasan kemampuan sehingga menyebabkan manusia akan mengalami fatigue (kelelahan) yang akan mempengaruhi performance kerja (Ambarwati, 2018). Pegawai yang mengalami fatigue dapat menimbulkan kesalahan dalam pekerjaannya (Ambarwati, 2018). Hal tersebut akan berdampak pada ketercapaian persyaratan CPOB.
Maka dari itu, untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal dan sesuai dengan persyaratan mutu obat, perlu dilakukan perbaikan untuk menurunkan beban kerja
18
6
Human Error Non Human Error
OOS Departemen QC Tahun 2018
4 yang tinggi. Setelah diketahui besar beban kerja yang diterima, maka perlu diperhitungkannya jumlah pekerja untuk perusahaan dalam mengatasi beban kerja yang tinggi.
Penelitian ini dibuat berdasarkan penelitian terdahulu mengenai analisis beban kerja dengan berbagai macam metode dapat dilihat pada Tabel 1.1.
Tabel 1. 1 Penelitian Terdahulu Mengenai Beban Kerja
Nama Peneliti Judul Penelitian Masalah Penelitian Hasil Penelitian
Rakhasiwi (2018)
Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja dengan Metode
Workload Analysis dan NASA-TLX di Laboratorium Uji
PT. Gelora Djaja Surabaya
Ketidakseimbangan jumlah analis dan instrumen pengujian
membuat analis harus mengoperasikan
instrumen lebih banyak dari kemampuannya, hal
ini menyebabkan kelelahan baik secara fisik maupun
mental.
Hasil perhitungan beban kerja fisik,
penambahan jumlah karyawan
menjadi tiga belas orang akan menurunkan rata- rata beban kerja
fisik dari 104.08% menjadi
96.08%, Hasil perhitungan beban kerja mental, jumlah
karyawan sebanyak dua
belas sudah optimal.
Rekomendasi perbaikan adalah
pemberian intensif.
5 Tabel 1. 1 Penelitian Terdahulu Mengenai Beban Kerja (Lanjutan)
Nama Peneliti Judul Penelitian Masalah
Penelitian Hasil Penelitian
Kyky (2018)
Optimasi Jumlah Karyawan di
Departemen Quality Control PT XYZdengan
Workload Analysis
Mengukur beban kerja analis di Laboratorium QC
dikarenakan adanya peningkatan kapasitas tanpa
didukung peningkatan sumber daya
manusia menimbulkan kelebihan beban kerja. Pengukuran
dilakukan dengan Workload Analysis
dengan teknik sampling kerja.
Mendapatkan beban kerja eksisting pada masing-masing
unit di Departemen Quality Control serta menentukan
jumlah karyawan yang optimal
untuk proses analisa sampel.
Ambarwati (2018)
Gambaran Tingkat Kelelahan
Kerja pada Pengemudi Ojek Online di Wilayah
Tembalang, Semarang
Persaingan dan sistem kerja membuat beban kerja pengemudi
ojek online menjadi berat.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa lebih dari separuh responden
(57,3%)
6 Tabel 1. 1 Penelitian Terdahulu Mengenai Beban Kerja (Lanjutan)
Nama Peneliti Judul Penelitian Masalah Penelitian
Hasil Penelitian
Beban kerja yang berat merupakan salah satu faktor
yang dapat menimbulkan
terjadinya kelelahan kerja,
sehingga untuk mengetahui gambaran tingkat
kelelahan kerja pada pengemudi
ojek online, dilakukan penelitian kuantitatif deskriptif survey dengan kuisioner
SOFI
mengalami kelelahan kerja
pada kategori menengah, 37,5%
mengalami kelelahan ringan
dan 5,2%
mengalami kelelahan tinggi.
Beberapa perasaan kelelahan kerja yang dialami oleh
pengemudi ojek online misalnya
mengantuk, merasa energi banyak berkurang,
sendi terasa kaku dan merasa tidak bersemangat kerja Rinaldi (2018) Analisis Beban
Kerja Dalam Penentuan Jumlah Karyawan
di Bagian In Process Control
Tuntutan pekerjaan yang
memerlukan konsentrasi dan
ketelitian yang tinggi,
Dari hasil pengolahan data terdapat dua sub bagian IPC yang termasuk kedalam kategori over load
7 Tabel 1. 1 Penelitian Terdahulu Mengenai Beban Kerja (Lanjutan)
Nama Peneliti
Judul Penelitian
Masalah Penelitian Hasil Penelitian
menyebabkan tingkat stress yang tinggi bagi
karyawan sehingga produktivitas menjadi menurun, yang ditandai
dengan banyaknya pegawai yang sering tidak masuk kerja (sakit atau cuti). Sehingga perlu
dilakukan analisis terhadap beban kerja setiap pegawai untuk mengetahui potensi- potensi beban kerja yang
dirasakan oleh masing- masing karyawan dan mengetahui jumlah kebutuhan karyawan yang optimal di bagian In
Procces Control.
yaitu sub bagian pembuatan obat sirup
dan larutan obat luar serta sub bagian pengemasan untuk itu
perlu adanya penambahan karyawan,
sementara untuk sub bagian pembuatan obat
kapsul dan softgel dan sub bagian pembuatan obat injeksi beban kerja yang dirasakan termasuk
kedalam kategori under load dan tidak perlu dilakukan penambahan
karyawan. Untuk penambahan karyawan
pada sub bagian pembuatan obat sirup dan larutan obat luar dan
juga sub bagian pengemasan diberikan
penambahan masing- masing 1 karyawan.
Berdasarkan sumber-sumber dari penelitian terdahulu, agar didapat hasil yang komprehensif, maka penyesuaian jumlah tenaga kerja akan dilakukan dengan menggabungkan dua metode pengukuran beban kerja yaitu beban kerja fisik dengan
8 metode Workload Analysis dan beban kerja mental dengan metode SOFI.
Penggabungan dua metode ini akan menghasilkan persamaan linear, sehingga akan didapat beban kerja total yang akan memberikan informasi mengenai jumlah tenaga kerja yang bisa menurunkan beban kerja analis MCA Semi Finish Good departemen Quality Control PT XYZ. Dengan pertimbangan latar belakang yang telah dipaparkan, maka penulis melakukan penelitian dengan judul “Menurunkan Beban Kerja Analis dengan Metode Workload Analysis (WLA) dan Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI) di PT XYZ”.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Berapakah besar beban kerja fisik analis di departemen Quality Control MCA Semi Finish Good PT XYZ dengan menggunakan metode Workload Analysis (WLA)?
2. Berapakah besar beban kerja mental analis di departemen Quality Control MCA Semi Finish Good PT XYZ dengan menggunakan metode Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI)?
3. Berapakah total beban kerja analis di departemen Quality Control MCA Semi Finish Good PT XYZ dari persamaan linear metode Workload Analysis dan metode SOFI?
4. Berapakah jumlah analis yang diperlukan untuk menurunkan beban kerja di departemen Quality Control MCA Finish Good PT XYZ?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Menghitung besar beban kerja fisik analis di departemen Quality Control MCA Semi Finish Good PT XYZ dengan menggunakan metode Workload Analysis (WLA).
2. Menghitung besar beban kerja mental analis di departemen Quality Control MCA Semi Finish Good PT XYZ dengan menggunakan metode Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI).
9 3. Menghitung total beban kerja analis di departemen Quality Control MCA Semi
Finish Good PT XYZ dari persamaan linear metode Workload Analysis dan metode SOFI.
4. Menentukan jumlah analis tambahan untuk menurunkan beban kerja di departemen Quality Control MCA SemiFinish Good PT XYZ.
1.4 Batasan Penelitian
Adapun batasan-batasan dari penelitian yang dilakukan, antara lain:
1. Penelitian ini berfokus pada analisis beban kerja fisik dan mental, serta penentuan jumlah tenaga kerja yang optimal di departemen Quality Control MCA Semi Finish Good PT XYZ.
2. Pengambilan data primer dilakukan selama periode tahun 2018.
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian yang dilakukan, antara lain:
1. Memberikan rekomendasi kepada perusahaan untuk meningkatkan sumber daya manusia berdasarkan pengukuran beban kerja dan memberikan usulan jumlah karyawan di Departemen Quality Control MCA Semi Finish Good.
2. Berkontribusi terhadap pengembangan ilmu dalam bidang ergonomi, khususnya pada kajian beban kerja.
1.6 Sistematika Penulisan
Penyusunan dalam skripsi ini terdiri dari empat bab di mana setiap bab terdiri dari sub bab-sub bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan
Bab ini menjelaskan mengenai latar belakang penelitian yang dilakukan, rumusan masalah, tujuan penelitian, batasan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penelitian.
BAB II Tinjauan Pustaka
Bab ini menjelaskan mengenai pustaka tentang masalah yang berkaitan dengan penelitian.
10 BAB III Metodologi Penelitian
Bab ini menjelaskan tentang jenis penelitian, jenis data & informasi, metode pengumpulan data, metode pengolahan dan analisis data, serta langkah-langkah penelitian. Selanjutnya data yang telah dikumpulkan selama penelitian dilakukan yang kemudian akan diolah dengan mempertimbangkan teori dan metode yang terkait sehingga diperoleh hasil akhir yang diinginkan.
BAB IV Pengumpulan dan Pengolahan Data.
Bab ini berisikan kumpulan informasi-informasi yang dibutuhkan dalam melakukan pengolahan data untuk mendapatkan hasil tujuan penelitian. Pengolahan data yang telah dikumpulkan sebelumnya dilakukan dengan beberapa metode pengolahan hingga tercapai hasil yag diharapkan sesuai tujuan penelitian yang dilakukan.
BAB V Hasil dan Pembahasan
Bab ini berisi analisis dari hasil pengamatan, pengumpulan, serta pengolahan data hingga hasil yang dicapai selama penelitian dan pembuatan laporan.
BAB VI Kesimpulan dan Saran
Bab ini berisi kesimpulan dari pokok-pokok bahasan yang disertai dengan saran-saran bagi pihak terkait sebagai objek penelitian untuk memperbaiki kekurangan yang ada dan untuk pengembangan di masa yang akan dating.