• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ill. METODE PENELlTlAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ill. METODE PENELlTlAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Ill. METODE PENELlTlAN Pendekatan Penelitian

Masalah dan tujuan penelitian ini akan dijawab dengan pendekatan kualitatif, suatu alternatif pendekatan yang cocok untuk memahami sebuah fenomena secara spesifik dan mendalam (Lincoln dan Denzin, 1994; Miles dan Huberman, 1992).

Penentuan Lokasi Penelitian

IPB dan Pemerintah Daerah menetapkan ada 14 desa atau kelurahan yang termasuk dalam kategori Wilayah Lingkar Kampus (WLK). Ke 14 desalkelurahan tersebut secara administratif berada di dalam dua kabupaten dan tiga kecamatan. Tiga kelurahan, yaitu Marga Jaya, Balumbang Jaya dan Situ Gede berada di Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Sisanya berada di wilayah Kabupaten Bogor, yaitu desa-desa Ciherang, Babakan, Cikarawang, Dramaga, Neglasari, Sinarsari, dan Petir yang merupakan bagian dari Kecamatan Dramaga dan desa-desa Cibanteng, Benteng, Cihideung Udik, dan Cihideung llir Kecamatan Ciampea.

Desalkelurahan tersebut dapat dibagi ke dalam tiga lapis, yaitu (1) wilayah primer adalah desalkelurahan yang secara administratif bersinggungan atau berbatasan langsung dengan Kampus IPB; (2) Wilayah sekunder, yaitu desa kelurahan yang tidak bersinggungan langsung dengan Kampus IPB, tetapi penduduknya berinteraksi secara intensif dengan kalangan sivitas akademika IPB, dan; (3) wilayah tersier adalah desalkelurahan yang penduduknya tidak berinteraksi secara intensif dengan kalangan sivitas akademika, tetapi potensial berkembang di bawah pengaruh Kampus IPB Darmaga.

Diantara kategori desalkelurahan WLK di atas, pilihan kasus jatuh pada Desa Babakan, Kecamatan Darmaga, Kabupaten Bogor. Babakan dipilih secara

(2)

sengaja

(purposive)

berdasarkan dua pertimbangan pokok.

Pertama

desa ini tergolong desa WLK primer, yaitu desa yang paling dekat dengan Kampus IPB

Darrnaga.

Kedua,

berkaitan dengan itu pula maka Desa Babakan merupakan

desa paling padat diantara desalkelurahan WLK.

Dua gambar di bawah ini memperlihatkan tingkat kepadatan penduduk Desa Babakan dan desa/kelurahan WLK lainnya. Jikalau luas Kampus IPB dikeluarkan dari wilayah Desa Babakan, maka akan tampak bahwa Desa Babakan merupakan desa paling padat penduduknya di WLK. Hal itu terjadi karena luas Kampus IPB sendiri mencakup 270 hektar atau 80.1 persen dari luas Desa Babakan.

Dengan demikian, masyarakat Desa Babakan diperkirakan merupakan penerima dampak terbesar dari kehadiran IPB di WLK. Meskipun penelitian ini

ibprd&nhn$~doI Dtr1bb&n(nDnt4hlur&nWW L m y l T ~ a n 8 + i l n n n u k ~ ~

tidak bermaksud melakukan inferensi terhadap semua desalkelurahan WLK,

~ P t ~ b s r ~ n d n b ~ ~

m X W ~ l ~ l o M ( l m p t I W @ ~ P @

1

namun pemahaman atas kasus Desa Babakan diharapkan dapat digunakan untuk menduga beberapa aspek yang berkaitan dengan desa-kelurahan WLK

1W o m 9l 00- 80 lam UP* 70 OahiGsds Z m O B r n onew $ 9 omw 5 4 O Q W - 3 0 o a ~ u d k 20 ounwrc QUaWga 10 OBWsgC oamsg lainnya. 110 8 OCihwglh 19 I

(3)

Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data

Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan memakai teknik-teknik yang lazim digunakan dalam penelitian kualitatif, yaitu :

a. Wawancara mendalam (indepth intewiew) dengan informan kunci dan para pelaku (subjek) merujuk pada daftar pertanyaan yang disediakan. Wawancara mendalam dipilih untuk mengetahui berbagai aspek mengenai pengalaman dan pengetahuan subjek tentang strategi adaptasi yang mereka jalankan dalam berbagai konteks.

b. Pengamatan partisipan, yakni pengumpulan data yang mengandalkan pengamatan dan penilaian subjek terhadap berbagai fenomena yang terjadi di sekitarnya.

c. Penelusuran Riwayat Hidup, yakni menggali informasi mengenai fenomena dari sejarah pengalaman subjek, sehingga diperoleh gambaran yang mendalam mengenai sebab-sebab dan akibat-akibat yang muncul dari pilihan strategi yang dijalankan subjek dalam kurun waktu tertentu. Lewat teknik ini fenomena yang muncul secara menonjol belakangan dapat dicari akar-akar penyebabnya. Dari penulusuran riwayat hidup ini dapat ditetapkan kriteria penduduk yang tergolong berhasil dan tidak berhasil.

d. Pengamatan (observation), yaitu upaya memahami proses-proses dan tindakan sosial (sikap dan perilaku) para subjek secara langsung dalam hubungannya dengan kehadiran IPB.

e. Angket, yaitu sejumlah pertanyaan tertutup yang ditulis dan disebarkan kepada subjek untuk diisi secara sukarela oleh yang bersangkutan tanpa

(4)

memerlukan validasi lebih jauh dari peneliti. Teknik ini khusus dipakai untuk mengetahui gambaran mengenai anggaran belanja mahasiswa perseorangan untuk semua strata pendidikan, yang dalam ha1 ini dipandang merupakan penggerak pokok dinamika masyarakat lingkar kampus. Jumlah angket yang disebar adalah sebanyak 21 eksamplar, dan seluruh angket kembali.

Selain itu pengumpulan data sekunder juga dilakukan, yaitu data-data yang tersedia di lingkungan pemerintahan desa, perpustakaan IPB, organisasi masyarakat warga dan sumber-sumber lain yang dianggap relevan. Data sekunder yang dikumpulkan meliputi keadaan umum komunitas desa seperti letak dan pembagian wilayah, luas wilayah, jenis tata guna tanah, jumlah dan mata pencaharian, serta pendidikan penduduk.

lnforman terdiri dari penduduk asli dan pendatang yang bertempat tinggal di Desa Babakan, yang berhasil atau pun yang gaga1 dalam berusaha dan bekerja di lingkar kampus. Dari hasil orientasi lapangan, telah diperoleh daftar nama penduduk pribumi yang akan dimintai pengalaman dan pendapatnya mengenai topik penelitian ini.

1. Tokoh usaha persewaan rumah, yaitu Haji Dadi dan Haji Uking 2. Tokoh pedagang klontong, yaitu Haji Ali.

3. Tokoh pengusaha rumah makan, yaitu pemilik Rumah Makan Yunani dan Rumah Makan Askil

4. Tokoh pengusaha dan sopir angkutan kota, yaitu Angkot Gaharu 5. Pengusaha dan sopir angkutan ojek

6. Pedagang kaki lima

lnforman pendatang meliputi: 1. Pengusaha persewaan rumah,

(5)

2. Pengusahalpedagang minimarket dan grosiran, seperti pemilik Toko Al Amin Group dan Citra Usaha

3. Bidang Usaha Rumah Makan, seperti rumah makan Padang dan Warteg Penduduk pribumi yang tidak berhasil (peran sosial menurun):

a. Penduduk yang tersingkir

b. Penduduk lapisan bawah

Di samping itu, terdapat informan-informan kunci, seperti tokoh masyarakat baik formal maupun informal, pelaku sejarah, yang memiliki

Data Metode Pengumpulan Data Data Sekunder Penelusuran Dokumen, Riwayat Hidup, Pengamatan Wawancara mendalam Tebar Angket Pengamatan Pengumpulan Data Sekunder Wawancara mendalam Penelusuran Riwayat Hidup Pengamatan Penelusuran Riwayat Hidup Wawancara mendalam Pengarnatan Tabel 1. Tujuan Tujuan Penelitian Pengenalan Konteks 'settingn subjek penelitian Mengenali peran- peran yang terbuka bagi masyarakat lingkar kampus sebagai akibat kehadiran IPB di Darmaga. Mengetahui strategi adaptasi komunitas lokal menanggapi

,

persaingan sosial ekonomi yang I terbuka. Mengetahui dampak strategi- strategi tersebut terhadap posisi

'

pribumi dalarn

1

struktur komunitas

1

(strata I sosiallstratifikasi).

pengetahuan dan wawasan mengenai dinamika masyarakat lingkar kampus juga

Penelitian, Data dan Metode Pengumpulan

Data Yang Dikumpulkan

Orientasi Wilayah Penelitian (fisikgeografis, aksesibilitas, demografi, dan lain-lain) Sejarah Pembentukan

Usaha dan pekerjaan apa yang terbuka? Dimana dan kapan?

Bagaimana usaha dan peke jaan diperoleh dan dilakukan?

Siapa melakukan usaha dan pekejaan apa? Bagaimana nilai sosial usaha dan peke rjaan bagi siapa?

Siapa yang rnemperlancar dan menghambat perolehan peran-peran?

Mengapa dan bagaimana prilaku pribumi dan pendatang dalam :

Bekerja dan berusaha (produksi)? Berkonsumsi?

Membagi manfaat usaha dan pekerjaan?

Menyelenggarakan acara2 seremoni daur kehidupan?

Melakukan penerusan nilai-nilai budaya?

Siapa yang rnenguasai kekayaan apa dalam komunitas dan bagaimana mereka rnernperoleh kekayaan tersebut?

Siapa yang berpenga~h atau panutan dalam

kornunitas dan bagaimana rnereka bisa mencapai derajat tersebut?

Bagaimana struktur pendidikan komunitas lokal dan bagairnana ha1 bisa te jadi?

(6)

1. Kepala Desa dan aparat desa (Ketua RWIRT)

2. Ketua Paguyuban

3. Tokoh Agama

4. Tokoh Masyarakat 5. Tokoh Pemuda

Metode Analisis Data

Data dan informasi dianalisis secara berjalan selama proses penelitian di lapangan (Miles dan, Huberman, 1992). Analisis dilakukan dengan memadukan teknik-teknik triangulasi dan uji silang (cross-check) untuk memastikan bahwa penjelasan mengenai sebuah fenomena telah jenuh.

Unit analisis penelitian ini adalah komunitas, yaitu sebuah kesatuan sosial yang terorganisasir secara teritorial, dimana anggota-anggotanya berinteraksi secara teratur dan masing-masing memiliki kesadaran sebagai bagian darinya. Ini berarti bahwa komunitas tidak dilihat sebagai penjumlahan penduduk, melainkan adalah kesatuan sosial yang anggota-anggotanya berhubungan dan berinteraksi menurut norma-norma dan tata kelakuan tertentu, seperti tercermin dari kelembagaan-kelembagaan yang bekerja di dalam komunitas (keluarga, ketetanggaan, kekerabatan, tinggal dekat, profesi, dan lain-lain).

Waktu Penelitian

Penelitian berlangsung dalam dua tahap, yaitu : tahap pengenalan umum

selama satu setengah bulan, antara tanggal 20 April sampai tanggal 5 Juni 2004. Tahap kedua, berupa empirisasi kerangka teoritis, berlangsung selama satu bulan, yaitu bulan Februari 2005.

Referensi

Dokumen terkait

Batasan wilayah administratif dari Kota Malang adalah di sebelah utara berbatasan dengan kecamatan singosari dan kecamatan karang ploso Kabupaten Malang sebelah

Thomas (1979) melihat efektivitas pendidikan dalam kaitannya dengan produktivitas berdasarkan tiga dimensi: (1) Fungsi produksi secara administratif, fungsi ini meninjau

Secara geografis Kecamatan Natar merupakan salah satu bagian dari wilayah Kabupaten Lampung Selatan yang berbatasan langsung dengan ibu kota Provinsi Lampung yaitu

Secara Secara administratif Kabupaten Ngada dibagi menjadi 12 kecamatan dengan jumlah desa/kelurahan 151 yang terdiri dari 135 desa dan 16 wilayah kelurahan, dengan

 Sebelah Timur : berbatasan dengan Kota Banjar dan Provinsi Jawa Tengah  Sebelah Barat : berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya Secara

Secara umum penanggulangan bencana dibagi menjadi tiga fase/tahapan, yaitu: 1) prabencana, adalah kondisi keadaan suatu wilayah yang oleh otoritas lembaga pemerintah

Secara administratif Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dibagi dalam lima wilayah terdiri dari empat kabupaten dan satu kota dengan 78 kecamatan dan 438

Dalam penelitian ini data primer dan data sekunder yang digunakan adalah sebagai berikut: 1 Data primer Merupakan data yang didapat peneliti secara langsung dari lahan tempat