BAB I PENDAHULUAN. perhatian dari peneliti di berbagai negara (Chen et al. 2005; Firer dan Williams,

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Peningkatan selisih antara nilai pasar dan nilai buku perusahaan mendapat perhatian dari peneliti di berbagai negara (Chen et al. 2005; Firer dan Williams, 2003). Mereka menyelidiki nilai yang tersembunyi (hidden value) dari perbedaan antara nilai pasar dan nilai buku perusahaan dalam laporan keuangan. Chen et al (2005) mencatatat selama tahun 1997-2001, dalam US Standard and Poors (S & P) 500, rasio nilai pasar terhadap nilai buku meningkat dari 1 sampai 5. Selisih atau perbedaan itu dalam Chen et al. (2005) diartikan sebagai kapital intelektual (intellectual capital). Hal ini dikarenakan perusahaan tidak dapat memberikan harga pada kemampuan, keahlian dan pengetahuan yang dimiliki perusahaan. Kapital intelektual mencakup lebih dari sekedar properitas intelektual seperti hak cipta, paten, dan bentuk lain dari kekayaan intelektual. Kapital intelektual merupakan gabungan dari kemampuan, pengetahuan, keahlian, hubungan dengan masyarakat, manajemen yang berkualitas, proses dan inovasi yang dimiliki perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan perusahaan terdorong untuk melakukan pengembangan sumber daya intelektual yang mereka miliki. Pandangan umum bahwa perusahaan saat ini lebih mengedepankan aset pengetahuan daripada modal konvensional seperti sumber daya alam, sumber daya keuangan, dan kapital fisis lainnya menyebabkan

(2)

2 perusahaan terdorong untuk mengubah strateginya dari bisnis yang berbasis pada tenaga kerja menuju bisnis berbasis pengetahuan (Kuryanto, 2008). Hal ini dilakukan karena rata-rata kegiatan utama yang dilakukan perusahaan seperti pelayanan konsumen, inovasi produk yang dihasilkan dan dalam pengambilan keputusan tidak terlepas dari kemampuan intelektual yang berupa keahlian, kecerdasan, dan pengetahuan yang dimiliki CEO, manager bahkan seluruh karyawan. Misalnya seperti mengubah proses pelayanan konsumen dalam perbankan yang dulunya konsumen harus datang ke bank untuk melakukan tarik tunai hanya pada jam tertentu, sekarang penarikan tunai dapat dilakukan dengan mesin ATM kapan pun konsumen membutuhkan. Ini merupakan salah satu contoh bahwa perusahaan harus mengubah proses pelayanan pelanggan dari berbasis tenaga kerja menuju berbasis pengetahuan agar dapat bersaing dengan para pesaingnya.

Belkaoli (2003) menyatakan bahwa investasi perusahaan dalam kapital intelektual akan menghasilkan peningkatan selisih antara nilai pasar dan nilai buku. Hal ini dapat disebabkan oleh kepemilikan serta pemanfaatan sumber daya intelektual yang memungkinkan perusahaan untuk mengelola sumberdaya fisisnya dengan efektif dan efisien. Perusahaan akan memiliki kemampuan untuk mendapatkan nilai tambah dan keuntungan secara berlanjut apabila sumber daya fisisnya dikelola dengan baik. Dengan memiliki dan memanfaatkan kapital intelektual yang superior, perusahaan dapat menggunakan sumber daya fisisnya secara ekonomis dan menghasilkan produk dan pelayanan yang berkualitas sehingga perusahaan memiliki keunggulan bersaing. Perusahaan yang memiliki

(3)

3 karyawan yang memiliki kemampuan, keahlian dan pengetahuan lebih dibanding perusahaan lain akan memiliki kemampuan menciptakan laba secara berlanjut sehingga perusahaan memiliki prospek yang lebih bagus dibanding pesaingnya. Ketika kinerja dan prospek suatu perusahaan lebih bagus dari para pesaingnya, pasar cenderung akan melakukan pembelian saham perusahaan tersebut. Sementara itu, pemegang saham akan mempertahankan saham mereka hingga terjadi kenaikan penawaran yang dinilai telah sesuai dengan harapan mereka sehingga menyebabkan kenaikan nilai pasar perusahaan.

Meskipun telah banyak praktisi yang melakukan penelitian di bidang kapital intelektual, namun kapital intelektual belum memiliki pengukuran yang baku. Pulic (1998) mengajukan pengukuran kapital intelektual secara tidak langsung dengan menilai efisiensi nilai tambah sebagai hasil kemampuan intelektual perusahaan yang dikenal dengan metode Value Added Intellectual Coefficient (VAICTM). Komponen utama metode VAICTM terdiri dari capital employed efficiency (CCE), human capital efficiency (HCE), dan structural capital efficiency (SCE). Pulic (1998) menyatakan bahwa tujuan utama dalam ekonomi yang berbasis pengetahuan adalah menciptakan nilai tambah yang dihasilkan oleh kapital fisis dan potensi intelektual yang direpresentasikan oleh karyawan dengan seluruh kemampuan dan potensinya. Nilai tambah diperoleh dari selisih antara output dan input. VAICTM menunjukan bagaimana kapital fisis dan potensi intelektual telah dimanfaatkan secara efisien oleh perusahaan. Perusahan dengan tingkat VAICTM yang tinggi akan lebih efisien dibanding perusahaan yang tingkat VAICTM rendah. VAICTM dapat digunakan oleh

(4)

4 pemegang pancang untuk mengevaluasi dan memonitor efisiensi kapital intelektual dalam penciptaan nilai. Perusahaan akan mendapat manfaat seperti dalam hal pengalokasian kos untuk pengembangan karyawan yang akan menjadi lebih efisien dan ekonomis apabila perusahaan mengetahui sejauh mana kapital intelektual telah digunakan perusahaan untuk mengelola kapital fisisnya sehingga dapat dimanfaatkan untuk tambahan informasi dalam pengambilan keputusan.

Penelitian mengenai hubungan antara kapital intelektual dan nilai pasar dengan VAICTM sebagai metode pengukuran telah banyak dilakukan, salah satunya di Taiwan oleh Chen et al. (2005). Chen et al. (2005) melakukan penelitian hubungan antara kapital intelektual dengan kinerja perusahaan publik di Taiwan dengan menggunakan metode VAICTM sebagai proksi pengukuran kapital intelektual. Kinerja perusahaan yang digunakan adalah market to book value ratio of equity, return on asset (ROA), growth in revenue (GR), return on equity (ROE), dan employee productivity. Hasilnya kapital intelektual berpengaruh positif terhadap nilai pasar dan kinerja keuangan perusahaan. Chen et al. (2005) juga menyatakan bahwa perusahaan dengan efisiensi kapital intelektual yang lebih baik menghasilkan profitabilitas perusahaan dan pertumbuhan pendapatan yang lebih besar baik di saat ini dan tahun-tahun berikutnya. Hal ini menunjukkan kapital intelektual telah digunakan secara efisien oleh perusahaan di Taiwan sehingga pasar di Taiwan memberi nilai tinggi pada perusahaan yang memiliki kapital intelektual yang lebih baik.

Penelitian lainnya dilakukan oleh Firer dan Williams (2003) yang menguji pengaruh kapital intelektual terhadap kinerja perusahaan dengan sampel 4 jenis

(5)

5 perusahaan di Afrika selatan dengan sampel 75 perusahaan selama tahun 2001 yang terdiri dari perusahaan perbankan, kelistrikan, teknologi informasi, dan jasa. Penelitian ini memberikan hasil yang berbeda dengan penelitian Chen et al. (2005), hasil penelitian Firer dan Williams (2003) menunjukan kapital intelektual tidak berpengaruh terhadap nilai pasar perusahaan. Lebih lanjut Firer dan Williams (2003) menambahkan ada tiga temuan yang menarik dalam penelitiannya yang berkaitan dengan hubungan antara nilai pasar dan kapital intelektual. Pertama, temuan ini memberi kesan bahwa pasar di Afrika Selatan menempatkan penekanan kuat terhadap return dari sumber daya aset fisis. Hal ini mengindikasikan aset fisis yang digunakan perusahaan secara efektif dalam menghasilkan keuntungan tersebut mungkin akan dihargai lebih tinggi oleh pasar. Kedua, temuan ini menunjukkan bahwa pasar kemungkinan akan bereaksi negatif jika perusahaan berkonsentrasi pada peningkatan sumber daya manusia dengan mengorbankan pengembangan sumber daya aset fisis. Temuan ketiga menunjukkan bahwa pasar di Afrika Selatan kurang memperhatikan sumber daya modal struktural dibanding modal fisis dan sumber daya manusia. Kapital fisis, manusia, dan struktural pada dasarnya merupakan satu kesatuan yang saling berkorelasi satu sama lain yang dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai aset perusahaan, sehingga ketiganya tidak dapat dipisahkan.

Dari penelitian sebelumnya terlihat bahwa masih terjadi inkonsisten pada hasil penelitian yang dalam hal ini menunjukkan terjadi perbedaan penilaian pasar terhadap kapital intelektual. Hal ini dapat terjadi karena tidak digunakannya variabel pengendali dalam pengujian. Tidak digunakannya variabel pengendali

(6)

6 dalam pengujian menimbulkan keraguan apakah nilai pasar memang disebabkan oleh kapital intelektual atau mungkin ada faktor lain yang mempengaruhi nilai pasar. Oleh sebab itu, berpijak pada penelitian yang dilakukan oleh Chen et al. (2005), penulis bermaksud melakukan penelitian dengan menguji kembali hubungan antara kapital intelektual dan nilai pasar perusahaan di Indonesia dengan memasukkan debt to total asset sebagai variabel pengendali untuk memberikan keyakinan bahwa hubungan tersebut merupakan hubungan kausalitas yang valid. Penelitian ini menggunakan komponen pengukuran kapital intelektual sebagai satu kesatuan yaitu VAICTM karena komponennya yang berupa HCE, CEE, dan SCE digunakan secara bersama-sama untuk meningkatkan nilai perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2012. Perbankan dipilih sebagai sampel karena proporsi kinerja kapital manusia pada sektor perbankan lebih besar dibanding sektor lainnya dan sektor perbankan merupakan salah satu sektor penunjang ekonomi suatu negara yang intensif kapital intelektualnya (Firer dan Williams, 2003).

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dibahas sebelumnya, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah kapital intelektual memiliki pengaruh positif terhadap nilai pasar perusahaan perbankan dengan memasukkan variabel pengendali dalam pengujian dan apakah nilai pasar benar-benar disebabkan oleh kapital intelektual dan bukan karena faktor selain kapital intelektual.

(7)

7 1.3.Batasan Masalah

Batasan batasan yang terdapat dalam penelitian ini meliputi :

1. Perusahaan-perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini terbatas pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang mempublikasikan laporan keuangan yang telah diaudit dan tidak menghasilkan laba negatif selama 2008-2012.

2. Pengukuran kapital intelektual dalam penelitian ini menggunakan metode VAICTM.

1.4.Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan memperoleh bukti-bukti empiris tentang pengaruh kapital intelektual terhadap nilai pasar perusahaan perbankan di Indonesia.

1.5.Manfaat penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan bukti empiris bahwa kapital intelektual merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi nilai pasar perusahaan sehingga dapat digunakan untuk tambahan informasi dalam pengambilan keputusan oleh perusahaan dan investor.

1.6. Sistematika Penulisan 1. Bab I: Pendahuluan

Bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, dan sistematika penulisan skripsi.

(8)

8 Bab ini berisi tentang tinjauan pustaka yang meliputi: definisi teori pemegang pancang, teori berbasis sumberdaya, kapital intelektual, komponen kapital intelektual, pengukuran kapital intelektual, nilai pasar, debt to total asset dan rerangka pemikiran teoritis yang digunakan sebagai dasar untuk pengembangan hipotesis.

3. Bab III: Metode Penelitian

Bab ini berisi tentang populasi dan sampel penelitian, metode pengambilan sampel dan periode penelitian, jenis dan sumber data yang digunakan untuk penelitian, identifikasi, definisi operasional variabel penelitian dan teknik analisis.

4. Bab IV: Analisis Data dan Pembahasan

Bab ini menguraikan tentang analisis dan hasil penelitian berupa pengujian stratistik dan pembuktian hipotesis dengan menggunakan metode penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya.

5. Bab V: Penutup

Bab ini menjelaskan tentang simpulan akhir dari hasil penelitian, keterbatasan penelitian, dan saran untuk pengembangan penelitian selanjutnya.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :