• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Tiga Kabupaten Pidie

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Tiga Kabupaten Pidie"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Adakah petugas kesehatan yang datang ke rumah untuk memberikan suntikan anti tetanus, KB atau imunisasi anak, jika ibu belum sempat pergi ke

Kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Sangurara, diduga disebabkan pengaruh beberapa faktor risiko seperti riwayat bayi memperoleh Makanan Pendamping Air

Hasil penelitian lain yang dilakukan oleh Ni’mah menyatakan bahwa terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI ek- sklusif dengan dengan kejadian stunting

Penelitian Arifin (2012), menyatakan bahwa faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 6 sampai 59 bulan adalah berat saat lahir, asupan gizi balita, pemberian ASI,

Nabuasa CD, (2011) Hubungan Riwayat Pola Asuh Pola Makan, dan Asupan Zat Gizi Terhadap Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Kecamatan Biboki Utara Kabupaten

Tabel 3 : Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Kejadian Stunting Stunting Normal Total p Value n % n % Pola Asuh Ibu Baik 9 15% 29

Terdapat 5 variabel yang berpengaruh terhadap kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Muara Delang, yaitu pola asuh, pemberian ASI, peran tokoh

2015, Hubungan tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan dan pola asuh ibu dengan wasting dan stunting pada balita keluarga miskin, Media Gizi Indonesia, vol.. 2023, Pola asuh berhubungan