• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Laporan Penelitian 2012 Prokaryota

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "1. Laporan Penelitian 2012 Prokaryota"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

ID :

JUDUL PENELITIAN:

KOORDINATOR :

WAKTU / TAHUN :

LOKASI PENELITIAN:

Lat.

: Long

:

DESKRIPSI:

Contact Job/Title : Kepala Sub bagian Pengelolaan Hasil Penelitian

Contact Name : Ferdinand Pattipeilohy, S.Pi.

Telephone : 081343021499

Email : [email protected]

:

Organization Name : PUSAT PENELITIAN LAUT DALAM-LIPI

Address : Jl. Y. Syaranamual, Guru-guru, Poka, Ambon

Telephone : 0911 – 322676

Fax : 0911 - 322700

Email : [email protected], website: [email protected]

www.deepsea.lipi.go.id

LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA

PUSAT PENELITIAN LAUT DALAM

METADATA

STUDI PROKARYOTA DAN BIOTA PENEMPEL YANG BERASOSIASI DENGAN

EKOSISTEM MANGROVE DI TELUK AMBON BAGIAN DALAM

Eksplorasi keberadaan biota penempel yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove di perairan Teluk Ambon bagian Dalam (TAD) pernah dilakukan, namun tidak ada informasi awal yang tersedia mengenai keanekaragaman prokaryota pada ekosistem dan lokasi yang dimaksud. Padahal kedua kelompok biota laut ini memiliki peran yang berbeda dalam hubungannya dengan ekosistem mangrove. Tujuan dari penelitian ini dengan demikian adalah untuk memutahirkan informasi mengenai keberadaan biota penempel dan memperoleh data awal mengenai prokaryota yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove di perairan TAD. Sampel diambil di dua lokasi berbeda di perairan TAD, yakni pada ekosistem mangrove di desa Poka (Jembatan PLN) dan desa Hunuth (Kate-kate). Pengambilan dilakukan pada dua periode yang mewakili musim timur dan musim barat. Sampel sedimen dan air untuk isolas prokaryota dan parameter penunjang (kimia dan geologi) dilakukan pada tiga titik per lokasi, dengan tiga sub sample per titik pengambilan. Parameter fisika diambil pada satu titik per lokasi. Kepadatan mangrove didata dengan menggunakan metode transek kuadrat. Sedangkan untuk biota penempel menggunakan metode eksplorasi langsung yang bersifat deskriptif dan pengambilan sampel acak. Identifikasi biota penempel dan jenis mangrove dilakukan dengan menggunakan identifikasi. Isolasi prokaryota dilakukan dengan menggunakan beberapa media yang berbeda dan kemudian karakteristik masing-masing koloni dicatat. Dari penelitian ini berhasil diperoleh setidaknya enam belas isolate bakteri laut yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove. Adapun hasil identifikasi biota penempel menunjukkan bahwa biota yang dominan berasal dari kelompok moluska dan krustasea. Dari kelompok moluska, ditemukan empat jenis gastropoda yaitu Litorinascabra, Neritaoualaniens, Terebraliasulcata, Cassidula nucleus dan satu jenis bivalvia (Sacostreaculculata). Sedangkan dari kelompok krustasea biota yang dominan adalah kelomang (Klibanariussp). Jenis mangrove yang tumbuh, baik secara alamiah maupun lewat penanaman kembali, di Jembatan PLN Poka adalah Rhizopohoraa piculata, R. Stylosa dan Soneratia alba, sedangkan di Kate-kate terdapat S. alba, R. apiculata, Ceriopstagal dan Aegicerascorniculatum. Penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi secara menyeluruh isolate murni bakteri laut yang diperoleh beserta potensi mereka masing-masing karenanya dirasa perlu untuk dilakukan pada kegiatan di tahun-tahun mendatang.

Juli 2012

Jembatan Poka (depan PLN)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa perairan teluk kwandang memiliki ekosistem mangrove dengan kondisi memiliki tingkat

Keberadaan mangrove di sekitar perairan Teluk Pabean juga memegang andil besar dalam mendukung keberadaan sumber daya makanan bagi ikan Terapontidae yaitu kelompok

Berdasarkan gambar diatas, keterkaitan penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian sebelumnya adalah adanya informasi awal keberadaan zonasi dan pertumbuhan ekosistem mangrove

grove Desa Pasar Sebelah menunjukkan kondisi yang masih baik dan belum tercemar sehingga mendukung keberadaan ekosistem mangrove tersebut. Perhitungan terhadap nilai manfaat

Disertasi Beberapa Aspek Ekologi dan Reproduksi Populasi Kerang Lumpur Anodontia edentula pada ekosistem mangrove Teluk Ambon Bagian Dalam merupakan salah satu persyaratan

Perairan pesisir yang mempunyai ekosistem lamun dan terumbu karang seperti Teluk Sekotong, Teluk Kodek, Selat Nasik, Pulau Pari, Ternate, dan perairan Bintan,

Tingginya bahan organik di perairan hutan mangrove memungkinkan hutan ini dimanfaatkan sebagai daerah asuhan (nursery ground) bagi biota yang hidup pada ekosistem

Dokumen ini membahas tentang ekosistem mangrove Indonesia, peran pentingnya dalam rantai makanan perairan, dan keberadaan bentos di