Bab 4
Minggu ke 7
Setelah menyelesaikan perkuliahan minggu ini , mahasiswa bisa :
Menjelaskan tentang Strategi Perdagangan opsi Protektif Put dan Covered Call (Beli)
Opsi Put (Jual )
Bull Spread
Mampu membandingkan kelemahan dan keunggulan
masing-masing strategi
Strategi protective put adalah strategi investasi memegang posisi long (membeli) suatu aset
sekuritas, dan melindunginya dengan membeli opsi put sekuritas tersebut.
Tujuan dari strategi ini adalah, melindungi aset (saham) dari penurunan harga yang sangat tajam
1. Untuk membeli saham membutuhkan dana sebesar S0, dan dari saham tersebut , keuntungan pada waktu jatuh tempo ST -S0.
2. Investor membeli opsi put pada harga kontrak K sebesar P. Keuntungan put : max(0,K- ST ).
3. Keuntungannya totalnya adalah
Profit = – S0 – P + ST + max(0,K-ST)
Contoh 4.1.
Dipunyai strategi protektive put (investor mempunyai saham dan melindunginya dengan membeli put seharga
P =$3) dengan harga kontrak K = $20 dan S0 = $20. Jawab
Jika pada waktu jatuh tempo ST = 10 maka keuntungan yang diperolehnya adalah
Profit = – S0 – P + ST + max(0,K-ST) = – 20 – 3 + 10 +max(0,20-10) = – 20 – 3 + 10 + 10
= – 3
Tabel 4.1. Perbandingan Protektif Put dan Saham
P 3 S0
K 20
ST Protective Put Saham
10 -3 -10 15 -3 -5 17 -3 -3 20 -3 0 21 -2 1 23 0 3 27 4 7 35 12 15
Dari ilustrasi tabel di atas dapat kita lihat bahwa strategi protektive put mampu memperkecil resiko investasi.
Berbeda dengan investasi pada saham tunggal, kerugiannya cukup besar mengikuti penurunan harga saham
Strategi lainnya yang umum digunakan
adalah
covered call, yaitu suatu strategi
membeli saham
dan
mengeluarkan atau
menjual opsi call
atas saham pokok.
Strategi ini dilakukan oleh investor ketika
melihat ada kekuatiran turunnya harga saham,
sehingga dia melindunginya dengan menjual
opsi call.
keuntungan investasi dengan strategi covered call adalah sebagai berikut :
a. Untuk membeli saham dia membutuhkan dana sebesar S0, dan dari saham tersebut, ada peluang keuntungan pada waktu jatuh tempo sebesar ST -S0.
b. Investor membeli opsi call pada harga kontrak K, dia mendapatkan uang sebesar C. Dari opsi call yang
dijualnya dia harus menyediakan keuntungan pembelinya sebesar -max(0,ST-K).
c. Keuntungan totalnya adalah
Contoh 4.2
Berikut ini diberikan contoh strategi
covered call
:
C = 3, K = 50, S
0= 50.
Jawab
Ketika
harga saham pada saat jatuh tempo
S
T= 40
, maka keuntungan yang diperolehnya adalah
Profit = S
T-S
0+ C - max(0,S
T-K)
= 40 - 50 + 3 - max(0, 40 - 50)
= -10 + 3 - max(0,-10)
= -10 + 3 - 0
= -7
Ketika harga saham pada saat jatuh tempo ST = 45, maka keuntungan yang diperolehnya adalah
Profit = ST-S0 + C - max(0,ST-K)
= 45 - 50 + 3 - max(0, 45 - 50)
= -5 + 3 - max(0,-5)
= -5 + 3 - 0
= -2
bagaimana jika harga saham pada saat jatuh tempo ST = 50, ST = 55? Ketika harga saham pada saat jatuh tempo ST = 50, maka keuntungan
yang diperolehnya adalah
Profit = ST-S0 + C - max(0,ST-K)
= 0 + 3 – 0
=3
Ketika harga saham pada saat jatuh tempo ST = 55, maka keuntungan yang diperolehnya adalah
Profit = ST-S0 + C - max(0,ST-K)
= 5 + 3 - 5
C 3 K 50 ST Saham Covered 40 -10 -7 45 -5 -2 46 -4 -1 47 -3 0 50 0 3 55 5 3 60 10 3 70 20 3
Beli opsi call pada harga kontrak yang rendah, Klow dan menjual
opsi call yang lain (saham sama) pada harga kontrak yang lebih tinggi, KHigh (ingat ! Bukan membeli opsi pada harga
kontrak yang rendah dan menjualnya pada harga kontrak yang tinggi).
Investor berharap harga saham akan naik, akan tetapi dia tidak
percaya kenaikannya berada di atas harga KH.
Investor Amerika : bull adalah kondisi harga saham sedang
bergairah naik, sesuai dengan tanduk banteng yang melengkung ke atas.
Harapan saham berada Klow < ST < Khigh
keuntungan investasi dengan strategi
bull call
spread
adalah sebagai berikut :
a. Untuk membeli opsi call pada harga kontrak yang rendah, investor membutuhkan dana sebesar CL, dan dari opsi call tersebut, ada peluang keuntungan sebesar max(0,ST-KL).
b. Investor menjual opsi call pada harga kontrak KH, dia mendapatkan uang sebesar CH. Dari opsi yang dijualnya itu dia harus
menyediakan keuntungan untuk pembelinya sebesar -max(0,ST -KH).
c. Keuntungannya totalnya adalah
Contoh 4.3.
Seorang
investor membeli opsi call pada harga
C
Low= 3$
dengan harga kontrak
K
L= 40
. Dia juga
menjual opsi call yang lain dengan harga opsi call
C
High=1
dengan harga kontrak
K
H= 50
(ingat, harga opsi call
dengan harga kontrak yang lebih tinggi, akan lebih
murah). Hitunglah keuntungan menerapkan strategi
bull call spread
ketika harga saham pada saat jatuh
tempo
S
T= 45
.
Jawab :
Ketika harga saham pada saat jatuh tempo ST = 45, maka keuntungan yang diperolehnya adalah
Profit = max(0,ST-KL)-max(0,ST-KH)-CL+CH = max(0,45-40)-max(0,45-50)-3+1 = max(0,5)-max(0,-5)-3+1
= 5 – 0 – 3 +1 = $3
Bagaimana jika harga saham pada saat jatuh tempo ST = 40, ST = 50 ,ST = 55?
Ketika harga saham pada saat jatuh tempo ST = 40, maka profit yang diperoleh adalah
Profit = max(0,ST-KL)-max(0,ST-KH)-CL+CH = 0 – 0 – 3 +1
Ketika harga saham pada saat jatuh tempo ST = 50, maka keuntungan yang diperoleh investor adalah
Profit = max(0,ST-KL)-max(0,ST-KH)-CL+CH = 10 – 0 – 3 +1
= $8.
Ketika harga saham pada saat jatuh tempo ST = 55, maka keuntungan yang diperoleh investor adalah
Profit = max(0,ST-KL)-max(0,ST-KH)-CL+CH = 15 –5 – 3 +1
= $8.
Jadi dapat kita simpulkan di sini, ketika harga saham makin naik, keuntungan yang diperoleh dari strategi ini juga makin besar, akan tetapi keuntungan maksimumnya $8.
Bab 4
Minggu ke 8
Setelah menyelesaikan perkuliahan minggu ini , mahasiswa bisa :
Menjelaskan tentang Strategi Perdagangan opsi Bear Call Spread
Butterfly Spread
Mampu membandingkan kelemahan dan keunggulan masing-masing strategi
Selain strategi bull call spread, para peneliti mengembangkan juga strategi bear call spread.
Pada strategi ini, investor membeli opsi call dengan harga kontrak yang relatif tinggi KHigh dan menjual opsi call yang lainnya pada harga kontrak yang relatif rendah KLow .
Profit = max(0,ST-KH)-max(0,ST-KL)+CL-CH
Strategi ini dirancang untuk mengambil keuntungan dari penurunan harga saham.
Investor Amerika mengilustrasikan kondisi bear adalah kondisi harga saham sedang bergerak turun, sesuai dengan beruang yang menghujamkan cakarnya menukik ke bawah.
Contoh 4.4.
Seorang investor menerapkan strategi bear call spread dengan membeli opsi CH = 1$ pada harga kontrak KH = 50 dan menjual opsi
CL = 3 pada harga kontrak KL = 40. Hitung keuntungan investor ketika harga saham pada saat jatuh tempo ST = 40.
Jawab
Ketika harga saham pada saat jatuh tempo ST = 40, maka profit investor adalah
Profit = max(0,ST-KH)-max(0,ST-KL)+CL-CH
= max(0,40-50)-max(0,40-40)+3-1
= 0 – 0 + 3 -1
= $2.
Demikian juga ketika harga saham pada saat jatuh tempo ST = 35, keuntungan investor adalah
Profit = max(0,ST-KH)-max(0,ST-KL)+CL-CH
Dapat diambil kesimpulan di sini, keuntungan investasi menggunakan strategi ini adalah 2.
Sekarang kita lihat, ketika harga saham pada saat jatuh tempo ST = 55, keuntungan investasi adalah
Profit = max(0,ST-KH)-max(0,ST-KL)+CL-CH
= 5 –15 + 3-1 = -$8
Jadi dapat kita simpulkan di sini, ketika harga saham makin tinggi, kerugian dari strategi ini juga makin besar.
Tabel 4.3. Perbandingan Covered dan Bull Spread
ST Bear C-Low 30 2 3 40 2 3 42 0 1 45 -3 -2 50 -8 -7 52 -8 -9 60 -8 -17
Berikutnya akan kita perkenalkan dengan strategi perdagangan opsi yang melibatkan tiga macam transaksi.
Strategi ini dinamakan dengan butterfly spreads. Strategi ini melibatkan pembelian opsi pada harga kontrak rendah KL, dan juga pembelian opsi pada harga kontrak tinggi KH, serta menjual 2 opsi call pada harga kontrak medium KM. Investor dari strategi butterfly spread ini berharap harga saham akan tetap dekat
pada angka KM.
Keuntungan total dari strategi ini adalah
Profit = max(0,ST-KL)-2max(0,ST-KM)+max(0,ST-KH)-CL+2CM-CH
Contoh 4.5.
Seorang investor menerapkan stragegi butterfly sebagai berikut:
Membeli opsi call CL = 7$ dengan harga kontrak KL = 55
Membeli opsi call CH = 2$ dengan harga kontrak KH = 65 Menjual 2 opsi call CM = 4$ dengan harga kontrak KM = 60
Hitunglah keuntungan investor ketika harga saham pada waktu jatuh tempo ST = 60.
Jawab
Profit = max(0,ST-KL)-2max(0,ST-KM)+max(0,ST-KH)-CL+2CM-CH
= max(0,60-55)-2max(0,60-60)+max(0,60-65)-7+2x4-2 = 5 - 2 x 0 + 0 -7 +8 - 2
= 5-0+0-7+8-2 = 4.
Sekarang kita lihat, ketika harga saham pada saat jatuh tempo ST = 55, keuntungan investasi adalah
Profit = max(0,ST-KL)-2max(0,ST-KM)+max(0,ST-KH)-CL+2CM-CH = 10 – 2 x 5 + 0 - 7 +2 x 4 – 2
= -1
Tabel 4.4. Keuntungan Strategi Butterfly
CL 7 KL 55 CM 4 KM 60 CH 2 KH 65 ST CL 2CM CH Butterfly 45 0 0 0 -1 55 0 0 0 -1 57,5 2,5 0 0 1,5 60 5 0 0 4 62,5 7,5 5 0 1,5 65 10 10 0 -1 70 15 20 5 -1
Straddle
Strategi berikut yang akan kita bahas adalah
strategi Straddle. Strategi ini didesain dengan
membeli opsi call dan opsi put pada harga
kontrak dan waktu ekspirasi yang sama.
Keuntungan total adalah
Profit = max(0,ST-K)+max(0,K-ST)-C-P
Contoh 4.6.
Seorang investor opsi menerapkan strategi Straddle
dengan membeli opsi call pada harga C = 3$ dengan
harga kontrak K = 45, dia juga membeli opsi put
seharga P =2 dengan harga kontrak yang sama.
Hitunglah keuntungan opsi menggunakan strategi
straddle ketika harga opsi pada waktu jatuh tempo 35.
Ja
wabPada waktu jatuh tempo harga saham adalah S
T= 35,
maka diperoleh keuntungan
Profit = max(0,S
T-K)+max(0,K-S
T)-C-P
= max(0,35-45)+max(0,45-35)-3-2
= 0+10-3-2
Ketika harga saham pada waktu jatuh tempo lebih kecil
atau
S
T= 40, keuntungan strategi ini sama dengan 0.
Profit = max(0,ST-K)+max(0,K-ST)-C-P
= max(0,40-45)+max(0,45-40)-3-2 = 0+5-3-2
= 0.
Ketika harga saham pada saat jatuh tempo
S
T= 55,
keuntungan investor menjadi 5.
Profit = max(0,ST-K)+max(0,K-ST)-C-P
= max(0,55-45)+max(0,45-55)-3-2 = 10+0-3-2
Simulasi keuntungan strategi
Straddlesecara lengkap
dapat anda lihat pada tabel di bawah ini
Tabel 4.5. Perbandingan Call, Put dan Straddle
Dapat kita lihat dari tabel keuntungan di atas, strategi ini
akan memberikan keuntungan jika harga saham pada waktu jatuh tempo relatif kecil dibawah harga kontrak atau relatif tinggi di atas harga kontrak.
ST Call Put Straddle
35 0 10 5 37,5 0 7,5 2,5 40 0 5 0 42,5 0 2,5 -2,5 45 0 0 -5 47,5 2,5 0 -2,5 50 5 0 0 52,5 7,5 0 2,5 55 10 0 5
Strategi berikutnya yang akan kita perkenalkan adalah strategi strangle. Strategi ini agak mirip dengan strategi straddle, hanya saja strategi ini didesain dengan membeli opsi call dan juga membeli opsi put pada harga kontrak yang tidak sama.
Keuntungan totalnya adalah
Profit = max(0,ST-KC)+max(0,KP-ST)-C-P
Contoh 4.7.
Seorang investor opsi menerapkan strategi strangle dengan membeli opsi call seharga C = 1.5$ dengan harga kontrak
KC = 42 dan dia juga membeli opsi put seharga P =2 dengan harga kontrak KP = 45. Hitunglah keuntungan opsi dengan strategi strangle ketika harga
saham pada saat jatuh tempo ST=40.
Jawab
Keuntungan investor pada saat jatuh tempo adalah
Profit = max(0,ST-KC)+max(0,KP-ST)-C-P
= max(0,40-42)+max(0,45-40)-1,5-2 = 0+5 –1.5 – 2
= $1.5
Bagaimana jika harga saham pada saat jatuh tempo ST= 35, ST=50?
Keuntungan investor pada saat jatuh tempo ST= 35 adalah
Profit = max(0,ST-KC)+max(0,KP-ST)-C-P
= 0+10 –1.5-2 = $6.5
Keuntungan investor pada saat jatuh tempo ST=50 adalah
Profit = max(0,ST-KC)+max(0,KP-ST)-C-P
Strategi berikutnya yang akan kita perkenalkan adalah strategi collar. Strategi ini dijalankan dengan membeli saham underlying, menjual opsi call pada harga kontrak yang relatif tinggi, dan
membeli opsi put pada harga kontrak yang lebih rendah. Keuntungan totalnya adalah
Profit = ST-S0 - max(0,ST-KCall) + max(0,KPut-ST) Contoh 4.7.
Seorang investor opsi menerapkan strategi collar dengan membeli saham seharga $40.5, menjual opsi call pada harga
kontrak Kcall = $50 seharga $9,8 . Membeli opsi put pada harga kontrak Kput = $40 seharga $9,5.
Hitunglah keuntungan opsi dengan strategi collar ketika harga saham pada saat jatuh tempo $20.
Jawab
Modal awal yang diperlukan adalah 40,2. Pada saat jatuh tempo modalnya menjadi 20 – 0 + (40-20) = 40. Keuntungan investor pada saat jatuh tempo adalah
Profit = ST-S0 - max(0,ST-KCall) + max(0,KPut-ST) + C-P