• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

35 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini telah dilaksanakan di Komunitas Uwit ArtSpace Salatiga, yang beralamatkan disusun Togetan Gang 1, Jalan Suropati No. 565 B, Mangunsari, Kec. Sidomukti, Salatiga, Jawa Tengah 50721. Pada bulan Oktober tahun 2019 sampai dengan Maret 2020. Adapun alasan dipilihnya tempat penelitian ini beberapa di antaranya adalah :

1. Komunitas Uwit Art SpaceSalatiga merupakan salah satu wadah seniman muda Salatiga untuk berkesenian dan melestarikan budaya.

2. Komunitas Uwit Art Space Salatigaterdapat kegiatan belajar bersama tentang seni grafis terutama cetak tinggiyang jarang diajarkan di sekolah formal dan memiliki nilai ekonomis.

Tabel 3. 1 Jadwal Penelitian Tahun Bulan Minggu

ke-1

Minggu ke-2

Minggu ke-3

Minggu ke-4

2019

Oktober Observasi Tempat Penelitian November Pengajuan Judul Penyusunan

proposal Desember Penyusunan Proposal

2020

Januari Proposal Penelitian

Februari Penelitian

Maret Penelitian Mengolah Data

commit to user

(2)

B. Metode dan Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif bisa menghasilkan informasi yang deskriptif yaitu memberikan gambaran yang menyeluruh dan jelas terhadap situasi sosial yang diteliti, komparatif berbagai peristiwa dari situasi sosial satu dengan situasi sosial yang lain atau dari waktu tertentu dengan waktu yang lain; atau dapat menemukan pola- pola hubungan antara aspek tertentu dengan aspek yang lain, dan dapat menemukan hipotesis dan teori (Sugiyono 2013: 21).

Penelitian ini menggunakan strategi tunggal terpancang. Maksudnya, tunggal karena penelitian diadakan pada satu lokasi saja dan disebut terpancang karena sebelum diadakan penelitian sudah direncanakan, apa yang diteliti dibatasi pada perumusan masalah yang menjadi objek kajian. Fokus dalam penelitian ini adalah masalah proses pembelajaran seni grafis cetak tinggi yang di aplikasikan ke dalam berbagai media dan teknik dan hasil karya sebagai interpretasi dari minat dan antusias . Bentuk penelitian ini didukung dengan beberapa sampel karya seni grafis cetak tinggi dari peserta didik, yang diharapkan mampu memberikan informasi serta gambaran tentang tingkat antusias dan minat.

C. Data dan Sumber Data

Data inti yang dikumpulkan dalam penelitian kualitatif adalah perilaku yang nyata berupa penglihatan, pendengaran, pengajuan pertanyaan, dan pengumpulan benda-benda (Gunawan, 2015: 142). Bila dilihat dari sumbernya, data dapat dibagi menjadi sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen (Sugiyono, 2013: 62). Adapun sumber data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Informan (narasumber), merupakan sumber utama didalam penelitian dimana informan yang dikenal sebagi responden dalam penelitian.

Informan dalam penelitian ini adalah Wahyu Setyawan, selaku pengajar/pengajar dalam proses pembelajaran seni grafis cetak tinggi yang commit to user

(3)

memiliki latar pendidikan lulusan Sekolah Menengah Atas(SMA), Wahyu Setyawan merupakan pegiat seni grafis cetak tinggi terutama di wilayah salatiga sekitar kurang lebih 6 tahun yang berusia 26 tahun dan informnkedua ketua dari Komunitas Uwit Art Space, yaitu Bram Kusuma yang berusia 30 tahun lulusan dari ISI Yogyakarta jurusan DKV.

2. Tempat dan peristiwa. Tempat penelitian ini adalah di galeri Komunitas Uwit Art Space Salatiga. Peristiwa yang di amati adalah proses pembelajaran pengajar dan peserta didik selama pembuatan karya seni grafis cetak tinggi.

3. Arsip-arsip, dokumen, foto, video, serta karya seni grafis cetak tinggi yang diterapkan berbagai media seperti yang merangkum informasi maupun catatan yang berkaitan dengan penelitian.

D. Teknik Pengambilan Subjek Penelitian

Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif (Margono, 2005: 125). Penelitian ini berupa penelitian naturalistik atau alamiah, maka teknik sampling yang digunakan purposive sampling, yaitu pengasumsian sampel hanya benar-benar hubungan langsung dengan hal yang sedang diteliti.

Sutopo (2002: 36) berpendapat, “cuplikan dalam kualitatif lebih cenderung bersifat purposive(bertujuan) pada kelengkapan maupun ke dalam data yang diperoleh bagi peneliti. Jadi, dalam pengambilan cuplikan langsung mengarah pada informan yang lebih tahu tentang kedalam data. Pemilihan sampel diarahkan pada sumber data yang dipandang memiliki data yang penting yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang diteliti.

Berdasarkan penjabaran diatas, maka peniliti secara umum menggunakan teknik sampling yang bersifat selektif dengan menggunakan, karakteristik empiris yang dihadapi, dan lain-lain. Karena peneliti mengambil sampel berdasarkan beberapa pertimbangan tertentu maka teknik penelitian bersifat purposive sampling. Dalam teknik purposive sampling peneliti lebih selektif dalam memilih commit to user

(4)

informan yang dianggap mengetahui informasi mendalam. Namun, pemilihan informan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kemantapan peneliti dalam memperoleh data yang diperlukan. Teknik sampilng semacam ini dapat disebut internal sampling dimana keputusan dapat diambil begitu peneliti mempunyai suatu pemikiran yang muncul mengenai yang sedang dipelajari, dengan siapa akan berbicara, kapan perlu melakukan observasi yang tepat dan berapa jumlah objek serta dokumen yang ditelaah.

E. Teknik Pengumpulan Data

Pada penyajiannya sudah dijelaskan seperti diatas bahwa penelitian ini bersifat deskriptif dimana data yang diperoleh dan digunakan dilakukan melalui teknik pengumpulan data sebagai berikut:

1. Observasi

Arikunto (2002) menyatakan bahwa, observasi merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan secara teliti, serta pencatatan secara sistematis (Gunawan, 2015:143).

Penelitian ini menggunakan observasi langsung atau dengan pengamatan langsung dimana peneliti melakukan pengamatan langsung mengenai proses pembelajaran seni grafis cetak tinggi pada remaja di Komunitas Uwit Art Space Salatiga, mulai dari persiapan materi, penyampaian materi, hingga proses evaluasi.

2. Wawancara

Interview atau wawancara adalah alat pengumpul informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula. (Margono, 2005: 165).

Jenis wawancara yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan konsep tidak terstruktur dan bersifat (open-ended). Hal ini dimasudkan untuk menggali informasi pandangan subyek yang diteliti dengan menciptakan suasana akrab dan nyaman sehingga informasi yang diperolehlebih rinci, jujr dan mendalam. Wawancara dalam penelitian ini dilakukan dengan Wahyu Setyawan sebagai pengajar dan peserta didik mayoritas remaja. commit to user

(5)

3. Dokumentasi

Dokumen merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, baik berupa sumber tertulis, film, gambar (foto), dan karya-karya monumental, yang semuanya itu memberikan informasi bagi proses penelitian (Gunawan, 2015: 178). Data dokumentasi digunakan dengan tujuan untuk membuktikan data dan mengulas kembali selama melakukan pengamatan proses pembelajaran materi ragam hias pada media kain.

Dalam penelitian ini dokumentasi yangdigunakan adalah data yang berhubungan dengan proses pembelajaran materi seni grafis cetak tinggi, berupa foto pada saat proses pembelajaran berlangsung, proses pembuatan karya cetak tinggi oleh peserta didik, maupun foto hasil karya seni grafis cetak tinggi.

F. Teknik Uji Validitas Data

Data yang valid adalah data “yang tidak berbeda” antar data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian (Sugiyono, 2013: 117). Sehingga berkaitan dengan keabsahan data yang diperoleh dalam penelitian tentunya peneliti perlu menguji dahulu informasi data yang diperoleh.

1. Triangulasi Data

Triangulasi sebagai teknik pemeriksaan keabsahan data dengan cara memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu sendiri, untuk keperluan pengecekan data atau sebagai pembanding terhadap data itu (Gunawan, 2015:

219).

Untuk memperoleh data yang valid dalam penelitian ini, peneliti mengkaji kembali data yang diperoleh yaitu berupa dokumen dan arsip seperti materi pembelajaran, foto kegiatan pembelajaran dan karya peserta didik.

Selanjutnya, diuji kembali melalui wawancara dengan informan terkait. Hal ini dilakukan untuk memperoleh kecocokan data antara dokumen arsip dan yang diperoleh dengan informan, sehingga semakin memperjelas fakta yang ada

dilapangan. commit to user

(6)

2. Review Informan

Review informan dilakukan untuk menambah data dimana data yang sudah terkumpul ditanyakan kembali kepada informan kunci (key informant), sehingga diperoleh data yang telah disetujui sebagai data yang valid. Untuk lebih memperkuat data-data di sini peneliti menunjuk Wahyu Setyawan selaku pengajar yang melakukan workshop sebagai informan pokok dan Bram Kusuma selaku ketua dari komunitas .

G. Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan cara atau langkah pemikiran peneliti untuk memperoleh data yang berhasil dikumpulkan dan merupakan tindak lanjut dari usaha penelitian untuk memperoleh jawaban yang akan disimpulkan.

Berdasarkan pendapat Sugiyono (2013: 89), analisis data adalah :

Dimana tiga komponen analisis (reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi) dilakukan saling menjalin dengan proses pengumpulan data dan mengalir bersamaan.

1. Reduksi Data

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Sehingga hanya tersedia data-data yang diperlukan.

2. Penyajian Data

Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah mengorganisasikan data yang sudah direduksi. Data tersebut mula-mula disajikan terpisah antara satu tahap dengan tahapan yang lain, tetapi setelah kategori terakhir direduksi, maka keseluruhan data dirangkum dan disajikan secara terpadu.

Dengan melihat penyajian data, maka dapat dipahami apa yang sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan.

3. Penarikan Kesimpulan/Verifikasi

Menarik kesimpulan merupakan langkah lebih lanjut dari kegiatan reduksi dan penyajian data. Data yang sudah direduksi dan disajikan secara sistematis akan disimpulkan sementara. Kesimpulan yang diperoleh pada commit to user

(7)

tahap awal biasanya kurang jelas bersifat samar atau kabur. Oleh sebab itu, kesimpulan harus diverivikasi selama berlangsungnya penelitian, yaitu bisa diperoleh dengan cara mencari data yang lain di lapangan.Dengan begitu, hasil penelitian yang dilakukan dapat dipertanggung jawabkan tingkat keabsahaan datanya.

Komponen-komponen dalam analisis model mengalir (flow model analysis) dapat digambarkan sebagai berikut:

- - -

REDUKSI DATA

Antisipasi selama pasca

PENYAJIAN DATA

selama pasca

PENARIKAN KESIMPULAN selama pasca

Bagan 3. 1 Skema Flow Model Analysis (Model Mengalir) (Miles dan Huberman dalam Sugiyono, 2010: 337)

Bagan flow model analysis disusun dengan alasan karena permasalahan yang diteliti merupakan kasus tunggal serta tempat diadakan penelitian ini hanya satu tempat atau homogen.

H. Prosedur Penelitian

Prosedur maupun langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:

1. Tahap Pra Lapangan

a. Persiapan penyusunan proposal.

b. Melakukan survei lapangan atau tempat penelitian untuk mengenal lebih situasi lingkungan.

c. Mengurus segala macam bentuk perijinan beserta surat keterangan penelitian dari pihak Fakultas danUniversitas.

A N A L I S I S

commit to user

(8)

d. Mempersiapkan perlengkapan alat pendukung seperti: alat tulis, perekam data, sura tperizinan, dan lain-lain.

e. Menyusun instrumen riset, seperti: interview guide, dan pedoman untuk observasi lapangan.

2. Tahap Pekerjaan Lapangan

Tahap proses pengumpulan data observasitempat galeri Komunitas Uwit Art Space.Pengumpulan data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan Wahyu Setyawanselaku pengajar workshop seni grafis cetak tinggidan peserta didik workshop. Pengumpulan data melalui alat pendukung yaitu dokumentasi dengan menggunakan handphone untuk pengambilan proses kegiatan pembelajaran seni grafis cetak tinggi dan serta dokumentasi hasil karya peserta didik di workshop tersebut.

3. Tahap Analisis Data

Pada tahap analisis data telah dijelaskan dan digambarkan secara umum seperti di atas, bahwa data awal yang diperoleh dan diseleksi berdasarkan dari hasil observasi langsung di lapangan, wawancara atau interview dengan informan, maupun dokumentasi sehingga dapat tersusun penarikan kesimpulan atau verifikasi.

Adapun bentuk model yang digunakan dalam analisis data pada penelitian ini di dalamnya mencakup antara lain, yaitu: a). Reduksi data, b) Penyajian data, c). Penarikan kesimpulan/verifikasi

4. Tahap Penyusunan Laporan

Bagian terakhir dari prosedur penelitian yaitu penyusunan hasil laporan dari mulai pelaksanaan proses awal sampai dengan akhir penelitian, sampai pada penyusunan skripsi secara lengkap.

commit to user

Referensi

Dokumen terkait

Komponen produksi pada tanaman jarak pagar diataranya adalah jumlah bunga betina, rasio bunga betina dan jantan, jumlah buah yang jadi, jumlah biji per buah dan bobot kering

Apabila Orang tua calon siswi tidak dapat hadir wawancara pada waktu yang sudah ditentukan, mohon konfirmasi ke SMA Stella Duce 2 di No Telp 0274 513129 atau ke Bapak Y.. Himawan

Sistem informasi manajemen merupakan serangkaian sub bab informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga

Dengan demikian dapat diduga bahwa ekstrak bertingkat kulit buah dan biji durian juga dapat menunjukan aktivitas yang sama terhadap bakteri Gram positif lainnya yang

Skripsi berjudul Penerapan Laporan Biaya Kualitas Terhadap Kualitas Produk (Studi Kasus Pada UD. Dua Dewi Keripik Nangka Q-Ecco di Puger), telah diuji dan disahkan

Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh seperti suhu rektal di atas 38 °C yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranial.

383 manajemen CIMB Niaga pada umumnya adalah penyempurnaan produk yang berinovasi dan bervariatif agar minat menabung kembali, kemudian peningkatan layanan terhadap

• Kurang wawasan keagamaan, dalam pandangan agama mana pun, nasib buruk yang menimpa manusia bukanlah hal yang harus disikapi dengan tindakan kurang baik,