• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL FILM ANIMASI PENDEK "GYM TIME"

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL FILM ANIMASI PENDEK "GYM TIME""

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL

FILM ANIMASI PENDEK

"GYM TIME"

Billy Paulinus Ngantung

Universitas Bina Nusantara, Jalan K.H Syahdan No.105, 081298238634, [email protected] Billy Paulinus Ngantung, Frans Santoso, S.Sn, M.Des., Arik Kurnianto, S.Sn., M.T.

ABSTRACT

Research purpose, is to create a story that can entertain the audience, and can provide a moral message. Design method is seek references from multiple media sources, such as the Internet media and storybooks. Analysis that is for human to not use his mind in thinking - negative things about others and do not worry about the things that are not necessary. Results to be achieved is a form of media animation short film that tells about the anxiety that caused fear, with the expectations of the audience may be interested to watch this animation. The conclusion of this study is to create a short animated film that entitled Gym Time to be enjoyed by the audience, so that the audience would be interested in watching this short animated movie.

Key Words: short animated films, anxiety, horror, negative things

ABSTRAK

Tujuan penelitan, ialah membuat suatu cerita yang dapat menghibur para penonton, serta dapat memberikan pesan moral. Metode perancangan yang digunakan adalah dengan mencari referensi dari beberapa sumber media, seperti media internet dan buku cerita. Analisis yaitu agar manusia untuk tidak menggunakan pikirannya dalam memikirkan hal - hal negatif mengenai orang lain dan jangan mencemaskan atau menghawatirkan hal – hal yang tidak perlu. Hasil yang ingin dicapai adalah berupa media animasi film pendek yang menceritakan mengenai kecemasan yang menimbulkan rasa takut, dengan harapan penonton dapat tertarik untuk menyaksikan animasi ini. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu untuk menciptakan sebuah karya film animasi pendek yang berjudul Gym Time untuk dapat dinikmati oleh para penonton, sehingga penonton akan tertarik menonton film animasi pendek ini.

(2)

PENDAHULUAN

Dalam kehidupan rasa khawatir pasti tersimpan dalam diri setiap masing-masing manusia. Kekhawatiran itu akan timbul dikarenakan otak manusia berpikir tentang sesuatu hal yang tidak pasti, atau terjadi akibat perasaan cemas maupun gelisah. Semua manusia pasti pernah merasa khawatir, terkadang dari rasa khawatir itu munculah berbagai macam perasaan seperti takut, merasa tidak aman, dan masih banyak lagi. Kekhawatiran itu bisa muncul melalui cara berpikir manusia, jika manusia berpikir hal-hal yang hanya membuat pikiran menjadi stres maka khawatir itu dengan mudah akan datang dan tersimpan dalam benak manusia, sehingga otak manusia akan berpikir terus-menerus dan mensugesti untuk merasa gelisah maupun cemas. Rasa takut akan timbul jika terjadi kekhawatiran yang berat, dimana rasa takut ini juga akan mempengaruhi pikiran manusia. Ketakutan adalah tanggapan emosi dari suatu ancaman, dan takut merupakan emosi dasar pada manusia. Rasa takut cenderung akan membuat manusia merasa khawatir atau cemas dalam segala hal, dan dapat merusak suasana atau keadaan yang telah ada. Melalui animasi, penulis ingin membuat sebuah film animasi pendek yang menggambarkan hal yang bersangkutan di atas mengenai rasa cemas yang menyebabkan timbulnya rasa takut, sehingga penyampaian pesan dari animasi pendek ini dapat dengan mudah ditangkap dan dipahami oleh penonton.

METODE PENELITIAN

Dalam perancangan komunikasi visual film pendek animasi ini, penulis melakukan riset untuk mengumpulkan data yang mendukung dan referensi visual yang sesuai dengan penggambaran animasi pendek yang akan dibuat. Beberapa metode yang telah dilakukan penulis diantaranya literatur buku, literatur artikel melalui internet, wawancara dan referensi video.

1. Tinjauan Teori 1.1 Animasi

Animasi merupakan hasil dari pengolahan gambar - gambar sehingga menjadi suatu rangkaian gambar yang bergerak. Pada awal penemuan, film animasi dibuat dari berlembar - lembar kertas gambar yang kemudian diputar sehingga menampilkan efek gambar yang bergerak. Dengan bantuan komputer pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat, bahkan untuk zaman sekarang banyak bermunculan film animasi 3D daripada film animasi 2D. Dengan ini kemajuan teknologi dalam lingkup dunia animasi sangatlah pesat.

(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Animasi)

1.2 Kekhawatiran

Demikianlah kira – kira pikiran khawatir yang terus – menerus bergulir dalam suatu lingkaran melodrama sehari – hari yang tak ada habis – habisnya, suatu rentetan kecemasan akan membawa ke rentetan berikutnya dan akan kembali ke awal lagi. Contoh di atas diberikan oleh Lizabeth Roemer dan Thomas Borkovec, ahli – ahli psikologi Pennsylvania State University, yang meneliti mengenai kekhawatiran (inti segala kecemasan).

Seorang yang merasa khawatir tentu saja tidak ada salahnya, dengan terus memikirkan suatu masalah dengan memanfaatkan refleksi yang konstruktif seperti khawatir, dan diperoleh suatu pemecahan. Kekhawatiran sebenarnya didasari oleh kewaspadaan terhadap bahaya yang mungkin atau yang tidak diragukan lagi, bagi kelangsungan hidup selama manusia menjalani kehidupan mereka. Rasa takut memicu emosional otak, sehingga rasa cemas akan memusatkan perhatiannya pada ancaman yang sedang dihadapi, memaksakan pikiran untuk terus – menerus memikirkan bagaimana cara untuk mengatasi permasalahan yang ada, dan mengabaikan hal – hal yang lain untuk sementara. Kekhawatiran juga merupakan latihan terhadap apa yang tidak beres dan bagaimana cara untuk mengatasinya. Peran kekhawatiran yaitu mencari pemecahan positif akan resiko dalam kehidupan dengan mengantisipasi bahaya sebelum bahaya itu muncul.

(Sumber: http://nadhirin.blogspot.com/2010/03/mengatasi-kecemasan-apa-aku-khawatir.html)

1.3 Kecemasan

Banyak sekali hal yang dapat menyebabkan terjadinya kecemasan pada seseorang, diantaranya adanya ancaman (threat). Ancaman ini dapat berupa ancaman terhadap tubuh, jiwa, atau psikis, dan ancaman terhadap eksistensinya. Kecemasan juga dapat muncul karena adanya konflik atau pertentangan, baik dalam dirinya sendiri maupun dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya. Rasa takut juga dapat

(3)

menyebabkan rasa cemas, baik karena ketakutan akan sesuatu maupun takut gagal. Berikut ini pengertian kecemasan menurut beberapa ahli:

• Maramis (1995) kecemasan adalah suatu ketegangan, rasa tidak aman, kekhawatiran, yang timbul karena merasakan akan mengalami kejadian yang tidak menyenangkan.

• Lazarus (1991) kecemasan adalah reaksi individu terhadap hal yang akan dihadapi, kecemasan juga merupakan suatu perasaan yang menyakitkan, seperti kegelisahan, kebingungan, dan sebagainya yang berhubungan dengan aspek subyektif emosi.

• Saranson dan Spielberger (Darmawanti 1998) kecemasan merupakan reaksi terhadap suatu pengalaman yang bagi individu dirasakan sebagai ancaman. Rasa cemas adalah perasaan tidak menentu, panik, takut, dan sebagainya.

Tjakrawerdaya (1987) kecemasan atau anxietas adalah efek atau perasaan yang tidak menyenangkan berupa ketegangan, rasa tidak aman, dan ketakutan yang timbul karena dirasakan akan terjadi sesuatu yang mengecewakan.

Dalam penelitian mengungkapkan bahwa kecemasan bisa masuk dalam kepribadian, maksudnya seseorang yang selalu merasa cemas bukan disebabkan hal lain melainkan karena kepribadian kita sendiri. Menurut penelitian tersebut, kepribadian memainkan peran utama pada timbulnya gangguan kecemasan. Berpikir negatif terus – menerus juga dapat menimbulkan gangguan kecemasan.

Dijelaskan juga bahwa gangguan kecemasan ini dapat menyebabkan seseorang merasa rendah diri, takut ditolak, perasaan kesepian, serta ketidakberdayaan. Kecemasan dalam kondisi kronis dalam waktu yang lama , dapat menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi), asma, dan kerusakan pada fungsi psikis.

(Sumber: Ahyak, M. (2014). Mengatasi Pikiran Negatif. Putri Erine N (Ed.). Jogjakarta: Saufa.)

1.4 Mindset

Mindset berasal dari dua kata bahasa Inggris yang digabung menjadi satu yaitu “mind” dan “set”. Mind berarti pikiran, akal, ingatan, sedangkan “set” adalah kumpulan, atau perangkat, jadi secara

harafiah mindset yaitu pola pikir yang mempengaruhi pola kerja. Mindset mempunyai banyak pengertian yang berbeda – beda menurut para ahli seperti :

Adi W. Gunawan , mindset merupakan sekumpulan kepercayaan dan cara berpikir yang dapat menentukan pandangan, perilaku, sikap, dan juga masa depan seseorang.

Dr. Ibrahim Elfiky, mindset merupakan sekumpulan pikiran yang terjadi berkali – kali di berbagai tempat dan waktu, serta diperkuat dengan keyakinan dan proyeksi, sehingga menjadi kenyataan yang dapat dipastikan di setiap tempat dan waktu yang sama.

Mindset sebenarnya lebih mirip dengan sebuah kepercayaan atau doktrin yang tertanam di otak

manusia. Mindset ini juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Pemikiran sangat berpengaruh pada sikap dan cara manusia memandang suatu hal, dari sinilah akan memunculkan berbagai gambaran dan emosi yang akan menjadi pemicu sikap seseorang.

(Sumber: Adelia, W. (2014). Menjadi Pribadi Hebat Dengan Berpikir Positif. Aulia Salsabilla (Ed.). Jogjakarta: Kamea Pustaka.)

1.5 Pikiran Negatif

Bagi sebagian besar dari kita, berpikir negatif mungkin sudah menjadi bagian dari kebiasaan diri kita masing - masing. Ketika hal - hal yang tidak sesuai rencana, kita dengan mudah merasa depresi dan tidak bisa melihat sisi baik dari kejadian tersebut. Berpikir negatif tidak akan membawa kebaikan apapun, kecuali membuat perasaan menjadi lebih buruk, kemudian mengakibatkan perfoma kita mengecewakan. Pikiran negatif selalu muncul dan masuk melalui celah pikiran kita yang kosong, sehingga bagi sebagian orang sangat sulit untuk menghindarinya.

Pikiran negatif ini merupakan kebalikan dari pikiran positif, yang dapat diartikan sebagai pola pikir yang lebih mengarah pada sisi - sisi negatif dibandingkan sisi positif. Hal ini dapat terlihat dari keyakinan atau pandangan yang terucap, cara seseorang bersikap, dan berperilaku sehari - hari. Pikiran negatif juga dapat diartikan sebagai sekumpulan pikiran yang salah, dimana dapat menghambat langkah seseorang untuk memperoleh kondisi dan situasi yang lebih baik serta membuat sikapnya menjadi tidak terarah. Pikiran negatif ini tidak hanya dalam bentuk marah, iri hati, atau berburuk sangka, tetapi dapat

(4)

juga berupa cemas, takut, sedih, perasaan was - was, gelisah, frustasi, merasa kesepian, merasa tidak berharga, pesimis, dan mudah menyerah.

Pikiran negatif juga bisa diartikan sebagai pikiran yang memandang segala sesuatu dengan negatif dan membuat orang merasa tidak nyaman serta menjadi pesimis tentang kemampuannya dalam menangani masalah. Oleh karena itu muncullah prasangka, ketidakpercayaan, dan kecurigaan yang tidak didasari oleh nalar sama sekali. Secara garis besar pikiran negatif disebabkan oleh cara pandang

(paradigma), atau cara memahami suatu persoalan. Jika pola pikir ini bersifat paradigmatis, maka setiap

data, fakta, atau informasi akan dipersepsikan sesuai dengan pardigma yang dianut.

Pola berpikir negatif tidak semata - mata tertuju pada dunia luar saja, namun pikiran negatif juga dapat bekerja secara internal atau menyerang diri kita sendiri. Hal ini bisa tampak dari keyakinan, persepsi diri, atau cara pandang kita terhadap diri sendiri, sehingga memunculkan citra diri negatif. Sebagai contoh, memandang diri sebagai tidak berbakat, memiliki banyak kelemahan, keterbelakangan secara mental, atau mempunyai nasib kurang beruntung. Berikut ini penyebab manusia berpikir negatif :

• Kurang wawasan keagamaan, dalam pandangan agama mana pun, nasib buruk yang menimpa manusia bukanlah hal yang harus disikapi dengan tindakan kurang baik, namun diharuskan untuk mengubahnya, sehingga nasi buruk tersebut berubah menjadi baik.

• Jauh dari sang pencipta, penyakit yang didasarkan atas rasa enggan dan menyepelekan masalah agama maupun Tuhan. Rasa enggan manusia yang jauh dari agama menyebabkan mereka terus - menerus merasa tidak nyaman, khawatir, dan stres. Bahkan dapat menyebabkan terkenanya berbagai macam penyakit kejiwaan yang mewujud pada kondisi fisik.

• Lingkungan keluarga, dan orang tua mempunyai peranan penting untuk mendidik, sebab dari sanalah kita akan dibentuk. Pola asuh dan didikan yang kita terima salah, maka kedepannya kita akan menghadapi masalah besar ketika berinteraksi dengan lingkungan luar rumah.

(Sumber: Ahyak, M. (2014). Mengatasi Pikiran Negatif. Putri Erine N (Ed.). Jogjakarta: Saufa.)

1.6 Ketakutan

Ketakutan merupakan suatu tanggapan emosi terhadap ancaman. Takut adalah suatu mekanisme pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respons terhadap stimulus (ransangan terhadap pikiran, perasaan) tertentu, seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Ketakutan juga terkait dengan suatu perilaku spesifik untuk melarikan diri dan menghindar. Perlu dicatat bahwa ketakukan selalu terkait dengan peristiwa pada masa datang, seperti memburuknya suatu kondisi, atau terus terjadinya suatu keadaan yang tidak dapat diterima.

Gambar 2.1 Ekspresi Takut Seorang Anak

Takut dapat mengacaukan segala bentuk pemikiran manusia, seperti halnya takut pada bayangan atau hal yang berbau mistis. Seseorang dengan pemikiran yang tidak tenang, dapat membuat rasa takut itu datang dengan cepat, dikarenakan pola pikir tidak dapat berfokus atau mengalami beberapa masalah yang menimbulkan stress yang berat. Disinilah terjadinya proses kegelisahan atas masalah – masalah yang dihadapi, sehingga membuat ketakutannya sendiri.

(5)

1.7 Fitness

Fitness merupakan aktivitas yang membuat orang menjadi bugar dengan menjalankan tiga komponen utamanya, yaitu olahraga, pemenuhan nutrisi, dan istirahat. Fitness juga dapat disebut tempat kebugaran atau gym, yang dimana berarti tempat yang menyimpan alat latihan fisik untuk keperluan latihan fisik demi kebugaran. Seiring dengan perkembangan zaman fitness sudah sangat berkembang dan menjadi bagian dari pola hidup manusia, sudah banyak tempat fitness contohnya di Indonesia yang telah berdiri. Banyak orang melakukan fitness hanya untuk membentuk tubuh yang ideal, padahal fitness juga dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar, dan juga membuat kita lebih bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Dalam melakukan fitness untuk seorang pemula diharapkan perlunya bantuan pelatih dalam pembimbingan pada saat mengangkat beban. Dalam mengangkat beban diharapkan sesuai dengan kemampuan yang ada, tidak perlu mengangkat beban yang berat di luar kemampuan karena itu hanya akan menimbulkan cidera jika tidak berhati-hati.

Dalam melakukan fitness kita harus melatih bagian-bagian otot yang terpenting pada bagian tubuh,seperti otot dada, bahu, punggung, lengan, perut, paha, dan kaki. Olahraga yang teratur dapat membangun pola hidup yang baik, sehingga tubuh tetap terjaga dan terhindar dari berbagai masalah penyakit, dan juga memberi semangat untuk melakukan segala aktivitas yang akan dilakukan. Beberapa bentuk latihan antara lain:

Gambar 2.2 Bench Press dan Dumbbell Bicep

Bench Press merupakan latihan menggunakan besi yang diberikan beban berupa piringan bulat seperti gambar diatas. Latihan ini melatih otot pada dada. Dumbbell Bicep merupakan latihan menggunakan dumbble seperti digambar, latihan ini difokuskan untuk melatih otot pada lengan terutama

bicep.

(Sumber: http://www.anneahira.com/fitness.htm)

HASIL DAN BAHASAN

Berikut ini hasil dari analisa dan pembahasan mengenai visual yang dihasilkan untuk film animasi pendek:

5.1 Desain Judul

Penulis menggunakan font "Tondu" dimana huruf - huruf dari font tersebut memiliki kriteria gagah, besar, dan kuat sehingga penulis merasa sangat cocok dengan font Tondu ini sebagai penulisan judul dari film animasi yaitu GYM TIME. Dalam desain judul penulis membuatnya menggunakan 3D dengan menambahkan bentuk tambahan berupa barbell yang semuanya dibuat 3D. Komposisi yang digunakan penulis yaitu dimana kata GYM berada diatas dan TIME berada dibawah, di bagian belakang dari kedua kata tersebut ditambahkan barbell, dan semuanya dibuat melengkung menggunakan bend

modifier pada 3Ds Max. Warna yang digunakan yaitu gradasi kuning ke jingga, bagain sisi dari tulisan

(6)

Gambar 5.1 Judul 5.2 Visualisasi Karakter

5.2.1 Si Kurus (Dito)

Dito atau si kurus bisa dibilang merupakan karakter utama dalam film animasi pendek ini, dia mempunyai sifat yang penakut, lemah, dan juga penggambaran karakter yang kurus. Pada scene awal karakter dito ini akan ditambahkan texture memar dibagian wajah sebelah kanan yang menunjukan dia dihajar oleh preman (Marko).

Dito memakai baju berwana biru dengan bergaris berwarna biru muda, menggunakan celana pendek berwarna hitam, dan sepatu berwarna biru bergaris biru muda, karena menurut penulis biru merupakan warna yang tenang dan lembut.

Gambar 5.2 3D Modeling Dito 5.2.2 Si Preman (Marko)

Marko atau si preman merupakan karakter antagonis dalam film ini, dimana ceritanya dia sering membully si kurus, dengan gayanya yang preman penulis memberikan beberapa tambahan aksesoris seperti anting, dan tatto yang berada pada lengan kanan dan kirinya.

Marko mengenakan baju singlet berwarna merah, celana berwarna hitam, dan sepatu berwarna merah bergaris hitam. Warna baju singlet berwarna merah digunakan untuk menggambarkan sifat preman yang keras, pemarah, dan berani, dan baju singlet digunakan untuk menampilkan tatto yang ada pada lengannya.

(7)

5.2.3 Si Gede (Geri)

Geri atau orang yang berbadan gede merupakan karakter yang bersifat pendiam dan serius. Dalam cerita animasi ini Geri merupakan orang yang membantu Dito, dalam pertengahan cerita Dito salah menyangka, dia mengira bahwa Geri adalah orang jahat yang berteman dengan Marko.

Geri memakai baju berwarna hijau, celana berwarna hitam, dan sepatu berwarna hijau dengan garis hijau muda. Warna hijau menurut penulis merupakan warna yang netral dan tenang jadi cocok untuk menggambarkan sifat dari Geri.

Gambar 5.4 3D Modeling Geri 5.3 Visualisasi Environment

5.3.1 Kamar Dito

Kamar digunakan pada saat scene Dito lagi bersedih, dan dia mendapatkan semangat untuk berlatih angkat beban.

Gambar 5.5 3D Modeling Kamar Dito 5.3.2 Jalanan

Jalanan dipakai pada saat Dito akan pergi ketempat gym, dan juga dimana pada saat dia berlari karena dikejar.

(8)

Gambar 5.6 3D Modeling Jalanan 5.3.3 Tempat Gym

Tempat gym merupakan tempat dimana Dito berlatih angkat beban, dan juga dimana dia bertemu Marko dan Geri yang membuat sebuah konflik terjadi.

Gambar 5.7 3D Modeling Tempat Gym 5.3.4 Gang atau Jalan Buntu

Gang atau jalan buntu merupakan tempat dimana Dito mencari tempat untuk bersembunyi dari kejaran Geri dan Marko, kemudian ternyata Geri hanya ingin membantu Dito dan mengembalikan dompet dia.

(9)

Gambar 5.8 3D Modeling Gang atau Jalan Buntu 5.4 Visualisasi Scene

Gambar 5.9 Visualisasi Scene "Gym Time" 5.5 Desain Poster

Untuk poster penulis mendesain mengikuti cerita yang ada pada film animasi pendek ini, dimana penulis mendesain dua poster yaitu poster pertama dimana terdapat adegan kejar - kejaran antara tiga karakter dan poster kedua yaitu dimana si Marko preman dengan gayanya mau memukuli Dito, dan si Geri yang menghadap kedepan sambil memegang dumbbell.

(10)

Gambar 5.10 Desain Poster "Gym Time"

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Setiap manusia pasti memiliki rasa takut pada dirinya sendiri, baik itu merupakan ketakutan pada sesuatu benda, maupun kepada sesama makhluk sosial. Terkadang kita juga sering berprasangka buruk mengenai orang lain, padahal kita belum mengetahui lebih dalam dari sifat orang tersebut apakah baik ataupun buruk sehingga hal ini juga yang dapat membuat kita takut. Penampilan seseorang mempengaruhi cara pandang kita terhadap orang tersebut, namun bukan berarti kita bisa langsung memberi penilaian lewat dari penampilannya saja.

Animasi film pendek "GYM TIME" ini yang disajikan dalam bentuk animasi 3D, memperlihatkan dimana orang yang berwajah serius dan menyeramkan belum tentu dia mempunyai sifat yang buruk, dimana toko utama ini langsung menilai lewat dari ekspresi ataupun tatapannya bahwa orang tersebut jahat, pada akhirnya orang tersebutlah yang membantu toko utama itu. Jadi kita jangan menilai orang lain dari luarnya saja, melainkan mencari tahu dulu orangnya itu seperti apa.

Saran

Dalam mengerjakan sebuah animasi pendek, dibutuhkan pengaturan waktu yang sebaik mungkin dan efisien agar animasi film pendek tersebut dapat selesai tepat pada waktunya. Pengaturan jadwal kerja yang benar sangat penting, memfokuskan diri kita dalam mengerjakan tugas akhir ini, kurangi sikap santai ataupun bermalas - malasan. Referensi - referensi juga diperlukan untuk membantu menciptakan animasi pendek yang bagus dan menarik.

REFERENSI

Winda, Adelia. (2014). Menjadi Pribadi Hebat dengan Berpikir Positif. 1st edition. Yogyakarta: Kamea Pustaka.

Ahyak, Moh. (2014). Mengatasi Pikiran Negatif. 1st edition. Yogyakarta: Saufa. • Katz, Steven. (1991). Film directing shot by shot. 1st edition. English: Focal Press. • Williams, R. (2002). The Animator Survival Kit. New York: Faber and Faber

• Borkovec et al., (1983) T.D. Borkovec, E. Robinson, T. Pruzinsky and J.A. DePree, Preliminary exploration of worry: Some characteristics and processes, Behaviour Research and Therapy 21 (1983), pp. 9–16.

(11)

• Hallowell, E.M. (2002). Worry. New York. The Ballantine Publishing Group

Daniel, Goleman. (2004). Emotional Intelligence Kecerdasan Emosional Mengapa EQ Lebih Penting

Daripada IQ. Jakata: PT Gramedia Pustaka Utama.

Website

Nenengrosm. (2010) Rasa Khawatir Apa Itu dan Bagaimana Cara Mengatasinya, diakses 12 Maret 2015 dari

https://nenengrosmy.wordpress.com/2010/05/08/rasa-khawatir-apa-itu-dan-bagaimana-cara-mengatasinya/

Adhimaswijaya. (2010) Apa Itu Mindset, diakases 12 Maret 2015 dari

https://adhimaswijaya.wordpress.com/2010/10/03/apa-itu-mindset/

Awan. (2012) Arti Stress dan Cara Mengurangi Stress, diakses 15 Maret 2015 dari https://www.inforiatif.com/arti-stress-dan-cara-mengurangi-stress

Nadhirin. (2010) Mengatasi Kecemasan Apa Aku Khawatir, diakses 15 Maret 2015 dari

http://nadhirin.blogspot.com/2010/03/mengatasi-kecemasan-apa-aku-khawatir.html

Wikipedia. (2013) Ketakutan, diakses 15 Maret 2015 dari

http://id.wikipedia.org/wiki/Ketakutan

Wikipedia. (2015) Animasi, diakses 16 Maret 2015 dari http://id.wikipedia.org/wiki/Animasi

Ardiyansah. (2013) 12 Prinsip Animasi, diakses 16 Maret 2015 dari http://dkv.binus.ac.id/2010/04/14/12-prinsip-animasi/

SatriaMultimedia. (2014) Artikel Teori Warna, diakses 16 Maret 2015 dari

http://www.satriamultimedia.com/artikel_teori_warna.html

Wikipedia. (2015) Cinematography, diakses 17 Maret 2015 dan diterjemahkan dari

http://en.wikipedia.org/wiki/Cinematography

Lavideofilmmaker. (2015) Filmmaking Stanley Kubrick Film Techniques, diakses 17 Maret 2015 dan diterjemahkan dari

http://www.lavideofilmmaker.com/filmmaking/stanley-kubrick-film-techniques.html

RIWAYAT PENULIS

Billy Paulinus Ngantung lahir di kota Manado pada tanggal 8 Agustus 1993. Penulis menamatkan

pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Desain Komunikasi Visual Animasi pada tahun 2015.

Gambar

Gambar 2.1 Ekspresi Takut Seorang Anak
Gambar 5.2 3D Modeling Dito
Gambar 5.4 3D Modeling Geri
Gambar 5.6 3D Modeling Jalanan
+3

Referensi

Dokumen terkait

1) Struktur makro dalam analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk menampilkan tema pokok yang disampaikan oleh Karno sebagai penulis. Tema-tema tersebut

Alhamdulillahi Robbil „Alamiin, Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Ta‟ala, berkat kasih dan karunia-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan

Cairan bisa dialirkan melalui prosedur torakosentesis, dimana sebiah jarum (atau selang) dimasukkan ke dalam rongga pleura. Torakosentesis biasanya dilakukan untuk

Difraksi Fresnel: jika titik P dan Difraksi Fresnel: jika titik P dan sumber gelombang datang tidak begitu jauh dari celah, sehingga gelombang datang tidak dapat dianggap

Sedangkan definisi ILO (Organisasi Buruh Internasional) tentang sektor informal Sedangkan definisi ILO (Organisasi Buruh Internasional) tentang sektor informal adalah

Penelitian ini membahas mengenai pelaksaan bank garansi dalam menjamin suatu kerjasama pengolahan kayu yang nilai jaminannya lebih kecil daripada nilai barang

- Dengan membandingkan berbagai rute pemberian obat (oral dan intraperitoneal), sehingga dapat diperoleh onset of action, intensitas, dan duration of action dari suatu

Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi para seniman dan menghormati undangan Disparbud, saya dan beberapa pengurus selalu hadir dalam gelaran tersebut, meskipun