Laporan Tugas Pengawasan
Supervision Report
59
Bank Saudara
Annual Report
MANAJEMEN RISIKO
Penerapan manajemen risiko di Bank Saudara dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia No. 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 5/21/DPNP tanggal 29 September 2003 perihal Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum. Tahapan yang dilakukan dalam proses manajemen risiko yaitu proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko pada aktivitas fungsional yang dominan.
Pengawasan Aktif Dewan Komisaris Dan Direksi
Penerapan manajemen risiko didukung oleh pengawasan aktif dari pihak manajemen Bank terhadap aktivitas pengelolaan risiko dengan dibentuknya Komite Manajemen Risiko pada tanggal 21 Juni 2004 sesuai Surat Keputusan Direksi Nomor No. 084/KEP-DIR/RISK.MAN/ VI/04. Komite Manajemen Risiko beranggotakan Direksi dan Pejabat Eksekutif Bank yang memiliki tugas untuk membantu Direksi dalam menjalankan tugas menyusun kebijakan dan strategi manajemen risiko, menetapkan limit risiko serta mengevaluasi penerapan manajemen risiko. Komite Manajemen Risiko secara rutin melakukan rapat setiap bulan dimana hasil dari rapat Komite Manajemen Risiko tersebut oleh Dewan Direksi dilaporkan kepada Dewan Komisaris untuk dievaluasi lebih lanjut. Pelaksanaan atas kebijakan dan penerapan proses manajemen risiko dilakukan oleh Satuan Kerja Manajemen Risiko yang independen terhadap satuan kerja operasional (risk-taking unit).
Selain itu, sebagai salah satu bentuk pengawasan aktif Dewan Komisaris dalam penerapan manajemen risiko, Dewan Komisaris membentuk Komite Pemantau Risiko sesuai Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 010/KEP-DEKOM/SDRA/VI/07 tanggal 21 Juni 2007. Komite Pemantau Risiko dibentuk dengan tujuan untuk membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan atas hal-hal yang terkait dengan kebijakan dan strategi manajemen risiko yang disusun oleh manajemen.
Untuk meningkatkan pengawasan aktif dari Dewan Komisaris dan Direksi, Bank telah menetapkan wewenang dan tanggung jawab yang jelas bagi Dewan Komisaris dan Direksi yang terkait dengan penerapan manajemen risiko sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kebijakan, Prosedur Dan Penetapan Limit
Kebijakan dan prosedur manajemen risiko di Bank Saudara disusun berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 5/8/PBI/2003 yang dikeluarkan pada tanggal 19 Mei 2003 tentang Manajemen Risiko untuk Bank Umum,
Bank Saudara
Policies, Procedures, and Establishment of Limits
Risk management application at Bank Saudara is in pursuant to Bank Indonesia Regulation No. 5/8/PBI/2003, dated 19 May 2003, and Bank Indonesia Circular Letter No. 5/21/DPNP, dated 29 September 2003, about Application of Risk Management for Commercial Banks. The steps implemented in risk management process are risk identification, measurement, monitoring, and risk control on the dominant functional activities.
The application of risk management is supported by the active supervision of Bank management on the risk management activities. The active supervision was done by establishing Risk Management Committee on 21 June 2004 in accordance with Management Decision Letter No.0841KEP-DIRIRISK.MANIVII04. The members of Risk Management Committee are the Bank Directors and Executive Officials which have the obligation to assist the Director in discharging its duties of formulating risk management strategy and policy, setting risk limits and evaluating the risk management application. Risk Management Committee routinely held a meeting every month and the Board of Directors report the result of the meeting to the Board of Commissioners for further evaluation. The implementation of policy and application of risk management process is performed by Risk Management Work Unit which is independent from operational or risk-taking unit.
In addition, as an active form of supervision by the Board of Commissioners in risk management application, the Board of Commissioners has formed Risk Monitoring Committee p u r s u a n t t o D e c i s i o n L e t t e r N o . 0 1 01KEPDEKOMISDRAIVII07 dated 21 June 2007. The Risk Monitoring Committee was formed to assist the Board of Commissioners in discharging its duties and supervisory function on matters related to the policy and strategy of risk management formulated by the Management.
To improve active monitoring by the Board of Commissioners and Directors, the Bank has specified a clear responsibility and authority for the Board of Commissioners and Directors in relation to risk management implementation in accordance to the prevailing regulations.
maupun dokumen terkait dari Basel Committee on Banking Supervision, khususnya Basel II Accord. Dengan menggunakan kebijakan dan prosedur manajemen risiko yang baik, sebuah sistem yang seimbang dapat diterapkan untuk mendapatkan hasil optimal dari operasi dan usaha perusahaan.
Dalam pelaksanaan penerapan manajemen risiko, Bank Saudara menentukan limit dan penetapan toleransi risiko yang merupakan batasan potensi kerugian yang mampu diserap oleh kemampuan permodalan Bank dan sarana pemantauan terhadap perkembangan eksposur risiko Bank.
Salah satu bentuk pelaksanaan pengelolaan risiko adalah penyusunan profil risiko Bank setiap triwulan yang dilaporkan kepada Bank Indonesia sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Laporan profil risiko ini menggambarkan risiko yang melekat dalam kegiatan bisnis Bank (inherent risk) termasuk sistem pengendalian risiko (risk control system) untuk masing-masing jenis risiko. Selain laporan kepada BI secara triwulan, Bank juga secara internal mengupayakan penyusunan profil risiko dengan periode yang lebih pendek yaitu secara bulanan, sehingga kinerja risiko terdeteksi lebih awal.
Penilaian profil risiko dilakukan terhadap 8 (delapan) risiko yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko reputasi, risiko strategik dan risiko kepatuhan yang terdapat pada aktifitas fungsional bank yang memiliki potensi pada kerugian bank. Aktifitas fungsional bank tersebut adalah Perkreditan, Treasury dan Investasi, Operasional dan Pelayanan, Pendanaan, Teknologi Sistem Informasi/Sistem Informasi Manajemen, dan Sumber Daya Manusia.
Kriteria pengukuran profil risiko ditetapkan sebagai berikut:
RENDAH secara komposit memiliki predikat yang Rendah yang merupakan kombinasi dari Inheren Risk yang Rendah dan Sistem Pengendalian Risiko yang Dapat Diandalkan.
61
Bank Saudara
Annual Report
2008
Weak Low to Moderate Moderate to High
Acceptable
Low Moderate to Low High to Moderate
Hasil Penilaian Predikat
as well as documents pertaining to the Basel Committee on Banking Supervision, in particular Basell II Accord. By applying sound policies and procedures on risk management, a well-balanced system can be implemented to achieve optimal results on the operations and business of the Bank.
In the implementation of risk management, Bank Saudara determines limits and establishes risk tolerance level in which potential losses will not be able to be absorbed by the Bank's capital, as well as means to monitor the level of risk that the Bank is exposed to.
One form of the risk management implementations is formulating the Bank's risk profile on a quarterly basis and reporting the profile to Bank Indonesia based on the schedule as defined by Bank Indonesia. The risk profile report describes inherent risks to the business activities of the Bank including risk control system for each type of risk. In addition to this quarterly report to Bank Indonesia, internally, the Bank also prepares risk profiles for a shorter period, i.e. on a monthly basis, so that risk performance can be detected eary on.
Assessment of risk profile is carried out for 8 (eight) types of risks, these are credit risk, market risk, liquidity risk, operational risk, legal risk, reputational risk, strategic risk and compliance risk found in the bank's functional activities that may have the potential for the bank to incur losses. The bank functional activities are Credit, Treasury and Investment, Operation and Service, Funding, Information Technology System or Management Information System and Human Resource.
The measurement criteria of risk profile is determined as follows:
Risiko Kredit adalah risiko yang terjadi disebabkan oleh kegagalan pihak lawan (counterparty) dalam memenuhi kewajibannya terhadap Bank. Risiko kredit dapat timbul dari aktivitas fungsional Bank yaitu perkreditan (penyediaan dana) serta treasury dan investasi.
Pada posisi 31 Desember 2008, penilaian risiko inheren untuk risiko kredit berdasarkan hasil penilaian profil risiko memiliki predikat yang Rendah dengan sistem pengendalian risiko yang Dapat Diandalkan.
Beberapa parameter yang digunakan dalam penilaian risiko kredit dari aktivitas perkreditan (penyediaan dana) adalah Non Performing Loan (NPL), konsentrasi kredit, kecukupan pembentukan cadangan serta pelampauan/ pelanggaran BMPK. Sedangkan parameter yang digunakan dalam penilaian risiko kredit dari aktivitas treasury dan investasi adalah Non Performing Loan (NPL) untuk surat berharga, penempatan dan penyertaan, konsentrasi portofolio treasury, kecukupan pembentukan cadangan serta pelampauan/pelanggaran BMPK.
Tingkat Non Performing Loan (NPL) pada posisi 31 Desember 2008 adalah sebesar 1,17% untuk aktivitas perkreditan dan 0,00% untuk aktivitas treasury dan investasi. Tingkat Non Performing Loan (NPL) ini berada di bawah angka 5% yang merupakan nilai maksimum NPL yang dipersyaratkan oleh Bank Indonesia. Penyisihan Pencadangan Aktiva Produktif (PPAP) yang dibentuk Bank Saudara pada periode Desember 2008 telah mematuhi peraturan Bank Indonesia di atas 100% yaitu sebesar 119,03%.
Perhitungan kewajiban penyediaan modal minimum untuk risiko kredit pada posisi 31 Desember 2008 adalah sebesar 12,77% berada di atas angka 8% yang merupakan nilai modal minimum yang dipersyaratkan oleh Bank Indonesia.
Untuk mengantisipasi implementasi dari Basel II, Bank membentuk Tim Monitoring Basel II untuk mempersiapkan implementasi manajemen risiko kredit dengan menggunakan Standardized Approach.
RISIKO KREDIT
RISIKO PASAR
Risiko Pasar adalah risiko yang timbul karena adanya pergerakan variabel pasar (adverse movement) dari portofolio yang dimiliki oleh Bank, yang dapat merugikan Bank. Variabel pasar tersebut adalah suku bunga dan nilai tukar. Risiko pasar dapat timbul dari aktivitas fungsional Bank yaitu perkreditan (penyediaan dana), treasury dan investasi, serta pendanaan.
Pada posisi 31 Desember 2008, penilaian risiko inheren untuk risiko pasar berdasarkan hasil penilaian profil risiko memiliki predikat yang Rendah dengan sistem pengendalian risiko yang Dapat Diandalkan.
Bank Saudara
Annual Report
2008
Credit Risk are risks that occurred caused by the counterparty's failure to fulfill its obligation to the Bank. Credit Risk can originate from Bank functional activities which are credit (fund allocation), treasury and investment.
On 31 December 2008, inherent risk assessment for credit risk based on the measurement of risk profile has Low predicate with Reliable Risk Control System.
Some parameters applicable in credit risk assessment of credit activity (fund allocation) are Non- Performing Loan (NPL), credit concentration, adequacy of provision for assets losses, and exceeding Legal Lending Limit. Whereas the parameters used to assess credit risk from treasury and investment activities are Non-Performing Loan (NPL) for marketable securities, placement and investment, treasury portfolio concentration, adequacy of provision for assets losses and exceeding the Legal Lending Limit set by the Central Bank.
The Non Performing Loan (NPL) level on 31 December 2008 was 1.17% for credit activity, and 0.00% for treasury and investment activity. Non-Performing Loan (NPL) level was below 5%, The maximum NPL percentage required by Bank Indonesia is 5%. Provision for Assets Losses (PPAP) formed by Bank Saudara in December 2008 was 119.03%. This percentage is complied with Bank Indonesia's regulation of above 100.00%.
On 31 December 2008, the calculated minimum capital requirement for credit risk was 12.77%, above the figure of 8% which is the minimum capital required by Bank Indonesia.
To anticipate the implementation of Basel II, the Bank formed Basel II Monitoring Team to prepare the credit risk management implementation using Standardized Approach.
Market Risk is a risk that happens because of adversemarket variable movement from Bank's portfolio that can result to financial loss to the Bank. The market variables are interest rate and exchange rate. Market risk can emerge from Bank functional activities which are credit activity (fund provision), treasury and investment and funding.
On 31December 2008 the inherent risk measurement for market risk based on risk profile measurement result was Low with Reliable Risk Control System.
MARKET RISK
Parameter yang digunakan dalam penilaian risiko pasar dari aktivitas perkreditan (penyediaan dana) adalah rasio modal terhadap kumulatif potential loss akibat volatilitas suku bunga pada aktivitas perkreditan. Parameter yang digunakan dalam penilaian risiko pasar dari aktivitas treasury dan investasi adalah rasio modal terhadap kumulatif potential loss akibat volatilitas suku bunga pada aktiva dan pasiva. Sedangkan parameter yang digunakan dalam penilaian risiko pasar dari aktivitas pendanaan adalah rasio modal terhadap kumulatif potential loss karena volatilitas suku bunga pada dana deposito.
Rasio modal terhadap kumulatif potential loss akibat volatilitas suku bunga pada aktivitas perkreditan pada posisi 31 Desember 2008 adalah sebesar 925,76%. Rasio modal terhadap kumulatif potential loss akibat volatilitas suku bunga pada aktiva dan pasiva adalah sebesar 199,03%, sedangkan rasio modal terhadap kumulatif potential loss karena volatilitas suku bunga pada dana deposito adalah sebesar 144,68%.
Sesuai peraturan Bank Indonesia Nomor 5/12/PBI/2003 Tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dengan Memperhitungkan Risiko Pasar (Market Risk), Bank wajib melaporkan posisi yang diperhitungkan dalam Risiko Pasar secara bulanan dengan format yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia secara on-line yang mengacu kepada ketentuan tentang Laporan Berkala Bank Umum.
Perhitungan kewajiban penyediaan modal minimum untuk risiko kredit dan risiko pasar pada posisi 31 Desember 2008 adalah sebesar 12,66% berada di atas angka 8% yang merupakan nilai modal minimum yang dipersyaratkan oleh Bank Indonesia.
Untuk mengantisipasi implementasi dari Basel II, Tim Monitoring Basel II mempersiapkan implementasi manajemen risiko pasar dengan menggunakan Standardized Approach.
RISIKO LIKUIDITAS
Risiko Likuiditas adalah risiko yang antara lain disebabkan Bank tidak mampu memenuhi kewajiban yang telah jatuh waktu.
Pada posisi 31 Desember 2008, penilaian risiko inheren untuk risiko likuiditas berdasarkan hasil penilaian profil risiko memiliki predikat yang Moderate dengan sistem pengendalian risiko yang Dapat Diandalkan.
Parameter yang digunakan dalam penilaian risiko likuiditas dari aktivitas perkreditan (penyediaan dana) adalah kemampuan likuiditas bank untuk mengcover kegagalan debitur dan memenuhi komitmen kepada debitur serta maturity mismatch antara pemberian kredit dan sumber dana. Parameter yang digunakan dalam penilaian risiko likuiditas dari aktivitas treasury dan investasi adalah proyeksi arus kas harian. Sedangkan parameter yang digunakan dalam penilaian risiko likuiditas dari aktivitas pendanaan adalah konsentrasi jangka waktu sumber dana serta deposan inti.
63
Bank Saudara
Annual Report
2008
The parameter used in market risk measurement of credit activity (fund allocation) is the ratio between capital against the cumulative potential losses because of interest rate volatility on credit activity. The parameter used in market risk measurement of treasury and investment activity is thecapital ratio against cumulative potential losses because of interest rate volatility on assets and liabilities. While the parameter used in market risk assessment activity from funding activity is the ratio of capital against cumulative potential loss due to interest rate volatility on deposit funds.
The ratio between capital against cumulative potential losses due to interest rate volatility on credit activity on 31 December 2008 was 925.76%. Capital ratio against cumulative potential losses because of interest rate volatility on asset and liabilities was 199.03%, while capital ratio against cumulative losses due to interest rate volatility on deposit funds was 144.68%.
Pursuant to Bank Indonesia Regulation No. 5/12/PBI/2003 on the Minimum Capital Requirement of Commercial Banks with Market Risk Calculation, the Bank is obliged to report its position considering its Market Risk on a monthly basis. The report must be prepared in the format given by Bank Indonesia which is available online. The report format follows the regulation on Periodical Reportsfor Commercial Bank.
Calculation of minimum capital requirement for credit risk and market risk on 31 December 2008 was 12.66%, above the minimum capital required by Bank Indonesia which was 8%.
To anticipate the implementation of Basel II, Basel II Monitoring Team has been preparing the implementation of market risk management by using Standardized Approach.
Liquidity risk refers to, among others, the inability of the Bank to meet its financial obligation upon maturity.
On 31 December 2008, the assessment of inherent risk for liquidity risk based on the assessment of risk profile has a predicate of Moderate with Reliable Risk Control System.
The parameter used to assess liquidity risk from credit activities (fund allocation) is the sufficiency of bank liquidity to cover debtors' default and to fulfill its commitment to debtors and maturity mismatch between credit and source of fund. The parameter used to assess liquidity risk from treasury and investment activities is daily cash flow projection. While the parameter used to asses liquidity risk from funding activities is the concentration of deposit tenor as well as core depositors.
Rasio kegagalan dan komiten kepada debitur terhadap cadangan likuiditas pada posisi 31 Desember 2008 adalah sebesar 62,36%. Rasio kredit dengan sisa jangka waktu lebih dari 1 tahun terhadap sumber dana dengan sisa jangka waktu lebih dari 1 tahun adalah sebesar 543,95%. Rasio proyeksi arus kas harian sampai dengan 3 bulan terhadap dana pihak ketiga adalah sebesar 71,01%. Rasio dana pihak ketiga jatuh tempo 1 bulan terhadap total dana pihak ketiga adalah sebesar 40,56% sedangkan rasio deposan inti adalah sebesar 61,71%.
Risiko Operasional adalah risiko yang antara lain disebabkan adanya ketidakcukupan dan atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya problem eksternal yang mempengaruhi operasional Bank.
Dalam pengelolaan risiko operasional, masing-masing unit usaha bertanggung jawab untuk risiko yang terjadi pada kegiatan operasional sehari-hari dengan mengacu pada kebijakan dan prosedur, penentuan limit serta pengendalian dan pengawasan rutin. Selain itu, pengelolaan risiko operasional juga meliputi hal-hal yang terkait dengan pengembangan produk dan aktivitas baru, sistem, sumber daya manusia dan prinsip “know your customer” sebagai aspek pencegahan terhadap kemungkinan adanya hal-hal yang tidak diinginkan.
Untuk mengantisipasi implementasi dari Basel II, Tim Monitoring Basel II mempersiapkan implementasi manajemen risiko operasional dengan menggunakan Basic Indicator.
RISIKO OPERASIONAL
Risiko Hukum adalah risiko yang disebabkan oleh adanya kelemahan aspek yuridis. Kelemahan aspek yuridis antara lain disebabkan adanya tuntutan hukum, ketiadaan peraturan perundang-undangan yang mendukung atau kelemahan perikatan seperti tidak dipenuhinya syarat sahnya kontrak dan pengikatan agunan yang tidak sempurna.
Dalam rangka pengelolaan risiko hukum, Bank Saudara melakukan kajian berkala terhadap dokumen hukum, perjanjian dan kontrak dengan pihak ketiga serta mengevaluasi potensi kelemahan hukum yang dapat menimbulkan kerugian finansial dan risiko hukum bagi Bank Saudara.
RISIKO HUKUM
Risiko Reputasi adalah risiko yang antara lain disebabkan adanya publikasi negatif yang terkait dengan kegiatan usaha Bank atau persepsi negatif terhadap Bank.
Bank Saudara telah memiliki kebijakan intern mengenai standar minimum mekanisme penyelesaian pengaduan nasabah yang mengacu pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/7/PBI/2005
RISIKO REPUTASI
Bank Saudara
Annual Report
2008
The ratio of failure and commitment to debtor in relation to liquidity reserves on 31 December 2008 was 62.36%. The ratio of credit with remaining period of more than 1 year to sources of funding with remaining period of more than year was 543.95%. The ratio of daily cash flow projection for 3 months to third party funds was 71.01 %. The ratio of third party funds that mature in 1 month to total third party funds was 40.56%, whereas the ratio of core depositors to total deposits was 61.71 %.
Operational risks are risks that arise from inadequate resources and or ineffective internal process, human error, system failure or external problem influencing the Bank's operation.
In managing operational risks, each business unitis responsible for various risks that occur in daily business activities by fully adhering to prevailing policies and procedures, establishing limits as well as routine control and monitoring. In addition, management of operational risk encompasses also new product development and new activity, operating system, human resources and the principles of "Know Your Customer" as a way to prevent the likelihood of untoward events.
To anticipate the implementation of Basel /1, Basel Monitoring Team are preparing the application of operational risk management by using Basic Indicator.
Legal risk arises as a result of weaknesses in legal aspects; weaknesses due to litigation cases, lack of supporting rules and regulations and lack of clear and binding contracts such as when the requirements of a legal contract are not met and insufficient collateral provision.
In managing legal risk, Bank Saudara carries out periodic review of the Bank's legal documents, agreements and contracts with third parties and evaluates potential legal weaknesses that may result to financial losses and expose Bank Saudara to legal risks.
Reputational risk arises from risk caused by negative publicity about the Bank's business activities or negative perception regarding the bank.
Bank Saudara has established an internal policy on the minimum standard of response and mechanism for the resolution of customer complaints, pursuant to Bank Indonesia Regulation No. 7171PB112005
OPERATIONAL RISK
LEGAL RISK
tentang Penyelesaian Pengaduan Nasabah untuk menjaga hak-hak nasabah dan mengurangi publikasi negatif terhadap operasional bank serta menjamin terselenggaranya mekanisme penyelesaian pengaduan nasabah secara efektif dalam jangka waktu yang memadai. Selain itu, Bank Saudara senantiasa mengklarifikasi dan memberikan tanggapan pada media massa terhadap setiap pengaduan atau keluhan nasabah yang terdapat dalam media massa.
Risiko Strategik adalah risiko yang antara lain disebabkan adanya penetapan dan pelaksanaan strategi Bank yang tidak tepat, pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat atau kurang responsifnya Bank terhadap perubahan eksternal.
Setiap tahun, Bank Saudara menyusun Rencana Bisnis yang mengacu pada Peraturan Bank Indonesia yang berlaku yang disusun secara realistis dengan memperhatikan faktor eksternal dan faktor internal yang mempengaruhi kelangsungan usaha serta tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko. Selain itu agar pelaksanaan usaha sesuai dengan Rencana Bisnis yang telah ditetapkan, Bank Saudara menyelenggarakan Kick Off Meeting yang dihadiri oleh seluruh jenjang organisasi yang ada pada Bank yang m e r u p a k a n s a r a n a b a g i D i r e k s i d a l a m mengkomunikasikan Rencana Bisnis yang telah dibuat. RISIKO STRATEGIK
Risiko Kepatuhan adalah risiko yang disebabkan Bank tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku. Pengelolaan Risiko Kepatuhan dilakukan dengan melakukan uji kepatuhan terhadap setiap rancangan kebijakan, prosedur dan limit yang akan ditetapkan agar setiap kebijakan atau keputusan tersebut tidak menyimpang dari ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
RISIKO KEPATUHAN
Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dan efektivitas manajemen risiko pada industri perbankan adalah keahlian dan kompetensi sumber daya manusia di bidang manajemen risiko, baik yang menjalankan fungsi kegiatan operasional (risk taking), fungsi manajemen risiko maupun fungsi pengendalian intern. Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan keahlian manajemen risiko yang lebih memadai, maka Bank Saudara sesuai Peraturan Bank Indonesia No. 7/25/PBI/2005 yang dikeluarkan pada tanggal 3 Agustus 2005 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum, mengikutsertakan pengurus dan pejabat bank dalam sertifikasi manajemen risiko.
Sertifikasi manajemen risiko merupakan standar kompetensi dan keahlian minimal yang harus dipenuhi oleh pengurus dan pejabat di industri perbankan untuk memastikan bahwa kegiatan usaha bank dilaksanakan oleh sumber daya manusia
on the Resolution of Customer Complaints to protect the customer interest and mitigate adverse publicity about operational activities of the Bank and ensure effective response mechanism to the complaints of the Bank's customer on a timely manner. Moreover, Bank Saudara always clarifies matters and responds to comments or customer's complaints found in the mass media when an issue is brought to the Bank's attention..
Strategic risk refers to risks caused by inappropriate decision and application of business strategy, inappropriate business decisions or insufficient response to external changes.
Every year, Bank Saudara prepares a Business Plan that conforms to prevailing regulations of Bank Indonesia. The Business Plan is formulated realistically by considering all prevailing external and internal conditions that may affect t h e s u s t a i n a b i l i t y o f t h e B a n k ' s b u s i n e s s withoutcompromising prudent principle and risk management. In addition, to ensure that the implementation of the Bank's business will be done according to the Bank's Business Plan, Bank Saudara holds a Kick Off Meeting attended by employees from all levels in the organization. This event has became as a means for the Board of Directors to communicate the Bank's Business Plan.
Compliance risk arises from the Bank's non compliance or failure to follow all prevailing laws and regulations. The management of compliance risk involves compliance test on every policy plan, procedure and established limits so that every policy or decision made by the Bank does not infringe upon the prevailing laws and regulations.
One of the determining factors in the success and efficient management of risks in the banking industry is the skill and competence of the human resource with respect to risk management, whether those in the risk-taking or operational side, or those who are in the role of risk managers or internal controls. In an effort to increase the competence and skills of the Bank's risk management, p u r s u a n t t o B a n k I n d o n e s i a R e g u l a t i o n N o . 71251PB112005 issued on 3 August 2005 on the Risk Management Certification for Management and Officer of Commercial Banks, Bank Saudara has arranged for its management and bank officials to attend a risk management certification program. The risk management certification represents the minimum standard of competence and skills that must be fulfilled by the management and officials in the banking industry to ensure that bank activity is done by those
STRATEGIC RISK
COMPLIANCE RISK
yang memiliki kompetensi dan keahlian di bidangnya. Mengingat kompleksitas dalam kegiatan usaha bank, maka ditetapkan tingkatan sertifikasi yang dipersyaratkan bagi pengurus dan pejabat pada masing-masing kelompok jabatan dan kelompok bank.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Bank Saudara mengikutsertakan para peserta ujian dalam bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh provider pelatihan yang mempunyai reputasi baik.
Sesuai Rencana Bisnis Bank Saudara tahun 2007 – 2009, seluruh kewajiban sertifikasi manajemen risiko bagi pengurus dan pejabat Bank Saudara akan selesai pada tahun 2010.
Bank Saudara
Annual Report
2008
who have the competency and skills in their fields. Considering the complexity of bank activity, the Bank established certification levels required for themanagers and officials in their respective positions and groupings.
To reach an optimum result, Bank Saudara has assigned a reputable trainer to provide a preparatory program for the Bank's participants who are going to take the Risk Management Certificatio Examination.
Untuk terus meningkatkan nilai dan perkembangan usaha perusahaan serta dalam rangka menjamin hak dari stakeholder, Bank Saudara menyadari pentingnya penerapan tata kelola perusahaan yang baik dalam pelaksanaan kegiatan usahanya. Penerapan tata kelola perusahaan di Bank Saudara dilaksanakan melalui fungsi-fungsi pengawasan dan manajemen risiko terhadap seluruh aspek kegiatan.
Kebijakan tata kelola perusahaan Bank Saudara disusun dengan memperhatikan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran. Secara berkala, kebijakan tata kelola perusahaan Bank Saudara ditinjau dan disesuaikan dengan perkembangan perusahaan dan ketentuan yang berlaku di Indonesia.
Rapat Umum Pemegang Saham
Tata Kelola Perusahaan
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan otoritas paling tinggi dalam struktur tata kelola perusahaan Bank Saudara. Melalui RUPS Direksi dan Dewan Komisaris mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada pemegang saham. RUPS juga membahas strategi, kebijakan, hasil-hasil usaha dan hal-hal penting lainnya, termasuk pemilihan dan pemberhentian anggota Dewan Komisaris dan Direksi. Apabila diminta oleh pemegang saham, Bank juga menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Pada tahun 2008 Bank Saudara menyelenggarakan RUPS dan RUPSLB sebagai berikut :
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 11 Maret 2008 di Ramayana Room Hotel Preanger Jl.Asia Afrika No. 81 Bandung telah diputuskan hal-hal sebagai berikut :
I. Agenda 1 dan 2 :
1. Menerima dengan baik Laporan Tahunan Direksi mengenai kegiatan Perseroan serta tata usaha keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 dan Rencana Kerja tahun 2008,
2. Menyetujui dan mengesahkan Neraca dan Perhitungan Laba – Rugi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 dan Rencana Kerja tahun 2008, serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada para anggota Direksi dan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukannya dalam tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007, sejauh tindakan tersebut tercermin dalam Perhitungan Tahunan.
GOOD CORPORATE GOVERNANCE IMPLEMENTATION
General Meeting of the Shareholders
Annual General Meeting of the Shareholders In order to improve the Bank's value and business development as well as to guarantee the stakeholder rights, Bank Saudara recognizes the importance of the implementation of good corporation governance in all its business activities. The implementation of good corporate governance in Bank Saudara is done through supervisory functions and risk management in all aspects of the Bank's activities.
Bank Saudara's good corporate governance policyis established by taking into account the principles of transparency, accountability, responsibility, independence, and appropriateness. On a periodic basis, the policy is reviewed and adjusted based on the Bank's development and applicable rules and regulations in Indonesia.
The General Meeting of the Shareholders (GMS) is the highest authority in the structure of Bank Saudara management system. The Board of Commissioners and Board of Directors are accountable for their performance to the Shareholders. The GMS also discusses strategies, policies, business results and other important issues including election and discharge of the members of the Board of Commissioners and Board of Directors. If requested by the shareholders, the Bank may also Convene the Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS).
In 2008, Bank Saudara had a General Meeting of the Shareholders and an Extraordinary General Meeting of the Shareholders as follows:
I n t h e A n n u a l G e n e r a l M e e t i n g o f t h e Shareholders on 11 March 2008 at Ramayana Room, Hotel Preanger, JI. Asia Afrika No. 81, Bandung, the Shareholders decided the following:
I. Agenda 1 and 2:
1. To accept unconditionally the Board of D i r e c t o r s ' A n n u a l R e p o r t o n Company's business activities, the financial administration of the Company for he fiscal year ended 31 December 2007 and Work Plan for 2008,
II. Agenda 3 :
1. Menyetujui dan mengesahkan Laba Bersih Perseroan untuk tahun buku 2007 sebesar Rp. 31.603.716.557,00 (tiga puluh satu milyar enam ratus tiga juta tujuh ratus enam belas ribu lima ratus lima puluh tujuh rupiah).
2. Menyetujui dan menetapkan dari jumlah laba bersih untuk tahun buku 2007 setelah dikurangi akumulasi kerugian tahun sebelumnya sehingga Perseroan masih mempunyai saldo laba yang positif sebesar Rp. 21.558.068.140,00 (dua puluh satu milyar lima ratus lima puluh delapan juta enam puluh delapan ribu seratus empat puluh rupiah) digunakan untuk :
A. Sebesar Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) digunakan untuk penyisihan Cadangan Peseroan.
B. Sebesar Rp. 15.000.000.000,00 (lima belas milyar rupiah) atau Rp. 10,00 (sepuluh rupiah) per lembar saham, dibagikan sebagai deviden tunai k e p a d a p e m e g a n g s a h a m . Pembagian deviden tunai akan dilakukan sesuai jadwal sebagai berikut :
?Tanggal 9 April 2008 : cum deviden di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi .
?Tanggal 14 April 2008 : cum
deviden di Pasar Tunai.
?Tanggal 10 April 2008 : ex deviden
di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi.
?Tanggal 15 April 2008 : ex deviden
di Pasar Tunai
?Tanggal 14 April 2008 : Penutupan
pencatatan nama pemegang saham dalam Daftar Pemegang Saham yang berhak atas deviden (recording date).
?T a n g g a l 2 8 A p r i l 2 0 0 8 :
Pelaksanaan Pembayaran deviden
C. Sebesar Rp. 5.558.068.140,00 (lima milyar lima ratus lima puluh delapan juta enam puluh delapan ribu seratus empat puluh rupiah) digunakan sebagai laba ditahan Perseroan.
III. Agenda 4:
M e n u n j u k A k u n t a n P u b l i k y a n g direkomendasikan oleh Direksi dan Komisaris Perseroan yang akan mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, serta menetapkan honorarium dan persyaratan lain pengangkatannya.
Bank Saudara
Annual Report
2008
II. Agenda 3:
1. To approve and ratify the Bank's Net Income for
t he fiscal year 2007 of Rp 31,603,716,557.00 (thirty one billion six hundred three million seven hundred sixteen thousand five hundred fifty seven rupiah).
2. To approve and settle from the total net income for the fiscal year 2007, after deducting the
accumulated losses from the previous year, a positive retained earnings balance of Rp 21,558,068,140.00 (twenty o n e b i l l i o n five hundred fifty eight million sixty eight
thousand one hundred forty rupiah) to be used for:
A. Rp 1, 000, 000, 000.00 (one billion rupiah) is set aside for Bank's Reserve.
B. Rp 15,000,000,000.00 (fifteen billion
rupiah) or Rp 10.00 (ten rupiah) per share is distributed as cash dividend to be paid to shareholders. Dividend distribution will be done according to the following schedule:
9 April 2008: cum dividend in Regular and Negotiable Market
14 April 2008: cum dividend in Cash Market
10 April 2008: ex dividend in Regular and Negotiable Market
15 April 2008: ex dividend in Cash Market
14 April 2008: Closing date of record for recording shareholders' name in the List of Shareholders who are entitled to dividend
28 April 2008: Payment of Dividends.
C. Rp 5,558,068,140.00 (five billion fivehundred fifty eight million sixty eight thousand and one hundred forty rupiah) of Earnings is retained in the Company.
III. Agenda 4:
DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS
DIREKSI BOARD OF DIRECTORS
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 11 Agustus 2008 di Financial Club Gedung Graha Niaga Lantai 27 Jl.Jenderal Sudirman Kaveling 58 Jakarta telah ditetapkan beberapa keputusan rapat yaitu :
1. Menyetujui perubahan pasal 3 ayat 2d angka 6 dan 7 Anggaran Dasar Perseroan.
2. Menyetujui peningkatan Modal Dasar Perseroan dari semula sebesar Rp. 400.000,000.000,- (empat ratus milyar rupiah) menjadi sebesar Rp. 600.000.000.000,- (enam Ratus Milyar Rupian).
3. Menyetujui perubahan seluruh Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Undang-Undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan peraturan lainnya yang berlaku.
4. Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menyatakan dalam suatu akta Notaris tersendiri perubahan anggaran dasar tersebut serta unuk membuat dan meminta dibuatkan, menandatangani dokumen yang diperlukan untuk memohon pengesahan atas perubahan anggaran dasar tersebut, termasuk untuk menandatangani pengubahan dan/atau p e n a m b a h a n d a l a m b e n t u k y a n g bagaimanapun juga yang diperlukan untuk memperoleh pengesahan tersebut, serta untuk satu dan lain hal tanpa ada yg dikecualikan. · RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR
BIASA
69
Bank Saudara
Annual Report
2008
Nama Name
Jabatan Position
R. Maulana Ibrahim, SE. AK, MA Komisaris Utama President Commissioner
Maskan Iskandar, SH Komisaris Commissioner (Komisaris Independen Independent Commissioner)
Dr. Uce K. Suganda, MM Komisaris Commissioner (Komisaris Independen Independent Commissioner)
Nama Name
Jabatan Position
Farid Rahman, SE, MBA Direktur UtamaPresident Director
Madyantoro Purbo, MBA DirekturDirector
Ir. Arief Budiman DirekturDirector IV. Agenda 5 :
1. Menegaskan kembali susunan anggota Komisaris dan Direksi Perseroan terhitung mulai tanggal 24 Agustus 2007 sampai dengan tanggal 30 Mei 2012 adalah sebagai berikut :
IV. Agenda 5:
1. To re-appoint the Commissioners and Directors with effect from 24 August 2007 until 30 May 2012 as follows:
In the Extraordinary General Meeting of the Shareholders held on 11 August 2008, at the Financial Club, Graha Niaga Building 27th Floor, Jl. Jenderal Sudirman, Kavling 58 Jakarta, the shareholders approved the following resolutions:
1. To change chapter 3, article 2d, numbers 6 and 7 of the Articles of Association.
2. To increase the Company's Authorized Capital from Rp 400, 000, 000, 000.00 (four hundred billion rupiah) to Rp 600, 000, 000, 000.00 (six undred billion rupiah).
3. To revise the Articles of Association to comply with Law number 40 year 2007 on Limited Liability Company and other valid regulations.
4. To authorize the Bank's Directors to state in a separate notary deed the said changes
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 29 Agustus 2008 di Financial Club Gedung Graha Niaga Lantai 27 Jl.Jenderal Sudirman Kaveling 58 Jakarta diselenggarakan berhubung tidak tercapainya korum Rapat pada tanggal 11 Agustus 2008 atas agenda :
?Persetujuan Transaksi Sewa Menyewa Gedung
Kantor yang merupakan Transaksi Berbenturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam-LK IX.E.1 tentang Transaksi Berbenturan Kepentingan Tertentu. · RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 26 September 2008 di Financial Club Gedung Graha Niaga Lantai 27 Jl.Jenderal Sudirman Kaveling 58 Jakarta ditetapkan beberapa keputusan rapat yaitu :
?Meratifikasi dan menyetujui semua tindakan
Direksi Perseroan Serta Usulan transaksi S e w a M e n y e w a G e d u n g K a n t o r y a n g merupakan Transaksi Benturan Kepentingan antara Perseroan dengan Terafiliasi Pemegang Saham Utama sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor IX.E.1. Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal No. KEP-32/PM/2000 tanggal 22 Agustus 2000 tentang Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. ?RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR
BIASA
Pada akhir tahun 2008, Dewan Komisaris Bank Saudara terdiri dari 1 (satu) orang Komisaris Utama dan 2 (dua) orang Komisaris Independen. Komposisi ini telah sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum dan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 9/12/DPNP tanggal 30 Mei 2007 perihal Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum. Seluruh anggota Dewan Komisaris Bank Saudara berdomisili di Indonesia.
DEWAN KOMISARIS
Bank Saudara
Annual Report
2008
Nama
Name
Jabatan
Position
R. Maulana Ibrahim, SE. AK, MA Komisaris Utama President Commissioner
Maskan Iskandar, SH Komisaris Commissioner (Komisaris Independen Commissioner) Independent
Dr. Uce K. Suganda, MM Komisaris Commissioner (Komisaris Independen Independent Commissioner)
EXTRAORDINARY GENERAL MEETING OF THE SHAREHOLDERS
EXTRAORDINARY GENERAL MEETING OF THE SHAREHOLDERS
BOARD OF COMMISSIONERS
Extraordinary General Meeting of the Shareholders was held on 29 August 2008, at the Financial Club Graha Niaga Building 27th Floor, Jl. Jenderal Sudirman Kavling 58, Jakarta, as the required quorum was not met on 11 August 2008 over the following agenda:
Approval of the Lease Transaction of Office Building which was a Conflict of Interest as stated in Bapepam Regulation-LK IX.E.1 on Conflict of Interest of Certain Parties.
In the Extraordinary General Meeting of the Shareholders held on 26 September 2008, at the Financial Club Graha Niaga Building 27th Floor, Jl. Jenderal Sudirman Kavling 58, Jakarta, the shareholders decided several resolutions:
Ratification and approval for all actions of the Company's Board of Directors as well as Recommendation to lease office building that turned out to be a Conflict of Interest Transaction between the Company and Affiliated Controlling Shareholder as regulated in Regulation Number IX.E.1 Attachment of the Decision of the Chairman of Financial Market Supervisory Board No. KEP-32/PM/2000 dated 22 August 2000 on the issue of Conflict of Interest on Certain Transactions.
Komisaris Independen merupakan anggota Komisaris yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Komisaris lainnya, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali. Tugas utama Komisaris Independen adalah melindungi kepentingan pemegang saham minoritas Bank.
Anggota Dewan Komisaris dipilih oleh pemegang saham Bank untuk mengawasi pengelolaan Bank oleh Direksi. Dewan Komisaris juga memantau efektivitas penerapan tata kelola perusahaan, memberikan masukan dan melakukan kajian khusus serta tindakan yang dianggap perlu untuk memastikan pengelolaan Bank yang sehat dan berhati-hati.
Dewan Komisaris Bank Saudara menjalankan tugasnya berdasarkan pada Kebijakan dan Pedoman Dewan Komisaris, Anggaran Dasar Perusahaan, Undang-Undang Perseroan Terbatas, Peraturan Perbankan, Undang-Undang Pasar Modal dan Peraturan Bank Indonesia.
Sesuai dengan Kebijakan dan Pedoman Dewan Komisaris, Dewan Komisaris mengadakan rapat 12 (periode). Anggota Direksi dan Manajemen terkait serta Auditor Internal dapat diundang menghadiri rapat untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kegiatan dan usaha Bank. Hasil rapat Dewan Komisaris dituangkan dalam risalah rapat yang ditandatangani oleh seluruh peserta rapat dan didokumentasikan secara baik.
Beberapa rekomendasi Dewan Komisaris terhadap kebijaksanaan Direksi dalam menjalankan Perseroan berdasarkan hasil rapat Dewan Komisaris selama tahun 2008 adalah sebagai berikut :
Rapat Dewan Komisaris Board of Commissioners Meeting Keanggotaan
Membership Jumlah Rapat
Number of Meetings
Kehadiran Attendance
R. Maulana Ibrahim, SE. AK, MA 12 12
Maskan Iskandar, SH 12 12
Dr. Uce K. Suganda, MM 12 12
Bank Saudara
Annual Report
2008
71
Independent commissioner is a Commissioner member who does not have any financial relationship, administrative Interest, share ownership and/or blood relation with other Commissioners, Board of Directors and/or controlling shareholder. The primary duty of the Independent Commissioner is to protect the interest of the Bank's minority shareholders.
Members of the Board of Commissioners are elected by the Bank shareholders to supervise the Bank management carried out by the Directors. The Board of Commissioners also monitors system implementation effectiveness, recommends and perform some actions to ensure healthy and prudent management of the Bank.
Bank Saudara's Board of Commissioners carry out their duties based on the Policy and Guideline for Board of Commissioners, Company's Articles of Association, Limited Liability Company Law, Banking Regulations, Capital Market Law and Bank Indonesia Regulations.
In line with the Policy and Guideline for the Board of Commissioners, the commissioners meet at least 12 times (periodically). Members of the Management and Directors as well as the Internal Auditor can be invited to attend the meeting to provide better insight on bank activities and efforts. The results of the meeting are properly documented in a minutes of meeting that is signed by all meeting attendees.
Sepanjang tahun 2008 telah dilaksanakan 11 (sebelas) kali rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi. Selain pertemuan tersebut, Dewan Komisaris dan Direksi b e r s a m a - s a m a P e m e g a n g S a h a m P e n g e n d a l i menyelenggarakan 1 (satu) kali pertemuan.
Pengambilan keputusan rapat Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat. Setiap hasil rapat Dewan Komisaris dan Direksi dituangkan dalam risalah rapat yang ditandatangani oleh seluruh peserta rapat yang hadir, didokumentasikan secara baik, dan didistribusikan kepada semua anggota Dewan Komisaris dan Direksi, baik yang hadir maupun yang tidak hadir dalam pertemuan.
Rapat Dewan Komisaris dan Direksi
Pemegang Saham Pengendali :
Ir. Yani Rodyat (PT Medco Intidinamika) 1 1
Dewan Komisaris :
R. Maulana Ibrahim, SE. AK, MA 12 12
Maskan Iskandar, SH 12 12
Dr. Uce K. Suganda, MM 11 11
Dewan Direksi :
Madyantoro Purbo, MBA 12 12
Farid Rahman, SE, MBA 12 12
Rapat Dewan Komisaris dan Direksi Keanggotaan
Jumlah Rapat Kehadiran
Members
Board of Commissioner's Meeting
Number of Meeting Attendance
Ir. Arief Budiman 11 11
Membership
Controlling Shareholders :
Board of Commissioners :
Bank Saudara
Annual Report
2008
Highlights of the Board of Commissioners recommendations on Directors policies in managing the Bank
No. RekomendasiRecommendation
1. Pelaksanaan Self Assesment Good Corporate Governance Bank Saudara
Implementation of Bank Saudara Self Assessment of Good Corporate Governanc
2. Peninjauan berkenaan dengan penyeluran kredit UMKM untuk disampaikan ke Bank Indonesia termasuk masalah hukumnya.
Examination on distribution of Micro, Small and Mid-size Business Program to be presented to Bank Indonesia including the legal aspect.
3.
Peninjauan atas pemberian fasilitas kredit kepada debitur sapi perah untuk segera dibuatkan satu sistem yang khusus sebagai early warning pada jenis usaha tersebut
Examination over approval of credit facility to dairy farmer debitors warrant for a special system to provide early warning for this type of business to be prepared immediately,
4.
Peninjauan kembali atas pengelolaan pensiun karyawan Bank Saudara untuk dapat dilakukan pengelolaan sendiri oleh perseroan.
Review over the management of Bank Saudara’s employees pension, so company would be able to self-manage it.
5. Examination over human Resource policy in developing treatments on the turn over among employees in Bank Saudara. Peninjauan atas kebijakan SDM dalam mengembangkan treatment terjadinya turn over karyawan Bank Saudara.
6.
Peninjauan kembali atas pemberian gaji anggota komite yang melakukan tugas rangkap, dengan memperhatikan standarisasi masing-masing komite serta didasarkan atas kedudukan dalam komite
Review on salary of committee members who have double duties by paying attention to standardization of each committee based on position in the committee.
Board of Commissioners and Directors Meetings
Commissioners and Board of Directors, including to those and distributed to all members of the Board of Directors signed by all meeting participants, properly documented consensus and recorded in a minutes of meeting, Commissioners and Board of Directors are based on general
No No
Hasil Rapat Meeting Result
1 Perkembangan Usaha serta Peninjauan atas rencana pelaksanaan Right Issue Bank Saudara. Business Development and Review over implementation plan for Bank Saudara’s rights issue.
2
Koreksi atas Rencana Bisnis Bank (RBB) serta pembahasan mengenai penjajakan bank korespondensi sehubungan dengan telah keluarnya izin bank devisa dari Bank Indonesia.
Correction over Bank Business Plan and discussion to approach correspondence bank in regards to license for foreign exchange bank from Bank Indonesia has been issued.
3 Peninjauan kembali atas pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG). Repeated Review over implementation of Good Corporate Government.
4 Pembahasan rencana pengelolaan sendiri sistem dan IT yang saat ini dilakukan outsource dengan SIGMA. Discussion on plan to self handle the system and IT that is currently outsourced to SIGMA.
5
Pembahasan berkenaan dengan terjadinya transaksi yang memiliki benturan kepentingan atas kegiatan sewa-menyewa gedung kantor serta memberikan penjelasan kepada Bapepam-LK.
Discussion on happening of transaction that has conflict of interest over leased office building and of giving clarification to Bapepem-LK.
6 Pembahasan rencana tindak lanjut pelaksanaan Right Issue Bank Saudara. Review of next step on the implementation of Rights issue of Bank Saudara. Topik penting yang dibahas dalam rapat gabungan
tersebut antara lain :
Highlights of the topics discussed during the meetings are:
Komite Audit bertanggungjawab dalam memberikan pendapat profesional kepada Dewan Komisaris atas laporan atau informasi lain yang disampaikan Direksi kepada Dewan Komisaris, dan mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris. Komite Audit memiliki akses penuh atas laporan audit internal dan laporan keuangan perusahaan. Dalam menjalankan tanggungjawabnya, Komite Audit berpedoman pada Pedoman Pembentukan Komite Audit.
Komite Audit
Ketua Maskan Iskandar, SH Komisaris Independen
Anggota Suharjadi Sunarja, SE. AK Pihak Independen
Anggota
Dr. Nanny Dewi. Mcomm, AK Pihak Independen
Jabatan Nama Independensi
Position Name Independency
Chief
Member
Member
Independent Commissioner
Independent Party
Independent Party
Fungsi Komite Audit antara lain adalah :
·Menelaah kesesuaian laporan keuangan yang akan
dipublikasikan.
·Mengkaji hasil audit yang dilaksanakan oleh Satuan
Kerja Audit Internal.
·Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap
pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas hasil temuan Satuan Kerja Audit Intern, Akuntan Publik, dan hasil pengawasan Bank Indonesia, guna memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris.
73
Bank Saudara
Annual Report
2008
No No
Hasil Rapat
Meeting Result
2.
Perkembangan Usaha serta Peninjauan atas rencana pelaksanaan Right Issue Bank Saudara.
Business Development and Review over implementation plan for Bank Saudara’s rights issue.
1
Koreksi atas Rencana Bisnis Bank (RBB) serta pembahasan mengenai penjajakan bank korespondensi sehubungan dengan telah keluarnya izin bank devisa dari bank Indonesia.
Correction over Bank Business Plan and discussion to approach correspondenxe bank in regards to license foreign exchange bank from Bank Indonesia has been issued.
Peninjauan kembali atas pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG). 3 Review over implementation of Good Corporate Government.
Pembahasan rencana pengelolaan sendiri sistem dan IT yang saat ini dilakukan outsource dengan SIGMA. 4 Discussion on plan to self manage the system and IT that is currently outsourced to SIGMA.
Pembahasan berkenaan dengan terjadinya transaksi yang memiliki benturan kepentingan atas kegiatan sewa-menyewa gedung kantor serta memberikan penjelasnn kepada Bapepam-LK.
5
Discussion about transaction that has conflict of interest over leased office building and of giving clarification to Bapepam-LK.
Pembahasan rencana tindak lanjut pelaksanaan Right issue Bank Saudara. 6 Discussion as to the next step to be taken in the implementation of Rights issue of Bank Saudara.
Audit Committee
Audit Committee is responsible to provide professional advice to the Board of Commissioners on reports and otherinformation that is delivered by the Directors to the Board of Commissioners and to identify issues that need to be attended by the Board of Commissioner. The Audit Committee has full access to internal audit reports and the bank's financial reports. In discharging its responsibilities, the Audit Committee is governed by the Audit Committee Establishment Manual.
T h e f u n c t i o n s o f t h e A u d i t C o m m i t t e e a r e : Reviews the appropriateness of the financial reports to be published.
Evaluates audit results from the Internal Audit Working Unit.
Dalam menelaah laporan keuangan, Komite Audit memastikan kandungan laporan keuangan telah memenuhi prinsip-prinsip akuntansi dan rekomendasi yang diberikan oleh akuntan publik. Sedangkan dalam pengkajian hasil audit oleh Satuan Kerja Audit Internal, Komite Audit juga mengkaji cakupan, obyektifitas dan efektivitas dari proses audit, temuan yang signifikan yang disampaikan oleh audit internal dan akuntan publik serta tindak lanjut perbaikan dari temuan-temuan tersebut. Selain itu, Komite Audit juga memastikan kecukupan dan kompetensi auditor.
Komite Audit menyelenggarakan rapat rutin bulanan yang dihadiri oleh mayoritas anggota Komite serta rapat khusus yang diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan Bank. Hasil rapat Komite dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan secara baik.
Maskan Iskandar, SH 12 12
Suharjadi Sunarja, SE. AK
Y. Lilis Sujanarto, SE, MM 5
Rapat Komite Audit Keanggotaan
Jumlah Rapat Kehadiran
5
Dr. Nanny Dewi, Mcomm, AK
12 12
5 5
Audit Committee Meeting Membership
Number ofMeetings Attendance
* Y. Lilis Sujanarto, SE, MM mengundurkan diri terhitung sejak tanggal 01 Agustus 2008
* Dr. Nanny Dewi, MComm, AK ditetapkan sebagai anggota Komite Audit terhitung sejak tanggal 01 Agustus 2008
* Y. Lilis Sujanarto, SE, MM resigned effective 01 August 2008
* Dr. Nanny Dewi, MComm, AK was appointed as Audit Committee member effective 01 August 2008
Program Kerja Komite Audit yang terealisasi selama tahun 2008 adalah sebagai berikut :
The Audit Committee accomplished the following Work Plan during 2008:
1 Peninjauan terhadap pelaksanaan kerja Satuan Kerja Audit Intern.
2 Peninjauan atas Laporan Keuangan yang akan dipublikasi.
3 Peninjauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kerja Kantor Akuntan Publik Grant Thornton Hendrawinata, Gani dan Hidayat.
4 Pembahasan dan evaluasi atas penetapan Kapitalisasi Aktiva Tetap Bank Saudara.
No. Program KerjaWork Program
Examination and evaluation regarding the work performance of Bank Saudara's Internal Audit Working Unit.
Examination and evaluation regarding the work performance Thornton Hendrawinata, Gani and Hidayat.
of Public Accountant Grant
Discussion and evaluation over the decision on Fixed Asset Capitalization policy of Bank Saudara.
Bank Saudara
Annual Report
2008
Examination of Financial Report that will be published
In reviewing the financial report, the Audit Committee ensures that the contents of the financial report are in c o m p l i a n c e w i t h a c c o u n t i n g p r i n c i p l e s a n d recommendations provided by the public accountants. Whereas, in the review of the result of audit investigation and significant findings delivered by the Internal Audit Working Unit and public accountants, the Audit Committee also examines its scope, objectivity and the effectiveness of the audit process and the action plan for those findings. In addition, the Audit Committee also ensures the auditor's adequacy and competency.
K o m i t e P e m a n t a u R i s i k o d i b e n t u k o l e h d a n bertanggungjawab kepada Dewan Komisaris. Komite bertugas melakukan evaluasi dan memastikan keselarasan antara kebijakan manajemen risiko dan penerapannya. Komite ini juga memantau tugas dan fungsi Komite Manajemen Risiko.
Komite Pemantau Risiko
Ketua
Dr. Uce K Suganda, MM
Anggota
Suharjadi Sunarja, SE. AK
Anggota Dr. Nanny Dewi, Mcomm, AK
Jabatan Nama Independensi
Komisaris Independen
Pihak Independen
Pihak Independen
Position Name Independency
Chairman
Member
Member
Independent Commissioner
Independent Party
Independent Party
Dalam melaksanakan tugasnya, Komite Pemantau Risiko berpedoman kepada Pedoman Pembentukan Komite Pemantau Risiko. Berdasarkan Pedoman tersebut, Komite Pemantau Risiko memiliki tugas sebagai berikut :
·Mengevaluasi kebijakan dan strategi manajemen
risiko yang disusun oleh manajemen secara tahunan.
·Mengevaluasi laporan pertanggungjawaban Direksi
atas pelaksanaan kebijakan manajemen risiko.
·Memantau dan mengevaluasi penyempurnaan
penerapan manajemen risiko sebagai akibat dari suatu perubahan kondisi eksternal dan internal Bank yang mempengaruhi kecukupan permodalan dan profil risiko Bank.
·Memantau dan mengevaluasi atas penetapan
(justification) atas hal-hal yang terkait dengan keputusan-keputusan bisnis yang menyimpang dari prosedur normal (irregularities).
·Mengevaluasi permohonan atau usulan Direksi yang
berkaitan dengan transaksi yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris.
·Mengevaluasi hasil pemantauan Direksi terhadap
kegiatan usaha Bank agar tidak menyimpang dari ketentuan yang berlaku.
·Mengevaluasi langkah yang diambil oleh Direksi
dalam rangka memenuhi Peraturan Bank Indonesia dan peraturan perundang-undangan lain yang berlaku dalam rangka pelaksanaan prinsip kehati-hatian, khususnya yang berkaitan dengan manajemen risiko.
Komite Pemantau Risiko menyelenggarakan rapat rutin bulanan yang dihadiri oleh mayoritas anggota Komite serta rapat khusus yang diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan Bank. Hasil rapat Komite dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan secara baik.
75
Bank Saudara
Annual Report
2008
Risk Monitoring Committee
The Risk Monitoring Committee is formed by and is responsible to the Board of Commissioners. The committee is assigned to evaluate and to ensure the compatibility between risk management policy and its implementation. The Committee also monitors the Risk Management Committee's function and duty.
In implementing its task, the Committee is guided by the Risk Monitoring Committee Establishment Manual. According to the Manual, the Risk Monitoring Committee tasks are as follows:
· Evaluates the risk management policy and strategy annually formulated by the management.
· Evaluates the accountability report of the Board of Directors on the implementation of the risk management policy.
· Monitors and evaluates improvements and Implementation of risk management as a result of changes in internal and external condition of the Bank that may affect capital adequacy and risk profile of the Bank.
· Monitors and evaluates justification on issues related to business decisions that are taken outside the normal procedures (irregularities).
· Evaluates the proposal or suggestion by the Directors regarding transactions that require the approval of the Board of Commissioners.
· Evaluates Directors' supervisory results in the course of Bank business so as not to deviate from prevailing regulations.
· Evaluates the steps taken by Directors in order to comply with Bank Indonesia regulation and other prevailing laws in accordance with the application of prudent principle especially of those related to r i s k management.
* Y. Lilis Sujanarto, SE, MM resigned effective 01 August 2008.
* Dr. Nanny Dewi, MComm, AK was appointed as Risk Supervisory Committee member effective 01 August 2008.
* Y. Lilis Sujanarto, SE, MM mengundurkan diri terhitung sejak tanggal 01 Agustus 2008.
* Dr. Nanny Dewi, MComm, AK ditetapkan sebagai anggota Komite Pemantau Risiko terhitung sejak tanggal 01 Agustus 2008.
Dr. Uce K Suganda, MM 12 12
Suharjadi Sunarja, SE. AK 12 12
Y. Lilis Sujanarto, SE, MM 5 5
Rapat Komite Pemantau Risiko Keanggotaan
Kehadiran
Dr. Nanny Dewi, Mcomm, AK 5 5
Membership
Jumlah Rapat
Number of Meeting Attendance
Program Kerja Komite Pemantau Risiko yang terealisasi selama tahun 2008 adalah sebagai berikut :
The Work Plan Program of the Risk Supervisory Committee accomplished during 2008 were as followed:
Komite Remunerasi dan Nominasi Remuneration and Nomination Committee
Pembentukan dan penunjukkan anggota-anggota Komite Remunerasi dan Nominasi ditetapkan melalui Keputusan Dewan Komisaris.Dewan Komisaris juga telah menetapkan pedoman kerja yang harus dijalankan oleh Komite ini.
Ketua Maskan Iskandar, SH Komisaris Independen
Anggota R. Maulana Ibrahim, SE. AK, MA Komisaris
Dandung Patria, SE, MM
Jabatan Nama Independensi
Anggota Pejabat Eksekutif
Position Name Independency
Chairman
Member
Member
Independent Commissioner
Commissioner
Senior Executive
Bank Saudara
Annual Report
2008
Risk Monitoring Committee Meeting
No. Program Kerja
Work Plan
Peninjauan kembali atas pelaksanaan kerja Satuan Kerja Manajemen Risiko Bank Saudara.
Review over the implementation of Bank Saudara’s Risk Management Work Unit.
1
Pembahasan terkait dengan risiko operasional disarankan Bank Saudara untuk tidak menggunakan metode Basic Indicatore Approach (BIA) mengingat pendekatannya kurang baik, dan disarankan menggunakan pendekatan The Standardised Approach. 2 Discussion related to operational risks and suggestion for Bank Saudara not to use Basic Indicator Approach (BIA) considering its approach is not
suitable, but to suggest using the Standardised Approach instead.
Pembahasan terkait dengan risiko pasar untuk risiko valas, perlu segera disiapkan perhitungan risikonya mengingat Bank Saudara secara de facto sudah menjadi bank devisa, meski transaksi valas belum ada.
Discussion related to market risk for foreign exchange, calculation of risk must be prepared immediately considering Bank Saudara’s de facto status as a foreign exchange commercial bank, even though there is no foreign exchange transaction yet.
3
Pembahasan pembuatan Questioner yang ditujukan untuk masing-masing unit kerja. Tujuan dari Questioner tersebut untuk mengetahui saat ini, terkait dengan best practice implementasi manajemen risiko dan terkait adanya gap analysis.
4
Evaluasi atas kelemahan metode pengukuran risiko pada Bank Saudara serta perlu memberikan perhatian khusus atas keadaan
5 manajemen risiko mengingat trend yang bergerak kurang baik.Evaluation over the weakness in Bank Saudara’s risk measurement method, and the need to pay special attention to the risk management condition
considering the trend is moving negatively.
Discussion on the preparation of questionnaire for each work unit. The purpose of the questionnaire is to gain an understanding as to the best practice on risk management implementation and the existence of gap analysis.