• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN KOPI docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN KOPI docx"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN

DESIGN KEMASAN KOPI BUBUK

(KOPI ARABIKA)

OLEH:

KELOMPOK 6

Juwita Mayningsih Andari Putri

1311105039

Puti Fauziyah

1311105040

Ni Kadek Maya Purnama Sari

1311105041

I Dewa Gede Dwi Agastya Utama

1311105043

Herawati Cahaya Apriani

1311105045

Liya Paramita

1311105046

JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

(2)

BAB I. PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji

tanaman kopi. Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan

berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekita tahun 800 SM.

Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di

dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Indonesia sendiri telah mampu

memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya. Di samping rasa dan aromanya yang

menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan

berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler).

Di Indonesia tanaman kopi diperkenalkan pertama kali oleh VOC pada periode antara

tahun 1696-1699. Tanaman kopi mula-mula hanya bersifat coba-coba, tetapi karena hasilnya

memuaskan dan dipandang oleh VOC cukup menguntungkan sebagai komoditi perdagangan,

maka VOC menyebarkan ke berbagai daerah agar penduduk menanamnya (Najiyati dan Danarti,

1997).

Kopi bubuk adalah bentuk kopi yang paling sering kita jumpai. Kopi bubuk adalah biji

kopi yang sudah diproses dan digiling halus dalam bentuk butiran-butiran kecil sehingga mudah

diseduh dengan air panas dan dikonsumsi. Kopi bubuk ideal akan dihasilkan jika panas yang

digunakan dalam proses penyangraian biji kopi menjadi bubuk berkisar antara 203 hingga 221

derajat celcius, dengan suhu awal sekitar 180 derajat celcius. Proses penyangraian ini dilakukan

selama kurang lebih 30 menit; ini tergantung sedikit banyaknya biji kopi yang disangrai atau

dipanggang. Proses selanjutnya dalam pembuatan kopi bubuk adalah penggilingan, dimana biji

kopi dihaluskan menjadi butiran-butiran bubuk. Proses terakhir dalam pembuatan kopi bubuk

adalah pembungkusan dalam kemasan-kemasan tertentu. Produk bubuk kopi seringkali dikemas

dengan menggunakan plastik, padahal bungkus plastik kemungkinan besar tidak bisa menjaga

kualitas dan kesegaran bubuk kopi.

(3)

memperoleh kopi bubuk dengan kualitas terjamin. Desain kemasan yang akan kami buat ini

diharapkan dapat menciptakan suatu kemasan produk pangan yang sesuai dengan criteria atau

ketentuan yang harus ada pada kemasan.

1.2

Tujuan

1. Untuk mendesain kemasan pangan yang sesuai dengan sifat-sifat pangan yang akan

dikemas

(4)

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kopi Bubuk

Kopi Bubuk Kopi bubuk merupakan proses pengolahan kopi yang paling

sederhana. Dimana biji kopi yang telah disangrai kemudian dihancurkan dan

dikemas, pembuatan kopi bubuk banyak dilakukan oleh petani, pedagang

pengecer, industri kecil dan pabrik. Pembuatan kopi bubuk oleh petani bias

any hanya dilakukan secara tradisional dan alat-alat sederhana. Pembutan

kopi bubuk bisa dibagi ke dalam dua tahap yaitu tahap penyangraian dan

tahap penggilingan (Najiyati dan Danarti, 1997). Adapun standar mutu kopi

bubuk tercantum dalam Tabel 2 di bawah ini yaitu sebagai berikut:

Tabel 1. Standar Mutu Kopi Bubuk

2.2 Komposisi Kimia Kopi

(5)

banyak komponen dari kopi yang tidak diketahui dan hanya sedikit diketahui efek dari

komponen yang terdapat pada kopi bagi kepentingan manusia baik dalam bentuk biji maupun

bentuk minuman (Wikipedia, 2009).

Adapun komposisi kimia dari biji dan bubuk kopi Robusta dapat dilihat pada Tabel 1.

berikut ini:

Tabel 2. Komposisi Biji dan Bubuk Kopi

Kafein adalah senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal dan berasa pahit yang bekerja

sebagai obat perangsang psikoaktif dan diuretik ringan (Wikipedia 2009b). Kafein merupakan

senyawa alkaloid yang bersifat merangsang. Kafein banyak memiliki manfaat dan telah banyak

digunakan dalam bidang obat-obatan dalam dunia medis. Kafein dapat dibuat dari ekstrak kopi,

teh dan cokelat. Kafein berfungsi untuk merangsang aktivitas susunan saraf dan meningkatkan

kerja jantung sehingga jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan akan bersifat racun dengan

menghambat mekanisme susunan saraf manusia (Hodgson dan Levi, 1987).

(6)

meracun bagi sebagian hewan, seperti kucing dan anjing karena perbedaan dari segi

metabolisme hati (Wikipedia, 2009

c

).

Senyawa kimia yang ada pada biji kopi dibedakan menjadi dua yaitu :

a. Senyawa

volatil

Yaitu senyawa yang mudah menguap, terutama jika terjadi kenaikan suhu. Senyawa

volatil

yang berpengaruh terhadap aroma kopi antara lain golongan aldehid, keton dan

alkohol.

b. Senyawa

non volatil

Yaitu senyawa yang berpengaruh terhadap mutu kopi antara lain kafein

, chlorogenic

acid

dan senyawa-senyawa nutrisi, terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak. Lemak yang

ada di dalam tubuh dapat diklasifikasikan menjadi tiga trigliserida (trigliserol), kolesterol,

dan fosfolipid. Trigliserida merupakan bentuk lemak yang terdapat paling banyak di dalam

tubuh. Trigliserida disimpan di dalam jaringan lemak di dalam tubuh. Secara kimia

trigliserida didefinisikan senyawa sebagai ester yang terbentuk dari gliserol dan tiga molekul

asam lemak di dalam tubuh. Trigliserida di dalam usus halus dihidrolisa oleh enzim lipase.

Enzim lipase dihasilkan oleh lambung (Bhara M, 2009, Andry Hartono, 2006).

2.3 Sifat-Sifat Kopi

2.4 Jenis-Jenis Kemasan

(7)

BAB III. METODE

3.1 Alat

3.2 Bahan

(8)

BAB III. PEMBAHASAN

3.1 ADF

3.2 SADFG

3.3 SADFG

3.4 SDFG

(9)

BAB IV. PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Gambar

Tabel 2. Komposisi Biji dan Bubuk Kopi

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui waktu penyangraian yang tepat untuk menghasilkan kopi bubuk yang disukai oleh panelis, mengetahui perubahan karakteristik

Mesin pengupas kulit tanduk biji kopi yang didesain dapat memisahkan kulit tanduk biji kopi sekitar 94 %, dan 6 % dari biji kopi yang tidak terkupas karena

Penelitian telah dilakukan untuk menganalisa perubahan parameter sifat fisik biji kopi selama penyangraian kopi. Pengujian dilakukan dengan cara membandingkan antara biji kopi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan bubuk biji kopi Arabika dengan bubuk biji nangka ( Artocarpus heterophyllus Lamk) dan

Salah satu proses dalam pengolahan biji kopi menjadi bubuk kopi adalah pengeringan biji kopi yang dapat dilakukan secara natural maupun biji kopi yang sudah

Impor kopi oleh Indonesia selama 5 tahun terakhir terus meningkat, baik dalam bentuk biji, bubuk, kopi instan, maupun minuman kopi.. Hanya biji sangrai saja yang

Perhitungan Nilai Tambah dalam Pengolahan Biji Kopi menjadi Kopi Bubuk dengan menggunakan Metode Hayami Tabel 10 diketahui bahwa perhitungan nilai tambah produk kopi bubuk dengan

vii ABSTRAK Perancangan dan pembuatan mesin penggiling biji kopi kapasitas 1 kg alat penggiling biji kopi ini adalah suatu alat yang digunakan untuk menggiling biji kopi menjadi bubuk