• Tidak ada hasil yang ditemukan

bab v respon masyarakat sukoharjo terhadap revolusi hijau

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "bab v respon masyarakat sukoharjo terhadap revolusi hijau"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

42   

BAB V Kesimpulan

Sukoharjo merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah, yang sebelumnya

masuk dalam wilayah Karesidenan Surakarta. Pertanian merupakan salah satu usaha

ekonomi yang dilakukan di Sukoharjo dimana 47, 28% tanahnya merupakan lahan

pertanian padi. Pada 1968, ketika Presiden Soeharto menjadikan peningkatan

produksi padi sebagai tujuan utama ekonomi, Sukoharjo juga terkena dampaknya.

Sawah-sawah di Sukoharjo juga diutamakan untuk tanaman padi, karena

bertujuan mendukung program Revolusi Hijau yang dijalankan pemerintah Orde

Baru. Pemerintah menjalankan revolusi Hijau menggunakan Intensifikasi pertanian,

begitu juga di Sukoharjo. Pertanian tradisional berubah menjadi pertanian yang lebih

modern menggunakan peralatan-peralatan baru menggantikan tenaga menusia.

Perubahan pertanian terlihat dari varietas padi yang ditanam berupa

varietas-varietas unggul baru; penggunaan pupuk buatan pabrik; penggunaan obat

pemberantas hama; dan menggunakan peralatan-peralatan pertanian yang lebih

efisien waktu. Revolusi Hijau di Sukoharjo bertujuan mendukung program

pemerintah untuk meningkatkan produksi beras untuk mencapai Indonesia

swasembada beras.

Pada awal program Revolusi Hijau dijalankan, petani-petani di Sukoharjo

menolak. Bibit-bibit unggul baru yang dihimbaukan pemerintah untuk ditanam di

sawah-sawah Sukoharjo dianggap tidak berkualitas, karena jika dibandingkan dengan

varietas lokal Rojolele, varietas unggul baru dalam hal rasa dan tekstur kalah. Petani

menolak penanaman bibit-bibit unggul baru. Petani Sukoharjo tetap menanam

varietas-varietas lokal yang mereka anggap lebih berkualitas. Bahkan ketika wabah

wereng coklat menyerang pada pertengahan 1970, Sebagian petani tetap menanam

(2)

43   

Bagi petani Sukoharjo yang tetap menanam Rojolele harus menanggung

biaya obat pemberantas hama yang lebih banyak jika dibandingkan dengan menanam

Varietas Unggul Tahan Wereng (VUTW). Ketika mengalami kerugian, kemudian

meskipun dengan enggan, mereka beralih menanam padi varietas unggul baru untuk

mengurangi kerugian. Keengganan menanam VUTW ini kemudian menjadi

kebiasaan dan berpengaruh kepada keberadaan Rojolele yang semakin sedikit di

sawah-sawah Sukoharjo.

Revolusi hijau mampu meningkatkan produksi padi bahkan mampu membawa

Indonesia berswasembada beras pada 1984. Tetapi disamping mampu meningkatkan

produksi padi, tetapi ada beberapa dampak negatif yang dihasilkan dari revolusi hijau.

Tekhnologi-tekhnologi pertanian baru masuk ke Sukoharjo, dan ini berdampak pada

berkurangnya lapangan pekerjaan bagi buruh tani. Pengenalan varietas-varietas

unggul baru juga membawa dampak terhadap hilangnya varietas lokal Rojolele di

sawah-sawah Sukoharjo. Padi varietas Rojolele sangat sedikit di sawah-sawah

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, didapat rumusan masalah yang akan dibahas pada penelitian ini adalah menggambarkan likuiditas saham perbankan

In addition, olanzapine treatment seems to very significantly improve cognitive performance and decrease negative symptoms, particularly in patients previously treated with

Sehubungan dengan Kegiatan E-Lelang Pemilihan Langsung Pascakualifikasi Penyedia Jasa Konstruksi Lingkup Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kota Palopo untuk Item Kegiatan

[r]

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan karunia NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “ PEMODELAN STUDI KASUS KDRT

Efek Indonesia Variabel Current Ratio, Quick Ratio, Working Capital to Total Asset, Debt to equity Ratio, Profit Margin Hasil penelitian Current Ratio, Quick Ratio,

Pada kesempatan kali ini penulis tertarik membahas tentang “Penyelesaian Kredit Macet Melalui Alur Novasi atas Pinjaman Nasabah Pada PT Bank Tabungan Negara

Tujuan umum yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap penggunaan OAT pada penderita TB Paru di Indonesia ditinjau