Percobaan 1

29 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Percobaan 1

PENGGUNAAN ALAT

(2)

TUJUAN

Mengetahui cara membersihkan, mengeringkan

dan menggunakan berbagai alat gelas yang

digunakan di laboratorium kimia.

Mengatur nyala pembakar Bunsen untuk

memperoleh cahaya dan nyala yang efisien

Mengembangkan keterampilan penggunaan

neraca

Mengembangkan teknik penggunaan pipet

(3)

Mencuci Alat-Alat Gelas

 Air panas

 larutan asam encer atau basa encer.

 Larutan kalium dikromat (K

2

Cr

2

O

7

)

 Alat-alat gelas dikatakan bersih jika air

dilalukan pada permukaan gelas, tidak ada

sisa cairan yang menempel.

Untuk menghilangkan zat-zat yang menempel

pada dasar/dinding gelas dapat menggunakan:

(4)

Pengeringan alat gelas

dilakukan di dalam oven.

Alat-alat gelas yang mempunyai skala

yang

digunakan

untuk

mengukur

sejumlah tertentu secara kuantitatif,

dikeringkan dengan meniup alat tersebut

dengan udara (blower).

(5)

Nama alat

Jumlah

tabung reaksi

batang pengaduk

volume pipet

buret

labu ukur

corong gelas

pipet tetes

labu Erlenmeyer

beaker glass

gelas ukur

10

1

1

1

1

1

2

2

2

1

Alat gelas yang tersedia di lemari anda,

dicuci dan dikeringkan:

(6)

Pembakar Bunsen

 panas dan nyala efisien diperoleh dengan

pengaturan komposisi gas dan udara.

(7)

Menyalakan bunsen.

Untuk mendapatkan nyala bunsen, dilakukan

langkah -langkah sebagai berikut :

Pembakar bunsen

menyala

Pembakar bunsen

•Tutup katup pengontrol gas (Gb 1.1) dan buka katup gas pada outlet

•Tutup lubang udara yang ada pada bagian dasar pembakar dan perlahan-lahan buka katup pengontrol gas

•Nyalakan korek api,dekatkan ke bagian atas bejana, sampai gas menyentak ujung pengapian

• atur katup pengontrol gas sampai nyalanya biru muda dan terlihat dua atau lebih nyala yang berbeda

 buka katup pengontrol udara secara perlahan, sampai sedikit terdengar desisan.

(8)

Gambar:

Nyala yang diatur secara efisien pada pembakar bunsen.

(9)
(10)

Pengamatan suhu nyala menggunakan titik leleh

logam.

Pegang dengan krustang

Tentukan suhunya pada nyala non iluminasi

bunsen

catat suhu kira-kira nyala di daerah yang

ditunjukkan pada Gambar 1.8

Kawat Al

Suhu Al

Catatan:

(11)

Neraca Laboratorium

Banyak jenis dan model neraca yang

digunakan di laboratorium Kimia Dasar.

Neraca triple beam, dan neraca top loading

banyak digunakan.

(12)

Latihan menggunakan neraca.

Gunakan neraca top-loading hanya

setelah asisten menjelaskan cara

pemakaiannya. Pastikan untuk

mencatat massa zat untuk

menentukan kepekaan neraca:

0,01 g untuk neraca triple beam dan

(13)

 Timbang 1,21 g dengan neraca ohauss

CaCO

3

CaCO3 1,21 g

 Dilarutkan dalam air sejumlah 42,5 mL

Larutan CaCO3

Hasil sentrifugasi

• disaring • disentrifugasi

endapan

filtrat

endapan

cairan

(14)
(15)
(16)

 Timbang 1,4356 g dengan neraca analitis

NaCl

NaCl 1,4356 g

 Dilarutkan secara kuantitatif di dalam labu ukur 100 mL

Larutan NaCl

Larutan NaCl dalam erlenmeyer

 dipipet secara kuantitatif dengan volum pipet  dimasukkan ke dalam Labu Erlenmeyer

(pekerjaan ini dilakukan 2 kali).

dititrasi dengan larutan x dalam buret

sampai volume dari buret yang dikeluarkan: I = 20,50 mL

II = 23,25 mL

(17)

Gambar :

Cara melakukan

titrasi

(18)

Kerapatan

Setiap zat murni memperlihatkan sifat-sifat

intensif yang dimilikinya. Salah satu adalah

kerapatan.

Kerapatan: massa zat per satuan volume.

Dalam sistem Inggris, kerapatan air pada 4

C

adalah 8,34 lb/gal atau 62,2 lb/ft3.

SI: kerapatan air adalah 1,00 g/cm

3

atau 1,00

g/mL.

(19)

D. Kerapatan

Tanyakan kepada asisten, neraca yang mana yang digunakan

untuk menentukan kerapatan zat yang tidak diketahui. Tulis

nomor neraca pada lembar laporan.

 Isi air hingga ½ nya, catat volume

Gelas ukur 10 mL padatan

Gelas ukur + padatan

 tentukan massanya  masukkan

ke dalam gelas ukur

 hilangkan gelembung udara yang terjebak atau menempel pada padatan.

 Catat batas air yang baru

(V padatan adalah perbedaan antara dua batas air.

(20)
(21)

 Timbang dan catat massanya

 Pipet 5 mL air ke dalam gelas kimia  Tentukan massa gelas kimia dan air

Gelas kimia bersih dan kering

Kerapatan air

Massa gelas kimia + air

Hitung kerapatan air

Catatan: lakukan juga pengukuran kerapatan untuk cairan yang tidak diketahui.

(22)

Pertanyaan Pendahuluan

Sebelum memulai percobaan ini dalam laboratorium,

anda harus dapat menjawab pertanyaan di bawah ini:

1. Bedakan antara nyala iluminasi dengan nyala

non-iluminasi. Yang mana yang memiliki panas lebih tinggi?

2. Apa warna nyala efisien yang dominan untuk

pembakar bunsen?

3. Nyala non-iluminasi yang efisien yang diatur pada

pembakar bunsen memiliki (satu, dua, tiga) kerucut

yang khas.

4. Berapa suhu dalam nyala bunsen yang ditentukan

dalam percobaan ini?

(23)

5. Dua jenis neraca laboratorium masing-masing memiliki kepekaannya sendiri untuk mengukur massa suatu zat yang digunakan dalam percobaan ini. Berilah nama setiap jenis neraca tersebut berkaitan dengan kepekaannya.

6. (a) Apa definisi meniscus? (b) Jelaskan (bisa dengan diagram) teknik pembacaan meniscus.

7. Massa suatu gelas kimia adalah 6,684 gram. Setelah diisi 2,5 mL bensin, massa gelas kimia tersebut dengan bensin menjadi 8,248 g. Berdasarkan data tersebut, tentukan kerapatan bensin.

8. Teknik penggunaan pipet yang efisien membantu seorang ahli kimia untuk memperoleh data yang bagus dan reproducible. Apa yang harus dilakukan dalam situasi berikut:

a) Meneteskan suspensi dari tip pipet dipindahkan dengan ___ b) Untuk menghilangkan sedikit cairan sisa yang terakhir

setelah dikeluarkan dari pipet ________________________ c) Suatu pipet harus diisi dengan bantuan ________________ d) Jari yang mana yang digunakan untuk mengontrol suatu volume cairan dalam pipet.

(24)

NPM________Nama__________Tanggal

Lab__________Meja_____ Asisten_____

Lembar Laporan Percobaan 1

Penggunaan Alat Dasar Laboratorium A. Alat-Alat Gelas

Tuliskan dengan bahasa yang amat singkat langkah-langkah penyiapan alat gelas.

B. Pembakar Bunsen

1. Diagram pada sebelah kanan daerah panas nyala noniluminasi yang dideteksi dengan kawat kassa yang

(25)

2. Pada sebelah kanannya, gambarkan sebuah gambar nyala noniluminasi bunsen dan tunjukkan suhu kira-kira dari daerah nyala berikut (lihat Gambar 1.7).

a) Pada puncak nyala ____ C b) Antara puncak nyala dan di dalam kerucut ____ C c) Pada puncak di dalam kerucut ____ C 3. Apakah gambar anda sesuai dengan uji kawat kassa ?

(26)

C. Neraca Laboratorium

Tentukan massa zat-zat berikut pada neraca yang ditentukan. Jelaskan hasil anda dengan kepekaan yang benar. Bandingkan massa-massa yang dicatat untuk zat yang sama pada neraca yang berbeda.

Zat Neraca triple-beam Neraca top-loading

Tabung reaksi 75 mm (g) ___________________ ___________________

Gelas kimia 250 mL (g) ___________________ ___________________

Cawan penguap (g) ___________________ ___________________

Gelas ukur 10 mL (g) ___________________ ___________________

Gelas ukur 10 mL dengan

4 mL air (g) ___________________ ___________________

(27)

D. Kerapatan

Berapa nomor neraca? _____

• Nomor padatan yang tidak diketahui _____________ Perc. 1 Perc. 2 a) Massa padatan (g) ________ ________ b) Volume air (cm3) ________ ________ c) Volume air dan padatan (cm3) ________ ________ d) Volume padatan (cm3) ________ ________ e) Kerapatan padatan (g/cm3) ________ ________ f) Rata-rata kerapatan padatan (g/cm3) ____________

(28)

2. Cairan

Air Cairan cuplikan no. __

Perc. 1 Perc. 2 Perc. 1 Perc. 2 a) Massa tabung reaksi

dan gelas kimia (g) _______ _______ _______ _______ b) Massa tabung reaksi,

gelas kimia dan

cairan (g) _______ _______ _______ _______ a) Massa cairan (g) _______ _______ _______ _______ b) Volume cairan (mL) _______ _______ _______ _______ c) Kerapatan cairan (g/mL) _______ _______ _______ _______ d) Rata-rata kerapatan cairan (g/mL) ________ ________

Data kelas / kelompok 1 2 3 4 5 6 Kerapatan cairan cuplikan ____ ____ ____ ____ ____ ____

(29)

Pertanyaan:

1. Kerapatan padatan A adalah 2,70 g/cm3 dan padatan B adalah 3,87 g/cm3. Suatu cuplikan 1,00 g masing-masing padatan dipindahkan ke dalam gelas ukur yang mengandung 5,00 mL air. Padatan yang mana yang menempati volume air lebih besar? Berapa mL?

2. Kerapatan logam timbal adalah 11,35 g/cm3. Jika 16,44 g timbal ditambahkan ke dalam gelas ukur 10 mL yang mengandung 4,2 mL air, bagaimana pembacaan volume akhir air pada gelas ukur ?

3. Pada bagian D.1 gelembung udara yang terdapat pada permukaan logam ketika dimasukkan ke dalam air, Jelaskan bagaimana fenomena ini mempengaruhi densitas logam yang dilaporkan.

4. Pada bagian D.3, beberapa tetes cairan yang tidak diketahui ke dalam dinding tabung pipet (karena pipetnya kotor) setelah cairannya dikeluarkan. Apakah volume sebenarnya cairan yang dikeluarkan leboih besar atau lebih kecil dari 2 mL yang tertera pada pipet ? Jelaskan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :