• Tidak ada hasil yang ditemukan

pemetaan akademik sekolah yang sukses 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "pemetaan akademik sekolah yang sukses 2011"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

PEMETAAN AKADEMIK

Mewujudkan Sekolah yang Sukses

PEMETAAN AKADEMIK

Mewujudkan Sekolah yang Sukses

Oleh

(2)

Sekolah yang Memuaskan

Pendidikan sekolah diharapkan

menghadirkan

kepuasan ( satisfaction )

bagi

parents, students, and teachers

yang meliputi

school climate, class

climate, principal-teacher relationships,

school-community relationships,

parent-teacher relationships, and more

(John I.

Goodlad, 1991).

Pendidikan sekolah diharapkan

menghadirkan

kepuasan ( satisfaction )

bagi

parents, students, and teachers

yang meliputi

school climate, class

(3)

Sekolah yang Sukses

1. Sekolah yang sukses (baik) adalah sekolah yang baik dalam semua hal. Sebuah sekolah adalah suatu jenis benda organik suatu

sistem organ dan hubungan. Kebanyakan sekolah cenderung melakukan perbaikan secara sempit, kurang memperhatikan dan mengabaikan ekosistem.

2. Sekolah yang baik cenderung memperoleh dukungan daerah.

1. Sekolah yang sukses (baik) adalah sekolah yang baik dalam semua hal. Sebuah sekolah adalah suatu jenis benda organik suatu

sistem organ dan hubungan. Kebanyakan sekolah cenderung melakukan perbaikan secara sempit, kurang memperhatikan dan mengabaikan ekosistem.

(4)

Sekolah yang Sukses

3. Sekolah yang sukses (baik) adalah sekolah yang memiliki kesadaran diri atas budayanya.

4. Sekolah yang sukses (baik) memelihara

usahanya. Ada cara-cara yang teratur merawat hal-hal yang rutin yang kebanyakan warga

sekolah memahami, menerima, dan mengikuti. Proses dialog, membuat keputusan, mengambil tindakan, dan menindaklanjuti evaluasi

mengenai tindakan-tindakan ini dibangun dalam budaya sekolah.

3. Sekolah yang sukses (baik) adalah sekolah yang memiliki kesadaran diri atas budayanya.

4. Sekolah yang sukses (baik) memelihara

usahanya. Ada cara-cara yang teratur merawat hal-hal yang rutin yang kebanyakan warga

sekolah memahami, menerima, dan mengikuti. Proses dialog, membuat keputusan, mengambil tindakan, dan menindaklanjuti evaluasi

(5)

Sekolah yang Sukses

5.

Sekolah yang sukses (baik) adalah

sekolah yang lebih menyadari standar

eksternal dengan mengembangkan peran

pendidikannya dan kerja akademik.

Guru-guru menyadari pentingnya kualitas

waktu belajar. Para siswa nampak lebih

harmonis dengan usaha-usaha guru untuk

menjadikan mereka belajar.

5.

Sekolah yang sukses (baik) adalah

sekolah yang lebih menyadari standar

eksternal dengan mengembangkan peran

pendidikannya dan kerja akademik.

Guru-guru menyadari pentingnya kualitas

(6)

Sekolah yang Sukses

6.

Sekolah yang sukses (baik) adalah

sekolah yang dicirikan oleh suatu

kesatuan hubungan-hubungan

kemanusiaan yang positif.

7. Sekolah yang sukses (baik) adalah

sekolah yang nampak menjadi terhubung

dengan rumah dan orang tua dalam

cara-cara yang positif.

6.

Sekolah yang sukses (baik) adalah

sekolah yang dicirikan oleh suatu

kesatuan hubungan-hubungan

kemanusiaan yang positif.

7. Sekolah yang sukses (baik) adalah

(7)

Sekolah yang Sukses

Lima faktor sekolah sukses:

1. Kepemimpinan pendidikan yang kokoh 2. Harapan-harapan yang tinggi prestasi

siswa

3. Penekanan pada basic skills

4. Sebuah iklim yang aman dan tertib 5. Seringnya dievaluasi kemajuan siswa

(Rutter

et al

, 1979, Reynolds, 1982, Reynolds

et al

, 1994)

Lima faktor sekolah sukses:

1. Kepemimpinan pendidikan yang kokoh 2. Harapan-harapan yang tinggi prestasi

siswa

3. Penekanan pada basic skills

4. Sebuah iklim yang aman dan tertib 5. Seringnya dievaluasi kemajuan siswa

(Rutter

et al

, 1979, Reynolds, 1982, Reynolds
(8)

Budaya Sekolah

• Perbaikan sekolah pada hakikatnya adalah

sebuah proses perubahan kultur sekolah. Untuk mencapai ini, para guru perlu

memiliki komitmen terhadap suatu proses perubahan yang melibatkan mereka dalam pengkajian dan perubahan praktik mereka sendiri. Penelitian menunjukkan

kepentingan vital pengembangan guru dalam perubahan level sekolah (Alma Harris &

Linda Lambert, 2003)

Perbaikan sekolah pada hakikatnya adalah sebuah proses perubahan kultur sekolah. Untuk mencapai ini, para guru perlu

memiliki komitmen terhadap suatu proses perubahan yang melibatkan mereka dalam pengkajian dan perubahan praktik mereka sendiri. Penelitian menunjukkan

kepentingan vital pengembangan guru dalam perubahan level sekolah (Alma Harris &

(9)

PEMETAAN AKADEMIK

1. Hal-hal yang diimpikan kepala

sekolah/guru?

2. Prioritas sekolah/guru?

3. Pengharapan-pengharapan

guru?

4. Model penilaian, kapan

dilakukan?

1. Hal-hal yang diimpikan kepala

sekolah/guru?

2. Prioritas sekolah/guru?

3. Pengharapan-pengharapan

guru?

(10)

PEMETAAN AKADEMIK

5

. Rasa aman sekolah? Program

sekolah/guru?

6.

Jaringan kerja sama yang sudah

dan akan dirintis?

7. Kerjasama dengan orang tua?

5

. Rasa aman sekolah? Program

sekolah/guru?

6.

Jaringan kerja sama yang sudah

dan akan dirintis?

(11)

PEMETAAN AKADEMIK

8.

Pandangan kepala sekolah dan

guru terhadap siswa?

9. Hubungan antar sesama guru?

10. Hubungan guru dan kepala

sekolah?

8.

Pandangan kepala sekolah dan

guru terhadap siswa?

9. Hubungan antar sesama guru?

10. Hubungan guru dan kepala

(12)

PEMETAAN AKADEMIK

11. Dukungan akademik orang tua?

12. Spirit akademik guru?

13. Spirit akademik siswa?

14. Taraf kesulitan belajar siswa?

11. Dukungan akademik orang tua?

12. Spirit akademik guru?

13. Spirit akademik siswa?

(13)

PEMETAAN AKADEMIK

15. Taraf pencapaian prestasi

siswa?

16. Dialog guru dan kepala

sekolah?

17. Dialog antara sesama guru?

18. Dialog antar guru lain sekolah?

15. Taraf pencapaian prestasi

siswa?

16. Dialog guru dan kepala

sekolah?

17. Dialog antara sesama guru?

(14)

PEMETAAN AKADEMIK

19. Dialog antar kepala sekolah?

20.Spirit belajar siswa?

21. Iklim kooperasi siswa?.

22. Potret dinamika penguasaan

materi siswa perseorang setiap

tatap muka?

19. Dialog antar kepala sekolah?

20.Spirit belajar siswa?

21. Iklim kooperasi siswa?.

22. Potret dinamika penguasaan

(15)

PEMETAAN AKADEMIK

23. Potret dinamika prestasi siswa?.

24. Iklim kompetisi antar kelompok?

25. Mata pelajaran yang sulit bagi

siswa?

26. Pendekatan dalam proses

pembelajaran, klas/kelompok atau

individual?

23. Potret dinamika prestasi siswa?.

24. Iklim kompetisi antar kelompok?

25. Mata pelajaran yang sulit bagi

siswa?

26. Pendekatan dalam proses

(16)

PEMETAAN AKADEMIK

27

. Sudah intensifkah disampaikan

pentingnya peran edukatif siswa untuk

sukses?

28. Sudah intensifkah disampaikan

pentingnya peran edukatif orang tua

untuk kesuksesan siswa?

29. Sudah intensifkah dicari dukungan

dari luar keluarga untuk kesuksesan

siswa? Misalnya dari

27

. Sudah intensifkah disampaikan

pentingnya peran edukatif siswa untuk

sukses?

28. Sudah intensifkah disampaikan

pentingnya peran edukatif orang tua

untuk kesuksesan siswa?

(17)

PEMETAAN AKADEMIK

30. Manakah yang diprioritaskan Bapak/Ibu Guru, anak cerdas-baik atau anak baik-cerdas?

31. Manakah yang lebih sulit, menjadikan

anak yang baik atau menjadikan anak yang cerdas?

32. Apakah Bapak/Ibu Guru sekolahnya dapat diperbaiki? Sangat yakin, yakin, kurang

yakin, tidak yakin. .

30. Manakah yang diprioritaskan Bapak/Ibu Guru, anak cerdas-baik atau anak baik-cerdas?

31. Manakah yang lebih sulit, menjadikan

anak yang baik atau menjadikan anak yang cerdas?

32. Apakah Bapak/Ibu Guru sekolahnya dapat diperbaiki? Sangat yakin, yakin, kurang

(18)

PEMETAAN AKADEMIK

33. Ada berapa anak dalam kelas

Bapak/Ibu Guru yang mengalami

keterbelakangan dalam belajar?

orang. Contohnya

34. Sebutkan usaha-usaha yang sudah

dilakukan Bapak/Ibu Kepala Sekolah,

Bapak/Ibu Guru dalam perbaikan

pendidikan siswa/sekolah

.,

.

33. Ada berapa anak dalam kelas

Bapak/Ibu Guru yang mengalami

keterbelakangan dalam belajar?

orang. Contohnya

34. Sebutkan usaha-usaha yang sudah

dilakukan Bapak/Ibu Kepala Sekolah,

Bapak/Ibu Guru dalam perbaikan

pendidikan siswa/sekolah

(19)

PEMETAAN AKADEMIK

35. Sebutkan usaha-usaha yang akan dilakukan Bapak/Ibu Kepala Sekolah, Bapak/Ibu Guru dalam perbaikan

pendidikan siswa

/sekolah .,

36. Masalah-masalah yang masih sulit dihadapi Bapak/Ibu Kepala Sekolah, Bapak/Ibu Guru dalam perbaikan

pendidikan siswa /sekolah adalah

35. Sebutkan usaha-usaha yang akan dilakukan Bapak/Ibu Kepala Sekolah, Bapak/Ibu Guru dalam perbaikan

pendidikan siswa

/sekolah .,

36. Masalah-masalah yang masih sulit dihadapi Bapak/Ibu Kepala Sekolah, Bapak/Ibu Guru dalam perbaikan

(20)

Program Perbaikan

1. Dirancang Program Perbaikan

Sekolah

2. Pelaksanaan Program Perbaikan

Sekolah

3. Evaluasi Pelaksanaan Perbaikan

Sekolah

4. Merancang Program Baru,

dilaksanakan, dievalusi kembali

..dan seterusnya.

1. Dirancang Program Perbaikan

Sekolah

2. Pelaksanaan Program Perbaikan

Sekolah

3. Evaluasi Pelaksanaan Perbaikan

Sekolah

4. Merancang Program Baru,

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas ang tediri dari 2 siklus yang telah dilakukan oleh peneliti, dapat disimpulkan bahwasannya dengan menggunakan strategi PQ4R

Untuk memenuhi kebutuhan kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) produktif, lembaga pengelola wakaf uang dapat melakukan pemberdayaan dengan mem- berikan bantuan modal

Sebuah putusan pengadilan, khusunya putusan Mahkamah Konstitusi memiliki kekuatan pembuktian. Dalam Pasal 60 UU Mahkamah Konstitusi menyatakan setiap muatan ayat,

Ekstrak biji cerakin disemprotkan pada hama ulat daun bawang yang tersedia dalam tiap wadah (10 ekor tiap wadah) untuk masing-masing konsentrasi dan dilakukan 3 kali

To make this helper’s functions available in the Blog helper, you’ll need to include the Ajax helper before creating the $blog->comments() function. On line 3 of the

Berdasarkan hasil analisis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa susunan bahan ajar fisika dasar I bervisi SETS dengan aplikasi Spreadsheet yang sesuai untuk mahasiswa

Tujuan penyuluhan adalah mengubah perilaku masyarakat ke arah perilaku sehat sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal, untuk mewujudkannya,

Ketidak tuntasan belajar disebabkan oleh kurangnya minat belajar siswa karena siswa mudah merasa bosan dan jenuh jika guru menyampaikan pembelajaran dengan metode