• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diplomasi di Asia Tenggara. ppt

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Diplomasi di Asia Tenggara. ppt"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PERTEMUAN I **

DIPLOMASI DI ASIA TENGGARA

**

PROGRAM STUDI HUBUNGAN

PENGANTAR DAN

(2)

S1 : Jurusan Ilmu Sejarah, FIB UNPAD

2000;

S2 Ilmu Politik : Program Pasca Sarjana

Ilmu

Politik UI 2003;

S2 Strategic St : S. Rajaratnam School of

International Studies, NTU,

Singapore, 2008

S3 Kajian Asia

: Flinders Asia Center,

School of

International Studies, Flinders

University, Australia 2012

(3)

Email : [email protected]Hape: 081384330813

Facebook : muradi clarkTwitter : karib_lama

Blog : www.muradi.wordpress.com

(4)
(5)
(6)

Aturan Perkuliahan;

Deskripsi Mata Kuliah;

Asia Tenggara sebagai salah satu

komunitas global;

Konsep Dasar Diplomasi di Asia Tenggara;

Diplomasi Antar Negara Asia Tenggara;

Aktor Regional ;

Diplomasi dalam Organisasi Internasional

(ASEAN): Tujuan & Prinsip, konsep dasar

diplomasi;

(7)

Coedes, George. (2010). Asia Tenggara Masa Hindu Budha. Jakarta: KPG.

Cipto, Bambang. (2006). Hubungan Internasional. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Djelantik, Sukawarsini. (2008). Dipolomasi: Antara Teori dan Praktik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Kapur, C.K. (2003). Chinese Military Modernisastion.

New Delhi: Manas Publications.

Hall, D.G.E. (1988). Sejarah Asia Tenggara. Surabaya: Usaha Nasional.

Luhulima, C.P.F. dkk (2008). Masyarakat Asia Tenggara Menuju Komunitas ASEAN 2015. Yogyakarta:

Weatherbee, Donald E. (2005). International in

Southeast Asia: the Struggle for Autonomy. USA: Rowman & Littlefield Publishers.

(8)

Kontrak Belajar

Interaksi kelas aktif bertanggung

jawab;

Masuk tepat waktu dengan toleransi 15

Menit

Boleh makan (snack) dan minum di kelas

selama perkuliahan

Tidak Boleh pakai Kaos oblong, sendal,

celana bolong

Harus Mandi, dan wangi, jangan cuci

muka, bau

(9)

Penilaian

Tugas Paper 25 %; Diskusi Kelas

25 %; UTS 25 %; UAS 25 %;

Metode: ceramah, diskusi, paper,

presentasi, ujian;

Kehadiran kurang dari 75 % tidak

diperkenankan mengikuti UTS maupun UAS;

Tanggung renteng kelas;

Keaktifan di kelas menjadi nilai plus;

Ujian tertulis & lisan;

Tugas Mingguan/critical review;

(10)

Mata kuliah ini akan membahas pola diplomasi, terkait dengan nilai, pilihan strategi dan tekhnik, yang menjelaskan bagaimana dinamika hubungan internasional di kawasan Asia Tenggara dijalankan. Pola diplomasi ini tenu dipengaruhi oleh faktor politik, keamanan, ekonomi dan sosial-budaya. Pendekatan secara periodisasi dan isu tematik melalui studi komparatif untuk mengidentifikasikan keunikan dan karakteristik tertentu. Diplomasi di kawasan ini berfokus pada upaya penyelesaian konflik, konsolidasi politik internal, pembangunan ekonomi, dan respon negara terhadap berbagai isu non-tradisional. Secara khusus ASEAN dibahas sebagai arena dan aktor diplomasi.

(11)

Pertemuan I : Perkenalan & Kesepakatan Kelas;Pertemuan II : Interaksi & Diplomasi Kerajaan;Pertemuan III : Penjajahan Eropa & Pengaruhnya;Pertemuan IV : Negara bangsa Paska PPD II;

Pertemuan V : Diplomasi Perang Dingin;Pertemuan VI : Pendirian & Peran ASEAN;

Pertemuan VII : Diplomasi Paska Perang Dingin;Pertemuan VIII : UTS

Pertemuan IX : Diplomasi Keamanan;

Pertemuan X : Faktor2 Yg mempengaruhi paska perang dingin

Pertemuan XI : Pemberantasan terorisme di Asia Tenggara;

Pertemuan XII : Diplomasi Ekonomi;

Pertemuan XIII : Diplomasi Non-Tradisional;

Pertemuan XIV : HAM dalam Diplomasi Asia Tenggara;Pertemuan XVI : UAS

(12)

Pertemuan kebudayaan China dan Hindu pra

kolonialis (D.G.E. Hall);

Interaksi kerajaan-kerajaan kuno di Asia

Tenggara telah berlangsung lama (Hall)

Pertemuan negara-negara kolonial dunia era

kolonial (Hall)

Pertarungan ideologi-ideologi dunia era Perang

Dingin (Weatherbee)

Posisi Strategis pertemuan berbagai kepentingan

global (Weatherbee);

Pendirian ASEAN sebagai kristalisasi

kepentingan kawasan (Luhulima);

(13)

Pendekatan realisme: kedaulatan negara,

kepentingan politik dalam negeri, dan

kekuasaan [security

interest->kemerdekaan negara, integritas

teritorial, menjaga sistem politik]

Pendekatan liberalisme: aktor negara

dapat digantikan perannya oleh aktor

regional;

Pendekatan Konstruktivisme: proses

pergantian dari regim ke komunitas

(14)

Mengedepankan kerja sama

sosial-ekonomi, tekhnologi, budaya;

Menciptakan kawasan yang damai, tidak

menginginkan campur tangan negara2

besar;

Kerja sama politik dan keamanan

dilakukan dimungkinkan selama tidak

mengintervensi kedaulatan negara

Non-intervensi

Mengedepankan dialog;

(15)

PRA ASEAN

Dilakukan secara bilateral

Dilakukan secara sporadis dengan pendekatan

kedaulatan negara;

Aktornya cenderung didominasi negara;

Memandang negara tetangga sebagai ancaman terhadap

kedaulatan negara;

Pendekatan diplomasi terpengaruh oleh kedekatan

blok negara selama perang dingin;

Dipengaruhi oleh sejarah hubungan antara negara;Dipengaruhi oleh negara pengkoloni

Konflik bersumber pada eksistensi negara dan

sentimen nasionalisme;

(16)

ASEAN

Diplomasi tidak terbatas pada hubungan bilateral;

Penyelesaian kasus sengketa dilakukan secara

sistematis dengan melibatkan ASEAN sebagai mediator;

Mengedepankan dialog;

Aktornya tidak semata-mata negara;

Ancaman terhadap kedaulatan negara sebagai isu

utama tidak lagi sebatas ancaman tradisional;

Memandang negara tetangga sebagai bagian dari

pengamanan kedaulatan negara;

(17)

Berdiri pada 8 Agustus 1967;

Dibentuk dengan semangat anti-komunisme;

Menjadi organisasi regional di Asia Tenggara;

Perluasan anggota ASEAN dari lima menjadi sepuluh;ASEAN digambarkan sebagai tidak memiliki struktur,

tidak memiliki agenda formal, isu yang bergulir

dibicarakan di tingkat ad hoc, menggunakan konsensus, keputusan diambil secara bulat, Proses pembuatan

keputusan berjalan cukup lama (J.N. Mak, 1995);

ASEAN digambarkan sebagai organisasi kawasan dengan

memilih economic roads towards peace;

Non-intervensi, mengutamakan dialog dan memediasi

setiap masalah dengan prinsip-prinsip yang saling menghargai;

(18)

Memelihara dan meningkatkan perdamaian, keamanan, dan

stabilitas kawasan;

Meningkatkan ketahanan kawasan dengan memajukan kerja

sama politik, keamanan, ekonomi dan sosial-budaya;

Kawasan bebas nuklir dan senjata pemusnah massal;Menjamin hidup damai di lingkungan yang adil,

demokratis dan harmonis;

Mencipyakan pasar tunggal ASEAN;

Mengurangi kemiskinan dan mempersempit kesenjangan;Memperkuat demokrasi, tata pemerintahan, dan HAM;Prinsip keamanan menyeluruh;

Memajukan pembangunan berkelanjutan;Mengembangkan SDM

(19)

Meningkatkan kesejahteraan dan penghidupan yang

layak;

Kerjasama menciptakan ASEAN bebas narkoba;

Memajukan ASEAN sebagai bagian integrasi komunitas;Sentralitas dan pro aktif ASEAN sebagai penggerak

(20)

Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan,

integritas wilayah dan identitas nasional;

Komitmen dan tanggung jawab kolektif perdamaian,

keamanan dan kemamkuran;

Menolak agresi dan penggunaan kekuatan;Penyelesaian sengketa secara damai;

Tidak campur tangan;

Penghormatan terhadap kedaulatan dan eksistensi

anggota;

Ditingkatkanya konsultasi terkait hal-hal yang

mempengaruhi;

Berpegang teguh pada aturan hukum, pemerintahan yg

baik, demokrasi dan konstitusional;

(21)

Menghormati kebebasan fundamental, HAM, dan

keadilan sosial

Menjunjung tinggi piagam PBB;

Tidak turut serta dalam aksi yang mengancam

kedaulatan negara anggota;

Menghormati perbedaan budaya, bahasa, agama;Sentarlitas ASEAN;

(22)

Referensi

Dokumen terkait

Keberadaan Asia Selatan dan Asia Tengah (negara CIS) sebagai pasar tradisional bagi India bersifat taken for granted , dalam arti muncul karena India bagi kedua

Lebih dari itu mereka pada umumnya sama sekali tidak percaya bahwa kasus serupa akan terjadi di kawasan Asia Tenggara, hal tersebut terlihat jelas ketika menanggapi

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa Australia memiliki kepentingan nasional di negara-negara kawasan Asia Tenggara dalam bidang politik, ekonomi, dan militer/

Bagian kedua membahas kondisi keamanan domestik serta hubungan antar-negara di kawasan Asia Tenggara pada periode Perang Dingin dan pasca Perang Dingin dan

Sebagai mana yang telah banyak dijelaskan pada pembahasan diatas maka dapat penulis simpulkan bahwasanya isu keamanan tradisional yang berkembang di kawasan Asia Tenggara

Dalam pembahasan dijelaskan juga tentang hakekat Asia Timur, kecenderungan pola hubungan di antara aktor-aktor hubungan internasional di kawasan ini, dan dinamika yang terbentuk

Berdasarkan data yang tersedia, beberapa poin penting yang menunjukkan pengaruh diplomasi pertahanan Amerika Serikat bagi Indonesia terhadap hegemoni Tiongkok adalah sebagai berikut:

Dokumen ini membahas pengaruh perang Rusia-Ukraina terhadap ekonomi negara-negara di Asia