• Tidak ada hasil yang ditemukan

t ips 1007291 chapter3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "t ips 1007291 chapter3"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan, Metode, dan Teknik Pengumpulan Data

1. Pendekatan

Dalam Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu

penelitian yang data-tanya berupa angka-angka atau data-data diangkatkan.

Sedangkan meneurut Arikunto peneelitian kuantitatif adalah penelitian yang

menggunakan angka mulai dari pengumpulan angka, penafsiran terhadap data

serta terhadap hasilnya. penelitian ini mengungkapkan tentang pengaruh

diteliti kompetensi guru, motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Adapun

variabel-variabel yang akan diteliti kompetensi guru, dan motivasi belajar .

Dengan demikian yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah siswa SMP

kelas VIII di kabupaten Purwakarta.

2. Metode

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Survey

Explanatory. Metode survei merupakan metode penelitian yang digunakan

untuk memperoleh kesimpulan dengan cara meneliti objek penelitian yang

diambil dari data sampel secara sekilas. Hal ini dinyatakan oleh Kerlinger

(dalam Riduwan, 2004:49) bahwa “penelitian survei adalah penelitian yang

dilakukan pada populasi besar maupun kecil tetapi data yang dipelajari

(2)

penelitian yang menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel

melalui pengujian hipotesis.

3. Teknik Pengumpulan Data

Data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data yang

berkaitan dengan motivasi belajar, kompetensi guru dan hasil belajar siswa.

Data tersebut akan diperoleh dari sumber data primer dan data sekunder. Data

primer dalam penelitian ini akan diperoleh dari guru IPS SMP yang

tergabung dalam MGMP IPS SMP di Purwakarta. Data sekunder diperoleh

melalui studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Secara ringkas teknik

pengumpulan data tersebut dikemukakan sebagai berikut:

a. Kuesioner (angket)

Kuesioner berisi daftar pertanyaan tertulis yang berhubungan

dengan variabel yang diteliti. Pertanyaan ini terdiri atas pertanyaan tertutup

dan pertanyaan terbuka atau campuran antara keduanya. Pertanyaan tertutup

artinya responden dibatasi dalam menjawab beberapa alternatif jawaban yang

telah disediakan. Pertanyaan terbuka artinya responden diberikan peluang

secara independent dalam menjawab pertanyaan.

b. Studi Dokumentasi

Studi dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan melalui kajian

dokumen yang terkait dengan variabel dan objek penelitian. Dokumen yang

akan dikaji digunakan untuk menambah kelengkapan dari data-data yang

telah ada.

(3)

Di samping kajian dokumen, dilakukan telaahan pustaka mengenai: (1)

Kompetensi guru; (2) motivasi belajar; (3)hasil belajar. Hasil telaahan pustaka

digunakan untuk memperoleh analogi yang berguna dalam perumusan teori,

landasan untuk dapat menganalisa data premer, serta untuk menunjang dan

memperkuat dugaan dalam pembahasan masalah.

B. Lokasi Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SMP di Kabupaten purwakarta. Pemilihan lokasi

penelitian dilakukan dengan beberapa alasan di antaranya:

a. Dukungan sarana dan prasarana untuk kegiatan penelitian tersedia secara

memadai.

b. Adanya persetujuan dari pihak PEMDA, DIKNAS. Kepala sekolah dan guru

bersangkutan untuk mengizinkan dilaksanakannya kegiatan penelitian.

c. Studi pendahuluan yang menunjukkan masih terdapatnya sejumlah

permasalahan dalam hasil belajar pada mata pelajaran IPS SMP di Purwakarta

d. Belum pernah dilaksanakan penelitian hubungan persepsi sisa terhadap hasil

belajar dan motivasi belajar dengan hasil belajar pada tingkat SMP di

(4)

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

yang menjadi ukuran populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP

kelas VIII di kabupaten Purwakarta. Berikut tabel yang menunjukkan populasi

siswa SMP kelas VIII DI Purwakarta.

Tabel 3.1

Populasi Siswa SMP kelas VIII DI PURWAKARTA Tahun Pelajaran 2011/2012

No Nama sekolah Jumlah siswa No Nama sekolah Jumlah

siswa 1 SMPNBABAKAN CIKAO 249 orang 16 SMPN 2 PONDOKSALAM 146 orang 2 SMPN 1 BOJONG 270 orang 17 SMPN 1 PURWAKARTA 277 orang 3 SMPN 2 BOJONG 133 orang 18 SMPN 2 PURWAKARTA 335 orang 4 SMPN 1 BUNGUR SARI 264 orang 19 SMPN 3 PURWAKARTA 381 orang 5 SMPN 1 CAMPAKA 351 orang 20 SMPN 4 PURWAKARTA 358 orang 6 SMPN 2 CAMPAKA 145 orang 21 SMPN 5 PURWAKARTA 339 orang 7 SMPN 1 CIBATU 146 orang 22 SMPN 7 PURWAKARTA 297 orang 8 SMPN 1 DARANGDAN 179 orang 23 SMPN 8 PURWAKARTA 242 orang 9 SMPN 5 DARANGDAN 105 orang 24 SMPN 9 PURWAKARTA 188 orang 10 SMPN 1 JATILUHUR 296 orang 25 SMPN 2 SUKATANI 112 orang 11 SMPN 1 KIARAPEDES 151 orang 26 SMPN 1 TEGAL WARU 229 orang 12 SMPN 1 PASAWAHAN 341 orang 27 SMP DI PURWAKARTA 270 orang 13 SMPN 1 PLERED 286 orang 28 SMPN 2 WANAYASA 168 orang 14 SMPN 2 PLERED 120 orang 29 SMP PASUNDAN PURWAKARTA 79 orang 15 SMPN 1 PONDOKSALAM 191 orang 30 SMP PGRI PURWAKARTA 51 orang

Jumlah total 6699 orang

Sumber: Disdikpora kabuapten Purwakarta

2. Sampel

Pengambilan sampel dari populasi agar diperoleh sampel yang

representatif, maka diupayakan setiap subjek dalam populasi mempunyai peluang

(5)

Dengan demikian sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari

populasi penelitian, yaitu sebagian dari siswa kelas VIII di semua SMP di

kabupaten Purwakarta. Untuk menjawab berapa banyak ukuran sampel yang

dibutuhkan dalam penelitian ini, dilakukan teknik sampling. Salah satu teknik

sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik random sampling,

yaitu memilih sampel secara acak dari populasi sehingga semua unit analisis

mendapat peluang yang sama untuk dipilih, jdengan alasan bahwa populasi siswa

SMP di kabupaten purwakarta itu bersifat homogen. Dalam penelitian ini jumlah

sampel yang diambil sebanyak 400 siswa yang merupakan sampel jenuh dari

keseluruhan populasi sebanyak 6699 siswa sesuai dengan aturan pengambilan

sampel menurut Gay dan Airasian bahwa 400 responden merupakan jumlah

sampel jenuh untuk mewakili distribusi normal dari kondisi populasi yang

sebenarnya.

Sekolah yang menjadi sampel penelitian sebanyak 10 sekolah yaitu SMPN

2 Bojong, SMPN 1 Darangdan, SMP 1 Kiarapedes, SMPN 2 Plered, SMPN 1

Pondoksalam, SMPN 1 Purwakarta, SMPN 3 Purwakarta, SMPN 5 Purwakarta,

SMPN 1 Wanayasa, SMP PGRI Purwakarta, sekolah tersebut dijadikan sebagai

sampel karena dari kesepuluh sekolah tersebut memiliki permasalahn dalam hasil

belajar pada mata pelajaran IPS, selain itu sekolah yang dijadikan sampel tersebut

terdiri dari sekolah yang berkategorikan rengking satu (faporit) yang berlebel SBI

dan SN, kemudian rengking dua (menengah) yaitu sekolah yang belum atau masih

berlebel RSN dan rengking tiga (bawah), dan aklasan terakhir untuk memudahkan

(6)

Alasan pemilihan sampel siswa SMP kelas VIII dalam penelitian ini

adalah :

a. Siswa kelas VIII telah beradaptasi dengan materi IPS lebih banyak

dibandingkan tingkat kelas dibawahnya.

b. Siswa kelas VIII telah mencapai usia berpikir tingkat tinggi atau

abstrak sesuai dengan tahap berpikir menurut Piaget.

D. Definisi Operasional Variabel

Untuk memahami lebuh lanjut penelitian ini, perlu

mengidentifikasikan variabel secara operasional. Adapun variabel yang akan

diteliti dalam penelitian ini yaitu :

1. Motivasi belajar

Motivasi belajar menurut Oemar Hamalik (Djamarah, 2002: 114)

merupakan suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai

dengan timbulnya afektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan.

Dimana indikator motivasi menurut (Syamsudin, 2004: 40) sebagai berikut:

(1) Durasi kegiatan (berapa lama kemampuan penggunaan waktu untuk

melakukan kegiatan). (2) Frekuensi kegiatan (berapa sering kegiatan

dilakukan dalam periode waktu tertentu). (3) Persistensinya (ketetapan dan

kelekatan) pada tujuan kegiatan. (4)Ketabahan, keuletan, dan kemampuan

dalam menghadapi rintangan dan kesulitan dalam mencapai tujuan.(5)Devosi

(pengabdian) dan pengorbanan (uang, tenaga, pikiran, bahkan jiwa atau nyawa

) untuk mencapai tujuan.(6)Tingkatan aspirasinya (maksud, rencana, cita-cita,

(7)

dilakukan .(7)Tingkatan kualifikasi prestasi atau produk atau output yang

dicapai dari kegiatannya (berapa banyak, memadai atau tidak, memuaskan

atau tidak).(8)Arah sikapnya terhadap sasaran kegiatan (like or dislike, positif

atau negatif). Bentuk bagan operasional variabelnya sebagai berikut:

Tabel 3.2

1) Waktu yang digunakan untuk belajar. 2) Lama kegiatan belajar dirumah dalam sehari. 3) Lama kegiatan belajar disekolah.

4) Mengikuti pelajaran dengan penuh perhatian. 5) Melaksanakan jadwal pelajaran yang telah

direncanakan.

6) Berusaha mempelajari materi yang tidak dimengerti.

7) Berusaha membeli buku pelajaran. 8) Mengikuti bimbingan diluar sekolah. 9) Tujuan / cita-cita.

10) Kepuasan terhadap apa yang telah diraih 11) Berusaha belajar dengan keras untuk dapat

bersaing dan memperoleh nilai yang tertinggi. 12) Berusaha mengajak teman untuk belajar. 13) Mempunyai kelompok belajar.

14) Berusaha menghindari hal-hal yang dapat menghambat keberhasilan belajar.

ordinal

2. kompetensi guru

Berdasarkan UU RI No 14 tahun 2005, Guru adalah pendidik

profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,

mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada

pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan

pendidikan menengah. kemudianberdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan

Nasional No 16 tahun 2007, kompetensi guru terdiri dari : (1)Kompetensi

(8)

(2)Kompetensi kepribadian yaitu kemampuan kepribadian yang mantap,

berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik.

(3)Kompetensi profesional yaitu kemampuan penguasaan materi pelajaran

secara luas dan mendalam. (4)Kompetensi sosial yaitu kemampuan guru untuk

berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta

didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Bentuk bagan operasional variabelnya sebagai berikut:

Tabel 3.3

Operasional variabel kompetensi guru

Variabel

Konsep Indikator skala

kompetensi guru (X2)

Kompetensi guru adalah kebulatan pengetahuan , keterampilan dan sikap yang berwujud tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran, meliputi kompetensi pedagogik,

kompetensikepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional Moh.Surya (2004: 92)

Indikator Kompetensi guru dilihat dari kompetensi profesional meliputi :

1) Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran IPS.

2) Memahami tujuan pembelajaran.

3)Mengolah materi pelajaran IPS secara kreatif. 4)Mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari

berbagai sumber.

5)Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses belajar mengajar.

Indikator kompetensi guru dilihat dari kompetensi pedagogik meliputi :

1) Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional dan intektual.

2) Menggunakan metode pembelajaran secara kreatif.

3) Menata materi pelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik.

4) Menggunakan media belajar dan sumber belajar yang relevan.

5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses belajar mengajar. 6) Memotivasi siswa dalam pencapaian prestasi. 7) Berkomunikasi secara efektif, empatik dan

santun dengan peserta didik.

8) Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.

9) Mengadakan remedial atau pengayaan. 10) Melakukan penelitian kelas.

(9)

Indikator kompetensi guru dilihat dari kompetensi kepribadian meliputi :

1) menggunakan pakaian yang rapi dan sopan ketika mengajar

2) Mengajar tepat waktu

3) Memberikan tugas ketika berhalangan masuk sekolah

4) Menggunakan kata-kata yang sopan dan tidak merendahkan ketikasedang mengajar

5) Merespon setiap pertanyaan dan ungkapan siswa

6) Mengakui kesalahan apabila melakukan kekeliruan

7) Memberikan motivasi dan nasihat kepada siswa 8) Mengucapkan salam terlebih dahulu ketika

memasuki ruangan kelas

9) Memberikan hukuman yang mendidik ketika siswa melakukan kesalahan

10) Mandiri dalam kehidupan

Indikator kompetensi guru dilihat dari kompetensi sosial meliputi :

1) Memperlakukan siswa sama (tidak ada diskriminasi gender) terhadap siswa

2) Menyapa siswa baik disekolah atau diluar sekolah

3) Memiliki hubungan yang baik dengan orang tua siswwa

4) Memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja (sesama guru)

5) Memiliki hubungan yamg baik dengan masyarakat

6) Menjadi panutan dimasyarakat dan sekolah 7) Mampu berkomunikasi di media sosial

3. Hasil belajar

Hasil belajar merupakan keberhasilan peserta didik dalam

mengoptimalkan kemampuan dirinya dalam proses belajar. Muhibbin (2008:

(10)

Tabel 3.4

Operasional variabel hasil belajar

Variabel

Konsep Indikator

Skala

hasil belajar (Y)

hasil belajar merupakan keberhasilan peserta didik dalam mengoptimalkan kemampuan dirinya dalam proses belajar. Muhibbin (2008: 141)

Data diperoleh dari pihak sekolah tentang nilai UAS yang diperoleh siswa kelas VIII, mata pelajaran IPS semester 1 tahun pelajaran 2011-2012.

Interval

E. Analisis Instrumen

Sebelum instrument digunakan dalam kegiatan penelitian, terlebih dahulu

dilakukan uji instrumen terhadap kelompok siswa dari populasi yang bukan

merupakan bagian dari sampel penelitian. Uji instrument dilakukan untuk melihat

validitas dan reliabilitas dengan bantuan program Anates. Apabila instrument

telah memenuhi syarat-syarat validitas dan reliabilitas tes, barulah instrumen

digunakan dalam kegiatan penelitian. Sementara data pendukung dari hasil angket

berupa tanggapan siswa selama kegiatan penelitian dilakukan dikumpulkan

melalui penyebaran angket dan digunakan untuk mendukung analisis data

penelitian.

Secara rinci penjelasan beberapa uji prasyarat instrumen, diuraikan sebagai

berikut:

1. Uji Validitas

Instrumen yang valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk

mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono: 2009:173). Pengujian

instrument pengumpul data dilakukan terhadap 100 orang responden secara acak

(11)

Kriteria pengujian diambil dengan membandingkan nilai rhitung dan rtabel dengan taraf nyata α = 0,05. Item soal dinyatakan valid jika memenuhi

persyaratan rhitung > rtabel.

Secara teknis operasional uji validitas instrument dilakukan dengan

menggunakan program Excel 2007. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa

instrument tersebut valid. Dengan demikian maka layak dijadikan alat

pengumpulan data yang sah.

Berdasarkan rekapitulasi hasil pengujian instrument validitas, maka item –

item yang tidak valid tidak dipakai. Dengan demikian item yang valid dari seluruh

instrument tersebut disusun kembali untuk kemudian disebar kepada responden

anggota sampel penelitian.

Lebih jelasnya pada tabel 3.5 berikut ini :

Tabel 3.5

(12)

Tabel Lanjutan 3.5

Keterangan : X1 dipakai sebanyak 20 item soal X2 dipakai sebanyak 40 item soal

2. Uji Reliabilitas

Instrumen yang reliabel menurut Sugiyono (2009:173) adalah instrumen

yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan

menghasilkan data yang sama. Salah satu bentuk pengujian reliabilitas adalah

(13)

adalah jika rhit > rtab dengan tingkat kepercayaan 95% dengan dk(n-2) maka item

pertanyaan tersebut dikatakan reliabel.

Secara teknis operasional uji reliabilitas instrument dilakukan dengan

menggunakan program Excel 2007. Dari hasil pengujian, menunjukkan bahwa

instrument tersebut reliable. Dengan demikian maka layak dijadikan alat

pengumpulan data yang sah. Lebih jelasnya pada tabel 3. 3

Tabel 3.6

Rekapitulasi hasil uji reabilitas instrumen

Variabel Penelitian X1, X2 R tabel Keterangan

Motivasi belajar (X1) Kopetensi guru (X2)

X1 X2

0, 906 0, 943

0, 364 0, 364

Reliabel Reliabel

F. Teknik Analisis Data

1. Analisis Data Hasil Penelitian

Teknik analisis menggunakan pendekatan statistic parametric jika

asumsi-asumsi statistiknya terpenuhi dan apabila asumsi-asumsinya tidak terpenuhi maka data

akan dianalisis dengan teknik bebas distribusi atau non parametric. Untuk

menentukan terpenuhi tidaknya asumsi-asumsi dilakukan dengan uji normalitas

distribusi frekuensi dan uji linieritas regresi.

a. Uji Normalitas

Untuk mengetahui normalitas data yang akan digunakan dalam menganalisa

pengaruh motivasi siswa dan kompetensi guru terhadap hasl belajar siswa.

menggunakan uji normalitas dengan cara melihat grafik PP-Plots. Semua butir

(14)

sehingga dapat diartikan bahwa distribusi data butir instrument penelitian ini

adalah berdistribusi normal. Dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 3.1

b. Uji Heterokedastisitas

Hasil uji heterokedastisitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada normal

Scatterplot yang terpencar dan tidak membentuk pola tertentu. Dengan hasil

demikian, kesimpulan yang dapat diambil adalah persamaan regresi memenuhi

(15)

2. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis adalah suatu langkah untuk menentukan

sebuah keputusan menolak atau menerima hipotesis. Seluruh pengolahan data

dalam pengujian hipotesis menggunakan bantuan SPSS 16 for windows dan

Microsoft excel, dengan menggunakan analisis regresi dan alanisis jalur.

a. Pengujian Hipotesis Regresi Majemuk Secara Individual (Uji t)

Pengujian hipotesis dengan uji t adalah untuk melihat pengaruh

variable-veriabel bebas (independent) terhadap variable terikat (dependen) secara parsial

dilakukan dengan uji t ini. Uji signifikansinya dapat dihitung melalui rumus :

ek

S t  1 1

(Gujarati, 2001:78)

Dependent variable : Hasil Belajar

(16)

Setelah diperoleh thitung, selanjutnya bandingkan dengan ttabel dengan 

disesuaikan, adapun cara mencari ttabel dapat menggunakan rumus :

ttabel =n-k

Dimana :

t = ttabel pada disesuaikan

n = banyak sample

k = variable bebas

Adapun kriteria yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:  Jika t hitung < t tabel ( Ho diterima, Ha ditolak)

 Jika t hitung > t tabel ( Ho ditolak, Ha diterima)

Kriteria uji t adalah:

1. Jika thitung > ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima (variabel bebas X

berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat Y),

2. Jika thitung < ttabel maka H0diterima dan H1 ditolak (variabel bebas X tidak

berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat Y). Dalam penelitian ini

tingkat kesalahan yang digunakan adalah 0,05 (5%) pada taraf signifikasi

95%.

b. Pengujian Hipotesis Regresi Berganda Secara Keseluruhan (Uji f)

Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap

variabel terikat secara simultan, dengan langkah-langkah sebagai berikut :

(17)

F=

R2 = koefisien determinasi

k = Parameter (jumlah variable independent)

n = Jumlah observasi

F = Fhitung yang selanjutnya dibandingkan dengan Ftabel.

Adapun ketentuan uji f adalah sebagai berikut:

 Jika F hitung > F tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima

 Jika F hitung < F tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak

Kriteria uji F adalah:

1. Jika Fhitung < Ftabel maka Ho diterima dan Ha ditolak (keseluruhan variabel

bebas X tidak berpengaruh terhadap variabel terikat Y)

2. Jika Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan Ha diterima (keseluruhan variabel

bebas X berpengaruh terhadap variabel terikat Y).

Pengujian hipotesis secara keseluruhan merupakan penggabungan (overall

significance) variabel bebas X terhadap variabel terikat Y, untuk mengetahui

seberapa pengaruhnya.

C. Koefisien Determinasi (R2)

Uji R2 (uji koefisien determinasi) merupakan pengujian model yang ingin

(18)

naik turunnya variable dependen secara bersama-sama. Koefisien determinasi

didefinisikan sebagai :

R2 =

Untuk mengetahui besarnya kemampuan variable independent dan

menjelaskan variabel dependen maka dilakukan uji determinasi dengan rumus

sebagai berikut : R2 =

TSS ESS

R2 = 1 1 22 2

Y

Y X b Y X b

   

(Gujarati, 2001:139)

Besarnya nilai R2 berkisar diantara nol dan satu (0<R2<1). Jika nilainya

semakin mendekati satu maka model tersebut baik dan tingkat kedekatan antara

variable bebas dan variable terikatpun semakin dekat atau erat. Sebaliknya, jika R2

semakin menjauhi angka satu, maka model tersebut dapat dinilai kurang baik

karena hubungan antara variable bebas dan variable terikat jauh atau tidak erat.

G. Alur Penelitian

Alur penelitian yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini :

Jumlah kuadrat yang di jelaskan / regresi (ESS)

(19)

Gambar 3.1 Alur penelitian Studi Pendahuluan

Perumusan Masalah

Studi Literatur: kompetensi guru, motivasi belajar, hasil belajar

Penyusunan Instrumen: 1. Angket kompetensi

guru

2. Angket motivasi belajafr

Validasi, Ujicoba, Revisi

Pelaksanaan Penelitian

Pengolahan dan Analisis Data

Pembahasa n

Gambar

Tabel 3.1 Populasi Siswa SMP kelas VIII DI PURWAKARTA
Tabel 3.2 Operasional variabel motivasi belajar
Tabel 3.3 Operasional variabel kompetensi guru
Tabel 3.4 Operasional variabel hasil belajar
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hal tersebut sesuai dengan pendapat Hamalik (2004) yang mengatakan bahwa motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan

Motivasi juga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, karena motivasi merupakan suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya

Motivasi merupakan perubahan tenaga di dalam diri seseorang yang ditandai oleh dorongan afektif dan reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan dan merupakan bagian dari

Sebagai suatu proses motivasi merupakan perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Suatu proses

Motivasi merupakan suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan. Sebagai suatu masalah di dalam

a.Menurut Hamalik (1992:173), Pengertian Motivasi merupakan perubahan energi dalam diri atau pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi

mengandung tiga unsur yang saling berkaitan, yaitu: 1) motivasi dimulai dengan adanya perubahan energi dalam pribadi, 2) motivasi ditandai dengan timbulnya

Motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang menggerakkan dan mendorong terjadinya perilaku yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan