• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

10 BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Komunikasi

2.1.1 Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah pengiriman pesan dari A ke B. Merupakan salah satu dari aktivitas manusia yang dikenali oleh semua orang namun sangat sedikit yang dapat mendefinisikannya secara memuaskan. Komunikasi memiliki variasi definisi yang tidak terhingga seperti, saling berbicara satu sama lain, televisi, penyebaran informasi, gaya rambut kita, dan kritik sastra. Teori Komunikasi dari Shannon dan Weaver (1949;Weaver, 1949b), diterima luas sebagai salah satu berkembangnya Ilmu Komunikasi, memandang komunikasi sebagai transmisi pesan. Pemikiran mereka berkembang selama Perang Dunia II di dalam BELL TELEPHONE LABORATORIES di Amerika Serikat, dan fokus utama mereka adalah mencari jalan bagaimana agar saluran-saluran komunikasi dapat digunakan seefisien mungkin.

Model dasar mereka tentang komunikasi menampilkan komunikasi sebagai proses linier yang sederhana. Sebelum membahas implikasi dab sebelum berupaya mengevaluasinya, dijelaskan pada model (Gambar 1). Model ini secara umum mudah dipahami pada pandangan pertama. Karakteristik sederhana dan searah sangat jelas terlihat.

(2)

11

(Gambar 2.1) Model Komunikasi Shannon dan Weaver

Shannon dan Weaver mengindentifikasikan tiga tingkatan permasalahan, yaitu ;

A. Tingkat A (Permasalahan Teknis) : Seberapa akurat sebuah simbol dapat mentransmisikan komunikasi ? B. Tingkat B (Permasalahan Semantik)

: Seberapa tepat simbol yang ditransmisikan menyampaikan makna yang diinginkan ? C. Tingkat C (Permasalahan Keefektifan)

: Seberapa efektif makna yang diterima

mempengaruhi perilaku seperti yang diinginkan ?

2.2 Komunikasi Massa

2.2.1 Pengertian Komunikasi Massa

Komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa yaitu cetak maupun elektronik. Komunikasi massa berasal dari pengembangan kata media of mass communication yaitu media komunikasi massa.

Sumber Pengirim ... Penerima Destinasi

(3)

12

Massa adalah kumpulan orang-orang yang hubungan antar sosialnya tidak jelas dan tidak mempunyai struktur tertentu. Menurut Gerbner (1967), seorang ahli komunikasi, “Mass communication is the technologically and institutionally based production and distribution of the most broadly shared continous flow of messages in industrial societies” (Jalaluddin, 2003 : 188).

Gerbner berpendapat bahwa komunikasi massa adalah suatu produksi dan distribusi pesan yang terus-menerus dalam masyarakat industri yang berlandaskan teknologi dan lembaga.

Dari pendapat ahli komunikasi tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa komunikasi massa adalah sebuah bentuk komunikasi yang disampaikan kepada masyarakat luas di berbagai wilayah.

2.2.2 Ciri-ciri Komunikasi Massa

a. Komunikator dalam Komunikasi Massa Melembaga

Komunikasi massa melibatkan suatu lembaga dan komunikatornya bergerak dalam organisasi yang kompleks, sehingga komunikasi massa merupakan komunikator terlembagakan.

b. Komunikan dalam Komunikasi Massa bersifat Heterogen

Bersifat anonim karena komunikator dan komunikan tidak saling mengenal dan heterogen karena terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yang berbeda usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan sebagainya.

(4)

13

Komunikasi massa itu bersifat terbuka artinya komubnikasi massa ditujukan untuk semua orang bukan hanya pada satu pihak, oleh karena itu, pesan dalam komunikasi massa bersifat umum.

d. Komunikasinya Berlangsung Satu Arah

Komunikasi melalui media massa, maka komunikator dan komunikannya tidak dapat berhubungan secara langsung, dengan kata lain, komunikasi massa itu bersifat satu arah.

e. Komunikasi Massa Menimbulkan Keserempakan

Keserempakan kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator dan penduduk satu sama lain berada dalam keadaan terpisah.

f. Komunikasi Massa Mengandalkan Peralatan Teknis g. Komunikasi Massa dikontrol oleh Gatekeeper

2.2.3 Fungsi Komunikasi Massa

Menurut Jay Black dan Frederick C. Whitney (1988) antara lain : a. Menginformasikan (to inform)

b. Memberi hiburan (to entertain) c. Membujuk (to persuade)

d. Transmisi budaya (transmission of the culture)

Sementara itu fungsi komunikasi massa jika menurut John Vivian dalam bukunya “The Media of Mass Communication” (1991) disebutkan;

(5)

14

providing information, providing entertainment, helping to persuade, dan mendorong kohesi sosial (contributing to social cohesion).

2.3 Media Massa

2.3.1 Pengertian Media Massa

Media massa adalah alat-alat dalam komunikasi yang bisa menyebarkan pesan secara serempak, cepat kepada audience yang luas dan heterogen. Kelebihan media massa dibanding dengan jenis komunikasi lain adalah ia bisa mengatasi hambatan ruang dan waktu. Bahkan media massa mampu menyebarkan pesan hampir seketika pada waktu yang tak terbatas (Nurrudin, 2007).

Media massa merupakan alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, TV. Media massa adalah faktor lingkungan yang mengubah perilaku khalayak melalui proses pelaziman klasik.

Dari perspektif budaya, media massa telah menjadi acuan utama untuk menentukan definisi-definisi terhadap suatu perkara dan media massa memberikan gambaran atas realitas sosial. Media massa juga menjadi perhatian utama masyarakat untuk mendapatkan hiburan dan mnyediakan lingkungan budaya bersama bagi semua orang. Peran media massa dalam ekonomi juga terus meningkat bersamaan dengan meningkatnya pertumbuhan industry media, diversifikasi media massa, dan kekuatan media massa di Indonesia (Morissan, 2010 : 1).

(6)

15 2.3.2 Jenis – Jenis Media Massa

Media massa, sebagai media yang menunjang komunikasi massa terbagi atas 2 jenis, yaitu media cetak dan media elektronik.

1. Media Cetak

Media cetak adalah suatu media statis yang mengutamakan fungsinya sebagai media penyampaian informasi, maka media cetak terdiri dari lembaran dengan sejumlah kata, gambar, atau oto dalam tata warna dan halaman putih, dengan fungsi utama untuk memberikan informasi atau menghibur. Media cetak juga adalah suatu dokumen atas segala hal yang dikatakan orang lain dan rekaman peristiwa yang ditangkap oleh jurnalis dan diubah dalam bentuk kata-kata, gambar, foto, dan sebagainya (Ardianto, et al 2009 :99).

2. Media Elektronik

Media elektronik meruapakan media komunikasi atau media massa yang menggunakan alat-alat elektronik (mekanis), media elektronik kini terdiri dari : (Deddy Iskandar, 2005 : 4)

a. Radio b. Film c. Televisi d. Internet

(7)

16 2.4 Televisi

2.4.1 Perkembangan Televisi

Di Indonesia, televisi pertama kali diperkenalkan pada tahun 1962 ketika Indonesia mendapat kehormatan untuk menyelenggarakan pesta olahraga Asian Games di Jakarta. Waktu itu jangkauan siaran TVRI baru mencakup Jakarta dan Bogor dan sekitarnya, pada saat itu siaran dilakukan 2 jam per hari. Tetapi dengan adanya penambahan jaringan 200 km dengan kapasitas transmitter 25 watt, maka liputan TVRI telah dapat diterima di Bandung dan beberapa daerah lainnya, di Jawa Barat. Tiga tahun sesudah beroperasinya TVRI stasiun Jakarta, Stasiun TVRI Yogyakarta diresmikan pemakaiannya pada tahun

2.4.2 Karakteristik Televisi

Televisi mempunyai karakternya sendiri yang kuat. Televisi adalah media massa yang dihadirkan dengan tampilan suara dan gambar yang benar-benar bersifat untuk menghibur dan cara cepat untuk mengetahui berita atau informasi yang ingin kita dapatkan.

Karakteristik televisi antara lain (Elvinaro dan Erdinaya, 2004:127)

1. Audiovisual

Televisi memiliki kelebihan dibandungkan media penyiaran lainnya yaitu dapat didengan sekaligus dilihat, disebut juga audiovisual.

(8)

17 2. Berpikir dalam gambar

Kita dapat menerjemahkan kata-kata yang mengandung gagasan yang menjadi gambar secara individual dan merangkai gambar-gambar individual sedemikian rupa, sehingga mengandung makna tertentu.

3. Pengoperasian lebih kompleks

Dibandingkan dengan radio siaran, pengoperasian televisi jauh lebih kompleks, dan lebih banyak melibatkan orang. Peralatan yang digunakanpun lebih banyak dan untuk mengoperasikannya lebih rumit dan harus dilakukan oleh orang-orang yang terampil dan terlatih.

2.4.3 Keunggulan Televisi

Banyak hal yang dapat dijadikan keunggulan bagi televisi, yaitu tampilan gambar yang disertai suara sangat menarik untuk menghibur dan memenuhi kehausan kita akan suatu informasi. Kecepatan yang sangat tidak diragukan lagi, karena pesan bisa disebarkan melalui televisi dalam sekejap mata kepada seluruh masyarakat Indonesia.

2.5 Program Televisi

Berbagai jenis program dikelompokkan berdasarkan jenisnya menjadi dua bagian, yaitu program informasi dan program hiburan, tetapi jika dilihat dari sifatnya, maka dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu program faktual (meliputi program berita, dokumenter dan reality show )

(9)

18

dan program fiksi (meliputi program komedi dan drama) (Morissan, 2005).

2.5.1 Pengertian Program Televisi 1. Program Informasi (Berita)

Segala jenis siaran yang tujuannya untuk memberikan tambahan pengetahuan bagi khalayak. Daya tarik program ini adalah informasi itu sendiri, sehingga informasi inilah yang dijual kepada audiens. 2. Program Hiburan (Entertainmet)

Segala bentuk siaran yang bertujuan untuk menghibur audies dalam bentuk musik, lagu, cerita dan permainan. Program yang termasuk dalam kategori hiburan adalah drama, musik dan permainan.

2.5.2 Jenis-Jenis Program Televisi

Program televisi merupakan acara-acara yang ditayangkan oleh stasiun televisi. Program TV dibagi menjadi program berita dan program non-berita. Jenis program televisi dapat dibedakan berdasarkan format teknis atau berdasarkan isi. Format teknis merupakan format-format umum yang menjadi acuan terhadap bentuk program televisi seperti talk show, dokumenter, film, kuis, musik, intrustruksional dan lain-lain.

Berdasarkan isi, program televisi berbentuk berita dapat dibedakan berupa program hiburan, drama, olahraga dan agama. Sedangkan untuk program televisi berbentuk berita secara garis besar dikategorikan kedalam “hard news” dan “soft news”.

(10)

19

1. Hard News

Berita keras merupakan sebuah berita yang sajiannya berisi segala informasi penting dan menarik yang harus disiarkan oleh media penyiaran karena sifatnya yang harus segera diketahui oleh masyarakat dan disebut dengan straight news. Contoh infotainment yang merupakan salah satu bentuk program berita dan fungsinya lebih besar sebagai hiburan bagi audience. (Morissan, 2008:219)

2. Soft News

Berita lunak adalah sebuah program berita yang menyajikan informasi penting dan menarik yang disampaikan secara mendalam (indepth) namuntidak bersifat harus segera ditayangkan (misalnya: news magazine, current affair, talk show dan lain-lain). (Morrisan, 2007: 207-221)

2.6 Berita Televisi

2.6.1 Pengertian Berita Televisi

Berita Televisi adalah peristiwa atau kejadian yang memiliki nilai berita serta memenuhi kelayakan dari sisi visual, audio, dan kaidah etika.

Berita adalah laporan atau pemberitahuan tentang segala peristiwa aktual yang menarik perhatian orang banyak, peristiwa yang melibatkan fakta dan data yang ada di alam semesta ini, yang terjadinya pun aktual dalam arti “baru saja” atau hangat dibicarakan oleh banyak orang.

(11)

20

Adapun cara melaporkan atau memberitahukan sesuatu, supaya menarik perhatian orang banyak. (Suhandang, 2005: 104)

2.6.2 Jenis-Jenis Berita Televisi

a. Hard News : Berita atau peristiwa yang harus secara langsung atau cepat ditayangkan karena memiliki nilai penting dan baru. Pendekatan berbasiskan fakta (isi dan gambar). Contoh ; pesawat jatuh, gunung meletus.

b. Soft News : Berita atau peristiwa yang tidak perlu disampaikan cepat karena tidak memiliki aspek kesegeraan. Berita ringan mengutamakan sisi-sisi menarik, memberi warna pada sebuah peristiwa. Contoh ; kegiatan tim medis di lokasi bencana alam. c. Feature : berita yang mengisahkan tentang pribadi, obyek dengan

menggunakan pendekatan kisah. Contoh ; kehidupan pemulung atau orang pinggiran.

2.6.3 Kriteria Kelayakan Berita Televisi a. Penting

: Peristiwa yang mendapat perhatian besar publik karena mempengaruhi dan membawa dampak bagi kehidupan publik. Contoh ; Harga BBM naik, Tsunami Aceh.

b. Aktual

: Peristiwa yang baru terjadi sehingga perlu disampaikan secara cepat. Contoh ; gempa bumi.

(12)

21 c. Kedekatan

: Peristiwa yang memiliki kedekatan dengan pemirsa yang menjadi sasarn. Kedekatan ini bisa berupa jarak maupun emosi. Contoh ; Berita tentang 12 WNI yang ditahan tentara Israel. d. Signifikansi

: Peristiwa yang dibingkai secara lebih spesifik agar menyasar pada kepentingan pemirsa. Contoh ; Berita tentang penandatanganan MOU pembangunan pabrik tekstil. Berita ini dapat dikemas dengan angle signifikansi MOU bagi penyerapan tenaga kerja di sektor tekstil.

e. Magnitude

: Peristiwa yang ukuran atau bobot pentingnya ditentukan berdasarkan banyak sedikitnya kuantitas, angka-angka. Contoh ; Kecelakaan Pesawat Adam Air.

f. Ketokohan

: Peristiwa yang berhubungan dengan orang penting. Contoh ; Video Seks Ariel “Peterpan” dan Luna Maya.

g. Human Interest

: Peristiwa yang menyentuh emosi, membangkitkan empati pemirsa. Contoh ; pertemuan Nirmala Bonat dengan keluarganya. h. Menarik

: Peristiwa yang menarik perhatian orang meskipun tidak mempengaruhi kehidupan banyak orang. Contoh ; Adu ketangkasan Matador.

(13)

22 i. Dramatis

: Persitiwa yang terkait dengan pencapaian yang diluar dugaan. Contoh ; kesebelasan Indonesia menjadi juara dunia.

j. Unik

: Peristiwa yang langka dan khas. Contoh ; Temuan mengenai manusia purba, manusia tertinggi dunia.

Semakin banyak unsur yang terkandung dalam sebuah peristiwa, semakin tinggi nilai berita dari peristiwa tersebut, seperti contohnya berita tentang meninggalnya tokoh penting seperti Pak Soeharto.

2.7 Strategi

Strategi merupakan sejumlah keputusan dan aksi yang ditujukan untuk mencapai tujuan dan menyesuaikan sumber daya organisasi dengan peluang dan tantangan yang dihadapi dalam lingkungan industrinya. Dengan demikian, beberapa ciri strategi yang utama adalah (Koencorom 2005:12)

1. Goal directed actions, aktivitas yang menunjukkan “apa” yang diingikan organisasi dan “bagaimana” mengimplementasikannya. 2. Mempertimbangkan semua kekuatannya internal (sumber daya dan

kapabilitas), serta memperhatikan peluang dan tantangan. Hakikat strategi menurut Onong Uchayana Effendy (2003:84) adalah perencanaan dan manajemen untuk mencapai tujuan tersebut strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan jalan saja, melainkan harus mampu menunjukkan bagaimana taktik

(14)

23

operasionalnya. Demi membuat sebuah acara program televisi yang menarik, ada lima acuan dasar yang sangat penting dalam perencanaanya, memproduksi dan menyiarkan suatu acara bagaimanapun sidat dan bentuknya.

Kelima acuan ini satu dengan lainnnya saling terkait, yakni antara lain:

a. Ide

Ide merupakan sebuah pikiran, dalam hal ini yang seringkali memikirkan ide adalah seorang produser. Sesuai dengan teori komunikasi, ide merupakan rencana pesan yang akan disampaikan kepada khalayak penonton melalui medium televisi dengan maksud dan tujua ntertentu, karena itu sewaktu akan menuangkan idenya dalam bentuk sebuah naskah, ide tersebut harus selalu memperhatikan faktor pemirsa, agar apa yang disajikan dalam berntuk acara siaran dapat mencapai sasarannya.

b. Pengisi acara Siaran (Narasumber)

Pengisi acara siaranlah yang dianggap sesuai atau layak dengan tema program acara, kesesuaian tersebut dimaksudkan agat acara daoat berjalan sesuai dengan ide yang telah direncanakan sebelumnya. Pengisi acara sangat mempengaruhi jalannya acara program televisi, seperti seorang presenter yang mengantar suatu sajian, seperti

(15)

24

ketika menginformasikan segmen-segmen yang akan dihadirkan atau disajikan pada suatu tayangan, sebagai pengantar sajian, seorang presenter boleh menambah daya tarik dari materi yang disajikan lewat kata-katanya dan mampu menghidupkan suatu sajian dengan kata-katanya.

c. Peralatan Penunjang Acara

Lampu-lampu dengan berbagai jenis dan karakternya diperuntukkan agar dapat menghasilkan gambar-gambar yang baik dan berkualitas, microphone, dekorasi studio, siklorama yang berupa dinding studio, dengan peralatan komunikasi yang dapat menghubungkan antara satu kamar operasional dengan kamar operasional lainnya (ruang kendali siaran dan studio).

Disamping itu, sebuah atau lebih pesawat monitor yang diperlukan untuk melihat proses gambar yang sedang diproduksi. Pada pengendalian proses produksi di studio, dibangun beberapa ruang operasional yang dilengkapi dengan berbagai peralatan elektronis serta alat perekam gambar.

d. Kelompok Kerja Produksi

Kelompok kerja produksi ini adalah unit satuan kerja yang menangani kerja produksi secara

(16)

bersama-25

sama (kolektif) sampai hasil karyanya dinyatakan layak untuk disiarkan.

e. Pemirsa

Pemirsa adalah sasaran dari setiap acara yang disiarkan dan pemirsa merupakan faktor yang ikut menentukan berhasil atau tidaknya acara yang diproduksi.

Strategi program sebagaimana yang dikemukakan Pringle Star dan rekannya mengenai perencanaan program bahwa: Program planning involves the development of short, medium, and long range plans to permit the station to attain its programming and financial objectivities. Ini berarti bahwa perencanaan program mencakup pekerjaan mempersiapkan rencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang yang memungkinkan stasiun penyiaran untuk mendapatkan tujuan program dan tujuan keuangannya. Pada stasiun televisi, perencanaan program diarahkan pada produksi program apa yang akan diproduksi, pemilihan program yang akan dibeli (akuisisi), dan penjadwalan program untuk menarik sebanyak mungkin audience yang tersedia pada waktu tertentu (Morissan, 2009 : 332).

(17)

26 2.8 Kerangka Berpikir

2.9 Teori-Teori Khusus 2.9.1 Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam sutu proyek atau suatu spekualasi bisnis. Keempat faktor itu yang akronim SWOT (strength, weakness, opportunities, dan thretas).

Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT adalah : (Suharyadi etal, 2007 : 115)

1. Melihat kekuatan (Strengths) sesuatu yang dimiliki pada stasiun televisi dalam hal ini program acara tersebut.

Program Economic Challenges

SOP Program Berita

Peningkatan Kualitas Program Economic

Challenges

(18)

27

2. Melihat kelemahan (Weakness) segala sesuatu yang dimiliki agar stasiun berserta tim produksi tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebanarnya tidak dapat diilakukan karena kira memiliki kekuarangan yang tertentu.

3. Melihat peluang (Opportunities) Adanya kesempatan yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan.

4. Melihat ancaman (Threats) terhadap usaha-usaha yang beresiko tinggi melihat siklus yang pendek dan tidak teratur. Terlebih pesaing-pesaing kita yang memiliki kemampuan lebih dari kita.

2.9.2 Agenda Setting

Teori Agenda Setting ditemukan oleh McComb dan Donald L.Shaw, sekitar tahun 1968. Teori ini berasumsi bahwa media mempunyai kemampuan mentransfer isu untuk mempengaruhi agenda publik. Khalayak akan menganggap suatu isu itu penting karena media menanggap isu itu penting juga (Griffi, 2003:490). Teori agenda setting mempunyai kesamaan dengan teori peluru yang menanggap medua mempunyai kekuatan mempengaruhi khalayak. Bedanya, Teori Peluru memfokuskan pada sikap (afektif), pendapat bahkan perilaku. Agenda Setting memfokuskan pada kesadaran dan pengetahuna (kognitif).

Stephen W. Littlejohn & Karren Foss (2005:280) mengutip Rogers & Dearing yang menyatakan bahwa fungsi agenda setting merupakan proses liner yang terdiri dari tiga bagian, yaitu:

(19)

28

a. Agenda media itu sendiri harus disusun oleh awak media. b. Agenda media dalam beberapa hal mempengaruhi atau

berinteraksi dengan agenda publik terhadap pentingnya isu yang nantinya mempengaruhi agenda kebijakan.

c. Agenda kebijakan (Policy) adalah apa yang dipikirkan para pembuat kebijakan publik yang dianggap penting oleh publik.

Referensi

Dokumen terkait

Jadi, perencanaan strategi bisnis merupakan kegiatan atau aktivitas yang dilakukan dengan tindakan nyata yang berdasarkan rencana untuk mengembangkan ide-ide yang dibuat, dengan

Kemampuan pemirsa atau penonton untuk mengubah sikap apakah pemirsa merasa terpengaruh atau tidak berpengaruh terhadap acara-acara televisi, dalam hal ini acara televisi yang

Ketika seorang pembawa acara berkomunikasi dengan penonton, penonton harus memahami maksud dari pesan atau tanda yang disampaikan pembawa acara.Makna yang dibawa

Sebagai media massa, televisi merupakan sarana yang paling ampuh untuk menyiarkan acara pendidikan kepada khalayak yang jumlahnya banyak secara simultan..

a) Plaintext, yaitu pesan yang dapat dibaca yang akan disampaikan sender kepada receiver. b) Ciphertext, yaitu pesan yang sudah dienkripsi yang tidak dapat dibaca. c) Kunci,

Pada proses komunikasi Sumber adalah radio pas FM dan program Breakfast Briefing , pesan adalah berita dan informasi yang disampaikan, media adalah gelombang elektronik,

Penelitian ini menggunakan teori terkait pesan dakwah. Untuk dapat memahami teori pesan dakwah, ada dua istilah yang harus dipahami yaitu pesan dan dakwah. Istilah

Kata program berasal dari bahasa Inggris, programme atau program yang artinya rencana atau acara. Setiap harinya, televisi menyajikan berbagai jenis program yang jumlahnya