Industri Organisasi dan M akro M oneter
(Pertemuan Kedelapan)
“Sistem Keuangan dan Kebijakan M oneter”
Disampaikan oleh:
Cakupan Materi
•
Sistem
keuangan
dan
kebijakan
moneter
dalam
perekonomian.
•
Fungsi lembaga keuangan dalam perekonomian.
O verview
Pasar Keuangan
•
Pasar
Primer
versus
Pasar
Sekunder
•
Pasar Uang versus Pasar Modal
Pasar Primer dan Pasar Sekunder
•
Pasar Primer:
– Pasar dimana pihak yang membutuhkan dana (perusahaan, pemerintah, dll) mengumpulkan dana dengan cara menerbitkan instrumen keuangan/ sekuritas (misal saham dan obligasi).
•
Pasar Sekunder:
Pasar Uang dan Pasar Modal
•
Pasar Uang
– Pasar dimana surat berharga dengan jangka w aktu kurang dari satuh tahun diperdagangkan (misal: commercial paper, certificate deposit, SBI-1 bulan)
•
Pasar Modal
Pasar Forex
•
Pasar
“ FX”
tempat
dimana
mata
uang
satu
negara
diperdagangkan dengan mata uang negara lain (misal dollar
dengan rupiah)
•
Transaksi “ spot” merupakan pertukaran mata uang antar
negara secara segera setelah transaksi (biasanya 2 hari kerja)
Lembaga Keuangan
•
Institusi
yang
berperan
dalam
menjalankan
fungsi
intermediasi antara pihak yang kelebihan dana (surplus)
dengan pihak yang membutuhkan dana (defisit)
•
Contoh institusi/ lembaga keuangan:
– Bank
– Thrift
– Asuransi
– Dana pensiun
– Perusahaan sekuritas
– Perusahaan pembiayaan
Fungsi Intermediasi Lembaga Keuangan
•
Aliran dana tanpa adanya lembaga keuangan (intermediasi)
Pihak Defisit (perusahaan)
Pihak Surplus (Rumah Tangga)
Klaim Keuangan (instrumen ekuitas atau
obligasi)
Fungsi Intermediasi Lembaga Keuangan
•
Aliran
dana
dengan
adanya
lembaga
keuangan
(intermediasi)
Pihak Defisit Dana KeuanganLembaga (Brokers)
Lembaga Keuangan
(Asset transformers)
Pihak Surplus Dana
Klaim Keuangan
(Sekuritas saham atau ekuitas)
Klaim Keuangan
Beberapa Permasalahan Dalam Pasar Keuangan
•
Biaya transaksi (
transaction cost
)
– Transaksi di pasar modal atau pasar uang membutuhkan sejumlah biaya tertentu yang harus dikeluarkan oleh investor (pemilik dana). Jika jumlah dana investasi kecil, biaya transaksi akan terasa besar.
– Investor akan kesulitan dalam melakukan diversifikasi, karena investasi dalam jumlah kecil pada berbagai instrumen keuangan akan dikenakan biaya transaksi yang cukup besar (misal brokerage fee).
•
Informasi Asimetri:
M oral Hazard
dan
Adverse Selection
– informasi asimetri: situasi dimana satu pihak yang bertransaksi tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang pihal law an transaksinya sehingga menyulitkan pihak tersebut untuk mengambil keputusan investasi.
– Adverse selection: permasalahan informasi asimetri yang muncul sebelum transaksi terjadi.
Adverse Selection
dan
M oral Hazard
•
Adverse Selection
– Salah satu pihak yang aktif mencari dana adalah pihak-pihak yang buruk (memiliki risiko yang tinggi).
– Pihak yang memiliki dana (lenders) akan segan untuk menyalurkan dana karena khaw atir dana mereka jatuh kepada pihak yang berisiko tinggi.
•
M oral Hazard
– Lenders menghadapi risiko bahw a peminjam akan menggunakan dana yang dipinjamkan pada proyek-proyek yang berisiko tinggi (berpotensi besar mendatangkan kerugian bagi lenders)
The Lemons Problem
•
Diperkenalkan oleh George Akerlof pada 1970:
– Analogi jual beli mobil bekas. Pembeli tidak mengetahui kualitas yang sesungguhnya dari mobil bekas (asymmetric information). Oleh karenanya, mereka hanya bersedia membayar harga rata-rata (harga pertengahan antara mobil bagus dan mobil jelek). Pemilik mobil yang mengetahui dengan baik kualitas mobilnya (“ lemon” atau “ persik” ). Jika mobilnya jelek (“ lemon” ), pemilik akan semangat menjual mobilnya pada harga yang bersedia di bayar pembeli karena harga tersebut lebih tinggi dari harga mobil jelek sesungguhnya. Jika mobilnya bagus (“ persik” ), pemilik tidak bersedia menjual mobilnya karena harga yang bersedia dibayarkan pembeli dianggap terlalu rendah.
Keberadaan Lembaga Keuangan
•
Lembaga keuangan mampu mengatasi permasalahan biaya
transaksi dan informasi asimetri
– Lembaga keuangan mampu mengurangi biaya transaksi karena dapat menciptakan kondisi skala ekonomis dengan melakukan pooling fund
(kumpulan dana simpanan) dan menyalurkannya kepada investasi berskala besar.
– Lembaga keuangan mampu mengurangi masalah asimetri informasi dengan melakukan seleksi dan monitoring. Lenders mendelegasikan pemilihan penyaluran dana kepada bank dan bank mewakili lenders
untuk mengawasi penggunaan dana oleh borrowers.
Fungsi sistem keuangan dalam perekonomian
•
Fungsi tabungan.
– Sistem pasar keuangan menyediakan instrumen untuk tabungan.
•
Fungsi penyimpanan kekayaan.
– Instrumen keuangan yang diperjualbelika di pasar menyediakan suatu cara terbaik untuk menyimpan kekayaan sampai dana tersebut dibutuhkan untuk dibelanjakan.
•
Fungsi likuiditas.
– Kekayaan yang disimpan dalam bentuk instrumen keuangan dapat dengan mudah dicairkan melalui mekanisme pasar keuangan.
•
Fungsi kredit.
– Pasar keuangan menyediakan kredit untuk membiayai kebutuhan konsumsi dan investasi dalam ekonomi.
•
Fungsi pembayaran.
Sistem Keuangan di Indonesia
•
Tatanan dalam perekonomian suatu negara yang memiliki
peran terutama dalam menyediakan fasilitas jasa-jasa di
bidang keuangan oleh lembaga keuangan dan lembaga
penunjang lainnya.
•
Sistem keuangan di Indonesia dibagi menjadi 2 kelompok:
– Sistem perbankan.
– Sistem lembaga keuangan bukan bank.
Sistem Keuangan di Indonesia (lanjutan)
•
Lembaga keuangan bukan bank adalah lembaga keuangan
selain dari bank yang dalam kegiatan usahanya tidak
diperkenankan menghimpun dana secara langsung dari
masyarakat dalam bentuk simpanan.
•
Lembaga keuangan bank disebut sebagai
depository financial
institution
dan lembaga keuangan bukan bank disebut
sebagai
non-depository financial institution
.
Sistem Moneter
•
Yang termasuk dalam sistem moneter adalah bank atau
lembaga keuangan yang ikut menciptakan uang giral. Di
Indonesia, sistem moneter mencakup Bank Indonesia sebagai
otoritas moneter dan bank-bank pencipta uang giral.
•
Sistem perbankan
bagian integral dari sistem moneter.
•
Fungsi sistem moneter:
– Menyelenggarakan mekanisme lalu lintas pembayaran yang efisien sehingga mekanisme tersebut dapat dilakukan secara cepat, akurat, dan dengan biaya yang relatif kecil.
– Melakukan fungsi intermediasi guna mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Sistem Moneter (lanjutan)
•
Fungsi pokok otoritas moneter:
– Mengeluarkan uang kertas dan logam.
– Menciptakan uang primer.
– Memelihara cadangan devisa nasional.
Fungsi sistem keuangan dalam perekonomian
•
Fungsi risiko.
– Pasar keuangan menawarkan kepada unit usaha dan konsumen proteksi terhadap jiw a, kesehatan, dan risiko pendapatan atau kerugian.