BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan, Metode, dan Teknik Pengumpulan Data
1. Pendekatan
Dalam Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu
penelitian yang data-tanya berupa angka-angka atau data-data diangkatkan.
Sedangkan meneurut Arikunto peneelitian kuantitatif adalah penelitian yang
menggunakan angka mulai dari pengumpulan angka, penafsiran terhadap data
serta terhadap hasilnya. penelitian ini mengungkapkan tentang pengaruh
diteliti kompetensi guru, motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Adapun
variabel-variabel yang akan diteliti kompetensi guru, dan motivasi belajar .
Dengan demikian yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah siswa SMP
kelas VIII di kabupaten Purwakarta.
2. Metode
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Survey
Explanatory. Metode survei merupakan metode penelitian yang digunakan
untuk memperoleh kesimpulan dengan cara meneliti objek penelitian yang
diambil dari data sampel secara sekilas. Hal ini dinyatakan oleh Kerlinger
(dalam Riduwan, 2004:49) bahwa “penelitian survei adalah penelitian yang
dilakukan pada populasi besar maupun kecil tetapi data yang dipelajari
penelitian yang menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel
melalui pengujian hipotesis.
3. Teknik Pengumpulan Data
Data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data yang
berkaitan dengan motivasi belajar, kompetensi guru dan hasil belajar siswa.
Data tersebut akan diperoleh dari sumber data primer dan data sekunder. Data
primer dalam penelitian ini akan diperoleh dari guru IPS SMP yang
tergabung dalam MGMP IPS SMP di Purwakarta. Data sekunder diperoleh
melalui studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Secara ringkas teknik
pengumpulan data tersebut dikemukakan sebagai berikut:
a. Kuesioner (angket)
Kuesioner berisi daftar pertanyaan tertulis yang berhubungan
dengan variabel yang diteliti. Pertanyaan ini terdiri atas pertanyaan tertutup
dan pertanyaan terbuka atau campuran antara keduanya. Pertanyaan tertutup
artinya responden dibatasi dalam menjawab beberapa alternatif jawaban yang
telah disediakan. Pertanyaan terbuka artinya responden diberikan peluang
secara independent dalam menjawab pertanyaan.
b. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan melalui kajian
dokumen yang terkait dengan variabel dan objek penelitian. Dokumen yang
akan dikaji digunakan untuk menambah kelengkapan dari data-data yang
telah ada.
Di samping kajian dokumen, dilakukan telaahan pustaka mengenai: (1)
Kompetensi guru; (2) motivasi belajar; (3)hasil belajar. Hasil telaahan pustaka
digunakan untuk memperoleh analogi yang berguna dalam perumusan teori,
landasan untuk dapat menganalisa data premer, serta untuk menunjang dan
memperkuat dugaan dalam pembahasan masalah.
B. Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMP di Kabupaten purwakarta. Pemilihan lokasi
penelitian dilakukan dengan beberapa alasan di antaranya:
a. Dukungan sarana dan prasarana untuk kegiatan penelitian tersedia secara
memadai.
b. Adanya persetujuan dari pihak PEMDA, DIKNAS. Kepala sekolah dan guru
bersangkutan untuk mengizinkan dilaksanakannya kegiatan penelitian.
c. Studi pendahuluan yang menunjukkan masih terdapatnya sejumlah
permasalahan dalam hasil belajar pada mata pelajaran IPS SMP di Purwakarta
d. Belum pernah dilaksanakan penelitian hubungan persepsi sisa terhadap hasil
belajar dan motivasi belajar dengan hasil belajar pada tingkat SMP di
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
yang menjadi ukuran populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP
kelas VIII di kabupaten Purwakarta. Berikut tabel yang menunjukkan populasi
siswa SMP kelas VIII DI Purwakarta.
Tabel 3.1
Populasi Siswa SMP kelas VIII DI PURWAKARTA Tahun Pelajaran 2011/2012
No Nama sekolah Jumlah siswa No Nama sekolah Jumlah
siswa 1 SMPNBABAKAN CIKAO 249 orang 16 SMPN 2 PONDOKSALAM 146 orang 2 SMPN 1 BOJONG 270 orang 17 SMPN 1 PURWAKARTA 277 orang 3 SMPN 2 BOJONG 133 orang 18 SMPN 2 PURWAKARTA 335 orang 4 SMPN 1 BUNGUR SARI 264 orang 19 SMPN 3 PURWAKARTA 381 orang 5 SMPN 1 CAMPAKA 351 orang 20 SMPN 4 PURWAKARTA 358 orang 6 SMPN 2 CAMPAKA 145 orang 21 SMPN 5 PURWAKARTA 339 orang 7 SMPN 1 CIBATU 146 orang 22 SMPN 7 PURWAKARTA 297 orang 8 SMPN 1 DARANGDAN 179 orang 23 SMPN 8 PURWAKARTA 242 orang 9 SMPN 5 DARANGDAN 105 orang 24 SMPN 9 PURWAKARTA 188 orang 10 SMPN 1 JATILUHUR 296 orang 25 SMPN 2 SUKATANI 112 orang 11 SMPN 1 KIARAPEDES 151 orang 26 SMPN 1 TEGAL WARU 229 orang 12 SMPN 1 PASAWAHAN 341 orang 27 SMP DI PURWAKARTA 270 orang 13 SMPN 1 PLERED 286 orang 28 SMPN 2 WANAYASA 168 orang 14 SMPN 2 PLERED 120 orang 29 SMP PASUNDAN PURWAKARTA 79 orang 15 SMPN 1 PONDOKSALAM 191 orang 30 SMP PGRI PURWAKARTA 51 orang
Jumlah total 6699 orang
Sumber: Disdikpora kabuapten Purwakarta
2. Sampel
Pengambilan sampel dari populasi agar diperoleh sampel yang
representatif, maka diupayakan setiap subjek dalam populasi mempunyai peluang
Dengan demikian sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari
populasi penelitian, yaitu sebagian dari siswa kelas VIII di semua SMP di
kabupaten Purwakarta. Untuk menjawab berapa banyak ukuran sampel yang
dibutuhkan dalam penelitian ini, dilakukan teknik sampling. Salah satu teknik
sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik random sampling,
yaitu memilih sampel secara acak dari populasi sehingga semua unit analisis
mendapat peluang yang sama untuk dipilih, jdengan alasan bahwa populasi siswa
SMP di kabupaten purwakarta itu bersifat homogen. Dalam penelitian ini jumlah
sampel yang diambil sebanyak 400 siswa yang merupakan sampel jenuh dari
keseluruhan populasi sebanyak 6699 siswa sesuai dengan aturan pengambilan
sampel menurut Gay dan Airasian bahwa 400 responden merupakan jumlah
sampel jenuh untuk mewakili distribusi normal dari kondisi populasi yang
sebenarnya.
Sekolah yang menjadi sampel penelitian sebanyak 10 sekolah yaitu SMPN
2 Bojong, SMPN 1 Darangdan, SMP 1 Kiarapedes, SMPN 2 Plered, SMPN 1
Pondoksalam, SMPN 1 Purwakarta, SMPN 3 Purwakarta, SMPN 5 Purwakarta,
SMPN 1 Wanayasa, SMP PGRI Purwakarta, sekolah tersebut dijadikan sebagai
sampel karena dari kesepuluh sekolah tersebut memiliki permasalahn dalam hasil
belajar pada mata pelajaran IPS, selain itu sekolah yang dijadikan sampel tersebut
terdiri dari sekolah yang berkategorikan rengking satu (faporit) yang berlebel SBI
dan SN, kemudian rengking dua (menengah) yaitu sekolah yang belum atau masih
berlebel RSN dan rengking tiga (bawah), dan aklasan terakhir untuk memudahkan
Alasan pemilihan sampel siswa SMP kelas VIII dalam penelitian ini
adalah :
a. Siswa kelas VIII telah beradaptasi dengan materi IPS lebih banyak
dibandingkan tingkat kelas dibawahnya.
b. Siswa kelas VIII telah mencapai usia berpikir tingkat tinggi atau
abstrak sesuai dengan tahap berpikir menurut Piaget.
D. Definisi Operasional Variabel
Untuk memahami lebuh lanjut penelitian ini, perlu
mengidentifikasikan variabel secara operasional. Adapun variabel yang akan
diteliti dalam penelitian ini yaitu :
1. Motivasi belajar
Motivasi belajar menurut Oemar Hamalik (Djamarah, 2002: 114)
merupakan suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai
dengan timbulnya afektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan.
Dimana indikator motivasi menurut (Syamsudin, 2004: 40) sebagai berikut:
(1) Durasi kegiatan (berapa lama kemampuan penggunaan waktu untuk
melakukan kegiatan). (2) Frekuensi kegiatan (berapa sering kegiatan
dilakukan dalam periode waktu tertentu). (3) Persistensinya (ketetapan dan
kelekatan) pada tujuan kegiatan. (4)Ketabahan, keuletan, dan kemampuan
dalam menghadapi rintangan dan kesulitan dalam mencapai tujuan.(5)Devosi
(pengabdian) dan pengorbanan (uang, tenaga, pikiran, bahkan jiwa atau nyawa
) untuk mencapai tujuan.(6)Tingkatan aspirasinya (maksud, rencana, cita-cita,
dilakukan .(7)Tingkatan kualifikasi prestasi atau produk atau output yang
dicapai dari kegiatannya (berapa banyak, memadai atau tidak, memuaskan
atau tidak).(8)Arah sikapnya terhadap sasaran kegiatan (like or dislike, positif
atau negatif). Bentuk bagan operasional variabelnya sebagai berikut:
Tabel 3.2
1) Waktu yang digunakan untuk belajar. 2) Lama kegiatan belajar dirumah dalam sehari. 3) Lama kegiatan belajar disekolah.
4) Mengikuti pelajaran dengan penuh perhatian. 5) Melaksanakan jadwal pelajaran yang telah
direncanakan.
6) Berusaha mempelajari materi yang tidak dimengerti.
7) Berusaha membeli buku pelajaran. 8) Mengikuti bimbingan diluar sekolah. 9) Tujuan / cita-cita.
10) Kepuasan terhadap apa yang telah diraih 11) Berusaha belajar dengan keras untuk dapat
bersaing dan memperoleh nilai yang tertinggi. 12) Berusaha mengajak teman untuk belajar. 13) Mempunyai kelompok belajar.
14) Berusaha menghindari hal-hal yang dapat menghambat keberhasilan belajar.
ordinal
2. kompetensi guru
Berdasarkan UU RI No 14 tahun 2005, Guru adalah pendidik
profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada
pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan
pendidikan menengah. kemudianberdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional No 16 tahun 2007, kompetensi guru terdiri dari : (1)Kompetensi
(2)Kompetensi kepribadian yaitu kemampuan kepribadian yang mantap,
berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik.
(3)Kompetensi profesional yaitu kemampuan penguasaan materi pelajaran
secara luas dan mendalam. (4)Kompetensi sosial yaitu kemampuan guru untuk
berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta
didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
Bentuk bagan operasional variabelnya sebagai berikut:
Tabel 3.3
Operasional variabel kompetensi guru
Variabel
Konsep Indikator skala
kompetensi guru (X2)
Kompetensi guru adalah kebulatan pengetahuan , keterampilan dan sikap yang berwujud tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran, meliputi kompetensi pedagogik,
kompetensikepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional Moh.Surya (2004: 92)
Indikator Kompetensi guru dilihat dari kompetensi profesional meliputi :
1) Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran IPS.
2) Memahami tujuan pembelajaran.
3)Mengolah materi pelajaran IPS secara kreatif. 4)Mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari
berbagai sumber.
5)Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses belajar mengajar.
Indikator kompetensi guru dilihat dari kompetensi pedagogik meliputi :
1) Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional dan intektual.
2) Menggunakan metode pembelajaran secara kreatif.
3) Menata materi pelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik.
4) Menggunakan media belajar dan sumber belajar yang relevan.
5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses belajar mengajar. 6) Memotivasi siswa dalam pencapaian prestasi. 7) Berkomunikasi secara efektif, empatik dan
santun dengan peserta didik.
8) Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
9) Mengadakan remedial atau pengayaan. 10) Melakukan penelitian kelas.
Indikator kompetensi guru dilihat dari kompetensi kepribadian meliputi :
1) menggunakan pakaian yang rapi dan sopan ketika mengajar
2) Mengajar tepat waktu
3) Memberikan tugas ketika berhalangan masuk sekolah
4) Menggunakan kata-kata yang sopan dan tidak merendahkan ketikasedang mengajar
5) Merespon setiap pertanyaan dan ungkapan siswa
6) Mengakui kesalahan apabila melakukan kekeliruan
7) Memberikan motivasi dan nasihat kepada siswa 8) Mengucapkan salam terlebih dahulu ketika
memasuki ruangan kelas
9) Memberikan hukuman yang mendidik ketika siswa melakukan kesalahan
10) Mandiri dalam kehidupan
Indikator kompetensi guru dilihat dari kompetensi sosial meliputi :
1) Memperlakukan siswa sama (tidak ada diskriminasi gender) terhadap siswa
2) Menyapa siswa baik disekolah atau diluar sekolah
3) Memiliki hubungan yang baik dengan orang tua siswwa
4) Memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja (sesama guru)
5) Memiliki hubungan yamg baik dengan masyarakat
6) Menjadi panutan dimasyarakat dan sekolah 7) Mampu berkomunikasi di media sosial
3. Hasil belajar
Hasil belajar merupakan keberhasilan peserta didik dalam
mengoptimalkan kemampuan dirinya dalam proses belajar. Muhibbin (2008:
Tabel 3.4
Operasional variabel hasil belajar
Variabel
Konsep Indikator
Skala
hasil belajar (Y)
hasil belajar merupakan keberhasilan peserta didik dalam mengoptimalkan kemampuan dirinya dalam proses belajar. Muhibbin (2008: 141)
Data diperoleh dari pihak sekolah tentang nilai UAS yang diperoleh siswa kelas VIII, mata pelajaran IPS semester 1 tahun pelajaran 2011-2012.
Interval
E. Analisis Instrumen
Sebelum instrument digunakan dalam kegiatan penelitian, terlebih dahulu
dilakukan uji instrumen terhadap kelompok siswa dari populasi yang bukan
merupakan bagian dari sampel penelitian. Uji instrument dilakukan untuk melihat
validitas dan reliabilitas dengan bantuan program Anates. Apabila instrument
telah memenuhi syarat-syarat validitas dan reliabilitas tes, barulah instrumen
digunakan dalam kegiatan penelitian. Sementara data pendukung dari hasil angket
berupa tanggapan siswa selama kegiatan penelitian dilakukan dikumpulkan
melalui penyebaran angket dan digunakan untuk mendukung analisis data
penelitian.
Secara rinci penjelasan beberapa uji prasyarat instrumen, diuraikan sebagai
berikut:
1. Uji Validitas
Instrumen yang valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk
mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono: 2009:173). Pengujian
instrument pengumpul data dilakukan terhadap 100 orang responden secara acak
Kriteria pengujian diambil dengan membandingkan nilai rhitung dan rtabel dengan taraf nyata α = 0,05. Item soal dinyatakan valid jika memenuhi
persyaratan rhitung > rtabel.
Secara teknis operasional uji validitas instrument dilakukan dengan
menggunakan program Excel 2007. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa
instrument tersebut valid. Dengan demikian maka layak dijadikan alat
pengumpulan data yang sah.
Berdasarkan rekapitulasi hasil pengujian instrument validitas, maka item –
item yang tidak valid tidak dipakai. Dengan demikian item yang valid dari seluruh
instrument tersebut disusun kembali untuk kemudian disebar kepada responden
anggota sampel penelitian.
Lebih jelasnya pada tabel 3.5 berikut ini :
Tabel 3.5
Tabel Lanjutan 3.5
Keterangan : X1 dipakai sebanyak 20 item soal X2 dipakai sebanyak 40 item soal
2. Uji Reliabilitas
Instrumen yang reliabel menurut Sugiyono (2009:173) adalah instrumen
yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan
menghasilkan data yang sama. Salah satu bentuk pengujian reliabilitas adalah
adalah jika rhit > rtab dengan tingkat kepercayaan 95% dengan dk(n-2) maka item
pertanyaan tersebut dikatakan reliabel.
Secara teknis operasional uji reliabilitas instrument dilakukan dengan
menggunakan program Excel 2007. Dari hasil pengujian, menunjukkan bahwa
instrument tersebut reliable. Dengan demikian maka layak dijadikan alat
pengumpulan data yang sah. Lebih jelasnya pada tabel 3. 3
Tabel 3.6
Rekapitulasi hasil uji reabilitas instrumen
Variabel Penelitian X1, X2 R tabel Keterangan
Motivasi belajar (X1) Kopetensi guru (X2)
X1 X2
0, 906 0, 943
0, 364 0, 364
Reliabel Reliabel
F. Teknik Analisis Data
1. Analisis Data Hasil Penelitian
Teknik analisis menggunakan pendekatan statistic parametric jika
asumsi-asumsi statistiknya terpenuhi dan apabila asumsi-asumsinya tidak terpenuhi maka data
akan dianalisis dengan teknik bebas distribusi atau non parametric. Untuk
menentukan terpenuhi tidaknya asumsi-asumsi dilakukan dengan uji normalitas
distribusi frekuensi dan uji linieritas regresi.
a. Uji Normalitas
Untuk mengetahui normalitas data yang akan digunakan dalam menganalisa
pengaruh motivasi siswa dan kompetensi guru terhadap hasl belajar siswa.
menggunakan uji normalitas dengan cara melihat grafik PP-Plots. Semua butir
sehingga dapat diartikan bahwa distribusi data butir instrument penelitian ini
adalah berdistribusi normal. Dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar 3.1
b. Uji Heterokedastisitas
Hasil uji heterokedastisitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada normal
Scatterplot yang terpencar dan tidak membentuk pola tertentu. Dengan hasil
demikian, kesimpulan yang dapat diambil adalah persamaan regresi memenuhi
2. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis adalah suatu langkah untuk menentukan
sebuah keputusan menolak atau menerima hipotesis. Seluruh pengolahan data
dalam pengujian hipotesis menggunakan bantuan SPSS 16 for windows dan
Microsoft excel, dengan menggunakan analisis regresi dan alanisis jalur.
a. Pengujian Hipotesis Regresi Majemuk Secara Individual (Uji t)
Pengujian hipotesis dengan uji t adalah untuk melihat pengaruh
variable-veriabel bebas (independent) terhadap variable terikat (dependen) secara parsial
dilakukan dengan uji t ini. Uji signifikansinya dapat dihitung melalui rumus :
ek
S t 1 1
(Gujarati, 2001:78)
Dependent variable : Hasil Belajar
Setelah diperoleh thitung, selanjutnya bandingkan dengan ttabel dengan
disesuaikan, adapun cara mencari ttabel dapat menggunakan rumus :
ttabel =n-k
Dimana :
t = ttabel pada disesuaikan
n = banyak sample
k = variable bebas
Adapun kriteria yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: Jika t hitung < t tabel ( Ho diterima, Ha ditolak)
Jika t hitung > t tabel ( Ho ditolak, Ha diterima)
Kriteria uji t adalah:
1. Jika thitung > ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima (variabel bebas X
berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat Y),
2. Jika thitung < ttabel maka H0diterima dan H1 ditolak (variabel bebas X tidak
berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat Y). Dalam penelitian ini
tingkat kesalahan yang digunakan adalah 0,05 (5%) pada taraf signifikasi
95%.
b. Pengujian Hipotesis Regresi Berganda Secara Keseluruhan (Uji f)
Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap
variabel terikat secara simultan, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
F=
R2 = koefisien determinasi
k = Parameter (jumlah variable independent)
n = Jumlah observasi
F = Fhitung yang selanjutnya dibandingkan dengan Ftabel.
Adapun ketentuan uji f adalah sebagai berikut:
Jika F hitung > F tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima
Jika F hitung < F tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak
Kriteria uji F adalah:
1. Jika Fhitung < Ftabel maka Ho diterima dan Ha ditolak (keseluruhan variabel
bebas X tidak berpengaruh terhadap variabel terikat Y)
2. Jika Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan Ha diterima (keseluruhan variabel
bebas X berpengaruh terhadap variabel terikat Y).
Pengujian hipotesis secara keseluruhan merupakan penggabungan (overall
significance) variabel bebas X terhadap variabel terikat Y, untuk mengetahui
seberapa pengaruhnya.
C. Koefisien Determinasi (R2)
Uji R2 (uji koefisien determinasi) merupakan pengujian model yang ingin
naik turunnya variable dependen secara bersama-sama. Koefisien determinasi
didefinisikan sebagai :
R2 =
Untuk mengetahui besarnya kemampuan variable independent dan
menjelaskan variabel dependen maka dilakukan uji determinasi dengan rumus
sebagai berikut : R2 =
TSS ESS
R2 = 1 1 22 2
Y
Y X b Y X b
(Gujarati, 2001:139)
Besarnya nilai R2 berkisar diantara nol dan satu (0<R2<1). Jika nilainya
semakin mendekati satu maka model tersebut baik dan tingkat kedekatan antara
variable bebas dan variable terikatpun semakin dekat atau erat. Sebaliknya, jika R2
semakin menjauhi angka satu, maka model tersebut dapat dinilai kurang baik
karena hubungan antara variable bebas dan variable terikat jauh atau tidak erat.
G. Alur Penelitian
Alur penelitian yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini :
Jumlah kuadrat yang di jelaskan / regresi (ESS)
Gambar 3.1 Alur penelitian Studi Pendahuluan
Perumusan Masalah
Studi Literatur: kompetensi guru, motivasi belajar, hasil belajar
Penyusunan Instrumen: 1. Angket kompetensi
guru
2. Angket motivasi belajafr
Validasi, Ujicoba, Revisi
Pelaksanaan Penelitian
Pengolahan dan Analisis Data
Pembahasa n