INISIASI 5 INISIASI 5
Manajemen Bisnis Dan Organisasi Pada Pasar Sekarang Manajemen Bisnis Dan Organisasi Pada Pasar Sekarang
Fungsi Manajemen Bisnis Fungsi Manajemen Bisnis Manajemen
Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi Mary Parker adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Manajemen yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.
belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.
Manajemen adalah Proses yang disesain untuk mencapai tujuan organisasi dengan Manajemen adalah Proses yang disesain untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien dalam lingkungan dalam lingkungan menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien dalam lingkungan dalam lingkungan yang serba berubah (Ferrell
yang serba berubah (Ferrell et al.,et al., 2011).2011). Fungsi manajemen menurut Henry Fayol Fungsi manajemen menurut Henry Fayol
1) Planning = Perencanaan tujuan perusahaan dan bagaimana strategi untuk mencapai 1) Planning = Perencanaan tujuan perusahaan dan bagaimana strategi untuk mencapai tujuan tersebut dengan sumber daya yang tersedia. Perencanaan terbagi menjadi tujuan tersebut dengan sumber daya yang tersedia. Perencanaan terbagi menjadi perencanaan strategi dan perencanaan operasional.
perencanaan strategi dan perencanaan operasional.
2)Organizing = Pengorganisasian atau singkronisasi sumber daya manusia, sumber daya 2)Organizing = Pengorganisasian atau singkronisasi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya fisik, dan sumber daya modal dalam
alam, sumber daya fisik, dan sumber daya modal dalam rangka mencapai tujuan perusahaanrangka mencapai tujuan perusahaan 3)Commanding = Fungsi commanding sama dengan mengarahkan (actuating). Commanding 3)Commanding = Fungsi commanding sama dengan mengarahkan (actuating). Commanding dilakukan dengan memberikan arahan kepada karyawan agar dapat menunaikan tugas dilakukan dengan memberikan arahan kepada karyawan agar dapat menunaikan tugas mereka masing-masing. Selain itu, commanding dilakukan agar tugas dapat dilaksanakan mereka masing-masing. Selain itu, commanding dilakukan agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai pada tujuan
dengan baik dan sesuai pada tujuan yang telah ditetapkan semula.yang telah ditetapkan semula.
4) Coordinating = Coordinating adalah salah satu fungsi manajemen untuk melakukan 4) Coordinating = Coordinating adalah salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan
jalan menghubung-hubungkmenghubung-hubungkan, an, menyatupadukmenyatupadukan an dan dan menyelaraskmenyelaraskan an pekerjaan-pekerjaapekerjaan-pekerjaann bawahan sehingga terdapat kerjasama yang terarah dalam
bawahan sehingga terdapat kerjasama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan bersamausaha mencapai tujuan bersama atau tujuan organisasi.
atau tujuan organisasi.
5. Controlling = Controlling atau pengendalian atau pengawasan adalah suatu kegiatan 5. Controlling = Controlling atau pengendalian atau pengawasan adalah suatu kegiatan untuk memantau, membuktikan, dan memastikan seluruh kegiatan yang telah untuk memantau, membuktikan, dan memastikan seluruh kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan, diperintahkan, dan dikondisikan sebelumnya dapat berjalan direncanakan, diorganisasikan, diperintahkan, dan dikondisikan sebelumnya dapat berjalan sesuai target atau tujuan
Yang dimaksud dengan manajer adalah orang yang memiliki pengalaman, pengetahuan dan keterampilan yang baik yang diakui oleh organisasi untuk dapat memimpin, mengelola, mengendalikan, mengatur serta mengembangkan organisasi dalam rangka mencapai tujuannya. Atau definisi manajer yang lainnya adalah seseorang yang dapat mengarahkan orang lain dan mampu bertanggung jawab atas kegiatan atau pekerjaan tersebut.
Baca juga mengenai: Pengertian manajemen dan menurut para ahli dilengkapi fungsinya Beberapa tugas seorang manajer
Adapun beberapa tugas yang dilakukan oleh seorang manajer diantaranya seperti dibawah ini:
Yang pertama, tentunya memimpin organisasi.
Yang kedua, mengatur dan mengendalikan organisasi. Yang ketiga, mengambangkan organisasi.
Yang keempat, mengatasi berbagai masalah yang dihadapi organisasi. Yang kelima, mengawasi dan mengendalikan organisasi.
Yang keenam, menumbuhkan kepercayaan.
Yang ketujuh, meningkatkan rasa tanggung jawab.
Yang kedelapan, mengevaluasi kegiatan-kegiatan organisasi.
Dan yang kesembilan, menggali dan mengembangkan sumber daya yang dimiliki
organisasi atau perusahaan.
apakah itu manajer? Dan inilah tingkatan-tingkatan manajer
Adapun pada beberapa organisasi, manajer seringkali dikelompokan kedalam beberapa kategori seperti manajer puncak atau top management , manajer tingkat mengah ataumiddle management dan manajer lini pertama atau first-line management . Berikut di bagian bawah ini penjelasannya:
derlibat dalam proses produksi. Biasanya mereka sering disebut supervisor, manajer area, manajer shift, manajer department, manajer kantor atau mandor. Itulah penjelasan mengenai manajer lini pertama.
Baca juga mengenai: Pengertian manajemen operasional dan ruang lingkupnya. 2. Manajer tingkat menengah (middle management).
Manajer tingkat menengah ini berada diantara manajer lini pertama (first line management) dan manajer puncak (top management), tugasnya sebagai penghubung antar keduanya. Adapun jabatan yang termasuk kedalam manajer tingkat menengah ini diantaranya seperti manajer proyek, manajer pabrik, manajer divisi atau kepala bagian. Itulah penjelasan mengenai manajer tingkat menengah.
Baca juga secara jelas: Pengertian manajemen proyek dan contohnya lengkap. 3. Manajer puncak (top management).
Manajer puncak bertugas untuk merencanakan kegiatan maupun strategi organisasi atau perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya organisasi ataupun perusahaan. Manajer puncak ini dikenal dengan instilah executive officer , contoh dari manajer puncak sepertiChief Executive Officer (CEO),Chief Financial Officer (CFO) danChief Information Officer (CIO). Dan itulah penjelasan mengenai manajer puncak.
Cara lain apa yang dilakukan oleh manajer adalah dengan melihat keahlian atau kompetensi yang mereka untuk mencapai tujuan – tujuan mereka. Robert Kartz mengidentifikasikan tiga keahliandasar manajemen, yaitu teknis, personal, konseptual.
Keahlian Teknis
Keahlian teknis (technical skill ) meliputi kemampuan untuk menerapkan pengetahuan atau keahlian khusus. Ketika memikirkan keahlian yang dimiliki oleh para profesional seperti insinyur teknik sipil atau ahli bedah mulut. Anda biasanya berfokus pada keahlian – keahlian teknis mereka. Melalui pendidikan formal yang ekstensif, mereka telah mempelajari pengetahuan dan praktik – praktik khusus dalam bidang mereka. Tentu saja, para profesional tidak memonopoli keahlian teknis, dan tidak semua keahlian teknis dipelajari di sekolah – sekolah atau program – program pelatihan formal. Semua pekerjaan menuntut sejumlah keahlian khusus, dan banyak individu mengembangkan keahlian teknis mereka dalam pekerjaa.
Keahlian Personal
Kemampuan untuk bekerja sama, memahami, dan memotivasi individu lain, baik secara individual maupun dalam kelompok, mendefinisikan keahlian kelompok (human skill ). Banyak individu cakap secara teknis, tetapi tidak cakap secara antarpersonal. Mereka mungkin pendengar yang buruk, tidak mampu memahami kebutuhan individu lain, atau mempunyai kesulitan dalam menangani konflik. Karena manajer menyelesaikan segala urusan melalui individu lain, mereka harus memiliki keahlian personal yang baik untuk berkomunikasi, memotivasi, dan mendelegasikan.
Keahlian Konseptual
Para manajer harus mempunyaikeahlian konseptual (conceptual skill ), yaitu kemampuan mental untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi – situasi yang rumit. Pembuatan keputusan, misalnya, mengharuskan para manajer untuk mengidentifikasi masalah, mengembangkan solusi alternatif untuk memperbaiki masalan – masalah tersebut, dan memilih solusi terbaik. Manajer bisa jadi cakap secara teknis dan secara antarpersonal, namun masih gagal karena ketidakmampuan untuk memproses dan menginterpretasikan informasi secara rasional.
Sumber: Perilaku Organisasi, Organizational Behavior. Stephen P. Robbins. Timothy A. Judge (Hal 8 – 9)
Penelitian Robbins dan Judge menunjukkan bahwa ada tujuh karakteristik utama yang secara keseluruhan merupakan hakikat kultur sebuah organisasi:
1. Inovasi dan keberanian mengambil resiko. Sejauh mana karyawan didorong untuk bersikap inovatif dan berani mengambil resiko.
2. Perhatian pada hal-hal rinci. Sejauh mana karyawan diharapkan menjalankan presisi, analisis, dan perhatian pada hal-hal detail.
3. Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen berfokus lebih pada hasil ketimbang pada teknik dan proses yang digunakan umtuk mencapai hasil tersebut.
4. Orientasi orang. Sejauh mana keputusan-keputusan manajemen mempertimbangkan efek dari hasil tersebut atas orang yang ada dalam organisasi. 5. Orientasi tim.Sejauh mana kegiatan-kegiatan kerja diorganisasikan pada tim
ketimbang pada individu-individu.
6. Keagresifan.Sejauh mana orang bersifat agresif dan kompetitif ketimbang santai. 7. Stabilitas.Sejauh mana kegiatan-kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya
status quo dalam perbandingannya dengan pertumbuhan.
Pengertian Struktur Organisasi
Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan.
Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa.
Menurut Hatch(1997:161) struktur organisasi mengacu pada hubungan di antara elemen-elemen sosial yang meliputi orang, posisi, dan unit-unit organisasi dimana mereka berada.
Menurut Robbins (1990:5) struktur organisasi mendefinisikan bagaimana tugas-tugas dialokasikan , siapa melapor kepada siapa , serta mekanisme-mekanisme koordinasi formal dan pola-pola interaksi yang menyertainya.
Elemen Pokok Struktur Organisasi ada tiga yaitu : 1. Kompleksitas
Kompleksitas struktur menggambarkan derajat diferensiasi dalam suatu organisasi, baik diferensiasi horizontal, vertical maupun spasial. Peningkatan salah satu jenis diferensiasi ini secara otomatis akan menambah kompleksitas struktur sebuah organisasi.
a. Diferensiasi Horizontal
Diferensiasi horizontal merujuk pada tingkat diferensiasi antara unit-unit berdasarkan orientasi para anggotanya, sifat dari tugas yang mereka laksanakan, dan tingkat pendidikan serta pelatihannya. Semakin banyak jenis pekerjaan yang ada dalam organisasi yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang istimewa, semakin kompleks pula organisasi tersebut. Bukti paling nyata pada organisasi yang menekankan diferensiasi horisontal adalah spesialisasi dan departementalisasi.
Spesialisasi fungsional dilaksanakan dengan cara memecah pekerjaan menjadi tugas-tugas yang sederhana dan repetitive. spesialisasi social merujuk pada spesilaisasi orang. Artinya organisasi merekrut seseorang yang ahli untuk melakukan jenis-jenis pekerjaan tertentu yang bersifat khusus.
Cara mengelompokkan para spesialis disebut sebagai departementalisasi. Oleh karena itu, departementalisasi adalah cara organisasi secara khas mengkoordinasikan aktivitas yang telah d ideferensiasi secara horisontal.
2. Diferensiasi Vertikal
Diferensiasi vertikal merujuk pada kedalaman struktur. Diferensiasi meningkat, demikian pula kompleksitasnya karena jumlah tingkatan hierarki di dalam organisasi bertambah. Makin banyak tingkatan yang terdapat di antara top management dan tingkat yang paling rendah, maka makin besar pula potensi terjadinya distorsi dalam komunikasi, dan makin sulit mengkoordinasi pengambilan keputusan dari pegawai manajerial, serta makin sukar bagi top management untuk mengawasi kegiatan bawahannya. Diferensiasi vertikal sebaiknya diartikan sebagai tanggapan terhadap peningkatan diferensiasi horisontal. Jika spesialisasi meluas, maka kooordinasi tugas makin dibutuhkan. Faktor yang menentukan diferensiasi vertikal adalah rentang kendali. Rentang kendali (span of control) menetapkan jumlah bawahan yang dapat diatur dengan efektif oleh seorang manajer. Jika rentangnya lebar, para manajer akan mempunyai banyak bawahan yang melapor kepadanya. Jika sempit, para manajerhanya mempunyai sedikitbawahan.
Diferensiasi spasial barang kali sedikit memiliki kesesuaian dengan pendapat Hatch mengenai struktur organisasi. Diferensiasi spasial menggambarkan sejauh mana fasilitas dan personeel organisasi tersebar secara geografis. Organisasi yang memiliki sejumlah kantor yang tersebar dalam rentang geografis yang luas, tentunya akan menghadapi kompleksitas yang lebih tinggi daripada organisasi yang hanya terpusat pada satu atau beberapa lokasi.
Distribusi atau penyebaran lokasi, menurut Hatch, mengandung masalh sekaigus peluang. Ada keuntungan-keuntungan tertentu pula, khususnya pansa pasar, menambah keragaman konsumen, memperluas jankauan produk atau jasayang dihasilkan. Namun ada kerugian tertentu pula khususnya mengendalikan organisasi. 2. Formalisasi
Formalisasi menyangkut jumlah atau banyaknya aturan tertulis dalam suatu organisasi, yang merujuk pada kestandarisasian tingkat pekerjaan. Tingkat formalisasi cenderung tidak sama dalam suatu organisasi. Artinya ada pekerjaan tertentu yang mengharuskan tingkat formalisasi tinggi. Robbins membandingkan antara pekerjaan seorang sales dan pekerjaan klerikal, dimana pekerjaan pertama menuntut keleluasaan yang lebih besar mendukung untuk dilakukan formalisasi yang tinggi.
Teknik – teknik yang biasa dipakai pengelola organisasi dalam proses formalisasi adalah sebagai berikut :
Proses seleksi (selection)
Persyaratan jabatan (role requirement)
Peraturan, prosedur, dan kebijakan (rules,procedures, politicies). Proses pelatihan (training)
Ritual (rituals)
3. Sentralisai
Sentralisasi dapat didefinisikan sebagai sejauh mana otoritas formal untuk membuat pilihan- pilihan bebas terkonsentrasi pada seseorang, sebuah unit, atau suatu level (biasanya berposisi tinggi dalam organisasi),demikian juga pegawai (biasanya berposisi rendah) hanya mendapat input yang seminimal mungkin dalam pekerjaan. Dibandingkan dengan kompleksitas dan formalisasi, maka sentralisasi adalah suatu konsep yang paling problematis.
Istilah sentralisasi merujuk kepada tingkat dimana pengambilan keputusan dikonsentrasikan pada suatu titik tunggal di dalam organisasi. Konsentrasi yang tinggi menyatakan adanya spesialisasi yang tinggi, sedangkan konsentrasi yang rendah menunjukkan adanya desentralisasi. Tingkat kontrol yang dimiliki seseorang dalam seluruh proses pengambilan keputusan dapat digunakan sebagai sebuah ukuran mengenai sentralisasi.
Adapun lima langkah dalam proses pengambilan keputusan yaitu mengumpulkan informasi untuk diteruskan kepada pengambil keputusan mengenai apa yang dapat dilakukan; memproses dan menginterpretasikan informasi tersebut untuk memberi saran kepada pembuat keputusan mengenai apa yang harus dilakukan; membuat pilihan
mengenai apa yang hendak dilakukan; memberi wewenang kepada orang lain mengenai apa yang hendak dilakukan.
Contoh- contoh lain ukuran sentralisasi adalah :
1. Proporsi kerja dimana para pelaksananya berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan jumlah areal atau bidang dimana mereka berpartisipasi.
2. Indeks pengukuran yang menetapkan dimana pusat (focus) pengambilan keputusn berkaitan dengan kebijakan- kebijakan besar maupun spesifik.
3. Tingkat sharing informasi diantara unit- unit dan derajat partisipasi dalam perencanaan jangka panjang.
Dimensi-dimensi Struktur Organisasi
Tinjauan mengenai struktur organisasi biasanya cukup memadai dengan menggunakan ketiga parameter di atas, akan tetapi pada kasus-kasus tertentu seorang ahli organisasi menggunakan pengukuran yang lebih rinci untuk menjelaskan dimensi-dimensi lain yang tidak tercakup dalam tiga ukuran utama itu.
Menerapkan konsep struktur untuk membedakan antara organisasi organik ,mekanisitik, biroktratik
1. Model organisasi Mekanistik
Model oerganisasi mekanistikyaitu model yang menekankan pentingnya mencapai produksi dan efisiensi tingkat tinggi. Henry Fayol mengajukan sejumlah prinsip yang berkaitan dengan fungi pimpinan untuk mengorganisasi dan empat diantaranya berhubungan dengan pemahaman model mekanistik yaitu:
Prinsip Spesialisasi yaitu merupakan sarana terbaik untuk mendayagunakan tenaga
individu dan kelompok.
Prinsip Kesatuan Arah yaitu semua pekerjaan harus dikelompokkan berdasarkan
keahlian.
Prinsip Wewenang dan Tanggung jawab yaitu manager harus mendapat pendelegasian
wewenang yang cukup untuk melaksanakan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.
Prinsip Rantai Skalar yaitu hasil alami dari pelaksanaan ketiga prinsip sebelumnya
adalah rantai tingkatan manajer dari peringkat wewenang paling tinggi sampai dengan
DIMENSI UKURAN YANG BIASA DIPAKAI
Ukuran Jumlah anggota dalam organisasi Komponen
administratif
Persentasi total jumlah anggota yang menjalankan tanggung jawab Administrative
Rentang Kendali Jumlah bawahan yang menjadi tanggung jawab seorang manajer. Spesialisasi Jumlah kekhususan yang dilakukan dalam organisasi
Standardisasi Adanya prosedur- prosedur untukmengatur peristiwa.
Formalisasi Sejauh mana aturan, prosedur, dan komunikasi dilakukan tertulis. Sentralisasi Konsentrasi wewenang pengambilan keputusan.
Kompleksitas Jumlah diferensiasi vertikal, jumlah unit atau departemen. Delegasi
wewenang
Rasio antara jumlah keputusan manajerial spesifik yang didelegasikan pucuk pimpinan dan jumlah yang diputuskan sendiri. Integrasi igunakan untuk menyatukan tujuan.
peringkat paling rendah. Rantai scalar adalah jalur keseluruhan komunikasi vertical dalam sebuah organisasi.
Model mekanistik sangat efisien karena karakteristik strukturnya. Model ini sangat kompleks karena menekankan pada spesialisasi kerja, sangat disentralisasikan karena menekankan wewenang dan tanggung jawab, sangat formal karena menekankan fungsi sebagai dasar utama departementalisasi. Karakteristik dan praktek organisasi ini mendasari model organisasi yang diterapkan secara luas. Namun, model mekanistik bukan satu-satunya model yang diterapkan.
2. Model Organisasi Organik
Model organisasi organik yaitu menekankan pada pentingnya mencapai keadaptasian dan perkembangan tingkat tinggi. Desain organisasi ini kurang mengandalkan peraturan dan prosedur, wewenang yang disentralisasikan atau spesialisas yang tinggi.
Model organik desain organisasi merupakan kontars dari model mekanistik. Karakteristik dan praktek organisasi yang mendasari model organik sama sekali berbeda dari karakteristik dan praktek yang mendasari model mekanistik. Perbedaan yang paling mencolok antara kedua model itu berasal dari criteria keefektifan yang berbeda yang ingin diusahakan sebesar-besarnya oleh masing-masing model. Jika model mekanistik berusaha untuk mencapai efisiensi dan produksi secara maksimum, maka model organik berusaha untuk mencapai keluwesan dan keadaptasian yang maksimum. Organisasi org anik bersifat luwes dan dapat beradaptasi dengan tuntutan perubahan lingkungan karena desain organisasinya mendorong untuk lebih mendayagunakan potensi manusia.
3.Model Organisasi Birotratik
Model birokratik adalah model organisasi dengan tugas-tugas birokrasi yang sangat rutin yang dicapai melalui spesialisasi, aturan dan ketentuan yang sangat formal, tugas-tugas yang dikelompokkan ke dalam berbagai departemen fungsional, wewenang terpusat, rentang kendali sempit, dan pengambilan keputusan mengikuti rantai komando.
Kekuatan utama birokratik adalah terletak pada kemampuannya menjalankan kegiatan-kegiatan yang terstandar secara efisien. Menyatukan beberapa kekhususan dalam departemen-departemen fungsional menghasilkan skala ekonomi, duplikasi yang minim pada personel dan perlatan, dan karyawan memiliki kesempatan untuk berbicara “dengan bahasa yang sama” di antara rekan-rekan sejawat mereka.
Sedangkan kelemahan model birokratik adalah berlebihan dalam mengikuti aturan, tidak ada ruang untuk modifikasi, kurang inovatif dan birokrasi hanya efisien sepanjang karyawan menghadai masalah-masalah yang sebelumnya sudah diatur dengan jelas cara penyelesaiannya. Artinya, ketika dihadapkan pada permasalahan baru, struktur birokrasi menjadi tidak efisien lagi karena diperlukan aturan-aturan baru untuk menyelesaikan permasalah tersebut.Perbandingan struktur Mekanistik, Organik, Birokratik
Proses
Struktur Mekanistik Struktur
Organik Struktur Birokratik
Kepemimpi nan
Tidak ada rasa percaya dan keyakinan. Bawahan tidak merasa bebas mendiskusikanmasala h pekerjaan dengan atasan yang sebaliknya manarik ide da pendapat mereka Memiliki rasa percaya dan keyakinan antara atasan dan bawahan dalam semua hal. Bawahan merasa bebas mendiskusikan dengan atasan yang sebaliknya menarik ide dan pendapat
mereka
Cukup baik karena menjalankan kegiatan-kegiatan yang terstandar secara efisien. Menyatukan beberapa kekhususan dalam departemen-departemen fungsional menghasilkan skala ekonomi, Motivasi
Langkah hanya fisik, keamanan, dan motif ekonomi melalui penggunaan sanksi dan ancaman. Sikap tidak mendukung pada organisasi terjadi diantara karyawan Langkah penuh dengan motivasi melalui penggunaan partisipasi. Sikap lebih mendukung pada organisasi dan tujuan Langkahnya dengan motivasi, dalam menghadapi suatu bentuk permasalahan, dan dapat
diatur dengan
penjelasannya pada tiap anggota organisasi
Komunikasi
Informasi mengalir ke bawah dan cenderung terdistorsi tidak akurat, dan dipandang mencurigakan oleh bawahan Informasi mengalir bebas ke seluruh organisasi, atas, bawah dan ke samping. Informasi akurat dan tidak distorsi Informasi mengalir kesuluruh karyawan, karena komunikasi merupakan salah satu kelebihan model ini.Karena karyawan punya kesempatan untuk berkomunikasi dengan bebas antara kawan sejawatnya
Interaksi
Tertutup dan terbatas. Bawahan hanya memberi efek yang kecil pada tujuan departemen, metode dan aktivitas. Terbuka dan ektensif. Baik atasan dan bawahan dapat mempengaruhi tujuan, metode dan aktivitas.
Terbuka antara karyawan ataupun anggota organisasi,karyawan
memiliki kesempatan untuk berbicara “dengan bahasa yang sama” di antara rekan-rekan sejawat mereka.
Keputusan
Relatif sentralisasi. Terjadi hanya pada posisi puncak organisasi Relatif desentralisasi. Terjadi pada semua tingkat melalui proses kelompok.
mengikuti rantai komando menghadapi suatu masalah, akan tetapi ketika dihadapkan pada permasalahan baru, struktur birokrasi menjadi tidak efisien lagi karena diperlukan aturan-aturan baru untuk menyelesaikan permasalah tersebut. Penetapan Tujuan Dilokasikan pada organisasi puncak, tidak mendorong partisipasi kelompok Mendorong partisipasi dalam menetapkan sasaran yang tinggi dan realistik Mendorong partisipasi dalam menghadapi masalah secara efisien dan mendorong partisipasi kelompok Pengendali an Sentralisasi. Penekanan pada bentuk menyalahkan atas terjadinya kesalahan Tersebar di organisasi. Penekanan pengendalian sendiri dan pemecahan masalah.
rentang dan kendalinya sempit, di bandingkan model organisasi mekanistik dan organik
Menjelaskan dan menganalisa konsep Struktur organisasi menurut Model Greiner, Model Katz dan Kahn, Model Giddens
Model Larry Greiner
Menurut greinerr ada 5 tahap Model Pertumbuhan Organisasi, yaitu: 1. Tahap kreatifitas
Kreativitas para pendiri organisasi merupakan tahap awal dari evolusi suatu organisasi.Bentuk kreativitas ini biasanya dalam mengembangkan produknya dan pasar.Desain organisasi pada tahap ini masih berupa struktur sederhana dan pengambilan keputusan dikontrol oleh manajer-pemilik atau top manajemen. Komunikasi antar tingkatan di dalam organisasi berlangsung intensif dan informal. Krisis yang muncul pada tahap awal pertumbuhan organisasi adalah krisis kepemimpinan.
2. Tahap pengarahan
Pada tahap pengarahan desain organisasi makin birokratis, komunikasi antar tingkatan menjadi formal dan spesialisasi pekerjaan mulai diterapkan, seperti aktivitas produksi dan pemasaran.Pengambilan keputusan pada tahap ini bermuara pada manajemen baru dan manajer tingkat bawah tidak diikut sertakan. Keadaan ini akan menimbulkan krisis otonomi, dimana manajer tingkat bawah akan mencari pengaruh yang lebih besar di dalam pengambilan keputusan.
3. Tahap pendelegasian
Pada tahap pendelegasian manajer tingkat bawah mempunyai otonomi yang lebih besar dalam menjalankan aktivitas unit kerjanya, sedangkan top manajemen lebih berkonsentrasi pada perencanaan strategis jangka panjang. Krisis yang muncul dari tahap pendelegasian adalah krisis kontrol.
4. Tahap koordinasi
Tahap ini muncul sebagai akibat dari krisis kontrol pada tahap pendelegasian. Koordinasi sangat diperlukan oleh manajer lini dari unit-unit staf dan kelompok-kelompok produk dalam menjalankan fungsinya. Namun adanya koordinasi juga menimbulkan konflik garis-staf yang menyita banyak waktu dan energi, sehingga muncul krisis birokrasi.
5. Tahap kerjasama
Kerjasama yang kuat antar individu di dalam organisasi merupakan jalan keluar dari krisis birokrasi pada tahap koordinasi.Budaya organisasi menjadi substitusi bagi kontrol formal manajemen organisasi.
Tujuan Kinerja
Rendah dan secara pasif dicari manajer,
yang tidak
menunjukkan
komitmen atas pengembangan SDM organisasi
Tinggi dan aktif dicari atasan, yang memahami kebutuhan komitmen penuh untuk mengembangka n malalui pelatihan SDM organisasi.
Sedang, karena walaupun karyawan secara aktif dilatih melalui pelatihan SDM organisasi,tapi karyawan hanya di latih menghadapi suatu masalah yang berstandar efisien, sehingga kurang inofatif.
Kebanyakan interaksi kita dengan orang lain merupakan tindakan komunikatif (verbal/non verbal , bicara/diam). “Komunikasi – petukaran informasi dan transmisi makna – adalah inti suatu sistem sosial atau suatu organisasi”. Termasuk dalam bentuk -bentuk interaksi sosial seperti penggunaan pengaruh, kerja sama penularan social atau peniruan dan kepemimpinan yang dimasukkan dalam konsep organisasi. Teori sistem sosial Katz dan Kahn, pendapat mereka bahwa struktur sosial berbeda dengan struktur mekanis dan biologis.
Model Giddens
Menurut Giddens, teori strukturasi merupakan teori yang menepis dualisme (pertentangan) dan mencoba mencari pertautan setelah terjadi pertentangan tajam antara struktur fungsional dengan konstruksionisme-fenomenologis. Ada dua pendekatan yang kontras bertentangan, dalam memandang realitas sosial. Pertama, pendekatan yang terlalu menekankan pada dominasi struktur dan kekuatan sosial (seperti, fungsionalisme Parsonian dan strukturalisme, yang cenderung ke obyektivisme). Kedua, pendekatan yang terlalu menekankan pada individu (seperti, tradisi hermeneutik, yang cenderung ke subyektivisme). Giddens tidak puas dengan teori pandangan yang dikemukakan oleh struktural-fungsional, ia ingin mengakhiri klaim-klaim keduanya dengan cara mempertemukan kedua aliran tersebut. Giddens menyelesaikan debat antara dua teori yang menyatakan atau berpegang bahwa tindakan manusia disebabkan oleh dorongan eksternal dengan mereka yang menganjurkan tentang tujuan dari tindakan manusia. Struktur bukan bersifat eksternal bagi individu-individu melainkan dalam pengertian tertentu lebih bersifat internal.
http :\JANSEM CROSSBY MANALU DIMENSI - DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI.htm Buku Teori Organisasi dan Administrasi Penulis Kusdi Penerbit Selemba Humanika