B u l e t i n R I s e t d a n p e n g e m b a N G A N
Cara Mengembangkan Soal
Jika kita memiliki satu soal berupa masalah, maka soal tersebut dapat kita kembangkan menjadi soal-soal yang lain. Berikut ini beberapacara untuk mengembangkan soal berupa
masalah:
Mengubah konteksnya (Change the problem context/setting)
Mengubah bilangannya (Change the numbers)
Mengubah banyaknya syarat (Change the number of conditions)
Membalik informasi yang diketahui dan yang ditanyakan (Reverse given and wanted information)
Gabungan dari keempat cara di atas (Changesome combination of context, numbers,
conditions, and given/wanted information) Sebagai contoh, kita mempunyai soal awal sebagai berikut:
Enam tim sepakbola bermain dalam suatu turnamen setengah kompetisi. Setiap tim bertanding melawan tim yang lain tepat satu kali. Berapa banyak seluruh pertandingan yang terjadi pada turnamen tersebut?
Soal tersebut dapat dikembangkan menjadi seperti berikut:
Mengubah konteksnya (Change the problem context/setting)Suatu rapat guru dihadiri oleh 6 orang. Sebelum memulai acara mereka saling berjabat tangan dengan yang lain tepat satu kali. Berapa banyak seluruh jabat tangan yang terjadi pada acara tersebut?
Mengubah bilangannya (Change the numbers) Sepuluh tim sepakbola bermain dalam suatu turnamen setengah kompetisi. Setiap tim bertanding melawan tim yang lain tepat satu kali. Berapa banyak seluruh pertandingan yang terjadi pada turnamen tersebut?
Mengubah banyaknya syarat (Change the number of conditions)Enam tim sepakbola bermain dalam suatu liga. Setiap tim bertanding melawan tim yang lain dengan sistem kandang dan tandang (home and away). Berapa banyak seluruh pertandingan yang terjadi pada liga tersebut?
Membalik informasi yang diketahui dan yang ditanyakan (Reverse given and wanted information)Dalam suatu turnamen sepakbola setengah kompetisi, setiap tim bertanding melawan tim yang lain tepat satu kali. Apabila total terdapat 15 pertandingan, berapa banyak tim yang mengikuti turnamen tersebut?
Gabungan dari keempat cara di atas (Changesome combination of context, numbers,
conditions, and given/wanted information) Dalam suatu liga bola basket, setiap tim bertanding melawan tim yang lain dengan sistem kandang dan tandang (home and away). Apabila total terdapat 90 pertandingan, berapa
banyak tim yang mengikuti liga bola basket tersebut?
Referensi:
Randall, Charles dan Frank Lester, 1982, Teaching Problem Solving: What, Why & How, Palo Alto, California: Dale Seymour Publication.
Quote-quote
Tentang Matematika #1
Berikut ini beberapa quote tentang matematika. Quote tetap ditulis dalam bahasa Inggris untuk mempertahankan keotentikannya.
Mathematics is not only a storehouse of knowable facts. Above all, it is a play-ground for well-trained activity.
(Konrad Jacobs) Integral numbers are the fountainhead of all mathematics.
(H. Minkowski)
Gauss once said Mathematics is the queen of the
sciences and number-theory the queen of
mathematics . If this be true we may add that the
Disquisitiones is the Magna Charta of number-theory.
(M. Cantor) Mathematicians are like Frenchmen: whatever you say to them they translate into their own language and forthwith it is something entirely different.
(Goethe) ...mathematical proofs, like diamonds, are hard as well as clear, and will be touched with nothing but strict reasoning.
(John Locke) The moving power of mathematical invention is not reasoning but imagination.
another undoes. In Mathematics alone each generation builds a new story to the old structure.
(Herman Hankel) The object of pure Physics is the unfolding of the laws of the intelligible world; the object of pure Mathematics that of unfolding the laws of human intelligence.
(J. J. Sylvester) Referensi: www.m4maths.com
Simbol penjumlahan (+) dan
pengurangan (-)
Nicole d' Oresme (1323-1382) menggunakan
singkatan dari bahasa Latin et yang berarti
dan sebagai simbol penjumlahan dalam bukunya Algorismus proportionum yang ditulis antara tahun 1356 s.d. 1361.
Simbol penjumlahan (+) dan pengurangan (-) yang kita kenal saat ini pertama kali digunakan dalam buku Mercantile Arithmetic or Behende
und hüpsche Rechenung auff allen
Kauffmanschafft, yang ditulis oleh Johannes Widmann di Leipzig pada tahun 1489. Walaupun yang disebut bukanlah penjumlahan atau penambahan atau bilangan positif atau negatif, namun surplus dan defisit.
Giel Vander Hoecke menggunakan + dan – sebagai simbol operasi dalam Een sonderlinghe boeck in dye edel conste Arithmetica, diterbitkan di Antwerp tahun 1514.
Henricus Grammateus (dikenal juga dengan Henricus Scriptor dan Heinrich Schreyber atau Schreiber) mempublikasikan buku mengenai aritmatika dan aljabar berjudul Ayn new
Kunstlich Buech, pada tahun 1518, dan telah menggunakan + dan – sebagai simbol untuk penjumlahan dan pengurangan.
Simbol penjumlahan dan pengurangan
digunakan secara umum di Inggris setelah Robert Recorde pada tahun 1557 dalam The Whetstone of Witte.
Referensi: http://jeff560.tripod.com/operation.html
In House Training
Komputer
PPPPTK Matematika bekerjasama dengan
mahasiswa KKN-PPL UNY periode 2012
mengadakan In House Training (IHT) Komputer bagi karyawan lapangan PPPPTK Matematika. Kegiatan yang terbagi dalam 2 kelas ini dilaksanakan selama bulan Agustus 2012 yang terbagi dalam 9 pertemuan.
Kelas Dasar
Untuk kelas Dasar diikuti oleh 17 peserta. Materi yang diperoleh di kelas Dasar antara lain pengetahuan dasar mengenai computer dan
perangkatnya, dasar-dasar program olah kata (MS. Word), program olah angka (MS. Excel), pengenalan email dan internet. Sedang untuk
kelas Menengah membahas lebih lanjut
mengenai program olah kata (MS. Word), olah angka (MS. Excel), mail merge, email dan internet, serta pemasangan LCD dan printer dan diikuti oleh 12 peserta. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan lancar.
Kelas menengah
Dengan berakhirnya kegiatan IHT Komputer ini
diharapkan kemampuan peserta semakin
meningkat sehingga dapat mendukung aktivitas sehari-hari maupun pengelolaan administrasi dan teknis dalam berbagai kegiatan di PPPPTK Matematika.
Harapan ke depan, semoga untuk periode yang akan datang kegiatan ini dapat dilanjutkan untuk memperdalam kemampuan karyawan lapangan.