• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DEMAK TAHUN 2008 NOMOR : 7

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DEMAK TAHUN 2008 NOMOR : 7"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DEMAK TAHUN 2008 NOMOR : 7

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DEMAK NOMOR 7 TAHUN 2008

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA TEKNIS DAERAH, SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN KANTOR PELAYANAN

PERIZINAN TERPADU KABUPATEN DEMAK

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI DEMAK,

Menimbang : a. bahwa dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota dan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, dipandang perlu menyesuaikan Susunan, Kedudukan dan Tugas Pokok Perangkat Daerah Kabupaten Demak;

b. bahwa untuk maksud tersebut huruf a perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja dan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Demak ;

(2)

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja dan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Demak ;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah ;

2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok- pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republlik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok- Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890);

3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);

5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

(3)

6. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1976 tentang Perluasan Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang ( Lembaran Negara Republik Indoneesia Tahun 1976 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3079);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pedoman Satuan Polisi Pamong Praja ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4427) ;

9. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indoneesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten / Kota ( Lembaran Negara Republik Indoneesia Tahun 2007 Nomor 87, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);

12. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan dan Penyebarluasan Peraturan Perundang-undangan ;

13. Peraturan Daerah Kabupaten Demak Nomor 12 Tahun 2007 tentang Lembaran Daerah dan Berita Daerah ( Lembaran Daerah Kabupaten Demak Tahun 2007 Nomor 12 );

(4)

14. Peraturan Daerah Kabupaten Demak Nomor 2 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah Kabupaten Demak ( Lembaran Daerah Kabupaten Demak Tahun 2008 Nomor 2 ).

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN DEMAK

Dan BUPATI DEMAK

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA TEKNIS DAERAH, SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN DEMAK

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Demak;

2. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah;

3. Pemerintahan Daerah adalah Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut azas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ;

4. Bupati adalah Bupati Demak;

5. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Demak ; 6. Perangkat Daerah adalah unsur pembantu Kepala Daerah dalam

penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan dan Kelurahan ;

(5)

7. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Demak;

8. Lembaga Teknis Daerah adalah unsur pendukung Kepala Daerah yang dapat berbentuk Badan, Inspektorat, Kantor, Rumah Sakit Umum Daerah;

9. Satuan Polisi Pamong Praja yang selanjutnya disingkat SATPOL PP adalah perangkat pemerintah daerah dalam memelihara dan menyelenggarakan ketenteraman dan ketertiban umum serta menegakkan Peraturan Daerah;

10. Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu adalah lembaga yang menyelenggarakan pelayanan perizinan dilingkungan pemerintah Kabupaten Demak;

11. Unit Pelaksana Teknis Badan yang selanjutnya disingkat UPTB adalah Unit Pelaksana Teknis Badan Kabupaten Demak ;

12. Kelompok Jabatan Fungsional adalah Kelompok Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh Pejabat yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan profesi, keahlian dan atau ketrampilan tertentu yang bersifat mandiri dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas;

BAB II PEMBENTUKAN

Pasal 2 Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk : 1. Lembaga Teknis Daerah terdiri dari :

a. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah;

b. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana;

c. Badan Kepegawaian Daerah;

d. Inspektorat ;

e. Kantor Pendidikan dan Pelatihan, dan Penelitian dan Kengembangan;

f. Kantor Lingkungan Hidup;

g. Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;

h. Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat;

i. Kantor Perpustakaan dan Arsip;

j. Kantor Penanaman Modal;

k. Kantor Ketahanan Pangan;

l. Rumah Sakit Umum Daerah Sunan Kalijaga;

(6)

2. Satuan Polisi Pamong Praja;

3. Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu.

BAB III

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Bagian Kesatu

Susunan Organisasi Pasal 3

(1) Susunan Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah terdiri dari :

a. Kepala ;

b. Sekretariat yang membawahi;

1. Sub Bagian Program ; 2. Sub Bagian Keuangan;

3. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

c. Bidang Statistik, Monitoring dan Evaluasi, terdiri dari : 1. Sub Bidang Statistik,

2. Sub Bidang Monitoring dan Evaluasi.

d. Bidang Ekonomi, terdiri dari : 1. Sub Bidang Pertanian;

2. Sub Bidang Industri, Perdagangan, Koperasi dan Pariwisata.

e. Bidang Pemerintahan dan Sosial Budaya, terdiri dari : 1. Sub Bidang Pemerintahan;

2. Sub Bidang Sosial Budaya.

f. Bidang Fisik dan Prasarana, terdiri dari :

1. Sub Bidang Prasarana Perhubungan, Pariwisata dan Pengairan;

2. Sub Bidang Prasarana Sosial Ekonomi dan Pemukiman.

g. Unit Pelaksana Teknis Badan;

h. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Bagan Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

(7)

Bagian Kedua Kedudukan

Pasal 4

(1) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah merupakan unsur pendukung tugas Bupati di bidang perencanaan pembangunan daerah .

(2) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Bagian Ketiga Tugas Pokok

Pasal 5

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan Daerah.

BAB IV

BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN KELUARGA BERENCANA

Bagian Kesatu Susunan Organisasi

Pasal 6

(1) Susunan Organisasi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana terdiri dari :

a. Kepala ;

b. Sekretariat yang membawahi : 1. Sub Bagian Program;

2. Sub Bagian Keuangan;

3. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

c. Bidang Ekonomi Masyarakat, terdiri dari : 1. Sub Bidang Usaha Ekonomi Masyarakat;

2. Sub Bidang Pemberdayaan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna.

(8)

d. Bidang Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat, terdiri dari : 1. Sub Bidang Penguatan Kelembagaan dan Pengembangan

Partisipasi Masyarakat;

2. Sub Bidang Pemberdayaan Adat dan Pengembangan Kehidupan Sosial Budaya.

e. Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, terdiri dari :

1. Sub Bidang Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi;

2. Sub Bidang Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga.

f. Bidang Peningkatan Partisipasi Institusi, terdiri dari :

1. Sub Bidang Komunikasi, Informasi , Edukasi dan Advokasi;

2. Sub Bidang Pergerakan Partisipasi Masyarakat dan Institusi.

g. Unit Pelaksana Teknis Badan;

h. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Bagan Organisasi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Bagian Kedua Kedudukan

Pasal 7

(1) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana merupakan unsur pendukung tugas Bupati di bidang pemberdayaan masyarakat dan Keluarga Berencana.

(2) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Bagian Ketiga Tugas Pokok

Pasal 8

Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang pemberdayaan masyarakat, dan Keluarga Berencana.

(9)

BAB V

BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH Bagian Kesatu

Susunan Organisasi Pasal 9

(1) Susunan Organisasi Badan Kepegawain Daerah terdiri dari : a. Kepala ;

b. Sekretariat yang membawahi : 1. Sub Bagian Program;

2. Sub Bagian Keuangan;

3. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

c. Bidang Pengembangan Kepegawaian, terdiri dari : 1. Sub Bidang Formasi;

2. Sub Bidang Jabatan.

d. Bidang Mutasi Kepegawaian, terdiri dari :

1. Sub Bidang Pengangkatan dan Kepangkatan;

2. Sub Bidang Pemindahan, Pemberhentian dan Pensiun.

e. Bidang Umum Kepegawaian, terdiri dari : 1. Sub Bidang Pembinaan Pegawai;

2. Sub Bidang Kesejahteraan Pegawai.

f. Unit Pelaksana Teknis Badan;

g. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Bagan Organisasi Badan Kepegawaian Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Bagian Kedua Kedudukan

Pasal 10

(1) Badan Kepegawaian Daerah merupakan unsur pendukung tugas Bupati di bidang kepegawaian.

(2) Badan Kepegawaian Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Dearah.

(10)

Bagian Ketiga Tugas Pokok

Pasal 11

Badan Kepegawaian Daerah mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang kepegawaian.

BAB VI INSPEKTORAT

Bagian Kesatu Susunan Organisasi

Pasal 12

(1) Susunan Organisasi Inspektorat Kabupaten terdiri dari : a. Inspektur;

b. Sekretariat yang membawahi : 1. Sub Bagian Perencanaan;

2. Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan;

3. Sub Bagian Administrasi dan Umum . c. Inspektur Pembantu Wilayah I terdiri dari :

1. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pembangunan;

2. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pemerintahan;

3. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Kemasyarakatan.

d. Inspektur Pembantu Wilayah II terdiri dari :

1. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pembangunan;

2. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pemerintahan;

3. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Kemasyarakatan.

e. Inspektur Pembantu Wilayah III terdiri dari :

1. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pembangunan;

2. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pemerintahan;

3. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Kemasyarakatan.

f. Inspektur Pembantu Wilayah IV terdiri dari :

1. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pembangunan;

2. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pemerintahan;

3. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Kemasyarakatan.

g. Kelompok Jabatan Fungsional.

(11)

h. Penentuan wilayah kerja masing-masing Inspektur Pembantu akan diatur lebih lanjut oleh Bupati.

(2) Bagan Organisasi Inspektorat sebagaimana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Bagian Kedua Kedudukan

Pasal 13

(1) Inspektorat adalah merupakan unsur pendukung tugas Bupati dibidang Pengawasan.

(2) Inspektorat dipimpin oleh seorang Inspektur yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati dan secara teknis administratif mendapat pembinaan dari Sekretaris Daerah

Bagian Ketiga Tugas Pokok

Pasal 14

Inspektorat mempunyai tugas pokok melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di Daerah, pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelaksanaan urusan pemerintahan desa.

BAB VII

KANTOR PENDIDIKAN DAN PELATIHAN, DAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

Bagian Kesatu Susunan Organisasi

Pasal 15

(1) Susunan Organisasi Kantor Pendidikan dan Pelatihan, dan Penelitian dan Pengembangan terdiri dari :

a. Kepala ;

b. Sub Bag Tata Usaha;

c. Seksi Program ;

d. Seksi Pendidikan dan Pelatihan;

e. Seksi Penelitian dan Pengembangan;

f. Kelompok Jabatan Fungsional.

(12)

(2) Bagan Organisasi Kantor Pendidikan dan Pelatihan, dan Penelitian dan Pengembangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran V yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Bagian Kedua Kedudukan

Pasal 16

(1) Kantor Pendidikan dan Pelatihan, dan Penelitian dan Pengembangan merupakan unsur pendukung tugas Bupati di bidang pendidikan dan, pelatihan, dan penelitian dan pengembangan.

(2) Kantor Pendidikan dan Pelatihan, dan Penelitian dan Pengembangan dipimpin oleh seorang Kepala Kantor yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Bagian Ketiga Tugas Pokok

Pasal 17

Kantor Pendidikan dan Pelatihan, dan Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusuan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang pendidikan dan pelatihan, dan penelitihan dan pengembangan.

BAB VIII

KANTOR LINGKUNGAN HIDUP Bagian Kesatu

Susunan Organisasi Pasal 18

(1) Susunan Organisasi Kantor Lingkungan Hidup terdiri dari : a. Kepala ;

b. Sub Bagian Tata Usaha;

c. Seksi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ; d. Seksi Pengawasan dan Pengendalian;

e. Seksi Pemantauan dan Pemulihan.

f. Kelompok Jabatan Fungsional.

(13)

(2) Bagan Organisasi Kantor Lingkungan Hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran VI yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Bagian Kedua Kedudukan

Pasal 19

(1) Kantor Lingkungan Hidup merupakan unsur pendukung tugas Bupati di bidang lingkungan hidup.

(2) Kantor Lingkungan Hidup dipimpin oleh seorang Kepala Kantor yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Bagian Ketiga Tugas Pokok

Pasal 20

Kantor Lingkungan Hidup mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang lingkungan hidup.

BAB IX

KANTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Bagian Kesatu Susunan Organisasi

Pasal 21

(1) Susunan Organisasi Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terdiri dari :

a. Kepala ;

b. Sub Bagian Tata Usaha;

c. Seksi Pengarusutamaan gender;

d. Seksi Kualitas hidup dan perlindungan perempuan;

e. Seksi Perlindungan Anak;

f. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Bagan Organisasi Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

(14)

tercantum dalam Lampiran VII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Bagian Kedua Kedudukan

Pasal 22

(1) Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak merupakan unsur pendukung tugas Bupati di bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

(2) Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dipimpin oleh seorang Kepala Kantor yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Bagian Ketiga Tugas Pokok

Pasal 23

Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang Pemberdayaan Perempuan.

BAB X

KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT

Bagian Kesatu Susunan Organisasi

Pasal 24

(1) Susunan Organisasi Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat terdiri dari :

a. Kepala ;

b. Sub Bagian Tata Usaha;

c. Seksi Kesatuan Bangsa dan Politik;

d. Seksi Hubungan Antar Lembaga;

e. Seksi Perlindungan Masyarakat f. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Bagan Organisasi Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

(15)

tercantum dalam Lampiran VIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Bagian Kedua Kedudukan

Pasal 25

(1) Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat merupakan unsur pendukung tugas Bupati di bidang Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat.

(2) Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat dipimpin oleh Kepala Kantor yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Bagian Ketiga Tugas Pokok

Pasal 26

Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang kesatuan bangsa, politik dan perlindungan masyarakat.

BAB XI

KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP Bagian Kesatu

Susunan Organisasi Pasal 27

(1) Susunan Organisasi Kantor Perpustakaan dan Arsip terdiri dari : a. Sub Bagian Tata Usaha;

b. Kepala ;

c. Seksi Perpustakaan;

d. Seksi Kearsipan;

e. Seksi Pembinaan dan Pengembangan.

f. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Bagan Organisasi Kantor Perpustakaan dan Arsip sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran IX yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

(16)

Bagian Kedua Kedudukan

Pasal 28

(1) Kantor Perpustakaan dan Arsip merupakan unsur pendukung tugas Bupati di bidang perpustakaan dan arsip.

(2) Kantor Perpustakaan dan Arsip dipimpin oleh seorang Kepala Kantor yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Bagian Ketiga Tugas Pokok

Pasal 29

Kantor Perpustakaan dan Arsip mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perpustakaan dan kearsipan.

BAB XII

KANTOR PENANAMAN MODAL Bagian Kesatu

Susunan Organisasi Pasal 30

(1) Susunan Organisasi Kantor Penanaman Modal terdiri dari : a. Kepala ;

b. Sub Bagian Tata Usaha;

c. Seksi Pelayanan dan Pendataan;

d. Seksi Promosi;

e. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Bagan Organisasi Kantor Penanaman Modal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran X yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Bagian Kedua Kedudukan

Pasal 31

(1) Kantor Penanaman Modal merupakan unsur pendukung tugas Bupati di bidang penanaman modal.

(17)

(2) Kantor Penanaman Modal dipimpin oleh seorang Kepala Kantor yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Bagian Ketiga Tugas Pokok

Pasal 32

Kantor Penanaman Modal mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang penanaman modal.

BAB XIII

KANTOR KETAHANAN PANGAN Bagian Kesatu

Susunan Organisasi Pasal 33

(1) Susunan Organisasi Kantor Ketahanan Pangan terdiri dari : a. Kepala ;

b. Sub Bagian Tata Usaha;

c. Seksi Pengkajian dan Ketersediaan Pangan;

d. Seksi Distribusi Pangan ; e. Seksi Keamanan Pangan ; f. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Bagan Organisasi Kantor Ketahanan Pangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran XI yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Bagian Kedua Kedudukan

Pasal 34

(1) Kantor Ketahanan Pangan merupakan unsur pendukung tugas Bupati bidang ketahanan pangan.

(2) Kantor Ketahanan Pangan dipimpin oleh seorang Kepala Kantor yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

(18)

Bagian Ketiga Tugas Pokok

Pasal 35

Kantor Ketahanan Pangan mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang ketahanan pangan.

BAB XIV

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SUNAN KALIJAGA Bagian Kesatu

Susunan Organisasi Pasal 36

(1) Susunan Organisasi Rumah Sakit Umum Sunan Kalijaga terdiri dari:

a. Direktur;

b. Bagian Tata Usaha yang membawahi : 1. Sub Bagian Program;

2. Sub Bagian Keuangan; dan

3. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

c. Bidang Pelayanan, terdiri dari : 1. Seksi Pelayanan Medis ;

2. Seksi Pelayanan Penunjang Medis dan Non Medis.

d. Bidang Perawatan, terdiri dari :

1. Seksi Asuhan Keperawatan dan Pelayanan Perawatan;

2. Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia Keperawatan.

e. Bidang Pemasaran dan Rekam Medik , terdiri dari : 1. Seksi Pemasaran;

2. Seksi Rekam Medik.

f. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Bagan Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Sunan Kalijaga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran XII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

(19)

Bagian Kedua Kedudukan

Pasal 37

(1) Rumah Sakit Umum Daerah Sunan Kalijaga merupakan unsur pendukung tugas Bupati di bidang pelayanan kesehatan

(2) Rumah Sakit Umum Daerah Sunan Kalijaga dipimpin oleh seorang Direktur yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

(3) Rumah Sakit Umum Daerah Sunan Kalijaga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Rumah Sakit Umum Daerah Kelas C.

Bagian Ketiga Tugas Pokok

Pasal 38

Rumah Sakit Umum Daerah Sunan Kalijaga mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang pelayanan kesehatan.

BAB XV

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA Bagian Kesatu

Susunan Organisasi Pasal 39

(1) Susunan Organisasi Satuan Polisi Pamong Praja terdiri dari : a. Kepala ;

b. Sub Bagian Tata Usaha;

c. Seksi Operasional dan Pengawasan Ketertiban Umum;

d. Seksi Penyuluhan Pengembangan;

e. Seksi Penegakan Peraturan Daerah;

f. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Bagan Organisasi Satuan Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran XIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

(20)

Bagian Kedua Kedudukan

Pasal 40

(1) Satuan Polisi Pamong Praja merupakan unsur pendukung tugas Bupati di bidang penegakan Peraturan Daerah, penyelenggara ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

(2) Satuan Polisi Pamong Praja dipimpin oleh seorang Kepala Satuan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Bagian Ketiga Tugas Pokok

Pasal 41

Satuan Polisi Pamong Praja mempunyai tugas pokok menegakkan Peraturan Daerah, penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat di daerah.

BAB XVI

KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU Bagian Kesatu

Susunan Organisasi Pasal 42

(1) Susunan Organisasi Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu, terdiri dari :

a. Kepala Sekretariat, yang karena jabatannya merangkap sebagai Kepala Kantor ;

b. Sub Bagian Tata Usaha;

c. Seksi Pelayanan ; d. Seksi Penetapan ; e. Seksi Data;

f. Tim Teknis ;

g. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Bagan Organisasi Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran XIV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

(21)

Bagian Kedua Kedudukan

Pasal 43

(1) Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu merupakan unsur pendukung tugas Bupati dibidang pelayanan perizinan secara terpadu.

(2) Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dipimpin oleh seorang Sekretaris yang karena jabatannya merangkap sebagai Kepala Kantor, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Bagian Ketiga Tugas Pokok

Pasal 44

Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu mempunyai tugas pokok melaksanakan koordinasi dan menyelenggarakan pelayanan administrasi di bidang perizinan secara terpadu dengan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, simplikasi, keamanan dan kepastian di daerah.

BAB XVII

UNIT PELAKSANA TEKNIS BADAN Pasal 45

(1) Pada Lembaga Teknis Daerah yang berbentuk Badan dapat dibentuk Unit Pelasana Teknis Badan (UPTB).

(2) UPTB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang yang mempunyai wilayah kerja 1 (satu) atau beberapa Kecamatan.

(3) Bagan Organisasi UPTB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran XV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

(22)

BAB XVIII

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 46

(1) Kelompok jabatan fungsional dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior selaku koordinator yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Lembaga Teknis Daerah dan/atau Kepala UPTB yang bersangkutan.

(2) Kelompok jabatan fungsional dapat dibagi ke dalam sub kelompok- sub kelompok sesuai dengan kebutuhan dan masing-masing dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior.

(3) Jumlah tenaga fungsional ditentukan berdasarkan sifat, jenis dan beban kerja yang ada.

(4) Pembinaan terhadap tenaga fungsional dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB XIX E S E L O N

Pasal 47

(1) Kepala Badan, Inspektur merupakan jabatan struktural eselon IIb.

(2) Kepala Kantor, Kepala Satuan, Direktur Rumah Sakit Umum Sunan Kalijaga, Inspektur Pembantu merupakan jabatan struktural eselon IIIa.

(3) Kepala Bidang pada Badan, Kepala Bagian dan Kepala Bidang pada Rumah Sakit Umum Daerah adalah struktural eselon IIIb.

(4) Kepala Seksi, Sub Bagian, Kepala Sub Bidang dan Kepala UPTB merupakan jabatan struktural eselon IVa.

(5) Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada UPTB merupakan jabatan struktural eselon IVb.

BAB XX

KETENTUAN PERALIHAN Pasal 48

(1) Kepala Bidang pada Badan yang telah menduduki jabatan struktural eselon IIIa sebelum Peraturan Daerah ini diundangkan tetap diberikan hak kepegawaian dan hak administrasi lainnya dalam jabatan struktural eselon IIIa.

(23)

(2) Kepala Bidang pada Badan yang telah menduduki jabatan struktural eselon IIIa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) apabila dimutasikan menjadi Kepala Bidang pada Dinas Daerah/Badan pada Perangkat daerah tetap diberikan hak kepegawaian dan hak administrasi lainnya dalam jabatan struktural eselon IIIa.

BAB XXI

KETENTUAN PENUTUP Pasal 49

Terhadap Pelaksanaan Peraturan Daerah ini akan dilakukan evaluasi selambat-lambatnya 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal diundangkan.

Pasal 50

Pada saat berlakunya Peraturan Daerah ini maka :

1. Peraturan Daerah Kabupaten Demak Nomor 4 Tahun 2001 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak ( Lembaran Daerah Kabupaten Demak tahun 2001 Nomor 4 Seri D Nomor 4 );

2. Peraturan Daerah Kabupaten Demak Nomor 9 Tahun 2002 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Pemeliharaan dan Perawtan Jalan/Jembatan,Gedung Pemerintah Kabupaten Demak ( Lembaran Daerah Kabupaten Demak tahun 2002 Nomor 11 Seri D Nomor 6 );

3. Peraturan Daerah Kabupaten Demak Nomor 27 Tahun 2002 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Koperasi dan UKM Kabupaten Demak ( Lembaran Daerah Kabupaten Demak tahun 2002 Nomor 29 Seri D Nomor 13 );

4. Peraturan Daerah Kabupaten Demak Nomor 28 Tahun 2002 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pengelolaan Pasar Daerah Kabupaten Demak ( Lembaran Daerah Kabupaten Demak tahun 2002 Nomor 30 Seri D Nomor 14 );

5. Peraturan Daerah Kabupaten Demak Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Demak ( Lembaran Daerah Kabupaten Demak tahun 2002 Nomor31 Seri D Nomor 14 );;

6. Peraturan Daerah Kabupaten Demak Nomor 8 Tahun 2004 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor

(24)

Cacatan Sipil Kabupaten Demak ( Lembaran Daerah Kabupaten Demak tahun 2004 Nomor 8 Seri D Nomor 1 );;

7. Peraturan Daerah Kabupaten Demak Nomor 13 Tahun 2007 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana Kabupaten Demak ( Lembaran Daerah Kabupaten Demak tahun 2007 Nomor 13 );

Dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 51

Penjabaran tugas pokok, fungsi dan hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini, sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya, akan diatur lebih lanjut oleh Bupati.

Pasal 52

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Demak.

Ditetapkan di Demak

pada tanggal 28 April 2008

BUPATI DEMAK

CAP & TTD

T A F T A Z A N I Diundangkan di Demak

pada tanggal 28 April 200

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN DEMAK

CAP & TTD

POERWONO SASMITO

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DEMAK TAHUN 2008 NOMOR 7.

(25)

PENJELASAN ATAS

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DEMAK NOMOR 7 TAHUN 2008

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA TEKNIS DAERAH, SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN KANTOR PELAYANAN

PERIZINAN TERPADU KABUPTEN DEMAK

I. UMUM

Untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005, perlu dibentuk perangkat daerah. Di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, ditegaskan bahwa perangkat daerah terdiri dari unsur staf yang mempunyai tugas membantu penyusunan kebijakan dan koordinasi yang diwadahi oleh sekretariat, unsur pengawas yang diwadahi dalam bentuk inspektorat, unsur perencana yang diwadahi dalam bentuk badan, unsur pendukung tugas Bupati dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah bersifat spesifik diwadahi dalam lembaga teknis daerah dan unsur pelaksana urusan daerah yang diwadahi dalam Dinas Daerah .

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tersebut, bahwa prinsip yang dipergunakan dalam penyusunan organisasi perangkat daerah adanya urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah yaitu urusan wajib dan urusan pilihan.

Meskipun demikian tidak mutlak bahwa setiap urusan harus selalu diwadahi ke dalam organisasi perangkat daerah tersendiri.

Dalam menentukan besaran organisasi perangkat daerah, diharuskan untuk mempertimbangkan pada aspek keuangan masing-masing daerah, kebutuhan daerah, cakupan tugas yang meliputi sasaran tugas yang harus diwujudkan, jenis dan banyaknya tugas, luas wilayah kerja dan kondisi geografis, jumlah dan kepadatan penduduk, sarana dan prasarana penunjang tugas.

(26)

Berdasarkan hasil nilai variabel penetapan besaran organisasi perangkat daerah, Kabupaten Demak termasuk daerah yang dapat menerapkan pola maksimal, sehingga dimungkinkan dapat membentuk sekretariat daerah dengan 4 asisten, dinas daerah sampai dengan 18 dan lembaga teknis daerah sampai dengan 12 tetapi dalam rangka efisiensi, efektivitas dan rasionalitas sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah, maka dengan mengutamakan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplikasi antar perangkat daerah, Pemerintah Kabupaten Demak tidak memaksimalkan besaran organisasi perangkat daerah.

Perubahan yang relatif mencolok dalam penataan organisasi teknis daerah adalah :

a. Perubahan nomenklatur Kepala Bagian Tata Usaha menjadi Sekretaris;

b. Perubahan penurunan eselon pada Kepala Bidang, yang semula eselon IIIa menjadi eselon IIIb.

Namun demikian untuk mewujudkan iklim sejuk di kalangan pejabat yang menduduki jabatan Kepala Bidang, maka ketentuan peralihan dalam Peraturan Daerah diatur sebagai berikut :

a. Kepala Bidang pada Lembaga Teknis Daerah yang telah menduduki jabatan struktural sebelum Peraturan Daerah ini diundangkan tetap diberikan hak kepegawaian dan hak administrasi lainnya dalam jabatan struktural eselon IIIa.

b. Kepala Bidang pada Lembaga Teknis Daerah yang telah menduduki jabatan struktural eselon IIIa sebagaimana dimaksud pada huruf a apabila dimutasikan menjadi Kepala Bidang pada Dinas Daerah/Badan pada Perangkat Daerah tetap diberikan hak kepegawaian dan hak administrasi lainnya dalam jabatan struktural eselon IIIa.

II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1

cukup jelas Pasal 2

cukup jelas Pasal 3

cukup jelas Pasal 4

cukup jelas

(27)

Pasal 5

cukup jelas Pasal 6

cukup jelas Pasal 7

cukup jelas Pasal 8

cukup jelas Pasal 9

cukup jelas Pasal 10

cukup jelas Pasal 11 cukup jelas Pasal 12

cukup jelas Pasal 13 cukup jelas Pasal 14

cukup jelas Pasal 15

cukup jelas Pasal 16

cukup jelas Pasal 17 cukup jelas Pasal 18

cukup jelas Pasal 19 cukup jelas Pasal 20

cukup jelas Pasal 21

cukup jelas Pasal 22

cukup jelas

Pasal 23

cukup jelas Pasal 24

cukup jelas

(28)

Pasal 25

cukup jelas Pasal 26

cukup jelas Pasal 27

cukup jelas Pasal 28

cukup jelas Pasal 29

cukup jelas Pasal 30

cukup jelas Pasal 31

cukup jelas Pasal 32

cukup jelas Pasal 33

cukup jelas Pasal 34

cukup jelas Pasal 35

cukup jelas Pasal 36

cukup jelas Pasal 37

cukup jelas Pasal 38

cukup jelas Pasal 39

cukup jelas Pasal 40

cukup jelas Pasal 41

cukup jelas Pasal 42

cukup jelas Pasal 43

cukup jelas Pasal 44

cukup jelas Pasal 45

cukup jelas

(29)

Pasal 46

cukup jelas Pasal 47

cukup jelas Pasal 48

cukup jelas Pasal 49

cukup jelas

Pasal 50

cukup jelas Pasal 51

cukup jelas Pasal 52

cukup jelas

TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DEMAK NOMOR 7.

Referensi

Dokumen terkait

balik menggunakan pengontrol nonlinier seperti pengontrol information state ataupun pengontrol certainty equivalence tidak dapat diterapkan pada sistem nonlinier secara

Adanya peningkatan secara populasi tersebut mengindikasikan transfer daya tahan terhadap KHV antar populasi ikan mas rajadanu hasil seleksi dapat berjalan dengan

Kenyamanan suhu ruangan, cahaya yang memadai, bebas debu, serta peralatan kerja yang ergonomik akan menciptakankan lingkungan kerja yang kondusif dan membentuk tenaga

Untuk mendapatkan data yang valid dan dapat diperoleh sekaligus dapat dipertanggungjawabkan dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengambilan data sebagai

Industri jasa seperti Biro Perjalanan Wisata sangat mementingkan kualitas pelayanan yang diberikan oleh stafnya, begitu juga dengan Ekapari Tour yang sangat memperhatikan

Dari gambar pola retak hasil pengujian, perbedaan pola retak untuk variasi volume bata ringan dengan mutu yang sama belum terlihat namun perbedaan pola retak

Dengan begitu, penelitian ini diarahkan untuk tujuan mengetahui apakah ada pengaruh pemberian penguatan terhadap hasil belajar lompat tinggi gaya flop pada mahasiswa Prodi

Secara umum beberapa masalah, antara lain (1) masih banyak ditemukan guru bahasa Jawa di sekolah di wilayah kita yang tidak berasal dari bidang studi bahasa Jawa, sementara