• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

1

STRATEGI (INOVATIF) PEMBELAJARAN SENI-BUDAYA DI SMP 1)

Oleh Sumaryadi 2)

01/

Strategi pembelajaran sesungguhnya adalah kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan/dilaksanakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dalam strategi pembelajaran terkandung makna ‘perencanaan’, sehingga strategi pembelajaran pada dasarnya masih bersifat ‘konseptual’ tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam pelaksanaan pembelajaran.

Dilihat dari kacamata strategi, pembelajaran biasanya dikelompokkan atas ‘exposition

discovery learning’ dan ‘group – individual learning’. Dilihat dari cara penyajian dan

pengolahannya, strategi pembelajaran meliputi ‘induktif’ dan ‘deduktif’. 02/

Inovasi hakekatnya adalah pembaharuan atau perubahan (secara) baru. Guru semestinya selalu berpikir/bersikap/bertindak selaku inovator, artinya selalu tertantang untuk menjadi pembaharu, penemu cara-cara baru. Itu bisa terjadi manakala guru selalu merasa ‘tidak cepat puas’. Untuk bisa menjadi orang yang inovatif, kata kuncinya hanya satu, yaitu ‘kreatif’. Orang yang kreatif sesungguhnya adalah orang yang memiliki daya cipta.

03/

Strategi pembelajaran seni-budaya yang inovatif tentu tidak berorientasi pada ‘keseragaman’ melainkan lebih pada ‘keberagaman’, mengingat bahwa prosesi pembelajaran selalu (harus) kontekstual.

Apa pun bentuk dan wujudnya, ‘keputusan’ itu mesti dapat dipertanggungjawabkan (secara ilmiah). Di sinilah letak kebersinggungan antara kegiatan pembelajaran dan kegiatan riset/penelitian (PTK, R & D, eksperimen, dan seterusnya).

---

1)

Materi dibahas pada Pelatihan Pembelajaran Seni Tari dan Musik Berbasis Kompetensi pada MGMP Seni-Budaya SMP Kabupaten Sleman, 8-14 Juli 2011 di SMPN 1 Pakem.

2)

(2)

2 04/

Yang patut selalu disadari, bahwa pembelajaran seni-budaya di sekolah, di samping berupaya untuk mencapai tujuan pembelajaran seni-budaya itu sendiri (konsep mikro, sesuai kurikulum yang sedang berlaku), pembelajaran (atau pendidikan) seni-budaya harus mengusung nilai-nilai yang secara strategis mampu membangun ketahanan budaya yang tangguh (konsep makro, untuk menangkal gempuran aksi modernisasi dan era globalisasi) pada anak-anak.

05/

Banyak pilihan dapat diambil dan ditempuhlakukan oleh guru dalam membelajarkan seni-budaya kepada anak-anak kita jika saja kita memang menginginkan pembelajaran itu membuahkan nilai tambah.

Sesuai dengan situasi dan kondisi yang kontekstual, berbagai pendekatan, metode, dan atau teknik bisa kita pilihterapkan. Sebut saja misalnya, pendekatan SAVI, model group investigation, metode imersi, learning community, rekayasa bina persepsi bunyi dan

irama, metode imitasi dan dialogis, pendekatan tematik, model kooperatif tipe STAD, dan seterusnya. Demikian halnya, guru bisa mengupayakan nilai tambah melalui pengembangan media video interaktif untuk pembelajaran apresiasi seni-budaya siswa. Kesimpulannya, untuk persoalan ‘strategi (inovatif) pembelajaran seni-budaya (c.q. tari dan musik) berbasis kompetensi di SMP’, ternyata ‘ada 1000 jalan menuju Roma’. Salam!

Referensi

Dokumen terkait

Dalam kontek program pembelajaran Djemari Mardapi (2003: 8) mengatakan bahwa keberhasilan program pembelajaran selalu dilihat dari hasil belajar yang dicapai

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SENI TARI SISW,d SMP NEGERI CILACAP MELALUI METODE PEMBELAJARAN

 Pembentukan dan pencarian nilai-nilai budaya Jawa bisa juga dilakukan melalui kesenian, terutama seni tari tradisional. Bagaimana para seniman tari (empu tari dulu)

Agar pembinaan seni tradisional efektif di dalam konteks pembangunan masyarakat yang lebih luas, seni tradisional tidak boleh dipisahkan dari kehidupan masyarakat, tetapi harus

UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN APRESIASI SENI PEDALANGAN MELALUI TEKNIK DISKUSI. ,,", o#3V1,'l.j3,

Para pendidik t idak hanya belajar menerapkan model yang ada, t et api juga belajar mengembangkan model pembelajaran sendiri sesuai dengan sit uasi dan kondisi

Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya dalam mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan

Gambar jatuh samping kanan Gambar jatuhan