Laporan Pelayanan Medis 2016 Laporan Pelayanan Medis 2016 Data statistik 2016
Data statistik 2016
Kunjungan Rawat Jalan Kunjungan Rawat Jalan
0 0 20 2000 40 4000 60 6000 80 8000 1000 1000 1200 1200 14 1444 45 4544 44 4477 515177 52 5233 52 5266 35 3588 55 5555 55 5500 55 5566 50 5044 474755 1000 100010591059 91 9177 97 9744 1059 1059 99 9955 99 9933 1123 1123 1016 10161082108210761076 96 9655 18 18 151 1 15 1711 17 1055 10 2011 20 153 3 15 173 1 1 1 13 1 1 1 117 1414 1515 1212 1515 2044 2011 Anak Anak Obgyn Obgyn Umum Umum Gigi Gigi Dalam Dalam
Kunjungan pasien rawat jalan pada tahun 2016 sejumlah 18.086 pasien dengan tren kenaikan Kunjungan pasien rawat jalan pada tahun 2016 sejumlah 18.086 pasien dengan tren kenaikan seti
setiap ap bulbulannyannya a sebsebanyanyak ak 3%. Kunj3%. Kunjungungan an rawarawat t jalajalan n terttertinginggi gi padpada a polpoliklikliniinik k ObObynyn sebanyak 12.2!" pasien. sebanyak 12.2!" pasien. Kunjungan IGD Kunjungan IGD 0 0 20 20 40 40 60 60 80 80 10 1000 12 1200 14 1400 16 1600 18 1800 20 2000 68 68 95 95 101033 11 1188 16 1611 14 1499 18 1844 16 1699 171788 13 1399 12 1277 14 1444 1 1 11 33 9 9 99 77 88 1010 99 55 1212 99
#nstalasi awat $arurat di & 'arapan Keluarga berdiri sejak (o)ember 201! pada mulanya #nstalasi awat $arurat di & 'arapan Keluarga berdiri sejak (o)ember 201! pada mulanya ber*ungsi
ber*ungsi sebagai sebagai gawat gawat darurat darurat kebidanan. kebidanan. (amun (amun semenjak semenjak +anuari +anuari 2016 2016 ber*ungsi ber*ungsi sebagaisebagai pelayanan gawat darurat medik umum dengan mayoritas kunjungan pasien ibu bersalin dan anak. pelayanan gawat darurat medik umum dengan mayoritas kunjungan pasien ibu bersalin dan anak.
,otal kunjungan pasien #$ sebanyak 163! pasien dengan total merujuk ke umah -akit lain sebanyak 83 pasien. elayanan medis #$ didukung oleh pelayanan penunjang di satu gedung meliputi pelayanan laboratorium sementara untuk rontgen akan mulai berjalan pada tahun 201/. -aat ini #$ memiliki triage untuk pelayanan pasien gawat darurat gawat tidak darurat dan tidak gawat dan tidak darurat.
!R "ed !##upan#y Ratio$
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25 0.3 0.35 0.4 22% 30% 24% 29% 30%30% 34% 26% 31% 26%30% 30%
BOR
BOReman*aatan tempat tidur rumah sakit & 'arapan Keluarga tahun 2016 ratarata sebanyak 28%
0 0.5 1 1.5 2 2.5 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
AVLOS
AVLO 0 1 2 3 4 5 6 7 8 6 5 7 4 4 4 4 5 4 5 4 4TOI
!O"0 1 2 3 4 5 6 4 4.43 3.29 5.295.07 5 5.14 4.364.934.865.07 5
BTO
B!O%nalisis Kinerja Pelayanan R&'D Ka(upaten &u)edang
dapun analisis Kinerja elayanan -$ Kabupaten -umedang yang ingin di4apai adalah sebagai berikut 5
1. eningkatnya kualitas kuantitas dan pro*esionalisme -$ dengan parameter sebagai berikut 5
asio $okter 5 asien di awat jalan 1 5 1! asio erawat 5 asien di awat jalan 1 5 1! asio $okter 5 asien awat $arurat 1 5 10 asio erawat 5 asien awat $arurat 1 5 ! Optimalisasi pendayagunaan tenaga /8%
,ersedianya anggaran pendidikan dan pelatihan minimal 1.! % dari total anggaran ,ersedianya dokumen analisis jabatan dan pengembangan karir 100 %
2. Optimalisasi -istem #n*ormasi anajemen umah -akit 5 &illing -ystem ,erpadu 100%
3. eningkatnya sarana dan prasarana pelayanan 5
atio ,empat ,idur dengan jumlah penduduk adalah 1 tempat tidur 5 1000 penduduk 7'O9
engembangan *asilitas pelayanan dan alked men4apai 100 % enyediaan gedung pelayanan:perawatan #; dan rawat inap 8 lantai
• ertumbuhan ratarata kunjungan rawat jalan : hari 10< % • ertumbuhan ratarata tindakan rawat jalan: hari 10< % • ertumbuhan ratarata kunjungan rawat darurat: hari 106 % • ertumbuhan ratarata tindakan rawat darurat :hari 103 % • ertumbuhan ratarata pemeriksaan radiologi :hari 112 % • ertumbuhan ratarata operasi : hari 103 %
• ertumbuhan ratarata rehabilitasi medik: hari 1.0! % • ertumbuhan rata hari perawatan: hari 11! %
• &ed O44upan4y atio 7&O9 /!."! % • )erage =ength o* -tay7=O-9 2.88 hari • &ed ,urn O)er 7&,O9 8".3" kali
• ,urn O)er #nternal 7,O#9 0."8 hari
• ngka Kematian &ayi 7K&9 sebesar 6<.28:1000 kelahiran hidup • ngka Kematian #bu 7K#9 sebesar 83.08:100.000
<. eningkatnya kinerja umah -akit untuk menjamin pelayanan kesehatan pada masyarakat 5
Kepuasan pasien "0%
,ersedianya -O seluruh unit kepuasan pasien 100 % ,ersedianya ;lini4al athway 100%
,erselenggaranya koordinasi dengan -K$ terkait < kali dalam 1 tahun 100% nitunit baru dalam menjaga ugus Kendali utu 80 %
asio utu meliputi 5
• >mergen4y esponse ,ime ate ! menit • =ama aktu ,unggu di oliklinik !! menit • ngka Kematian di awat $arurat 033 % • ngka kematian ? <8 jam 7($9 2.! % • ngka asien awat #nap yang dirujuk 1% • ost Operati)e $eath ate 1 %
• ngka in*eksi nosokomial @ 0!% • Ke4epatan elayanan resep
Obat a4ikan @ 60 menit
• aktu tunggu sebelum operasi @ /hari • asio ,empat ,idur kelas ### !1%
• eman*aatan ,empat ,idur 7&O9 kelas ### /</0%
!. ,erwujudnya otonomi pengelolaan umah -akit dalam rangka menuju - e*ekti* dan e*isien5
elaksanaan penatausahaan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan sebagai &adan =ayanan mum men4apai 100%
engelolaan keuangan sistem a44rual basi4 men4apai 100% enetapan sistem akuntabilitas umah -akit men4apai 100%
elaksanaan penatausahaan dan pertanggungjawaban klaim pada pihak ke 3 se4ara tepat waktu 100%
-e4ara keseluruhan pelayanan pasien selama kurun waktu tahun 201! pelaksanaan K&=$ -$ Kabupaten -umedang 4enderung meningkat yang
dilihat dari berbagai aspek yaitu 5
Customer Acquistion indikator ini digunakan untuk mengukur sampai sejauh mana minat Apasien baruA menggunakan jasa layanan yang disediakan -$ Kabupaten -umedang.
Customer loyality , ini bertujuan untuk mengukur sampai sejauh mana &=$ -$ Kabupaten -umedang mampu mempertahankan pasien lama 7kunjungan ulang9 untuk menggunakan jasa layanan yang disediakan.
Kelu*an pasien5 #ndikator ini untuk mengukur sampai sejauh mana kepuasan pasien terhadap layanan yang diberikan sur)ey kepuasan pelanggan:masyarakat terhadap kualitas pelayanan dan unsur penunjang pelayanan rumah sakit dilaksanakan 2 kali selama 201!
Quality of Place
,erdapat tiga indikator yang menggambarkan se4ara agregat kualitas *isik layanan umah -akit yaitu 5
a$ %ngka Penggunaan +e)pat +idur " Bed Occupation Ratio , !R$
yaitu prosentase pemakaian tempat tidur pada satu waktu tertentu. #ndikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat peman*aatan tempat tidur rumah sakit. enurut $epartemen Kesehatan # 7tahun 200!9 nilai parameter &O yang ideal adalah antara 608!% dihitung berdasarkan rumus &O B 77+umlah hari perawatan rumah sakit - 7+umlah tempat tidur .
+umlah hari dalam satu periode99 . 100%. peman*aatan tempat tidur enurut $epartemen Kesehatan # -$ sumedang dalam keadaan e*isien yaitu men4apai angka /!."! %.
b) %ngka Perputaran +e)pat +idur " Bed Turn Over , +!$
yaitu *rekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode berapa kali tempat tidur dipakai dalam satu satuan waktu tertentu. enurut $eparteman Kesehatan # 7tahun 200!9 idealnya dalam satu tahun satu tempat tidur rata rata dipakai <0!0 kali dihitung berdasarkan rumus &,O B +umlah pasien keluar 7hidup / mati9 - +umlah tempat tidur. #ndikator ini untuk mengukur *rekuensi pemakaian tempat tidur dalam satuan waktu. atarata *rekuensi pemakaian tempat tidur selama tahun 201! 78".3"9 mengalami penurunan ke
arah standar nasional dibanding tahun 201<. #$ +enggang Perputaran (Turn Over IntervalTOI)
dalah hari ratarata di mana tempat tidur tidak ditempati dari setelah diisi ke saat terisi berikutnya. #ndikator ini memberikan gambaran tingkat e*isiensi penggunaan tempat tidur. enurut $epartemen Kesehatan # idealnya tempat tidur kosong tidak terisi pada kisaran 1 3 hari dihitung berdasarkan rumus ,O# B 7+umlah tempat tidur C periode9 D hari perawatan9 : +umlah pasien keluar 7hidupEmati9. ,O# tahun 201! 70."89 mengalami penurunan dibanding tahun 201< hal ini diakibatkan tingginya kunjungan dengan tingkat morbiditas yang meningkat sehingga diperlukan adanya kebijakan agar proses perawatan pasien berjalan lan4ar dengan tidak mengurangi kualitas pelayanan.
&erdasarkan indikatorindikator kinerja diatas quality of place L'D R&'D Ka(upaten &u)edang relati* masih dalam kisaran yang diperkenankan oleh Kementerian Kesehatan. Kondisi tersebut se4ara relati* terkait pengembangan in*rastruktur dan budaya kerja insan umah sakit yang belum sepenuhnya berkorelasi langsung terhadap peningkatan kualitas *isik layanan.
Quality Of !ervices
Kualitas =ayanan umah -akit dapat diwakili dari ! indikator mutu sebagai berikut 5
a$ %ngka ke)atian Kasar ""ross #eat$ Rate"#R$
digunakan untuk menilai angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita keluar dihitung berdasarkan rumus $ B 7+umlah pasien mati seluruhnya:+umlah pasien keluar 7hidupEmati99 C 1000.
,ahun 201! ngka Kematian Kasar 33.6/ % mengalami penurunan dibandingkan tahun 201< dimana masih dalam standar nasional yaitu tidak lebih dari per 1000 penderita keluar.
($ %ngka Ke)atian ersi* " &et #eat$ Rate&#R$
ntuk menilai angka kematian di atas <8 jam setelah dirawat untuk setiap 1000 penderita keluar. #ndikator ini memberikan gambaran mutu pelayanan di rumah sakit dihitung berdasarkan rumus ($ B 7+umlah pasien mati ? <8 jam : +umlah pasien keluar 7hidupEmati99 C 1000. ,ahun 201! ratarata angka Kematian bersih 18./8 % mengalami ke4enderungan naik dibandingkan dengan tahun 201< . ngka pen4apaian ($ masih dalam nilai -tandar nasional yang dapat ditolerir yaitu 2 per 1000 penderita keluar.
#$ Rata3rata La)anya Pasien Dirawat " Avera'e en't$ of !tay AvO! $4 Rata3rata La)anya Pasien Dirawat " Avera'e en't$ of !tay AvO! $4 enurut $epartemen Kesehatan # 7tahun 200!9 nilai )=O- yang ideal antara 6 D " hari dihitung berdasarkan rumus )=O- B +umlah lama dirawat : +umlah pasien keluar 7hidupEmati9 AvO! adalah ratarata lama dirawat seorang pasien di instalasi rawat inap. #ndikator ini di samping memberikan gambaran tingkat e*isiensi juga dapat memberikan gambaran mutu pelayanan apabila diterapkan pada diagnosis tertentu dapat dijadikan hal
yang perlu pengamatan lebih lanjut.
,ahun 201! ratarata )=O- 2"0 hari mengalami ke4enderungan )eningkat (ila dibanding tahun 201< tetapi hasil tersebut masih di bawah nilai yang ideal yaitu 6" hari.
d$ Ke)atian I(u
ntuk mengukur kematian ibu melahirkan dalam jangka waktu tertentu. ,ahun 201! mengalami ke4enderungan menurun jika dibanding dengan tahun 201<. Kondisi ini menunjukkan peningkatan Fualitas pelayanan terutama pelayanan obstetri neonatal komprehensip .
$emikian juga dengan quality of services se4ara umum relati* masih dalam kisaran yang diperkenankan oleh Kementerian Kesehatan. Kondisi tersebut diindikasikan masih adanya keberagaman persepsi strategi dari para pengambil keputusan yang mempengaruhi implementasi ren4ana tindak perbaikan mutu layanan
en4apaian Kinerja elayanan -$ Kabupaten -umedang pada tahun 201! berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam - se4ara keseluruhan sudah baik dan sesuai dengan standar yang telah ditentukanwalaupun ada sebagian indikator yang sedikit belum ter4apai diantaranya 5
$
aktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat jalan standarnya @ 10 menit realisasi 12.! menit ini dikarenakan untuk pengguna kartu &+- perlu )eri*ikasi data dan pembuatan jaminan dari &+- ;enter$
Kelengkapan laporan akuntabilitas kinerja standarnya 100% sedangkan realisasinya baru "0% dikarenakan ada sebagian #nstalasi atau ruangan yang data nya belum terintegrasi dengan bagian pelaporansehingga realisasinya baru ter4apai "0%$
Ketepatan waktu pemberian imbalan 7insenti* 9 sesuai kesepakatan waktu standarnya 100 % sedangkan realisasinya "0% dikarenakan -$ -umedang menerapakan kerjasama untuk pelayanan penduduk miskin yaitu dengan dengan rogram +K( 7+aminan Kesehatan (asional9 yaitu 5 +K dan &+-Kesehatan 7+amkesmasK#-9 yang dalam Klaim nya terkadang ada keterlambatan.Ketepatan waktu pemeliharaan alat standar nya @ 80 % sedangkan realisasi 4apaian - "11% dikarenakan ada sebagian alat yang perlu penggantian suku 4adang yang harus di beli dari luar sehingga memakan waktu untuk pengadaan suku 4adang alat kesehatan tersebut.