• Tidak ada hasil yang ditemukan

TATA KELOLA, KEPEMIMPINAN DAN KERJA SAMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TATA KELOLA, KEPEMIMPINAN DAN KERJA SAMA"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

TATA KELOLA, KEPEMIMPINAN DAN KERJA SAMA

INDIKATOR UTAMA: Tata Kelola dalam Bidang Pembelajaran INDIKATOR 1)

Unit Pengelola Program Studi (UPPS) telah memiliki standar pengelolaan pembelajaran yang merupakan kriteria minimal terkait dengan: 1.Perencanaan (rapat awal tahun) 2.Pelaksanaan, 3.Pengendalian, 4.Pemantauan dan 5.Evaluasi, 6. Pelaporan kegiatan pembelajaran

a. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) belum memiliki sistem pengelolaan pembelajaran.

b. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) sudah memiliki sistem pengelolaan pembelajaran yang meliputi aspek perencanaan dan pelaksanaan.

c. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) sudah memiliki sistem pengelolaan pembelajaran perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi, serta pelaporan kegiatan pembelajaran.

d. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) sudah memiliki sistem pengelolaan pembelajaran yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi, pelaporan kegiatan pembelajaran, yang dievaluasi dan ditindaklanjuti seca ra berkala.

Buatkan file pdf data pendukung jawaban

INDIKATOR 2)

Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dalam menetapkan standar pengelolaan pembelajaran yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) telah mengacu pada: 1. Standar kompetensi lulusan (Daftar nilai miniml IPK 3.0), 2. Standar isi pembelajaran (kurikulum KKNI), 3. Standar proses pembelajaran (RPS) (tindak lanjutnya, setiap semeseter ada revisi RPS), 4. Standar dosen dan tenaga kependidikan (Daftar Dosen dan tugasnya masing2, daftar nama dan tugas) (peningkatan, ada studi lanjut dosen), 5. Standar Sarana dan Prasarana (Sarpras) (daftar infentaris sarpras pembelajaran), (penambahan sarana pembelajaran seperti LCD, dll)

1. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dalam menetapkan sistem pengelolaan pembelajaran tidak mengacu pada salah satu standar pembelajaran.

(2)

2. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dalam menetapkan sistem pengelolaan pembelajaran mengacu pada sebagian standar pembelajaran.

3. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dalam menetapkan sistem pengelolaan pembelajaran sudah mengacu pada pada semua standar pembelajaran.

4. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dalam menetapkan sistem pengelolaan pembelajaran sudah mengacu pada semua standar pembelajaran dan sudah dimutakhirkan secara berkala.

Buatkan file pdf data pendukung jawaban (pernyataan standar kompetensi lulusan, isi, proses, dosen dan TNK, sarpras pembelajaran Evaluasi AMI, rapat pembahasan terhadap evaluasi 5 standar pendidikan)

INDIKATOR 3)

Standar pengelolaan pembelajaran yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) melingkupi 5 aspek sebagai berikut: 1. Penyusunan kurikulum dan rencana pembelajaran pada setiap matakuliah, (RPS Mata Kuliah inti) 2. Penyelenggaraan progam pembelajaran yang disesuaikan dengan standar isi, proses, dan penilaian yang ditetapkan untuk mencapai capaian pembelajaran lulusan, (RPS Utuh tiap matakuliah, nilai, Jurnal Perkuliahan tiap mata kuliah) 3. Penyelenggaraan kegiatan sistemik yang menciptakan suasana akademik dan budaya mutu yang baik, (kalender akademik sesuaikan dengan jurnal dosen) 4. Pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi secara periodik dalam rangka menjaga dan meningkatkan mutu proses pembelajaran, (Program Kerja LPM) 5.Pelaporan hasil program pembelajaran secara periodic (laporan pembelajaran akhir semeseter prodi)

1. Standar pengelolaan pembelajaran yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) hanya mengacu pada aspek (1).

2. Standar pengelolaan pembelajaran yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) mengacu pada aspek (1), (2) dan aspek (3).

3. Standar pengelolaan pembelajaran yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) mengacu pada semua aspek.

4. Standar pengelolaan pembelajaran yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) mengacu pada semua aspek, sudah dievaluasi dan ditindak lanjuti.

(3)

INDIKATOR 4)

Standar pengelolaan pembelajaran yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) melingkupi: 1. Penyusunan kebijakan, rencana strategis dan operasion al yang terkait dengan proses pembelajaran. (pedoman kurikulum, rencana pendidikan di renstra, rencana pendidikan di renop,) 2. Penyelenggaraan pembelajaran yang sesuai dengan jenis dan program pendidikannya. (daftar mata kuliah prodi PPAK) 3 Program peningkatan mutu pengelolaan Program Studi. (pelatihan dosen menyusun RPS) 4. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kegiatan Program Studi. (monitoring LPM terhadap kegiatan prodi) 5. Panduan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengawasan, penjaminan mutu dan pengembangan kegiatan pembelajaran dan dosen. (Panduan AMI, Pedoman Akademik) 6. Penyampaian laporan kinerja Program Studi. (Laporan kinerja prodi)

1. Standar pengelolaan pembelajaran yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) hanya meliputi aspek satu (1).

2. Standar pengelola pembelajaran yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) meliputi aspek satu (1) dan beberapa aspek lainnya.

3. Standar pengelola pembelajaran yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) sudah meliputi semua aspek satu (1) sampai dengan aspek enam (6).

4. Standar pengelola pembelajaran yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) sudah meliputi semua aspek satu (1) sampai dengan aspek enam (6), sudah dievaluasi dan ditindaklanjuti.

Buatkan file pdf data pendukung jawaban (Evaluasi dan tindak lanjut 6 aspek)

INDIKATOR 5)

Pengelolaan proses pembelajaran yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) terdokumentasi dengan baik dan dapat diakses oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) untuk keperluan pengambilan keputusan manajerial dan pemutakhiran Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti). (RPS, Daftar hadir dosen, dan daftar nilai Operator: di siakad: skrin shoot daftar nilai, daftar hadir, daftar nilai dan Jurnal perkuliahan)

1. Pengelolaan proses pembelajaran belum terdokumentasi dengan baik. 2. Pengelolaan proses pembelajaran sudah terdokumentasi dengan baik.

(4)

3. Pengelolaan proses pembelajaran sudah terdokumentasi dengan baik dan dapat diakses oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) untuk keperluan pengambilan keputusan manajerial dan pemutakhiran Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti).

4. Pengelolaan proses pembelajaran sudah terdokumentasi dengan baik dan dapat diakses oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) untuk keperluan pengambilan keputusan manajerial dan pemutakhiran Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti), dan terdapat laporan untuk publik.

Buatkan file pdf data pendukung jawaban (evaluasi bagaimana pengelolaan (RPS, Daftar

hadir dosen, dan daftar nilai masih manual oleh dosen)

INDIKATOR 6)

Pengelolaan proses pembelajaran yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) terdokumentasi dengan baik dalam: 1. Menggunakan jaringan IT, (operator: skrin shoot setiap dosen di siakad) 2. Dapat diakses oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) untuk keperluan pengambilan keputusan manajerial dan pemutakhiran Pangkalan Data P endidikan Tinggi (PD-Dikti). () 3.Serta dapat diakses oleh pemangku kepentingan eksternal terkait kerjasama

1. Pengelolaan proses pembelajaran yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) belum terdokumentasi dengan baik.

2. Pengelolaan proses pembelajaran yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) terdokumentasi dengan baik dalam dua aspek.

3. Pengelolaan proses pembelajaran yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) terdokumentasi dengan baik dalam tiga aspek.

4. Pengelolaan proses pembelajaran yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) terdokumentasi dengan baik dalam tiga aspek serta dimanfaatkan untuk perbaikan program yang berkelanjutan.

Buatkan file pdf data pendukung jawaban (masih manual, brdasarkan evaluasi semua dosen harus mengaplod kegiatan tridarma dalam SIAKAD, serta dapat diakses oleh pemangku kepentingan eksternal terkait kerjasama)

(5)

A. STRATEGI PENCAPAIAN KRITERIA TATA KELOLA BIDANG PEMBELAJARAN

Program studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik telah memiliki pedoman tata kelola bidang pembelajaran yang tertuang dalam buku Kebijakan Mutu, Manual Mutu dan Standar Mutu Internal STIPAS Keuskupan Agung Kupang Buku I-III berdasarkan Penmenristek Dikti No. 44 Tahun 2015. Buku tersebut dikeluarkan tahun 2017 yang memuat delapan standar mutu pembelajaran yaitu Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi Pembelajaran, Standar Proses Pembelajaran, Standar Penilaian Pembelajaran, Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran, Standar Pengelolaan Pembelajaran dan Standar Pembiayaan Pembelajaran. Delapan standar mutu pembelaj aran tersebut dijabarkan ke dalam standar turunan STIPAS Keuskupan Agung Kupang yang berisi dua puluh delapan standar turunan mengenai mutu pembelajaran.

Lulusan program sarjana program studi di STIPAS Keuskupan Agung Kupang paling sedikit menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan dan keterampilan dalam ilmu keagamaan katolik dan sains secara integratif-interkonektif secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan dan keterampilan tersebut secara mendalam. Hal ini dicapai dengan penerapan secara konsisten profil lulusan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan penerapan kurikulum secara konsisten. Standar kompetensi lulusan ini ditunjang dengan standar isi pembelajaran yang dijalankan dosen dengan menyusun isi materi pembelajaran dengan kedalaman dan keluasan yang mengacu pada capaian pembelajaran lulusan sesuai standar KKNI secara tepat, menyusun tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran paling sedikit mencakup konsep teoritis bidang pastoral secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pendidikan dan pengajaran Agama Katolik secara mendalam dan menuangkan materi ajar dengan tingkat kedalaman dan keluasan dalam bahan kajian yang distrukturkan dalam bentuk mata kuliah secara sistematis

Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik mata kuliah untuk mencapai kemampuan yang ditetapkan dalam mata kuliah dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan. Proses Pembelajaran ini dikuatkan melalui monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan. Penilaian pembelajaran dibuat oleh dosen pengampu mata kuliah dengan melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap, teknik, instrumen, kriteria, indikator, dan bobot penilaian yang ditetapkan Prodi yang

(6)

memuat prinsip penilaian: edukatif, otentik, objektif, akuntabel, dan transparan yang dilakukan secara terintegrasi pada setiap akhir semester. Tenaga pendidik dan kependidikan yang melaksanakan proses pemebelajaran di STIPAS Keuskupan Agung Kupang sesuai dengan kualifikasi dan kompetensinya untuk melakukan beban kinerja yang ditugaskannya sesuai dengan latar belakan disiplin ilmu yang di miliki. Pelaksanaan pembelajaran didukung dengan sarana prasarana pembelajaran yang ditemempatkan secara konsisten dan relevan dengan bidang keilmuan yang ada di program studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik STIPAS KAK. Sosialisasi penggunaan sarana prasarana juga dilakukan pada mahasisiwa baru melalui program Oreintasi Pengenalan Kampus

B. MEKANISME PENETAPAN, PELAKSANAAN, EVALUASI, PENGENDALIAN DAN PENINGKATAN KRITERIA TATA KELOLA BIDANG PEMBELAJARAN 1) Mekanisme Penetapan

Penetapan standar isi pembelajaran di tingkat program studi dilaksanakan di bawah tanggung jawab ketua program studi dengan melaksanakan rapat program studi di awal semseter bersama seluruh dosen serta tenaga kependidikan untuk membahas standar isi pembelajaran yang sesuai dengan Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) STIPAS KAK. Ketua program studi melakukan koreksi draf standar isi pembelajaran, setelah diperbaiki, hasilnya diserahkan kepada Waket I untuk diteruskan ke Ketua dan ditetapkan.

Penetapan standar proses pembelajaran oleh program studi PPAK mengikuti standar yang ditetapkan oleh institusi, yakni:

➢ Proses pembelajaran dengan karateristik yang terdiri atas sifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif dan berpusat pada mahasiswa sehingga tercapai capaian pembelajaran lulusan pada akhir perkuliahan mahasiswa.

➢ Program studi menetapkan perencanaan proses pembelajaran sesuai dengan kurikulum pendidikan tinggi yang berorientasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sejak tahun 2017.

➢ Program studi melaksanakan proses pembelajaran agar tercapai capaian pembelajaran lulusan dengan berpedoman pada RPS dan Silabus yang telah ditetapkan.

(7)

➢ Ketua program studi melaksanakan rapat program studi bersama para dosen dan tenaga kependidikan untuk membahas standar penilaian pembelajaran yang disesuaikan dengan standar SPMI. Hasil rapat tersebut kemudian dikoreksi oleh Waket I yang selanjutnya diserahkan kepada ketua STIPAS KAK untuk ditetapkan.

2) Mekanisme Pelaksanaan

Mekanisme pelaksanaan standar isi pembelajaran program studi yang dilakukan oleh ketua program studi yakni:

Memeriksa semua RPS untuk memastikan standar isi pembelajaran terpenuhi. Hal ini dilakukan disetiap awal semester. Mekanisme yang sama juga dilakukan oleh dosen dengan merumuskan capaian pembelajaran untuk setiap mata kuliah yang diampu yang disesuaikan dengan standar isi pembelajaran dan kemudian melaksanakan standar isi pembelajaran yang telah ditetapkan, yang biasanya dilakukan pada awal semester. Sementara mekanisme pelaksanaan standar isi pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga kependidikan adalah melakukan pengarsipan semua dokumen standar dan menyiapkan semua sarana prasarana yang dibutuhkan oleh para dosen dan mahasiswa, seperti menyiapkan absen, laporan dosen, surat keputusan (SK), Sistem Informasi Akademik (SIAKAD).

Ketua program studi melaksanakan rapat program studi pada awal perkuliahan yakni bulan Februari untuk semester genap dan awal Agustus untuk semester ganjil untuk membahasa proses pembelajaran sesuai dengan standar SPMI institusi, menentukan sasaran mutu program studi sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan, mengoreksi RPS para dosen, melakukan pembagian mata kuliah dan jadwal kuliah dan distribusi mahasiswa per kelas, mengusulkan SK Mata Kuliah kepada Ketua STIPAS KAK. Sementara para dosen menyiapkan RPS, menyerahkan RPS kepada ketua program studi dan melaksanakan perkuliahan. Bagiam Akademik menyiapkan SK Mengajar, dan bagian kemahasiswaan menyiapkan absensi serta mendistribusikan dan mengoleksi absensi manual.

Ketua program studi melakukan koordinasi standar penilaian pembelajaran dan memeriksa semua RPS untuk memastikan standar penilaian pembelajaran terpenuhi. Kegiatan ini biasanya dilakukan setiap akhir semester. Para dosen melaksanakan standar penilaian pembelajaran pada setiap proses pembelajaran. Sekertaris program studi mengarsipkan semua dokumen pelaksanakan standar penilaian pembelajaran secara baik serta melihat semua

(8)

kebutuhan sarana prasarana yang telah digunakan oleh program studi, jika bermasalah maka dilaporkan kepada ketua program studi.

3) Mekanisme Evaluasi

Ketua Program Studi berkoordinasi dengan LPM untuk menentukan jadwal dan teknis pelaksanaan evaluasi standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran dan standar penilaian pembelajaran, yang biasanya dilakukan pada bulan Juli-Agustus. LPM melakukan proses audit terkait standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran dan standar penilaian pembelajaran pada Program studi kemudian membuat laporan hasil pelaksanaan audit tersebut kepada ketua dan program studi untuk ditindaklanjuti. Evaluasi ini menggunakan istrumen angket dan kuisoner yang melibatkan mahasiswa untuk mendapatkan penilaian yang obyektif demi ketercapaian mutu pembelajaran pada STIPAS Keuskupan Agung Kupang.

Ketua Program bekerja sama dengan LPM mengevaluasi pembelajaran dengan cara memantau jumlah pertemuan perkuliahan dalam satu semester minimal 14 kali sampai dengan 16 kali di mana 1 jam pertemuan setara dengan 50 menit. Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) mengevaluasi pembelajaran dosen. Kegiatan evaluasi meliputi penyiapan instrumen, koordinasi dengan Waket I, Ketua Program Studi, dan dosen, menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa, menganalisis dan membuat laporan evaluasi kepada Ketua STIPAS KAK, Waket I, Ketua Program Studi, dan dosen. Hasil laporan evaluasi perkuliahan setiap dosen ditindaklanjuti oleh pejabat terkait di tingkat program studi.

4) Mekanisme Pengendalian

Ketua Program Studi memonitor pembelajaran para dosen dengan memeriksa laporan kegiatan perkuliahan sebanyak 3 kali yaitu awal, pertengahan, dan akhir semester. Mahasiswa menyampaikan masukan terhadap pembelajaran yang diselenggarakan oleh dosen baik langsung maupun tidak langsung melalui Ketua Program Studi.

Mekanisme pengendalian standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran dan standar penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh program studi berjalan bersamaan melalui tahapan yang sama, yakni ketua prodi melakukan pemantauan secara periodik setiap bulan terhadap pemenuhan standar-standar tersebut; mencatat semua temuan berupa penyimpangan; kelalaian dan kesalahan dari penyelenggaraan pendidikan yang tidak sesuai dengan standar isi pembelajaran dan standar proses pembelajaran; mencatat semua hal yang

(9)

berkaitan dengan ketidaklengkapan dokumen seperti prosedur kerja dan formulir dari setiap standar yang telah dilaksanakan; memeriksa penyebab terjadinya penyimpangan dari standar isi pembelajaran dan standar proses pembelajaran; mengambil tindakan korektif dari setiap pelanggaran atas standar isi pembelajaran dan standar proses pembelajaran; mencatat semua tindakan korektif yang diambil; memantau efek dari tindakan korektif tersebut agar penyelenggaraan pendidikan kembali berjalan sesuai dengan standar isi pembelajaran dan standar proses pembelajaran dan melaporkan kepada ketua program studi. Waket I menindaklanjuti laporan dari program studi kemudian melakukan rapat pengendalian bersama para dosen dan tenaga kependidikan untuk mengambil tindakan korektif.

5) Mekanisme Peningkatan

Sesuai dengan hasil evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh Prodi dan LPM, maka untuk peningkatan standar isi pembelajaran dan standar proses pembelajaran, ketua program studi melakukan rapat bersama para dosen dan tenaga kependidikan untuk mengambil langkah perbaikan atau peningkatan standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran dan standar penilaian pembelajaran seturut langkah-langkah penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian dan peningkatan kriteria tata kelola bidang pembelajaran. Hasil rapat tersebut akan dilaporkan kepada Waket I setiap awal semester yakni pada bulan Januari dan Agustus. Berdasarkan hasil rapat tersebut maka akan melakukan perbaikan atas standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran dan standar penilaian pembelajaran yang kemudian dilaksanakan oleh program studi.

C. PRAKTIK BAIK YANG TELAH DILAKSANAKAN

Selama ini program studi PPAK telah menjalankan standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran dan standar penilaian pembelajaran sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan. Proses penetapan ketiga standar tersebut selalu dilaksanakan pada awal semester melalui rapat program studi. Pelaksanaannya dilakukan oleh setiap komponen dalam program studi. Sistem pembelajaran yang dilaksanakan di STIPAS Keuskupan Agung Kupang sesuai dengan visi, misi, tujuan dan sasaran intitusi yang dipatenkan dalam pedoman akademik untuk dijadikan acuan pelakasanaan pembelajaran. Sarana dan prasarana pendukung pembelajaran dimanfaatkan secara edukatif-interaktif antara mahasiswa dan dosen. Peningkatan suasana akademik diibentuk dengan memberikan reward bagi mahasiswa/i. Keterlibatan peserta didik

(10)

dalam kegiatan-kegiatan ilmiah di tingkat local dan nasional mendapat dukungan dan apresiasi dari institusi. Pada tahap evaluasi, program studi sudah menjalankannya namun prosesnya masih bersifat reaksional, artinya bahwa ketika ada masalah baru ditindaklanj uti. Dalam tahap evaluasi ini program studi juga sudah menerima auditor dari LPM dan berupaya untuk memperbaiki semua temuan-temuan hasil audit tersebut.

Program studi juga memiliki kurikulum sesuai dengan standar yang diberikan oleh Dikti yakni kurikulum berbasis KKNI dengan mengantisipasi era 4.0. Kurikulum itu juga sudah memiliki Capaian Pembelajaran baik di tingkat lulusan maupun pada tingkat mata kuliah termasuk juga Bahan Kajian untuk setiap mata kuliah. Perkuliahan pada program studi selalu sesuai dengan kalender akademik yang telah ditetapkan sehingga ujian akhir sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Program studi dalam hal administrasi pembelajaran akademik masih menggunakan system manual. Sistem online melalui SIAKAD belum digunankan secara efektif oleh semua dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa. Administrasi akademik seperti: kurikulum, absensi, berita acara dosen, penilaian, data diri mahasiswa, histori pembayaran, kartu rencana studi (KRS) dan kartu hasil studi (KHS), transkrip nilai dan sebagainya masih dilakukan secara manual.

D. HAMBATAN DALAM PELAKSANAAN KRITERIA TATA KELOLA BIDANG PEMBELAJARAN

Beberapa hambatan yang dialami oleh program studi saat melaksanakan kriteria tata kelola bidang pembelajaran yakni:

1. Masih ada dosen belum memasukkan RPS dan Silabus untuk setiap mata kuliah kepada program studi

2. SIAKAD belum diakses penuh oleh dosen, mahasiswa, dan pemangku kepentingan. 3. E-Learning belum disediakan oleh STIPAS Keuskupan Agung Kupang.

4. Sarana dan prasarana untuk bidang pembelajaran masih terbatas, misalnya ruang kelas yang belum memiliki pendingin ruangan

5. Mahasiswa belum menaati sepenuhnya kalender akademik sehingga menyebabkan proses perkuliahan tertunda satu hingga dua minggu

(11)

E. LUARAN ATAS KRITERIA TATA KELOLA BIDANG PEMBELAJARAN Setelah program studi memiliki standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran dan standar penilaian pembelajaran maka terlihat ritme kerja program studi mengalami keteraturan. Hal ini membantu program studi untuk memprediksi hal-hal yang perlu dibuat agar kualitas output program studi lebih meningkat. Dengan memiliki standar-standar tadi, program studi yang biasanya meluluskan paling cepat 8 semester, lulusan program studi mulai meningkat. Adanya peningkatan dalam perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan dengan rata-rata sudah di atas 3.00. Lulusan STIPAS Keuskupan Agung Kupang memenuhi profil lulusan. Rata-rata masa tunggu lulusan STIPAS Keuskupan Agung Kupang untuk bekrja relative singkat.

F. LANGKAH-LANGKAH PERBAIKAN ATAS BERBAGAI HAMBATAN

Dari berbagai hambatan yang ditemui oleh program studi administrasi publik, maka ada beberapa langkah yang ditempuh untuk mengurangi kendala terkait:

1. Program studi berupaya untuk melakukan sosialisasi terhadap standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran dan standar penilaian pembelajaran kepada semua civitas program studi. Diharapkan dengan adanya sosialisasi tersebut setiap komponen mengetahui dan memahami serta melaksanakan tugas-tugas mereka dengan baik. 2. Program studi menginformasikan kepada setiap dosen untuk memiliki RPS dan SAP

untuk setiap mata kuliah yang diampu. Selain itu program studi juga meminta setiap dosen untuk menyerahkan RPS yang telah disusun ke program studi. Program studi akan melakukan pelatihan dan penyusunan RPS bagi setiap dosen agar sesuai dengan capaian pembelajaran dan bahan kajian yang terdapat dalam kurikulum serta memiliki keseragaman dalam penyusunan RPS sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Dikti.

3. Program studi mendorong institusi dan operator memfungsikan SIAKAD dan melakukan sosialisasi penggunaanya kepada para dosen dan pegawai serta mahsiswa. 4. Program studi telah mengajukan telaah atas sarana dan prasarana pembelajaran yang

(12)

prasarana tersebut. Namun hingga saat ini belum semua permohonan dipenuhi oleh yayasan.

5. Program studi akan meningkatkan sosialisasi terkait kalender akademik pada para mahasiswa baik ditempel di lingkungan kampus, diingatkan melalui media sosial maupun dalam pertemuan-pertemuan bersama mahasiswa

(13)

INDIKATOR UTAMA: Tata Kelola dalam Bidang Penelitian INDIKATOR 1)

Unit Pengelola Program Studi (UPPS) memiliki Unit Pengelola Penelitian yang bertugas mengelola penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi serta pelaporan kegiatan penelitian. (Pedoman penelitian yang isinya ada 6 dr perencanaan-pelaporan, Cover, SK, Daftar isi)

1. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) belum memiliki kelembagaan yang mengelola penelitian.

2. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) memiliki Unit Pengelola Penelitian yang bertugas mengelola penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, serta pelaporan kegiatan penelitian.

3. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) memiliki Unit Pengelola Penelitian yang bertugas mengelola penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi serta pelaporan kegiatan penelitian.

4. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) memiliki Unit Pengelola Penelitian yang bertugas mengelola penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi serta pelaporan kegiatan penelitian, yang secara berkala dievaluasi dan ditindak lanjuti.

Buatkan file pdf data pendukung jawaban (evaluasi terhadap pedoman dan tindak lanjut oleh dosen)

INDIKATOR 2)

nit Pengelola Program Studi (UPPS) memiliki Unit Pengelola Penelitian untuk memfasilitasi pelaksanaan penelitian.

1. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) belum memiliki kelembagaan yang mengelola penelitian.

2. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) belum memiliki kelembagaan yang mengelola penelitian tapi kegiatan penelitian difasilitasi pimpinan jika ada pengajuan oleh Program Studi.

3. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) memiliki Unit Pengelola Penelitian untuk memfasilitasi pelaksanaan penelitian.

(14)

4. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) memiliki Unit Pengelola Penelitian untuk memfasilitasi pelaksanaan penelitian, yang secara berkala dievaluasi dan ditindaklanjuti.

Buatkan file pdf data pendukung jawaban

INDIKATOR 3)

Unit Pengelola Penelitian sudah melaksanakan: 1. Penyusunan dan pengembangan re ncana program penelitian sesuai dengan rencana strategis penelitian perguruan tinggi, (bagaimana LP2M menyusun program penelitian menurut renstra) 2.Penyusunan dan pengembangan peraturan, panduan, dan sistem penjaminan mutu internal penelitian, (SK Pedoman, bukti Pelaksanaannya, bukti evaluasi terhadap pedoman, bukti pengendalian dan peningkatan terhadap pedoman oleh LP2M) 3 Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penelitian, (pemantauan dan evaluasi oleh LPM) 4 Diseminasi hasil penelitian (bukti seminar hasil penelitian dosen)

1. Unit Pengelola Penelitian sudah melaksanakan salah satu aspek. 2. Unit Pengelola Penelitian sudah melaksanakan dua atau tiga aspek. 3. Unit Pengelola Penelitian sudah melaksanakan semua aspek.

4. Unit Pengelola Penelitian sudah melaksanakan semua aspek, dan secara berkala sudah dievaluasi dan ditindaklanjuti.

Buatkan file pdf data pendukung jawaban (Evaluasi dan tindak lanjut)

INDIKATOR 4)

Unit Pengelola Penelitian memfasilitasi peningkatan kemampuan peneliti untuk: 1.Melaksanakan penelitian, (Bukti pelatihan pelatihan dosen dalam penelitian yang difasilitasi LP2M) 2.Penulisan artikel ilmiah, (bukti pelatiahan Ka. LP2M) 3.Perolehan Kekayaan Intelektual (KI), (bukti HAKI) 4. Melapokan kegiatan penelitian yang dikelolanya, (Laporan tahunan kinerja LP2M) 5.Memberikan penghargaan kepada peneliti yang berprestasi (Bukti penghargaan terhadap peneliti berprestasi berupa sertifikat)

1. Unit Pengelola Penelitian melaksanakan aspek (1).

2. Unit Pengelola Penelitian sudah melaksanakan aspek (1), (2) dan (4). 3. Unit Pengelola Penelitian sudah melaksanakan semua (lima) aspek.

(15)

4. Unit Pengelola Penelitian sudah melaksanakan semua aspek dan secara berkala dievaluasi dan ditindaklanjuti.

Buatkan file pdf data pendukung jawaban (Evaluasi dan tindak lanjut)

INDIKATOR 5)

Unit Pengelola Penelitian melaksanakan kegiatan: 1. Penyusunan dan pengembangan rencana program penelitian sesuai dengan rencana strategis penelitian perguruan tinggi dan Road mapPenelitian Program Studi berbasis capaian pembelajaran, (RIP dan Road Map yang mengatur tentang bagaimana dosen harus melakukan penelitian) 2. Penyusunan kriteria dan prosedur penilaian penelitian paling sedikit menyangkut aspek peningkatan jumlah publikasi ilmiah, penemuan baru di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dan jumlah dan mutu bahan ajar, (format penilaian, SK ketua tentang penilai atau reviwer, bukti penilaian oleh revier) 3. Menjaga dan meningkatkan mutu pengelolaan lembaga atau fungsi penelitian dalam menjalankan program penelitian secara berkelanjutan, (bukti sesuai tidak dengan pedoman; bukti laporan LP2M bahwa proposal penelitian ditolak atau tidak biasa diajukan atau didanai, yang tidak didanai menjadi penelitian mandiri) 4. Pemantauan dan evaluasi terhadap lembaga atau fungsi penelitian dalam melaksanakan program penelitian (Oleh LPM)

1. Unit pengelola belum melaksanankan kegiatan yang sesuai dengan empat aspek di atas.

2. Unit pengelola sudah melaksanakan satu sampai tiga aspek terkait.

3. Unit pengelola sudah melaksanankan kegiatan yang sesuai dengan empat aspek di atas. 4. Unit pengelola sudah melaksanankan kegiatan yang sesuai dengan empat aspek di atas

secara berkala dan secara berkala dievaluasi dan ditindaklanjuti. Buatkan file pdf data pendukung jawaban (Evaluasi dan tindak lanjut)

INDIKATOR 6)

Ketersediaan panduan penelitian yang berisi: 1. Kriteria peneliti yang mengacu pada standar hasil, standar isi, dan standar proses penelitian dan (Kriteria di panduan penelitian ada standar hasil, isi, proses) 2. Pendayagunaan sarana dan prasarana penelitian, pada lembaga lain melalui program kerjasama (misalnya lakukan penelitian di paroki berarti MoU (MoU penelitian) kerja sama dengan paroki tentang penggunaan sarana atau gereja sebagai sarana

(16)

penelitian; biasanya diambil dari bab III penelitian dosen di sana ada sarana dan prasarana yang dilakukan dalam penelitian)

1. Unit Pengelola Penelitian belum memiliki panduan yang berisi kriteria penelitian. 2. Unit Pengelola Penelitian sudah memiliki panduan kriteria penelitian yang meliputi

standar hasil, standar isi, dan standar proses penelitian.

3. Unit Pengelola Penelitian sudah memiliki panduan kriteria penelitian yang meliputi standar hasil, standar isi dan standar proses penelitian serta pendayagunaan Sarana dan Prasarana (Sarpras) penelitian pada lembaga lain melalui proram kerjasama.

4. Unit Pengelola Penelitian sudah memiliki panduan kriteria penelitian yang meliputi standar hasil, standar isi dan standar proses penelitian serta pendayagunaan Sarana dan Prasarana (Sarpras) penelitian pada lembaga lain (paroki dan sekolah t4 penelitian) melalui proram kerjasama, yang secara berkala dievaluasi dan ditindaklanjuti.

Buatkan file pdf data pendukung jawaban (evaluasi dan tindak lanjut)

INDIKATOR 7)

Unit Pengelola Penelitian melakukan kegiatan: 1. Analisis kebutuhan yang menyangkut jumlah, jenis, dan spesifikasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) penelitian, (LP2M melakukan analiasis; menyangkut jumlah, jenis, dan spesifikasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) penelitian. Harus ada dartar sarpras penelitian di LP2M) 2. Penyampaian laporan kinerja lembaga atau fungsi penelitian dalam menyelenggarakan program penelitian paling sedikit melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti), (Skirn shoot sister) 3.Mengelola kegiatan-kegiatan penelitian Program Studi dan hibah-hibah penelitian nasional, (Daftar hibah penelitian nasional di LP2M) 4.Mengelola kegiatan-kegiatan penelitian Program Studi dan hibah-hibah penelitian internasional (tidak ada)

1. Unit pengelola belum melaksanakan semua aspek di atas. 2. Unit pengelola sudah melaksanakan dua aspek di atas. 3. Unit pengelola sudah melaksanakan semua aspek di atas.

4. Unit pengelola sudah melaksanakan semua aspek di atas dengan pendokumentasian yag baik dan dapat diakses oleh pemangku kepentingan internal dan eksternal.

Buatkan file pdf data pendukung jawaban (tidak perlu evaluasi karena hanya 3 item atau dokumen)

(17)

A. STRATEGI PENCAPAIAN KRITERIA TATA KELOLA BIDANG PENELITIAN

Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang memiliki unit khusus untuk mengelola penelitian. Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dikelola terpusat di bawah kendali Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP 2M). Program studi melaksanakan penelitian dengan bekerja sama dengan LP2M. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIPAS Keuskupan Agung Kupang memiliki pedoman tata kelola bidang penelitian yang tertuang dalam buku Kebijakan Mutu, Manual Mutu dan Standar Mutu Internal STIPAS Keuskupan Agung Kupang Buku I-III berdasarkan Penmenristek Dikti No. 44 Tahun 2015. Buku tersebut dikeluarkan tahun 2017 yang memuat delapan standar mutu penelitian yaitu Standar Hasil Penelitian, Standar Isi Penelitian, Standar Proses Penelitian, Standar Penilaian Penelitian, Standar Peneliti, Standar Sarana dan Prasarana Penelitian, Standar Pengelolaan Penelitian dan Standar Pendanaan dan Pembiayaan Penelitian. Delapan standar mutu pembelajaran tersebut dijabarkan ke dalam standar turunan STIPAS Keuskupan Agung Kupang yang berisi tiga belas standar turunan mengenai mutu penelitian.

Penelitian STIPAS Keuskupan Agung Kupang meliputi penelitian dasar dan penelitian terapan, yang harus memuat prinsip-prinsip kemanfaatan, kemutakhiran, dan mengantisipasi kebutuhan masa mendatang. Materi penelitian dasar berorientasi pada luaran penelitian yang berupa penjelasan atau penemuan untuk mengantisipasi suatu gejala, fenomena, kaidah, model, atau postulat baru. Materi penelitian terapan berorientasi pada luaran penelitian yang berupa inovasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan/atau industri. Standar hasil penelitian ini dicapai dengan penerapan secara konsisten topik yang relevan dengan bidang keilmuan yang ada di program studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik (PPAK) serta sosialisasi penelitian yang integrative dan interkonektif.

Setiap kegiatan penelitian, LP2M telah memastikan kedalaman isi penelitian sesuai dengan kompetensi peneliti. Setiap tahun, LP2M harus mensosialisasikan urgensi kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa, serta bidang urgensi peningkatan pelayanan pastoral umat dan masyarakat untuk mendukung kedalaman dan keluasan isi penelitian. Minimal 50% stakeholders dapat bekerja sama dengan LP2M dengan memberikan

(18)

peluang sinergi kerja sama dalam hal yang berkaitan dengan penelitian. Standar isi penelitian dicapai dengan memberi pelatihan penyusunan proposal penelitian kepada seluruh dosen dan mahasiswa, menyediakan dana dan fasilitas pendukung bagi dosen dan mahasiswa untuk menghasilkan penelitian dan publikasi ilmiah dan membangun sinergitas dengan stakeholder.

Kegiatan penelitian harus mempertimbangkan strandar mutu, keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan, serta keamanan peneliti, masyarakatdan lingkungan. Perencanaan penelitian meliputi penetapan tujuan penelitian, topik unggulan penelitian untuk masing-masing peneliti, road map penelitian, jumlah judul penelitian, buku ajar, jurnal, dll. Pelaksanaan penelitian meliputi seleksi proposal, pemantauan dan evaluasi, pelaporan, dan diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kapasitas peneliti, akses dan pengadaan daya dan layanan penelitian, proses penelitian usul dan laporan akhir, pembuatan kontrak penelitian, kerjasama, dll. Standar proses penelitian ini dicapai dengan sistem pengelolaan penelitian yang lengkap dan dikembangkan serta dipublikasikan oleh institusi, adanya web STIPAS KAK dan adanya ekspos/ publikasi hasil penelitian yang ditampilkan pada perpustakaan dan jurnal online.

B. MEKANISME PENETAPAN, PELAKSANAAN, EVALUASI, PENGENDALIAN DAN PENINGKATAN KRITERIA TATA KELOLA BIDANG PENELITIAN 1) Mekanisme Penetapan

Pengelolaan penelitian pada STIPAS KAK bersifat terpusat di mana LP2M yang menjadi unit pengelola maka, mekanisme penetapan standar isi, standar proses dan standar penilaian penelitian ditentukan ketua, LP2M, Wakil Ketua I, dan LPM. LP2M membuat pembagian bagi dosen-dosen prodi untuk meneliti dengan menggunakan dana hibah dari yayasan dan kementerian setiap awal tahun ajaran yakni minimal empat penelitian. Walaupun hanya empat penelitian dengan dana hibah yayasan, namun LP2M menetapkan bahwa penelitian tersebut haruslah menggandeng dosen lain dan dianjurkan melibatkan mahas iswa. Selain itu ada juga dana penelitian dari Bimas Katolik Kementrian Agama RI.

2) Mekanisme Pelaksanaan

Untuk mekanisme pelaksanaan standar isi, standar proses dan standar penilaian penelitian di tingkat program studi dijalankan oleh ketua LP2M dengan langkah-langkah yang sama, yakni:

(19)

➢ LP2M melakukan pemetaaan standar isi, standar proses kepada semua dosen program studi.

➢ LP2M mengarahakan semua dosen agar memperhatikan tema isi penelitian, proses penelitian dan evaluasi penelitian.

➢ Dosen peneliti, dan/atau mahasiswa mengusulkan penelitian kepada LP2M.

➢ Setiap peneliti atau dosen dan/atau mahasiswa menyelenggarakan penelitian s esuai dengan proposal yang diajukan yang mengacu pada standar isi, standar proses dan standar evaluasi penelitian.

➢ Peneliti atau dosen dan/atau mahasiswa melaporkan isi, proses dan evaluasi penelitian dalam bentuk progres report dan laporan akhir penelitian.

3) Mekanisme Evaluasi

Mekanisme evaluasi standar isi, proses dan evalusi penelitian yang terjadi di pro gram studi dijalankan oleh LPM. Mekanismenya adalah LPM menentukan jadwal dan teknis pelaksaan evaluasi kemudia dilaporkan kepada ketua. LPM kemudian mengevaluasi pelaksanaan penelitian di tingkat program studi biasanya dilakukan pada Bulan Juli-Agustus. Hasil audit audit kemudian akan disampaikan kepada ketua untuk dilakukan tidak lanut dan perbaikan.

4) Mekanisme Pengendalian

Mekanisme pengendalian standar isi, standar proses dan standar evaluasi penelitian dijalankan oleh LPM:

➢ Pemantauan secara periodik terhadap pemenuhan standar isi, standar proses dan standar evaluasi penelitian .

➢ Mencatat semua penyimpangan, kelalaian dan kesalahan dari penyelenggaraan standari isi, standar proses dan standar evaluasi penelitian.

➢ Mencatatat semua ketidaklengkapan dokumen seperti prosedur kerja, dan formulir setiap standar.

➢ Memeriksa dan mempelajari penyebab terjadinya penyimpangan pada standar isi, standar proses dan standar evaluasi penelitian di tingkat program studi.

➢ Mengambil tindakan korektif atas semua penyimpangan pada standar isi, standar proses dan standar evaluasi penelitian.

(20)

➢ Memantau secara terus menerus agar tindakan korektif tersebut mengembalikan penyelenggaraan penelitian baik pada standar isi, standar proses dan standar evaluasi kembali sebagaimana mestinya.

➢ Membuat laporan kepada ketua program studi.

➢ Ketua STIPAS KAK, berdasarkan hasil laporan dari LPM menindaklanjutinya dengan melakukan rapat internal program studi yang dihadiri oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan di tingkat Program Studi untuk mengambil kebijakan untuk meningkatkan performa penelitian pada dosen.

5) Mekanisme Peningkatan

Untuk mekanisme peningkatan pada standar isi, standar proses dan standar evaluasi penelitian. Setelah meneirma laporan evaluasi dari LPM, selanjutnya Ketua STIPAS KAK melalui Bagian Administrasi membuat surat undangan yang mengundang semua staf dosen dan tenaga akademik program studi untuk melakukan rapat bersama guna menentukan langkah-langkah perbaikan atau peningkatan atas standar isi, standar proses dan standar evaluasi penelitian dengan pendekatan penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian dan peningkatan (PPEPP).

C. PRAKTIK BAIK YANG TELAH DILAKSANAKAN

Dalam bidang penelitian, praktik baik yang telah dilaksanakan oleh STIPAS Keuskupan Agung Kupang adalah

➢ Secara teratur setiap dosen membuat penelitian dengan dana hibah dari Bimas dan Yayasan.

➢ Dosen melakukan penelitian mandiri dengan biaya sendiri.

➢ Para dosen mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh LP2M

➢ STIPAS Keuskupan Agung Kupang memiliki jurnal internal Pastoralia dan Vinea untuk mempublikasikan hasil penelitian

➢ Penelitian dosen sering mengikutsertakan mahasiswa.

D. HAMBATAN DALAM PELAKSANAAN KRITERIA TATA KELOLA BIDANG PENELITIAN

(21)

Dalam bidang penelitian, beberapa hambatan yang dialami oleh STIPAS Keuskupan Agung Kupang yakni:

➢ Hasil penelitian dosen-dosen belum diterbitkan pada jurnal terakreditasi nasional maupun internasional.

➢ Jurnal internal belum terbit secara periodik.

➢ Belum ada buku ajar yang diterbitkan secara nasional

➢ Jumlah waktu mengajar yang cukup banyak sehingga para dosen tidak memiliki waktu yang cukup untuk meneliti.

E. LUARAN ATAS KRITERIA TATA KELOLA BIDANG PENELITIAN

Luaran penelitian yang selama ini STIPAS Keuskupan Agung Kupang dapatkan dari hasil penelitian para dosen dan/atau mahasiswa adalah berupa jilidan-jilidan yang diserahkan ke perpustakaan. Laporan kinerja LP2M kepada Ketua STIPAS setiap tahun menjadi tolok ukur kinerja LP2M. Laporan-laporan hasil penelitian diserahkan kepada LP2M menrapakan prinsip edukatif, objektif, akuntabel dan transparan. Materi hasil penelitian berupa inovasi serta pengembangan pengetahuan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat (gereja dan negara). Selain itu, luaran lain yang didapatkan adalah seminar, skripsi dan publikasi ilmiah pada jurnal-jurnal yang belum terakreditasi nasional , sudah terakreditasi nasional dan proceding. Penelitian para dosen juga menghasilakan terbitan buku dan HKI dari dosen -dosen peneliti.

F. LANGKAH-LANGKAH PERBAIKAN ATAS BERBAGAI HAMBATAN

Langkah-langkah yang akan diambil oleh STIPAS Keuskupan Agung Kupang untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi oleh para dosen berhubungan dengan penelitian adalah berikut:

1. Melakukan sosialisasi dan mendorong para dosen untuk mengirimkan proposal penelitian ke lembaga-lembaga eksternal

2. Memberikan pendampingan kepada para dosen tentang cara menulis artikel ilmiah yang tepat dengan mendatangkan dosen-dosen eksternnal dari Perguruan Tinggi lain (Mitra) yang tulisannya telah dipublikasikan pada jurnal terakreditasi nasional maupun internasional.

(22)

3. Melakukan pendekatan dengan institusi lain atau lembaga lain agar bisa bekerja sama dalam penelitian.

4. Mengaktifkan jurnal internal online STIPAS Keuskupan Agung Kupang

5. Mendorong para dosen untuk mengintergrasikan hasil penelitian mereka dengan materi-materi perkuliahan yang diharapkan bisa memperkaya para wawasan para mahasiswa dan mater-materi tersebut memiliki kualifikasi yang baik agar bisa dibukukan sehingga dikenal publik.

(23)

INDIKATOR UTAMA: Tata Kelola dalam Bidang Pengabdian (Sama dengan di atas criteria penelitian)

INDIKATOR 1)

Ketersediaan rumusan kriteria minimal tentang: 1. Perencanaan, 2. Pelaksanaan, 3. Pemantauan, 4. Evaluasi dan pengendalian, 5. Pelaporan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)

1. Belum tersedia rumusan kriteria minimal.

2. Sudah ada rumusan kriteria minimal untuk beberapa aspek Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

3. Sudah ada rumusan kriteria minimal yang mencakup semua aspek di atas.

4. Sudah ada rumusan kriteria minimal yang mencakup semua aspek di atas disertai evaluasi instrumen kepuasan mitra kerjasama.

Buatkan file pdf data pendukung jawaban

INDIKATOR 2)

Keberadaan Unit Pengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam bentuk kelembagaan yang mengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), seperti lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), atau bentuk lain yang sesuai.

1. Belum ada unit pengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

2. Sudah ada unit pengelola yang hanya mengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) saja.

3. Sudah ada unit kerja dalam bentuk kelembagaan yang mengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), seperti lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), atau bentuk lain yang sesuai. 4. Telah ada unit kerja dalam bentuk kelembagaan yang mengelola Pengabdian kepada

Masyarakat (PkM), seperti lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), atau bentuk lain yang sesuai, yang memiliki unit hilirisasi.

(24)

INDIKATOR 3)

Keberadaan kelembagaan yang mengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dan sudah melaksanakan: 1. Penyusunan dan pengembangan rencana program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sesuai dengan rencana strategis Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) perguruan tinggi, 2. Menyusun dan mengembangkan peraturan, panduan, dan sistem penjaminan mutu internal kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), 3 Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), 4.Melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), 5.Melakukan diseminasi hasil pengabdian kepada masayarakat

1. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) belum memiliki kelembagaan yang mengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

2. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) sudah memiliki kelembagaan yang mengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dan sudah melakukan beberapa jenis kegiatan di atas.

3. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) sudah memiliki kelembagaan yang mengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dan sudah melaksanakan semua jenis kegiatan di atas.

4. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) sudah memiliki kelembagaan yang mengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dan sudah melaksanakan semua jenis kegiatan di atas yang dievaluasi dan ditindaklanjuti secara berkala.

Buatkan file pdf data pendukung jawaban

INDIKATOR 4)

Unit pengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sudah melaksanakan kegiatan: 1.Memfasilitasi peningkatan kemampuan pelaksana kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), 2. Memberikan penghargaan kepada pelaksana kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berprestasi

1. Unit pengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) belum melakukan kedua aspek di atas.

2. Unit pengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sudah melakukan salah satu aspek di atas.

(25)

3. Unit pengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sudah melaksanakan kedua aspek di atas.

4. Unit pengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sudah melaksanakan kedua aspek di atas, kegiatannya terdokumentasi dengan baik, secara berkala dievaluasi dan ditindaklanjuti.

Buatkan file pdf data pendukung jawaban

INDIKATOR 5)

Unit Pengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) mendayagunakan Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) milik lembaga lain melalui kerjasama.

1. Unit pengelola kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) belum melakukan kerjasama untuk pemanfaatan Sarana dan Prasarana (Sarpras).

2. Unit pengelola kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sudah memanfaatkan Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tetapi tanpa adanya kerjasama.

3. Unit pengelola sudah melakukan kerjasama pemanfaatan Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan lembaga lain.

4. Unit pengelola sudah melakukan kerjasama pemanfaatan Sarana dan Prasarana (Sarpras) Abdimas dengan lembaga lain dan dilakukan evaluasi kepuasan mitra kerjasama.

Buatkan file pdf data pendukung jawaban

INDIKATOR 6)

Unit pengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sudah: 1. Melakukan analisis kebutuhan yang menyangkut jumlah, jenis, dan spesifikasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), 2. Menyusun laporan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dikelolanya

1. Unit pengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) belum melakukan kedua kegiatan di atas.

2. Unit pengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sudah melakukan salah satu kegiatan di atas.

(26)

3. Unit pengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sudah melaksanakan kedua kegiatan di atas.

4. Unit pengelola Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sudah melaksanakan kedua kegiatan di atas dan terdokumentasi dengan baik dalam database institusi.

Buatkan file pdf data pendukung jawaban

A. STRATEGI PENCAPAIAN KRITERIA TATA KELOLA BIDANG PENGABDIAN

Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang memiliki unit khusus untuk mengelola penelitian. Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dikelola terpusat di bawah kendali Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Program studi melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan bekerja sama dengan LP2M. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIPAS Keuskupan Agung Kupang memiliki pedoman tata kelola bidang Pengabdian kepada Masyarakat yang tertuang dalam buku Kebijakan Mutu, Manual Mutu dan Standar Mutu Internal STIPAS Keuskupan Agung Kupang Buku I-III berdasarkan Penmenristek Dikti No. 44 Tahun 2015. Buku tersebut dikeluarkan tahun 2017 yang memuat delapan standar mutu Pengabdian kepada Masyarakat yaitu Standar Hasil Pengabdian kepada Masyarakat, Standar Isi Pengabdian kepada Masyarakat, Standar Proses Pengabdian kepada Masyarakat, Standar Penilaian Pengabdian kepada Masyarakat, Standar Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat, Standar Sarana dan Prasarana Pengabdian kepada Masyarakat, Standar Pengelolaan Pengabdian kepada Masyarakat dan Standar Pembiayaan Pengabdian kepada Masyarakat. Delapan standar mutu pembelajaran tersebut dijabarkan ke dalam standar turunan STIPAS Keuskupan Agung Kupang yang berisi dua belas standar turunan mengenai mutu Pengabdian kepada Masyarakat. STIPAS Keuskupan Agung Kupang memiliki unit khusus untuk mengelola kegiatan pengabdian kepada masyarakat para dosen dan mahasiswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dikelola oleh LP2M STIPAS Keuskupan Agung Kupang atau dijalankan secara mandiri oleh para dosen. Walaupun demikian STIPAS Keuskupan Agung Kupang telah mengatur strategi dan mekanisme pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh para dosen. Hasil pengabdian kepada masyarakat merupakan pelayanan Pendidikan Keagamaan Katolik yang dihadapi masyarakat dan umat di wilayah Gereja lokal Keuskupan Agung Kupang dengan

(27)

memanfaatkan keahlian sivitas akademika yang relevan terkait dengan pengembangan metode pengajaran yang lebih kontekstual.

Pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat menetapkan kedalaman dan keluasan materi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Pelaksana merancang kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mempertimbangkan beberapa hal yakni: kedalaman dan keluasannya, tujuan atau hasil yang ingin dicapai dari setiap kegiatan dan masukan dari stakeholders (dosen, mahasiswa, pemerintah dan masyarakat setempat). Pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat harus bisa menerapkan isinya langsung pada kebutuhan masyarakat secara khusus pada aspek spiritual. Standar isi pengabdian kepada masyarakat ini dicapai dengan penerapan secara konsisten karya pengabdian masyarakat dalam bidang pendidikan, pastoral dan teologi dan sosialisasi pengabdian masyarakat yang integrative dan interkonektif.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat STIPAS KAK berupa pelayanan kepada masyarakat, penerapan pengetahuan dan teknologi sesuai dengan bidang keahliannya, peningkatan kapasitas masyarakat, pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat STIPAS KAK wajib mempertimbangkan standar mutu, menjamin keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan serta keamanan pelaksana, masyarakat, dan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat STIPAS KAK yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai salah satu dari bentuk pembelajaran harus mengarah pada terpenuhinya capaian pembelajaran lulusan serta memenuhi ketentuan dan peraturan di STIPAS Keuskupan Agung Kupang. Standar proses pengabdian kepada masyarakat ini dicapai dengan merancang pelatihan pengabdian kepada masyarakat bagi dosen muda dan memberikan dukungan dana dan sumber daya kepada kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

B. MEKANISME PENETAPAN, PELAKSANAAN, EVALUASI, PENGENDALIAN DAN PENINGKATAN KRITERIA TATA KELOLA BIDANG PENGABDIAN 1) Mekanisme Penetapan

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIPAS Keuskupan Agung Kupang menetapkan standar pengabdian kepada masyarakat yakni standar isi, proses maupun evaluasi. LP2M mengatur jadwal penerima dana pengabdian kepada masyarakat yang bersumber dari yayasan dan kementerian yang biasanya satu tahun, empat kesempatan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. LP2M juga menetapkan setuap kegiatan

(28)

pengabdian kepada masyarakat dengan dana hibah dari yayasan dan kementerian harus dilakukan secara berkelompok minimal dua orang dosen dan jika perlu melibatkan mahasiswa. Mekanisme-mekanisme penetapan standar lain dikelola oleh universitas, Ketua LP2M mengarsipkan dan mensosialisasikan dokumen standar isi, standar proses dan standar evaluasi atau penilaian pengabdian kepada masyarakat bagi para dosen di Program Studi. Sementara LPM menyusun SOP yang berkaitan dengan standar isi, proses dan penilaian pengabdian kepada masyarakat dengan merujuk pada ketentuan yang dikeluarkan oleh STIPAS Keuskupan Agung Kupang.

2) Mekanisme Pelaksanaan

Mekanisme pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di STIPAS Keuskupan Agung Kupang, diawasi oleh LP2M, baik pada standar isi, standar proses, dan standar penilaian pengabdian kepada masyarakat. Ketua LP2M bertugas memastikan bahwa semua usulan dan laporan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para dosen dan/atau mahsiswa sudah sesuai dengan standar isi, standar proses dan standar penilaian pengabdi an kepada masyarakat. Sementara itu, LPM berkoordinasi bersama ketua LP2M sehubungan dengan pelaksananya standar isi, standar proses dan standar penilaian pengabdian kepada masyarakat. Hal ini dilakukan sebelum dan sesudah pelaksanaan.

3) Mekanisme Evaluasi

Pada mekanisme evaluasi atau penilaian pada standar isi, standar proses dan standar penilaian Pengabdian pada Masyarakat di STIPAS Keuskupan Agung Kupang dilaksanakan oleh LPM dengan menetapkan jadwal dan teknis pelaksanaan evaluasi. Setelah melakukan audit, LPM membuat laporan hasil pelaksanaan audit yang kemudian diserahkan kepada Ketua Sekolah. Audit ini biasanya dilaksanakan pada bulan April atau Oktober. Hasil audit ini akan dievaluasi dalam rapat tinjauan menajemen untuk mengambil langkah-langkah penanggulangan atau peningkatan di bidang Pengabdian Kepada Masyarakat.

4) Mekanisme Pengendalian

Mekanisme pengendalian standar isi, standar proses dan standar evaluasi pengabdian kepada masyarakat di tingkat STIPAS Keuskupan Agung Kupang sama seperti yang dijalankan pada mekanisme pengendalian di bidang penelitian. Mekanisme pengendalian dilakukan oleh LPM dan LP2M sepanjang semester. LPM melakukan, Pertama, pemantauan secara periodik terhadap pemenuhan standar isi, standar proses dan standar evaluasi

(29)

pengabdian kepada masyarakat. Kedua,mencatat semua penyimpangan, kelalaian dan kesalahan dari penyelenggaraan standari isi, standar proses dan standar evaluasi pengabdian kepada masyarakat. Ketiga, mencatatat semua ketidaklengkapan dokumen seperti prosedur kerja, dan formulir setiap standar. Keempat, memeriksa dan mempelajari penyebab terjadinya penyimpangan pada standar isi, standar proses dan standar evaluasi pengabdian kepada masyarakat di STIPAS Keuskupan Agung Kupang.. Kelima, mengambil tindakan korektif atas semua penyimpangan pada standar isi, standar proses dan standar evaluasi pengabdian kepada masyarakat. Keenam, memantau secara terus menerus agar tindakan korektif tersebut mengembalikan penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat baik pada standar isi, standar proses dan standar evaluasi kembali sebagaimana mestinya. Ketujuh, membuat laporan kepada ketua sekolah.

5) Mekanisme Peningkatan

Mekanisme peningkatan pada standar isi, standar proses dan standar evaluasi pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh LP2M bekerja sama dengan Program Studi PPAK dengan mengundang semua staf dosen dan tenaga akademik program studi untuk melakukan rapat bersama. Rapat bersama dilakukan guna menentukan langkah -langkah perbaikan atau peningkatan atas standar isi, standar proses dan standar evaluasi peng abdian kepada masyarakat dengan pendekatan penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian dan peningkatan (PPEPP).

C. PRAKTIK BAIK YANG TELAH DILAKSANAKAN

Praktik baik yang selama ini dilaksanakan STIPAS Keuskupan Agung Kupang. berkaitan dengan pelaksaan dengan pengabdian kepada masyarakat adalah

➢ Hasil pengabdian masyarakat dikolaborasikan dalam bahan ajar

➢ Secara regular tiap tahun dosen Program Studi melakukan kurang lebih 2 pengabdian masyarakat yang danaya dari yayasan dan kementerian

➢ Kegiatan pengabdian masyarakat yang melekat pada mata kuliah adalah kuliah kerja nyata (KKN).

➢ Kegiatan pemgabdian masyarakat lain yang rutin dilaksanakan oleh STIPAS Keuskupan Agung Kupang Live in. Kegiatan ini biasa dilakukan di desa-desa di seluruh NTT dengan melibatkan mahasiswa dan dosen. Kabupaten tempat pernah dilakukan KKBM yakni Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Rote Ndao

(30)

D. HAMBATAN DALAM PELAKSANAAN KRITERIA TATA KELOLA BIDANG PENGABDIAN

Hambatan-hambatan yang dialami oleh Program Studi dalam pelaksanaan tata kelola di bidang pengabdian pada masyarakat adalah

1. Dosen-dosen Program Studi belum sepenuhya menjalankan tata kelola kegiatan pengabdian masyarakat seperti yang sudah dirumuskan dalam buku panduan sistem penjaminan mutu program studi.

2. Publikasi terhadap laporan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para masi rendah.

E. LUARAN ATAS KRITERIA TATA KELOLA BIDANG PENGABDIAN

Luaran yang dihasilkan dari tata kelola bidang pengabdian kepada masyarakat pada STIPAS Keuskupan Agung Kupang adalah

1. Semua usulan pengabdian kepada masyarakat mengikuti jalur yag telah ditetapkan oleh LP2M

2. Pengabdian kepada masyarakat pada STIPAS Keuskupan Agung Kupang. memiliki model perencanaan, pelaksaan dan evaluasi yang sama karena memiliki panduan yang jelas.

3. Dosen dipermudah dalam hal administrasi dan teknis pengajuan dan pelaporan karena memiliki pedoman yang baik.

F. LANGKAH-LANGKAH PERBAIKAN ATAS BERBAGAI HAMBATAN

Langkah-langkah perbaikan yang dilakukan oleh Program Studi dalam hal kriteria pengelolaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah

1. Lebih sering mensosialisasikan standar pengelolaan pengabdian kepada masyarakat bagi para dosen.

2. Mendorong para dosen dan mahasiswa melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara kolaboratif dengan memanfaatkan berbagai anggaran yang disediakan oleh dikti atau lembaga lain.

3. Para dosen membuat laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan yang disyaratkan oleh berbagai pengelola jurnal agar hasil pengabdian masyarakat

(31)

2. KEPEMIMPINAN Indikator 1

Fakultas dan Prodi memiliki dokumen sistem pengelolaan dengan format 5 aspek yang dilaksanakan secara konsisten, efektif, dan efisien ; yang mencakup 5 aspek sebagai berikut: 1) perencanaan (planning ), 2) pengorganisasian (organizing ), 3) penempatan personi (staffing), 4) pengarahan (leading ), dan 5) pengawasan (controlling ).

1. Kepemimpinan yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) belum terdokumentasi dengan baik.

2. Pola kepemimpinan yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) terdokumentasi dengan baik dalam tiga aspek.

3. Pengelolaan proses pembelajaran yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) terdokumentasi dengan baik dalam lima aspek.

4. Pengelolaan proses pembelajaran yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) terdokumentasi dengan baik dalam lima aspek serta dimanfaatkan untuk perbaikan program yang berkelanjutan.

Buatkan file pdf data pendukung jawaban

Indikator 2

Fakultas dan Prodi memiliki dokumen sistem pengelolaan dengan format 3 aspek yang dilaksanakan secara konsisten, efektif, dan efisien ; yang mencakup 3 aspek sebagai berikut: 1) Operasional, 2) kepemimpinan public dan 3) kepemimpinan organisasi

1. Kepemimpinan yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) belum terdokumentasi dengan baik.

2. Pola kepemimpinan yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) terdokumentasi dengan baik dalam tiga aspek.

3. Pola kepemimpinan yang ditetapkan ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) terdokumentasi dengan baik dalam 3 aspek.

4. Pola kepemimpinan yang ditetapkan ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) terdokumentasi dengan baik dalam 3 aspek serta dimanfaatkan untuk perbaikan program yang berkelanjutan.

(32)

Indikator 3

Terjalinnya komunikasi yang baik antara pimpinan dan stakeholders internal untuk mendorong tercapainya visi, misi, budaya, dan tujuan strategis institusi.

1. Kepemimpinan yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) antara pimpinan dan stakeholders internal untuk mendorong tercapainya visi, misi, budaya, dan tujuan strategis institusi.belum terdokumentasi dengan baik.

2. Kepemimpinan yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) terjalin dengan baik antara pimpinan dan stakeholders internal untuk mendorong tercapainya visi, misi, budaya, dan tujuan strategis institusi.

3. Kepemimpinan yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) terjalin dengan baik antara pimpinan dan stakeholders internal untuk mendorong tercapainya visi, misi, budaya, dan tujuan strategis institusi serta memiliki dokumen

4. Kepemimpinan yang ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) terjalin dengan baik antara pimpinan dan stakeholders internal untuk mendorong tercapainya visi, misi, budaya, dan tujuan strategis institusi serta memiliki dokumen untuk dimanfaatkan dalam perbaikan program yang berkelanjutan.

Buatkan file pdf data pendukung jawaban

Indikator 4

Unit Pengelola Program Studi (UPPS) melakukan: 1) kaji ulang dan perbaikan kepemimpinan 2).struktur manajemen institusi, 3). Evaluasi kepemimpinan dan 4).penilaian kinerja pemimpin dalam rangka mencapai kinerja organisasi.

a. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) belum melakukan: 1) kaji ulang dan perbaikan kepemimpinan 2). struktur manajemen institusi, 3). Evaluasi kepemimpinan dan 4). penilaian kinerja pemimpin dalam rangka mencapai kinerja organisasi.

b. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) sudah melakukan: 1) kaji ulang dan perbaikan kepemimpinan 2). struktur manajemen institusi, 3). Evaluasi kepemimpinan dan 4). penilaian kinerja pemimpin dalam rangka mencapai kinerja organisasi.

c. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) sudah melakukan: 1) kaji ulang dan perbaikan kepemimpinan 2). struktur manajemen institusi, 3). Evaluasi kepemimpinan dan 4).

(33)

penilaian kinerja pemimpin dalam rangka mencapai kinerja organisasi serta didokumentasikan

d. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) sudah melakukan: 1) kaji ulang dan perbaikan kepemimpinan 2). struktur manajemen institusi, 3). Evaluasi kepemimpinan dan 4). penilaian kinerja pemimpin dalam rangka mencapai kinerja organisasi serta didokumentasikan dandimanfaatkan untuk perbaikan program yang berkelanjutan. Buatkan file pdf data pendukung jawaban

STRATEGI PENCAPAIAN KRITERIA KEPEMIMPINAN

Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang memiliki strategi pencapaian standar kepemipinan sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam dokumen Organisasi dan Tata Kelola (Ortala). Pola kepemimpinan yang diterapkan di STIPAS Keuskupan Agung Kupang mengacu pada Statuta dan Renstra, dengan menekankan pada tiga aspek yaitu, animasi, manajemen professional dan kolegial-partisipatif.

Strategi pencapaian standar kepemimpinan: Pertama, membangkitkan kembali semangat Kekatolikan dan Spiritualitas Yesus Kristus di lingkungan STIPAS KAK, agar menjadi penggerak untuk komitmen dan semangat kerja para dosen dan pegawai. Hal ini dijalankan antara lain dengan memulai doa sebelum kerja, berdoa Angelus pada jam 12 siang, dan merayakan Misa bersama ketika pembukaan tahun ajaran baru, pelepasan mahasiswa KKN, pelepasan dan perutusan wisudawan, juga adanya rekoleksi untuk semua dosen dan pegawai sebagai upaya pembeningan spiritualitas.

Kedua, berusaha mengelola Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang memiliki strategi pencapaian standar kepemipinan sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam dokumen Organisasi dan Tata Kelola (Ortala). Pola kepemimpinan yang diterapkan di STIPAS Keuskupan Agung Kupang mengacu pada Statuta dan Renstra, dengan menekankan pada tiga aspek yaitu, animasi, manajemen professional dan kolegial -partisipatif. Strategi pencapaian standar kepemimpinan dengan prinsip manajemen yang profesional. Mencakup sistem perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi, koordinasi yang efektif, dan tertib administrasi akademik maupun keuangan.

Ketiga, menciptakan suasana kerja yang kolegial dan kekeluargaan, serta menampilkan wajah kepemimpinan yang simpatik. Untuk menciptakan kondisi tersebut Sekolah Tinggi

(34)

Pastoral Keuskupan Agung Kupang memiliki strategi pencapaian standar kepemipinan sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam dokumen Organisasi dan Tata Kelola (Ortala). Pola kepemimpinan yang diterapkan di STIPAS Keuskupan Agung Kupang mengacu pada Statuta dan Renstra, dengan menekankan pada tiga aspek yaitu, animasi, manajemen professional dan kolegial-partisipatif. Strategi pencapaian standar kepemimpinan mendesain dan melaksanakan sejumlah kegiatan bagi sivitas akademik Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang memiliki strategi pencapaian standar kepemipinan sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam dokumen Organisasi dan Tata Kelola (Ortala). Pola kepemimpinan yang diter apkan di STIPAS Keuskupan Agung Kupang mengacu pada Statuta dan Renstra, dengan menekankan pada tiga aspek yaitu, animasi, manajemen professional dan kolegial -partisipatif. Strategi pencapaian standar kepemimpinan.

Pola kepemimpinan di STIPAS KAK mengacu pada pada tiga pola atau model kepemimpinan berikut ini.

Kepemimpinan Operasional

Kepemimpinan operasional di STIPAS KAK hendaknya dengan bertitik tolak dari visi, misi, tujuan, sasaran dan program-program strategis STIPAS KAK yang tertera dalam dokumen Renstra STIPAS KAK periode 2015-2024. Semua pejabat struktural STIPAS KAK wajib memahami dan menguasai isi dokumen dimaksud, yang senantiasa disosialisasikan pada orientasi pejabat baru. Ketua menterjemahkan visi-misi STIPAS KAK ke dalam program kerja ketua untuk masa 4 tahun yang menjadi acuan dan pedoman lebih operasional bagi semua pimpinan/unit/pejabat struktural. Berdasarkan rencana kerja ketua, prodi menyusun rencana strategis prodi, yang menjadi dasar untuk penyusunan kurikulum dan rencana operasional tahunan dan semesteran di prodi, sambil memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku secara nasional. Lembaga dalam hal ini ketua menyiapkan pedoman penyusunan Renstra Prodi, Pedoman Penyusunan Kurikulum Prodi, Pedoman Penyusunan RKA (Rencana Kerja Anggaran), Pedoman Akademik dan Kemahasiswaan. Sedangkan untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang sejalan dengan visi-misi STIPAS KAK, LP2M perlu menyediakan Pedoman Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.

Kepemimpinan Organisasi

Kepemimpinan organisasi di STIPAS KAK perlu dilaksanakan dengan pertama-tama membentuk struktur organisasi kerja yang efektif dan efisien, serta mampu melayani semua

Referensi

Dokumen terkait

biopsikososial harusnya digunakan dalam melakukan penanganan LBP kronis dan pemberian latihan pada pasien merupakan rekomendasi terbaik, akan tetapi pada prakteknya

[r]

Menurut Sugiarto, (1997) jenis-jenis kamar yang biasa ada dalam hotel adalah Standard atau Moderete Room, Deluxe Room / Superior Room / Executive Floor, Suite Room &

Menyelenggarakan tata kelola program studi Pendidikan dokter yang profesional berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Kedokteran dan dilandasi nilai-nilai

Maka dapat disimpulkan hasil rata-rata nilai siswa untuk keterampilan hasil membaca bahasa Arab dengan menggunakan metode reading guide lebih baik dari pada

Pipa sangat baik digunakan sebagai batang tekan meskipun pada hubungannya memerlukan pengelasan, Penggunaan yang paling umum adalah sebagai batang tekan ataupun tarik, tetapi

Tujuan penelitian adalah mendeposisikan lapisan tipis titanium dan nitrogen pada permukaan baja kecepatan tinggi dengan menggunakan metode sputtering DC

Metode yang diusulkan oleh penulis metode supervised learning algoritma SVM dengan improvisasi kernel yang terlihat dalam gambar diatas dengan catatan data sudah tidak