• Tidak ada hasil yang ditemukan

BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DENGAN TERAPI POSITIF THINKING DALAM MENGATASI MINDSET NEGATIVE SISWA KELAS XI IPS DI SMA NURUL HUDA SURABAYA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DENGAN TERAPI POSITIF THINKING DALAM MENGATASI MINDSET NEGATIVE SISWA KELAS XI IPS DI SMA NURUL HUDA SURABAYA."

Copied!
112
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Subaidah
  • Sekolah: Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Mata Pelajaran: Bimbingan dan Konseling Islam
  • Topik: BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DENGAN TERAPI POSITIF THINKING DALAM MENGATASI MINDSET NEGATIVE SISWA KELAS XI IPS DI SMA NURUL HUDA SURABAYA
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2016
  • Kota: Surabaya

I. Relevansi Bimbingan dan Konseling Islam dengan Terapi Positif Thinking terhadap Objektif Pendidikan

Kajian ini mengkaji relevansi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) yang diintegrasikan dengan Terapi Positif Thinking (TPT) dalam mengatasi mindset negatif siswa kelas XI IPS di SMA Nurul Huda Surabaya. Relevansi ini diukur berdasarkan keberhasilan intervensi dalam mencapai objektif pendidikan, khususnya pembentukan karakter positif dan peningkatan motivasi belajar. BKI, dengan landasan Al-Quran dan Sunnah, memberikan kerangka moral dan spiritual untuk mengatasi permasalahan mindset negatif. TPT, sebagai pendekatan psikologi positif, melengkapi BKI dengan teknik praktis untuk mengubah pola pikir dan perilaku negatif menjadi positif. Kombinasi kedua pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan pembelajaran yang holistik dan berdampak positif pada pengembangan siswa secara menyeluruh, selaras dengan tujuan pendidikan Islam untuk membentuk insan kamil.

1.1. Pengaruh Terhadap Pencapaian Objektif Kognitif

Integrasi BKI dan TPT bertujuan meningkatkan prestasi akademik siswa. Mindset negatif seringkali menghambat proses pembelajaran. Dengan mengubah pola pikir negatif menjadi positif, siswa diharapkan lebih percaya diri, fokus, dan gigih dalam menghadapi tantangan akademik. TPT memberikan teknik praktis seperti visualisasi dan afirmasi positif untuk meningkatkan konsentrasi dan daya ingat. BKI memberikan dukungan spiritual dan moral, meyakinkan siswa bahwa usaha dan ketekunan akan dihargai oleh Allah SWT, sehingga meningkatkan motivasi belajar dan ketahanan mental menghadapi kesulitan akademik.

1.2. Pengaruh Terhadap Pencapaian Objektif Afektif

Objektif afektif berfokus pada pengembangan sikap, nilai, dan emosi positif. BKI berperan penting dalam membentuk nilai-nilai Islami seperti optimisme, kesabaran, dan ketekunan. TPT melengkapi BKI dengan teknik untuk mengelola emosi negatif seperti kecemasan dan frustasi. Dengan mampu mengelola emosi dan mengembangkan sikap positif, siswa akan lebih mampu berinteraksi positif dengan guru dan teman sebaya, menciptakan suasana belajar yang kondusif dan mengurangi konflik. Peningkatan aspek afektif ini penting dalam membentuk kepribadian siswa yang seimbang dan siap menghadapi tantangan hidup.

1.3. Pengaruh Terhadap Pencapaian Objektif Psikomotor

Objektif psikomotor merujuk kepada penguasaan keterampilan dan kemampuan praktis. Meskipun tidak secara langsung, BKI dan TPT dapat mempengaruhi pencapaian objektif ini secara tidak langsung. Dengan meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi, siswa akan lebih berani mencoba hal baru, aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran, dan meningkatkan keterampilan memecahkan masalah. Keberhasilan dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik akan meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi untuk terus belajar, menciptakan siklus positif yang berdampak pada penguasaan keterampilan yang lebih baik.

II. Analisis Hasil Belajar dan Hubungannya dengan Teori-Teori Relevan

Analisis data kuantitatif melalui uji-t menunjukkan adanya pengaruh signifikan BKI dengan TPT terhadap penurunan mindset negatif siswa. Temuan ini selaras dengan beberapa teori relevan. Teori belajar kognitif menekankan pentingnya peran pola pikir dalam proses belajar. Teori psikologi positif menunjukkan bahwa fokus pada kekuatan dan potensi diri dapat meningkatkan kesejahteraan dan prestasi. Teori self-efficacy menunjukkan bahwa kepercayaan diri merupakan faktor penting dalam pencapaian keberhasilan. BKI dan TPT bekerja sama untuk meningkatkan self-efficacy dan mengembangkan pola pikir positif, sehingga meningkatkan hasil belajar dan kesejahteraan siswa.

2.1. Penerapan Teori Belajar Kognitif

Teori belajar kognitif menekankan pentingnya proses berpikir dalam pembelajaran. Mindset negatif merupakan pola pikir yang menghambat proses kognitif. Intervensi BKI dan TPT mengubah pola pikir tersebut, memfasilitasi proses kognitif yang lebih efektif. Dengan berpikir positif, siswa lebih mudah memahami materi pelajaran, mengingat informasi, dan memecahkan masalah. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif antara perubahan pola pikir dan peningkatan prestasi akademik, mendukung teori kognitif dalam pembelajaran.

2.2. Aplikasi Teori Psikologi Positif

Psikologi positif berfokus pada kekuatan dan potensi individu. BKI dan TPT mendorong siswa untuk fokus pada potensi diri dan mengembangkan kekuatan batiniah. Teknik-teknik TPT seperti afirmasi positif dan visualisasi membantu membangun kepercayaan diri dan optimisme. BKI memberi landasan spiritual untuk menghargai diri sendiri sebagai ciptaan Allah SWT. Dengan berfokus pada kekuatan dan potensi diri, siswa lebih mampu mengatasi tantangan dan mencapai tujuan, sesuai dengan prinsip-prinsip psikologi positif.

2.3. Hubungan dengan Teori Self-Efficacy

Self-efficacy merujuk pada keyakinan individu akan kemampuan dirinya. Mindset negatif menurunkan self-efficacy, sedangkan mindset positif meningkatkannya. BKI dan TPT secara bersama-sama meningkatkan self-efficacy siswa. BKI memberikan dukungan spiritual dan moral, sedangkan TPT memberikan teknik praktis untuk membangun kepercayaan diri. Peningkatan self-efficacy berkaitan erat dengan peningkatan motivasi belajar dan prestasi akademik, seperti ditunjukkan oleh hasil penelitian.

Gambar

Tabel 1.1
Tabel. 3. 1
  Tabel 3.2
gambar (kecuali tim peneliti), dilarang membuat gaduh, dilarang
+7

Referensi

Dokumen terkait

tindakan dan langkah-langkah secara terorganisasi. Pengarahan adalah kegiatan yang saling berhubungan erat dalam manajemen sumber daya manusia. Pengarahan diperlukan

1) Allah SWT, yang banyak memberikan rahmatnya kepada saya melalui kesehatan dan inspirasi sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan tetap semangat dalam mencapai

Berdasarkan uraian di atas untuk meningkatkan produksi sawi manis dengan pemupukan berimbang dan jumlah bahan organik yang melimpah, maka perlu dilakukannya penelitian

 ISO 9241-5 dilengkapi dengan annex A (Anthropometric Data Needed for Workstation Design and Selection) yang berisikan informasi data yang terkait dengan ukuran

Meskipun memiliki perbedaan, kelima penelitian yang relevan yang telah dipaparkan diatas menjadi bahan pertimbangan yang bermanfaat bagi penulisan penelitian

Pada sistem yang diusulkan, untuk menampilkan objek struktur rangka manusia 3 dimensi di layar monitor user mengarahkan marker pada kamera kemudian kamera mendeteksi

Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian Lestari (2018), yakni dalam artikelnya yang berjudul “Pesan Kearifan Lingkungan dalam Buku 366 Cerita

a) Nama pekerjaan : pembuatan terumbu karang buatan (TKB) sebanyak 20 unit untuk rehabilitasi sumberdaya kelautan dan perikanan. b) Lokasi pekerjaan di kawasan