Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM Di Kecamatan Air
Hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 30
PELESTARIAN DAN BUDI DAYA ITIK KERINCI SEBAGAI PLASMA NUTFAH PROVINSI JAMBI BERBASIS PROBIO_FM DI KECAMATAN AIR HANGAT
KABUPATEN KERINCI PROVINSI JAMBI Manin, F, Ella Hendalia, Haris Lukman dan Farhan
Staf Pengajar Fakultas Peternakan Universitas Jambi
ABSTRAK
Itik Kerinci merupakan satu-satunya plasma nutfah yang dimiliki oleh Provinsi Jambi berdasarkan surat Keputusan Menteri Pertanian No. 2834/Kpts/LB/08/2012 Tahun 2012. Populasi itik Kerinci dari tahun ke tahun semakin menurun, hal ini disebabkan karena banyaknya itik hasil persilangan dari itik Tegal, itik Mojosari dan Itik Alabio. Hasil pengamatan dan sensus mahasiswa KKN-PPM Dikti Tahun 2012, populasi itik Kerinci mulai dari DOD (anak itik umur 1 hari) sampai itik dewasa hanya tinggal 9-10%.
Kenyataan ini sangat memprihatinkan, karena SK tentang galur itik Kerinci baru saja terbit, ternyata populasinya semakin menurun. Untuk itu perlu dilakukan suatu tindakan yang cepat untuk meningkatkan atau mempertahankan keberadaan itik kerinci, jangan sampai punah. Salah satu usaha yang dapat di tempuh adalah dengan memberdayakan mahasiswa ke desa melalui program kuliah Kerja nyata pembelajaran pemberdayaan masyarakat (KKN-PPM). Tujuan dari KKN-PPM Tahun 2013 ini adalah meningkatkan populasi itik Kerinci melalui sistim pemeliharaan secara intensif.
Metode yang dilakukan adalah dengan cara memilih induk-induk itik yang masih murni dan produktif, kemudian induk tersebut di peliharan secara intensif ( dikurung) dan di beri makan sesuai dengan kebutuhannya. Telur yang dihasilkan dari induk produktif tersebut, ditetaskan dengan menggunakan mesin tetas. Anak itik (DOD) dari hasil penetasan di pelihara secara intensif dan diberi pakan sesuai dengan kebutuhan setiap periode.
Kendala pemeliharaan itik secara intensif adalah biaya pakan, dan bau yang ditimbulkan, akan mencemari lingkungan sekitar. Metode yang digunakan untuk menekan biaya pakan adalah dengan cara memanfaatkan pakan lokal yang berada disekitar, seperti dedak, jagung dan keong. Untuk menghilangkan bau yang ditimbulkan oleh feces itik, adalah dengan cara memberikan probiotik probio_FM melalui air minum. Probiotik probio_FM merupakan produk yang dihasilkan oleh Staf Pengajar Fakultas Peternakan Universitas Jambi.
Hasil pengamatan selama 60 hari diperoleh bahwa kesadaran peternak untuk memelihara itik Kerinci secara intensif mulai terlihat, terutama untuk anak itik, tetapi untuk induk itik dewasa, hanya sebagian kecil peternak yang melakukan hal tersebut. Hal ini disebabkan karena besarnya biaya pakan dan tingkat stress dari itik bila dipindahkan dari sawah ke kandang, akibatnya itik akan berhenti bertelur. Kendala harga pakan, dapat diatasi dengan cara membuat pakan berbasis pakan lokal yang telah tersedia di Desa Koto Majidin, seperti dedak, dan jagung, serta keong Mas sebagai sumber protein dan kalsium. Untuk menekan angka konversi pakan di buat dalam bentuk pellet.
Kesimpulan hasil KKN-PPM ini adalah semakin meningkatnya kesadaran mayarakat untuk memelihara itik Kerinci secara intensif, dan hal ini di dukung oleh Dinas Peternakan yang telah memberikan bantuan berupa ternak itik, pakan dan kandang, sehingga harapannya itik populasi itik Kerinci dapat ditingkatkan kembali.
BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Itik kerinci merupakan salah satu sumberdaya ternak lokal yang selama ini
menjadi andalan untuk menunjang
kehidupan masyarakat di Kabupaten Kerinci. Mengingat itik lokal ini memiliki ciri-ciri bangsa itik yang berbeda dengan bangsa itik
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM Di Kecamatan Air
Hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 31
lainnya, serta memiliki ke-khas-an sebagai itik dataran tinggi, maka sejak tahun 2012 itik kerinci telah ditetapkan sebagai plasma nutfah Provinsi Jambi (SK Menteri Pertanian
No. 2834/Kpts/LB/08/2012).
Keberadaan itik Kerinci menyebar di 12 kecamatan yang ada Di Kabupaten Kerinci, namun populasi terbesar berada Kecamatan Air Hangat. Atas dasar ini maka Kecamatan Air Hangat telah ditetapkan sebagai sentra pengembangan ternak itik di Provinsi Jambi, tepatnya di Desa Kotomajidin.
Permasalahannya, saat ini populasi itik yang ada di sentra pengembangan lebih didominasi oleh jenis itik dari luar dan itik hasil persilangan, sementara itik kerinci galur murni semakin langka. Berkurangnya populasi itik galur murni kerinci disebabkan banyaknya peternak yang mendatangkan bibit dari luar terutama dari pulau Jawa, untuk memenuhi permintaan daging dan telur yang terus meningkat. Akibat pemeliharaan itik di sentra pengembangan dilakukan secara ekstensif (digembalakan), maka perkawinan silang antara itik galur murni kerinci dengan jenis itik lainnya tidak
dapat dihindarkan dan sulit untuk
dikendalikan. Kondisi ini merupakan ancaman bagi kelestarian genetik itik Kerinci karena dikhawatirkan gen-gen unik dan variabilitas genetik unggulan yang dimiliki oleh itik Kerinci lambat laun akan punah.
Berdasarkan hasil penelusuran dan pengamatan mahasiswa KKN-PPM Dikti tahun 2012, diketahui bahwa saat ini populasi ternak itik kerinci (mulai umur 1 hari (DOD) sampai itik dewasa) di Desa Koto Majidin Mudik, Hilir, Sawahan dan Koto Majidin Di Air hanya tinggal 9,0-10% dari seluruh populasi itik yang ada, selebihnya adalah itik itik Tegal, Mojosari dan Alabio (Manin dkk. 2012). Untuk
mempertahankan sumberdaya genetik
sekaligus untuk meningkatkan kembali populasi itik kerinci galur murni, upaya yang
dapat dilakukan adalah melakukan
pelestarian dan budidaya secara terkendali. Prinsip dari kegiatan ini adalah melakukan seleksi galur murni itik kerinci, melakukan
isolasi (mengandangkan) induk itik
terseleksi dengan pemberian pakan sesuai kebutuhan, menetaskan telur yang diperoleh untuk memproduksi bibit, memelihara itik betina secara intensif dari DOD sampai dewasa serta mengatur pola pemeliharaan dan pemasaran bibit.
Kegiatan seleksi dan isolasi itik
kerinci galur murni bertujuan untuk
memisahkan itik kerinci dengan yang bukan
itik kerinci berdasarkan penampakan
luarnya. Itik terseleksi terutama itik betina, selanjutnya dipelihara secara intensif di dalam kandang secara terus menerus agar tidak terjadi perkawinan antar bangsa. Bibit itik lokal kerinci yang sudah diyakini
kemurniannya diarahkan untuk usaha
pembibitan atau disebarkan kepada peternak lain yang sudah terlatih untuk dipelihara
secara intensif dan tidak boleh
digembalakan. Sementara itu, itik yang bukan murni itik lokal kerinci masih memungkinkan untuk dipelihara secara ekstensif dengan digembalakan.
Pemeliharaaan itik secara intensif perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kesehatan lingkungan. Budidaya itik ramah lingkungan dilakukan dengan memanfaatkan
probiotik PROBIOFM. (Manin dkk 2003 –
2012) Keunggulan dari Probio-FM adalah
dapat mengurangi jumlah bakteri patogen
pada saluran pencernaan unggas,
meningkatkan kesehatan ternak serta
mengurangi pencemaran lingkungan yang
berasal dari bau ammonia feses.
Keunggulan lain dari probiotik ini juga adalah dapat mengurangi bau amis pada telur dan daging yang dihasilkan, sehingga
penggunaannya akan memberikan
keunggulan produk.
Pada program KKN-PPM DIKTI tahun 2012 telah dilakukan pendataan awal dan sosialisasi akan pentingnya menjaga kelestarian galur murni itik kerinci di daerah sentra pengembangan, khususnya di Desa
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM Di Kecamatan Air
Hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 32
Koto Majidin Mudik, Koto Majidin Hilir, Sawahan Koto Majidin dan Koto Majidin Di Air. Demikian pula kegiatan seleksi dan
isolasi bibit murni serta praktek
pemeliharaan itik ramah lingkungan berbasis
ProbioFM telah dilakukan secara terbatas di
lokasi KKN-PPM. Salah satu kendala yang dihadapi dalam pemeliharaan ternak itik secara intensif adalah perlunya pembuatan kandang serta biaya pakan. Peternak yang sudah terbiasa memelihara ternak secara
ekstensif (digembalakan) mengalami
kesulitan untuk membangun kandang serta memenuhi kebutuhan pakan yang harganya relatif tinggi. Kendala ini menyebabkan program pelestarian tidak dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Agar program pelestarian galur murni itik kerinci
dapat terlaksana dengan baik dan
berkelanjutan, perlu adanya kerjasama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi dan masyarakat peternak, dengan memanfaatkan sumberdaya lokal secara optimal.
Program pelestarian dan budidaya itik kerinci secara terkendali berbasis
probiotik ProbioFM yang diimplementasikan
melalui program KKN-PPM 2013, bertujuan untuk membangun peran sinergis dan harmonis antara Perguruan Tinggi –
Pemerintah Daerah, khususnya Dinas
Peternakan, dan masyarakat peternak dalam
rangka mempertahankan sumberdaya
genenetik, meningkatkan populasi itik Kerinci serta menghasilkan produk berbasis itik yang ASUH.
Melalui intensifikasi pemeliharaan itik kerinci betina galur murni diharapkan perkawinan silang dapat dicegah sehingga peternak dapat memproduksi bibit itik
kerinci murni untuk disebarkan dan
dibudidayakan secara intensif. Sementara itu, itik yang bukan galur murni dapat
dipelihara secara ekstensif dengan
digembalakan.
Gambar 1. Anak itik Kerinci (warna kuning) dan itik Kerinci dewasa warna putih (batik) (Sumber Manin, dkk., 2012).
1.2. Usulan Penyelesaian Masalah
Permasalahan ternak iik lokal
Kerinci di Kecamatan Air Hangat cukup kompleks, maka penyelesaian masalah harus dilaksanakan secara terintegrasi. Usulan penyelesaian masalah yang dilakukan adalah :
1. Program penyeleksian dan
pemisahan induk asli itik Kerinci dengan itik lokal lain, pemisahan ini sangat penting dilakukan, karena kemurnian itik Kerinci, sudah mulai
berkurang, dengan adanya kawin silang antara itik lokal Kerinci dengan itik lainnya.
2. Program pemeliharaan itik dari sistim ekstensif ke sistim intensif, yang berasal dari seleksi program pertama.
3. Program penerapan teknologi ramah
lingkungan yang menggunakan
probiotik Probio_FM, ditujukan
khususnya untuk ternak itik yang dipelihara secara intensif. Fungsi
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM di Kecamatan Air
hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 33
Probiotik Probio_FM dapat
meningkatkan kesehatan induk dan anak itik dan mengurangi bau amonia yang ditimbulkan dari feces
4. Program pengolahan hasil ternak berupa pembuatan telur asin, dan pembuatan dendeng, nuget, bakso dan abon dari itik afkir.
5. Program pembuatan pupuk organik yang berasal dari kotoran itik dengan menggunakan Probiotik Probio_FM. Kegiatan KKN-PPM ini dilaksanakan dengan metode partisipatif dan aksi pada kelompok masyarakat sasaran. Agar kegiatan ini dapat berkelanjutan maka dalam
pelaksanaan program akan dilakukan
kerjasama dengan Dinas Peternakan
Kabupaten Kerinci, dan kelompok tani ternak itik “Sepakat” dan Kelompok Ternak itik Jaya Sawahan Desa Koto Majidin Kecamatan Air Hangat Kabupaten kerinci. 3. Metode dan Konsep yang Digunakan untuk Mengatasi Masalah
Kegiatan KKN-PPM akan dilakukan dengan metode partisipatif dan aksi pada kelompok sasaran, dalam hal ini kelompok ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani dan kelompok ternak itik , serta masyarakat sekitar serta mahasiswa menjadi fasilitator. Metode yang dilakukan adalah pelatihan, demontrasi, dan mengaktifkan
kembali pabrik pakan mini yang
terbengkalai. Kegiatan KKN-PPM ini
merupakan alih teknologi dan pendampingan oleh mahasiswa KKN-PPM yang akan dilaksanakan di Desa Kotomajidin Hilir dan Sawahan Kotomajidin yang merupakan sentra ternak itik lokal Kerinci. Setiap desa akan didampingi oleh 15 orang mahasiswa. Kegiatan KKN-PPM yang dilakukan adalah :
1. Program penyeleksian induk itik murni asli Kerinci, dengan cara mengamati ciri khas itik Kerinci yaitu memiliki warna dasar putih dan totol cokelat terang di
daerah dada hingga ujung ekor dengan sayap berwarna gelap. Kaki dan paruh itik kerinci cenderung berwarna gelap atau hitam. Pada itik jantan, selain
memiliki warna dasar putih juga
didominasi oleh warna cokelat, terutama pada bagian leher, dada, dan punggung. Pada bagian ujung ekor itik kerinci jantan terdapat warna campuran cokelat dan biru kehitaman atau gelap.
2. Program pemeliharaan itik hasil seleksi dari point (1) dari sistem ekstensif
(digembalakan) menjadi intensif
(dikurung) secara terus menerus, sampai bertelur, dan telur yang dihasilkan ditetaskan dengan menggunakan mesin tetas.
3. Program penetasan telur, telur yang diperoleh dari induk-induk itik yang dipelihara secara intensif, dikumpulkan, kemudian dieramkan dalam mesin tetas selama 28 hari. Anak-anak itik yang menetas (DOD) diseleksi jenis kelamin jantan dan betina. Anak itik betina dipelihara secara intensif, sedangkan anak itik jantan dipelihara sampai umur 2 bulan sebagai itik pedaging.
4. Program penerapan teknologi Probiotik
Probio_FM, tujuan adalah untuk
mengurangi bau amonia asal feces dari itik-itik murni yang dikandangkan secara
terus menerus, dan meningkatkan
kesehatan ternak itik, sehingga tercipta pengembangan usaha ramah lingkungan. Cara penggunaannya adalah dengan mencampur 10 ml Probiotik Probio_FM dalam 1 liter air minum.
5. Program penyusunan ransum berbasis pakan lokal, seperti jagung, dedak, kosentrat dan keong mas. Selama ini
peternak selalu membeli dan
mengandalkan pakan komersial dengan harga yang mahal.
6. Program pengolahan hasil ternak.
Program pengolahan dilakukan dengan mengolah telur itik menjadi telur asin dan itik afkir/itik jantan menjadi produk olahan daging itik, seperti dendeng,
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM di Kecamatan Air
hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 34
abon, nuget dan itik asap. Diharapkan dengan pengolahan ini dapat memberi nilai tambah produk dan membuka peluang dan kesempatan berusaha bagi masyarakat sekitar. Karena selama ini
masyarakat dan kelompok hanya
melakukan penetasan telur yang
dihasilkan dan sisanya dijual mentah dan sekitar 2 orang yang mengolah menjadi telur asin. Sedangkan itik yang sudah tua (afkir) ataupun itik jantan hanya dijual sebagai ternak potong dan dijual dalam
bentuk hidup. Diharapkan dengan
melakukan pengolahan dan diversifikasi olahan daging itik akan diperoleh nilai jual.
7. Program pembuatan mesin tetas,
peternak di desa Koto Majidin sangat
terkenal dengan keahliannya untuk
membuat mesin tetas, untuk itu
mahasiswa dapat belajar dari peternak. Lembaga yang menjadi mitra dalam kegiatan KKN-PPM ini adalah Dinas
Peternakan dan Perikanan Kabupaten
Kerinci. Komunikasi antara penulis dengan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten kerinci dan kepala dinas Peternakan Provinsi Jambi, kegiatan pemurnian dan budi daya itik Kerinci akan dimulai pada tahun 2013 di Desa Koto majidin kecamatan Air Hangat, dengan melibatkan kelompok tani Jaya
Sawahan dan Kelompok Ternak itik
“Sepakat” serta melibatkan Fakultas
Peternakan Universitas Jambi. METODOLOGI
Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Tempat pelaksanaan KKN-PPM di Desa Koto Majidin Hilir r dan Sawahan Koto Majidin Kecamatam Air Hangat. Masing-masing Desa terdapat 3 dusun / RT. Nama dusun atau Rt masing-masing desa disajikan pada Tabel 2. Waktu pelaksanaan dari tanggal 15 September – 17 November 2012.
Tabel 1. Tempat Pelaksanaan KKN-PPM Tahun 2013
No. Dusun Desa Kecamatan Kabupaten
1. Koto Dili
2. Bandar Panjang Kotomajidin Hilir
3. Koto Luar Air Hangat Kerinci
4. Larik Pandan
5. Larik Dumo Sawahan Kotomajidin
6. Sawahan Kasigi
Jumlah mahasiswa yang mengikuti program KKN-PPM sebanyak 30 orang yang terbagi dalam 2 posko yaitu posko 1 meliputi desa Koto Majidin Hilir dan Sawahan Koto Majidin, masing-masing posko terdiri dari dua sub unit.
Metode dan Konsep yang Digunakan Kegiatan KKN-PPM akan dilakukan dengan metode partisipatif dan aksi pada kelompok sasaran, dalam hal ini kelompok ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani dan kelompok ternak itik , serta masyarakat sekitar serta mahasiswa menjadi fasilitator. Metode yang dilakukan adalah
pelatihan, demontrasi, dan mengaktifkan
kembali pabrik pakan mini yang
terbengkalai. Kegiatan KKN-PPM ini
merupakan alih teknologi dan pendampingan
oleh mahasiswa KKN-PPM yang
dilaksanakan di Desa Kotomajidin Hilir dan desa Sawahan Kotomajidin, yang merupakan sentra ternak itik Kerinci. Setiap desa akan didampingi oleh 15 orang mahasiswa.
Kegiatan KKN-PPM yang dilakukan adalah :
1. Program penyeleksian induk itik murni
asli Kerinci, dengan cara mengamati ciri khas itik kerinci yaitu memiliki
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM di Kecamatan Air
hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 35
warna dasar putih dan totol cokelat terang di daerah dada hingga ujung ekor dengan sayap berwarna gelap. Kaki dan paruh itik kerinci cenderung berwarna gelap atau hitam. Pada itik jantan, selain memiliki warna dasar putih juga didominasi oleh warna cokelat, terutama pada bagian leher, dada, dan punggung. Pada bagian ujung ekor itik kerinci jantan terdapat warna campuran cokelat dan biru kehitaman atau gelap.
2. Program pemeliharaan itik hasil seleksi dari point (1) dari sistem ekstensif
(digembalakan) menjadi intensif
(dikurung) secara terus menerus,
sampai bertelur, dan telur yang
dihasilkan ditetaskan dengan
menggunakan mesin tetas.
3. Program penerapan teknologi Probiotik
Probio_FM, tujuan adalah untuk
mengurangi bau amonia asal feces dari itik-itik murni yang dikandangkan
secara terus menerus, dan
meningkatkan kesehatan ternak itik, sehingga tercipta pengembangan usaha
ramah lingkungan. Cara
penggunaannya adalah dengan
mencampur 10 ml Probiotik
Probio_FM dalam 1 liter air minum. 4. Program pengolahan hasil ternak.
Program pengolahan dilakukan dengan mengolah telur itik menjadi telur asin dan itik afkir/itik jantan menjadi produk olahan daging itik, seperti dendeng, abon, nuget dan itik asap. Diharapkan dengan pengolahan ini dapat memberi nilai tambah produk dan membuka peluang dan kesempatan berusaha bagi masyarakat sekitar. Karena selama ini masyarakat dan kelompok hanya melakukan penetasan telur yang dihasilkan dan sisanya dijual mentah dan sekitar 2 orang yang
mengolah menjadi telur asin.
Sedangkan itik yang sudah tua (afkir) ataupun itik jantan hanya dijual sebagai ternak potong dan dijual dalam
bentuk hidup. Diharapkan dengan
melakukan pengolahan dan
diversifikasi olahan daging itik akan diperoleh nilai jual.
Lembaga yang menjadi mitra dalam kegiatan KKN-PPM ini adalah Dinas
Peternakan Kabupaten kerinci. Dinas
Peternakan akan memfasilitas dan
membantu kelancaran KKN-PPM, karena itik lokal Kerinci sudah mulai dikenalkan sebagai itik lokal Provinsi Jambi secara umum dan Kabupaten Kerinci khususnya.
Kerjasama dengan Badan Penyuluhan
Pertanian Kecamatan Air Hangat dalam membina dan mendampingi KKN-PPM di Desa Koto Majidin Hilir, dan Sawahan Koto Majidin. Kegiatan ini melibatkan secara penuh kelompok ternak itik Kudomo, Kelompok Wanita Tani Teratai Putih, dan kelompok wanita tani serumpun abadi. Ketiga kelompok ternak itik ini sering mengikuti lomba kelompok agribisnis ternak itik, baik tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi maupun nasional.
a. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan KKN PPM
Kegiatan KKN PPM ini direncanakan pelaksanaannya selama 2 (dua) bulan dari tanggal 15 September – 17 November 2012,
dengan rincian satu bulan efektif
pelaksanaan KKN PPM oleh mahasiswa bersama masyarakat dengan pendampingan oleh DPL dan satu bulan berikutnya pendampingan berkelanjutan oleh tim teknis yang ada dilapangan (teknisi, PPL) dan monev berkelanjutan oleh DPL terhadap hasil program kegiatan.
3. .Keberlanjutan Program
Program KKN-PPM ini
ditindaklanjuti oleh mitra kerja yaitu Dinas
Peternakan dan Perikanan Kabupaten
Kerinci, dan Dinas Peternakan Provinsi Jambi. Kedua dinas sangat berkepentingan terhadap keberlanjutan itik Kerinci, sebagai plasma nutfah Provinsi Jambi Selain itu Dinas Perindustrian dan Perdangan juga menjadi mitra untuk bidang pengolahan hasil
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM di Kecamatan Air
hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 36
ternak berupa telur asin, nugget, bakso, dendeng dan abon daging itik.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Keadaan Umum Desa Kotomajidin Desa Kotomajidin adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Air Hangat Kabupaten Kerinci. Sebelum pemekaran Desa, Kotomajidin terdiri dari dua desa,
yaitu Desa Kotomajidin Mudik dan
Kotomajidin Hilir. Setelah adanya
pemekaran Kabupten dan Kota pada Tahun 2011, maka desa Koto Majidin terbagi dalam 4 desa yaitu ; Desa Kotomajidin Mudik, Kotomajidin Diair. Kotomajidin Hilir dan Desa Sawahan Kotomajidin, masing-masing desa terdiri dari 3 dusun atau RT (Tabel 6 dan Gambar 7 ). Jarak dari desa ke ibu kota Sungai Penuh ± 10 km serta jarak antara desa ke Kecamatan Air Hangat ± 3 km Koto Majidin Hilir
Desa Koto Majidin Hilir adalah merupakan salah satu Desa dari 25 Desa yang ada dii Kecamatan Air Hangat Kabupaten Kerinci yang terdiri dari 3 Dusun (3 RT). Secara geografis Desa Koto Majidin Hilir teletak di bagian Barat Kabupatan Kerinci dengan luas wilayah + 92
Ha Km2 dan berada pada posisi 1O 15’
Lintang Selatan sampai dengan 20 20,
Lintang Selatan dan di antara 1020 30, Bujur
Timur Sampai dengan 1040 Bujur
Timur.dengan batas wilayah sebagai berikut.
Sebelah Timur dengan : Desa Areal
Persawahan
Sebelah Utara dengan : Desa
Sawahan Koto Majidin
Sebelah Selatan dengan : Desa Areal
Persawahan
Sebelah Barat dengan : Desa Koto
Majidin Diair
Luas Wilayah Desa Koto Majidin Hilir
adalah 5.220 Km2 yang terdiri dari :
a) Tanah Sawah : 83 Ha. b) Tanah Pekarangan : 9 Ha.
c) Kebun TKD, Tanah Restant, dan FU : 1 Ha.
Komoditi andalan terbesar yang dihasilkan dari desa Koto Majidin HIlir adalah Beras ini dikarenakan 75 % dari luas wilayah desa Koto Majidin HIlir adalah Persawahan.
Jumlah penduduk Desa Koto Majidin Hilir adalah 945 Jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga 313 KK. Persebaran penduduk di Desa Koto Majidin HIlir relatif merata, secara absolut jumlah penduduk pada tiap-tiap Rukun Tetangga (RT) terlihat relatif berimbang, namun karena luas wilayah masing-masing RT berbeda maka tingkat kepadatan penduduknya terlihat beda pada tahun 2010. RT 03 merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tertinggi di wilyah Desa Koto Majidin HIlir
yaitu 204 Jiwa per Km2.Sementara itu RT
02 merupakan tingkat kepadatan terendah yaitu dengan tingkat kepadatan 19 jiwa per km2.
Berdasarkan struktur umur,
penduduk Desa Koto Majidin HIlir
tergolong penduduk usia muda. Indikasi ini
tergambar dari rasio penduduk usia
kelompok umur 0-5 dan 6-10 tahun
merupakan yang terbanyak jumlahnya
masing-masing 30 jiwa dan 55 jiwa. Kemudian disusul kelompok umur 21-25 dan 26-30 yaitu masing-masing 89 jiwa dan 172 jiwa. Rasio jenis kelamin penduduk Desa Koto Majidin HIlir menunjukkan bahwa penduduk perempuan relatif lebih banyak dibandingkan laki-laki.
Desa Sawahan Koto Majidin
Pada tanggal 2 Februari 2011 Desa Sawahan Koto Majidin resmi menjadi Desa
definitif. Sawahan Koto Majidin.
Pembentukan Desa tersebut berdasarkan Peraturan Daerah kabupaten Kerinci No. 5 Tahun 2011. Secara geografis Desa Sawahan Koto Majidin teletak di bagian Timur dari Ibukota kecamatan dengan jarak 1 km dan berada di Utara Ibu kota Kabupaten Kerinci yaitu Sungai Penuh dengan jarak 8 km dan 425 km dari Ibu kota
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM di Kecamatan Air
hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 37
Provinsi Jambi. Desa Sawahan Koto Majidin berada lebih kurang 1500 m dari permukaan laut dengan topografi dataran tinggi dengan suhu udara 26 derajat celcius. Dengan batas wilayah sebagai berikut :
- Sebelah Timur dengan : Desa Kemantan Kebalai
- Sebelah Utara dengan : Desa Air Tenang - Sebelah Selatan dengan : Desa Koto
Majidin Hilir
- Sebelah Barat dengan : Desa Koto Majidin Mudik
Luas Wilayah Desa Sawahan Koto Majidin adalah 83 Ha yang terdiri dari : sawah, 73 Ha, dan Lahan Pekarangan/
rumah 17 Ha. Desa Sawahan Koto Majidin
terdiri dari III Dusun atau RT dengan perincian sebagai berikut :
1. Dusun I di namakan Dusun Larik Pantai 2. Dusun II di namakan Dusun Larik Dumu 3. Dusun III dinamakan Dusun Sawahan
Kasigi
Jumlah penduduk Desa Sawahan Koto Majidin adalah 866 Jiwa dengan
jumlah Kepala Keluarga 265 KK. Laki-laki 409 Jiwa dan perempuan 457 Jiwa.
5.2. Profil Ternak Itik Kerinci
5.2.1. Program Penyeleksian Induk Asli Kerinci
Desa Kotomajidin merupakan satu-satunya desa yang memiliki populasi ternak itik paling banyak di Kecamatan Air Hangat Kabupaten Kerinci. Pengalaman beternak didapatkan dari turun temurun, sehingga desa Kotomajidin dijuluki dengan sentra pembibitan ternak itik. Jenis itik yang ada adalah itik Tegal, mojosari dan Alabio. Pada umumnya masyarakat Desa Kotomajidin baru mengetahui kalau di desa mereka terdapat itik galur murni itik Kerinci, setelah terbitnya SK menteri Pertanian tentang galur
murni itik Kerinci No.
2834/Kpts/LB/08/2012 Tahun 2013. Hasil KKN-PPM UNJA-DIKTI Tahun 2012, populasi ternak itik Kerinci berkisar kurang lebih 10% (Tabel 7)
Tabel 7. Populasi Ternak itik Kerinci Dewasa Desa Koto Majidin Hilir
No. Nama
Peternak
Jumlah Itik (ekor)
% Jenis Kelamin % Itik Kerinci
♂ ♀ ♂ ♀ 1. Mahyerni 36 47,22 52,78 8,33 8,33 2. Imas 258 6,97 83,72 0,77 8,53 3. Zaimi 17 42,85 57,14 - - 4. Novian 96 8,33 91,67 - - 5. Sirajudin 50 8 92 2 8 6. Yunizar 80 8,75 91,25 5 8,75 7. Arlis 276 8,33 91,67 1,81 0,72 8. Aswanto 226 8,40 91,6 1,33 0,88 9. Suryani 96 9,37 86,63 - 4,17 10. Persal 60 8,33 91,67 3,33 6,67 11. Freety 18 11,11 88,89 - - 12. Elyanti 96 8,33 91,67 % 5,21 - 13. Wirni 54 9,26 90,74 % - 18,52 14. Irwanto 180 6,67 93,33 % 2,22 5 15. Asmarni 156 6,41 93,59 % 1,92 3,85 16. Nila 168 ekor 5.36 94.64% 0.0 1.78
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM di Kecamatan Air
hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 38
itik Kerinci asli. Selebihnya itik hasil persilangan antara Kerinci-Mojosari, dan Kerinci-Alabio. Pada Gambar 3 terlihat itik Kerinci hanya 7 ekor dari sekian ratus ekor itik yang diamati, warna itik Kerinci dasarnya putih, pada leher, punggung dan sayap berwarna coklat. Warna itik Kerinci berbeda dengan itik local laiinya. Ironisnya SK menteri tentang galur murni terbit, populasi ternak itik Kerinci yang asli justru berkurang. Hasil pengamatan dilapangan populasi itik Kerinci kurang dari 10%, pengamatan dilakukan di kandang peternak
dan di sawah Gambar 8. Turunnya populasi ternak Kerinci disebabkan karena peternak tidak serius memelihara itik Kerinci, alasannya karena produksi telur lebih rendah dari itik lokal lainnya seperti itik Tegal, Mojosari maupun itik Alabio. Selain itu warna kerabang telur itik Kerinci warna putih kehijauan juga menjadi pertimbangan bagi konsumen. Pada umumnya konsumen lebih menyukai kerabang telur warna hijau, walaupun secara komposisi nilai gizi tidak ada perbedaan antara kerabang telur bewarna
hijau ataupun biru dan putih.
Gambar. 3 Itik yang dipelihara secara ektensif (digembalakan di sawah) Sisitim pemeliharaan itik dewasa masih
bersifat ekstensif, yaitu itik selalu dilepas, selama masih ada petani yang memanen padi. Pada umumnya peternak itik selalu membuat kandang di tengah sawah, dan sepertiga bagian kandang di tutup dengan terpal, dengan harapan induk itik akan bertelur pada tempat yang telah di alas dengan jerami padi. Jika pada saat pengembalaan di sawah hari hujan, maka telur tersebut akan terlindung dari hujan. Hasil pengamtan di sawah dari 120 ekor itik yang terdiri dari 12 ekor jantan dan 108
betina dapat diperoleh telur sebanyak 80-90 butir/hari.
Telur yang diperoleh dari sawah, kemudian di sortir, mulai dari bentuk sampai ke berat telur. Pada umumnya peternak telah mengetahui dan paham, berat telur itik yang akan ditetaskan. Bobot telur tetas berkisar antara 60-70 gram/butir. Bobot telur yang terlalu besar atau kecil di jual menjadi telur konsumsi, hasil penetasan telur itik selama mahasiswa KKN disajikan pada Gambar 4 dan Tabel 8.
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM di Kecamatan Air
hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 39
Tabel 8. Persentase anak itik DOD itik Kerinci di Desa Kotomajidin Hilir
Nama Peternak Jumlah Telur (butir) Bobot Telur Bobot Tetas Daya Tetas (%) % Jenis
Kelamin % Itik Kerinci
♂ ♀ ♂ ♀ Maryani 300 68 42 71 51 49 5 5.0 Deki D 400 70 40 60,5 40 60 1.0 5.0 Nelta 300 75 42 41,3 45 55 1.0 5.0 Eliyati 250 69 40 68 35 65 1.0 1.0 Imas 300 74 41 36 40 60 1.0 18.0 Yunizar 350 68 39 66 56 44 1.0 3.0 Persal 380 70 40 76,8 35 65 4.0 6.0 Irwanto 350 75 43 51 35 65 3.0 5.0 Asmarni 300 70 42 65 47 53 1.0 3.0 Ibu nila 400 78 47 40 49 51 2.0 10
Sumber : KKN-PPM DIKTI Universitas Jambi (2013)
Tabel 9. Persentase anak itik DOD itik Kerinci di Desa Sawahan Kotomajidin
Nama Peternak Juml Telur Bbt telur Bbtt tetas Daya tetas Persentase Jenis Kelamin Persentase itik Kerinci (butir (gr) (gr) (%) ♂ ♀ ♂ ♀ Khairil 300 63 50 58 45.16 54.84 0.6 9.4 Kulhana 900 63 50 87 41.67 58.33 7.5 3.5 A.Yani 400 71 45 91 16.35 83.65 3.7 6.3 Ismahayati 300 70 43 95 11.90 88.10 3.4 7.6 Nurdiansih 300 70 40 65 10.2 89.8 1.0 9.0 Nasalmi 400 75 46 83 10.4 89.6 1.5 8.5 Gusnarti 70 75 45 50 57.14 42.86 10 0
Sumber : KKN-PPM DIKTI Universitas Jambi (2013) Berdasarkan Tabel 8 dan 9, dan Gambar 4
dan 5 terlihat, bahwa populasi itik Kerinci masih berkisar antara 2-10%. Hasil ini sama dengan penetasan mahasiswa KKN-PPM 2012, tetapi pada saat tersebut belum ada
peternak yang mengandangkan ternak itik dewasanya, sedangkan KKN-PPM tahun 2013, itik dewasa jantan dan betina mulai di kandangkan
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM di Kecamatan Air
hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 40
Gambar 5. Mahasiswa KKN-PPM dan peternak sedang memisahkan jenis
Kelamin jantan dan betina serta penimbangan bobot tetas Jumlah telur yang diperoleh oleh peternak
tergantung kepada masa panen padi, pemeliharaan sistim ini selalu berpindah-pindah. Pada umumnya peternak yang mempunyai itik dan menetaskan sendiri
telur tersebut akan mendapatkan
penambahan ekonomi yang cukup besar,
karena setiap 5 hari mereka dapat
menetaskan telur sebanyak 300-400 butir. Waktu yang dibutuhkan untuk menetaskan telur berkisar antara 28-30 hari. Hasil pengamatan daya tetas berkisar antara 80-90%, sehingga akan dihasilkan anak itik (DOD) sebesar 240-360 ekor, dengan persentase jantan : betina berkisar antara 50% : 50% atau 45% : 55%.
Harga DOD/lusin (11 betina dan 1 jantan) berkisar antara Rp. 150.000,- sampai dengan Rp. 180.000,- sedangkan DOD jantan di jual dengan harga Rp.3.000,- sd Rp.4.000,-/ekor,
sehingga peternak dapat memperoleh
pendapatan sekitar Rp. 1.560.000,- - Rp. 2.160.000,-. Satu kali penetasan.
Program pemeliharaan Induk Itik Asli Kerinci
Sistim pemeliharaan itik dewasa pada umumnya masih bersifat tradisional, pagi dilepas, sore pulang ke kandang yang berada di sekitar sawah tempat itik digembalakan. Hanya beberapa peternak yang memelihara secara intensif (Gambar 6 dan 7)
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM di
Kecamatan Air hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 41
Gambar 7.
Itik Kerinci Dewasa yang dipelihara secara intensif dikelompok ternak itik Sepakat Pemeliharaan itik dewasa secara
intensif sangat memberatkan bagi
peternak, karena ternak itik dewasa sangat banyak makannya, sementara harga pakan saat semakin meningkat. Oleh karena itu peternak selalu mengembalakan ternaknya dari sawah ke sawah yang sedang panen padi. Akibatnya kemurnian itik Kerinci semakin sulit di peroleh. Kendala ini dapat diatasi dengan cara ternak itik asli Kerinci
di pelihara secara intensif dengan
memanfaatkan pakan lokal seperti dedak padi, jagung kuning dan keong mas, yang ketersediaannya selalu ada sepanjang masa, hanya saja perlu ada pendampingan dari Dinas Peternakan atau Perguruan Tinggi.
Program Penerapan Teknologi
Probiotik Probio_FM
Program penerapan
teknologi Probiotik Probio_FM, tujuan adalah untuk mengurangi bau amonia asal
feces dari itik-itik murni yang
dikandangkan secara terus menerus, dan
meningkatkan kesehatan ternak itik,
sehingga tercipta pengembangan usaha ramah lingkungan. Peternak itik di desa Koto Majidin memelihara itik mulai dari itik umur 1 hari sampai umur dua bulan dipelihara di kandang belakang dan disamping rumah. Tidak ada jarak antar rumah yang satu dengan rumah lainnya.
Pemeliharaaan itik secara intensif perlu dilakukan dengan mempertimbang-kan kesehatan lingkungan. Budidaya itik
ramah lingkungan dilakukan dengan
memanfaatkan probiotik PROBIO_FM.
Probio-FM merupakan probiotik cair dan
padat yang mengandung beberapa spesies bakteri asam laktat, dengan jumlah bakteri
1010-1011 cfu/ml (Manin, dkk. 2010).
Bakteri yang terkandung di dalam Probio
-FM berasal dari hasil isolasi mikroba
saluran pencernaan itik Kerinci (Manin dkk., 2003; Manin dkk., 2004), saluran
pencernaan ayam kampung yang
dipelihara di lahan gambut (Manin dkk., 2007; Manin dkk., 2008) dan ayam broiler yang diberi probiotik (Manin dkk., 2010).
Penggunaan berbagai bakteri yang terdapat pada Probio_FM tersebut telah terbukti dapat mengurangi jumlah bakteri patogen pada saluran pencernaan unggas, meningkatkan kesehatan ternak serta mengurangi pencemaran lingkungan yang berasal dari bau ammonia feses (Hendalia,
dkk. 2009; Manin, dkk. 2010).
Keunggulan lain dari probiotik ini juga adalah dapat mengurangi bau amis pada telur dan daging yang dihasilkan, sehingga
penggunaannya akan memberikan
keunggulan produk.
Pada saat kegiatan mahasiswa berlangsung, desa Koto Majidin setiap hari
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM di
Kecamatan Air hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 42
turun hujan, sehingga bau kotoran itik
lebih menyengat. Dengan adanya
Probio_FM bau tersebut dapat berkurang. Kegiatan pengenalan dan demonstrasi penggunaan probiotik Probio_FM terus dilakukan, dengan cara mengunjungi peternak itik dari rumah ke rumah. Hasil yang di peroleh peternak sangat terbantu
sekali dengan adanya probiotik
Probio_FM. Hal ini terlihat dari seringnya
mereka dating ke posko untuk berdiskusi dengan mahasiswa dan selalu bertanya bagaimana cara mendapatkan Probio_FM jika mahasiswa tidak berada di lokasi, dan
berapa harga per liter Probio_FM.
Kenyataan ini menunjukkan bahwa
masyarakat peternak mulai mempercayai hasil penelitian perguruan tinggi, tanpa harus mengeluarkan biaya promosi.
Gambar 8 Penjelasan tentang manfaat Probiotik Probio_FM Program Pembuatan Pakan Ternak
Sekitar 70% dari biaya produksi, adalah biaya pakan. Untuk memproduksi ternak itik dibutuhkan biaya yang tinggi, bahkan lebih tinggi dari biaya produksi ayam ras. Untuk menghasilkan bobot
badan 1 kg, ayam broiler hanya
membutuhkan waktu sekitar 3-4 minggu, sedangkan ternak itk membutuhkan waktu sekitar 8-10 minggu. Demikian pula banyaknya ransum yang dibutuhkan untuk mencapai bobot badan tersebut, ayam broiler hanya membutuhkan kurang dari 2 kg, sedangkan ternak itik membutuhkan sekitar 4-5 kg. Oleh karena itu untuk mencapai keberhasilan dalam beternak itik, beberapa pengetahuan praktis yang berkaitan dengan kebutuhan nutrisi dan teknik pemberian pakan perlu dikuasai.
Potensi dan keanekaragaman bahan pakan sangat penting untuk diketahui agar kita dapat memilih dan memilah bahan
pakan yang berkualitas, murah harganya
dan mudah diperoleh di lokasi
pemeliharaan. Terdapat banyak macam bahan pakan yang dapat digunakan sebagai bahan penyusun ransum, baik sebagai sumber energi, sumber protein, sumber vitamin dan mineral. Untuk memutuskan bahan pakan mana yang akan dipilih,
peternak harus mempertimbangkan
ketersediaan dan harga pakan serta nilai nutrisi yang terkandung di dalamnya.
Cara yang paling praktis dalam
memberikan makanan pada ternak itik adalah dengan menggunakan pakan jadi atau ransum komplit untuk ayaam ras (ransum komersil). Namun, penggunaan ransum komersil menjadi tidak efisien, karena tingkat produksi unggas lokal pada umumnya lebih rendah dibandingkan dengan ayam ras. Untuk mengatasi kendala ini
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM di
Kecamatan Air hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 43
upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara menyusun ransum sendiri, atau dengan mencampur pakan komersil atau konsentrat dengan pakan lokal..
Pakan lokal yang tersedia di Koto Majidin adalah dedak padi, jagung, dan keong mas. Selain itu fasilitas lumbung pakan yang didalamnya terdapat mesin pellet dan mesin pencampur pakan sangat membatu untuk terciptanya pabrik pakan mini. Pada saat pelaksanaan kegiatan
KKN-PPM, lumbung pakan dan
peralatannya mulai di fungsikan, yang selama ini tidak pernah dipergunakan untuk menyusun pakan. Peternak itik selalu membeli pakan jadi, atau pakan ayam broiler yang harganya Rp.8.000,- sd Rp.9.000,-/kg, sementara jika pakan dibuat dari bahan yang telah tersedia di desa, maka biaya pembuatan 1 kilogram pakan berkisar antara Rp.4.000,- sd Rp. 5.000,- dengan tingkat protein 18 % dan Energi Metabolisme 2800 kkal/kg ransum.
Pakan itik berbentuk pellet lebih efisien dari pada bentuk tepung, oleh karena itu pada saat kegiatan KKN_PPM,
pakan di buat dalam bentuk tepung dengan komposisi Jagung 28 %, Kosentrat bebek 15%, dedak 32%, keong mas 15%, molasses 5% dan Probiotik Probio_FM 5%. Kadar Protein kasar 18% dan Energi metabolism 2800 kkal/kg Harga/kg pellet sekitar Rp.4.000,- jauh lebih murah dibandingkan harga pakan komersial Rp.8.000,-/kg. yang diberi peternak untuk anak itik sampai umur 14 hari, proses pembuatan pakan disjikan pada Gambar 9 dan 10.
Hasil yang diperoleh pada saat pembuatan pakan pellet, peternak tidak pernah membayangkan bahwa pakan ternak itik dapat mereka buat sendiri, dari bahan yang mudah di dapat dan juga prosesnya tidak terlalu rumit. Dengan adanya kegiatan membuat pakan pellet ini, maka ketergantungan terhadap pakan
komersial dapat dikurangi, sehingga
pengeluaran peternak itik lebih sedikit, dan peternak sudah mulai berfikir untuk memelihara itik asli Kerinci secara intensif.
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM di
Kecamatan Air hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 44
Gambar 10. Proses pembuatan pellet dan penjemuran pellet yang dihasilkan Program Pengolahan Hasil Ternak
Program pengolahan dilakukan
dengan mengolah telur itik menjadi telur asin dan itik afkir/itik jantan menjadi
produk olahan daging itik, seperti
dendeng, abon, nuget dan itik asap. Diharapkan dengan pengolahan ini dapat
memberi nilai tambah produk dan
membuka peluang dan kesempatan
berusaha bagi masyarakat sekitar. Karena selama ini masyarakat dan kelompok hanya melakukan penetasan telur yang dihasilkan dan sisanya dijual mentah dan
sekitar 2 orang yang mengolah menjadi telur asin. Sedangkan itik yang sudah tua (afkir) ataupun itik jantan hanya dijual sebagai ternak potong dan dijual dalam
bentuk hidup. Diharapkan dengan
melakukan pengolahan dan diversifikasi olahan daging itik akan diperoleh nilai
jual, sehingga peternak memperoleh
pendapatan yang lebih besar. Pada saat kegiatan berlangsung masyarakat peternak sangat antusias mengikutinya, selama ini itik afkir bagi mereka tidak berarti, artinya mereka jual murah.
Gambar 11. Penjelasan tentang pembuatan nugget daging itik oleh Dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa
Pengolahan hasil ternak yang telah dilakukan dan telah bernilai ekonomis adalah pembuatan telur asin dan abon itik. Kegiatan ini dikelola oleh kelompok ternak itik Jaya Sawahan Desa Sawahan Koto Majidin. Harga telur sebelum di olah harganya Rp.2.000,-, setelah di buat telur
asin harga telur menjadi Rp.3.000,-/butir. Untuk abon itik dari 4 ekor ternak itik afkir yang harganya Rp25.000,-/ekor, dengan pengolahan, menjadi abon dengan harga Rp.250.000,-/kg. Artinya peningkatan pendapatan sebesar 50%, produk abon dan telur asin telah memiliki IPRT.
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM di
Kecamatan Air hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 45
Gambar 12. Penjelasan pembuatan telur asin metode kering dan basah berbasis rempah Program Pembuatan Mesin Tetas
Penetasan telur itik di Desa Koto Majidin pada umumnya menggunakan mesin tetas dengan kapasitas mulai dari 300 sampai dengan 400 butir (Tabel 10 dan 11). Mesin tetas sangat sederhana, terbuat dari triplek dan bagian dalam di lapisi dengan karduas bekas. Tujuan
menggunakan kardus adalah untuk
menahan panas, sehingga jika listrik mati dalam waktu beberapa jam, proses
penetasan telur tidak mengalamo
gangguan.
Peternak itik Desa Koto Majidin
sangat terkenal dengan keahliannya
membuat mesin tetas, sehingga Desa Koto
Majidin di kenal dengan “Pusat
Pembibitan Itik”. Keahlian peternak selain dari membuat mesin tetas, juga dalam hal membedakan anak itik umur satu hari jenis kelamin jantan atau betina, Pada umumnya peternak dapat membedakan telur yang layak tetas, ataupun tidak layak tetas. Ilmu yang dimiliki oleh peternak itik ini di kampus, hanya dipelajari dalam
waktu singkat, sehingga mahasiswa
khususnya mahasiswa peternakan
mendapat pengalaman dan bekal ilmu yang dapat diterapkan di kampus (Gambar 13 – 14)
Tabel 10. Umur mesin tetas dan kapasitas jumlah telur serta interval penetasan telur Desa Koto Majidin Hilir
No NAMA Peternak Umur mesin tetas (tahun) Kapasitas (butir) Interval masuk telur (hari) % daya Tetas 1 Mahyerni 10 400 60 70 2 Mahyerni 7 450 60 75 3 Imas 5 300 60 80 4 Eliati 5 300 30 74 5 Diki 3 400 30 79 6 Zaini 3 300 30 68 7 Nelta 3 200 30 65 8 Destriati 3 400 60 75 9 Lisdiawati 4 300 30 67 10 Nova susanti 3 300 30 60 11 Linda 3 400 30 75 12 Mak Novian 1 300 30 79
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM di
Kecamatan Air hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 46
13 Sur 7 400 30 69 14 Persal 7 400 30 80 15 Freety 6 400 60 68 16 Wirni 3 350 60 78 17 Sirajudin 8 350 30 66 18. Yunizar 4 350 30 75 19. Arlis 5 400 30 69 20. Abdul Karim 8 380 35 71 21. Aswanto 9 350 28 77 22. Apri 6 400 14 75 23. Irwanto 3 350 21 81 24. Maidarni 7 400 30 65 25. Widya 10 350 60 73 26. Enita 4 420 14 76 27. Suasih 3 400 30 69 28. Nila 11 400 30 72 29. Syahrial 3 450 30 77 30. Hartati 3 400 14 79 31. Marlinarni 3 450 30 71
Sumber : KKN-PPM UNJA DIKTI (2013).
Tabel 11. Umur mesin tetas dan kapasitas jumlah telur serta interval penetasan telur desa Sawahan Kotomajidin
No NAMA Peternak Umur mesin tetas (tahun) Kapasitas (butir) Interval masuk telur (hari) % Daya Tetas 1 Dina Ali 3 400 45 80 2 Eny 15 350 30 70 3 Mira 6 300 14 65 4 Khairil Anwar 6 300 21 90 5 Cinthya 10 250 35 80 6 Lili 2 300 30 50 7 Neni 5 450 14 80 8 Kulhana 2 300 28 70 9 Niryanti 6 400 14 60 10 Jamuil Eriza 5 650 21 75 11 Fahiran 3 250 30 80 12 Abror 12 250 35 80 13 A. Yani 10 250 42 75 14 Saiiful 5 400 21 80 15 Susi 12 250 28 75 16 Rika 15 300 35 75 17 Arlei 10 350 14 70 18. Abror 10 350 30 75 19. Kartina 10 220 28 75 20. Nur 7 450 35 80 21. Donal 3 400 21 80 22. Arvan 2 450 28 80 23. Benni 2 350 35 85
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM di
Kecamatan Air hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 47
Gambar 13. Mahasiswa KKN-PPM dan Peternak sedang membuat mesin tetas
Gambar 14. Pemasangan lampu dan thermostat dalam mesin tetas
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM di
Kecamatan Air hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 48
Keberlanjutan Program
Program KKN-PPM ini
ditindaklanjuti oleh mitra kerja yaitu Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kerinci, dan Dinas Peternakan Provinsi Jambi. Kedua dinas sangat berkepentingan
terhadap keberlanjutan itik Kerinci,
sebagai plasma nutfah Provinsi Jambi
Selain itu Dinas Perindustrian dan
Perdagagan juga menjadi mitra untuk bidang pengolahan hasil ternak berupa telur asin, nugget, bakso, dendeng dan abon daging itik.
Berhubung itik Kerinci merupakan satu-satunya plasma nutfah yang ada di
Provinsi Jambi, jauh tertinggal
dibandingakan Provinsi Sumatera Barat yang banyak memiliki plasma nutfah,
seperti itik “Pitalah”, ayam “kokok balenggek” dan sapi Pesisir. Oleh karena itu Dinas Peternakan Provinsi Jambi umumnya dan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kerinci sangat mendukung untuk kegiatan pelestarian itik Kerinci (Gambar 15). Hal ini terbukti dengan adanya surat keputusan Dinas
Peternakan Provinsi Jambi untuk
menetapkan dua kelompok ternak yang
bertanggung jawab untuk kegiatan
pelestarian itik Kerinci, yaitu kelompok ternak itik “Sawahan Jaya” dan”
Kelompok Ternak Itik Sepakat”
Walaupun bantuan Dinas Peternakan ini datangnya setelah kegiatan mahasiswa KKN-PPM berakhir.
Gambar 15. Kunjungan Kepala Bidang Peternakan Provinsi Jambi ke lokasi KKN Desa Koto Majidin untuk mendiskusikan tentang bantuan pemurnian itik Kerinci di Kelompok
“Tani Jaya Sawahan” dan “Kelompok Tani “Sepakat” KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1. Kesadaran peternak terhadap
keberadaan itik Kerinci sudah mulai terlihat, hal ini terbukti di setiap rumah peternak telah di pelihara itik Kerinci, walaupun mulai dari anak itik (DOD).
2. Penggunaan Probiotik Probio_FM telah dirasakan oleh peternakan untuk
meningkatkan kesehatan dan
mengurangi bau kandang.
3. Pembuatan pakan itik dalam bentuk
pellet belum belum maksimal,
walaupun bahan pakan telah tersedia. 4. Pemeliharaan itik Kerinci dewasa
secara intensif belum dilakukan
peternak itik secara keseluruhan, dengan alasan biaya pakan cukup besar.
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM di
Kecamatan Air hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 49
5. Adanya peningkatan ekonomi dari pemanfaatan itik afkir
6. Adanya dukungan Dinas Peternakan
Provinsi Jambi dan Kabupaten
Kerinci Saran
1. Dinas Peternakan Provinsi Jambi,
maupun Dinas Peternakan dan
Perikanan kabupaten Kerinci harus
terus menerus melakukan bimbingan mulai dari bimbingan teknis maupun financial.
2. Perguruan Tinggi, melalui dengan kepakaran ilmu yang dimiliki oleh dosen harus tetap mendampingi secara keilmuannyam sehingga keberadaan itik Kerinci dapat dipertahankan sebagai plasma nutfah Provinsi jambi.
DAFTAR PUSTAKA
Manin F., Ella Hendalia, Yatno, dan I. Putu Kompiang. 2002. Potensi Saluran Pencernaan Itik Lokal
Kerinci Sebagai Sumber
Probiotik dan Implikasinya
Terhadap Produktivitas Ternak
dan Penanggulangan kasus
Salmonellosis. Laporan
Penelitian Hibah Bersaing X
Tahun Pertama dan Tahun
Kedua. Dibiayai Oleh Bagian
Proyek Peningkatan kualitas
Sumber Daya Manusia, Diretorat
Jenderal Pendidikan Tinggi
Departemen Pendidikan Nasional
Dengan Nomor Kontrak :
007/LIT/BPPK-SDM/IV/2002 Tanggal 09 April 2002.
Manin. F., Ella Hendalia, Yusrizal, dan Nurhayati. Eefektivitas Probiotik (Bacillus circulans dan Bacillus sp) Asal Saluran Pencernaan Itik Lokal Kerinci Sebagai Pengganti Antibiotik Terhadap Performan Ternak Unggas. Laporan Hibah Bersaing XIII Tahun I. Dibiayai
Oleh Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional. Sesuai
Surat Perjanjian Pelaksanaan
Pekerjaan Penelitian. Nomor : 020/SPPP/PP/ DP3M /IV/2005, Tanggal 11 April 2005.
Manin. F., Ella Hendalia, Yusrizal dan Nurhayati. Effect of Kerinci
Duck’s Intestinal Probiotic
(Bacillus circulans and Bacillus sp) as Feed Addtive on Broiler Performans. Proceedings of The
4th ISTAP “ Animal Production
and Sustanable Agriculture in The Tropics” Faculty of Animal Sience, Gajah mada University, November 8 – 9, 2006. p : 276 – 286.
Manin, F., Ella Hendalia, A.Aziz, 2007 dan 2008. Isolasi dan Produksi Isolat Bakteri Asam Laktat dan Bacillus sp dari Saluran Pencernaan Ayam Buras Asal Lahan Gambut Sebagai Sumber Probiotik. Laporan Penelitian Fundamental Tahun I dan II.
Dibiayai Oleh Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi,
Departemen Pendidikan
Nasional. Sesuai Surat
Perjanjian Pelaksanaan
Pekerjaan Penelitian Nomor : 025/SP2H/PP/DP2M/III/2007. Manin, F., Ella Hendalia, A.Aziz, 2007.
Isolasi dan Produksi Isolat
Bakteri Asam Laktat dan
Bacillus sp dari Saluran Pencernaan Ayam Buras Asal Lahan Gambut Sebagai Sumber
Probiotik. Jornal AGRITEK
(Jornal Ilmu-ilmu Pertanian
Teknologi Pertanian dan
Kehutanan) Terakreditasi No. 026/DIKTI/KEP/2005. Agritek Edisi Khusus Dies Natalis IPM ke-16 November 2007. Halaman 74-78.
Pelestarian dan Budidaya Itik Kerinci Sebagai Plasma Nutfah Provinsi Jambi Berbasis Probio_FM di
Kecamatan Air hangat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 50
Manin, F., Ella Hendalia, Yusrizal, 2009. Penggunaan Bakteri Bacillus dan Bakteri Asam Laktat Sebagai Sumber Probiotik dalam Air
Minum Terhadap Performa
Ayam Broiler Terhadap
Performa Ayam Broiler.
Penelitian Strategis Nasional
Tahun 2009.
Manin, F., Ella Hendalia, Yusrizal, dan Yatno 2010. Pengunaan sinbiotik yang berasal dari bungkil inti sawit dan Bakteri Asam Laktat
terhadap performans ayam
broiler. Laporan Penelitian
Strategis Nasional Tahun 2010. Manin, F., Ella Hendalia, Yusrizal, dan
Yatno 2010. Pengunaan sinbiotik yang berasal dari bungkil inti sawit dan Bakteri Asam Laktat
terhadap performans ayam
broiler. Laporan Penelitian
Strategis Nasional Tahun 2010. Manin, F.,Anie Insulystiowati dan
Maksudi, 2012. Pengunaan
berbagai Bakteri Bacillus dan Bakteri Asam Laktat sebagai
sumber probiotik dalam air minum terhadap performans dan status kesehatan itik kerinci. Laporan Penelitian. I’MHERE Fakultas Peternakan Universitas Jambi.
Manin, F. Ella Hendalia, Yatno dan Pudji
Rahayu, 2012. Dampak
pemberian probiitik probio_FM
Terhadap pengendalian
Salonellosis pada itik Kerinci. Manin, F., Ella Hendalia, Haris Lukman,
dan Farhan, 2012. Pelestarian itik Kerinci melalui pengembangan usaha ramah lingkungan berbasis
probiotik Probio_FMdi
Kecamatan Air Hangat
Kabupaten Kerinci Provinsi
Jambi. Laporan KKN-PPM Dikti Tahun 2012.
Manin, F. Ella Hendalia, Yatno dan Pudji Rahayu. Dampak Penggunaan Probiotik Probio_FM Terhadap Pengendalian Salmonelosis Pada Itik Kerinci. Penelitian Hibah
Kompetitif (HIKOM) Tahun