• Tidak ada hasil yang ditemukan

Al-Musannif: Journal of Islamic Education and Teacher Training

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Al-Musannif: Journal of Islamic Education and Teacher Training"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

________________________________________ © 2020 Al-Musannif | Licensed under CC BY 4.0

, Vol. 2, No. 2 (2020) | 89

Al-Musannif:

Journal of Islamic Education and Teacher Training

(Al-Musannif: Jurnal Pendidikan Islam dan Keguruan) https://jurnal.mtsddicilellang.sch.id/index.php/al-musannif

Pengembangan Media Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Web Offline

pada Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Malang

Amalia Firdausia*, Imam Asrori, Mohammad Ahsanuddin

Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Indonesia

Article History:

Received: March 21, 2020 Revised: July 24, 2020 Accepted: August 16, 2020

Available online: December 1, 2020

*Correspondence:

Address:

Jl. Semarang No. 5 Malang

Email:

[email protected]

Keywords:

Learning Arabic; media development; web offline

Abstract:

The objective of this developmental research are: (1) to describe the product of offline web-based instructional media of Arabic language for X class of SMAN 8 Malang, (2) to describe the feasibility of offline web-based instructional media of Arabic language for X class of SMAN 8 Malang, and (3) to describe the use of offline web-based instructional media of Arabic language for X class of SMAN 8 Malang. This study uses a model of Research and Development (R&D) by Borg & Gall. The data is verbal and numerical data. The instrument used in this study are the researcher and questionnaires. Test subject in this developmental research include: 1) one matter experts, 2) a media expert both lecturers in the Department of Arabic Literature UM and 3) high school studies teachers who teach the Arabic language; 4) 35 students of Senior High School at X class. The results of this developmental research are the offline web-based instructional media of Arabic language that is in the form of CD. The product is well worth about 93.05% level of eligibility. The product is used with the classical and independent instructional model. PENDAHULUAN

Memasuki era globalisasi, perkembangan teknologi komunikasi sangat cepat menjadikan jarak bukan suatu hambatan untuk mendapatkan informasi dari berbagai penjuru dunia. Oleh karena itu, penguasaan bahasa menjadi sangat penting karena berfungsi sebagai alat untuk saling memahami sesama manusia, sebagai alat untuk berfikir dan menjelaskan segala sesuatu (Usman, 2016) .

Asumsi tersebut menunjukkan bahwa penguasaan bahasa asing selain bahasa Inggris, dalam hal ini bahasa Arab, merupakan hal yang sangat mendesak (Hidayat, 2012). Banyak informasi ilmu pengetahuan baik di bidang teknik, ekonomi, psikologi maupun seni bersumber dari buku-buku berbahasa Arab. Selain itu, bahasa Arab merupakan sarana komunikasi dalam pengembangan dunia pariwisata dan bisnis (Khasanah, 2016; Andriani, 2015). Sehubungan dengan teknologi komunikasi dan ilmu pengetahuan, dibutuhkan pengajaran pendidikan yang bisa memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada, sehingga teknologi dapat menjadi salah satu alternatif pendukung pembelajaran (Afdaliah, Uswatunnisa, & Marliana 2019; Arsyad 2011).

(2)

Melalui pembelajaran bahasa Arab dapat dikembangkan keterampilan peserta didik dalam berkomunikasi lisan dan tulisan untuk memahami dan menyampaikan informasi, pikiran, dan perasaan dengan menggunakan bahasa Arab. Dengan demikian, mata pelajaran bahasa Arab diperlukan untuk mengembangkan diri peserta didik agar mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi warga negara yang cerdas, terampil, dan berkepribadian Indonesia, dapat mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya serta siap mengambil bagian dalam pembangunan nasional.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka standar kompetensi dan kompetensi dasar ini dipersiapkan untuk mencapai kompetensi awal (dasar) berbahasa Arab, yang mencakup empat aspek keterampilan berbahasa yang saling terkait, yaitu menyimak, berbicara, membaca, menulis. Alokasi waktu yang disediakan adalah 2 jam per minggu. Dalam kelas bahasa Arab di SMA/MA khususnya kelas bilingual peserta didik dimotivasi untuk secara aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran terutama dalam mendalami sejumlah bahan bacaan, baik berupa media cetak maupun media elektronik (Hendri, 2017; Muradi, 2014).

Meskipun demikian, pelajaran bahasa Arab selama ini sering dianggap sebagai pelajaran yang membosankan. Pembelajaran bahasa Arab sampai saat ini cenderung bersifat formal. Hal ini menyebabkan suasana pembelajaran bahasa Arab cepat membosankan dan kurang bervariasi. Banyak pembelajar bahasa Arab, cepat merasa jenuh dalam mengikuti pelajaran. Hal ini disebabkan oleh suasana kelas yang cenderung formal. Metode yang digunakan pun terbatas pada ceramah dan tanya jawab (Hidayat, 2012).

SMAN 8 Malang merupakan salah satu sekolah yang menjadikan pelajaran bahasa Arab sebagai mata pelajaran inti yang diajarkan. Akan tetapi, sumber belajar yang digunakan guru terbatas pada buku teks, guru tidak menggunakan media pembelajaran baik manual, elektronik, ataupun berbasis Teknologi Informasi (TI) sebagai media pembelajaran. Hal itu menyebabkan pembelajaran monoton.

Kondisi pembelajaran Bahasa Arab yang demikian menyebabkan pesan pembelajaran yang disampaikan oleh guru kepada siswa tidak selalu bisa diterima secara keseluruhan. Agar pesan bisa diterima siswa, guru perlu menggunakan media pembelajaran untuk memudahkan proses penyampaian pesan pembelajaran. media yang dimaksud bisa berupa buku, papan tulis, radio, dan lain-lain.

Disebutkan oleh Suparno (dalam Asrori, 1995) bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau pengetahuan dari sumber pesan kepada yang dituju. Asrori (1995) juga menyebutkan bahwa media pembelajaran menurut indera penyerapnya dibagi menjadi 3 macam, yaitu media audio, media visual, dan media audio visual. Media audio yaitu pembelajaran dengan menggunakan indera pendengaran, misalnya mendengarkan radio, program-program berita, dan lain-lain. Media audio ini biasanya digunakan untuk melatih ucapan dan ungkapan yang benar, sedangkan media visual adalah media yang pesannya diarahkan pada indera penglihatan. Media pembelajaran ini biasanya dibagi menjadi dua, yaitu dengan menggunakan proyektor dan tanpa proyektor. Media visual berproyektor misalnya film bisu. Media audio visual adalah media pembelajaran yang digunakan untuk membantu guru dalam menyampaikan materi

(3)

, Vol. 2, No. 2 (2020) | 91 pelajaran dengan menggunakan indera pendengaran dan penglihatan secara bersamaan, misalnya film, video, acara televisi, dan drama. Media pembelajaran berbasis komputer merupakan salah satu media audio visual yang mempunyai banyak variasi dan digemari oleh para siswa, komputer dapat digunakan untuk menciptakan suatu media interaktif misalnya

game, film animasi, website, dan lain-lain (Nugrawiyati, 2018).

Pada zaman modern seperti sekarang ini peranan teknologi informasi sangatlah penting kedudukannya khususnya dalam dunia pendidikan, termasuk untuk menunjang mata pelajaran bahasa Arab yang selama ini dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan (Mahmudah, 2018; Iswanto, 2017). Dikatakan membosankan karena umumnya guru hanya menggunakan metode hafalan dan ceramah yang membuat peserta didik tidak tertarik dan kurang bersemangat dalam mempelajari bahasa Arab (Muradi, 2014; Hidayat, 2012).

Berdasarkan permasalahan pembelajaran bahasa Arab yang dipaparkan tersebut, perlu untuk membuat media pembelajaran berbasis web yang memadukan teks, gambar serta suara yang dapat meningkatkan semangat siswa dalam mengikuti pelajaran. Web adalah kumpulan halaman yang menampilkan informasi data, teks, gambar, data animasi, suara dan gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun yang bersifat dinamis yang membentuk suatu rangkaian bangunan yang saling terkait dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink) (Yaumi and Damopolii 2019). Web merupakan salah satu aplikasi yang paling disukai oleh pengguna komputer, khususnya orang dewasa. Agar web tidak hanya sebagai sarana hiburan semata, guru perlu menciptakan atau memodifikasi web yang disesuaikan dengan materi yang diajarkan, sehingga web dapat digunakan sebagai web pembelajaran. Dalam pemakaiannya, program ini dapat disimpan dengan menggunakan compact disk (CD) ataupun flashdisk (Batubara, 2018; Divayana, Suyasa, & Sugihartini, 2016).

Ada beberapa penelitian terdahulu yang relevan dan menjadi inspirasi dalam melakukan penelitian dan pengembangan ini, di antaranya: Penelitian yang dilakukan Solikha (2009) yang berjudul (1) “Pengembangan Media Pembelajaran dengan Program Macromedia

Flash untuk Materi al-A‘māl al-Yaumiyyah Kelas XI Semester I di MAN”. (2) Penelitian

Fillaily (2011) dengan judul “Pengembangan Permainan Kosakata Berbasis Macromedia

Flash dalam Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab untuk SD Insan Amanah Malang”. (3)

Penelitian Santoso (2011) yang berjudul “Pengembangan Media Pembelajaran Membaca dengan Program Macromedia Flash 8 untuk Siswa Kelas X SMA”. (4) Penelitian Marzuki (2009) yang berjudul “Pengembangan Model Perangkat Lunak Berbasis Web untuk Evaluasi Hasil Belajar Bahasa Arab siswa MTS”.

Setelah melakukan telaah kepustakaan terhadap berbagai penelitian terdahulu tersebut, ditemukan hal berbeda yang sangat mendasar, di antaranya: 1) Mayoritas penelitian terdahulu menggunakan Macromedia Flash, sedangkan penelitian ini membuat media pembelajaran bahasa Arab berbasis web. 2) Pembelajaran bahasa Arab yang berbasis web sebelumnya hanya digunakan untuk mempermudah evaluasi pembelajaran, bukan sebagai pengembangan media dalam pembelajaran. Penelitian ini menjadi penting karena dapat memberi kontribusi terhadap pembelajaran bahasa Arab, utamanya di era pandemi Covid 19 yang membutuhkan pembelajaran jarak jauh dengan biaya yang minim karena dapat diakses dalam keadaan

(4)

Dengan adanya media pembelajaran berbasis web ini, maka proses pembelajaran lebih bervariasi dibandingkan sebelumnya yang hanya menggunakan metode ceramah. Pengajar mata pelajaran bahasa Arab pun bisa ikut bersaing dengan pengajar mata pelajaran lain yang jauh lebih dahulu menggunakan media dalam proses pembelajaran. Seperti halnya media pembelajaran lain, media pembelajaran berbasis web ini juga memiliki kelemahan. Kelemahan media ini antara lain: (1) setelah uji coba produk aplikasi ini tidak mendukung jika menggunakan notebook, (2) jika tidak ada jaringan maka harus diinstallkan melalui masing-masing komputer dan user, (3) dalam web ini dibutuhkan aplikasi pendukung, jika tidak terpenuhi maka web tidak akan berjalan dengan baik (Batubara, 2018).

Selain memiliki kelemahan media ini juga memiliki keunggulan atau kelebihan, antara lain: (1) dari segi keamanan web ini bisa diinstall melalui satu komputer, kemudian di-share (dibagikan) ke banyak komputer melalui sebuah jaringan WIFI atau LAN , (2) content media bisa diubah-ubah oleh administrator sesuai dengan kebutuhan, (3) aplikasi media berbasis web ini mendukung berbagai format antara lain, video, suara, animasi, gambar, maupun teks sehingga menarik bagi pengguna (Batubara, 2018; Divayana et al., 2016).

Media pembelajaran bahasa Arab berbasis web offline yang dikembangkan ini memuat seluruh aspek kemahiran berbahasa mulai dari menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dimaksudkan agar para siswa lebih mudah belajar bahasa Arab sesuai dengan aspek kemahiran berbahasa serta memudahkan siswa agar dapat belajar mandiri dan dapat menjadi sarana untuk memudahkan guru dalam menyampaikan materi kemahiran berbahasa. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan produk pengembangan media pembelajaran bahasa Arab siswa kelas X SMA Negeri 8 berbasis web offline, (2) menganalisis kelayakan media pembelajaran bahasa Arab siswa kelas X SMA Negeri 8 berbasis web offline, dan (3) menganalisis penggunaan media pembelajaran bahasa Arab siswa kelas X SMAN 8 berbasis web offline.

METODE

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan tujuan menghasilkan produk berupa media pembelajaran bahasa Arab berbasis web offline. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Borg dan Gall yang diistilahkan dengan Research and Development (R & D). Prosedur dalam pengembangan ini meliputi: 1) identifikasi kebutuhan; 2) memilih bahan ajar serta materi; 3) tinjauan ahli materi dan ahli media; 4) revisi produk pertama oleh para ahli; 5) uji coba lapangan; 6) revisi produk kedua; 7) produk akhir (Sukmadinata, 2007).

Data penelitian ini adalah data verbal dan numerik. Data verbal berupa komentar, masukan/saran, dan kritik dari ahli materi, ahli media, dan guru melalui uji ahli dan uji lapangan. Data numerik berupa skor penilaian produk pengembangan oleh uji ahli materi, uji ahli media, guru bidang study serta siswa. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan adalah pedoman wawancara, angket dan pedoman observasi. Data numerik dianalisis dengan teknik persentase sedangkan data verbal dianalisis dengan kelayakan produk (Sugiyono, 2013).

(5)

, Vol. 2, No. 2 (2020) | 93 HASIL DAN PEMBAHASAN

Produk Hasil Pengembangan

Pada tahap awal penulis membuat rancangan flowchart media pembelajaran bahasa Arab siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang berbasis web offline yang dikembangkan dengan

software joomla 1.5.20. Setelah itu memilih materi dari buku ajar kelas X SMA/MA karya

Zakiyah Arifah yang terdiri atas empat kemahiran yaitu, kemahiran menyimak, kemahiran berbicara, kemahiran membaca, kemahiran menulis. Kemudian merancang soal-soal latihan yang terdiri atas soal latihan berbentuk pilihan ganda, B/S, uraian.

Berikut ini adalah hasil dari produk media pembelajaran berbasis web offline yang telah disempurnakan. Halaman utama halaman pembuka media yang di dalamnya bertuliskan logo Universitas Negeri Malang, mukadimah, beranda, tentang kami, materi, latihan soal, dan kosakata sulit.

Gambar 1. Halaman Utama

Halaman selanjutnya Intro yaitu sebuah iringan musik yang berada di dalam menu beranda yang letaknya di bawah mukadimah. Kemudian menu tentang kami yang di dalamnya terdapat profil peneliti serta profil dosen pembimbing 1 dan 2.

(6)

Gambar 2. Menu tentang Kami

Menu selanjutnya yaitu menu materi yang pertama menu materi menyimak yang di dalamnya terdapat materi berupa audio untuk membedakan bunyi. Materi kedua materi berbicara yang di dalamnya terdapat empat video percakapan sesuai dengan tema. Materi ketiga materi membaca berupa teks sederhana dilengkapi suara narrator. Terakhir, materi menulis yang di dalamnya terdapat contoh materi yang disertai dengan gambar.

(7)

, Vol. 2, No. 2 (2020) | 95 Gambar 4. Menu Materi Berbicara

Gambar 5. Menu Materi Membaca

(8)

Gambar 7. Menu Kosakata Sulit

Menu selanjutnya adalah soal latihan, di dalam materi menyimak terdapat latihan soal pilihan ganda. Di dalam materi berbicara terdapat soal perintah, sementara di dalam materi membaca terdapat soal berupa B/S, sedangkan dalam materi menulis terdapat soal berupa essay. Menu yang terakhir yaitu menu kosakata sulit yang sesuai dengan materi.

Setelah rancangan media pembelajaran bahasa Arab berbasis web offline ini selesai dibuat, dilakukan uji ahli. Uji ahli dilakukan oleh ahli pembelajaran bahasa Arab yang berjumlah dua orang, yaitu: (1) Dr. Nurhidayati, M.Pd. seorang dosen Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang yang menjadi subjek dalam uji media, dan (2) Ibnu Samsul Huda, S.S. M.A, dosen Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang yang menjadi subjek dalam uji materi.

Menurut ahli media, gambar yang digunakan relevan dan bervariasi, serta sesuai dengan pembelajar. Adapun menurut ahli materi suara yang diperdengarkan kurang, ukuran font teks bacaan kurang besar. Selain itu terdapat kesalahan penulisan kata ةبلط seharusnya ةبلاط , lebih dari bagian dari itu tampilan materi tidak bisa diklik (dihilangkan atau diberi link).

Kelayakan Produk

Setelah uji ahli baik ahli media maupun materi, penilaian dari ahli media sebesar 93,05% sedangkan ahli materi sebesar 80,76% selanjutnya dilakukan uji lapangan (uji coba lapang) dengan cara guru memberikan petunjuk penggunaan media serta mempraktekkannya dan siswa mengamati sekaligus mencoba media. Subjek uji coba adalah siswa SMAN 8 Malang kelas X pada semester gasal tahun 2018/2019. Jumlah uji lapangan ini sebanyak 35 siswa SMA kelas X.

Setelah itu, dilakukan penilaian terhadap produk oleh siswa. Penilaian yang diperoleh dari hasil kuesioner siswa sebesar 82,98%. Jumlah ini berada pada kriteria valid karena berada pada skala 76%-100% sehingga produk penelitian dapat dipergunakan dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dari paparan analisis di atas dapat dipahami bahwa siswa memberikan respons positif terhadap media pembelajaran bahasa Arab berbasis web offline ini. Hal ini dibuktikan dengan persentase jawaban yang diperoleh hasil kuesioner siswa pada format penilaian terhadap

(9)

, Vol. 2, No. 2 (2020) | 97 produk penelitian yaitu 82,98%. Dari hasil persentase tersebut dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran bahasa Arab berbasis web offline ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran dan siswa merasa senang belajar bahasa Arab menggunakan media pembelajaran ini. Media pembelajaran ini dirasakan mampu meningkatkan semangat belajar siswa serta memudahkan mereka dalam mengerjakan soal. Selain itu, media pembelajaran ini juga memudahkan siswa dalam memahami materi serta meningkatkan semangat belajar siswa baik dengan belajar secara mandiri ataupun di dalam kelas.

Model Penggunaan Produk Media

Media pembelajaran berbasis web offline ini bisa digunakan untuk pembelajaran di sekolah maupun belajar mandiri. Penggunaannya dalam pembelajaran di sekolah dapat dikelompokkan kedalam tiga tahap, yaitu pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

Pada tahap pendahuluan, kegiatan yang dilakukan guru adalah mempersiapkan media yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar. Adapun tujuan dari penggunaan media pembelajaran ini adalah untuk menarik perhatian siswa, agar siswa termotivasi untuk belajar bahasa Arab. Kemudian guru mengucapkan salam, mengecek kehadiran siswa, serta menginformasikan kepada siswa tentang materi yang akan disampaikan yaitu materi tentang فراعّتلا serta menginformasikan tujuan yang akan dicapai setelah kegiatan pembelajaran. Langkah selanjutnya, guru mengaitkan antara tema dengan cara menyebutkan mufradāt (kosa kata), misalnya guru meminta siswa untuk menyebutkan jati dirinya, dengan memulai memperkenalkan nama, dan memperkenalkan alamat.

Langkah terakhir dari pembukaan ini adalah guru membacakan kalimat kepada siswa yang berhubungan dengan tema, misalnya kalimat tentang cara memperkenalkan nama, alamat, ataupun asal daerah. Dalam membacakan kalimat, guru juga menunjuk siswa untuk memperkenalkan jati dirinya sesuai dengan contoh yang telah dibacakan.

Pada kegiatan inti ini guru memfasilitasi siswa praktik dengan cara menstimulus siswa dengan memperkenalkan jati dirinya mulai dari nama, alamat, asal daerah. Langkah selanjutnya guru menerangkan cara penggunaan media pembelajaran berbasis web offline kepada siswa dan siswa mendengarkan penjelasan dari guru, kemudian guru memperagakan penggunaan media pembelajaran berbasis web offline kepada siswa dan siswa juga ikut serta dalam kegiatan tersebut. Setelah siswa mengetahui dan memahami cara penggunaan media berbasis web offline, maka siswa bisa menerapkan dan menggunakan media berbasis web

offline ini untuk belajar mandiri serta bisa digunakan untuk alat evaluasi pembelajaran bahasa

Arab.

Kegiatan terakhir adalah kegiatan penutup, pada kegiatan ini guru meninjau kembali materi yang telah diajarkan. Guru memberikan penguatan dengan memberikan pertanyaan lisan sesuai dengan tema yang telah dipelajari, dengan cara menunjuk salah seorang siswa dan menanyakan tentang alamat ataupun asal daerah. Setelah semua siswa paham, maka guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan mengucapkan salam.

Dari paparan di atas dapat dipahami bahwa media pembelajaran berbasis web offline ini bisa digunakan untuk belajar di kelas secara bersama-sama dengan bantuan guru serta dengan tahap tersebut. Selain itu, juga dapat digunakan belajar secara mandiri dengan tahap-tahap sesuai dengan keinginan individu. Guru dapat mengikuti langkah-langkah penggunaan

(10)

media pembelajaran sesuai dengan urutan langkah-langkah di atas ataupun dengan langka-langkah yang lainnya sesuai dengan kreativitas guru.

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diuraikan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa:

Pertama, materi yang dibahas dalam media pembelajaran bahasa Arab berbasis web offline mengacu pada buku bahasa Arab SMA-SMK kelas X semester I tentang identitas diri

(فراعّتلا). Pada media berbasis web ini terdapat tahapan-tahapan penggunaan yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Dalam media pembelajaran berbasis web, dilengkapi materi video percakapan pada menu kemahiran berbicara dengan tujuan agar siswa lebih percaya diri untuk tampil didepan kelas serta meningkatkan motivasi belajar siswa dan meningkatkan variasi belajar siswa. Dengan adanya media maka kegiatan pembelajaran akan lebih bervariasi, dengan menggunakan metode mengajar lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru mengajar pada setiap jam pelajaran.

Kedua, Berdasarkan hasil uji ahli media, diketahui tingkat validitas media

pembela-jaran yang merupakan produk pengembangan yaitu 93,05%. Sedangkan untuk hasil uji ahli materi, produk pengembangan memiliki tingkat validitas 80,76%. Berarti media pembelajaran tersebut layak digunakan dalam pembelajaran. sedangkan hasil keseluruhan dari penilaian angket siswa memiliki tingkat validitas 82,98%.

Ketiga, Materi yang dibahas dalam media pembelajaran bahasa Arab berbasis web

mengacu pada buku bahasa Arab SMA-SMK kelas X semester I tentang identitas diri (فراعّتلا). Pada media berbasis web ini terdapat tahapan-tahapan penggunaan yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan pendahuluan dilakukan dengan guru mempersiapkan media agar peserta didik dapat memahami penggunaan media tersebut. Sementara, pada tahap kegiatan inti dilakukan transfer materi pengetahuan. Selanjutnya, dalam tahap kegiatan penutup, guru meninjau kembali materi yang telah diajarkan, memberi penguatan melalui pertanyaan lisan sesuai tema untuk memastikan pemahaman siswa terhadap materi.

Berdasarkan kesimpulan tersebut, disampaikan saran kepada semua pihak yang terkait dengan penelitian ini, sebagai berikut:

Pertama, untuk sekolah SMAN 8 Malang, disarankan kepada sekolah SMAN 8

Malang hendaknya memotivasi guru khususnya guru mata pelajaran bahasa Arab supaya memulai untuk menggunakan media pembelajaran baik media manual ataupun media berbasis TI pada saat proses belajar mengajar yang bertujuan agar kegiatan belajar mengajar lebih bervariasi dan siswa bersemangat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

Kedua, untuk siswa kelas X SMAN 8 Malang, disarankan kepada siswa kelas X

SMAN 8 hendaknya media ini bisa digunakan dengan baik untuk kegiatan pembelajaran baik secara kelompok ataupun belajar mandiri, karena media ini bertujuan untuk memudahkan belajar siswa khususnya pelajaran bahasa Arab.

(11)

, Vol. 2, No. 2 (2020) | 99

Ketiga, untuk guru mata pelajaran bahasa Arab, disarankan kepada guru mata

pelajaran bahasa Arab untuk memanfaatkan media pembelajaran bahasa Arab berbasis web

offline ini sebagai media untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, dan diharapkan pula

guru termotivasi dan bisa memulai merancang media pembelajaran untuk kegiatan pembelajaran agar proses pembelajaran lebih kreatif dan inovatif.

Keempat, untuk pengembang selanjutnya yang akan mengembangkan media

pembelajaran berbasis web seperti ini, disarankan di-share (dibagikan) di internet agar tidak hanya diujicobakan pada SMA saja, melainkan juga tingkatan lainnya dan dapat diakses oleh semua orang. Selain itu, agar menggunakan tema dan program yang lain.

Kelima, untuk Jurusan Sastra Arab (JSA), hasil pengembangan ini bisa digunakan

sebagai rujukan dengan pengembangan media pembelajaran, media yang telah dikembangkan alangkah baiknya diproduksi untuk menjadi media pembelajaran di dunia pendidikan.

Keenam, untuk mahasiswa program studi pendidikan bahasa Arab, disarankan kepada

mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, hasil pengembangan media ini bisa dijadikan kajian untuk dapat memajukan pendidikan serta proses belajar mengajar yang lebih kreatif serta inovatif khususnya untuk mata kuliah Media Pembelajaran Bahasa Arab.

DAFTAR RUJUKAN

Afdaliah, Nihla, Uswatunnisa Uswatunnisa, dan Rina Marliana. 2019. “The Use Of Google Docs To Improve Students’writing Ability.” Inspiring: English Education Journal 2 (1): 73–82.

Andriani, Asna. 2015. “Urgensi Pembelajaran Bahasa Arab dalam Pendidikan Islam.”

Ta’allum: Jurnal Pendidikan Islam 3 (1): 39–56.

https://doi.org/10.21274/taalum.2015.3.1.39-56.

Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Asrori, Imam. 1995. Al-Wasāil Al-Mu’īnāt fī Ta’līmi Al-‘Arabiyyah. Malang: Fakultas Sastra Universitas Naegeri Malang.

Batubara, Hamdan Husein. 2018. Pembelajaran Berbasis Web dengan Moodle Versi 3.4. Yogyakarta: Deepublish.

Divayana, Dewa Gede Hendra, P Wayan Arta Suyasa, dan Nyoman Sugihartini. 2016. “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web untuk Matakuliah Kurikulum dan Pengajaran di Jurusan Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha.” Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika: JANAPATI 5 (3): 149–157. Fillaily, Noerma. 2011. “Pengembangan Permainan Kosakata Berbasis Macromedia Flash

dalam Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab untuk SD Insan Amanah Malang.” Skripsi, tidak diterbitkan. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.

Hendri, Muspika. 2017. “Pembelajaran Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Melalui Pendekatan Komunkatif.” POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam 3 (2): 196–210. Hidayat, Nandang Sarip. 2012. “Problematika Pembelajaran Bahasa Arab.” An-Nida’ 37 (1):

(12)

Iswanto, Rahmat. 2017. “Pembelajaran Bahasa Arab dengan Pemanfaatan Teknologi.”

Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab 1 (2): 139–152.

Khasanah, Nginayatul. 2016. “Pembelajaran Bahasa Arab sebagai Bahasa Kedua: Uregensi Bahasa Arab dan Pembelajarannya di Indonesia.” An-Nidzam: Jurnal Manajemen

Pendidikan dan Studi Islam 3 (2): 39–54.

Mahmudah, Siti. 2018. “Media Pembelajaran Bahasa Arab.” An Nabighoh: Jurnal Pendidikan

dan Pembelajaran Bahasa Arab 20 (01): 129–138.

Marzuki, Malik. 2009. “Pengembangan Model Perangkat Lunak Berbasis Web untuk Evaluasi Hasil Belajar Bahasa Arab Siswa MTs.” Skripsi, tidak diterbitkan. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.

Muradi, Ahmad. 2014. “Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab.”

Arabiyat: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban 1 (1): 29–48.

Nugrawiyati, Jepri. 2018. “Media Audio-Visual dalam Pembelajaran Bahasa Arab.”

El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama 6 (1): 97–111.

Santoso, Tariyat Budi. 2011. “Pengembangan Media Pembelajaran Membaca dengan Program Macromedia Flash 8 untuk Siswa Kelas X SMA.” Skripsi, tidak diterbitkan. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.

Solikha, Nurul Amalia. 2009. “Pengembangan Media Pembelajaran dengan Program Macromedia Flash untuk Materi al-A’mal al-Yaumiyah Kelas XI Semester I di MAN.”

Skripsi, tidak diterbitkan. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukmadinata, Nana Syaodih. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya.

Usman, Uswatunnisa. 2016. “Assessing and Analysing Students’ Vocabulary Understanding Through 6 Kinds of Tasks.” Dalam 6th International Conference on Educational,

Management, Administration and Leadership, 276–279. Atlantis Press.

https://doi.org/10.2991/icemal-16.2016.57.

Yaumi, Muhammad, dan Muljono Damopolii. 2019. “Model Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran Jarak Jauh.” Al-Musannif 1 (2): 138–150.

Gambar

Gambar 1. Halaman Utama
Gambar 2. Menu tentang Kami
Gambar 5. Menu Materi Membaca
Gambar 7. Menu Kosakata Sulit

Referensi

Dokumen terkait

Pengajaran bahasa terdiri atas keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Keterampilan membaca sebagai salah satu dari empat keterampilan berbahasa, salah

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia dikenal empat keterampilan berbahasa, yakni keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keterampilan menulis dan

aspek berbahasa, setelah kemampuan membaca, menyimak, dan berbicara. Dibandingkan dengan aspek berbahasa lainnya, aspek menulis merupakan aspek yang paling sulit

Pembelajaran bahasa Indonesia meliputi empat aspek keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan (menyimak), berbicara, membaca, dan menulis. Pengembangan empat

Standar kompetensi berbahasa meliputi kompetensi menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Dari empat aspek tersebut aspek kemampuan berbicara merupakan aspek

Sehubungan dengan penggunaan bahasa, terdapat empat keterampilan dasar berbahasa, yaitu mendengarkan (menyimak), berbicara, membaca, dan menulis. Menulis adalah keterampilan

aspek berbahasa, setelah kemampuan membaca, menyimak, dan berbicara. Dibandingkan dengan aspek berbahasa lainnya, aspek menulis merupakan aspek yang paling sulit

Keterampilan menulis sangat diperlukan di kalangan masyarakat dan di sekolah. Pengetahuan di bidang berbahasa yakni: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis sangat