Definisi Dan Pengertian Konsep Pasar

Teks penuh

(1)

Dan ada pula pengertian dari pasar yang lainnya yaitu ialah sebagai sebuah tempat Dan ada pula pengertian dari pasar yang lainnya yaitu ialah sebagai sebuah tempat bertemunya penjual dan juga pembeli yang saling melakukan sebuah transaksi jual beli. bertemunya penjual dan juga pembeli yang saling melakukan sebuah transaksi jual beli. Dimana di dalam pasar itu sendirilah kegiatan dari transaksi tawar menawar atau juga jual beli Dimana di dalam pasar itu sendirilah kegiatan dari transaksi tawar menawar atau juga jual beli itu terjadi. Namun selain dari pengertian secara umum ada pula pengertian pasar berdasarkan itu terjadi. Namun selain dari pengertian secara umum ada pula pengertian pasar berdasarkan para ahli yaitu sebagai berikut ini.

para ahli yaitu sebagai berikut ini. 1. Kotler (2002)

1. Kotler (2002)

Pasar ialah sebuah tempat fisik di mana pembeli dan juga penjual berkumpul untuk Pasar ialah sebuah tempat fisik di mana pembeli dan juga penjual berkumpul untuk mempertukarkan sebuah barang dan juga jasa.

mempertukarkan sebuah barang dan juga jasa. 2. Philip dan Duncanadan

2. Philip dan Duncanadan

Pasar ialah sebagai sesuatu yang digunakan untuk menempatkan sebuah barang yang Pasar ialah sebagai sesuatu yang digunakan untuk menempatkan sebuah barang yang dibutuhkan oleh para konsumen.

dibutuhkan oleh para konsumen. 3. W.Y. Stanton

3. W.Y. Stanton

Pasar merupakan tempat yang bertujuan untuk merencanakan, menentukan dan Pasar merupakan tempat yang bertujuan untuk merencanakan, menentukan dan mempromosikan, serta mendistribusikan barang dan juga jasa. Dan di dalam hal ini beliau mempromosikan, serta mendistribusikan barang dan juga jasa. Dan di dalam hal ini beliau lebih mengedepankan sebuah kepuasan pembeli.

lebih mengedepankan sebuah kepuasan pembeli. 4. H. Nystrom

4. H. Nystrom

Beliau menyebutkan bahwa pasar merupakan sebuah tempat tertentu yang juga digunakan Beliau menyebutkan bahwa pasar merupakan sebuah tempat tertentu yang juga digunakan sebagai tempat penyaluran barang dan juga jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen. sebagai tempat penyaluran barang dan juga jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen. Dan dengan kata lain bahwa pasar ialah sebuah tempat barang dan jasa diantara produsen dan Dan dengan kata lain bahwa pasar ialah sebuah tempat barang dan jasa diantara produsen dan  juga konsumen.

 juga konsumen. 5. William J. Stanton 5. William J. Stanton  Yang

 Yang menyatakan menyatakan bahwa bahwa pasar pasar ialah ialah tempat tempat dimana dimana terdapat terdapat segerombol segerombol orang orang yang yang inginingin membelanjakan uang mereka. Ataupun bisa dikatakan bahwa pasar ialah tempat untuk membelanjakan uang mereka. Ataupun bisa dikatakan bahwa pasar ialah tempat untuk kegiatan jual beli dengan sebuah alat

kegiatan jual beli dengan sebuah alat pertukaran yaitu uang.pertukaran yaitu uang. 6. Kotler dan Amstrong (1999)

6. Kotler dan Amstrong (1999)

Pasar ialah seperangkat pembeli aktual dan juga potensial dari suatu produk dan juga jasa. Pasar ialah seperangkat pembeli aktual dan juga potensial dari suatu produk dan juga jasa. Ukuran dari pasar itu sendiri tergantung kepada jumlah orang yang menunjukan kebutuhan, Ukuran dari pasar itu sendiri tergantung kepada jumlah orang yang menunjukan kebutuhan,

(2)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(3)

mempunyai kemampuan di dalam pertukaran. Dan banyak pemasar memandang penjual mempunyai kemampuan di dalam pertukaran. Dan banyak pemasar memandang penjual sebagai industri dan juga pembeli

sebagai industri dan juga pembeli sebagai pasar, dimana penjual mengirimkan sebuah produksisebagai pasar, dimana penjual mengirimkan sebuah produksi dan juga jasa yang mereka produksi serta mengkomunikasikan ataupun menyampaikannya dan juga jasa yang mereka produksi serta mengkomunikasikan ataupun menyampaikannya pada pasar dan sebagai gantinya mereka akan menerima uang dan juga informasi dari pasar. pada pasar dan sebagai gantinya mereka akan menerima uang dan juga informasi dari pasar. 7. Handri Ma’aruf (2005)

7. Handri Ma’aruf (2005)

Pasar mempunyai tiga pengertian yakni ialah. Pasar mempunyai tiga pengertian yakni ialah.

1.

1. Pasar di dalam arti “tempat”, yaitu tempat bertemunya para penjual ataupun produsenPasar di dalam arti “tempat”, yaitu tempat bertemunya para penjual ataupun produsen dengan pembeli atau juga konsumen.

dengan pembeli atau juga konsumen. 2.

2. Pasar di dalam arti “interaksi permintaan dan juga penawaran”, yaitu pasar sebagaiPasar di dalam arti “interaksi permintaan dan juga penawaran”, yaitu pasar sebagai tempat terjadinya sebuah transaksi jual beli.

tempat terjadinya sebuah transaksi jual beli. 3.

3. Pasar di dalam arti “sekelompok anggota masyarakat yang mempunyai kebutuhan danPasar di dalam arti “sekelompok anggota masyarakat yang mempunyai kebutuhan dan  juga daya beli”.

 juga daya beli”. Pengertian ini merujuk kepada dua Pengertian ini merujuk kepada dua hal, yakni kebutuhan dan juhal, yakni kebutuhan dan juga dayaga daya beli.

beli. B.

B. Definisi dan Pengertian Konsep KemiskinanDefinisi dan Pengertian Konsep Kemiskinan

Kemiskinan merupakan ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan Kemiskinan merupakan ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan memperbaiki keadaan. kemiskinan dapat diartikan secara lebih luas dengan menambahkan memperbaiki keadaan. kemiskinan dapat diartikan secara lebih luas dengan menambahkan faktor faktor lain seperti faktor sosial dan moral. Secara konvensional, kemiskinan dapat faktor faktor lain seperti faktor sosial dan moral. Secara konvensional, kemiskinan dapat diartikan sebagai suatu keadaan individu atau masyarakat yang berada di bawah garis tertentu. diartikan sebagai suatu keadaan individu atau masyarakat yang berada di bawah garis tertentu. Secara umum pengertian dari

Secara umum pengertian dari kemiskinan sangat beragam, tergantung dasar pemikiran dan carakemiskinan sangat beragam, tergantung dasar pemikiran dan cara pandang seseorang. Namun kemiskinan identik dengan ketidakmampuan sekelompok pandang seseorang. Namun kemiskinan identik dengan ketidakmampuan sekelompok masyarakat yang terhadap sistem yang diterapkan oleh suatu pemerintah sehingga mereka masyarakat yang terhadap sistem yang diterapkan oleh suatu pemerintah sehingga mereka berada pada posisi yang

berada pada posisi yang sangat lemah dan tereksploitas(kemiskinan struktural).sangat lemah dan tereksploitas(kemiskinan struktural).

Pada umumnya kemiskinan diidentikkan dengan ketidakmampuan seorang individu Pada umumnya kemiskinan diidentikkan dengan ketidakmampuan seorang individu untuk memenuhhi standart minimum kebutuhan pokok untuk dapat hidup secara layak. untuk memenuhhi standart minimum kebutuhan pokok untuk dapat hidup secara layak. Pembahasan ini dimaksud dengan kemiskinan material. Definisi kemiskinan mengalami Pembahasan ini dimaksud dengan kemiskinan material. Definisi kemiskinan mengalami perkembangan sesuai dengan penyebabnya yaitu pada awal tahun 1990. Definisi diperluas perkembangan sesuai dengan penyebabnya yaitu pada awal tahun 1990. Definisi diperluas tidak hanya berdasarkan pada tingkat pendapatan, tetapi juga mencakup ketidakmampuan tidak hanya berdasarkan pada tingkat pendapatan, tetapi juga mencakup ketidakmampuan dibidang kesehatan, pendidikan dan perumahan. Pendekatan kebutuhan dasar, melihat dibidang kesehatan, pendidikan dan perumahan. Pendekatan kebutuhan dasar, melihat kemiskinan sebagai suatu ketidakmampuan seseorang, keluarga dan masyarakat dalam kemiskinan sebagai suatu ketidakmampuan seseorang, keluarga dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan minimum, seperti sandang, papan, kesehatan, pendidikan, penyediaan memenuhi kebutuhan minimum, seperti sandang, papan, kesehatan, pendidikan, penyediaan air bersih dan sanitasi.

air bersih dan sanitasi.

Kemiskinan juga dapat didefinisikan menurut dua pendekatan. Kemiskinan absolut dan Kemiskinan juga dapat didefinisikan menurut dua pendekatan. Kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut diukur dengan suatu standart tertentu, sementara kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut diukur dengan suatu standart tertentu, sementara kemiskinan relatif

(4)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(5)

Kemiskinan menurut para ahli sebagai berikut: Kemiskinan menurut para ahli sebagai berikut:

1.

1. Menurut Edi SuhartoMenurut Edi Suharto dalam Abdul Hakim (2002:219) adalah ketidaksamaandalam Abdul Hakim (2002:219) adalah ketidaksamaan kesempatan untuk mengakumulasi basis kekuasaan sosial. Basis kekuasaan sosial kesempatan untuk mengakumulasi basis kekuasaan sosial. Basis kekuasaan sosial meliputi:

meliputi: a)

a) Sumber keuangan (mata pencaharian, kredit, modal)Sumber keuangan (mata pencaharian, kredit, modal) b)

b) Modal produktif atau asset (tanah, perumahan, kesehatan, alat Modal produktif atau asset (tanah, perumahan, kesehatan, alat produksi)produksi) c)

c)  Jaringan sosial untuk  Jaringan sosial untuk memperoleh pekerjaan, memperoleh pekerjaan, barang, dan jasa.barang, dan jasa. d)

d) Organisasi sosial dan politik Organisasi sosial dan politik yang digunakan untuk mencapai kepentingan bersama.yang digunakan untuk mencapai kepentingan bersama. e)

e) Informasi yang berguna untuk kemajuan hidup.Informasi yang berguna untuk kemajuan hidup. f)

f) Pengetahuan dan keterampilan.Pengetahuan dan keterampilan. 2.

2. Menurut BAPPENAS, kemiskinan adalah situasi serba kekurangan karena keadaan yangMenurut BAPPENAS, kemiskinan adalah situasi serba kekurangan karena keadaan yang tidak dapat dihindari oleh seseorang dengan kekuatan yang

tidak dapat dihindari oleh seseorang dengan kekuatan yang dimilikinya.dimilikinya. 3.

3. Menurut Reitsma dan Kleinpenning, kemiskinan adalah ketidakmampuan individu untukMenurut Reitsma dan Kleinpenning, kemiskinan adalah ketidakmampuan individu untuk memenuhi kebutuhannya, baik yang bersifat material maupun non-material.

memenuhi kebutuhannya, baik yang bersifat material maupun non-material. 4.

4. Menurut Menurut Suparlan, kemiskinan Suparlan, kemiskinan adalah adalah standar standar tingkat hidup tingkat hidup yang yang rendah rendah karenakarena kekurangan materi pada sejumlah atau golongan orang bila dibandingkan dengan standar kekurangan materi pada sejumlah atau golongan orang bila dibandingkan dengan standar kehidupan yang berlaku di masyarakat sekitarnya.

kehidupan yang berlaku di masyarakat sekitarnya. 5.

5. Menurut Menurut Friedman, Friedman, kemiskinan kemiskinan adalah adalah ketidaksamaan ketidaksamaan kesempatan kesempatan untukuntuk memformulasikan kekuasaan sosial berupa asset, sumber keuangan, organisasi sosial memformulasikan kekuasaan sosial berupa asset, sumber keuangan, organisasi sosial politik, jaringan sosial, barang atau

politik, jaringan sosial, barang atau jasa, pengetahuan dan keterampilan, serta informasi.jasa, pengetahuan dan keterampilan, serta informasi. 6.

6. Menurut Menurut Faturachman dan Faturachman dan Marcelinus Marcelinus Molo, Molo, kemiskinan adalah kemiskinan adalah ketidakmampuanketidakmampuan seseorang atau beberapa orang (rumah tangga) untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. seseorang atau beberapa orang (rumah tangga) untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.

Konsep Kemiskinan merupakan masalah sosial yang senantiasa hadir ditengah Konsep Kemiskinan merupakan masalah sosial yang senantiasa hadir ditengah masyarakat. Kemiskinan sebagai fenomena sosial yang telah lama ada, berkembang sejalan masyarakat. Kemiskinan sebagai fenomena sosial yang telah lama ada, berkembang sejalan dengan peradaban manusia. Masyarakat miskin pada umumnya lemah dalam kemampuan dengan peradaban manusia. Masyarakat miskin pada umumnya lemah dalam kemampuan berusaha dan terbatas aksesnya kepada kegiatan ekonomi sehingga seringkali makin tertinggal berusaha dan terbatas aksesnya kepada kegiatan ekonomi sehingga seringkali makin tertinggal  jauh

 jauh dari dari masyarakat masyarakat lain lain yang yang memiliki memiliki potensi potensi tinggi. tinggi. Substansi Substansi kemiskinan kemiskinan adalah adalah kondisikondisi deprevasi tehadap sumber-sumber pemenuhan kebutuhan dasar yang berupa sandang, pangan, deprevasi tehadap sumber-sumber pemenuhan kebutuhan dasar yang berupa sandang, pangan, papan, dan pendidikan dasar (Sudibyo, 1995:11).

papan, dan pendidikan dasar (Sudibyo, 1995:11).

Kemiskinan juga sering disandingkan dengan kesenjangan, karena masalah kesenjangan Kemiskinan juga sering disandingkan dengan kesenjangan, karena masalah kesenjangan mempunyai kaitan erat dengan masalah kemiskinan. Substansi kesenjangan adalah mempunyai kaitan erat dengan masalah kemiskinan. Substansi kesenjangan adalah ketidakmerataan akses terhadap sumber daya ekonomi. Sudibyo (1995:11) mengatakan bahwa ketidakmerataan akses terhadap sumber daya ekonomi. Sudibyo (1995:11) mengatakan bahwa “apabila berbicara mengenai kemiskinan maka kemiskinan dinilai secara mutlak, se

“apabila berbicara mengenai kemiskinan maka kemiskinan dinilai secara mutlak, se dangkandangkan penilaian terhadap kesenjangan digunakan secara relatif”. Dalam suatu masyarakat mungkin penilaian terhadap kesenjangan digunakan secara relatif”. Dalam suatu masyarakat mungkin

onsep emiskinan onsep emiskinan

(6)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(7)

sektor ekonomi tradisional tersebut. Kehidupan mereka bergantung pada pola pertanian yang sektor ekonomi tradisional tersebut. Kehidupan mereka bergantung pada pola pertanian yang subsistem, baik petani kecil atau pun buruh tani yang berpenghasilan rendah, ataupun bekerja subsistem, baik petani kecil atau pun buruh tani yang berpenghasilan rendah, ataupun bekerja dalam sektor jasa kecil-kecilan dan berpenghasilan pas-pasan. Fenomena banyaknya urbanisasi dalam sektor jasa kecil-kecilan dan berpenghasilan pas-pasan. Fenomena banyaknya urbanisasi penduduk desa ke kota menunjukkan bahwa adanya ketidakmerataan pembangunan di penduduk desa ke kota menunjukkan bahwa adanya ketidakmerataan pembangunan di perdesaan. Terbatasnya fasilitas umum, kecilnya pendapatan, dan terbatasnya pekerjaan dan perdesaan. Terbatasnya fasilitas umum, kecilnya pendapatan, dan terbatasnya pekerjaan dan dalih mencari kehidupan lebih baik menjadi alasan urbanisasi ini. Permasalahan tersebut dalih mencari kehidupan lebih baik menjadi alasan urbanisasi ini. Permasalahan tersebut menyiratkan adanya ketidakmerataan dan kesenjangan antara perdesaan dan perkotaan.

menyiratkan adanya ketidakmerataan dan kesenjangan antara perdesaan dan perkotaan.

Menurut David Harry Penny (1990:140) konsep kemiskinan dapat dibedakan menjadi dua, Menurut David Harry Penny (1990:140) konsep kemiskinan dapat dibedakan menjadi dua,  yaitu kemiskinan abs

 yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relolut dan kemiskinan relatif.atif.

 Kemiskinan absolut dalam kaitannya dengan suatu sumber-sumber materi, yangKemiskinan absolut dalam kaitannya dengan suatu sumber-sumber materi, yang

dibawahnya tidak ada kemungkinan kehidupan berlanjut; dengan kata lain hal ini dibawahnya tidak ada kemungkinan kehidupan berlanjut; dengan kata lain hal ini adalah tingkat kelaparan.

adalah tingkat kelaparan.

 Kemiskinan relatif adalah perhitungan kemiskinan yang didasarkan pada proporsiKemiskinan relatif adalah perhitungan kemiskinan yang didasarkan pada proporsi

distribusi pendapatan dalam suatu negara. distribusi pendapatan dalam suatu negara.

 World

 World Bank Bank (BPS (BPS dalam dalam Haryati, Haryati, 2003:95) 2003:95) menyusun menyusun ukuran ukuran kemiskinan kemiskinan relatif relatif yangyang sekaligus digunakan untuk mengukur tingkat pemerataan, yaitu dengan membagi penduduk sekaligus digunakan untuk mengukur tingkat pemerataan, yaitu dengan membagi penduduk menjadi tiga kelompok:

menjadi tiga kelompok: 1.

1. 40% penduduk berpendapatan rendah40% penduduk berpendapatan rendah 2.

2. 40% penduduk berpendapatan menengah40% penduduk berpendapatan menengah 3.

3. 20% penduduk berpendapatan tinggi.20% penduduk berpendapatan tinggi.

C.

C. Definisi dan Pengertian Konsep Konsumsi dan Gaya Definisi dan Pengertian Konsep Konsumsi dan Gaya HidupHidup Secara umum dapat diartikan sebagai suatu

Secara umum dapat diartikan sebagai suatu gaya hidup yang dikenali dengan gaya hidup yang dikenali dengan bagaimanabagaimana orang menghabiskan waktunya (aktivitas), apa yang penting orang pertimbangkan pada orang menghabiskan waktunya (aktivitas), apa yang penting orang pertimbangkan pada lingkungan (minat), dan apa yang orang pikirkan tentang diri sendiri dan dunia di sekitar lingkungan (minat), dan apa yang orang pikirkan tentang diri sendiri dan dunia di sekitar (opini). Gaya hidup adalah perilaku seseorang yang ditunjukkan dalam aktivitas, minat dan (opini). Gaya hidup adalah perilaku seseorang yang ditunjukkan dalam aktivitas, minat dan opini khususnya yang berkaitan dengan citra diri

opini khususnya yang berkaitan dengan citra diri untuk merefleksikan status sosialnya.untuk merefleksikan status sosialnya.

Gaya hidup hanyalah salah satu cara mengelompokkan konsumen secara psikografis. Gaya hidup hanyalah salah satu cara mengelompokkan konsumen secara psikografis. Gaya hidup pada prinsipnya adalah bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya. Gaya hidup pada prinsipnya adalah bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya.  Ada

 Ada orang orang yang yang senang senang mencari mencari hiburan hiburan bersama bersama kawan-kawannya, kawan-kawannya, ada ada yang yang senangsenang menyendiri, ada yang bepergian bersama keluarga, berbelanja, melakukan kativitas yang menyendiri, ada yang bepergian bersama keluarga, berbelanja, melakukan kativitas yang dinamis, dan ada pula yang memiliki dan waktu luang dan uang berlebih untuk kegiatan dinamis, dan ada pula yang memiliki dan waktu luang dan uang berlebih untuk kegiatan sosial-keagamaan. Gaya hidup dapat mempengaruhi perilaku seseorang, dan akhirnya menentukan keagamaan. Gaya hidup dapat mempengaruhi perilaku seseorang, dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang .

(8)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(9)

tertentu bisa mencerminkan gaya hidupnya. Gaya hidup seseorang bisa juga dilihat dari apa tertentu bisa mencerminkan gaya hidupnya. Gaya hidup seseorang bisa juga dilihat dari apa  yang disenangi, at

 yang disenangi, ataupun pendapatnaupun pendapatnya mengenai objek tertenya mengenai objek tertentu.tu.

Gaya hidup hanyalah salah satu cara mengelompokkan konsumen secara psikografis. Gaya hidup hanyalah salah satu cara mengelompokkan konsumen secara psikografis. Gaya hidup pada prinsipnya adalah bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya. Gaya hidup pada prinsipnya adalah bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya.  Ada

 Ada orang orang yang yang senang senang mencari mencari hiburan hiburan bersama bersama kawan-kawannya, kawan-kawannya, ada ada yang yang senangsenang menyendiri, ada yang bepergian bersama keluarga, berbelanja, melakukan aktivitas yang menyendiri, ada yang bepergian bersama keluarga, berbelanja, melakukan aktivitas yang dinamis, dan ada pula yang memiliki dan waktu luang dan uang berlebih untuk kegiatan dinamis, dan ada pula yang memiliki dan waktu luang dan uang berlebih untuk kegiatan sosial-keagamaan. Kasali menyatakan bahwa gaya hidup mempengaruhi perilaku seseorang, dan keagamaan. Kasali menyatakan bahwa gaya hidup mempengaruhi perilaku seseorang, dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang.

akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang.

Orang yang berasal dari subkultur, kelas sosial dan pekerjaan yang sama dapat Orang yang berasal dari subkultur, kelas sosial dan pekerjaan yang sama dapat mempunyai gaya hidup yang berbeda. Gaya hidup seseorang menunjukkan pola kehidupan mempunyai gaya hidup yang berbeda. Gaya hidup seseorang menunjukkan pola kehidupan orang yang bersangkutan yang tercermin dalam kegiatan, minat, dan pendapatnya. Konsep gaya orang yang bersangkutan yang tercermin dalam kegiatan, minat, dan pendapatnya. Konsep gaya hidup apabila digunakan oleh pemasar secara

hidup apabila digunakan oleh pemasar secara cermat, akan dapat cermat, akan dapat membantu untuk memahamimembantu untuk memahami nilai-nilai kosnumen yang terus berubah dan bagaimana nilai-nilai tersebut mempengaruhi nilai-nilai kosnumen yang terus berubah dan bagaimana nilai-nilai tersebut mempengaruhi perilaku konsumen.

perilaku konsumen.

Gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai cara hidup yang diidentifikasikan oleh Gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai cara hidup yang diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka, apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka bagaimana orang menghabiskan waktu mereka, apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga di dunia sekitarnya.Perubahan gaya hidup membawa implikasi pada sendiri dan juga di dunia sekitarnya.Perubahan gaya hidup membawa implikasi pada perubahan selera (selera pria dan wanita berbeda), kebiasan dan perilaku perubahan selera (selera pria dan wanita berbeda), kebiasan dan perilaku pembelian.perubahan lain yang terjadi adalah meningkatnya keinginan untuk menikmati hidup. pembelian.perubahan lain yang terjadi adalah meningkatnya keinginan untuk menikmati hidup.

Gaya Hidup Menurut Para ahli sebagai berikut: Gaya Hidup Menurut Para ahli sebagai berikut: 1.

1. Gaya hidup menurutGaya hidup menurut Kotler (2002, p. 192) Kotler (2002, p. 192)  adalah pola hidup seseorang di dunia yang adalah pola hidup seseorang di dunia yang iekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan iekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” dalam berinteraksi dengan

“keseluruhan diri seseorang” dalam berinteraksi dengan lingkungannya.Gaya hidup lingkungannya.Gaya hidup menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi di

menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi di dunia.dunia. 2.

2. Plummer (1983) gaya hidup adalah cara hidup individu yang di identifikasikan olehPlummer (1983) gaya hidup adalah cara hidup individu yang di identifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam hidupnya (ketertarikan) dan apa yang mereka pikirkan tentang dunia penting dalam hidupnya (ketertarikan) dan apa yang mereka pikirkan tentang dunia sekitarnya.

sekitarnya. 3.

3.  Adler  Adler (dalam (dalam Hall Hall & & Lindzey, Lindzey, 1985) 1985) menyatakan menyatakan bahwa bahwa gaya gaya hidup hidup adalah adalah hal hal yangyang paling berpengaruh pada sikap dan perilaku seseorang dalam hubungannya dengan 3 paling berpengaruh pada sikap dan perilaku seseorang dalam hubungannya dengan 3 hal utama dalam kehidupan yaitu

hal utama dalam kehidupan yaitu pekerjaan, persahabatan, dan cinta sedangkanpekerjaan, persahabatan, dan cinta sedangkan 4.

4. Sarwono (1989) menyatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi gaya hidupSarwono (1989) menyatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi gaya hidup adalah

adalah konsep konsep diri.Gaya diri.Gaya hidup hidup menggambark menggambark an “keseluruhan diri seseorang” yangan “keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya (Kottler dalam

berinteraksi dengan lingkungannya (Kottler dalam Sakinah,2002).Sakinah,2002). 5.

(10)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(11)

6.

6. Menurut Lisnawati (2001) gaya hidup sehat menggambarkan pola perilaku sehari-hariMenurut Lisnawati (2001) gaya hidup sehat menggambarkan pola perilaku sehari-hari  yang

 yang mengarah mengarah pada pada upaya upaya memelihara memelihara kondisi kondisi fisikfisik, fisikfisik, mental mental dan dan social social beradaberada dalam keadaan positif. Gaya hidup sehat meliputi kebiasaan tidur, makan, dalam keadaan positif. Gaya hidup sehat meliputi kebiasaan tidur, makan, pengendalian berat badan, tidak merokok atau minum-minuman beralkohol, pengendalian berat badan, tidak merokok atau minum-minuman beralkohol, berolahraga secara teratur dan terampil dalam mengelola

berolahraga secara teratur dan terampil dalam mengelola stres yang dialami.stres yang dialami. 7.

7. Notoatmojo (2005) menyebutkan bahwa perilaku sehatNotoatmojo (2005) menyebutkan bahwa perilaku sehat (healthy behavior)(healthy behavior) adalahadalah perilaku-perilaku atau kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan upaya

perilaku-perilaku atau kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan upaya mempertahankanmempertahankan dan meningkatkan kesehatan. Untuk mencapai gaya hidup yang sehat diperlukan dan meningkatkan kesehatan. Untuk mencapai gaya hidup yang sehat diperlukan pertahanan yang baik dengan menghindari kelebihan dan kekurangan yang pertahanan yang baik dengan menghindari kelebihan dan kekurangan yang menyebabkan ketidakseimbangan yang menurunkan kekebalan dan semua yang menyebabkan ketidakseimbangan yang menurunkan kekebalan dan semua yang mendatangkan penyakit (Hardinger dan Shryock, 2001).

mendatangkan penyakit (Hardinger dan Shryock, 2001).

 Jadi

 Jadi pada pada kesimpulannya, kesimpulannya, gaya gaya hidup hidup adalah adalah suatu suatu pola pola atau atau cara cara individu individu mengekspresikanmengekspresikan atau mengaktualisasikan, cita-cita, kebiasaan / hobby, opini, dsb dengan lingkungannya melalui atau mengaktualisasikan, cita-cita, kebiasaan / hobby, opini, dsb dengan lingkungannya melalui cara yang unik, yang menyimbolkan status dan peranan individu bagi linkungannya. Gaya cara yang unik, yang menyimbolkan status dan peranan individu bagi linkungannya. Gaya hidup dapat dijadikan jendela dari kepribadian masing-masing invidu.Setiap individu berhak hidup dapat dijadikan jendela dari kepribadian masing-masing invidu.Setiap individu berhak dan bebas memilih gaya hidup mana yang dijalaninya, baik itu gaya hidup mewah (

dan bebas memilih gaya hidup mana yang dijalaninya, baik itu gaya hidup mewah ( glamour)  glamour) ,, gaya hidup hedonis, gaya hidup punk, gaya hidup sehat, gaya hidup sederhana, dsb.

gaya hidup hedonis, gaya hidup punk, gaya hidup sehat, gaya hidup sederhana, dsb.

D.

D. Definisi dan Pengertian Konsep Ekonomi InformalDefinisi dan Pengertian Konsep Ekonomi Informal

Dalam sejarah perekonomian Indonesia, kegiatan usaha sektor informal sangat Dalam sejarah perekonomian Indonesia, kegiatan usaha sektor informal sangat potensial dan berperan dalam menyediakan lapangan pekerjaan dengan penyerapan tenaga potensial dan berperan dalam menyediakan lapangan pekerjaan dengan penyerapan tenaga kerja secara mandiri. Jauh sebelum krisis ekonomi sektor informal sudah ada, resesi ekonomi kerja secara mandiri. Jauh sebelum krisis ekonomi sektor informal sudah ada, resesi ekonomi nasional tahun 1998 hanya menambah jumlah tenaga kerja yang bekerja disektor informal. nasional tahun 1998 hanya menambah jumlah tenaga kerja yang bekerja disektor informal. Pedagang sektor informal adalah orang yang bermodal relatif sedikit berusaha dibidang Pedagang sektor informal adalah orang yang bermodal relatif sedikit berusaha dibidang produksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan kelompok tertentu di dalam masyarakat. produksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan kelompok tertentu di dalam masyarakat. Usaha tersebut dilaksanakan di tempat-tempat yang dianggap strategis dalam suasana Usaha tersebut dilaksanakan di tempat-tempat yang dianggap strategis dalam suasana lingkungan yang informal (Winardi, 2000).

lingkungan yang informal (Winardi, 2000).

Menurut Mulyadi (2003: 95) sektor informal adalah unit-unit usaha yang tidak atau Menurut Mulyadi (2003: 95) sektor informal adalah unit-unit usaha yang tidak atau sama sekali menerima proteksi ekonomi secara resmi dari pemerintah. Sektor informal yang sama sekali menerima proteksi ekonomi secara resmi dari pemerintah. Sektor informal yang ada di kota maupun di desa tidak mendapatkan perlindungan yang cukup besar dari ada di kota maupun di desa tidak mendapatkan perlindungan yang cukup besar dari pemerintah sehingga apabila dilakukan penggusuran sektor informal tidak bisa berbuat banyak. pemerintah sehingga apabila dilakukan penggusuran sektor informal tidak bisa berbuat banyak. Selain itu, perlindungan terhadap sektor informal ini dapat berupa tarif proteksi, kredit dengan Selain itu, perlindungan terhadap sektor informal ini dapat berupa tarif proteksi, kredit dengan bunga yang relatif rendah, pembimbingan, penyuluhan, perlindungan dan perawatan tenaga bunga yang relatif rendah, pembimbingan, penyuluhan, perlindungan dan perawatan tenaga kerja, terjaminnya arus teknologi import, hak paten dan sebagainya. (Mulyadi, 2003: 95).

kerja, terjaminnya arus teknologi import, hak paten dan sebagainya. (Mulyadi, 2003: 95).

Sedangkan menurut Undang-undang Republik Indonesia No. 9 Ttahun 1995 Tentang Sedangkan menurut Undang-undang Republik Indonesia No. 9 Ttahun 1995 Tentang Usaha Kecil, sektor informal adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dan Usaha Kecil, sektor informal adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan. memenuhi kriteria kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan.

(12)

Undang-Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(13)

Start Free Trial

Cancel Anytime.

keliling, pedagang sayuran, dan lain-lainnya yang masing-masing usahanya bersifat keliling, pedagang sayuran, dan lain-lainnya yang masing-masing usahanya bersifat kekeluargaan.

kekeluargaan.

Sedangkan definisi ILO (Organisasi Buruh Internasional) tentang sektor informal Sedangkan definisi ILO (Organisasi Buruh Internasional) tentang sektor informal adalah cara melakukan pekerjaan apapun dengan karakteristik mudah dimasuki, bersandar adalah cara melakukan pekerjaan apapun dengan karakteristik mudah dimasuki, bersandar pada daya lokal, usaha milik sendiri, beroperasi dalam skala kecil, padat karya dan dengan pada daya lokal, usaha milik sendiri, beroperasi dalam skala kecil, padat karya dan dengan teknologi yang adaptif, memiliki keahlian di luar sistem pendidikan formal, tidak terkena teknologi yang adaptif, memiliki keahlian di luar sistem pendidikan formal, tidak terkena langsung regulasi, dan pasar yang kompetitif (Kompas, 15/04/06). Untuk mempermudahnya langsung regulasi, dan pasar yang kompetitif (Kompas, 15/04/06). Untuk mempermudahnya akan dipakai definisi atau pengertian sektor informal dari ILO karena sifatnya yang bisa akan dipakai definisi atau pengertian sektor informal dari ILO karena sifatnya yang bisa mencakup semua aspek yang ada dalam sektor informal. Selain itu definisi ini mempermudah mencakup semua aspek yang ada dalam sektor informal. Selain itu definisi ini mempermudah bagian-bagian mana yang ada dalam sektor informal dari segi mendirikan, menjalankan, bagian-bagian mana yang ada dalam sektor informal dari segi mendirikan, menjalankan, teknologi, modal dan lain sebagainya

teknologi, modal dan lain sebagainya yang berkaitan dengan sektor informal.yang berkaitan dengan sektor informal.

Menurut Todaro (1998) karakteristik sektor informal adalah sangat bervariasi dalam Menurut Todaro (1998) karakteristik sektor informal adalah sangat bervariasi dalam bidang kegiatan produksi barang dan jasa berskala kecil, unit produksi yang dimiliki secara bidang kegiatan produksi barang dan jasa berskala kecil, unit produksi yang dimiliki secara perorangan atau kelompok, banyak menggunakan tenaga kerja (padat karya), dan teknologi perorangan atau kelompok, banyak menggunakan tenaga kerja (padat karya), dan teknologi  yang

 yang dipakai dipakai relatif relatif sederhana, sederhana, para para pekerjanya pekerjanya sendiri sendiri biasanya biasanya tidak tidak memiliki memiliki pendidikanpendidikan formal, umumnya tidak memiliki keterampilan dan modal kerja. Oleh sebab itu produktivitas formal, umumnya tidak memiliki keterampilan dan modal kerja. Oleh sebab itu produktivitas dan pendapatan mereka cenderung rendah dibandingkan dengan kegiatan bisnis yang dan pendapatan mereka cenderung rendah dibandingkan dengan kegiatan bisnis yang dilakukan di sektor formal. Pendapatan tenaga kerja informal bukan berupa upah yang dilakukan di sektor formal. Pendapatan tenaga kerja informal bukan berupa upah yang diterima tetap setiap bulannya, seperti halnya tenaga kerja formal. Upah pada sektor formal diterima tetap setiap bulannya, seperti halnya tenaga kerja formal. Upah pada sektor formal diintervensi pemerintah melalui peraturan Upah Minimum Propinsi (UMP). Tetapi diintervensi pemerintah melalui peraturan Upah Minimum Propinsi (UMP). Tetapi penghasilan pekerja informal lepas dari campur

penghasilan pekerja informal lepas dari campur tangan pemerintah.tangan pemerintah.

Gambaran sektor formal-informal dapat menjadi sinyal perekonomian negara, semakin Gambaran sektor formal-informal dapat menjadi sinyal perekonomian negara, semakin maju perekonomian maka semakin besar peran sektor formal. Elastisitas sektor informal maju perekonomian maka semakin besar peran sektor formal. Elastisitas sektor informal dalam menyerap tenaga kerja menjadikan sektor ini selalu diminati meskipun nilai tambah dalam menyerap tenaga kerja menjadikan sektor ini selalu diminati meskipun nilai tambah  yang

 yang dihasilkan dihasilkan tidak tidak sebesar sebesar sektor sektor formal. formal. Sektor Sektor informal informal rata-rata rata-rata disetiap disetiap provinsiprovinsi menyerap sekitar lebih dari 50 persen angkatan kerja perkotaan. Sektor ini juga mampu menyerap sekitar lebih dari 50 persen angkatan kerja perkotaan. Sektor ini juga mampu bertahan dalam situasi krisis ekonomi dibanding usaha lain. Hal ini disebabkan karena sektor bertahan dalam situasi krisis ekonomi dibanding usaha lain. Hal ini disebabkan karena sektor informal relatif tidak tergantung pada pihak lain, khususnya bidang permodalan, fleksibel, informal relatif tidak tergantung pada pihak lain, khususnya bidang permodalan, fleksibel, mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan mampu mengidentifikasi peluang yang mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan mampu mengidentifikasi peluang yang muncul.

(14)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

keterbatasan kemampuan dalam pengelolaan usaha yang masih bersifat tradisional, tambahan keterbatasan kemampuan dalam pengelolaan usaha yang masih bersifat tradisional, tambahan modal kredit dari pihak ketiga yang masih kecil dan informasi tentang dunia usaha sangat modal kredit dari pihak ketiga yang masih kecil dan informasi tentang dunia usaha sangat terbatas, jumlah dan kualitas tenaga kerja yang terbatas, sifat kualitas barang yang dijual hanya terbatas, jumlah dan kualitas tenaga kerja yang terbatas, sifat kualitas barang yang dijual hanya sebatas kebutuhan untuk barang dagangan saja. Karena itu yang harus dicapai dalam usaha sebatas kebutuhan untuk barang dagangan saja. Karena itu yang harus dicapai dalam usaha sektor informal ini dalam peningkatan pendapatan usaha harus didukung oleh penguasaan sektor informal ini dalam peningkatan pendapatan usaha harus didukung oleh penguasaan terhadap usaha tersebut.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...