• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan Grouting Pada Bendungan Bajulmati, Banyuangi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pelaksanaan Grouting Pada Bendungan Bajulmati, Banyuangi"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

24 24 4.1. Umum

4.1. Umum

Bendungan Bajulmati dibangun diatas kondisi geologi tanah berporus sehingga Bendungan Bajulmati dibangun diatas kondisi geologi tanah berporus sehingga menyebabkan rembesan menjadi tinggi. Hal ini tentunya tidak baik bagi bendungan yang menyebabkan rembesan menjadi tinggi. Hal ini tentunya tidak baik bagi bendungan yang akan dibangun karena selain menyebabkan tampungan tidak efektif juga dapat akan dibangun karena selain menyebabkan tampungan tidak efektif juga dapat membahayakan bendungan karena menimbulkan gaya

membahayakan bendungan karena menimbulkan gaya uplift uplift  yang tinggi. Untuk yang tinggi. Untuk  mengatasi hal tersebut hal utama yang harus dilakukan adalah memperpanjang garis mengatasi hal tersebut hal utama yang harus dilakukan adalah memperpanjang garis rembesan.

rembesan.

Beberapa bangunan yang akan dilakukan penyesuaian desain, selanjutnya akan didesain Beberapa bangunan yang akan dilakukan penyesuaian desain, selanjutnya akan didesain ulang keamanannya sesuai dengan kriteria desain yang ditentukan agar hasil penyesuaian ulang keamanannya sesuai dengan kriteria desain yang ditentukan agar hasil penyesuaian desain tersebut cukup aman untuk dilaksanakan konstruksinya. Desain ulang perbaikan desain tersebut cukup aman untuk dilaksanakan konstruksinya. Desain ulang perbaikan tubuh bendungan dan daerah genangan yang akan dilakukan pada Bendungan Bajulmati tubuh bendungan dan daerah genangan yang akan dilakukan pada Bendungan Bajulmati meliputi tinjauan kondisi geologi pondasi bendungan, alternatif perbaikan pondasi, meliputi tinjauan kondisi geologi pondasi bendungan, alternatif perbaikan pondasi, stabilitas bendungan utama, permasalahan rembesan yang terjadi, permasalahan stabilitas bendungan utama, permasalahan rembesan yang terjadi, permasalahan  settlement 

 settlement  pada pondasi dan tubuh  pada pondasi dan tubuh bendungan.bendungan.

Untuk perbaikan pondasi pada tubuh bendungan khususnya pada daerah

Untuk perbaikan pondasi pada tubuh bendungan khususnya pada daerah riverbed,riverbed, kondisi geologi pondasi tubuh bendungan tersebut terdiri pada batuan aluvial

kondisi geologi pondasi tubuh bendungan tersebut terdiri pada batuan aluvial yang terdiriyang terdiri dari

dari talus deposit, terrace deposit, river deposit, sandy claytalus deposit, terrace deposit, river deposit, sandy clay dandan old river deposit old river deposit  sertaserta  batuan

 batuan dasar dasar berupaberupa lapilli tuff, tuffacius sand, gravelly sand dan pumice tuff lapilli tuff, tuffacius sand, gravelly sand dan pumice tuff  dimanadimana sebagian lapisan batuan tersebut dapat diperbaiki pondasinya dengan cara

sebagian lapisan batuan tersebut dapat diperbaiki pondasinya dengan cara  grouting  grouting . Dan. Dan  juga dengan meninjau

 juga dengan meninjau dari segi dari segi waktu untuk pelawaktu untuk pelaksanaan, biaya konstruksi ksanaan, biaya konstruksi dan terutamadan terutama tingkat keberhasilan pelaksanaan perbaikan pondasinya dipandang perlu adanya tingkat keberhasilan pelaksanaan perbaikan pondasinya dipandang perlu adanya  perubahan

 perubahan desain desain terhadap terhadap perbaikan perbaikan pondasi pondasi dengan dengan menggunakan menggunakan metodemetode  grouting  grouting  tube a manchette.

tube a manchette.

4.2.

4.2.Grouting Grouting MetodeMetode TuTu be be a Ma M ancheanchette tte  Pada praktik penggunaan

Pada praktik penggunaan  grouting  grouting  di bendungan bajulmati kondisi geologi setempatdi bendungan bajulmati kondisi geologi setempat adalah

adalah Old River Deposit.Old River Deposit. Grouting tube a manchetteGrouting tube a manchette merupakan sebuah metode injeksimerupakan sebuah metode injeksi semen dengan menggunakan pipa

semen dengan menggunakan pipa manchettemanchette. Pada metode ini menggunakan. Pada metode ini menggunakan doubledouble  packer 

(2)

4.2.1. Bl anket Grouti ng 

 Blanket grouting  merupakan  grouting  selimut yang posisinya berada pada daerah terluar. Grouting  jenis ini ditujukan untuk menggiring air dari samping menuju tengah sehingga injeksi semen yang dilakukan tidak akan menyebar ke luar daerah rencana. Kedalaman blanket grouting pada Bendungan Bajulmati adalah 5 m.

Gambar 4.1. Bl anket Grouti ng pada River B ed Mai n D am Bajulmati 

4.2.2. Sub-Curtain Groutin g 

Sub-curtain grouting  merupakan  grouting  di antara curtain dan blanket. Fungsi dari sub-curtain grouting adalah membuat jalur rembesan, sehingga ketika curtain  grouting  dilaksanakan net cement  tidak akan menyebar kedaerah yang tidak 

diinginkan. Pada Bendungan Bajulmati  sub-curtain terdiri atas 4 baris (2 baris  bagian hulu dan 2 baris bagian hilir dengan jarak lubang masing-masing 1,0 m dan

dengan kedalaman 15 m).

Gambar 4.2. Sub-Curtain Groutin g pada River B ed M ain D am Bajulmati 

Blanket Grouting

Blanket Grouting

(3)

4.2.3. Curtain Grouting 

Curtain grouting  merupakan  grouting  inti yang letaknya ditengah as bendungan, kedalaman curtain grouting adalah 40 m dan terdiri atas 2 baris dengan jarak antar  lubang sebesar 1,0 m.

Gambar 4.3. Curtain Grouting pada River B ed Mai n D am Bajulmati 

4.2.4. Spli t Spacin g M ethod 

Gambar 4.4. Spli t Spaci ng M ethod 

Metode split spacing merupakan sebuah metode pelaksanaan grouting dengan pola Primer (P)

 – 

Primer (P)

 – 

Sekunder (S)

 – 

Sekunder (S)

 – 

Tersier (T)

 – 

Tersier (T) didalam satu baris. Pola ini ditujukan agar  grouting  yang dilakukan pada sebuah lubang tidak mengganggu  grouting   pada lubang yang lainnya. Idealnya jarak  antara primer ke primer lebih dari 3 meter.

4.3. Grout Mi x 

Grouting dibuat dari campuran semen dan air ditambah campuran

 – 

campuran lain yang sesuai dengan daerah lokasi grouting. Dalam halnya pencampuran semen dan air pada grouting adalah salah satu hal penting dalam pelaksanaan grouting karena akan secara langsung mempengaruhi jumlah semen grouting yang akan masuk kedalam t anah. Dalam  pelaksanaannya di Bendungan Bajulmati, setiap proporsi campuran (dengan  perbandingan semen masing) diinjeksikan sesuai dengan porsinya masing-masing, namun jika masih di suatu stage masih tersisa campurannya, maka akan dilanjutkan penginjeksiannya di stage berikutnya (walaupun proporsinya seharusnya

ZonaCurtain Grouting

P T S T P

(4)

sudah berbeda). Adapun material dan komposisi campuran grouting mempunyai ketentuannya sendiri.

4.3.1. Material Grouting Komposisi Campuran

Air yang dicampur untuk  grouting  harus bersih dan bebas dari kandungan asam minyak, alkali, garam zat organik atau zat-zat lain yang mengganggu, dalam halnya di Bendungan Bajulmati, air dapat digunakan dari air hujan yang terkumpul maupun air tanah yang dipompa keluar.

Semua semen yang dipakai untuk  grouting  harus berkualitas sama dengan semen  portland  (sesuai dengan ketentuan SNI atau ASTM). Semen tidak terdiri dari  partikel yang lebih besar daripada 80 mikron. Semen yang ditambahkan pada  grouting  harus bersih dan terdiri dari partikel batuan yang awet, bebas dari lempung dan zat lain yang merugikan. Adapun campuran semen dan air yang dipakai pada campuran grouting Bendungan Bajulmati adalah sebagai berikut :

Tabel 4.1. Tabel Campuran Grouing

C : W Cement (kg) Water (ltr) Volume

Mix (ltr)

1 : 5 20 100 106.4

1 : 3 40 120 132.7

1 : 2 40 80 92.7

1 : 1 40 40 52.7

Sumber : Tim Konsultan Indra Kar ya untuk Proyek Bendungan Bajulmati, 2012 Perubahan campuran grouting mengikuti aturan sebagai berikut :

(5)

Tabel 4.2. Tabel Aturan Campuran Grouting 

Sumber : Tim Konsultan Indra Karya untuk Proyek Bendungan Bajulmati, 2012 Tahap awal apabila tidak terjadi kenaikan tekanan grouting dan volume campuran telah mencapai 200 liter maka dilakukan pengentalan campuran dengan merubah campuran berikutnya hingga mencapai tekanan maksimum sesuai injection rerata campuran tersebut.

Apabila tekanan maksimum telah dicapai per stepnya, dan grouting injection rate mencapai 0,2 ltr/menit maka dijenuhkan hingga 20 menit sirkulasi dan grouting dinyatakan selesai per stepnya.

4.4. Tata Cara Pelaksanaan Grouting  4.4.1. Drilling 

 Drilling  atau pengeboran berfungsi untuk membuat lubang yang akan digunakan saat  grouting. Kedalaman pemboran ini bervariasi sesuai dengan jenis  grouting  yang akan dilakukan, misalnya untuk  blanket grouting pemboran dilakukan sampai kedalaman 5 meter, untuk  sub-curtain  pemboran dilaksanakan sampai kedalaman 15 meter, dan sampai kedalaman 40 meter pada curtain grouting. Untuk  grouting  yang dilaksanakan pada Bendungan Bajulmati, pemboran menggunakan pipa galvanis dengan diameter 73 mm.

Proporsi Jumlah Injeksi Volume/step Batch/step Perubahan

Campuran (l/20 mnt/m) (l/20 min) (batch/20 min) Campuran

1 / 5 60 200 1 1 /3

1 / 3 60 200 1 1 /2

1 / 2 50 200 1 1 /1

III II

Catatan 1 batch = volume 200 ltr. I

(6)

Gambar 4.5. Proses Dril ling / Pengeboran 4.4.2. Water Pr essur e Test (WPT)

Water Pressure Test (WPT) adalah pengujian air yang digunakan untuk  menentukan angka Lugeon dari lubang yang akan digrouting, sehingga dapat ditentukan pola campuran yang lebih tepat di dalam pelaksanaan grouting. Pelaksanaan WPT yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah WPT dengan sistem single pressure, yaitu pengujian dengan memakai satu tekanan yang konstan untuk setiap stage ( setiap 5 meter).

(7)

Pelaksanaan WPT yang dimaksud dalam pembahasan ini menggunakan sistem  single pressure. Dalam pelaksanaannya, besar aliran air untuk setiap stage (setiap 5 meter) dalam lubang yang diuji / yang telah dibor harus diukur dengan sebuah tekanan yang konstan dalam sebuah periode yang tidak kurang dari 10 menit. Agar  tekanan pengujian yang dilakukan dapat efektif, maka tekanan uji tersebut dimulai ketika tekanan airnya telah stabil.

 Nilai aliran air yang diinjeksikan harus dibaca dan dicatat pada interval waktu 1(satu) menit. Pengujian ini dilakukan untuk menghitung permeabilitas dalam unit Lugeon, yang didefinisikan sebagai sebuah aliran air 1 (satu) liter per menit tiap 1(satu) meter stage dari sebuah lubang yang diuji dengan sebuah tekanan yang konstan dan harus dijaga dalam periode 10 menit. Misalkan pada stage 1 (kedalaman 0 m-5 m) dilakukan pengujian dengan tekanan konstan 1 Kg/cm2 dalam periode 10 menit, maka dilakukan pencatatan setiap 1 menit.

Adapun dalam pelaksanaan pencatatan Water Pressure Test (WPT) di Bendungan Bajulmati harus tertera kriteria-kriteria berikut ini ( form untuk kegiatan harian Water Pressure Test ditunjukkan seperti pada lampiran):

• Time

• Period (min)

• Elapsed Time(min) • Water Pressure (kPa)

• Reading of Flow Meter (litre)

  From (litre)

 To (litre)

 Water take(litre)

• Total Water Take (litre) • Injected Rate (Q=litre/min) • Lugeon Value (Lu)

(8)

Tabel 4.3. Pressure yang digunakan dalam pelaksanaan WPT

Stage Depth (m) Pressure ( Kg/cm )

I 0-5 1 II 5-10 2 III 10-15 3 IV 15-20 4 V 20-25 5 VI 25-30 6 VII 30-35 7 VIII 35-40 8

Sumber : Tim Konsultan Indra Karya untuk Proyek Bendungan Bajulmati, 2012

Gambar 4.7. Pelaksanaan Water Pressure Test

4.4.4. Grouting 

Setelah pemboran dan water pressure test  dilakukan maka proses  grouting  dapat kita mulai. Untuk TAM  grouting  yang ada di Bendungan Bajulmati  pelaksanaannya diawali dengan pemasangan pipa manchette (tube a manchette) ø 1,50 inchi yang terbuat dari pipa air (PVC). Pipa manchette setiap interval 33 cm dilengkapi lubang perforasi 4 buah dengan posisi bersebrangan dengan jarak 5 cm. Lubang tersebut sementara ditutup dengan vynil tape (lakban).

(9)

Gambar 4.8. Pemasangan Pipa Manchette 

Setelah pemasangan pipa manchette selesai langkah selanjutnya adalah  pelaksanaan  pre-grouting. Neat cement  yang digunakan pada saat  pre-grouting 

adalah net cement  kental, W/C = 1:1 sampai jenuh dan ditunggu hingga kurang lebih 4 jam. Selama proses pre-grouting, casing luar ø 85 mm dicabut.

Gambar 4.9. Proses Pre-Grout yang Telah Selesai dan Menunggu

Untuk mengawali proses  grouting  langkah awal yang harus dilaksanakan adalah  pemasangan  packer . Untuk TAM  grouting  menggunakan double packer  dengan

(10)

interval 0,50 m. Fungsi  packer  ini adalah untuk menyumbat cela-cela pada pipa sehingga ketika semen disuntikan tidak akan terjadi kebocoran. Untuk  mengembangkan  packer  tersebut sehingga dapat menutup rapat permukaan pipa digunakan air compressor.

Gambar 4.10. Proses Pengembangan Packer dengan Menggunakan Ai r Compr essor  Kemudian langkah selanjutnya adalah pemecahan lubang peforasi dengan tekanan 5 kg/cm2 atau sesuai kemampuan peforasi pecah. Setelah lubang  peforasi pecah dilanjutkan dengan melakukan  grouting   penetrasi menggunakan bahan Portland Cement dengan campuran awal 1:10 hingga 1:1 dan tekanan  grouting  diatur sesuai dengan variasi 1 kg/cm2

 – 

10 kg/cm2 per  step.

(11)

Tabel 4.4. Hubungan Kedalaman dan TekananGrouting 

Stage Depth (m) Pressure (kg/cm )

I 0-5 1,0 II 5-10 2,0 III 10-15 3,0 IV 15-20 4,0 V 20-25 5,0 VI 25-30 6,0 VII 30-35 7,0 VIII 35-40 8,0 IX 40-45 9,0 X 45-50 10,0

Sumber : Tim Konsultan Indra Kar ya untuk Proyek Bendungan Bajulmati, 2012 4.4.5. Check H ole 

Lubang check hole digunakan untuk mengecek keberhasilan  grouting  yang telah dilaksanakan. Prinsip check hole tidak jauh berbeda dengan water pressure test  hanya saja check hole ini memiliki pola tertentu yang berbentuk segitiga.

Gambar 4.11. Pola Check H ole  4.5. Peralatan

Semua peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan  grouting  dalam memperbaiki  pondasi Bendungan Bajulmati harus adalah peralatan yang sesuai dengan yang diajukan oleh Kontraktor pemenang tender  yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kriteria daerah setempat. Dalam pelaksanaan pengerjaannya, peralatan untuk melaksanakan TAM grouting dibagi menjadi 3, yaitu peralatan drilling, WPT, dan grouting itu sendiri.

Curtain Grouting

(12)

4.5.1. Peralatan Drilling 

Dalam pelaksanaan konsolidasi  grouting  lubang bor harus dibor berdasarkan instrumentasi peralatan pemboran atau dipakai alat pemboran dengan standar  rotary untuk mencapai kedalaman maksimum 40 m. Dimana dalam  pelaksanaannya di Bendungan Bajulmati, lubang tidak boleh berdiameter kurang dari 45 mm. Instrumentasi pemboran dilengkapi dengan kisi-kisi air atau peralatan lain untuk kelanjutan pembilasan lubang. Penyimpangan dari panjang yang dibor   biasanya terjadi, namun dalam ketetapannya tidak boleh lebih dari 3%. Dalam setiap selesai pengeboran, dilakukan pengambilan contoh, namun jika tidak  dibuthkan, pengambilan contoh tanah tidak dilakukan. Untuk uji lobang pada core drilling harus dipakai alat pengebor yang mampu mengebor sampai kedalaman 50 m.

Adapun peralatan drilling  yang digunakan pada  grouting  Bendungan Bajulmati meliputi :

1. Pipa Galvanish (pipa alumunium) 2. Stang Bor (drilling rod )

3. Tabung penginti (core tube) 4. Mata bor / bit

5. Tripod

6. Katrol (kawat baja) 7. Mesin Bor 

4.5.2. Peralatan Water Pr essur e Test (WPT)  1.  Packer 

Digunakan untuk menutup lubang bor agar tidak bocor pada waktu pengujian tekanan air. Packer yang digunakan dalam kegiatan WPT ini adalah jenis air   packer.

(13)

Gambar 4.12 Packer

2.  Pressure Gauge

Pressure gauge digunakan untuk mengatur tekanan air. Pressure gauge yang dibutuhkan harus dapat menunjukkan tekanan sampai maksimum 20 kg/cm2.

(14)

3.  Flow meter 

Watermeter  digunakan untuk mengukur debit air. Watermeter harus mampu menahan tekanan air hingga 20 kg/cm2 dengan penyaluran air paling sedikit 6 liter/detik.

Gambar 4.14 Flow meter

4. Water pump

Pompa tekan / Water pump digunakan untuk memompa air yang digunakan dalam pelaksanaan WPT. Pompa ini harus mampu melaksanakan tekanan hingga 20 kg/cm2 sesuai dengan yang diperlukan dan mampu memompa air   paling sedikit 300 liter/menit.

(15)

4.5.3. Peralatan Grouting 

Bangunan fasilitas penghasil  grouting  mampu untuk menyediakan, mencampur, menggerakkan dan memompa material sesuai dengan petunjuk pengerjaan. Bangunan fasilitas penghasil material grouting terdiri atas peralatan berikut :

1. Pompa  grouting   berjenis piston reciprocating  dengan kapasitas minimal 60 l/menit pada 3.000 kPa (kira-kira 30 kg/cm2) dengan tekanan maksimal.

Gambar 4.16Grout Pump  2. Pipa Manchette ( Manchette Tube)

Untuk pemasangan air packer  pada Bendungan Bajulmati diperlukan  pemasang sekaligus sebagai pipa injeksi dimana dibutuhkan pipa injeksi dengan diameter 33 mm dan memiliki lubang peforasi 4 buah yang saling  berhadapan dengan jarak 5 cm.

(16)

3. Pencampur yang dioperasikan secara mekanis untuk mencampur material  grouting. Pencampur dilengkapi dengan drum ganda, yang mana masing-masing drum kapasitasnya tak kurang dari 200 liter, dari jenis colloidal kecepatan tinggi dengan kecepatan putaran 1.000 sampai 1.500 rpm.

Gambar 4.18 Alat Pencampur Grout M ix 

4. Pengukur air, pengukur tekanan termasuk pengukur protector, tekanan selang air, pipa, alat dan perkakas lainnya yang diperlukan untuk penyediaan  grouting dan kontrol tekanan dengan akurat. Pengukur tekanan dengan skala  pencatat 2.000 kPa dengan ketelitian 50 kPa.

(17)

Gambar 4.19. Alat Pengukur Volume Grout Mi x 

(18)

5.  Packer Assembly

Dalam mempersiapkan bagian lubang bor yang akan dites air atau di grout  perlu alat penyekat ( packer ) sehingga dapat ditetapkan posisi test atau posisi  grouting yang direncanakan. Di Bendungan Bajulmati, packer yang digunakan adalah  Air Packer .  Air packer  perlu dikembungkan rubber tube dengan  pemompaan isian gas inert nitrogen dari air compressor . Packer ini sesuai dengan tekanan rendah pada batuan tanah lunak yang cenderung urug (seperti  pada tanah di Bendungan Bajulmati).

Gambar 4.19. Packer yang Telah Terpasang

6.  Header 

Guna memantapkan posisi  packer  perlu diset dengan clamp dipermukaan (head assembly). Pemasangan sistem suplai dan return menuju  grout length dan  grout pump perlu juga dilengkapi dengan pemasangan klep buka tutup (check valve) maupun klep pengatur (return cock ).

(19)

Gambar 4.21. H eader 

Referensi

Dokumen terkait

Gambar hasil pemodelan bendungan dengan mengubah kelandaian lereng cofferdam saat elevasi air tampungan tinggi .... bangunan cofferdam saat saat terjadi

Untuk cara koefisien gempa termodifikasi diambil periode ulang 100 thn, dengan syarat tanpa adanya kerusakan yang serius pada tubuh bendungan.. Untuk cara dinamik diambil

Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan dengan menggunakan metode magnetik didapatkan hasil litologi bawah permukaan dari Bendungan Bajulmati terdiri

Pada pekerjaan perbaikan pondasi dengan metode Grouting di proyek pembangunan bendungan Beringin Sila paket II dapat dikatakan efektiv, tetapi alangkah baiknya

Untuk cara koefisien gempa termodifikasi diambil periode ulang 100 thn, dengan syarat tanpa adanya kerusakan yang serius pada tubuh bendungan.. Untuk cara dinamik diambil

Untuk cara koefisien gempa termodifikasi diambil periode ulang 100 thn, dengan syarat tanpa adanya kerusakan yang serius pada tubuh bendungan.. Untuk cara dinamik diambil

Hasil dari analisis yang telah dilakukan adalah debit rembesan di dalam tubuh bendungan untuk kondisi musim hujan (muka air maksimum) dihitung dengan SEEP/W sebesar 4,3777 × 10 -6

2/17/2020 21 Pemilihan lokasi bendungan  Pondasi yang mendukung  Total panjang puncak timbunan  Ketinggian dasar sungai pada as bendungan dari daerah genangan  Tersedia lokasi