PEMBAHASAN PEMBAHASAN
Pada percobaan kali ini tentang pemisahan albumin dan globulin dari serum darah Pada percobaan kali ini tentang pemisahan albumin dan globulin dari serum darah dengan cara elektroforesis kertas. Dengan tujuan memisahkan albumin dan globulin serum dengan cara elektroforesis kertas. Dengan tujuan memisahkan albumin dan globulin serum darah dengan metode fraksionasi dengan ammonium sulfat; memurnikan albumin dan darah dengan metode fraksionasi dengan ammonium sulfat; memurnikan albumin dan globulin dengan menggunakan metode filtrasi gel; memisahkan komponen-komponen globulin dengan menggunakan metode filtrasi gel; memisahkan komponen-komponen albumin dan globulin dengan menggunakan metode elektroforesis kertas.
albumin dan globulin dengan menggunakan metode elektroforesis kertas.
Serum adalah plasma darah (mengandung sekitar 90% air) tanpa fibrinogen. Serum Serum adalah plasma darah (mengandung sekitar 90% air) tanpa fibrinogen. Serum darah terdiri dari protein (yang tidak digunakan untuk pembekuan darah) termasuk cairan darah terdiri dari protein (yang tidak digunakan untuk pembekuan darah) termasuk cairan elektrolit, antibodi, antigen, hormon, dan semua substansi exogenous. Protein yang terdapat elektrolit, antibodi, antigen, hormon, dan semua substansi exogenous. Protein yang terdapat dalam serum terdiri dari albumin, -globulin, -globulin, dan -globulin. Protein globulin dalam serum terdiri dari albumin, -globulin, -globulin, dan -globulin. Protein globulin yang terdapat pada serum memiliki berbagai fungsi bioligik, Diantaranya -globulin yaitu yang terdapat pada serum memiliki berbagai fungsi bioligik, Diantaranya -globulin yaitu transkobalamin yang mengangkut vitamin B12 dan transkortin yang mengangkut kortisol, transkobalamin yang mengangkut vitamin B12 dan transkortin yang mengangkut kortisol, -globulin bertanggungjawab untuk transport besi bervalensi tiga dalam plasma, --globulin globulin bertanggungjawab untuk transport besi bervalensi tiga dalam plasma, -globulin merupakan glikoprotein yang berperan pada reaksi imun sehingga disebut immunoglobulin merupakan glikoprotein yang berperan pada reaksi imun sehingga disebut immunoglobulin (IgG). Sedangkan albumin berperan besar untuk ikatan protein obat.
(IgG). Sedangkan albumin berperan besar untuk ikatan protein obat.
Prosedur pertama yaitu fraksionasi dengan ammonium sulfat. Serum darah 1 mL Prosedur pertama yaitu fraksionasi dengan ammonium sulfat. Serum darah 1 mL ditambahkan ammonium sulfat jenuh 1 mL pertetes sambil diaduk. Penambahan pertetes ditambahkan ammonium sulfat jenuh 1 mL pertetes sambil diaduk. Penambahan pertetes sambil diaduk ini bertujuan agar pencampurannya merata. Kemudian disentrifugasi selama sambil diaduk ini bertujuan agar pencampurannya merata. Kemudian disentrifugasi selama 15 menit dengan kecepatan 6000 rpm. Disentrifugasi juga agar reaksinya lebih sempurna 15 menit dengan kecepatan 6000 rpm. Disentrifugasi juga agar reaksinya lebih sempurna dimana sentrifugasi merupakan pemisahan berdasarkan kecepatan sedimentasi komponen dimana sentrifugasi merupakan pemisahan berdasarkan kecepatan sedimentasi komponen protein akibat adanya gaya sentrifugal. Selanjutnya dipisahkan supernatan albumin dari protein akibat adanya gaya sentrifugal. Selanjutnya dipisahkan supernatan albumin dari endapan globulin dengan cara didekantasi. Kemudian endapan globulin dicuci dengan endapan globulin dengan cara didekantasi. Kemudian endapan globulin dicuci dengan ammonium sulfat 50% dan kembali didekantasi. Pencucian ini bertujuan untuk melarutkan ammonium sulfat 50% dan kembali didekantasi. Pencucian ini bertujuan untuk melarutkan atau mengikat ammonium sulfat atau pengotor yang tidak berikatan dengan albumin. atau mengikat ammonium sulfat atau pengotor yang tidak berikatan dengan albumin. Endapan globulin yang didapat selanjutnya dilarutkan dengan 2 mL air. Pelarutan dengan air Endapan globulin yang didapat selanjutnya dilarutkan dengan 2 mL air. Pelarutan dengan air ini agar dapat dilakukan untuk proses selanjutnya yaitu desalting. Sehingga hasilnya adalah ini agar dapat dilakukan untuk proses selanjutnya yaitu desalting. Sehingga hasilnya adalah supernatant albumin dan larutan globulin.
supernatant albumin dan larutan globulin.
Prosedur pertama ini yaitu untuk memisahkan protein dengan cara pengendapan Prosedur pertama ini yaitu untuk memisahkan protein dengan cara pengendapan dengan penambahan larutan garam berkonsentrasi tinggi yang biasa disebut dengan salting dengan penambahan larutan garam berkonsentrasi tinggi yang biasa disebut dengan salting out. Protein mempunyai struktur yang tidak stabil sehingga mudah mengalami denaturasi out. Protein mempunyai struktur yang tidak stabil sehingga mudah mengalami denaturasi yang meliputi presipitasi dan koagulasi. Albumin merupakan protein yang larut dalam air yang meliputi presipitasi dan koagulasi. Albumin merupakan protein yang larut dalam air sedangkan globulin mempunyai sifat sukar larut dalam air. Akan tetapi didalam serum yang sedangkan globulin mempunyai sifat sukar larut dalam air. Akan tetapi didalam serum yang mengandung kedua protein (albumin dan globulin) ini ditambahkan garam ammonium sulfat mengandung kedua protein (albumin dan globulin) ini ditambahkan garam ammonium sulfat 50%, maka protein akan terdenaturasi atau daya larut globulin akan berkurang sehingga 50%, maka protein akan terdenaturasi atau daya larut globulin akan berkurang sehingga globulin akan terpisah sebagai endapan. Denaturasi protein ini dipengaruhi oleh adanya globulin akan terpisah sebagai endapan. Denaturasi protein ini dipengaruhi oleh adanya garam logam berat, pH, panas, perubahan tipe pelarut, dll. Pada denaturasi terjadi perubahan garam logam berat, pH, panas, perubahan tipe pelarut, dll. Pada denaturasi terjadi perubahan terhadap struktur sekunder, tersier, dan kuarterner molekul protein tanpa terjadinya terhadap struktur sekunder, tersier, dan kuarterner molekul protein tanpa terjadinya pemecahan ikatan kovalen sehingga terkadang dapat
pemecahan ikatan kovalen sehingga terkadang dapat berlangsung secara reversible dan dapatberlangsung secara reversible dan dapat mengalami renaturasi atau penyusunan kembali molekul protein. Dimana globulin akan mengalami renaturasi atau penyusunan kembali molekul protein. Dimana globulin akan mengendap pada penambahan garam ammonium sulfat 50% sedangkan albumin akan larut mengendap pada penambahan garam ammonium sulfat 50% sedangkan albumin akan larut pada penambahan ammonium sulfat 50%. Pengendapan dapat terjadi karena saat ammonium pada penambahan ammonium sulfat 50%. Pengendapan dapat terjadi karena saat ammonium sulfat 50% ditambahkan pada larutan protein, ion-ion garam ammonium sulfat menarik sulfat 50% ditambahkan pada larutan protein, ion-ion garam ammonium sulfat menarik molekul air dan albumin menjauh dari globulin. Hal ini disebabkan ion-ion pada garam molekul air dan albumin menjauh dari globulin. Hal ini disebabkan ion-ion pada garam ammonium sulfat memiliki muatan berat jenis yang lebih besar dibanding protein, sehingga ammonium sulfat memiliki muatan berat jenis yang lebih besar dibanding protein, sehingga ketika ditambahkan akan berikatan dengan molekul air dan albumin yang dapat memaksa ketika ditambahkan akan berikatan dengan molekul air dan albumin yang dapat memaksa globulin berinteraksi dan ketika penambahan ammonium sulfat dalam jumlah cukup globulin berinteraksi dan ketika penambahan ammonium sulfat dalam jumlah cukup menyebabkan globulin terpresipitasi.
Prosedur selanjutnya yang kedua yaitu proses desalting. Kolom disiapkan dalam keadaan bersih dan kering. Kemudian didalam kolom dilapisi dengan larutan natrium klorida1%. Selanjutnya kolom diisi dengan sedikit kapas dan matriks spadex G-25 setinggi 12 cm lewat dinding kolom dan dielusi dengan natrium klorida 1 %. Penambahan kapas bertujuan untuk menahan matriks keluar dari kolom. Digunakan matriks spadex G-25 karena Matriks diatur hingga kompak dengan tetesan yang konstan. Kemudian sampel albumin dimasukkan kedalam kolom yang sudah berisi kapas, matriks dan larutan natrium klorida sedikit diatas matriksnya. Eluat ditampung kedalam 8 fraksi (tabung r eaksi), tiap fraksi berisi 1 mL. tiap fraksi diteteskan pada kertas saring, lalu nodanya diwarnai dengan bromfenol biru. Fraksi dengan noda terpekat selanjutnya dipakai untuk proses elektroforesis.
Pada kolom filtrasi gel, pengembangan endapan isoelektrik bisa menjadi gangguan. Agregat dapat menyumbat kolom, atau diendapkan dan terjebak. Mereka tetap di belakang
hingga garam dihapus dari campuran protein asli menangkap dan pelarutan kembali endapan. Penghilangan garam dri gel filtrasi hanya mungkin tidak bekerja di bawah kondisi ini. Presipitasi isoelektrik protein berkelarutan rendah dapat ditingkatkan dengan masuknya zat terlarut yang berkelarutan lebih tinggi. Jadi pelarut organik atau polietilen glikol bersama-sama dengan penyesuaian pH dapat menghasilkan endapan yang diinginkan. Salah satu contoh dari
metode dalam pemurnian ragi fosfofruktokinase.
Peningkatan kelarutan (pada pH tertentu dan suhu tertentu) dengan peningkatan konsentrasi garam dikenal sebagai "salting in". Kebalikan dari proses ini, dengan pengenceran atau dialisis, adalah lebih mungkin berguna dalam pemurnian enzim. Sebuah penggaraman khas dalam kurva untuk protein murni, sedangkan stepness dari respon terhadap garam mungkin cukup untuk
mendorong pengendapan dengan pengenceran.
Point Catatan Praktek
Presipitat isoelektrik kebanyakan agregat protein yang berbeda dan mungkin term asuk partikulat fragmen dan kompleks protein asam nukleat. Jika komposisi awal larutan berubah, sebuah enzim yang diinginkan mungkin tidak memperlihatkan perilaku kelarutan yang sama. Endapan isoelektrik biasanya terjadi dengan menurunkan pH di bawah pH fisiologis, pastikan enzim stabil pada pH yang dibutuhkan. Menjaga suhu rendah akan meningkatkan kemungkinan stabilitas dan penurunan kelarutan. Namun, jika menyesuaikan pH di 0 oC, jangan lupa untuk standarisasi pH meter pada suhu ini, dengan menggunakan buffer standar es dingin. Singkatnya, penggaraman dalam rentang dapat dimanfaatkan dalam pemurnian dalam dua cara yang berbeda. Pertama, agregasi dapat terj adi dengan pengenceran atau dialisis, dan j ika enzim yang diperlukan hadir dalam pemurnian agregat berguna akan telah dicapai. Kedua, curah isoelektrik dapat digunakan, mengeksploitasi variasi kelarutan dengan pH, tanpa mengubah kekuatan ion. Dalam situasi baik, adalah enzim yang diperlukan tetap dalam larutan, dengan tingkat pemurnian dicapai biasanya minimal sejak proporsi yang relatif kecil dari total protein yang mungkin dalam endapan. Dalam hal ini, apa yang terjadi hanya membersihkan ekstrak
Prosedur selanjutnya yang ketiga yaitu proses elektroforesis kertas. Kertas saring yaitu selulosa asetat diberi garis dan ditotolkan 3 totolan (A=albumin; G=globulin; S=serum darah) menggunakan pensil ditengahnya secara melebar. Sampel ditotolkan pada masing-masing jenis totolan. Kertas yang sudah mengandung noda ini ditempatkan kealat elektroforesis yang didalamnya mengandung buffer. Kemudian alat elektroforesis diatur dan dinyalakan. Didiamkan selama 22 jam. Selanjutnya kertas diangkat dan diwarnai dengan bromfenol biru, dikeringkan dan noda dicuci dengan asam asetat. Pergerakan noda
diidentifikasi.
Elektroforesis merupakan metode pemisahan komponen protein didalam medan listrik yang elektroda dari protein bergerak ke muatan yang berlawanan. Pada dasarnya proses elektroforesis menunjukkan adanya efek dari listrik terhadap pergerakan partikel-partikel atau molekul-molekul yang bermuatan, dalam hal ini termasuk protein. Molekul atau partikel tersebut akan bergerak (terjadi pemisahan) berdasarkan ukuran berat atau muatan listrik yang
dikandung pada protein. Proses elektroforesis pada praktikum ini pemberian garis pada kertas saring menggunakan pensil. Pensil ini bersifat inert atau tidak mudah bereaksi, sehingga noda pensil yang terbentuk tidaka akan bergerak atau tidak akan mempengaruhi proses
elektroforesis. Menggunakan kertas selulosa asetat sebagai media tempat bermigrasinya partikel. Kertas selulosa asetat harus dijaga agar teta p bersih, misalnya terbebas dari sentuhan
tangan karena dapat meninggalkan lemak dan mengganggu aliran listriknya. Selain kertas selulosa asetat, media lain yang digunakan adalah larutan bufer. Larutan bufer yang berfungsi sebagai jembatan konduksi antara dua elektroda sehingga memungkinkan terjadinya aliran listrik. Selain itu bufer dapat berperan sebagai penstabil medium pendukung dan dapat mempengaruhi kecepatan gerak senyawa karena ion sebagai pembawa protein yang bermuatan. Kekuatan ion yang tinggi dalam bufer akan meningkatkan panas sehingga aliran listrik menjadi maksimal. Hal ini dapat mempercepat gerakan molekul protein. Kekuatan ion rendah dalam bufer akan menurunkan panas sehingga aliran listrik akan sangat minimal dan migrasi molekul protein sangat la mbat.
Analisis elektroforesis kertas menggunakan indicator brom fenol biru, agar pemisahan zat warna dapat diamati dengan jelas. Berikut struktur kimia dari brom fenol biru :
www.chemicalbook.com Gambar 4. bromfenol biru
Molekul-molekul yang akan di pisahkan ( running) tersebut diteteskan pada masing-masing kertas selulosa asetat dengan jarak tertentu, kemudian ditempatkan pada alat elektroforesis dan ditambahkan larutan bufer selanjutnya di running . Sebelum di running beberapa molekul sudah terpisah terlebih dahulu, hal ini mungkin disebabkan tetesan molekul tersebut terlalu besar atau pekat atau penambahan larutan bufer terlalu banyak, sehingga larutan tersebut berdifusi dengan cepat ke kertas selulosa asetat dan menyebabkan pigmennya pun ikut berdifusi. Proses running harus dilakukan searah dengan serat kertas agar proses migrasinya berjalan dengan sempurna menuju ke suatu elektroda.
Berdasarkan hasil pengamatan, semua molekul yang dianalisis pada praktikum ini memiliki muatan negatif yang ditandai oleh pergerakan ion menuju kutub positif.
Gambar. pergerakan elektroda menuju muatan yang berlawanan
Perbedaan molekul yang di running tersebut terletak dari pemisahan warna dan jarak pergerakannya dari titik awal. Indikator bromfenol biru, diteteskan pada masing-masing noda. Brom phenol blue menunjukkan pemisahan warna menjadi biru tua. Terdapat beberapa kesalahan yang terjadi pada metode elektroforesis kertas ini.
Hal-hal yang dapat mempengaruhi dalam proses elektroforesis kertas yaitu pergerakan noda dengan pembuatan spot sangat mempengaruhi hasil elektoforesis karena
akan mengganggu pemisahan zona-zona. Spot yang terlalu besar akan menyebabkan hasil running menjadi tidak beraturan. Ukuran spot terlalu kecil makan hasil running akan sulit diamati. Proses running elektroforesis memerlukan medium untuk menghantarkan listrik. Medium yang digunakan adalah buffer bromfenol biru. Bufer ini akan membasahi kertas dan menyebabkan kertas dapat menghantarkan listrik selama proses running . Spot bergerak dengan arah menuju kutub positif atau negatif. Selain itu, pada saat proses pencelupan kertas ke bufer elektroforesis harus dilakukan secara bersamaan, jika kedua ujung tidak bersamaan tercelup ke bufer maka hasil running akan cenderung bergerak menjauhi kertas yang terbasahi oleh bufer lebih banyak. Proses pemberian arus listrik yang tidak konstan juga akan membuat hasil kurang valid. Selain itu, kecepatan gerakan molekul juga berbanding lurus dengan besarnya voltase yang digunakan.
Serum darah
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa
Di dalam darah, serum ( bahasa Inggris:blood serum) adalah komponen yang bukan
berupa sel darah, juga bukan faktor koagulasi; serum adalah plasma darah tanpafibrinogen, ( bahasa Latin: serum)[1] berarti bagian tetap cair dari susu yang membeku pada proses pembuatan keju.
Serum terdiri dari semua protein (yang tidak digunakan untuk pembekuan darah) termasuk cairan elektrolit, antibodi, antigen, hormon, dan semua substansiexo genous.
Rumusan umum yaitu: serum = plasma - fibrinogen - protein faktor koagulasi.
Studi yang mempelajari serum disebut serologi. Serum digunakan dalam berbagaiuji diagnostik termasuk untuk menentukan golongan darah.
Daftar isi [sembunyikan] 1 Serum protein o 1.1 Serum albumin o 1.2 Serum globulin o 1.3 Serum lipoprotein o 1.4 Serum wewenang 2 Rujukan [sunting]Serum protein
Serum protein ( bahasa Inggris: g lobular pr ot ein, spher o pr ot ein) merupakan salah satu dari
tiga jenis protein di dalam tubuh yang terbentuk dari asam amino berupa larutan koloidal di dalam plasma darah. Protein ( bahasa Yunani: - proteios) berarti utama ( bahasa Inggris: first r ank ).
Serum protein tidak mengandung fibrin (bukan merupakan fibr ous pr ot ein) sehingga dapat
terlarut. Total serum protein dalam darah sekitar 7,2 - 8 g/dl[2] atau sekitar 7% dari volume darah keseluruhan dengan berbagai kegunaan:
Sirkulasi molekul lipida, hormon, vitamin dan zat besi
Enzim, komponen komplemen, pr ot ea se inhibitor dan kinin precursor Regulasi aktivitas, fungsional non seluler dalam sistem kekebalan.
Total serum protein dapat melonjak karena:
infeksi kronis (termasuk tuberkolosis, Ad renal cor t ical hypo funct ion , disfungsi
hati, C olla gen a scuV lar Disea se (Rheumatoid Ar t hrit is, Syst emic Lupus,
Scl er od erma ), gejala hipersensitivitas, S arcoido sis, dehidrasi (d iabet ic acido sis, chr onic d iarrhea, dll.), Respir atory d ist ress, Hemolisis,Cryo g lobul inemia, Al cohol ism, Leukemia
dan menurun antara lain disebabkan oleh:
M al nut rit ion dan malab sorpt ion (insufficient intake and/or d igest ion o f
pr ot eins), Liver d isea se (insufficient pr od uct ion o f pr ot eins), Diare(lo ss o f pr ot ein t hr ough t he GI t r act ), Severe burns (lo ss o f pr ot ein t hr ough t he skin), H ormone
Imbalances t hat f avor break down o f t issue, Lo ss t hr ough t he urine in severe kid ney d isea se (pr ot einuria ), Kehamilan (d il ut ion o f pr ot ein d ue to ext r a f l uid held in t he
va scular syst em)
Protein darah Kadar
normal level % Kegunaan
Serum albumin 3.5-5.0 g/dl 60% memelihara tekanan osmosis dan pengusung molekul lain
Immunoglobulin 1.0-1.5 g/dl 18% membentuk sistem kekebalan tubuh Fibrinogen 0.2-0.45 g/dl 4% koagulasi darah
alfa-1 fetoprotein Protein
wewenang <1% mengatur ekspresi genetik
Terdapat dua jenis protein yang utama di dalam serum, yaitu albumin dan globulin. Albumin dibuat di dalam hati, merupakan protein yang paling menonjol dan bermuatan negatif yang terkuat guna mengikat molekul kecil untuk diedarkan melalui darah. Albumin juga berguna untuk menjaga tekanan osmosis darah.[3]
Beberapa jenis globulin diproduksi di dalam hati, sementara yang lain diproduksi di dalam sistem kekebalan. Semua jenis serum protein yang lain diproduksi di dalam hati. Arti kata globulin menunjukkan sekelompok protein heterogen dengan berat molekul tertentu yang cukup tinggi, dengan kecepatan terlarut (en: sol ubil it y r at e)
dan laju migrasi elektroforetik (en:el ect r o phoret ic migr at ion r at e) yang lebih
rendah daripada albumin. Rasio normal di dalam darah sekitar 2 hingga 3,5 g/dl.
Ilustrasi skema gel protein hasil elektroforesis, lihat pula [1]
Elektroforesis protein serum (en: serum pr ot ein el ect r o phoresis, SPEP ) adalah uji
laboratoriumuntuk menentukan jenis globulin (alfa-1, alfa-2, beta dan gamma) dan albumin. Cara yang digunakan adalah pengambilan serum darah dari bekuan darah, kemudian diletakkan di atas medium yang dibubuhi a g ar o se gel , kemudian
dipaparkan ke arus listrik . Pr ot ein serumtotal atau pr ot ein pla sma total atau pr ot ein total adalah hasil uji laboratorium yang mengukur jumlah protein pada plasma
darah atau serum darah. [4] [sunting]Serum albumin
Serum albumin, sering disebut albumin adalah protein dengan jumlah terbanyak di dalamtubuh. Albumin sangat penting demi memelihara tekanan osmosis untuk distribusi fluida tubuh antara int r ava scular compar t ment dan jaringan tubuh.
Albumin juga berfungsi sebagai pengusung plasmadengan secara tidak langsung mengikat beberapa hormon st er oid hyd r o phobic dan protein pengusung
bagi hemin dan asam lemak dalam sirkulasinya. BSA, fraksi V dari serum albumin berguna untuk meluruhkan beberapa substansi dari sirkulasi darah melalui jaringan hati, antara lain bilirubin, tiroksin, taur ol it hochol ic acid , chenod eo xychol ic
acid , digitoksin dan juga heme peptida dari cytochr ome C .[5]60% dari protein di
dalam plasma darah, jumlah serum yang melebihi batas normal dapat membahayakan manusia. Prealbumin ( bahasa Inggris:t r anst hyret in) ditengarai
sebagai pengusung hormon tiroksin dari dalam darah menuju ke otak .[6] [sunting]Serum globulin
Serum globulinadalah istilah umum yang digunakan untuk protein yang tidak larut, baik di dalam air maupun di dalam larutan garam konsentrasi tinggi, tetapi larut dalam larutan garam konsentrasi sedang.[1] Globulin( bahasa Latin: g lobul us,
bola kecil ( baha sa Inggris: small g lobe)) mempunyai rasio 35% dari protein
plasma, berguna untuk sirkulasiion, hormon dan asam lemak dalam sistem kekebalan. Beberapa jenis globulin mengikat hemoglobin, beberapa yang lain mengusung zat besi, berfungsi untuk melawan infeksi[4], dan bertindak sebagai faktor koagulasi.[1]
Globulin terdiri dari:[7]
lakto globulin tiroglobulin
serum globulin, terbagi terbagi menurut laju migrasi elektroforesik menjadi:
[8][3]
alfa globulin (protein yang mengusung tiroksin dan retinol/vitamin A). alfa-1 globulin
alfa-1 antitripsin ( bahasa Inggris:T r anscor t in, cor t ico st er oi
d-bind ing g lobul in, CBG) disebut juga acut e pha se
reactant [1]atau serpin pept ida se inhibitor , clad e A(al pha-1 ant ipr ot eina se), member 6.
alfa-1 antisimotripsin
orosomukoid (asam glikoprotein) serum amiloid A
alfa-1 lipoprotein (HDL) alfa-2 globulin
alfa-2 makro globulin ( pr ot ea se inhibitor ) haptoglobin
protein C (inhibitor o f act ivat ed coa gulat ion f actors FVIII and FV ) seruloplasmin (pengusung zat tembaga)
alfa-2 lipoprotein (VLDL) beta globulin beta-1 globulin transferin hemopeksin plasminogen properdin faktor komplemen H beta-2 globulin
faktor komplemen C3 dan C4 C -react ive pr ot ein
beta-2 lipoprotein alias LDL beta-2 mikro globulin
beberap jenis IgA dan IgM
gamma globulin (protein dengan muatan negatif yang terlemah yang berfungsi
sebagai antibodi)
IgM, IgA, IgG makro globulin transkobalamin
[sunting]Serum lipoprotein
Serum lipoprotein adalah senyawa biokimiawi yang
mengandung protein dan lemak . Lemak atau produk turunannya dapat terikat secarakovalen maupun non kovalen dengan protein. Lipoprotein dapat berbentuk enzim, t r anspor t er , protein struktural, antigen, adesin, toksin, high d ensit y l ipo pr ot ein danlow d ensit y l ipo pr ot ein yang
terdapat pada mitokondria (terdapat juga pada kloroplas tanaman), serta lipoprotein bakterial.[9] Lipoprotein di dalam tubuh manusia terbagi menjadi 5 golongan utama:
kilomikron ( bahasa Inggris : chylomicr on) VLDL
LDL IDL HDL
[sunting]Serum wewenang
Serum wewenang ( bahasa Inggris: Regulatory pr ot ein) yang hanya berjumlah 1%
dari protein plasma, terdiri dari enzim, proenzim danhormon. Riset terakhir mengenai protein plasma darah tertuju pada analisa proteomika dari serum/plasma guna mencari jejak bio( bahasa Inggris:biomarker ) yang dimulai semenjak tahun
1970 dengan elektroforesis gel 2 dimensi[10] dan pada akhir-akhir ini dengan spektrometri massa.[11][12]
Terdapat dua jenis protein wewenang:[13]
1. protein yang kontraksi otot,memengaruhi
misalnya troponin dan tropomiosin, yang mengatur interaksi antara miosin dan aktin.Kalsium merupakan komponen yang krusial pada reaksi ini.
2. protein tertentu yang mengikat deret wewenang ( bahasa Inggris: regulatory
sequence) dari DNA, dan berfungsi untuk mengatur ekspresi genetik .
Protein ini menggerakkan proses diferensiasi
seluler dan morfogenesis menuju pada penciptaan jenis sel yang baru pada makhluk mult icell ular . Pada tahap ini, jenis sel yang berbeda dapat
memiliki profil ekspresi genetik yang berbeda-beda dalam deret genome yang sama.
Rujukan
1. ^a b c d (Inggris) "Serum globulin". F ar l ex free d ict ionary. Diakses pada 15 Februari
2010.
2. ^ (Inggris) "Serum protein". J eremy E. K a slow. Diakses pada 20 Februari 2010.
3. ^a b(Inggris) "Blood - Biology page". J ohn W. Kimball . Diakses pada 14 Februari
2010.
4. ^a b(Inggris) "Total Serum Protein". Web MD. Diakses pada 20 Februari 2010.
5. ^ (Inggris)"Albumin bovine, Agarose, Affinity matrix" (pdf). Sigma- Ald rich.
Diakses pada 26 Februari 2010.
6. ^ (Inggris)"Anti-Transthyretin" (pdf). Sigma- Ald rich. Diakses pada 26 Februari
2010.
7. ^ (Inggris) "Medical Subject Headings". N at ional Libr ary o f Med icine. Diakses pada
20 Februari 2010.
8. ^ (Inggris) "Globulins". C ornell Universit y. Diakses pada 20 Februari 2010.
9. ^ (Inggris)"Database of Bacterial Lipoprotein". Labor atory o f M ol ecular Biolo gy,
Med ical Research C ouncil dan Cent re f or Biot echnolo gy, Anna Universit y. Diakses
pada 21 Februari 2010.
10. ^ (Inggris) Anderson NL and Anderson NG (1977). "High Resolution Two-Dimensional Electrophoresis of Human Plasma Proteins". Pr oceed ing o f t he N at ional Acad emy o f Sciences 74: 5421±5425. doi:10.1073/pnas.74.12.5421. PMID 271964.
11. ^ (Inggris) Adkins JN et al . (2002). "Toward a human blood serum proteome:
and Cell ular Pr ot eomics 1: 947±955.
doi:10.1074/mcp.M200066-MCP200. PMID 12543931.
12. ^ (Inggris) Jacobs JM et al . (2005). "Utilizing human blood plasma for proteomic
biomarker discovery". J ournal o f ot ePr ome Research 4: 1073±
1085. doi:10.1021/pr0500657. PMID 16083256.
13. ^ (Inggris) "Regulatory proteins". F ar l ex free d ict ionary. Diakses pada 18 Februari