• Tidak ada hasil yang ditemukan

PE Mikro.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PE Mikro.docx"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

S I L A B U S

Mata Kuliah :

PE Mikro

Kode Mata Kuliah :

IS304

SKS / Semester :

3 / I

Dosen :

Prof. Dr. H. Disman, M.S

Tujuan Umum Mata Kuliah

Pendekatan Umum Pembelajaran

3

Deskripsi Mata Kuliah :

Media Pembelajaran

Evaluasi Hasil Belajar

/home/ssh_hocvt/code/converters/storage/tmp/GldocConverterfwGNVh...Hal 1 / 3

Mahasiswa dapat menganalisis dan menjelaskan :

 Konsep Dasar Ekonomi Mikro  Persoalan Pokok Perekonomian

 Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan  Elastisitas

 Perilaku Konsumen  Teori Produksi  Biaya Produksi

 Keseimbangan Perusahaan dalam Pasar Persaingan Sempurna  Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Keseimbangan Perusahaan dalam Pasar Persaingan Tidak Sempurna

1. Ceramah

2. Tanya jawab

3. Diskusi

4. Pemberian tugas

5. Bedah Kasus

OHP

(2)

Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yanga bersangkutan dalam :

a. Partisipasi kegiatan kelas

b. Pembuatan dan penyajian tugas c. UTS dan UAS

Uraian Pokok Bahasan :

PERT URAIAN POKOK BAHASAN

I

Konsep Dasar Ekonomi Mikro 1. Problematika

2. Definisi ilmu ekonomi 3. Pembagian ilmu ekonomi

4. Hukum ekonomi dan keberlakuannya 5. Metodologi ilmu ekonomi

II Persoalan Pokok Perekonomian

III

Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan 1. Permintaan

- Definisi permintaan - Hukum permintaan - Kurva permintaan

- Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi permintaan

IV

Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan (lanjutan) 2. Penawaran

- Definisi penawaran - Hukum penawaran - Kurva penawaran

- Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran 3. Harga Keseimbangan

V

Elastisitas

1. Elastisitas Harga 2. Elastisitas Pendapatan 3. Elastisitas Silang VI Perilaku Konsumen1. Pendekatan Kardinal

VII Perilaku Konsumen :1. Pendekatan Ordinal

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen

VIII UTS

IX

Teori Produksi

1. Analisis 1 Input Variabel. 2. Analisis 2 Input Variabel

X Biaya Produksi

XI

Pasar Persaingan sempurna : 1. Definisi

2. Persyaratan

3. Penerimaan (revenue)

(3)

XII Keseimbangan Perusahaan dalam Pasar Persaingan Sempurna

XIII Keseimbangan Perusahaan dalam Pasar Persaingan Sempurna (lanjutan)

XIV Pasar Persaingan Tidak Sempurna1. Pengertian pasar persaingan tidak sempurna 2. Jenis-jenis pasar persaingan tidak sempurna

XV Keseimbangan Perusahaan dalam Pasar Persaingan Tidak Sempurna

XV UAS

Sumber dan Dokumen :

Bandung,

Dosen Penanggung Jawab

Prof Dr. H. Disman, M.Si

/home/ssh_hocvt/code/converters/storage/tmp/GldocConverterfwGNVh...Hal 3 / 3

1. Sadono Sukirno, Pengantar Ekonomi Mikro, UI Press, Jakarta

2. Paul A. Samuelson, Ekonomi Mikro, Edisi tujuh belas, Jakarta

3. Walter Nicholson, Microeconomi Theory

4. Richard Billas, Microeconomi Theory

Referensi

Dokumen terkait

(2)Induk Perusahaan tersebut pada ayat (1) pasal ini berdiri dari unit-unit (cabang usaha) yang bergerak dalam lapangan kerja peternakan dan industri untuk keperluan

- Disjungsi dengan variabel masukan dengan logika 1 diperoleh fungsi keluaran yang identik dengan unkapan.. masuk : A+0

Atribut inilah yang menjadi informasi taksonomi yang harus diungkapkan, untuk kemudian diolah menjadi landasan pendayagunaan spesies yang bersangkutan, baik menjadi

Penulis menyarankan Keluarga D untuk membuat perencanaan keuangan keluarga, salah satunya yang berupa budget kas, agar Keluarga D dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai

Berkenaan dengan gantirugi yang diperuntukkan di dalam Polisi ini, Kami tidak akan membayar mana-mana Kejadian, kerugian, kerosakan atau liabiliti yang disebabkan

“Menumbuhkan Gelora Berpikir Matematis Para Cendekiawan Muslim Abad 21”. Pembuatan media permainan matematika dari barang tidak terpakai. Subtema ini membahas mengenai kreativitas

Dari penelitian ini kami dapat menarik kesimpulan bahwa perubahan kadar CRP pasca pemberian larutan mannitol maupun laktat hipertonik mengalami penurunan, tetapi

Hasil penelitian disimpulkan variabel status gizi tidak memiliki hubungan yang signifikan (nilai P = 0,086 lebih besar 0,05) terhadap timbulnya syok pada penderita anak DBD di