PEMERINTAH KOTA DUMAI
NOMOR 16 TAHUN 2008 TENTANG
ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA DUMAI, Menimbang
Mengingat :
:
a. bahwa dalam rangka meningkatkan efektifitas pelayanan penyelenggaraan urusan pemerintahan perlu dilakukan penataan system dan mekanisme kinerja dan pelayanan oleh organisasi Dinas Daerah;
b. bahwa sebagai tindak lanjut ketentuan Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, maka perlu diatur kembali Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Dumai, dengan berpedoman kepada Peraturan Pemerintah tersebut.
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana maksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah dengan Peraturan Daerah.
1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Dumai (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3829);
2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang- undang Nomor 32 tahun 2004 (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4548) dan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua oleh Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
5. Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 2 Tahun 2008 tentang Pembagian Urusan/Kewenangan Pemerintah Daerah Kota Dumai (Lembaran Daerah Kota Dumai tahun 2008 Nomor 2 Seri D).
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah.
Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA DUMAI dan
WALIKOTA DUMAI MEMUTUSKAN
Menetapkan : PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH
BAB I KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kota Dumai;
2. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan asas tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
3. Pemerintah Daerah adalah Walikota dan Perangkat Daerah sebagai penyelenggara pemerintahan daerah;
4. Walikota adalah Walikota Dumai;
5. Dinas Daerah adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Dumai berbentuk Dinas;
6. Kepala adalah Kepala Dinas sesuai dengan nama Dinas masing- masing;
7. Unit Pelaksana Teknis Dinas selanjutnya disebut UPTD, adalah pelaksana kegiatan teknis operasional dan / atau kegiatan teknis penunjang Dinas yang mempunyai wilayah kerja satu atau beberapa Kecamatan;
8. Kelompok Jabatan Fungsional adalah kelompok yang melaksanakan kegiatan teknis tertentu sesuai dengan bidang tugas yang dimilikinya;
BAB II PEMBENTUKAN
Pasal 2
(1) Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk Dinas Daerah yang terdiri dari :
a. Dinas Pendidikan b. Dinas Kesehatan c. Dinas Perhubungan d. Dinas Pekerjaan Umum
e. Dinas Tata Kota, Kebersihan dan Pertamanan f. Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan g. Dinas Koperasi, UKM dan Pemberdayaan Masyarakat h. Dinas Sosial
i. Dinas Perindustrian, Perdagangan & Investasi j. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
k. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
l. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga m. Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan
n. Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan
(2) Peraturan Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatas mengatur tentang kedudukan, tugas, fungsi Dinas Daerah.
(3) Susunan dan bagan organisasi Dinas Daerah tercantum dalam Lampiran I sampai dengan Lampiran XIV dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
(4) Rincian tugas pokok dan uraian tugas organisasi perangkat daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatas, ditetapkan dengan Peraturan Walikota.
BAB III KEDUDUKAN
Pasal 3
(1) Dinas adalah merupakan unsur pelaksana Pemerintah Daerah.
(2) Dinas dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah.
BAB IV
TUGAS, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI Bagian Kesatu
Dinas Pendidikan Pasal 4
Dinas Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan kewenangan dibidang pendidikan dalam merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan program pendidikan dan tenaga kependidikan serta melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Walikota.
Pasal 5
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 4, Dinas Pendidikan mempunyai fungsi :
a. perumusan kebijakan dibidang pendidikan;
b. pembinaan dan pengendalian pendidikan prasekolah dan luar sekolah;
c. perencanaan, pengendalian, pembinaan, pengurusan dan pengawasan pendidikan dasar dan menengah;
d. perencanaan, pengendalian, pembinaan, pengurusan dan pengawasan manajemen pendidikan dasar dan menengah;
e. perencanaan, pengendalian, pembinaan, pengurusan dan pengawasan tenaga kependidikan;
f. pembinaan dan pengendalian kurikulum dan muatan lokal;
g. pembinaan dan pengawasan teknis edukatif dan administratif kepada unsur terkait dengan bidang pendidikan;
h. pembinaan dan pengendalian penyelenggaraan ketatausahaan;
i. perumusan kebijakan peningkatan mutu pendidikan.
Pasal 6
Susunan organisasi Dinas Pendidikan terdiri dari : f. Kepala
g. Sekretariat terdiri dari
1) Subbagian Administrasi dan Umum;
2) Subbagian Program, Evaluasi dan Pelaporan;
3) Subbagian Kepegawaian.
h. Bidang Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah terdiri dari:
1) Seksi Pendidikan Dasar;
2) Seksi Pendidikan Menengah Umum;
3) Seksi Pendidikan Menengah Kejuruan.
i. Bidang Pendidikan Pra Sekolah, Luar Sekolah dan Pendidikan Khusus terdiri dari:
1) Seksi Pendidikan Pra Sekolah;
2) Seksi Pendidikan Luar Sekolah;
e. Bidang Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan terdiri dari:
1) Seksi Kurikulum;
2) Seksi Profesi dan Ketenagaan;
3) Seksi Diklat Tenaga Kependidikan.
f. Unit Pelaksana Teknis;
g. Kelompok Jabatan Fungsional.
Bagian Kedua Dinas Kesehatan
Pasal 7
Dinas Kesehatan mempunyai tugas membantu Walikota dalam melaksanakan kewenangan desentralisasi dibidang kesehatan.
Pasal 8
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 7, Dinas Kesehatan menyelenggarakan fungsi :
a. perumusan kebijakan teknis penanganan dibidang kesehatan;
b. pemberian perizinan dan pelaksanaan pelayanan umum bidang kesehatan;
c. pembinaan terhadap unit pelaksana teknis dinas dalam lingkup tugasnya;
d. pembinaan umum dibidang kesehatan meliputi pendekatan, pencegahan, pengobatan dan pemeliharaan kesehatan;
e. perencanaan sistem kesehatan daerah, akreditasi dan serifikasi kesehatan serta peningkatan sumber daya manusia kesehatan berdasarkan kebijakan teknis;
f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 9
Susunan organisasi Dinas Kesehatan terdiri dari : a. Kepala
b. Sekretariat terdiri dari:
1) Subbagian Administrasi dan Umum;
2) Subbagian Program, Evaluasi dan Pelaporan;
3) Subbagian Kepegawaian.
c. Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pelayanan Medik terdiri dari:
1) Seksi Kesehatan Keluarga;
2) Seksi Promosi Kesehatan;
3) Seksi Gizi dan Peran Serta Masyarakat.
d. Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan terdiri dari:
1) Seksi Pengendalian Penyakit;
2) Seksi Penyehatan Lingkungan;
3) Seksi Surveilans dan Kesehatan Matra.
e. Bidang Pelayanan Kesehatan terdiri dari:
1) Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar;
2) Seksi Bina Rumah Sakit;
3) Seksi Farmasi dan Alat Kesehatan.
f. Bidang Sumber Daya Kesehatan terdiri dari:
1) Seksi Jaminan Kesehatan;
2) Seksi Sumber Daya Kesehatan dan Akreditasi;
3) Seksi Pelayanan Sarana Kesehatan.
g. Unit Pelaksana Teknis;
h. Kelompok Jabatan Fungsional.
Bagian Ketiga Dinas Perhubungan
Pasal 10
Dinas Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan kewenangan bidang perhubungan, komunikasi dan informatika, merumuskan kebijakan, membina, mengkoordinasikan, mensinkronisasikan, dan mengendalikan penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan bidang perhubungan.
Pasal 11
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 10, Dinas Perhubungan mempunyai fungsi antara lain :
e. perumusan kebijakan teknis dibidang perhubungan;
f. penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan di bidang perhubungan,
g. penyusunan rencana dan program kegiatan dibidang perhubungan,
h. pelaksanaan kegiatan pembangunan dibidang perhubungan, i. penyelenggaraan pelayanan dibidang perhubungan,
j. pengelolaan data dan informasi dibidang perhubungan,
k. pembinaan penyelenggaraan pemberian perizinan dibidang perhubungan,
Pasal 12
Susunan organisasi Dinas Perhubungan terdiri dari : a. Kepala
b. Sekretariat terdiri dari:
1) Subbagian Administrasi dan Umum;
2) Subbagian Program, Evaluasi dan Pelaporan;
3) Subbagian Kepegawaian.
c. Bidang Perhubungan Darat terdiri dari:
1) Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas;
2) Seksi Angkutan;
3) Seksi LLASDP.
d. Bidang Pehubungan Laut terdiri dari:
1) Seksi Kepelabuhan;
2) Seksi Keselamatan Pelayaran;
3) Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut.
e. Bidang Perhubungan Udara terdiri dari:
1) Seksi Perhubungan Udara;
2) Seksi Pos dan Telekomunikasi;
3) Seksi Informatika dan Telematika.
f. Bidang Pengendalian Operasional terdiri dari:
1) Seksi Pengaturan dan Pengendalian Lalu Lintas, Patroli dan Pengawalan;
2) Seksi Penegakan Hukum, Penyidikan dan Pemberdayaan PPNS;
3) Seksi Keselamatan Lalu Lintas, Pencegahan dan Penanggulangan Kecelakaan.
g. Unit Pelaksana Teknis;
h. Kelompok Jabatan Fungsional.
Bagian Keempat Dinas Pekerjaan Umum
Pasal 13
Dinas Pekerjaan Umum mempunyai tugas melaksanakan kegiatan, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan penyelenggaraan kewenangan bidang sumber daya air, cipta karya, bina marga, pengujian dan peralatan.
Pasal 14
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada pasal 13, Dinas Pekerjaan Umum mempunyai fungsi :
a. perumusan kebijakan teknis dibidang cipta karya dan bina marga.
b. penyusunan rencana teknis pembangunan, pengelolaan, pembinaan, pemberian bimbingan dan perizinan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.
c. perencanaan teknis pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan jalan dan jembatan.
d. Pelaksanaan kegiatan pembangunan di bidang sumber daya air, cipta karya, bina marga, peralatan dan pengujian.
e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 15
Susunan organisasi Dinas Pekerjaan Umum terdiri dari : a. Kepala
b. Sekretariat terdiri dari:
1) Subbagian Administrasi dan Umum;
2) Subbagian Program, Evaluasi dan Pelaporan;
3) Subbagian Kepegawaian.
c. Bidang Sumber Daya Air terdiri dari:
1) Seksi Perencanaan Teknis Sumber Daya Air;
2) Seksi Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan;
3) Seksi Sungai, Danau, Pantai dan Pengendalian Banjir.
c. Bidang Bina Marga terdiri dari:
1) Seksi Perencanaan Teknis Jalan dan Jembatan;
2) Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan;
3) Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan Jembatan.
d. Bidang Cipta Karya terdiri dari:
1) Seksi Perencanaan Teknis Bangunan dan Gedung;
2) Seksi Perumahan dan Pemukiman;
e. Bidang Peralatan dan Pengujian terdiri dari:
1) Seksi Survey dan Pendataan;
2) Seksi Pengujian dan Laboratorium;
3) Seksi Operasional dan Pemeliharaan Alat.
f. Unit Pelaksana Teknis;
g. Kelompok Jabatan Fungsional.
Bagian Kelima
Dinas Tata Kota, Kebersihan dan Pertamanan Pasal 16
Dinas Tata Kota, Kebersihan dan Pertamanan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan, merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan penyelenggaraan kewenangan bidang pengembangan tata kota, kebersihan dan pertamanan.
Pasal 17
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 16, Dinas Tata Kota, Kebersihan dan Pertamanan mempunyai fungsi :
a. perumusan kebijakan penataan ruang, penataan bangunan, perizinan bangunan, pertamanan dan pemakaman;
b. perencanaan program perizinan bangunan, penataan ruang, pertamanan dan pemakaman;
c. pembinaan perizinan untuk mendirikan, mengubah ataupun membongkar bangunan-bangunan;
d. pengendalian dan penyediaan bantuan/dukungan penerapan hasil penelitian dan pengembangan tekhnologi, arsitektur bangunan dan jati diri kawasan;
e. pembinaan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan tata kota pertamanan dan pemakaman;
f. pembinaan pemberian pelayanan umum dan pelayanan tekhnis dibidang penataan ruang, penataan bangunan, perizinan bangunan dan pemakaman;
Pasal 18
Susunan organisasi Dinas Tata Kota, Kebersihan dan Pertamanan terdiri dari :
a. Kepala
b. Sekretariat terdiri dari:
1) Subbagian Administrasi dan Umum;
2) Subbagian Program, Evaluasi dan Pelaporan;
3) Subbagian Kepegawaian.
c. Bidang Tata Kota dan Penataan Ruang terdiri dari:
1) Seksi Tata Ruang dan Tata Bangunan;
2) Seksi Perizinan dan Pengukuran;
3) Seksi Pengawasan dan Penertiban.
d. Bidang Kebersihan terdiri dari:
1) Seksi Operasional dan Retribusi Kebersihan;
2) Seksi Peralatan dan Perawatan;
3) Seksi Sanitasi dan Pengolahan Sampah.
e. Bidang Pertamanan dan Penerangan Jalan terdiri dari:
1) Seksi Pertamanan;
2) Seksi Pemakaman;
3) Seksi Penerangan Jalan.
f. Unit Pelaksana Teknis
g. Kelompok Jabatan Fungsional.
Bagian Keenam
Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Pasal 19
Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan kewenangan desentralisasi dibidang pendapatan, aset dan pengelolaan keuangan daerah.
Pasal 20
Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 19, Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan mempunyai fungsi : a. perumusan kebijakan teknis dibidang pendapatan, pengelolaan
keuangan dan aset daerah;
b. pelayanan umum dibidang pendapatan asli daerah, perimbangan, anggaran dan akuntansi serta perbendaharaan;
c. pengawasan terhadap pelayanan umum di bidang pendapatan asli daerah, perimbangan, anggaran dan akuntansi serta perbendaharaan;
d. penyusunan rencana bidang pendapatan dan pengelolaan keuangan;
e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan sesuai dengan lingkup tugasnya.
Pasal 21
Susunan organisasi Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan terdiri dari :
a. Kepala
b. Sekretariat terdiri dari:
1) Subbagian Administrasi dan Umum;
2) Subbagian Program, Evaluasi dan Pelaporan;
3) Subbagian Kepegawaian.
c. Bidang PAD terdiri dari:
1) Seksi Pendaftaran dan Pendataan;
2) Seksi Penetapan;
3) Seksi Penagihan.
d. Bidang Akuntansi dan Manajemen Aset terdiri dari:
1) Seksi Akuntansi dan Pelaporan;
2) Seksi Analisis Kebutuhan dan Pengadaan;
3) Seksi Inventarisasi dan Penghapusan.
e. Bidang Perimbangan dan Penerimaan Lain-lain terdiri dari:
1) Seksi Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak;
2) Seksi DAU dan DAK;
3) Seksi Penerimaan Lain-lain Kekayaan Daerah.
f. Bidang Pengelolaan Keuangan terdiri dari:
1) Seksi Penyusunan Anggaran;
2) Seksi Pengelolaan Gaji;
3) Seksi Pengelolaan Belanja Non Gaji.
g. Unit Pelaksana Teknis h. Kelompok Jabatan Fungsional
Bagian Ketujuh
Dinas Koperasi, UKM dan Pemberdayaan Masyarakat Pasal 22
Dinas Koperasi, UKM dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan kewenangan, merumuskan kebijakan, pengawasan dan pengendalian di bidang koperasi, usaha kecil menengah dan pemberdayaan masyarakat.
Pasal 23
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 22, Dinas Koperasi, UKM dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai fungsi : a. perumusan kebijakan teknis di bidang koperasi, usaha kecil dan
menengah, serta pemberdayaan masyarakat.
b. pemberian ijin dan atau pertimbangan teknis dibidang koperasi, usaha kecil dan menengah, serta pemberdayaan masyarakat.
c. pelayanan umum di bidang koperasi, usaha kecil dan menengah, serta pemberdayaan masyarakat.
d. pengawasan terhadap pemberian ijin dan atau pertimbangan teknis di bidang koperasi, usaha kecil dan menengah, serta pemberdayaan masyarakat.
e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan sesuai dengan lingkup bidang tugasnya.
Pasal 24
Susunan organisasi Dinas Koperasi, UKM dan Pemberdayaan Masyarakat, terdiri dari :
a. Kepala
b. Sekretariat terdiri dari:
1) Subbagian Administrasi dan Umum;
2) Subbagian Program, Evaluasi dan Pelaporan;
3) Subbagian Kepegawaian.
c. Bidang Koperasi terdiri dari:
1) Seksi Kelembagaan Koperasi;
2) Seksi Pengembangan Usaha Koperasi;
3) Seksi Fasilitasi Pembiayaan dan Simpan Pinjam.
d. Bidang Usaha Kecil Menengah terdiri dari:
1) Seksi Pengembangan UMKM;
2) Seksi Pendaftaran dan Pendataan UMKM;
3) Seksi Bina Sarana dan Prasarana UMKM.
e. Bidang Pemberdayaan Masyarakat terdiri dari:
1) Seksi Pengembangan Potensi Masyarakat;
2) Seksi Peningkatan Peranan Lembaga Kemasyarakatan;
3) Seksi Bantuan dan Kerjasama.
f. Unit Pelaksana Teknis
g. Kelompok Jabatan Fungsional
Bagian Kedelapan Dinas Sosial
Pasal 25
Dinas Sosial mempunyai tugas merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan serta melaksanakan kewenangan dibidang sosial, bantuan sosial dan penanggulangan bencana.
Pasal 26
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 25, Dinas Sosial mempunyai fungsi :
a. pembinaan dan pengkoordinasian penyusunan rencana dan program dibidang sosial, rehabilitasi dan penanggulangan bencana.
b. perumusan kebijakan dan pembinaan pelayanan sosial dan pengembangan sosial.
c. pengkordinasian kewenangan bidang sosial dan penaggulangan bencana yang dikerjasamakan dengan daerah kabupaten/kota lain dan propinsi.
Pasal 27 Susunan organisasi Dinas Sosial terdiri dari : a. Kepala
b. Sekretariat terdiri dari:
1) Subbagian Administrasi dan Umum;
2) Subbagian Program, Evaluasi dan Pelaporan;
3) Subbagian Kepegawaian.
c. Bidang Rehabilitasi terdiri dari:
1) Seksi Rehabilitasi Penyandang Sosial dan NAPZA;
2) Seksi Rehabilitasi Penyandang Cacat;
3) Seksi Rehabilitasi Gepeng.
d. Bidang Penanggulangan Bencana dan Bantuan Sosial terdiri dari:
1) Seksi Bantuan Bencana;
2) Seksi Bantuan Fakir Miskin;
3) Seksi Perlindungan Sosial dan Jaminan Sosial.
e. Bidang Pengembangan Sosial terdiri dari:
1) Seksi Kelembagaan Sosial;
2) Seksi Partisipasi Sosial Masyarakat;
f. Unit Pelaksana Teknis
g. Kelompok Jabatan Fungsional.
Bagian Kesembilan
Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Investasi Pasal 28
Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Investasi mempunyai tugas melaksanakan kewenangan, merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, membina dan mengembangkan industri perdagangan dan investasi.
Pasal 29
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 28, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Investasi mempunyai fungsi:
a. perumusan kebijakan teknis dibidang perindustrian, perdagangan dan investasi;
b. perumusan rencana dan program dibidang perindustrian, perdagangan dan investasi;
c. pembinaan, pengaturan dan pemberian izin usaha perindustrian, perdagangan dan investasi;
d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya;
Pasal 30
Susunan organisasi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Investasi terdiri dari :
a. Kepala
b. Sekretariat terdiri dari:
1) Subbagian Administrasi dan Umum;
2) Subbagian Program, Evaluasi dan Pelaporan;
3) Subbagian Kepegawaian.
c. Bidang Perindustrian terdiri dari:
1) Seksi Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan;
2) Seksi Industri Logam, Mesin dan Elektronika;
3) Seksi Industri Kecil, Aneka dan Industri Kerajinan.
d. Bidang Perdagangan terdiri dari:
1) Seksi Perdagangan Dalam Negeri dan Pendaftaran Perusahaan;
2) Seksi Perdagangan Luar Negeri;
3) Seksi Sarana dan Usaha Perdagangan.
e. Bidang Investasi terdiri dari:
1) Seksi Pelayanan Investasi;
2) Seksi Promosi dan Kerjasama;
3) Seksi Sarana dan Pengendalian Investasi.
f. Bidang Metrologi dan Perlindungan Konsumen terdiri dari:
1) Seksi Metrologi;
2) Seksi Perlindungan Konsumen;
3) Seksi Pengawasan Barang Beredar.
g. Unit Pelaksana Teknis
h. Kelompok Jabatan Fungsional.
Bagian Kesepuluh
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pasal 31
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempunyai tugas merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan serta melaksanakan kewenangan dibidang kependudukan dan pencatatan sipil .
Pasal 32
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 31, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempunyai fungsi :
a. pembinaan dan pengkoordinasian penyusunan rencana dan program dibidang kependudukan dan pencatatan sipil;
b. pembinaan dan pengendalian pelaksanaan program pengendalian kependudukan, mutasi dan migrasi penduduk;
c. pengkordinasian kewenangan bidang kependudukan dan pencatatan sipil yang dikerjasamakan dengan daerah kabupaten/kota lain dan propinsi;
Pasal 33
Susunan organisasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil terdiri:
a. Kepala
b. Sekretariat terdiri dari:
1) Subbagian Administrasi dan Umum;
2) Subbagian Program, Evaluasi dan Pelaporan;
3) Subbagian Kepegawaian.
c. Bidang Kependudukan terdiri dari:
1) Seksi Pendaftaran Penduduk;
2) Seksi Mobilitas dan Pengendalian;
d. Bidang Pencatatan Sipil terdiri dari:
1) Seksi Kelahiran, Pengakuan Anak dan Kematian;
2) Seksi Perkawinan, Pengesahan Anak dan Perceraian;
e. Bidang Data dan Informasi terdiri dari:
1) Seksi Pengelolaan dan Penyimpanan Data;
2) Seksi Pelayanan Informasi;
f. Unit Pelaksana Teknis;
g. Kelompok Jabatan Fungsional.
Bagian Kesebelas
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pasal 34
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai tugas merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan serta melaksanakan kewenangan dibidang ketenagakerjaan dan transmigrasi.
Pasal 35
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 34, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai fungsi :
a. pembinaan dan pengkoordinasian penyusunan rencana dan program dibidang ketenagakerjaan dan transmigrasi.
b. perumusan kebijakan dan pembinaan penempatan tenaga kerja dan perluasan kerja, pelatihan dan produktivitas tenaga kerja, hubungan industrial dan persyaratan kerja, pengawasan ketenagakerjaan dan pelayanan transmigrasi.
c. pengkordinasian kewenangan bidang ketenagakerjaan yang dikerjasamakan dengan daerah kabupaten/kota lain dan propinsi;
d. pembinaan dan pengawasan terhadap Balai Latihan Kerja.
Pasal 36
Susunan organisasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi terdiri dari:
a. Kepala
b. Sekretariat terdiri dari:
1) Subbagian Administrasi dan Umum;
2) Subbagian Program, Evaluasi dan Pelaporan;
3) Subbagian Kepegawaian.
c. Bidang Penempatan Tenaga Kerja terdiri dari:
1) Seksi Bursa Kerja;
2) Seksi Penempatan Tenaga Kerja;
3) Seksi Perluasan dan Kesempatan Kerja.
d. Bidang Pengawasan terdiri dari:
1) Seksi Pengawasan Norma Kerja;
2) Seksi Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
3) Seksi Syarat Kerja dan Hubungan Industrial;
e. Bidang Ketransmigrasian terdiri dari:
1) Seksi Pembinaan dan Pengembangan Sosial Budaya;
2) Seksi Sarana dan Prasarana;
3) Seksi Bimbingan Penyuluhan , Pengarahan dan Penempatan.
f. Bidang Pelatihan dan Produktifitas terdiri dari:
1) Seksi Penyuluhan dan Pelatihan;
2) Seksi Bimbingan dan Instruktur;
3) Seksi Pembinaan Lembaga Latihan Swasta dan Sertifikasi.
g. Unit Pelaksana Teknis h. Kelompok Jabatan Fungsional
Bagian Kedua belas
Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Pasal 37
Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga mempunyai tugas merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan serta melaksanakan kurusan, kegiatan dan program dibidang kebudayaan, pariwisata, pemuda dan Olah Raga.
Pasal 38
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 37, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga mempunyai fungsi : a. perumusan kebijakan teknis penyusunan perencanaan dan program
pembangunan dibidang kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olah raga;
b. pembinaan, pengendalian dan pengawasan dalam penyelenggaraan aktifitas bidang kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olah raga;
c. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 39
Susunan organisasi Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga terdiri dari :
a. Kepala
b. Sekretariat terdiri dari:
1) Subbagian Administrasi dan Umum;
2) Subbagian Program, Evaluasi dan Pelaporan;
3) Subbagian Kepegawaian.
c. Bidang Kebudayaan terdiri dari:
1) Seksi Seni dan Budaya;
2) Seksi Sejarah dan Kepurbakalaan;
3) Seksi Pelestarian.
d. Bidang Pariwisata terdiri dari:
1) Seksi Pengawasan Objek Wisata;
2) Seksi Sarana Pariwisata;
3) Seksi Promosi Pengembangan Wisata.
e. Bidang Pemuda dan Olah raga terdiri dari:
1) Seksi Organisasi Pemuda;
2) Seksi Pengembangan Olah Raga;
3) Seksi Sarana dan Prasarana Olah Raga.
f. Unit Pelaksana Teknis;
g. Kelompok Jabatan Fungsional.
Bagian Ketiga belas
Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Pasal 40
Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kota Dumai mempunyai tugas merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan serta melaksanakan kewenangan, urusan, program dan kegiatan dibidang pertanian, perkebunan dan kehutanan.
Pasal 41
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 40, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kota Dumai mempunyai fungsi : a. perumusan kebijakan teknis penyusunan perencanaan dan program
pembangunan dibidang pertanian, perkebunan, kehutanan dan ketahanan pangan;
b. pembinaan dan pengendalian ketatausahaan, kearsipan, keuangan, kepegawaian dan perlengkapan serta evaluasi pengawasan dan pelaporan;
c. pemberian prizinan dan atau rekomendasi pelaksanaan pelayanan umum dalam lingkup tugasnya;
d. pembinaan, pengendalian dan pengawasan dalam penyelenggaraan aktifitas bidang pertanian, perkebunan, kehutanan dan ketahanan pangan;
e. pembinaaan terhadap unit pelaksana teknis dinas dalam lingkup tugasnya;
f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam pengelolaan pertanian, perkebunan dan kehutanan.
Pasal 42
Susunan organisasi Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan terdiri dari :
a. Kepala
b. Sekretariat terdiri dari:
1) Sub Bagian Administrasi dan Umum;
2) Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan;
3) Sub Bagian Kepegawaian.
c. Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura terdiri dari:
1) Seksi Produksi dan Pengembangan Tanaman Pangan;
2) Seksi Produksi dan Pengembangan Hortikultura;
3) Seksi Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman.
d. Bidang Perkebunan terdiri dari:
1) Seksi Produksi dan Pengembangan Perkebunan;
2) Seksi Teknologi dan Pengolahan Hasil Perkebunan;
3) Seksi Perlindungan Perkebunan.
e. Bidang Kehutanan terdiri dari:
1) Seksi Tata Pengelolaan dan Pengawasan Perhutanan;
2) Seksi Produksi, Peredaran dan Pengolahan Hasil Hutan;
3) Seksi Penghijauan, Rehabilitasi dan Pengamanan Hutan.
e. Bidang Penyuluhan terdiri dari:
1) Seksi Program Penyuluhan;
2) Seksi Kelembagaan dan SDM Penyuluhan;
3) Seksi Pengkajian Metode dan Teknologi Penyuluhan.
f. Bidang Ketahanan Pangan terdiri dari:
1) Seksi Ketersediaan dan Cadangan Pangan;
2) Seksi Distribusi dan Kewaspadaan Pangan;
3) Seksi Konsumsi , Mutu dan Ketahanan Pangan.
g. Unit Pelaksana Teknis
h. Kelompok Jabatan Fungsional.
Bagian Keempat Belas
Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Pasal 43
Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan mempunyai tugas merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan serta melaksanakan kewenangan, urusan, program dan kegiatan dibidang peternakan, perikanan dan kelautan:
a. melaksanakan sebagian tugas pokok Walikota di bidang peternakan, perikanan dan kelautan;
b. merumuskan kebijakan teknis di bidang peternakan, perikanan dan kelautan;
c. mengkoordinasikan perencanaan pengembangan usaha dan sarana serta prasarana perikanan;
d. membina pengembangan teknologi produksi dan mutu peternakan dan perikanan;
e. pemberian perizinan dan pelaksanaan pelayanan umum;
f. pembinaan terhadap UPT dalam lingkup tugasnya;
g. membina pemberdayaan kelautan;
h. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan walikota sesuai dengan lingkup tugasnya
Pasal 44
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 43, Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan mempunyai fungsi :
a. perumusan kebijaksanan penyelenggaraan kewenangan bidang peternakan, perikanan dan kelautan;
b. penetapan dan pengembangan lahan peternakan dan perikanan sesuai dengan rencana tata ruang kota;
c. perencanaan, pengembangan, dan pengelolaan sarana dan prasarana peternakan, perikanan dan kelautan;
d. pembinaan, pengembangan, perizinan, dan pengawasan usaha peternakan, perikanan dan kelautan;
e. penyelenggaraaan, pengawasan pembeniahan dalam lingkup peternakan, perikanan dan kelautan;
f. penyelenggaraan, pengelolaaan dan pembinaan laboratorium pengujian mutu hasil peternakan, perikanan dan kelautan;
g. pembinaan dan pengembangan teknologi, mutu produksi peternakan, perikanan dan kelautan;
h. penanggulangan, pengendalian, penutupan dan pembukaan wilayah wabah dan penyakit lingkup peternakan dan perikanan;
i. perencanaan, penyelenggaraan, pembinaan, pengawasan observasi, eksplorasi dan konservasi sumberdaya laut dan perairan;
j. pembinaaan terhadap UPT dan lingkup tugasnya.
Pasal 45
Susunan organisasi Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan yang dimaksud dalam Peraturan ini, terdiri dari :
a. Kepala
b. Sekretariat terdiri dari:
1) Subbagian Administrasi dan Umum;
2) Subbagian Program, Evaluasi dan Pelaporan;
3) Subbagian Perencanaan.
c. Bidang Perikanan Tangkap dan Pengelolaan Pesisr terdiri dari:
1) Seksi Pengembangan Penangkapan, Pengawasan dan Pengendalian Kelautan;
2) Seksi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, Konservasi dan Suaka Perikanan;
3) Seksi Sarana dan Prasarana, Pengolahan, Pemasaran dan Bina Mutu.
d. Bidang Perikanan Budidaya terdiri dari:
1) Seksi Produksi dan Pembenihan;
2) Seksi Pemberdayaan Kelembagaan dan Pengembangan Usaha;
3) Seksi Pengembangan Teknologi dan Kapasitas Sumber Daya Manusia.
e. Bidang Peternakan terdiri dari:
1) Seksi Pembibitan Ternak;
2) Seksi Produksi Ternak Ruminansia;
3) Seksi Produksi Ternak Non Rumsinansia.
f. Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet terdiri dari:
1) Seksi Kesehatan Hewan;
2) Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner;
3) Seksi Sarana dan Prasarana Veteriner.
g. Unit Pelaksana Teknis h. Kelompok Jabatan Fungsional
BAB V
UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 46
(1) Unit pelaksanaan operasional Dinas Daerah di lapangan dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis sesuai dengan kebutuhan, kemampuan keuangan daerah dan beban kerja;
(2) Pembentukan Organisasi dan Tatakerja, Tugas Pokok dan Fungsi sebagaimana tercantum dalam ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Walikota;
(3) Unit Pelaksana Teknis dipimpin oleh seorang Kepala yang berada dibawah dan bertanggung kepada Kepala Dinas;
(4) Unit Pelaksana Teknis terdiri dari seorang Kepala, Subbagian Tata Usaha dan kelompok jabatan fungsional dan bagi Unit Pelaksana Teknis yang belum terdapat jabatan fungsional dapat dibentuk paling banyak 2 (dua) Seksi.
BAB VI
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 47
(1) Pada Dinas Daerah dapat dibentuk jabatan fungsional yang jumlah dan jenisnya disesuaikan dengan kebutuhan.
(2) Kelompok jabatan fungsional tertentu dikoordinir oleh seorang tenaga fungsional senior yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala.
(3) Pembentukan, jenis, jenjang dan jumlah jabatan fungsional ditetapkan oleh Walikota berdasarkan kebutuhan dan beban kerja, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
BAB VII TATA KERJA
Pasal 48
Dalam melaksanakan tugas setiap pimpinan satuan organisasi dan kelompok tenaga fungsional dalam lingkup kerjanya wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi, simplikasi, efisiensi, efekti itas, transparansi dan akuntabilitas publik, baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Pemerintah Kota serta dengan Instansi lain di luar Pemerintah Kota sesuai dengan tugas masing-masing.
Pasal 49
(1) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil tindakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(2) Setiap pimpinan satuan organisasi bertanggung jawab memimpin, mengkoordinasikan dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.
(3) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti, mematuhi petunjuk, bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyiapkan laporan berkala tepat pada waktunya.
(4) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan dan bimbingan.
(5) Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan, tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.
BAB VIII
KETENTUAN LAIN - LAIN Pasal 50
(1) Pengangkatan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural dan fungsional ditetapkan oleh Walikota atau Pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(2) Ketentuan mengenai eselonering dan pemberian tunjangan jabatan berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
BAB IX
KETENTUAN PERALIHAN Pasal 51
Pejabat organisasi perangkat daerah yang ada sekarang, masih tetap menjalankan tugasnya sampai diangkatnya pejabat definitif yang baru berdasarkan Peraturan Daerah ini.
Pasal 52
Penjabaran tugas, fungsi dan uraian tugas masing-masing dinas akan ditetapkan lebih lanjut dengan Peraturan Walikota.
BAB X
KETENTUAN PENUTUP Pasal 53
Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Peraturan Daerah ini akan diatur lebih lanjut oleh Walikota sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya.
Pasal 54
Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka Peraturan Daerah Kota Dumai sebagai berikut :
1. Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 10 Tahun 2005 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kota Dumai;
2. Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 11 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Kota Dumai;
3. Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 12 tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai;
4. Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 13 Tahun 2005 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kota Dumai;
5. Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 14 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kota Dumai;
6. Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 15 Tahun 2005 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Investasi Kota Dumai;
7. Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 16 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perhubungan;
8. Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 17 Tahun 2005 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendapatan Kota Dumai;
9. Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 18 Tahun 2005 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Sosial Kota Dumai;
10. Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 19 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Lingkungan Hidup Kota Dumai;
11. Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Kependudukan, Catatan Sipil dan Keluarga Berencana Kota Dumai,
dan Ketentuan Lain yang bertentangan dengan Peraturan Daerah ini dinyatakan tidak berlaku lagi.
Pasal 55
Peraturan Daerah ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan;
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya kedalam Lembaran Daerah Kota Dumai.
Ditetapkan di Dumai
pada tanggal 11 September 2008 WALIKOTA DUMAI,
Cap/dto.
H. ZULKIFLI A.S.
Diundangkan di Dumai
pada tanggal 12 September 2008 SEKRETARIS DAERAH KOTA DUMAI,
Cap/dto.
H. WAN FAUZI EFFENDI
Pembina Utama Muda, NIP. 010055541
LEMBARAN DAERAH KOTA DUMAI TAHUN 2008 NOMOR 9 SERI D
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN KOTA DUMAI
LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 16 TAHUN 2008
TANGGAL 11 SEPTEMBER 2008
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
SEKRETARIAT
SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN
UMUM
SUBBAGIAN PROGRAM, EVALUASI DAN PELAPORAN
BIDANG MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
SEKSI PENDIDIKAN DASAR
SEKSI PENDIDIKAN MENENGAH UMUM
BIDANG PENDIDIKAN PRA SEKOLAH LUAR SEKOLAH DAN PENDIDIKAN KHUSUS
SEKSI PENDIDIKAN PRA SEKOLAH
SEKSI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
WALIKOTA DUMAI,
H. ZULKIFLI A.S.
BIDANG MUTU PENDIDIKAN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
SEKSI KURIKULUM
SEKSI PROFESI DAN KETENAGAAN
UNIT PELAKSANA TEKNIS
SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN
SEKSI PENDIDIKAN MENENGAH
KEJURUAN SEKSI DIKLAT TENAGA
KEPENDIDIKAN
KEPALA
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS KESEHATAN KOTA DUMAI
LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 16 TAHUN 2008
TANGGAL 11 SEPTEMBER 2008
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
KEPALA
SEKRETARIAT
SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN UMUM
SUBBAGIAN PROGRAM, EVALUASI DAN PELAPORAN
BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT DAN PELAYANAN MEDIK
SEKSI KESEHATAN KELUARGA
SEKSI PROMOSI KESEHATAN
BIDANG PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN
SEKSI PENGENDALIAN PENYAKIT
SEKSI PENYEHATAN LINGKUNGAN
WALIKOTA DUMAI, Cap/dto
H. ZULKIFLI A.S.
BIDANG PELAYANAN KESEHATAN
SEKSI PELAYANAN KESEHATAN DASAR
SEKSI BINA RUMAH SAKIT
UNIT PELAKSANA TEKNIS
BIDANG SUMBER DAYA KESEHATAN
SEKSI JAMINAN KESEHATAN
SEKSI SUMBER DAYA KESEHATAN DAN AKREDITASI
SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN
SEKSI GIZI DAN PERAN SERTA
MASYARAKAT SEKSI SURVEILANS DAN
KESEHATAN MATRA SEKSI FARMASI DAN ALAT
KESEHATAN SEKSI PELAYANAN SARANA
KESEHATAN
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERHUBUNGAN KOTA DUMAI
LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 16 TAHUN 2008
TANGGAL 11 SEPTEMBER 2008
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
KEPALA
SEKRETARIAT
SUBBAGIAN ADMINISTRASI
DAN UMUM
SUBBAGIAN PROGRAM, EVALUASI DAN PELAPORAN
BIDANG PERHUBUNGAN DARAT
SEKSI MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS
SEKSI ANGKUTAN
BIDANG PERHUBUNGAN LAUT
SEKSI KEPELABUHAN
SEKSI KESELAMATAN PELAYARAN
WALIKOTA DUMAI,
H. ZULKIFLI A.S.
BIDANG PERHUBUNGAN UDARA
SEKSI PERHUBUNGAN UDARA
SEKSI POS DAN TELEKOMUNIKASI
UNIT PELAKSANA TEKNIS
BIDANG PENGENDALIAN OPERASIONAL
SEKSI PENGATURAN DAN PENGENDALIAN LALU LINTAS,
PATROLI DAN PENGAWALAN
SEKSI PENEGAKAN HUKUM, PENYIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN PPNS
SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN
SEKSI LLASDP SEKSI LALU LINTAS ANGKUTAN LAUT
SEKSI INFORMATIKA DAN
TELEMATIKA SEKSI KESELAMATAN LALU
LINTAS,PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KECELAKAAN
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA DUMAI
LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 16 TAHUN 2008
TANGGAL 11 SEPTEMBER 2008
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
KEPALA
SEKRETARIAT
SUBBAGIAN ADMINISTRASI
DAN UMUM
SUBBAGIAN PROGRAM, EVALUASI DAN PELAPORAN
BIDANG SUMBER DAYA AIR
SEKSI PERENCANAAN TEKNIS SUMBER DAYA AIR
SEKSI IRIGASI, RAWA DAN JARINGAN PENGAIRAN
BIDANG BINA MARGA
SEKSI PERENCANAAN TEKNIS JALAN DAN JEMBATAN
SEKSI PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN JALAN
WALIKOTA DUMAI,
H. ZULKIFLI A.S.
BIDANG CIPTA KARYA
SEKSI PERENCANAAN TEKNIS GEDUNG PEMERINTAH, PERUMAHAN
& PEMUKIMAN
SEKSI PERUMAHAN DAN PEMUKIMAN
UNIT PELAKSANA TEKNIS
BIDANG PENGUJIAN DAN PERALATAN
SEKSI SURVEY DAN PENDATAAN
SEKSI PENGUJIAN DAN LABORATORIUM
SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN
SEKSI SUNGAI, DANAU, PANTAI DAN
PENGENDALIAN BANJIR SEKSI PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN JEMBATAN
SEKSI OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN ALAT SEKSI TATA BANGUNAN DAN
GEDUNG PEMERINTAH
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA
DINAS TATA KOTA, KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA DUMAI
LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 16 TAHUN 2008
TANGGAL 11 SEPTEMBER 2008
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
SEKRETARIAT
SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN
UMUM
SUBBAGIAN PROGRAM, EVALUASI DAN PELAPORAN
BIDANG TATA KOTA DAN PENATAAN RUANG
SEKSI TATA RUANG DAN ESTETIKA BANGUNAN
SEKSI PERIZINAN DAN PENGUKURAN
BIDANG KEBERSIHAN
SEKSI OPERASIONAL DAN RETRIBUSI KEBERSIHAN
SEKSI PERALATAN DAN PERAWATAN
WALIKOTA DUMAI,
H. ZULKIFLI A.S.
UNIT PELAKSANA TEKNIS
SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN
BIDANG PERTAMANAN DAN PENERANGAN JALAN
SEKSI PERTAMANAN
SEKSI PEMAKAMAN
SEKSI SANITASI DAN
PENGOLAHAN SAMPAH SEKSI PENERANGAN JALAN
KEPALA
SEKSI PENGAWASAN DAN PENERTIBAN
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA
DINAS PENDAPATAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN KOTA DUMAI
LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 16 TAHUN 2008
TANGGAL 11 SEPTEMBER 2008
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
KEPALA
SEKRETARIAT
SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN UMUM
SUBBAGIAN PROGRAM, EVALUASI DAN PELAPORAN
BIDANG PAD BIDANG PERIMBANGAN DAN
PENERIMAAN LAIAN-LAIN
SEKSI BAGI HASIL PAJAK DAN BUKAN PAJAK
SEKSI DAU DAN DAK SEKSI PENDAFTARAN DAN
PENDATAAN
SEKSI PENETAPAN
BIDANG AKUNTANSI DAN MANAJEMEN ASET
SEKSI AKUNTANSI DAN PELAPORAN
SEKSI ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENGADAAN
WALIKOTA DUMAI,
H. ZULKIFLI A.S.
UNIT PELAKSANA TEKNIS
BIDANG PENGELOLAAN KEUANGAN
SEKSI PENYUSUNAN ANGGARAN
SEKSI PENGELOLAAN GAJI
SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN
SEKSI PENERIMAAN LAIN-LAIN KEKAYAAN DAERAH SEKSI PENAGIHAN SEKSI INVENTARISASI DAN
PENGHAPUSAN
SEKSI PENGELOLAAN BELANJA NON GAJI
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA
DINAS KOPERASI, UKM DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KOTA DUMAI
LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 16 TAHUN 2008
TANGGAL 11 SEPTEMBER 2008
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
KEPALA
SEKRETARIAT
SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN
UMUM
SUBBAGIAN PROGRAM, EVALUASI DAN PELAPORAN
BIDANG KOPERASI
SEKSI KELEMBAGAAN
SEKSI PENGEMBANGAN USAHA KOPERASI
BIDANG USAHA KECIL MENENGAH
SEKSI PENGEMBANGAN UKM
SEKSI PENDAFTARAN DAN PENDATAAN UKM
WALIKOTA DUMAI, Cap/dto
H. ZULKIFLI A.S.
BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
SEKSI PENGEMBANGAN POTENSI MASYARAKAT
SEKSI PENINGKATAN PERANAN KELEMBAGAAN
UNIT PELAKSANA TEKNIS
SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN
SEKSI FASILITAS PEMBIAYAAN DAN
SIMPAN PINJAM SEKSI BINA SARANA DAN PRASARANA UKM
SEKSI BANTUAN DAN KERJASAMA
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS SOSIAL KOTA DUMAI
LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 16 TAHUN 2008
TANGGAL 11 SEPTEMBER 2008
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
KEPALA
SEKRETARIAT
SUBBAGIAN ADMINISTRASI
DAN UMUM
SUBBAGIAN PROGRAM, EVALUASI DAN PELAPORAN
BIDANG REHABILITASI
SEKSI RAHABILITASI PENYANDANG SOSIAL DAN NAPZA
SEKSI REHABILITASI PENYANDANG CACAT
BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA DAN BANTUAN SOSIAL
SEKSI BANTUAN BENCANA
SEKSI BANTUAN FAKIR MISKIN
WALIKOTA DUMAI, Cap/dto H. ZULKIFLI A.S.
UNIT PELAKSANA TEKNIS
SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN
SEKSI REHABILITASI GEPENG SEKSI PERLINDUNGAN SOSIAL DAN JAMINAN SOSIAL
BIDANG PENGEMBANGAN SOSIAL
SEKSI KELEMBAGAAN SOSIAL
SEKSI PARTISIPASI SOSIAL MASYARAKAT
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA DUMAI
LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 16 TAHUN 2008
TANGGAL 11 SEPTEMBER 2008
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
KEPALA
SEKRETARIAT
SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN
UMUM
SUBBAGIAN PROGRAM, EVALUASI DAN PELAPORAN
BIDANG KEPENDUDUKAN
SEKSI PENDAFTARAN PENDUDUK
SEKSI MOBILITAS DAN PENGENDALIAN
SEKSI KELAHIRAN, PENGAKUAN ANAK DAN KEMATIAN
SEKSI PERKAWINAN, PENGESAHAN ANAK DAN PERCERAIAN
WALIKOTA DUMAI, Cap/dto H. ZULKIFLI A.S.
UNIT PELAKSANA TEKNIS
SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN
BIDANG DATA DAN INFORMASI
SEKSI PENGOLAAN DAN PENYIMPANAN DATA
SEKSI PELAYANAN INFORMASI BIDANG PENCATATAN SIPIL
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA
DINAS KEBUDAYAAN, PARIWISATA, PEMUDA DAN OLAH RAGA KOTA DUMAI
LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 16 TAHUN 2008
TANGGAL 11 SEPTEMBER 2008
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
KEPALA
SEKRETARIAT
SUBBAGIAN ADMINISTRASI DAN
UMUM
SUBBAGIAN PROGRAM, EVALUASI DAN PELAPORAN
BIDANG KEBUDAYAAN
SEKSI SENI DAN BUDAYA
SEKSI SEJARAH DAN KEPURBAKALAAN
BIDANG PARIWISATA
SEKSI PENGAWASAN OBJEK WISATA
SEKSI SARANA PARIWISATA
WALIKOTA DUMAI, Cap/dto H. ZULKIFLI A.S.
BIDANG PEMUDA DAN OLAHRAGA
SEKSI ORGANISASI PEMUDA
SEKSI PENGEMBANGAN OLAH RAGA
UNIT PELAKSANA TEKNIS
SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN
SEKSI PELESTARIAN SEKSI PROMOSI PENGEMBANGAN WISATA
SEKSI SARANA DAN PRASARANA OLAH RAGA
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA
DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN INVESTASI KOTA DUMAI
LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 16 TAHUN 2008
TANGGAL 11 SEPTEMBER 2008
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
KEPALA
SEKRETARIAT
SUBBAGIAN ADMINISTRASI
DAN UMUM
SUBBAGIAN PROGRAM, EVALUASI DAN PELAPORAN
BIDANG PERINDUSTRIAN
SEKSI INDUSTRI KIMIA, AGRO DAN HASIL HUTAN
SEKSI INDUSTRI LOGAM, MESIN, DAN ELEKTRONIKA
BIDANG PERDAGANGAN
SEKSI PERDAGANGAN DALAM NEGERI DAN PENDAFTARAN
PERUSAHAAN
SEKSI PERDAGANGAN LUAR NEGERI
WALIKOTA DUMAI, Cap/dto H. ZULKIFLI A.S.
BIDANG INVESTASI
SEKSI PELAYANAN INVESTASI
SEKSI PROMOSI DAN KERJASAMA
UNIT PELAKSANA TEKNIS
BIDANG METROLOGI DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN
SEKSI METROLOGI
SEKSI PERLINDUNGAN KONSUMEN
SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN
SEKSI PRODUKSI INDUSTRI KECIL,
ANEKA DAN INDUSTRI KERAJINAN SEKSI SARANA DAN USAHA
PERDAGANGAN SEKSI SARANA DAN PENGENDALIAN
INVESTASI
SEKSI PENGAWASAN BARANG BEREDAR
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA
DINAS PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KOTA DUMAI
LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 16 TAHUN 2008
TANGGAL 11 SEPTEMBER 2008
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
KEPALA
SEKRETARIAT
SUBBAGIAN ADMINISTRASI
DAN UMUM
SUBBAGIAN PROGRAM, EVALUASI DAN PELAPORAN
BIDANG TANAMAN PANGAN
DAN HORTIKULTURA BIDANG PENYULUHAN
SEKSI PROGRAM PENYULUHAN
SEKSI KELEMBAGAAN DAN SDM PENYULUHAN SEKSI PRODUKSI DAN
PENGEMBANGAN TANAMAN PANGAN
SEKSI PRODUKSI DAN PENGEMBANGAN HORTIKUTULA
BIDANG PERKEBUNAN
SEKSI PRODUKSI DAN PENGEMBANGAN PERKEBUNAN
SEKSI TEKNOLOGI DAN PENGOLAHAN HASIL PERKEBUNAN
WALIKOTA DUMAI, Cap/dto H. ZULKIFLI A.S.
BIDANG KETAHANAN PANGAN
SEKSI KETERSEDIAAN DAN CADANGAN PANGAN
SEKSI DISTRIBUSI DAN KEWASPADAAN PANGAN
UNIT PELAKSANA TEKNIS
SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN
SEKSI PENGKAJIAN METODE DAN TEKNOLOGI PENYULUHAN SEKSI SARANA PRASARANA
DAN PERLINDUNGAN TANAMAN SEKSI PERLINDUNGAN
PERKEBUNAN SEKSI KONSUMSI, MUTU DAN
KETAHANAN PANGAN BIDANG KEHUTANAN
SEKSI TATA PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN PERHUTANAN
SEKSI PRODUKSI, PEREDARAN DAN PENGOLAHAN HASIL HUTAN
SEKSI PENGHIJAUAN, REHABILITASI DAN PENGAMANAN HUTAN
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA
DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KOTA DUMAI
LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 16 TAHUN 2008
TANGGAL 11 SEPTEMBER 2008
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
KEPALA
SEKRETARIAT
SUBBAGIAN ADMINISTRASI
DAN UMUM
SUBBAGIAN PROGRAM, EVALUASI DAN PELAPORAN
BIDANG PERIKANAN TANGKAP DAN
PENGOLAHAAN PESISIR BIDANG PERIKANAN BUDIDAYA
SEKSI PRODUKSI DAN PEMBENIHAN
SEKSI PEMBERDAYAAN KELEMBAGAAN &
PENGEMBANGAN USAHA SEKSI PENGEMBANGAN PENANGKAPAN,
PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN KELAUTAN
SEKSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR, KONSERVASI DAN SUAKA PERIKANAN
WALIKOTA DUMAI, Cap /dto H. ZULKIFLI A.S.
BIDANG PETERNAKAN
SEKSI PEMBIBITAN TERNAK
SEKSI PRODUKSI TERNAK RUMINANSIA
UNIT PELAKSANA TEKNIS
SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN
BIDANG KESWAN DAN KESMAVET
SEKSI KESEHATAN HEWAN
SEKSI KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER
SEKSI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI
& PENGOLAHAN HASIL
SEKSI SARANA DAN PRASARANA PENGOLAHAN,
PEMASARAN DAN BINA MUTU SEKSI PRODUKSI TERNAK NON
RUMINANSIA SEKSI SARANA DAN PRASARANA VETERINER
PENJELASAN ATAS
PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR TAHUN 2008
TENTANG
PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH
I. UMUM
Dalam rangka pelaksanaan Pasal 14 ayat (1), yakni bahwa urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintah daerah untuk kabupaten/kota merupakan urusan yang berskala kabupaten/kota meliputi :
a. perencanaan dan pengendalian pembangunan;
b. perencanaan, pemanfaatan dan pengawasan tata ruang;
c. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat;
d. penyediaan sarana dan prasarana umum;
e. penanganan bidang kesehatan;
f. penyelenggaraan pendidikan;
g. penanggulangan masalah sosial;
h. pelayanan bidang ketenagakerjaan;
i. fasilitas pengembangan koperasi, usaha kecil menengah;
j. pengendalian lingkungan hidup;
k. pelayanan pertanahan;
l. pelayanan kependudukan dan catatan sipil;
m. pelayanan administrasi umum pemerintahan;
n. pelayanan administrasi penanaman modal;
o. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya; dan
p. urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang- undangan.
dan pada ayat (2) dinyatakan bahwa urusan pemerintahan kabupaten/kota yang bersifat pilihan meliputi urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatakan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan dan potensi unggulan daerah yang bersangkutan.
Selanjutnya pada Pasal 120 ayat (2) bahwa perangkat daerah kabupaten/kota terdiri atas sekretariat daerah, sekretariat DPRD, dinas daerah, lembaga teknis daerah, kecamatan dan kelurahan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2003 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2008 sebagai Petunjuk Pelaksanaan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengatur tentang organisasi perangkat daerah.
Kelembagaan pemerintahan daerah atau organisasi perangkat daerah Kota Dumai terdiri dari : organisasi sekretariat daerah yang merupakan unsur staf yang mempunyai tugas dan kewajiban membantu Walikota dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah; organisasi sekretariat DPRD merupakan unsur pelayanan terhadap DPRD dan mempinyai tugas menyelenggarakan administrasi kesekretariatan, administrasi keuangan, mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD serta menyediakan , mengkordinasikan tenaga ahli yang diperlukan DPRD, dinas daerah yang merupakan unsur pelaksana otonomi daerah yang mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah; sedangkan lembaga teknis daerah merupakan unsur pendukung tugas Walikota dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik.
Selain itu dalam melaksanakan tugas-tugasnya, Walikota dapat dibantu oleh Staf Ahli. Tugas dan Fungsi Staf Ahli ditetapkan oleh Walikota di luar tugas dan fungsi perangkat daerah.
II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1
Cukup Jelas Pasal 2
Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2)
Cukup Jelas Ayat (3)
Cukup Jelas Ayat (4)
Cukup Jelas Pasal 3
Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2)
Cukup Jelas Pasal 4
Cukup Jelas Pasal 5
Cukup Jelas Pasal 6
Cukup Jelas Pasal 7
Cukup Jelas Pasal 8
Cukup Jelas Pasal 9
Cukup Jelas Pasal 10
Cukup Jelas Pasal 11
Cukup Jelas Pasal 12
Cukup Jelas Pasal 13
Cukup Jelas Pasal 14
Cukup Jelas Pasal 15
Cukup Jelas Pasal 16
Cukup Jelas Pasal 17
Cukup Jelas Pasal 18
Cukup Jelas
Pasal 19
Cukup Jelas Pasal 20
Cukup Jelas Pasal 21
Cukup Jelas Pasal 22
Cukup Jelas Pasal 23
Cukup Jelas Pasal 24
Cukup Jelas Pasal 25
Cukup Jelas Pasal 26
Cukup Jelas
Pasal 27
Cukup Jelas Pasal 28
Cukup Jelas Pasal 29
Cukup Jelas Pasal 30
Cukup Jelas Pasal 31
Cukup Jelas Pasal 32
Cukup Jelas Pasal 33
Cukup Jelas Pasal 34
Cukup Jelas Pasal 35
Cukup Jelas Pasal 36
Cukup Jelas Pasal 37
Cukup Jelas Pasal 38
Cukup Jelas Pasal 39
Cukup Jelas Pasal 40
Cukup Jelas Pasal 41
Cukup Jelas Pasal 42
Cukup Jelas Pasal 43
Cukup Jelas Pasal 44
Cukup Jelas Pasal 45
Cukup Jelas Pasal 46
Ayat (1)
Cukup Jelas Ayat (2)
Cukup Jelas Ayat (3)
Cukup Jelas Ayat (4)
Cukup Jelas Pasal 47
Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2)
Cukup Jelas Ayat (3)
Cukup Jelas Ayat (4)
Cukup Jelas Pasal 48
Cukup Jelas Pasal 49
Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2)
Cukup Jelas Ayat (3)
Cukup Jelas Ayat (4)
Cukup Jelas
Ayat (5) Cukup Jelas Pasal 50
Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2)
Cukup Jelas Pasal 51
Cukup Jelas Pasal 52
Cukup Jelas Pasal 53
Cukup Jelas Pasal 54
Cukup Jelas
TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR