RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| i
Dengan mengucap puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, telah tersusunRencana Strategis (Renstra) Pengadilan Agama Nganjuk sesuai dengan Surat Keputusan Wakil Ketua Pengadilan Agama Nganjuk Nomor W13-A22/158/OT.01.3/1/2020 tanggal 2 Januari 2020 tentang Rancangan Rencana Strategis (Renstra) Pengadilan Agama Nganjuk Tahun 2020-2024.
Renstra ini menguraikan tentang Tujuan yang disinkronisasikan dengan Indikator Tujuan, Sasaran dan Indikator Sasaran dengan Target yang dilaksanakan dalam kurun waktu Tahun 2020 sampai dengan Tahun 2024. Rencana Strategis disusun sesuai dengan Hasil Rekomendasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dalam pelaksanaanHasil Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Mahkamah Agung RI Tahun 2014 dan jajaran Peradilan dibawahnya dan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 yang dikenal dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kementerian/Lembaga (RPJM) yaitu dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang yaitu dokumen perencanaan untuk periode 20 (dua puluh) tahun serta peraturan perundang- undangan yang berlaku dan matriks pendanaannya disesuaikan dengan alokasi anggaran yang diterima Pengadilan Agama Nganjuk.
Dengan tersusunnya Rancangan Renstra ini, diharapkan adanya peningkatan transparansidan akuntabilitas kinerja di lingkungan Pengadilan Agama Nganjuk dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, serta tersedianya dokumen Rancangan Rencana Strategis Mahkamah Agung Tahun 2020-2024 yang
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| ii
lebih akuntabel Pengadilan Agama Nganjuk adalah pelaksana kekuasaan kehakiman yang bertugas menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan dan sekaligus merupakan kawal depan Mahkamah Agung yang berada di wilayah propinsi Jawa Timur.
Renstra ini telah diupayakan penyusunannya secara optimal, namun kami menyadari apabila masih ada kekurangannya, maka tidak tertutup kemungkinan adanya perbaikan- perbaikan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak/ prioritas dan kebijakan pimpinan Pengadilan Agama Nganjuk. Semoga Rancangan Renstra ini benar-benar bermanfaat dalam mendukung visi Pengadilan Agama Nganjuk yaitu “Terwujudnya Pengadilan Agama Nganjuk yang Agung.”
Nganjuk, 4 Januari 2021
Ketua Pengadilan Agama Nganjuk
Drs. H. Ahmad Fanani, M.H. NIP. 19670509.199403.1.005
R E N S T R A P E N G A D I L A N A G A M A N G A N J U K T A H U N 2 0 2 0 - 2 0 2 4 | iii
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Kondisi Umum 1
1.2 Potensi dan Permasalahan 7 a.Kekuatan (Strength) 7 b.Kelemahan (Weaknes) 7 c.Peluang (Opportunity) 10 d. Tantangan (Threat) 10
e.Strategi 11
f. Pihak Berkepentingan (Stakeholder) 13 g.Kebutuhan dan Harapan Pihak
Berkepentingan
14 BAB II VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN
STRATEGIS
18
2.1 Visi dan Misi 18
2.2 Tujuan dan Sasaran Strategis 19
BAB III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 24
3.1 Arah Kebijakan dan Strategi Mahkamah Agung
24 3.2 Arah Kebijakan dan Strategi Pengadilan
Agama Nganjuk
26 3.3 Kerangka Regulasi 31 3.4 Kerangka Kelembagaan 32
BAB IV TARGET KINERJA DAN KERANGKA
PENDANAAN
R E N S T R A P E N G A D I L A N A G A M A N G A N J U K T A H U N 2 0 2 0 - 2 0 2 4 | iv
4.1 Target Kinerja 34
4.2 Kerangka Pendanaan 37
BAB V PENUTUP 41
LAMPIRAN
SK Tim Reviu Renstra
SK Penetapan Reviu Renstra 2020-2024 Matrik Renstra
Matrik Kinerja dan Pendanaan Matrik Kerangka Regulasi
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 1
1.1 Kondisi Umum
Reformasi sistem peradilan membawa perubahan yang mendasar bagi peran Pengadilan Agama Nganjuk dalam menjalankan tugas dan fungsi pokoknya, dibidang Administrasi, Organisasi, Perencanaan dan Keuangan. Pengadilan Agama Nganjuk merupakan lingkungan PeradilanAgama di bawah Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Pengadilan Agama Nganjuk sebagai kawal depan MA RI bertugas dan berwenang menerima, memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara yang masuk di tingkat pertama.
Perencanaan strategis merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun secara sistematis dan berkesinambungan dengan memperhitungkan potensi, peluang, dan kendala yang ada pada lingkungan PengadilanAgama Nganjuk. Rancangan Rencana Strategis (renstra) ini dijabarkan kedalam program yang kemudian diuraikan ke dalam rencana tindakan. Renstra ini kelak didukung dengan anggaran yang memadai, dilaksanakan oleh sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, ditunjang sarana dan prasarana serta memperhitungkan perkembangan lingkungan Pengadilan Agama Nganjuk, baik lingkungan internal maupun eksternal sebagai variable strategis. Pengadilan Agama Nganjuk dalam menjalankan tugas dan fungsinya tersebut adalah untuk mendukung tercapainya visi
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 2
dan misi Mahkamah Agung Republik Indonesia sebagai lembaga pelaksana kekuasaan kehakiman di Indonesia.
Yuridiksi Pengadilan Agama Nganjuk Kelas IB meliputi 20 Kecamatan, ditunjukkan dalam Tabel 1.1 adalah sebagai berikut:
No. Kecamatan No. Kecamatan
1. Kecamatan Nganjuk 11. Kecamatan Kertosono 2. Kecamatan Bagor 12. Kecamatan Ngetos 3. Kecamatan Sukomoro 13. Kecamatan Sawahan 4. Kecamatan Loceret 14. Kecamatan Baron 5. Kecamatan Pace 15. Kecamatan Patianrowo 6. Kecamatan Wilangan 16. Kecamatan Lengkong 7. Kecamatan Berbek 17. Kecamatan Prambon 8. Kecamatan Gondang 18. Kecamatan Ngronggot 9. Kecamatan Rejoso 19. Kecamatan Jatikalen 10. Kec. Tanjunganom 20. Kecamatan Ngluyu
Tabel 1. 1 Yuridiksi Wilayah Pengadilan Agama Nganjuk Kebijakan satu atap menuntut tanggung jawab dan tantangan untuk mewujudkan organisasi sebagai lembaga yang profesional, efektif, efesien, transparan serta akuntabel. Untuk itu perlu dilakukan perbaharuan Peradilan secara terencana, terarah dan berkesinambungan dengan mengacu pada cetak biru Pembaharuan Peradilan 2010-2035 Mahkamah Agung R.I. 1.1.1 Penanganan Perkara
Kondisi penyelesaian perkara Pengadilan Agama Nganjuk dapat dianalisis mulai tahun 2016-2020.
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 3
Data analisis tersebut dapat dilihat pada tabel 1.2 atau data perkara Pengadilan Agama Nganjuk selama 5 Tahun, sebagai berikut : No Tahun Sisa Perkara Yang Lalu Perkara Masuk Jumlah Perkara Perkara Di Putus Sisa Perkara sekarang 1. 2016 438 2443 2881 2319 438 2. 2017 482 2394 2876 2549 482 3. 2018 327 2716 3034 2526 327 4. 2019 517 2725 3242 3076 517 5. 2020 166 3000 3166 3056 166
Tabel 1.2 Data Perkara Di Pengadilan Agama Nganjuk
Dari data di atas menunjukkan bahwa profesionalisme aparatur Peradilan Agama semakin meningkat yang dapat dilihat dengan meningkatnya penyelesaian perkara atau putusan perkaranya tiap tahun.
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 4
Grafik 1.1 Peningkatan Penyelesaian Perkara/ Putusan Perkara Selama 5 TahunRancangan Rencana Strategis Pengadilan Agama Nganjuk tahun 2020-2024 sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Nganjuk Nomor : W13-A22/158/OT.00/SK/1/2020 tanggal 2 Januari 2020 tentang Penetapan rancangan rencana strategis Pengadilan Agama Nganjuk tahun 2020-2024. Reviu rencana strategis tersebut sebagai tindak lanjut atas Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor : 192/KMA/SK/XI/2016 tanggal 9 Nopember 2016 tentang penetapan reviu indikator kinerja utama Mahkamah Agung RI dan Surat Sekretaris Mahkamah Agung Nomor : 933/SEK/OT.01.3/10/2017 tanggal 24 Oktober 2017 tentang Reviu indikator kinerja utama (IKU) Pengadilan tingkat banding dan Pengadilan Tingkat Pertama.
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 5
Program kerja yang dilaksanakan sesuai dengan sasaran kinerja utama yang telah ditetapkan dalam reviu indikator kinerja yang meliputi :
1. Program peningkatan manajemen Peradilan Agama merupakan program untuk mencapai sasaran strategis dalam hal peningkatan penyelesaian perkara, peningkatan aksesibilitas putusan hakim, peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara.
2. Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya dibuat untuk mencapai sasaran strategis dalam hal peningkatan pelayanan prima dalam penyelesaian perkara. 3. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur bertujuan
untuk mencapai sasaran strategis dalam hal Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice).
Reviu rencana strategis akan terus dilakukan sebagai upaya melakukan perbaikan-perbaikan dalam mendukung suksesnya reformasi birokrasi peradilan untuk mencapai system peradilan yang semakin efektif, efisien, professional, transparan, akuntabel dan terpercaya.
1.1.2 Struktur Organisasi
Untuk melaksanakan tugas dan fungsi, susunan organisasi dan tata kerja tersebut, sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi dan tata kerja kepaniteraan dan kesekretariatan peradilan, Ketua Pengadilan Agama Nganjuk dibantu oleh Wakil Ketua sebagai unsur pimpinan, Hakim Tinggi, Panitera dan Sekretaris.
Adapun Struktur Organisasi Pengadilan Agama Nganjuk terdiri dari :
1.Pimpinan Pengadilan Agama terdiri dari seorang Ketua dan seorang Wakil Ketua.
2.Hakim adalah Pejabat yang melaksanakan tugas kekuasaan kehakiman di pengadilan tingkat pertama.
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 6
3.Pelaksanaan bidang administrasi dipimpin oleh seorang Panitera dan Sekretaris, dimana Panitera bertugas dalam menjalankan tugas bidang kepaniteraan sedangkan Sekretaris bertugas dalam menjalankan tugas bidang Kesekretariatan. 4.Panitera dibantu oleh 3 (tiga) orang Panitera Muda yaitu
Panitera Muda Hukum, Panitera Muda Gugatan dan Panitera Muda Permohonan, disamping itu Wakil Panitera juga dibantu oleh beberapa orang Panitera Pengganti.
5.Sekretaris dibantu oleh 3 (tiga) orang Kepala Sub bagian yaitu Kepala Subbagian Perencanaan, IT, dan Pelaporan, Kepegawaian dan Ortala, dan Kepala Sub bagian Umum dan Keuangan.
Bagan struktur organisasi Pengadilan Agama Nganjuk.
Kelangsungan jalannya pelaksanaan kinerja ditentukan oleh kualitas dan kuantitas SDM yang ada. Secara keseluruhan jumlah hakim dan pegawai Pengadilan Agama Nganjuk sebanyak 35 orang, antara lain :
Pejabat Struktural : 9 orang Hakim : 5 orang Panitera Pengganti : 2 orang Jurusita Pengganti : 3 orang Tenaga Honorer : 16 orang
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 7
1.2 POTENSI DAN PERMASALAHAN
a.Kekuatan (Strength)
Kekuatan Pengadilan Agama Nganjuk mencakup hal- hal yang memangsudah diatur perundang-undangan sampai dengan hal-hal yang dikembangkan kemudian, mencakup:
1) Merupakan vrovost (kawal depan) di wilayah propinsi Jawa Timur.
2) Memiliki kewenangan untuk mengusulkan peningkatan karir (promosi dan mutasi) pegawai Pengadilan Agama Nganjuk.
3) Adanya undang undang yang mengatur kewenangan Pengadilan Agama Nganjuk selaku Pengadilan Tingkat Pertama.
b. Kelemahan (Weakness)
Kelemahan- kelemahan yang ada di Pengadilan Agama Nganjuk dirinci dalam beberapa aspek:
1. Aspek Proses Peradilan
Putusan Pengadilan Agama Nganjuk belum dapat diunduh/diakses cepat oleh masyarakat;
Belum memiliki mekanisme evaluasi yang dapat mengukur kepuasan masyarakat pencari keadilan di wilayah hukum Pengadilan Agama Nganjuk. 2. Aspek Sumber Daya Aparatur Peradilan
Pengadilan Agama Nganjuk belum mempunyai kewenangan untuk merekrut pegawai sendiri sesuai kebutuhan Pengadilan;
Rekrutmen PNS yang diterima belum sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kerja yang dibutuhkan di Pengadilan Agama Nganjuk.
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 8
Nganjuk dapat dilihat pada tabel berikut ini :
No Nama / Tempat / Tanggal Lahir
NIP. Kartu Pegawai Jabatan
1 2 3 4
1 Drs. M. Alirido, M. HES Sampang, 18 Juli 1968
19680718.199403.1.006
G.178288 Ketua 2 H. Ali Hamdi, S.Ag., M.H.
Lamongan, 5 Mei 1972 19720505.199803.1.001 H. 017064 Wakil Ketua 3 Drs. H. Muhammad Iskandar Eko Putro, MH Ponorogo, 30 Juni 1953 19691009.199403.1.003 G.102450 Hakim Madya Utama 4 Drs. H. Musthofa Zahron Bangkalan,03 Desember 1959 19591203.199203.1.001 G. 079275 Hakim Madya Utama
5 Zainuri Jali, S.Ag., M.H. Gresik, 14 September 1970
197009141997031003 H.020060
Hakim Madya Muda
6 Samsiatul Rosidah, S.Ag Nganjuk, 15 Oktober 1975
19751015.200003.2.001 J-165757
Hakim Madya Muda
7 Hasyim Alkadrie, S.Ag., M.H. Pontianak, 21 April 1978 19780421.200904.1.002 P 280090 Hakim Pratama Madya 8 Zainul Hudaya, S. H.Sidoarjo,
29 Desember 1962 196212291982031002 C.0605521 Panitera 9 Dyah P. Suningrum, SH., MH. Jombang , 03 Nopember 1975 19751103.200803.2.001 J. 003646 Sekretaris 10 Ahmad Romadhon, S.Ag.MH
Nganjuk, 22 Oktober 1972 19721022.199803.1.005 H.056017 Panitera Muda Permohonan 11 Muh. Nafi’I, S. H., M. H. I Kediri, 09 Mei 1982 19820509.200604.1.011 N. 032904 Panitera Muda Hukum 12 Setyo Hayuningsih, SH Lamongan, 10 November 1966 19661110.198603.2.002 E. 788339 Panitera Muda Gugatan 13 Dian Purnaningrum, S. H., MH Nganjuk, 23 Juli 1978 197807232006042014 N.032902 Panitera Pengganti 14 Dedi Ardabili, S.AgCianjur,
24 Juni 1976 197606242014081002 B. 01007563 Panitera Pengganti 15 Fuad, S.H.I. Kediri, 09 Juni 1979 197906092011011 009 B. 02004853 Kasub. Kepegawaian dan ORTALA 16 Fathul Mubin, S.HI.
Jombang, 22 Agustus 1984 19850331 201101 2 013 Q. 213175 Kasub. Perencanaan, Pelaporan dan IT 17 Nur Kerisna Wachidah
Surabaya, 26 September 1968
19680926.200701.2.001 N. 301680
Jurusita Pengganti
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 9
Rekapitulasi Sumber Daya Manusia di lingkunganPengadilan Agama Nganjuk.
4. Aspek Pengawasan dan Pembinaan
Belum adanya sistem pengaduan masyarakat yang berbasis teknologi informasi.
5. Aspek Tertib Administrasidan Manajemen Peradilan Belum optimalnya sistem manajemen perkara berbasis teknologi informasi.
6. Aspek Sarana dan Prasarana
Anggaran yang diterima Pengadilan Agama Nganjuk dari pusat belum sesuai dengan kebutuhan dan rencana yang diajukan.
c. Peluang (Opportunities)
Berikut adalah peluang- peluang yang dimiliki Pengadilan Agama Nganjuk untuk melakukan perbaikan ditinjau dari beberapa aspek:
1. Aspek Proses Peradilan
Adanya website Pengadilan Agama Nganjuk yang memberikan informasi kepada masyarakat tentang alur proses berperkara.
2. Aspek Sumber Daya Aparatur Peradilan
Adanya tunjangan kinerja/remunerasi sebagai motivasi dalam peningkatan kinerja; Adanya sosialisasi, bimbingan teknis dan pelatihan yang dilaksanakan Pengadilan Agama Nganjuk maupun Mahkamah Agung RI untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 18 Mukarom Blitar, 10 September 1967 19670910.201408.1.002 B.02004838 Jurusita Pengganti 19 Yusrida Hani,A.Md Medan, 09 Oktober 1988 19881009.201503.2.001 Jurusita Pengganti
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 10
3. Aspek Pengawasan dan Pembinaan
Adanya kegiatan pengawasan yang dilaksanakan secara berkala baik dari internal maupun eksternal ke Pengadilan Agama Nganjuk.
4. Aspek Tertib Administrasi dan Manajemen Peradilan Dukungan dan koordinasi yang baik antar pegawai Pengadilan Agama Nganjuk.
5. Aspek Sarana dan Prasarana
Telah tersedianya fasilitas Teknologi Informasi di Pengadilan Agama Nganjuk berupa internet, website Pengadilan Agama Nganjuk, dan sebagainya.
d. Tantangan yang Dihadapi (Threats)
Berikut adalah tantangan- tantangan di Pengadilan Agama Nganjuk yang akan dihadapi dan harus dipikirkan cara terbaik untuk tetap dapat melakukan perbaikan sebagaimana yang diharapkan.
1. Aspek Proses Peradilan
Belum tersedianya suatu alat pengukuran kepuasan pengguna jasa pengadilan.
2. Aspek Sumber Daya Aparatur Peradilan
Personil di Pengadilan Agama Nganjuk belum seluruhnya memahami visi dan misi Pengadilan Agama Nganjuk.
3. Aspek Pengawasan dan Pembinaan
Adanya sistem reward dan punishment untuk mengontrol kinerja aparat peradilan khusunya Pengadilan Agama Nganjuk.
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 11
Foto Penyerahan Reward di Pengadilan Agama Nganjuk
4. Aspek Tertib administrasi dan manajemen peradilan Kurangnya personil di Pengadilan Agama Nganjuk, sehingga banyak pegawai yang mempunyai tugas ganda.
Kurangnya sarana dan prasarana pendukung. 5. Aspek Sarana dan Prasarana
Anggaran yang diberikan pusat untuk pengadaan sarana dan prasarana tidak sesuai dengan kebutuhan. e. Strategi
Strategi memanfaatkan kekuatan (Strenght) dengan memanfaatkan peluang (Opportunity):
1. Melakukan komunikasi dan koordinasi yang baik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan bekerjasama dengan penyedia jasa layanan telekomunikasi;
2. Kode etik dan Pedoman Perilaku Hakim, Panitera dan Pegawai diperkuat dengan mengacu pada Aturan dan Dasar Hukum yang jelas;
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 12
3. Dengan Job Description dan Surat Keputusan Penunjukan yang jelas meningkatkan pemberian pelayanan untuk para pencari keadilan.
Strategi mengatasi kelemahan (Weakness) dengan memanfaatkan peluang (Opportunity):
1. Memaksimalkan koordinasi dan komunikasi kepada seluruh pegawai meskipun belumsemua pegawai dapat memaksimalkan layanan berbasisteknologi informasi; 2. Memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam
pelaksanaan tupoksi untuk membantu mengatasi masalah penyelesaian perkara dan mengatasi keterbatasan SDM;
3. Dengan melaksanakan dengan baik peraturan perundang-undangan yang berlaku dan SOP dapat memaksimalkan pelaksanaan tugas dengan baik dan menjaga kedisiplinan dalam bekerja;
Strategi memanfaatkan kekuatan (Strenght) dengan mengatasi tantangan (Threat):
1. Dengan memaksimalkan komunikasi dan koordinasi yang baik memanfaatkan teknologi informasi dapat membantu mengatasi luasnya wilayah hukum Pengadilan Agama Nganjuk dan jangkauan ke satuan kerja yang cukup sulit;
2. Memaksimalkan kinerja berdasarkan job description untuk mengatasi kurangnya anggaran dan meningkatnya layanan karena jumlah penduduk yang cukup besar. Strategi mengatasi kelemahan (Weakness) dengan mengatasi tantangan (Threat):
1. Memberi pelatihan atau DDTK kepada pegawai yang belum sepenuhnya menguasai teknologi informasi agar
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 13
pemanfaatan teknologi informasi dapat dimaksimalkan untuk mengatasi masalah luasnya wilayah hukum;
2. Memahami SOP dan Job Description dengan baik dan mengimplementasikan dalam pelayanan sehingga meskipun melayani jumlah penduduk yang cukup besar tidak akan menjadi hambatan;
3. Mengajukan anggaran untuk penambahan tenaga kontrak yang mengiasai TI untuk mengatasi kekurangan pegawai,untuk mempermudah pelaksanaan Tupoksi dalam melayani masyarakat pencari keadilan. f. Pihak Berkepentingan
Selain menentukan Kekuatan (Strength), Kelemahan (Weaknes), Peluang (Opportunity) dan Tantangan (Threat) maka juga harus di tentukan pihak berkepentingan serta Klasifikasi Pihak Berkepentingan yang mempengaruhi Pengadilan Agama Nganjuk :
No. Pihak Berkepentingan Klasifikasi Pihak
Berkepentingan
(pilih salah satu) Kunci Utama Penun
jang 1. MasyarakatPencariKeadilan (Para Pihak) X
2. Pengadilan Agama Se Jawa Timur X 3. Pengadilan Tinggi Agama Jawa Timur X
4. Mahkamah Agung RI X
5. Badan Peradilan Agama (BADILAG) X 6. Pengadilan Agama Seluruh Indonesia X 7. Badan Pengawasan Mahkamah Agung
RI X
8. Pengadilan Tinggi Jawa Timur X
9. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) X
10. Bank X
11. Kantor Pos X
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 14
Negara dan Lelang)13. KPPN (Kantor Pelayanan
Perbendaharaan Negara) X
14. DJPP (Direktorat Jenderal
Perbendaharaan) X
15. Taspen (Tabungan Pensiun) X
16. DJKN (Direktorat Jenderal Kekayaan
Negara) X
17. Pemerintah Kabupaten Nganjuk X
18. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama X
19. Kantor Wilayah Pelayanan Pajak X
20. Kepolisian Resort Nganjuk X
21. Perusahaan ekspedisi X
22. Penyedia Barang Dan Jasa X
23. Kementerian Agama Nganjuk X
g. Kebutuhan dan harapan pihak berkepentingan
Setelah mengidentifikasikan pihak berkepentingan maka juga harus dianalisis kebutuhan dan harapan, dapat di jelaskan sebagai berikut :
No. Pihak
Berkepentingan
Kebutuhan dan Harapan
Strategi Organisasi Memenuhi Kebutuhan dan
Harapan 1. Masyarakat Pencari Keadilan (Para Pihak) a. Putusan memenuhi rasa keadilan
Dilakukan eksaminasi secara berkala dan pembinaan secara simultan kepada aparatur pengadilan. b. Hasil Produk pengadilan diterima tepat waktu Penetapan, Pengembangan, dan pemantauan pelaksanaan SOP bidang kepaniteraan berjalan sesuai ketentuan c. Persidangan perkara tepat waktu dan transparan Penetapan, pengembangan, dan pemantauan pelaksanaan SOP bidang kepaniteraan berjalan sesuai ketentuan.
d. Biaya perkara terjangkau
Perhitungan biaya perkara berdasarkan pada peraturan perundangan yang berlaku 2. Pengadilan Agama Se Jawa Timur a. Pengiriman salinan putusan tepat waktu b. Transparansi biaya perkara - Pelaksanaan Standar Operasional Procedure (SOP) penyelesaian perkara.
- Sosialisasi dan bimbingan teknis tentang teknis
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 15
tabayun c. Kerjasama dalam penyelesaian perkara tabayun. penyelesaian perkara. 3. Pengadilan Tinggi Agama Jawa Timur a. Pengiriman salinan putusan tepat waktu b. Transparansi biaya perkara banding c. Kerjasama dalam penyelesaian perkara banding - Pelaksanaan Standar Operasional Procedure (SOP) penyelesaian perkara.- Sosialisasi dan bimbingan teknis tentang teknis penyelesaian perkara.
4. Pengadilan Tinggi
Jawa Timur Kerjasama bidang pelaporan dalam Pelaksanaan Operasional Procedure (SOP) Standar 5. Mahkamah
Agung RI Kerjasama bidang pelaporan dalam Pelaksanaan Operasional Procedure (SOP) Standar penyelesaian perkara
6. Badan Peradilan Agama
(BADILAG)
Kerjasama dalam
bidang pelaporan Pelaksanaan Operasional Procedure (SOP) Standar penyelesaian perkara 7. Pengadilan Agama Seluruh Indonesia Kerjasama dalam penyelesaian perkara tabayun. Pelaksanaan Standar Operasional Procedure (SOP) penyelesaian perkara 8. Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI Kerjasama dalam
bidang pengawasan Pelaksanaan Operasional Procedure (SOP) Standar penyelesaian perkara
9. Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK) Kerjasama bidang pengawasan dalam Pelaksanaan Operasional Procedure (SOP) Standar 10. Bank Kerjasama dalam
bidang keuangan Pelaksanaan Operasional Procedure (SOP) Standar 11. Kantor Pos Kerjasama dalam
bidang pengiriman surat dinas
Pelaksanaan Standar Operasional Procedure (SOP) 12. KPKNL (Kantor
Pelayanan
Kekayaan Negara dan Lelang)
Kerjasama dalam bidang Barang Milik Negara
Pelaksanaan Standar Operasional Procedure (SOP) 13. KPPN (Kantor
Pelayanan Perbendaharaan Negara)
Kerjasama dalam
bidang keuangan Pelaksanaan Operasional Procedure (SOP) Standar 14. DJPP (Direktorat
Jenderal
Perbendaharaan)
Kerjasama dalam
bidang keuangan Pelaksanaan Operasional Procedure (SOP) Standar 15. Taspen
(Tabungan Pensiun)
Kerjasama dalam
bidang pensiun PNS Pelaksanaan Operasional Procedure (SOP) Standar 16. DJKN (Direktorat
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 16
Kekayaan Negara) Negara 17. Pemerintah Kabupaten NganjukKerjasama dalam Pelaksanaan Standar Operasional Procedure (SOP) 18. Kantor Pelayanan
Pajak (KPP) Pratama
Kerjasama dalam
bidang pajak Pelaksanaan Operasional Procedure (SOP) Standar 19. Kantor Wilayah
Pelayanan Pajak Kerjasama bidang pajak dalam Pelaksanaan Operasional Procedure (SOP) Standar 20. Kepolisian Resort
Nganjuk Kerjasama bidang keamanan dalam Pelaksanaan Operasional Procedure (SOP) Standar 21. Perusahaan
ekspedisi Kerjasama pengiriman barang dalam Pelaksanaan Operasional Procedure (SOP) Standar 22. Penyedia Barang
Dan Jasa Kerjasama bidang pengadaan dalam barang dan jasa
Pelaksanaan Standar Operasional Procedure (SOP) 23. Kementerian
Agama Nganjuk Kerjasama bidang pengirimab dalam salinan putusan khususnya di KUA
Pelaksanaan Standar Operasional Procedure (SOP)
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 17
2.1 VISI DAN MISI
Rencana Strategis Pengadilan Agama Nganjuk Tahun 2020–2024 merupakan komitmen bersama dalam menetapkan kinerja dengan tahapan-tahapan yang terencana dan terprogram secara sistematis melalui penataan, penertiban, perbaikan pengkajian, pengelolaan terhadap sistem kebijakan dan peraturan perundangan-undangan untuk mencapai efektivas dan efesiensi.
Selanjutnya untuk memberikan arah dan sasaran yang jelas serta sebagai pedoman dan tolok ukur kinerja Pengadilan Agama Nganjuk diselaraskan denga arah kebijakan dan program Mahkamah Agung RI yang disesuaikan dengan rencana pembangunan nasional yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Nasional Jangka Panjang (RPNJP) 2005 – 2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020–2024, sebagai pedoman dan pengendalian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan Pengadilan dalam mencapai visi dan misi serta tujuan organisasi pada tahun 2020–2024.
Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan untuk mewujudkan tercapainya tugas pokok dan fungsi Pengadilan Agama Nganjuk.
Visi Pengadilan Agama Nganjuk mengacu pada Visi Mahkamah Agung RI adalah sebagai berikut:
”Terwujudnya Pengadilan Agama Nganjuk Yang Agung.”
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 18
dilaksanakan sesuai visi yang ditetapkan agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan terwujud dengan baik. Misi Pengadilan Agama Nganjuk, adalah sebagai berikut:
1.Menjaga kemandirian Pengadilan Agama Nganjuk
2.Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada
pencari keadilan
3.Meningkatkan kualitas kepemimpinan di Pengadilan Agama
Nganjuk
4.Meningkatkan kredibilitas dan transparansi di Pengadilan Agama Nganjuk
2.2 TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS
Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu satu sampai dengan lima tahun dan tujuan ditetapkan mengacu kepada pernyataan visi dan misi Pengadilan Agama Nganjuk.
Adapun Tujuan yang hendak dicapai Pengadilan Agama Nganjuk adalah sebagai berikut:
1.Proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel; 2.Efektivitas pengelolaan penyelesaian perkara;
3.Akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan; 4.Kepatuhan terhadap putusan Pengadilan;
Sasaran adalah penjabaran dari tujuan secara terukur, yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu lima tahun kedepan dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2024, sasaran strategis yang hendak dicapai Pengadilan Agama Nganjuk adalah sebagai berikut:
1.Terwujudnya proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel;
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 19
2.Terwujudnya peningkatan efektivitas pengelolaan penyelesaian perkara;
3.Terwujudnya peningkatan akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan;
4.Terwujudnya peningkatan kepatuhan terhadap putusan Pengadilan;
Tabel tujuan dan sasaran strategis Pengadilan Agama Nganjuk adalah sebagai berikut :
Tujuan Strategis Strategis Sasaran Indikator Kinerja
Utama Penjelasan 1. Proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel 1. Terwujudny a proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel Persentase sisa perkara yang diselesaikan Perbandinga n antara sisa perkara yang diselesaikan dengan sisa perkara yang harus diselesaikan Persentase perkara yang diselesaikan tepat waktu Perbandinga n perkara yang diselesaikan tahun berjalan dengan jumlah perkara yang ada Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum banding Perbandinga n jumlah perkara yang tidak mengajukan upaya hukum banding dengan jumlah putusan
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 20
perkara Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum kasasi Perbandinga n jumlah perkara yang tidak mengajukan upaya hukum kasasi dengan jumlah putusan perkara Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum peninjauan kembali Perbandinga n jumlah perkara yang tidak mengajukan upaya hukum peninjauan kembali dengan jumlah putusan perkara Persentase index kepuasan pencari keadilan Index responden pencari keadilan yang puas terhadap layanan peradilan 2. Peningkatan efektivitas pengelolaan penyelesaian 1. Terwujudny a peningkatan efektivitas Pengelolaan Persentase isi putusan yang diterima oleh para Perbandinga n isi putusan yang diterima tepat waktu denganRANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 21
perkara Penyelesaia n Perkara pihak tepatwaktu jumlah putusan
Persentase perkara yang diselesaikan melalui mediasi Perbandinga n perkara yang diselesaikan melalui mediasi dengan jumlah perkara yang dilakukan mediasi Persentase putusan yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelah putus Perbandinga n jumlah amar putusan perkara yang di upload dalam website dengan jumlah putusan perkara 3 . Meningkatnya akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan 1 . Terwujudny a peningkatan Akses Peradilan bagi Masyarakat miskin dan Terpinggirka Persentase Perkara Prodeo yang diselesaikan Perbandinga n jumlah perkara prodeo yang diselesaikan dengan jumlah perkara prodeo
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 22
n Persentase perkara yang diselesaikan di luar gedung pengadilan Jumlah perkara yang diselesaikan di luar gedung pengadilan dengan jumlah perkara yang seharusnya diselesaikan diluar gedung pengadilan Persentase pencari keadilan golongan tertentu yang mendapat Layanan Bantuan Hukum (Posbakum) Perbandinga n jumlah pencari keadilan golongan tertentu yang mendapat layanan bantuan hukum dengan jumlah pencari keadilan golongan tertentu Persentase Perkara permohona n (voluntair) Identitas hukum Perbandinga n jumlah perkara permohonan (voluntair) identitas hukum yang diselesaikan dengan jumlah perkara permohonan (voluntair) identitas hukum yangRANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 23
diajukan 4 . Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan 1 . Terwujudny a peningkatan kepatuhan terhadap putusan pengadilan Persentase putusan perkara perdata yang ditindaklanj uti (dieksekusi) Perbandinga n jumlah perkara yang ditindaklanju ti dengan jumlah putusan perkara yang sudah BHT (Berkekuatan Hukum Tetap)RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 24
Sesuai dengan arah pembangunan bidang hukum yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) tahun 2020-2024 tersebut di atas serta dalam rangka mewujudkan Visi : “TERWUJUDNYA BADAN PERADILAN INDONESIA YANG AGUNG “ maka Mahkamah Agung RI menetapkan 7 sasaran sebagai berikut :
3.1 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI MAHKAMAH AGUNG 1.Terwujudnya proses peradilan yang pasti, transparan, dan
akuntabel;
2.Meningkatnya akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan;
3.Meningkatkan penyederhanaan proses penanganan perkara melalui pemanfaatan Teknologi Informasi;
4.Terwujudnya pelaksanaan pengawasan kinerja aparat peradilan secara optimal baik internal maupun eksternal; 5.Terwujudnya system manajemen system informasi yang
terintegrasi dan menunjang asset peradilan yang sederhana, transparan dan akuntabel;
6.Terwujudnya transparasi pengelolaan SDM lembaga peradilan berdasarkan parameter obyektif;
7.Peningkatan Pengelolaan asset, keuangan dan kinerja;
Masing-masing sasaran strategis diatas memiliki arahan kebijakan sebagai berikut :
1.Untuk mewujudkan sasaran strategis proses peradilan yang pasti, transfaran dan akuntabel ditetapkan arah kebijakan : Penyempurnaan penerapan sistem kamar, pembatasan
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 25
perkara kasasi, proses perkara yang sederhana dan murah, penguatan akses peradilan;
2.Untuk mewujudkan sasaran strategis peningkatan akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan dicapai dengan kebijakan sebagai berikut :
a.) pembebasan biaya perkara untuk masyarakat miskin. b.) sidang keliling /zitting plaats (sesuai PERMA NO 1
TAHUN 2014);
3.Untuk mewujudkan sasaran strategis meningkatkan proses penanganan perkara melalui pemanfatan Teknologi Informasi arah kebijakan yang diambil :
a.) Penataan ulang manajemen perkara,
b.) Integrasi informasi perkara secara elektronik, c.) penguatan organisasi dan SDM Kepaniteraan;
4.Untuk mewujudkan pelaksanaan pengawasan kinerja aparat peradilan secara optimal baik internal mapupun eksternal ditetapkan arah kebijakan :
a.Penguatan SDM pelaksana fungsi pengawasan,
b.Penggunaan parameter obyektif dalam pelaksanaan pengawasan,
c. Peningkatan akuntabilitas dan kualitas pelayanan peradilan bagi masyarakat,
d.Redefinisi hubungan Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial sebagai mitra dalam pelaksanaan fungsi pengawasan;
5.Untuk mewujudkan sistem manajemen informasi yang terintegrasi dan menunjang sistem peradilan yang sedehana, transfaran dan akuntabel ditetapkan arah kebijakan :
a. Transparansi kinerja secara effektif dan efisien,
b. Penguatan regulasi penerapan sistem Informasi terintegrasi,
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 26
c. Pengembangan kompetensi SDM berbasis TI;
6.Untuk mewujudkan peningkatan kopetensi dan integritas SDM, ditetapkan arah sebagai berikut :
a. Penataan pola rekrutmen Sumber Daya Manusia peradilan;
b. Penataan pola promosi dan mutasi Sumber Daya Manusia Peradilan;
7.Untuk mewujudkan peningkatan pengelolaan manajerial lembaga peradilan secara akuntabel, efektif dan efisien, ditetapkan kebijakan :
1) Kemandirian anggaran Mahkamah Agung,
2) Penataan manajemen dalam rangka good court governance dan pengembangan budaya organisasi yang effektif. Adapun untuk mewujudkan strategis tersebut ditetapkan arah :
a. Kemandirian anggaran MA,
b. Mekanisme perencanaan dan pelaksanaan anggaran,
c. Pengelolaan manajemen aset di peradilan, d. Penataan organisasi dan tata laksana
e. Pengembangan budaya organisasi yang effektif; 3.2 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGADILAN TINGGI
AGAMA SURABAYA
Arah kebijakan dan strategi Pengadilan Tinggi Agama Surabaya tahun 2020-2024 mengacu pada Cetak Biru Pembaruan Peradilan 2010-2035 yang dapat disimpulkan dalam beberapa arahan Pembaharuan sebagai berikut :
A.Arahan Pembaruan Fungsi Teknis
Segala upaya pembaruan peradilan agama yang dilakukan harus mengarah pada tujuan yaitu Peradilan Agama yang dapat melaksanakan fungsi kekuasaan kehakiman secara efektif”.
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 27
Untuk mencapai tujuan tersebut maka program utama yang perlu dilakukan adalah :
1.Penyederhanaan proses berperkara; 2. Penguatan akses pada keadilan.
B.Arahan Pembaruan Manajemen Perkara
Agenda penyempurnaan pada manajemen perkara memerlukan program prioritas yaitu terselenggaranya modernisasi manajemen perkara di peradilan agama, oleh karena itu diharapkan seluruh pimpinan peradilan agama mewajibkan kepada seluruh aparat Peradilan Agama, terutama Hakim, Panitera Pengganti dan Jurusita / Jurusita Pengganti untuk dapat memahami dan melaksanakan Pola Bindalmin dengan baik, sehingga kualitas sistem pemberkasan perkara dapat lebih ditingkatkan.
C.Arahan Pembaruan Fungsi Penelitian dan Pengembangan Pembaruan Fungsi Litbang memiliki 2 (dua) fungsi strategis yang harus dikembangkan oleh Litbang : Pertama, fungsi Litbang dalam mendukung pengembangan dan pembangunan substansi hukum untuk mendukung fungsi Peradilan Agama dalam mengadili; Kedua, fungsi Litbang dalam mendukung pengembangan dan pembaruankebijakan Mahkamah Agung RI. Oleh karena itu dibutuhkan kegiatan Penguatan SDM, Sarana dan Prasarana.
D.Arahan Pembaruan dalam Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM)
Sejalan dengan arahan reformasi birokrasi, Pengadilan Tinggi Agama Surabaya akan mengembangkan dan mengimplementasikan sistem manajemen SDM berbasis kompetensi. Pengembangan Sistem Manajemen SDM berbasis kompetensi dilakukan sebagai berikut :
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 28
2. Penilaian kinerja berbasis kompetensi. 3. Remunerasi berbasis pertanggung jawaban. 4. Pola karir berbasis kompetensi.
5. Pelaksanaan program sertifikasi akreditasi penjaminan mutu. E.Arahan Pembaruan Bimbingan Teknis, Sosialisasi dan
diskusi hukum
Untuk mendapatkan SDM yang kompeten dengan kriteria obyektif, berintegrasi dan profesional, maka Pengadilan Tinggi Agama Surabaya secara berkelanjutan akan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Yustisial dan Administrasi, Orientasi-orientasi dan Pembinaan Sumber Daya Manusia, terutama bagi Hakim, Panitera Pengganti dan Jurusita/ Jurusita Pengganti, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan profesionalisme aparat Peradilan Agama di lingkungan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya.
Penyelenggaraan sosialisasi atas permsalahan teknis TUPOKSI dan diskusi-diskusi hukum secara terencana, terevaluasi dan ditindaklanjuti untuk mencapai solusi atas permasalahan yang dihadapi. Pengadilan Tinggi Agama Surabaya mensupport kebijakan Mahkamah Agung RI dalam mengembangkan “Sistem Pendidikan dan Pelatihan Profesi Hakim dan Pegawai Pengadilan yang Berkualitas dan Terhormat {Qualified and RespectableJudicial Training Center (JTC)} “.
F.Arahan Pembaruan dalam Pengelolaan Anggaran
Cakupan pembaruan pengelolaan anggaran untuk menuju kemandirian pengelolaan anggaran Peradilan Agama meliputi:
1. Penataan Sistem dan Prosedur Perencanaan
a. Penyusunan standar biaya khusus bidang peradilan sebagai syarat penerapan anggaran berbasis kinerja;
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 29
kerangka pengeluaran jangka menengah; c. Restrukturisasi program dan kegiatan;
d. Evaluasi standar biaya khusus bidang peradilan; e. Penetapan baseline dalam rangka implementasi KPJM; 2. Penataan Sistem dan Prosedur Pelaksanaan
a. Perumusan mekanisme pelaksanaan APBN;
b. Penyusunan dan evaluasi Sistem Operating Prosedur (SOP) Penerimaan dan Belanja, pertanggung jawaban anggaran; 3. Memperkuat kemampuan SDM Pengelola Anggaran
Edukasi anggaran menuju independensi anggaran Pengadilan Agama dilaksanakan dengan sosialisasi dan pelatihan di bidang pengelolaan keuangan, diantaranya adalah pelatihan perencanaan anggaran berbasis kinerja, sosialisasi metode penerimaan negara (PNBP) dan pelatihan bendahara penerimaan dan pengeluaran.
4. Mendorong Transparansi Pengelolaan Anggaran
a. Implementasi peraturan teknis tentang kemandirian anggaran Badan Peradilan;
b. Perumusan kebijakan dan atau peraturan perundang-undangan tentang transparansi pengelolaan penerimaan dan belanja;
c. Implementasi transparansi pengelolaan penerimaan dan belanja.
d. Transparansi anggaran dengan melakukan inovasi dibidang teknologi informasi
G. Arahan Pembaruan Pengelolaan Aset
Untuk memperbaiki kinerja dalam pengelolaan aset, Pengadilan Tinggi Agama Surabaya akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Penertiban aset;
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 30
3. Melakukan risk analysis untuk setiap aset milik negara berupa tanah dan bangunan ataupun aset lain yang dianggap perlu; 4. Melakukan sertifikasi tanah untuk pengadaan tanah baru
maupun tanah yang belum /hilang sertifikatnya;
5. Melakukan perbaikan pengelolaan rumah dinas dan rumah jabatan;
6. Mengoptimalkan aplikasi Persediaan, SIMAN dan SIMAK BMN dalam menatausahakan aset.
7. Melakukan perencanaan terhadap kebutuhan belanja modal tanah dan gedung kantor.
H.Arahan Pembaruan Teknologi Informasi
Arahan pembaruan Teknologi Informasi selama 5 (lima) tahun pertama sasarannya ditujukan untuk optimalisasi investasi Teknologi Informasi yang sudah ada, antara lain website Pengadilan Tinggi Agama Surabaya dan PA se-Jawa Timur, aplikasi SIPP, absensi Online dan aplikasi lainnya serta melaksakanakan pengembangan integrasi data dan informasi Pengadilan Tinggi Agama Surabaya terus berupaya melakukan inovasi untuk pengembangan teknologi informasi baik bidang teknis dan non teknis.
I. Arahan Pembaruan Sistem Pengawasan
Pembaruan Sistem Pengawasan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya difokuskan pada 3 (tiga) aspek, yaitu :
1. Penguatan SDM Pelaksana Fungsi Pengawasan serta penggunaan Parameter Obyektif dalam Pelaksanaan Pengawasan;
2. Peningkatan Akuntabilitas & Kualitas Pelayanan Pengaduan bagi Masyarakat.
3. Pengawasan disiplin pegawai melalui sistem informasi absensi pegawai online.
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 31
J.Arahan Pembaruan Sistem Keterbukaan Informasi
Kebijakan transparansi melalui pemberian akses informasi pengadilan diarahkan untuk mencapai tiga hal, yaitu :
1. Memenuhi kebutuhan masyarakat pencari keadilan; dan
2. Mewujudkan akuntabilitas dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
3. Meningkatkan kepuasan masyarakat pencari keadilan atas pelayanan.
3.3 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGADILAN AGAMA NGANJUK
Prinsip Pengadilan yang terbuka (transparan) merupakan salah satu prinsip pokok dalam sistem Peradilan. Keterbukaan merupakan kunci lahirnya akuntabilitas (pertanggungjawaban). Melalui keterbukaan (transparansi) maka seluruh aparat Peradilan dituntut secara maksimal dalam menjalankan tugasnya dan pelayanan kepada masyarakat, adapun arah kebijakan Pengadilan Agama Nganjuk adalah terurai sebagai berikut :
1.Meningkatkan sarana dan prasarana di Pengadilan Agama Nganjuk;
2.Peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan kinerja Peradilan Agama di lingkungan Pengadilan Agama Nganjuk dengan mengutamakan kepuasan pencari keadilan, mematuhi peraturan perundang- undangan serta senantiasa melakukan perbaikan secara berkesinambungan sesuai persyaratan AKREDITASI PENJAMINAN MUTU;
3.Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembinaan dan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) serta optimalisasi penggunaan Aplikasi;
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 32
4.Pengembangan Teknologi Informasi dan peningkatan akses masyarakat atas keadilan;
5.Melaksanakan Surfelen APM (Akreditasi Penjaminan Mutu) di tahun 2020;
Sebagai kelanjutan program pembaharuan Mahkamah Agung, dalam upaya meningkatkan citra Mahkamah Agung serta pengadilan di bawahnya sebagai lembaga yang terhormat dan dihormati dan untuk mewujudkan visi dan misinya Pengadilan Agama Nganjuk tahun 2020 telah melakukan beberapa hal di antaranya adalah dalam hal peningkatan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan pada Pengadilan Agama Nganjuk yaitu dengan cara memberikan pelayanan secara cepat, tepat dan benar, kepada masyarakat pencari keadilan secara prima.
Menempelkan pengumuman tentang Panjar biaya perkara PP Nomor 53 tahun 2008 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, sebagai wujud dari transparasi, melarang aparat peradilan untuk menerima tamu orang yang berperkara karena sudah tersedianya Humas serta pemanfaatan dan pengembangan Teknologi Informasi melalui Website, SIPP, Meja Informasi, meja Pengaduan, SMS GATEWAY, Touch Screan, TV Media yang tersedia di ruang tunggu, pencetaan poster, Pamflet, brosur, kotak aduan dan lain-lain, sebagai sarana untuk penataan sistem informasi manajemen yang lebih efektif dan efisien, sehingga selain dapat meningkatkan kualitas kinerja peradilan, dapat juga digunakan untuk meningkatkan transparansi sistem peradilan itu sendiri, disamping itu dalam hal pelayanan publik dan persidangan sudah memiliki SOP (Standart Operasional Procedur) serta pemberlakuan Sistem Antrian (Queuing System), meningkatkan
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 33
Akses terhadap Keadilan untuk semua (Justice For All) dengan telah menjalankan dua Program Utama yaitu :
1.Pembebasan biaya perkara (Fasilitas Prodeo); 2.Pelayanan Sidang Keliling;
3.Posbakum;
Peningkatan pelaksanaan publikasi putusan dan transparasi Peradilan Agama juga menjadi salah satu rencana strategis, sehingga keterbukaan informasi kepada masyarakat akan benar-benar terwujud, hal tersebut akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi tentang Peradilan Agama seperti prosedur berperkara, biaya perkara putusan dan sebagainya.
Keterbukaan juga merupakan salah satu pilar utama dalam konsep tata pemerintahan yang baik (Good Governance). Dalam konteks tersebut, ada 3 hak publik yang relevan yang berkaitan dengan prinsip keterbukaan yaitu:
a. Hak publik untuk memantau dan mengamati perilaku pejabat publik;
b. Hak publik atas informasi;
c. Hak untuk mengajukan keberatan;
Untuk menjamin pemenuhan ketiga hak publik yang berkaitan dengan prinsip keterbukaan, pengadilan dalam hal ini Mahkamah Agung, harus memiliki standar pengelolaan informasi dan pelayanan publik. Oleh karenanya pada tanggal 05 Januari 2011 Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 1-144/KMA/SK/I/2011 (SK KMA No. 1-144/2011) tentang Pedoman Pelayanan Infomasi di Pengadilan. Selain memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak masyarakat untuk mengakses informasi yang dikelola oleh pengadilan, SK tersebut juga mengatur pedoman pelaksanaannya.
Aturan– aturan dalam (SK KMA No. 1-144/2011) sedapat mungkin telah mengakomodasi prinsip-prinsip umum untuk
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 34
peraturan yang berkaitan dengan akses publik terhadap informasi, yaitu:
a. Akses maksimum dan pengecualian terbatas (maximum access limited exemption-MALE) yang menghendaki agar mayoritas informasi yang dikelola oleh pengadilan bersifat terbuka dan pengecualian untuk menutup suatu informasi hanyalah untuk kepentingan publik yang lebih besar, privasi seseorang, dan kepentingan komersial seseorang atau badan hukum;
b. Permintaan informasi oleh masyarakat kepada pengadilan yang tidak perlu disertai alasan;
c. Penyelenggaraan akses terhadap informasi di pengadilanyang murah, cepat, akurat dan tepat waktu; d. Penyediaan informasi yang utuh dan benar melalui aplikasi
SMS GATEWAY, yang bisa diakses masyarakat dengan biaya murah efektif, efisien tanpa harus datang ke Pengadilan Agama Nganjuk;
e. Penyediaan informasi data perkara melalui aplikasi SIPP dan Info Perkara BADILAG;
f.Penyedianan layanan yang berbasis online dengan SIWAS MA RI (Sistem Pengawasan) untuk pengawasan dalam administrasi perkara dan umum;
g. Progam “One Day Publish” untuk upload putusan;
h. Penyampaian (pengumuman) informasi secara pro aktif oleh pengadilan terhadap informasi-informasi yang penting untuk diketahui oleh publik.
i.Ancaman sanksi administratif bagi pihak-pihak yang dengan sengaja menghalangi atau menghambat akses publik terhadap informasi di pengadilan;
j.Mengkanisme keberatan dan banding yang sederhana bagi pihak-pihak yang merasa hak- haknya untuk memperoleh informasi di pengadilan tidak terpenuhi;
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 35
Pedoman pelaksanaan akses masyarakat terhadap informasi di pengadilan yang diatur dalam (SK KMA No. 1-144/2011), meliputi:
a. Pihak yang bertugas memberikan pelayanan informasi; b. Informasi yang harus diumumkan oleh pengadilan serta
mekanisme pengumumannya;
c. Informasi yang dapat diminta masyarakat kepada Pengadilan;
d. Prosedur pelayanan informasi;
e. Pengaburan informasi dalam putusan atau penetapan pengadilan;
f.Mekanisme keberatan dan sanksi;
Rancangan Rencana strategis yang tak kalah pentingnya adalah peningkatan kualitas, diskusi, pembinaan sehingga dapat meningkatkan kenerja aparat peradilan dalam melayani masyarakat pencari keadilan.
Pemanfaatan teknologi informasi juga terus dilakukan, sebagai sarana untuk penataan sistem informasi manajemen yang lebih efektif dan efisien, sehingga selain meningkatkan kualitas kinerja peradilan, dapat juga digunakan untuk meningkatkan transparansi sistem peradilan itu sendiri.
Menindaklanjuti program pengembangan Teknologi Informasi dari Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, Pengadilan Agama Nganjuk telah memanfaatkan aplikasi SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Agama) dan untuk pengelolaan data kepegawaian telah mengaplikasikan Sistem Informasi Kepegawaian (SIKEP) dari Mahkamah Agung R.I.
Sementara itu website Pengadilan Agama Nganjuk telah memuat publikasi putusan, transparansi anggaran dan transparansi biaya perkara, prosedur berperkara, data pengawasan dan sebagainya, sehingga makin lengkaplah
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 36
informasi yang dapat diperoleh masyarakat dari website tersebut dan hal ini membuktikan bahwa peradilan agama telah menjalankan transparansi dan keterbukaan. Disamping itu Pengadilan Agama Nganjuk dalam pelaporan penerimaan dan penggunaan biaya perkara sebagai tambahan terhadap prosedur pelaporan manual yang telah ada, juga memakai sistem pelaporan keuangan perkara dan bantuan hukum berbasis SMS dan web (Short Message Service).
3.4 KERANGKA REGULASI
Pengadilan Agama Nganjuk sebagai pengadilan tingkat pertama tidak memiliki kewenangan dalam hierarki penyusun regulasi. Regulasi yang digunakan pengadilan tingkat pertama mengikuti regulasi yang telah ditetapkan Mahkamah Agung, Renstra Pengadilan Agama Nganjuk Tahun 2020-2024 sehingga Pengadilan Agama Nganjuk Kelas I.B hanya berperan sebagai pelaksana setiap regulasi yang telah ditetapkan oleh Mahkamah Agung.
3.5 KERANGKA KELEMBAGAAN
Pengadilan Agama Nganjuk dalam melaksanan tugas dan fungsinya harus didukung dengan struktur organisasi yang jelas. Tugas dan fungsi Pengadilan dilaksanakan Pimpinan Pengadilan dengan dibantu Sekretariat dan Kepaniteraan. Sesuai dengan Undang- Undang Nomor 7 Tahun 1989 yang telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 50 tahun 2009 tentang Peradilan Agama, disebutkan bahwa “tugas serta tanggung jawab, susunan organisasi dan tata kerja kepaniteraan dan sekretariat diatur lebih lanjut oleh Mahkamah Agung”.
Mahkamah Agung dan badan peradilan yang ada di bawahnya dalam hal tugas, tanggung jawab, susunan
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 37
organisasi dan tata kerja kepaniteraan dan keskretariatan yang sebelumnya masih mengacu pada ketentuan peraturan lama (belum ada pemisahaan Panitera dan Sekretaris), sejak tahun 2016 telah menggunakan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan Peradilan, sehingga sudah terpisah tugas dan wewenang antara Panitera dan Sekretaris, serta mengakibatkan perubahan struktur organisasi dan eselonisasi pada bagian kesekretariatan. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 yakni Panitera pengadilan tidak merangkap Sekretaris pengadilan.
Pasal 107 Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 7 Tahun 2015 mengatur kepaniteraan pengadilan agama kelas I.B Nganjuk terdiri dari Panitera Muda Permohonan, Panitera Muda Gugatan dan Panitera Muda Hukum. Pasal 282 peraturan tersebut mengatur kesekretariatan pengadilan agama kelas I.B terdiri dari Subbagian Perencanaan, Teknologi Informasi dan Pelaporan, Subbagian Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana dan Subbagian Umum dan Keuangan. Sehingga, dengan diberlakukannya PERMA tersebut, tidak ada lagi jabatan Wakil Panitera dan Wakil Sekretaris di Pengadilan Agama Pariaman Kelas I.B sesuai dengan pasal 457 peraturan tersebut. Bagan susunan organisasi Pengadilan Agama Nganjuk Kelas I.B sebagai berikut:
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 38
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 39
A. Target Kinerja
Target Kinerja Pengadilan Agama Nganjuk sudah dirumuskan dalam Sasaran Strategis yang diturunkan dari lembaga secara top down dalam bentuk SasaranProgram Kerja. Capaian Kinerja (output) Pengadilan Agama Nganjuk ini selanjutnyadikontribusikan untuk capaian kinerja (outcome) dan capaian kinerja. Target kinerja Pengadilan Agama Nganjuk 2020-2024 untuk mendukung Tujuan Strategis Pengadilan Agama Nganjuk. Tabel di bawah ini menunjukkan target kinerja Pengadilan Agama Nganjuk 2020-2024 yang terdiri dari Sasaran Strategis, Indikator Kinerja, dan Targetnya, dapat diuraikan sebagai berikut :
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
1
Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti,
Transparan dan Akuntabel a.Persentase sisa perkara yang diselesaikan 100% b.Persentase perkara yang diselesaikan tepat waktu 90% c. Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum: 99%
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 40
Banding d. Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum: Kasasi 99% e. Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum: PK 99% f. Index kepuasan pencari keadilan 90% 2 Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Penyelesaian Perkaraa. Persentase Isi putusan yang diterima oleh para pihak tepat waktu 100% b. Persentase Perkara yang Diselesaikan melalui Mediasi 5% c. Persentase berkas perkara yang dimohonkan Banding, Kasasi dan PK yang diajukan secara lengkap dan tepat waktu 100% d. Persentase putusan yang menarik perhatian masyarakat 100%
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 41
yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelahputus 3 Meningkatnya Akses Peradilan bagi Masyarakat Miskin dan Terpinggirkan a.Persentase Perkara Prodeo yang diselesaikan 100% b.Persentase Perkara yang diselesaikan di uar Gedung Pengadilan 100% c. Persentase Perkara Permohonan(Voluntair) Identitas Hukum 1% d.Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Posbakum) 100% 4 Meningkatnya Kepatuhan Terhadap Putusan Pengadilan Persentase Putusan Perkara Perdata yang Ditindaklanjuti
(dieksekusi).
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 42
B. Kerangka Pendanaan
Pendanaan dari DIPA difokuskan untuk mendukung pelayanan prima kepada masyarakat pencari keadilan. Dalam pelaksanaan progam dan kegiatan diperlukan kaidah pelaksanaan yang tertatadengan baik dan bersinergi antara satu dengan lainnya yang meliputi kerangka pendanaan, regulasi,kelembagaan dan evaluasi. Kerangka pendanaan ditujukan untuk mempertajam alokasi anggaran agar efektif dan efisien. Melalui mekanisme penyusunan kerangka pendanaan yang dilaksanakanyaitu dengan mempertimbangkan kegiatan dan anggaran tahun sebelumnya, yang kemudiandireview khususnya pada keberlanjutan program terhadap agenda pelaksanaan kegiatan denganmelakukan perbaikan-perbaikan pada output/keluaran serta komponen- komponen dibawahnya. Alokasi anggarandisesuaikan dengan capaian visi dan misi Pengadilan Agama Nganjukdengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia guna menjawab kebutuhan dan tantangandilakukan melalui penyusunan skala prioritas anggaran. Alokasi anggaran yangefektif menjadi faktor penting dalam mewujudkan sasaran strategis. Dalam mendukung hal tersebut, alokasi anggaran difokuskan pada program dankegiatan yang memegang peran penting dalam pencapaian prioritas tersebut untuk mendorongpelayanan prima kepada masyarakat. Selain itu, efisiensi dari belanja terkait operasional akan terus didorong sehingga alokasi yang terbatas menjadi lebih berdayaguna. Alokasibelanja pada prioritas didukung dengan rencana konkret yang berorientasi pada hasil dan manfaat (outcome dan impact). Rencana yang konkret tersebut bukan saja pada kegiatan yang mendukung pencapaian target melalui inovasi dan layanan teknologi. Pendanaan Program dan Kegiatan di Pengadilan Agama Nganjuk 2020-2024 dalam rangka untuk mewujudkan sasaran
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 43
strategis dan sasaran program lainnya dapat di ringkaskan pada Tabel berikut ini :
No Sasaran
Strategis Indikator Kinerja
Alokasi Anggaran Tahun 2020 1. Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan dan Akuntabel
a.sisa perkara perdata
yang diselesaikan - b.perkara perdata yang
diselesaikan tepat waktu
- c. perkara yang tidak
mengajukan upaya hukum banding
-
d. perkara yang tidak mengajukan upaya hukum kasasi
- e. perkara yang tidak
mengajukan upaya hukum peninjauan kembali
- f. indek kepuasan pencari
keadilan - 2. Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara
a. Isi putusan yang diterima oleh para pihak tepat waktu
- b. Perkara yang
Diselesaikan melalui Mediasi
- c. Berkas perkara yang
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 44
Kasasi dan PK yang diajukan secara lengkap dan tepat waktu
d. Putusan yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelahputus - 3. Meningkatnya Akses Peradilan bagi Masyarakat Miskin dan Terpinggirkan
a. Perkara Prodeo yang
diselesaikan 6.000.000 b. Perkara yang diselesaikan di luar Gedung Pengadilan 17.500.000 c. Pencari Keadilan Golongan Tertentu yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Posbakum) 24.000.000 d. Perkara Permohonan(Voluntair) Identitas Hukum - 4. Meningkatnya Kepatuhan Terhadap Putusan Pengadilan
Putusan Perkara Perdata yang Ditindaklanjuti (dieksekusi).
RANCANGAN RENSTRA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
| 45
Rancangan Rencana strategis Pengadilan Agama Nganjuk tahun 2020-2024 diarahkan untuk merespon berbagai tantangan dan peluang sesuai dengan tuntutan perubahan lingkungan strategis, baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal. Renstra ini merupakan upaya untuk menggambarkan peta permasalahan, titik-titik lemah, peluang tantangan, program yang ditetapkan, dan strategis yang akan dijalankan selama kurun waktu lima tahun, serta output yang ingin dihasilkan dan outcome yang diharapkan.
Rencana stretegis Pengadilan Agama Nganjuk harus terus disempurnakan dari waktu kewaktu. Dengan demikian renstra ini bersifat terbuka dari kemungkinan perubahan. Melalui renstra ini diharapkan dapat membantu pelaksana pengelola kegiatan dalam melakukan pengukuran tingkat keberhasilan terhadap kegiatan yang dikelola.
Dengan Rancangan Renstra ini pula, diharapkan unit-unit kerja di lingkungan Pengadilan Agama Nganjuk memiliki pedoman yang dapat dijadikan penuntun bagi pencapaian arah, tujuan dan sasaran program selama lima tahun yaitu 2020-2024, sehingga visi dan misi Pengadilan Agama Nganjuk dapat terwujud dengan baik profesional, efektif, efisien dan akuntabel.
SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA NGANJUK Nomor : W13-A22/158/OT.00/SK/1/2020
TENTANG :
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) PENGADILAN AGAMA NGANJUK
TAHUN 2020-2024
KETUA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
Menimbang : a.Bahwa untuk menghasilkan kinerja yang optimal, efektif dan efisien yang berorientasi pada pelayanan publik yang maksimal Pengadilan Agama Nganjuk Tahun 2020 diperlukan adanya Review Rencana Strategis (RENSTRA) Pengadilan Agama Nganjuk Tahun 2020;
b.Bahwa dengan diterbitkannya PERMA No.7 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan Peradilan maka untuk melaksanakan perbaikan sasaran mutu agar menjadi lebih baik maka perlu adanya reviu rencana strategis
c. Bahwa oleh karena itu perlu ditetapkan Rancangan Rencana Strategis Pengadilan Agama Nganjuk 2020-2024;
Mengingat : 1.Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025;
2.Peraturan Presiden RI Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2010-2014;
3.Peraturan Presiden RI Nomor 81 Tahun 2010 Tentang Grand Disign Reformasi Birokrasi 2010-2025;
4.Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 041/SEK/SK/VIII/2012 Tahun 2012 Tentang Penetapan Reviu Indikator Kinerja
Utama Mahkamah Agung RI;
5.Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
6.Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Instansi Pemerintah; 7.Surat Sekretaris Mahkamah Agung RI
Nomor 041/SEK/SK/VIII/2012 Tentang Penetapan Reviu Indikator Kinerja Utama Mahkamah Agung RI;
8. Surat Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Nomor : W13-A/3606/OT.01.3/11/2017 tanggal 21 November 2017 tentang Review Indikator Kinerja Utama Tingkat Pertama;
MEMUTUSKAN
Menetapkan : RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) PENGADILAN AGAMA NGANJUK TAHUN 2020-2024
Pertama : Memberlakukan Rencana Strategis Pengadilan Agama Nganjuk Tahun 2020-2024;
Kedua : Memerintahkan kepada semua pegawai Pengadilan Agama Nganjuk untuk melaksanakan tugas- tugas yang diberikan sesuai dengan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi untuk tercapainya Rencana Strategis tersebut;
Ketiga : Surat Keputusan ini berlaku terhitung mulai tanggal ditetapkan dengan ketentuan bahwa apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya.
Nganjuk, 2 Januari 2020
Wakil Ketua Pengadilan Agama Nganjuk
Drs. H. MOHAMMAD ALIRIDO, M.HES NIP. 19680718.199403.1.006
Tembusan disampaikan kepada :
1. Yth. Ketua Mahkamah Agung R.I., di Jakarta; 2. Yth. Sekretaris Mahkamah Agung R.I., di Jakarta;
3. Yth. Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MARI, di Jakarta; 4. Yth. Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, di Surabaya;
5. Yang bersangkutan untuk diketahui dan dilaksanakan sebagaimana mestinya;
Lampiran Surat Keputusan
Nomor : W13-A22/158/OT.00/SK/1/2020 Tanggal : 2 Januari 2020
SUSUNAN TIM PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) PENGADILAN AGAMA NGANJUK TAHUN 2020-2024
No Nama Jabatan Dinas Jabatan Dalam Tim 1 2 3 4 1. 2. 3. 5. Drs. H. Mohammad Alirido, M.HES Zainul Hudaya, S.H. Dyah Puspita S, S.H.,M.H
Fathul Mubin, S.H.I
Wakil Ketua Panitera Sekretaris Kepala Sub Bagian Perencanaan, Pelaporan dan IT Pengarah Ketua Tim Sekretaris/ Merangkap Anggota Anggota Nganjuk, 2 Januari 2020
Wakil Ketua Pengadilan Agama Nganjuk
Drs. H. MOHAMMAD ALIRIDO, M.HES NIP. 19680718.199403.1.006
SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA NGANJUK Nomor : W13-A22/183/OT.00/SK/1/2020
TENTANG :
PENETAPAN TIM REVIU
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) DAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)
PENGADILAN AGAMA NGANJUK TAHUN 2020-2024 KETUA PENGADILAN AGAMA NGANJUK
Menimbang : a. Bahwa untuk mendapatkan gambaran sasaran atau kondisi hasil yang akan dicapai dan strategi yang akan dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun perlu adanya rencana strategis;
a. Bahwa dengan diterbitkannya PERMA No.7 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan Peradilan maka untuk melaksanakan perbaikan sasaran mutu agar menjadi lebih baik maka perlu adanya reviu rencana strategis
b. Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 192/KMA/SK/XI/2016 tanggal 9 Nopember 2016 tentang Penetapan reviu indikator kinerja utama Mahkamah Agung RI;
c. Bahwa oleh karena itu perlu ditetapkan Tim Reviu Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Rencana Strategis (Renstra) Pengadilan Agama Nganjuk Tahun 2020-2024;
Mengingat : 1.Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025;