BAB 2
LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Teori
1. Produksi Video
Video merupakan rekaman gambar hidup (motion) yang proses perekamannya, dan penayangannya melibatkan teknologi. Dalam pembuatanya, ada tiga tahapan yaitu pra produksi, produksi dan pasca produksi. Produksi video dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut :
a. Film Indie
Film ini dapat beberbentuk film dokumenter, film cerita ataupun genre yang lainnya, dengan mengedepankan unsur kebebasan dan kemandirian berkarya dalam audio-visual
b. Video liputan
Dokumentasi dalam liputan sebuah kegiatan atau acara di abadikan dalam format video yang kemudian dapat disebarluaskan sehingga pesan yang ada di video tersebut dapat tersebarluaskan atau tersampaikan. Produser video bertugas untuk mengumpulkan informasi dan menjadi saksi lalu mengemas atau mengedit dengan style dan mood sedemikian rupa sehingga akan menjadikan pemirsa hadir kedalam acara tersebut.
c. Video profil
Video profil dibuat oleh komunikator kepada khalayak yang menjadi target, untuk membangun citra positif yang bertujuan agar khalayak untuk mengubah sikap dan melakukan tindakan.
d. Film dokumenter
Film yang sudah terjadi dan dieritakan ulang untuk menyampaikan pesan- pesan tertentu kepada khalayak dengan menampilakn realitas mengenai suatu peristiwa yang ditampilkan dalam cara tertentu.
e. Film pendek dan iklan
Memiliki tujuan yang sama dengan genre film lainnya, yaitu bagaimana mempengaruhi khalayak untuk menerima pesan-pesan yang disampaikan baik secara langsung maupun secara tersirat, tetapi dalam genre ini memiliki perbedaan durasi dalam pembuatannya.
2. Peliputan
Peliputan merupakan proses, perbuatan, atau cara. Kata “peliputan” dan
“meliput” berasal dari kata “liput” yang berarti membuat laporan atau berita tentang suatu peristiwa atau masalah. Peliputan itu sendiri merupakan kegiatan mengumpulkan informasi dan data yang dilakukan di lapangan langsung. Seorang peliput tidak hanya membuat opini berdasarkan wacana, melainkan melihat langsung.
Peliputan itu sendiri memiliki lima prinsip intelektual sebagai berikut : a. Bersifat murni, jangan menambahkan sesuatu yang tidak ada.
b. Bersikap transparan tentang motif dan metode.
c. Jangan mengecoh audience.
d. Bersikap rendah hati dan tidak menganggap diri sendiri paling tahu.
e. Lebih mengandalkan pada liputan yang dilakukan sendiri.
Dalam peliputan, terdapat sepuluh elemen yang wajib ditaati, sebagaimana dikutip dari Bill Kovachdan Tom Rosenstiel sebagai berikut :
a. Kewajiban pertama adalah kebenaran b. Kesetiaan (loyalitas) adalah kepada warga
c. Esensi adalah disiplin verifikasi
d. Harus tetap independent dari pihak yang diliput
e. Membuat peliput membuat dirinya menjadi pemantau independent f. Memberi forum bagi publik untuk saling kritik dan dapat menemukan
kompromi
g. Berusaha membuat hal menjadi relevan dan juga menarik h. Membuat berita yang proposional dan komprehensif i. Wajib mengikuti suara hati nuraninya
j. Warga atau masyarakat juga memiliki hak dan tanggung jawab dalam hal yang berkaitan dengan berita.
3. Strategi
Strategi adalah penetapan sasaran dan memiliki tujuan jangka panjang (long- term goals and targeting) dan arah tindakan yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan (objective and achieve the goals) (Grant, 1996). Didalam strategi yang baik tentu adanya koordinasi tim, memiliki tema yang baik, dapat mengidentifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip pelaksanaan secara efisien dan rasional dan juga memiliki taktik untuk mencapai suatu tujuan yang efektif.
Strategi merupakan sarana yang digunakan untuk mencapai tujuan akhir.
Tetapi, strategi bukan hanya suatu rencana, melainkan mengikat semua bagian menjadi satu. Ada beberapa tujuan pentingnya membuat strategi, yaitu sebagai berikut :
a) Menjaga kepentingan
Karena strategi dirancang untuk kepentingan yang luas, maka tujuan dari strategi baik digunakan untuk banyak pihak, tanpa terkecuali.
Dapat digunakan oleh pihak perorangan, perkantoran, organisasi, ataupun pihak lain yang ingin menggunakan strategi. Tidak lain juga bertujuan untuk menjaga segala bentuk kepentingan.
b) Sarana Evaluasi
Strategi juga dapat digunakan sebagai evaluasi untuk memperbaiki diri, dengan kata lain, strategi sebagai sarana intropeksi untuk mencapai tujuan dan hasil yang lebih baik dan juga sebagai meminimalisir kegagalan ataupun kekurangan.
c) Memberikan Gambaran Tujuan
Strategi memiliki tujuan untuk memberikan gambaran apa yang harus dilakukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
d) Mengembangkan Inovasi dan juga Kreatifitas
Untuk mencapai tujuan yang diinginkan, tentu perlu adanya strategi atau ide yang unik, sehingga secara tidak langsung dapat mengembangkan kreatifitas dan inovasi.
Menurut Fred R David strategi juga membutuhkan evaluasi dimana strategi itu berhasil atau tidak. Didalam strategic milik Fred R David mengemukakan tiga tahapan strategi, yaitu :
1) Perumusan Strategi
Perumusan strategi merupakan tahapan awal dalam penyusunan strategi. Dalam tahap ini diharuskan berpikir matang mengenai ancaman dari luar dan juga kesempatan serta menentukan sasaran yang tepat. Pemilihan strategi dan strategi cadangan juga diperlukan dalam perumusan ini.
2) Implementasi Strategi
Implementasi strategi merupakan pengembangan dalam mendukung strategi, menyusun struktur organisasi, mempersiapkan anggaran, dan mengembangkan sistem informasi. Implementasi juga bisa diartikan sebagai mengubah strategi yang sudah di rumuskan menjadi tindakan.
implementasi yang sukses dan baik memerlukan sikap yang disiplin,
motivasi, dan kerja keras. Didalam tahap pelaksanaan strategi, dibutuhkan komitmen dan kerja keras dari seluruh unit, tingkat, dan organisasi.
3) Evaluasi strategi
Tahap ini merupakan tahapan terakhir yang diperlukan karenadalam tahap ini keberhasilan dapat diukur Kembali sebagai penetapan tujuan berikutnya. Ada beberapa aktifitas yang dapat dilakukan dalam evaluasi strategi, yaitu :
a. Meninjau faktor internal dan eksternal yang menjadi dasar strategi
b. Mengukur prestasi atau membandingkan hasil yang telah diharapkan dengan hasil kenyataan.
c. Mengambil tindakan korektif untuk memastikan strategi sesuai rencana.
4. Komunikasi
Komunikasi berasal dari kata “communication” yang berarti pemberitahuan atau bertukar pikiran. Istilah kata communication berasal dari kata communis yang berarti “sama” yang dimaksud merupakan “kesamaan makna”. Secara sederhana, komunikasi didefinisikan sebagai proses penyampaian pesan dari komunikator ke penerima pesan atau komunikan melalui media yang menimbulkan akibat atau feedback tertentu. Komunikasi dapat dilakukan secara primer (langsung) atau sekunder (tidak langsung). Menurut Handoko (2003) komunikasi merupakan proses pemindahan pengertian dalam bentuk informasi atau gagasan dari seseorang kepada orang lain, dimana dalam perpindahan tersebut menggunakan ekspresi wajah, kata- kata, intonasi, dan sebagainya.
Dalam buku Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi (2003) dari Onong Uchjana Effendy ada empat fungsi komunikasi, yaitu :
1) Menyampaikkan Informasi
Komunikasi memungkinkan manusia dalam menyampaikan informasi, misalnya ilmu pengetahuan yang disampaikan melalui buku, informasi pribadi yang dapat disampaikan melalui media sosial, dan juga berita yang disampaikan melalui televisi, radio, dan surat kabar.
2) Sebagai Hiburan
Komunikasi juga dapat dijadikan sebagai alat untuk menghibur. Banyak hiburan yang didapatkan dari komunikasi, seperti musik dengan lirik yang membuat kita semangat, buku-buku motivasi, dan sebagainya.
3) Mendidik
Komunikasi juga dapat dijadikan sarana pendidikan, karena manusia tumbuh menjadi pribadi yang baik berkata pendidikan yang disampaikan melalui komunikasi.
4) Mempengaruhi Seseorang
Komunikasi dapat mempengaruhi pemikiran dan juga tindakan seseorang.
Seperti campaign tentang peduli lingkungan, dapat mempengaruhi orang lain juga ikut akan peduli lingkungan.
Dalam melakukan komunikasi, terdapat unsur-unsur atau komponen didalamnya, unsur atau komponen tersebut adalah sebagai berikut :
a) Komunikator atau sumber (source)
Komunikator dapat disebut juga dengan pengirim pesan. Komunikator bisa secara perorangan atau lembaga yang bertindak sebagai pengirim pesan.
b) Pesan (message)
Isi dari pesan dapat berupa infomatif, hiburan ataupun nasihat dan motivasi. Pesan dapat disampaikan secara langsung tatap muka ataupun menggunakan media komunikasi.
c) Media atau Saluran (channel)
Saluran komunikasi merupakan alat berlalunya pesan dari komunikator kepada komunikan. Pesan akan tersampaikan melalui adanya perantara seperti media cetak, media elektronik, dan media lainnya yang menjadi perantara penyampaian komunikasi.
d) Komunikan atau Penerima (receiver)
Komunikan adalah sasaran atai penerima penyampaian pesan oleh komunikator.
e) Pengaruh atau Akibat (effect)
Pengaruh atau akibat adalah antara apa yang dirasakan, dipikirkan, serta apa yang dilakukan oleh komunikan setelah atau sebelum menerima pesan dari komunikator.
f) Umpan balik (feedback)
Feedback merupakan respon dari komunikan terhadap komunikator, menunjukan bahwa komunikasinya tersampaikan atau diterima.
Feedback dapat terjadi jika komunikan membalas pesan yang disampaikan oleh komunikator.
5. Strategi komunikasi
Menurut Onong Uchjana Effendy strategi komunikasi adalah panduan dari perencanaan komunikasi (communication planning) dan manajemen komunikasi (communication management) untuk mencapai tujuan, untuk itu strategi komunikasi harus dapat menjelaskan dan juga mengarahkan secara taktis apa yang perlu dilakukan (1981, h.84). kemudian menurut Onong Uchjana Effendy dalam Suryadi, strategi komunikasi juga terdiri dari dua aspek yang penting dan juga harus dimengerti serta dipahami dengan baik, yaitu strategi mikro (planned multimedia strategy) dan makro (single communication medium strategy). Didalam dua aspek tersebut memiliki fungsi ganda yaitu : 1) menyampaikan pesan komunikasi yang
bersifat persuasif, insturktif, dan juga informatif terhadap sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal. 2) menjembatani cultural GAP, seperti program yang berasal dari kebudayaan lain dianggap baik untuk diterapkan dan dijadikan sebagai suatu kebudayaan sendiri tergantung dari bagaimana strategi mengemas informasi tersebut didalam komunikasinya (1981:67). Makna dari strategi komunikasi mengarah pada upaya mengemas pesan untuk dikomunikasikan secara efektif.
Jadi strategi komunikasi adalah suatu cara atau taktik rencana dasar yang menyeluruh dari rangkaian Tindakan yang akan dilaksanakan oleh seseorang atau organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menyusun sebuah strategi komunikasi adalah suatu seni, karena bkan sesuatu hal yang ilmiah dan ada banyak cara pendekatan yang berbeda untuk melakukannya.
Dalam Menyusun strategi komunikasi, ada empat faktor yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Mengenal khalayak yang merupakan Langkah pertama bagi komunikator dalam usaha menciptakan komunikasi yang efektif. Mengingat didalam proses komunikasi, khalayak itu aktif, sehingga antara komunikator dan komunikan tidak hanya saling berhubungan, tetapi juga saling mempengaruhi.
2. Menyusun pesan dengan menentukan tema dan materi. Syarat dalam mempengaruhi khalayak dari pesan tersebut ialah mampu membangkitkan perhatian. Membangkitkan perhatian (attention) untuk selanjutnya menggerakan untuk melakukan kegiatan (action) sesuai tujuan yang dirumuskan.
3. Menetapkan metode
4. Pemilihan media komunikasi, karena untuk mencapai sasaran komunikasi kita dapat memilih salah satu atau gabungan dari beberapa media
tergantung pada tujuan yang akan dicapai, pesan yanag disampaikan dan teknikk yang dipergunakan.
Dengan demikian yang dinaksud dengan makna dari suatu strategi komunikasi akan berhadapan tentang bagaimana semua aktivitas yang dilakukan mampu efektif dalam mewujudkan ide, cara, dan pemikiran yang sebelumnya di pahami oleh pelaku komunikasi.
Menurut R. Wayne Pace, Brent D dan M.Dallas Burnett dalam buku Techniques for effective communication, tujuan strategi komunikasi sebagai berikut:
1. To secure understanding, untuk memastikan bahwa terjadi suatu pengertian dalam berkomunikasi.
2. To establish acceptance, yaitu bagaimana cara penerimaan it uterus dibina dengan baik.
3. To motive action, penggiatan untuk memotivasinya.
4. The goals which the communicator sought to achieve, yaitu bagaimana mencapai tujuan yang hendak dicapai oleh pihak komunikator dari proses komunikator tersebut.
Pemilihan strategi merupakan merupakan langkah awal yang perlu diperhatikan dan dilakukan secara hati-hati dalam perencanaan komunikasi, karena jika pemilihan strategi salah maka hasil yang diperoleh bisa gagal, sehingga memiliki kerugian dari segi waktu, materi, dan tenaga.
Komunikasi berfungsi sebagai instrument untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi dan pekerjaan, baik tujuan jangka pendek ataupun jangka panjang. Tujuan jangka pendek misalnya untuk memperoleh pujian, menumbuhkan kesan baik, memperoleh empati dan simpati, keuntungan material, ekonomi dan politik. Yang dapat diraih menggunakan taktik verbal dan non verbal seperti berbicara sopan,
mengenakan pakaian baik, mengobral janji, dan sebagainya yang pada dasarnya menunjukkan kepada orang lain siapa diri kita. Sedangkan tujuan jangka panjang dapat diraih lewat keahlian komunikasi, misalnya keahlian berpidato, berunding, dan berbahasa asing. Kedua tujuan tersebut saling berkaitan yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan jangka panjang berupa keberhasilan dalam karier, misalnya memperoleh jabatan, kekuasaan, kehormatan sosial dan juga kekayaan.
6. Komunikasi Publik
Dikutip dari buku Etika Komunikasi Organisasi: Filosofi, Konsep, dan Aplikasi (Rusdiana, 2019), komunikasi publik merupakan proses komunikasi dimana pesan yang disampaikan oleh komunikator kepada masyarakat luas atau khalayak besar.
Komunikasi publik memiliki cakupan yang lebih luas daripada komunikasi massa. Dimana komunikasi massa hanya menggunakan media massa saja seperti majalah, koran, radio, dan televisi, sedangkan komunikasi publik juga
menggunakan media sosial dan media yang lainnya yang bisa menjangkau lebih banyak khalayak. (Cangara,2014:38-39).
Komunikasi publik menurut Judy Pearson dan Paul Nelson (2009) mendefinisikan bahwa public speaking atau komunikasi publik sebagai proses penggunaan pesan untuk menimbulkan kesamaan makna didalam sebuah situasi dimana komunikator memberikan pesan ke sejumlah penerima pesan yang memberikan feedback berupa pesan atau komunikasi non verbal atau terkadang berupa tanya jawab.
Adapun tujuan dari komunikasi publik adalah untuk menyediakan informasi kepada khalayak dan mempengaruhi sikap atau perilaku kepada khalayak.
Komunikasi publik merujuk pada kampanye komunikasi yaitu kegiatan yang
menggunakan teori dan strategi komunikasi untuk mempengaruhi khalayak dengan cara-cara terukur. Komunikasi publik juga sangat berpengaruh dalam berbagai bidang dikehidupan kita seperti, di bidang Pendidikan, bidang politik, pekerjaan, dan sebagainya. Selain itu komunikasi publik juga bertujuan untuk menjalin hubungan antara organisasi dengan diluar organisasi.
Menurut Nurjaman dan Uman (2012) ada beberapa bentuk komunikasi publik, yaitu
a) Dari segi kemasan komunikasi yang dapat dilakukan baik secara verbal maupun non verbal
b) Dari penyampaian pesannya , komunikasi dapat dilakukan dengan cara lisan atau tulisan atau bisa juga melalui media internet, televisi, radio, koran, dan sebagainya.
c) Komunikasi juga dapat dikategorikan kedalam bentuk komunikasi formal dan non formal.
d) Komunikasi juga dapat dilihat sebagai komunikasi interpersonal dan intrapersonal.
Terdapat beberapa ciri komunikasi publik menurut Bonaraja Purba dkk.
dalam buku Komunikasi : Sebuah Pengantar (2020). Ciri tersebut sebagai berikut : a) Interaksi antara komunikator dan komunikan terbatas karena adanya
feedback yang terbatas.
b) Biasanya aktivitas komunikasi publik berupa kuliah umum, rapat, khutbah atau ceramah, dan lainnya.
c) Komunikator dan komunikan bisa dibedakan.
d) Pesan yang disampaikan diperuntukkan untuk semua khalayak umum.
e) Komunikan memiliki jumlah yang banyak.
f) Komunikator bisa mengendalikan pesan yang disampaikan dan disebarkan dalam proses penyebaran informasi.
Komunikasi publik merupakan salah satu tipe komunikasi yang menunjukan suatu proses komunikasi yang dalam penyampaian pesannya dilakukan didepan khalayak besar dan dengan situasi tatap muka
Unsur unsur dari komunikasi publik sebagai berikut : a) Sumber/komunikator
Sumber atau komunikator merupakan pengirim pesan informasi.
Sumber ini juga dapat dilakukan oleh 1 orang atau juga dalam bentuk kelompok seperti organisasi atau partai. Komunikator dapat
dilakukan oleh siapa saja.
b) Pesan
Pesan merupakan sebuah informasi yang diberikan dari sumber atau komunikator kepada penerima pesan atau komunikan. Dalam
penyampaian pesan ini dapat berupa ide, gagasan, ajakan, informasi, dan sebagainya kepada khalayak.
c) Media
Media merupakan wadah atau sarana yang digunakan untuk
memindahkan pesan kepada khalayak. Ada banyak media yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi publik, seperti media massa, demonstrasi, rapat umum, orasi, situs jejaring sosial, media cetak dan sebagainya. Komunikasi publik memerlukan keterampilan dalam mengolah pesan agar pesan yang disampaikan dapat efektif dan efisien.
d) Penerima / komunikan
Penerima atau komunikan adalah pihak sasaran pesan yang dikirim dari sumber atau komunikator. Penerima pesan dari komunikasi publik biasanya dalam jumlah besar dan dilakukan di suatu tempat.
e) Pengaruh / efek
Pengaruh atau efek merupakan situasi dimana adanya perbedaan apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan setelah mendapatkan pesan dari komunikator.
7. Kebijakan Publik
Dalam kebijakan publik terdapat tiga dimensi, yaitu dimensi isi kebijakan yang berkaitan dengan isi atau akar dari persoalan yang akan diatasi, dimensi proses kebijakan yang berkaitan dengan proses yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan atau mengatasi kebijakan publik, dimensi yang terakhir yakni dimensi konteks kebijakan yang berkaitan dengan situasi dimana kebijakan itu berlangsung (Santoso, 2010)
8. Komunikasi Politik
Menurut Miriam Budiarjo, komunikasi politik merupakan salah satu fungsi politik, yaitu menyalurkan beragam aspirasi dan pendapat masyarakat serta mengaturnya sedemikian rupa untuk diperjuangkan menjadi kepentingan publik.
Plano dalam Mulyana (2007 : 29) komunikasi politik merupakan proses dari penyebaran makna atau pesan yang bersangkutan dengan fungsi suatu sistem politik.
Sama seperti komunikasi lainnya, komunikasi politik memiliki unsur-unsur komunikasi utama. Unsur komunikasi ini antara lain :
a. Komunikator politik
Didalam komunikasi politik, komunikator politik merupakan individu-individu yang berada didalam partai politik, Lembaga, atau institusi. Komunikator politik sangat berperan penting dalam kegiatan komunikasi politik. Komunikator memiliki kekuasaan tertinggi dengan kendali untuk mengelola informasi politik. Para komunikator politik inilah yang nantinya akan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan.
b. Komunikan politik
Komunikan diidentifikasikan sebagai sekelompok orang yang dituju oleh komunikator. Atau komunikan juga dapat diartikan sebagai orang yang menerima pesan, berita, informasi yang mengandung arti atau makna. Komunikan merupakan unsur yang paling penting untuk mencapai komunikasi politik yang efektif.
c. Isi komunikasi politik
Isi dari komunikasi politik tergabung dari gabungan norma yang mengatur pengiriman pesan, nilai idealis yang memiliki tujuan untuk melestarikan nilai pada masyarakat, ciri khas yang menentukan identitas suatu negara, motivasi dasar yang bertujuan untuk kehidupan bernegara. Pesan dari komunikasi politik disampaikan dengan cara memakai jenjang yang memiliki struktur kekuasaan. Dari struktur tersebut, maka pesan akan sampai dari penguasa ke sasaran.
d. Media komunikasi politik
Media politik dapat dijadikan alat untuk mendapatkan legitmasi rakyat oleh para penguasa. Dalam memutuskan suatu kebijakan, sangat penting bagi para pemimpin untuk mendapatkan persetujuan ataupun dukungan dari rakyat. Dukungan dari rakyat dapat membuat kuatnya pemerintah yang berkuasa, sehingga salah satunya dengan memberikan suatu pesan politis kedalam media politik.
e. Tujuan komunikasi politik
Dalam melakukan komunikasi politik, tentu tidak mungkin jika tidak memiliki tujuan politik. Oleh karena itu, menentukan komunikasi politik yang tepat dan mengambil
hati rakyat merupakan hal yang sangat penting demi tercapainya tujuan komunikasi politik yang efektif.
f. Efek komunikasi politik
Efek komunikasi merupakan kesan atau pengaruh yang ditimbulkan oleh komunikan.
Efek komunikasi politik yang baik adalah terjadinya kesepakatan bersama antara komunikator dan komunikan. Efek dalam komunikasi yang berkelanjutan dapat menimbulkan feedback.
g. Sumber komunikasi politik
Suatu sumber dari komunikasi politik dapat menentukan tingkat kredibilitas dari proses komunikasi. Sumber komunikasi didefinisikan sebagai asal keluarnya informasi yang digunakan sebagai materi komunikasi.
2.2 Penelitian Terdahulu
No Judul Penelitian Tujuan Metodologi Hasil
1
Strategi Komunikasi Publik Kepala Wilayah Kecamatan dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat (Studi pada Kantor Camat Kalaena Kabupaten Luwu Timur)
Penulis : Dewi Sartika Universitas
Muhammadiyah Makassar (Skripsi)
Untuk mengetahui efek Komunikasi Publik Kepala Wilayah Kecamatan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat yang ada di desa Kalaena.
Kualitatif Deskriptif
Peneliti menemukan 4 faktor dalam
meningkatnya partisipasi masyarakat yaitu : komunikator, pesan komunikasi, media komunikasi, dan khalayak sasaran.
Partisipasi masyarakat meningkat ditandai dengan kegiatan keagamaan dan gotong royong.
2
Komunikasi Politik dalam Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Tulang Bawang
(Studi Kasus Kemenangan Winarti Terhadap
Incumbent)
Penulis : Goby Rahmat Fauzi
Untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat yang
mempengaruhi Winarti dan dalam melakukan komunikasi politik pada saat pemilukada
Jenis penelitian lapangan (field research) dengan proses penelitian kualitatif deskriptif
Hasil penelitian ini adalah Winarti
melakukan komunikasi dengan 3 unsur utama yaitu Pertama,
Komunikasi Massa, Komunikasi Organisasi, dan Komunikasi
Personal
Universitas Islam Negeri (Skripsi)
2.3 Kerangka Pikir Perancangan
Visi misi Bupati Ngesti Nugraha dalam mewujudkan Kabupaten
Semarang BERDIKARI
Strategi Komunikasi dan Penerapan Bupati dalam mewujudkan Kabupaten Semarang BERDIKARI
Video dokumenter
Youtube