• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAS KESEHATAN KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DINAS KESEHATAN KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2015"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2015

Jln. Khatib Sulaiman Lt II Kel. Padang Karambia Kec. Payakumbuh Selatan Telp/ Fax. ( 0752 ) 796688 Kodepos 26227 email :

Website : http//www.dinkespayakumbuh.

KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2015

Jln. Khatib Sulaiman Lt II Kel. Padang Karambia Kec. Payakumbuh Selatan Telp/ Fax. ( 0752 ) 796688 Kodepos 26227 email : [email protected]

Website : http//www.dinkespayakumbuh. com, SMS center : 0853-5537

KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2015

Jln. Khatib Sulaiman Lt II Kel. Padang Karambia Kec. Payakumbuh Selatan [email protected]

(2)
(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………. i

DAFTAR ISI ……….. ii

BAB I. PENDAHULUAN ……….. 1

BAB II. GAMBARAN UMUM A. KEADAAN GEOGRAFIS ……….. 4

B. KEADAAN PENDUDUK ………. 5

C. KEADAAN LINGKUNGAN ………. 5

BAB III. SITUASI DERAJAT KESEHATAN A. MORTALITAS ……… 9

B. MORDIBITAS ………. 11

C. STATUS GIZI ………... 13

BAB IV. SITUASI UPAYA KESEHATAN A. PELAYANAN KESEHATAN DASAR ……… 15

B. PEMANFAATAN OBAT GENERIK ………. 18

C. PEMBINAAN KESEHATAN LINGKUNGAN ………. 19

D. PEMBINAAN PERBAIKAN GIZI …... 19

BAB V. SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN A. SARANA KESEHATAN ………. 21

B. TENAGA KESEHATAN ………. 23

C. PEMBIAYAAN KESEHATAN ……… 24 BAB VI. PENUTUP

LAMPIRAN

I. GRAFIK

(4)

Tabel 1 Luas Wilayah, Jumlah Desa/Kelurahan, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah Tangga Dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Hal 1 Tabel 2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Kelompok Umur, Rasio Beban Tanggungan, Rasio Jenis Kelamin Dan Kecamatan Hal 2 Tabel 3 Jumlah Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas Yang Melek Hurufdan Ijazah Tertinggi Yang Diperoleh Menurut Jenis Kelamin Hal 3 Tabel 4 Jumlah Kelahiran Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan dan Puskesmas Hal 4 Tabel 5 Jumlah Kematian Neonatal, Bayi dan Balita Menurut Jenis KelaminDan Kecamatan Hal 5 B. Gizi, Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA), Imunisasi, UKS

Tabel 6 Jumlah Kematian Ibu Menurut Kelompok Umur, Kecamatan, Dan Puskesmas Hal 6 Tabel 29 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil, Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan, Dan Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas Menurut

Kecamatan Dan Puskesmas Hal 29

Tabel 30 Persentase Cakupan Imunisasi TT Pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan Dan Puskesmas Hal 30 Tabel 31 Perentase Cakupan Imunisasi TT Pada Wanita Usia Subur Menurut Kecamatan dan Puskesmas Hal 31 Tabel 32 Jumlah Ibu Hamil Yang Mendapatkan Tablet FE1 Dan FE3 Menurut Kecamatan Dan Puskesmas Hal 32 Tabel 33 Jumlah Dan Persentase Penanganan Komplikasi Kebidanan Dan Komplikasi Neonatal Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan

Puskesmas Hal 33

Tabel 34 Proporsi Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 34 Tabel 35 Proporsi Peserta KB Baru Menurut Jenis Kontrasepsi, Kecamatan Dan puskesmas Hal 35 Tabel 36 Jumlah Peserta KB Baru dan KB Aktif Menurut Kecamatan Dan Puskesmas Hal 36 Tabel 37 Bayi Berat Badan Lahir Rendah Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 37 Tabel 38 Cakupan Kunjungan Neonatal Menurut Jenis Kelamin, kecamatan Dan Puskesmas Hal 38 Tabel 39 Jumlah Bayi Yang Diberi ASI Eksklusif Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 39 Tabel 40 Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 40 Tabel 41 Cakupan Desa/Kelurahan UCI Menurut Kecamatan Dan Puskesmas Hal 41

(5)

Tabel 43 Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 43 Tabel 44 Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Bayi, Anak Balita, Dan Ibu Nifas Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 44 Tabel 45 Jumlah Anak 0-23 Bulan Ditimbang Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 45 Tabel 46 Cakupan Pelayanan Anak Balita Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 46 Tabel 47 Jumlah Balita Ditimbang Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 47 Tabel 48 Cakupan Balita Gizi Buruk Yang Mendapat Perawatan Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 48 Tabel 49 Cakupan Pelayanan Kesehatan (Penjaringan) Siswa SD Dan Setingkat Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 49 C. Pemberantasan Penyakit Menular (P2M)

Tabel 7 Jumlah Kasus Baru TB BTA +, Seluruh Kasus TB, Kasus Pada TB Pada Anak, Dan case Notifacation Rate (CNR) Per 100.000 Penduduk

Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan dan Puskesmas Hal 7

Tabel 8 Jumlah Kasus Dan Angka Penemuan Kasus TB Paru BTA+ Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, Dan Puskesmas Hal 8 Tabel 9 Jumlah Angka Kesembuhan Dan Pengobatan Lengkap TB Paru BTA+ Serta Keberhasilan Pengobatan Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan

Dan Puskesmas Hal 9

Tabel 10 Penemuan Kasus Pneumonia Balita Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 10 Tabel 11 Jumlah Kasus HIV, AIDS Dan Syphilis Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 11 Tabel 12 Persentase Donor Darah Diskrining Terhadap HIV-AIDS Menurut Jenis Kelamin Hal 12 Tabel 13 Jumlah Kasus Yang Ditangani Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan dan Puskesmas Hal 13 Tabel 14 Jumlah Kasus Baru Kusta Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 14 Tabel 15 Kasus Baru Kusta 0-14 Tahun Dan Cacat Tingkat 2 Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 15 Tabel 16 Jumlah Kasus Dan Angka Prevalensi Penyakit Kusta Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 16

(6)

Tabel 20 (PD3I) Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 20 Tabel 21 Jumlah DBD Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 21 Tabel 22 Kesakitan Dan Kematian Akibat Malaria Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 22 Tabel 23 Penderita Filariasis Ditangani Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 23 Tabel 24 Cakupan Pengukuran Tekanan Darah Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 24 Tabel 25 Cakupan Pemeriksaan Obesitas Menurut Jenis Kelamin, KecamatanDan Puskesmas Hal 25 Tabel 26 Cakupan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Dengan Metode IVA Dan Kanker Payudara Dengan Pemeriksaan Klinis (CBE) Menurut

Kecamatan Dan Puskesmas Hal 26

Tabel 27 Jumlah Pendderita Dan Kematian Pada KLB Menurut Jenis Kelamin Hal 27 Tabel 28 Desa/Kelurahan Terkena KLB Yang Ditangani < 24 Jam Menurut Kecamatan Dan Puskesmas Hal 28 D. Pelayanan Kesehatan

Tabel 50 Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 50 Tabel 51 Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Anak SD Dan SetingkatMenurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 51 Tabel 52 Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 52 E. Promosi Kesehatan

Tabel 53 Jumlah Kegiatan Promosi Kesehatan Hal 53

Tabel 54 Cakupan Jaminan Kesehatan Menurut Jenis Jaminan Dan Jenis Kelamin, Kecamatan Hal 54 Tabel 55 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan, Rawat Inap, Dan Kunjungan Gangguan Jiwa Di Sarana Pelayanan Kesehatan Hal 55

Tabel 56 Angka Kematin Pasien Di Rumah Sakit Hal 56

Tabel 57 Indikator Kinerja Pelayanan Di Rumah Sakit Hal 57

Tabel 58 Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih Sehat Menurut Kecamatan Dan Puskesmas Hal 58 F. Kesehatan lingkungan

Tabel 59 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan Dan Puskesmas Hal 59 Tabel 60 Penduduk Dengan Akses Berkelanjutan Terhadap Air Minum Berkualitas (Layak) Menurut Kecamatan Dan Puskesmas Hal 60 Tabel 61 Penduduk Dengan Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi Yang Layak (Jamban Sehat) Menurut Jenis Jamban, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 61 Tabel 62 Desa Yang Melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Hal 62

(7)

Tabel 64 Sanitasi Menurut Kecamatan Dan Puskesmas Hal 64 Tabel 65 Tempat Pengelolaan Makanan Dibina Dan Diuji Petik Menurut Kecamatan Dan Puskesmas Hal 65 G. Ketersediaan Obat

Tabel 66 Ketersediaan Obat Menurut Jenis Obat Dan Vaksin Hal 66

H. Saranan Dan Tenaga Kesehatan

Tabel 67 Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Menurut Kepemilikan Hal 68 Tabel 68 Persentase Sarana Kesehatan (Rumah Sakit) Dengan Kemampuan Pelayanan Gawat Darurat (Gadar) Level 1 Hal 69 Tabel 69 Jumlah Posyandu Menurut Strata, Kecamatan Dan Puskesmas Hal 70 Tabel 70 Jumlah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Menurut Kecamatan Hal 71 Tabel 71 Jumlah Desa Siaga Menurut Kecamatan Dan Puskesmas Hal 72

Tabel 72 Jumlah Tenaga Medis Di Fasilitas Kesehatan Hal 73

Tabel 73 Jumlah Tenaga Keperawatan Di Fasilitas Kesehatan Hal 74

Tabel 74 Jumlah Tenaga Kefarmasian Di Fasilitas Kesehatan Hal 75

Tabel 75 Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat Dan Kesehatan LingkunganDi Fasilitas Kesehatan Hal 76

Tabel 76 Jumlah Tenaga Gizi Di Fasilitas Kesehatan Hal 77

Tabel 77 Jumlah Tenaga Keterapian Fisik Di Fasilitas Kesehatan Hal 78 Tabel 78 Jumlah Tenaga Teknisi Medis Di Fasilitas Kesehatan Hal 79 Tabel 79 Jumlah Tenaga Kesehatan Lain Di Fasilitas Kesehatan Hal 80 Tabel 80 Jumlah Tenaga Penunjang/Pendukung Kesehatan Di Fasilitas Kesehatan Hal 81 I. Anggaran Kas

(8)

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat-Nya kami telah dapat menyelesaikan buku “PROFIL KESEHATAN KOTA PAYAKUMBUH”, profil ini memuat data dan informasi untuk mengevaluasi pencapaian program yang telah dilaksanakan selama tahun 2014.

Diharapkan Profil Kesehatan ini dapat dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan yang didasari kepada data dan informasi serta digunakan sebagai rujukan data dan informasi.

Demikian Profil Kesehatan Tahun 2014 ini kami sajikan, walaupun sangat sederhana semoga dapat menjadi bahan evaluasi sampai sejauh mana Pembangunan Kesehatan yang dapat kita laksanakan, untuk lebih sempurnanya Profil Kesehatan, saran dan masukan dari semua pihak akan diterima.

Terimakasih

Payakumbuh, April 2015 Kepala Dinas Kesehatan

Kota Payakumbuh

Elzadaswarman, SKM.MPPM NIP. 19640813 198803 1 002

(9)

BAB I

PENDAHULUAN

Tujuan Pembangunan Kesehatan menuju Indonesia Sehat 2015 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal, melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia yang ditandai oleh meningkatnya derajat kesehatan masyarakat pada setiap tahunnya.

Undang-undang nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan menyatakan bahwa pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum yang menjadi tujuan Nasional.

Pembangunan Kesehatan yang merupakan integrasi dari pembangunan Nasional. Pembangunan Kesehatan sangat kompleks karena kesehatan sendiri sangat terkait dan menyentuh segala aspek kehidupan manusia seperti demografi, sosial ekonomi, pendidikan serta perkembangan fisik dan biologik.

Pembangunan kesehatan yang dijalankan selama ini memberi kontribusi yang cukup bermakna melalui peningkatan derajat kesehatan. Angka kematian bayi yang telah dapat ditekan, usia harapan hidup yang cenderung meningkat serta angka kematian yang semakin berkurang.

Status gizi yang diharapkan ternyata tidak terpenuhi sebagai akibat dampak krisis moneter yang berkepanjangan melanda Bangsa Indonesia, angka gizi buruk yang dilaporkan beberapa tempat dengan kategori rawan gizi menjadi tantangan sendiri dari Pemerintah Kota Payakumbuh walau program perbaikan gizi sudah berjalan dalam selang beberapa tahun terakhir, namun permasalahan gizi masih ditemukan di sebagian kecil kota.

Program-program investasi tetap dilakukan dalam rangka mengantisipasi agar kasus dapat dicegah dengan tujuan jangan sampai berdampak lebih luas dan apalagi yang bersifat kasus ledakan atau Kejadian Luar Biasa.

(10)

Page 2

Melalui Undang-undang nomor 36 tahun 2009 pemerintah kota diberi kewenangan di bidang kesehatan. Penyusunan rencana kerja dan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan daerah haruslah ditopang oleh data dan informasi yang akurat.

Pelaksanaan Visi dan Misi “Kota Payakumbuh Sehat tahun 2015 diikuti dangan Visi dan Misi Kecamatan Sehat tahun 2015”

Produk Data yang terbit secara berkala merupakan informasi kesehatan yang tertuang dalam Profil Kesehatan, diharapkan dapat menjadi sarana penyedia data dan bermanfaat dalam penyusunan perencanaan sekaligus juga berfungsi dalam rangka evaluasi tahunan.

Salah satu sarana yang dapat di gunakan untuk melaporkan hasil pemantauan terhadap pencapaian Payakumbuh Sehat dan Penyelenggaraan Pelayanan Minimal adalah “PROFIL KESEHATAN”. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Profil Kesehatan Kota Payakumbuh ini pada intinya berisi berbagai data/informasi yang menggambarkan tingkat pencapain Kota Sehat dan Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang kesehatan.

Sedangkan untuk mengukur keberhasilan pembangunan kesehatan tersebut diperlukan indikator antara lain Indikator Standar Pelayanan Minimal,MDGs. Sumber data dalam program baik di lingkungan Dinas Kesehatan maupun berasal dari lintas sektor yang terkait yaitu BPS, Kantor KB, Rumah Sakit Swasta. Penyusunan Profil Kesehatan Kota Payakumbuh ini menggambarkan Pencapaian Program Kesehatan mengacu kepada Sistim Kesehatan Nasional (SKN).

Sub sistem upaya kesehatan akan digambarkan tersendiri pada Bab IV. Sedangkan sub sistem pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat akan digambarkan pada Bab V dan Sub sistem menajemen kesehatan digambarkan pada Bab III. Sehingga Profil Kesehatan Kota Payakumbuh Tahun 2014 ini terdiri dari 6 (enam) bab,yaitu :

Bab I : Pendahuluan; bab ini menyajikan tentang Latar Belakang dan Tujuan diterbitkannya Profil Kesehatan Payakumbuh kegiatan Tahun 2014 serta sistematika penyajiannya.

(11)

Bab II : Gambaran Umum; gambaran disajikan dalam bab ini meliputi aspek-aspek geografis, kependudukan, perekonomian, kesehatan lingkungan dan beberapa perilaku yang terkait dengan kesehatan.

Bab III : Situasi Derajat Kesehatan; bab ini berisi uraian tentang hasil-hasil pembangunan kesehatan yang mencakup tentang angka kematian, angka kesakitan dan keadaan status gizi.

Bab IV : Situasi Upaya Kesehatan; gambaran ini berisi uraian tentang upaya kesehatan yang telah dilaksanakan oleh bidang kesehatan untuk tercapainya dan berhasilnya program-program pembangunan di bidang kesehatan.

Bab V : Situasi Sumber Daya Kesehatan; bab ini menguraikan tentang sumber daya yang mencakup tentang keadaan tenaga, sarana dan fasilitas kesehatan yang ada.

(12)

Page 4

BAB II

GAMBARAN UMUM

A. KEADAAN GEOGRAFIS

Secara goegrafis Kota Payakumbuh terletak pada posisi 00° 10' sampai dengan 00° 17' LS dan 100° 35' sampai dengan 100° 45' BT. Luas wilayah Kota Payakumbuh yaitu 80,43 Km² atau swetara dengan 0,19 persen dari luas propinsi Sumatera Barat.

Suhu udara Kota Payakumbuh berkisar antara 21 – 32° celcius dengan kelembaban udara berkisar antara 45 persen sampai dengan 50 persen. Keadaan topografi Kota Payakumbuh sebagian besar adalah dataran, dengan sedikit perbukitan. Ketinggian Kota Payakumbuh 514 meter di atas permukaan laut.

Keadaan Topografi Kota Payakumbuh bervariasi antara daratan dan berbukit dengan ketinggian 514 meter diatas permukaan air laut.

Berdasarkan penggunaan tanah di Kota Payakumbuh, 2.771 Ha merupakan tanah sawah, 198 Ha kolam, dan sisanya 5,074 Ha berupa tanah kering. Sebagian besar tanah kering dimanfaatkan untuk bangunan yaitu 2,863 Ha dan sisa untuk kebun, hutan rakyat dan lain-lainnya.

Letak Kota Payakumbuh sangat strategis bila dilihat dari segi lalu lintas darat antar Propinsi Sumbar-Riau. Kota Payakumbuh merupakan pintu gerbang dari arah Pekan Baru menuju Kota-kota penting di Sumatera Barat.Jarak Kota Payakumbuh ke kota Pekan Baru 188 Km dan dapat ditempuh selama 4,5 Jam perjalanan dengan angkutan pribadi, sedangkan jarak ke kota Padang sejauh 124 km.

(13)

B. KEADAAN PENDUDUK

Kota Payakumbuh merupakan segi tiga emas, yang mana perlintasan Propinsi Riau dan Kabupaten Lima Puluh Kota, jumlah penduduknya yang relatif banyak. Besarnya jumlah penduduk tersebut disamping merupakan potensi daerah juga menimbulkan berbagai permasalahan sosial termasuk masalah kesehatan.

Jumlah penduduk Kota Payakumbuh berdasakan data dari Kantor Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh tahun 2014 berjumlah 125.224 jiwa dengan jumlah laki-laki 62.103 jiwa dan perempuan 63.121 jiwa, dimana penduduk perempuan lebih banyak dari penduduk laki-laki. Menurut Kecamatan penduduk yang terbanyak di Kecamatan Payakumbuh Barat (48.117 jiwa) dan Kecamatan Lomposi Tigo Nagari sedikit ( 9.215 jiwa).

Pada tahun 2014 jumlah pemegang jamkesmas tercatat sebanyak 34.128. Peningkatan produktifitas ekonomi Kota Payakumbuh didominasi sektor perdagangan, pertanian dan wisata. Meningkatnya aktifitas ekonomi berpengaruh terhadap peningkatan usaha kecil dan menengah pada sektor kerajinan dan industri kecil baik dalam pengadaaan bahan baku maupun dalam pemasaran.

C. KEADAAN LINGKUNGAN

Keadaan Lingkungan Kota Payakumbuh diuraikan dalam bentuk indikator-indikator persentase rumah sehat, persentase Tempat-tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) sehat dan keluarga yang memiliki akses terhadap air bersih.

1. RUMAH SEHAT

Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal memenuhi syarat kesehatan yaitu rumah yang memiliki jamban yang sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi rumah yang baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah. Dari kompilasi data yang dikumpulkan melalui Profil Kesehatan Kota Payakumbuh, jumlah rumah yang ada 27.594 (tabel 58). Jumlah rumah yang memenuhi syarat 85,5 % Dilihat dari persentase KK yang mengggunakan jamban 86,7 % Jika dibandingkan dengan persentase 2013 terjadi peningkatan, adanya peningkatan jumlah sarana di masing-masing kecamatan dalam kepemilikan jamban keluarga,tempat sampah, dan saran pengolahan air limbah. Hal ini disebabkan terjadi perubahan prilaku hidup bersih dan sehat masyarakat Kota Payakumbuh.

(14)

Page 6 JU M LA H S A R A N A JU M LA H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M LA H S A R A N A JU M LA H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M LA H S A R A N A JU M LA H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M LA H S A R A N A JU M LA H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M LA H S A R A N A JU M LA H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M LA H S A R A N A JU M LA H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M LA H S A R A N A JU M LA H P E N D U D U K P E N G G U N A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 1 Payakumbuh Barat Ibuh 20.128 283 1.274 276 1.236 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 18 6 18 0 0 0 0 4.101 18.853 4.101 18.853 20.107 99,9 2 Payolansek 15.518 852 3.025 774 2.697 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3.005 12.823 3.005 12.823 15.520 100,0 3 Parit Rantang 13.344 235 1.133 210 988 3 18 3 18 0 0 0 0 0 0 0 0 1 7 1 7 0 0 0 0 2.763 11.344 2.763 11.344 12.357 92,6 4 Payakumbuh Timur Tiakar 11.483 504 2.345 504 2.345 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1.847 9.650 1.847 9.650 11.995 104,5 5 Air Tabit 14.580 216 1.134 216 1.134 1 7 1 7 9 46 9 46 0 0 0 0 1 12 1 12 0 0 0 0 2.564 12.480 2.564 12.480 13.679 93,8 6Payakumbuh Utara Tarok 16.952 190 807 150 604 0 0 0 0 9 52 9 52 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3.269 15.651 3.269 15.651 16.307 96,2 7 Latina Lampasi 23.071 614 2.423 522 2.060 0 0 0 0 53 279 39 210 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3.792 18.903 3.792 18.903 21.173 91,8 8 Payakumbuh Selatan Pdg Karambia 10.148 146 660 146 660 1 4 1 4 0 0 0 0 0 0 0 0 22 84 22 84 0 0 0 0 1.960 8.391 1.960 8.391 9.139 90,1 JUMLAH (KAB/KOTA) 125.224 3.040 12.801 2.798 11.724 5 29 5 29 71 377 57 308 0 0 0 0 30 121 30 121 0 0 0 0 23.301 108.095 23.301 108.095 120.277 96,0 JUMLAH (KAB/KOTA) 250.448 6.080 25602 5596 23448 10 58 10 58 142 754 114 616 0 0 0 0 60 242 60 242 0 0 0 0 46.602 216.190 46.602 216.190 240.554 96 MEMENUHI SYARAT PERPIPAAN (PDAM,BPSPAM) JU M LA H S A R A N A MEMENUHI SYARAT PENAMPUNGAN AIR HUJAN JU M LA H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M LA H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M LA H S A R A N A MEMENUH I SYARAT MATA AIR TERLINDUNG JU M LA H P E N D U D U K P E N G G U N A

SUMUR GALI TERLINDUNG SUMUR GALI DENGAN POMPA SUMUR BOR DENGAN POMPA MEMENUHI SYARAT PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM LAYAK JU M LA H %

BUKAN JARINGAN PERPIPAAN

JU M LA H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M LA H S A R A N A MEMENUHI SYARAT JU M LA H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M LA H S A R A N A MEMENUH I SYARAT MEMENUHI SYARAT TERMINAL AIR JU M LA H S A R A N A JU M LA H P E N D U D U K P E N G G U N A JU M LA H S A R A N A JU M LA H P E N D U D U K P E N G G U N A

Tabel 1. Akses Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Tahun 2014

KECAMATAN PUSKESMAS PENDU DUK

JU M LA H S A R A N A NO

(15)

2. TEMPAT-TEMPAT UMUM DAN TEMPAT PENGOLAHAN MAKANAN

Tempat-tempat Umum (TTU) dan Tempat Umum Pengelolaan Makanan (TUPM) merupakan sarana yang dikunjungi banyak orang, dan berpotensi menjadi tempat penyebaran penyakit. Jumlah Tempat-tempat umum yang ada sebanyak 187 buah dan yang memenuhi syarat kesehatan 174 buah ( 93%), sedangkan TUPM meliputi restoran, pasar dan lain-lain. TUPM sehat adalah tempat umum dan tempat pengelolaan makanan dan minuman yang memenuhi syarat kesehatan yaitu memiliki sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi yang baik, luas lantai yang sesuai dengan banyaknya pengunjung dan memilki pencahayaan ruang yang memadai. Dari 726 buah TUPM yang ada memenuhi syarat sebanyak 555 buah (76,4%).

3. AKSES TERHADAP AIR MINUM

Jumlah KK yang menggunakan Akses Air Bersih tahun 2014 dapat dibedakan menurut sumbernya antara lain : PAM sebanyak 23.301 sarana, jumlah sumur gali yang ada sebanyak 3.040 sarana yang memenuhi syarat sebanyak 2.798 buah (92%) dan lain-lain. Jumlah penduduk dengan akses terhadap air minum yang layak sebanyak 120.277 jiwa (96,05%). Jika dibandingkan dengan pencapaian tahun 2013 terjadi peningkatan cakupan akses air bersih di Kota Payakumbuh

(16)

Page 8

JUMLAH %

1 2 3 4 5 6 7

1 Payakumbuh Barat Ibuh 4,115 63 51 81.0

2 Payolansek 3,021 48 48 100.0

3 Parit Rantang 2,776 70 44 62.9

4 Payakumbuh Timur Tiakar 1,856 46 39 84.8

5 Air Tabit 2,442 27 27 100.0

6 Payakumbuh Utara Tarok 3,286 48 40 83.3

7 Latina Lampasi 3,802 51 36 70.6

8 Payakumbuh Selatan Padang Karambia 1,757 38 16 42.1

JUMLAH (KAB/KOTA) 23,055 391 301 77.0

Tabel. 2 Akses Terhadap Air Minum Tahun 2014

NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH PENYELENGGA RA AIR MINUM JUMLAH SAMPEL DIPERIKSA MEMENUHI SYARAT (FISIK, BAKTERIOLOGI, DAN

(17)

BAB III

SITUASI DERAJAT KESEHATAN

Gambaran derajat kesehatan masyarakat Kota Payakumbuh terdiri dari: mortalitas, dan status gizi masyarakat.

A. MORTALITAS

Gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat angka kematian juga dapat digunakan sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dari pembangunan kesehatan lainnya. Angka kematian ini dapat dihitung dengan melakukan berbagai survei dan penelitian.

1. Kasus Kematian Bayi

Ada banyak faktor yang mempengaruhi kematian bayi tetapi tidak mudah untuk menentukan faktor yang paling dominan dan faktor yang kurang dominan. Data kematian yang terdapat pada suatu komunitas dapat melalui survei, karena sebagian besar kematian terjadi di rumah sedangkan data kematian pada fasilitas pelayanan kesehatan hanya memperlihatkan kasus rujukan. Kasus kematian bayi tahun 2014 sebanyak 22 orang, kematian anak balita 2 orang. jika dilihat pada tahun sebelumnya terjadi penurunan 4 kasus kematian, terjadinya penurunan kasus di puskesmas Tiakar , Payolansek dan puskesmas Lampasi. Yang mempengaruhi tingkat kematian bayi ada beberapa faktor yaitu ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang kurang atau faktor aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan dan tenaga medis yang terampil serta kesediaan masyarakat untuk merubah kehidupan tradisional ke norma kehidupan modern dalam bidang kesehatan, hal ini merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap tingkat kematian bayi. Dewasa ini pelayanan kesehatan sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai akan tetapi belum ditunjang dengan aksebiliti yang baik dan tepat sasaran. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh

(18)

Grafik 3. Kasus

2. Kasus Kematian Ibu Maternal

Kasus kematian ibu maternal tahun 2014 sebanyak 4 peningkatan kasus kematian ibu hamil

Puskesmas Lampasi. Sedangkan Tarok dan Puskesmas Lampasi peningkatan kasus kematian ibu.

yang dilakukan Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Paya Penyebab kematian ibu tersebut disebab

0 5 10 15 20 25 30 2010 17

Grafik 3. Kasus Kematian Bayi Tahun 2010-2014

Kematian Ibu Maternal

kematian ibu maternal tahun 2014 sebanyak 4 orang, terjadinya katan kasus kematian ibu hamil 3 orang di Puskesmas Air Tabit dan Sedangkan kematian ibu nifas 2 orang yakni di Puskesmas skesmas Lampasi. Di bandingkan dengan tahun 2013 terjadi kasus kematian ibu. Angka ini diperoleh dari pelacakan kasus dilakukan Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh. Penyebab kematian ibu tersebut disebabkan karna Eklamsi dan adanya infeksi.

2011 2012 2013 2014 24 21 28 Page 10 , terjadinya orang di Puskesmas Air Tabit dan yakni di Puskesmas dengan tahun 2013 terjadi Angka ini diperoleh dari pelacakan kasus kumbuh. dan adanya infeksi.

2014 22

(19)

Grafik 4. Ka

B. MORBIDITAS

Angka kesakitan penduduk didapat dari data yang berasal dari masyarakat diperoleh dari pendataan dasar puskesmas dan hasil pengumpulan data baik dari Dinas Kesehatan kota Payakumbuh maupun dari sarana pelayanan kesehatan yang diperoleh melalui sistem penca

terpadu puskesmas (SP2TP).

Secara umum, gambaran angka kesakitan masyarakat di Kota Payakumbuh bisa dilihat di deretan 10 penyakit terbanyak

Kota Payakumbuh yakni :

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 2010 2

4. Kasus Kematian Ibu Tahun 2010-2014

Angka kesakitan penduduk didapat dari data yang berasal dari masyarakat diperoleh dari pendataan dasar puskesmas dan hasil pengumpulan data baik dari Dinas Kesehatan kota Payakumbuh maupun dari sarana pelayanan kesehatan yang diperoleh melalui sistem pencatatan dan pelaporan

puskesmas (SP2TP).

Secara umum, gambaran angka kesakitan masyarakat di Kota Payakumbuh bisa dilihat di deretan 10 penyakit terbanyak di Puskesmas se Kota Payakumbuh yakni :

2011 2012 2013

5

3

1

Angka kesakitan penduduk didapat dari data yang berasal dari masyarakat diperoleh dari pendataan dasar puskesmas dan hasil pengumpulan data baik dari Dinas Kesehatan kota Payakumbuh maupun dari sarana tatan dan pelaporan

Secara umum, gambaran angka kesakitan masyarakat di Kota di Puskesmas

se-2014 4

(20)

Page 12

Tabel. 10 Penyakit Dengan Kunjungan Terbanyak di Puskesmas se- Kota Payakumbuh, Tahun 2014.

No Jenis Diagnosis Penyakit Jumlah Kunjungan

1. Infeksi akut saluran pernafasan atas 21.684

2. Hipertensi Primer 5.611

3. Penyakit Pulpa dan jaringan periapikal 4.268

3. Gasteristis 3.995 4. Rematoid 3.296 5. Commond cold 3.244 6. Dispepsia 2.549 7. Diabet Melitus 1.183 8. Dermatitis 1.516

9. Penyakit kulit alergi 1.349

10. Kelainan Reflaksi 1.156

Dari tabel diatas tergambar bahwa pola penyakit di Kota Payakumbuh juga mengalami double borned desease, selain penyakit infeksi yang berjangkit dan menular masih terjadi di Payakumbuh, namun penyakit degeneratif seperti hipertensi, Rematoid dan Diabet Melitus juga mulai mendominasi masyarakat di Kota Payakumbuh.

1. PENYAKIT MENULAR

Penyakit menular yang disajikan dalam Profil Kesehatan Kota Payakumbuh antara lain TB Paru, Kusta ,Diare dan Pneomonia.

a. Penyakit P2 TBC

Berbagai upaya yang telah dilakukan dalam penanggulangan penyakit P2 TBC telah banyak mencapai hasil, dimana perkiraan angka penemuan TB Paru Positif tahun 2014 sebanyak 200 orang sedangkan penemuan dan pengobatan BTA Positif sebanyak 111 orang (55,5%)di bandingkan dengan penemuan penderita pada tahun 2013 terjadinya peningkatan kasus yang signifikan (51,27%) terutama kasus di Puskesmas Ibuh, Air Tabit, Lampasi, Payolansek ,dan Tiakar .Kecendrungan peningkatan cakupan P2TBC ini ditunjang dengan adanya pelatihan dokter dan paramedis puskesmas, penyuluhan TB, pelatihan tenaga laboratorium dan bimbingan teknis dokter ahli paru.

(21)

b. Pneumoni

Jumlah penderita Pneumonia Balita tahun 2014 sebanyak 356 kasus dan penderita yang ditangani 100%. Jika dilihat tahun 2013 sebanyak 468 kasus sehingga terjadi penurunan kasus pada tahun 2013. Ini terjadi karena pelayanan terpadu balita sakit di Puskesmas sudah berjalan dengan baik.

C. PENYAKIT POTENSI KLB / WABAH a. Diare

Kasus Diare di Kota Payakumbuh yang tercatat melalui Profil Kesehatan yaitu terlihat dari penderita diare pada balita dan dewasa yang datang dan dilayani sesuai standar pelayanan tahun 2014 sebanyak 2.081 kasus (77,68%) dan penderita ditangani 100% . Jika dilihat tahun 2013 sebanyak 2.597 kasus sehingga terjadi penurunan kasus pada tahun 2014. Ini disebabkan karena penyuluhan dan kesehatan lingkungan yang sudah lebih baik.

b. D B D

Kasus DBD di Kota Payakumbuh pada tahun 2014 sebanyak 9 kasus dan penderita yang ditangani 100% , terjadi penurunan jumlah kasus dibanding dengan tahun 2013 sebanyak 32 kasus. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan Penyuluhan Kesehatan serta peningkatan Kebersihan Lingkungan di masyarakat.

D. STATUS GIZI

Untuk indikator status gizi masyarakat dapat diukur melalui beberapa indikator antara lain bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), dan status gizi balita.

1. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Berat badan lahir rendah (kurang dari 2.500 gram) merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. Pada tahun 2014 di Kota payakumbuh jumlah bayi dengan berat badan lahir rendah sebanyak 49 bayi (1,9 %) dari 2.557 bayi yang lahir

(22)

Grafik 5. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah Tahu

2010

2. Status Gizi balita

Pengukuran secara antropometrik yang menggunakan indeks berat badan menurun. Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara penilaian status gizi balita adalah pengukuran secara antropometrik yang menggunakan indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) atau dengan grafik yang ada dalam KMS (Kartu Menuju Sehat). Dari pemantauan di Posya

2014 terdapat 0,6 % balita dengan berat badan kota Payakumbuh, terjadinya peningkatan merah tahun 2013 ( 0,5%). 0 10 20 30 40 50 60 70 80 2010 16

Grafik 5. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah Tahu

10-2014

Pengukuran secara antropometrik yang menggunakan indeks berat badan menurun. Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara penilaian balita adalah pengukuran secara antropometrik yang menggunakan indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) atau dengan grafik yang ada dalam KMS (Kartu Menuju Sehat). Dari pemantauan di Posyandu pada ta

% balita dengan berat badan bawah garis merah (BGM) di Payakumbuh, terjadinya peningkatan balita dengan berat badan garis merah tahun 2013 ( 0,5%).

2011 2012 2013 2014

53 58

74

Page 14

Grafik 5. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah Tahun

Pengukuran secara antropometrik yang menggunakan indeks berat badan menurun. Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara penilaian balita adalah pengukuran secara antropometrik yang menggunakan indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) atau dengan grafik yang ada ndu pada tahun merah (BGM) di dengan berat badan garis

2014 49

(23)

BAB IV

SITUASI DERAJAT KESEHATAN

Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat. Berikut ini diuraikan gambaran situasi upaya kesehatan khususnya pada tahun 2014.

A. Pelayanan Kesehatan Dasar

Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah awal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Dengan pemberian pelayanan kesehatan dasar secara cepat dan tepat, diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat sudah dapat diatasi. Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut :

1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi

Seorang ibu mempunyai peranan yang sangat besar di dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Gangguan kesehatan yang dialami ibu bisa berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi dan anaknya.

a. Pelayanan Antenatal (K4)

Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan profesional (dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dokter umum, bidan dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilan, yang mengikuti program pedoman pelayanan antenatal yang titik beratnya pada kegiatan promotif dan preventif. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1 dan K4. Cakupan K1 atau juga disebut akses pelayanan ibu hamil merupakan gambaran besaran ibu hamil yang telah melakukan kunjungan pertama ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan

(24)

Sedangkan K4 adalah gambaran besaran ibu hamil yang telah mendapatkan pelayanan ibu hamil sesuai dengan standar

sedikit empat kali kunjungan, dengan distribusi 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua dan 2 kali pada

dimanfaatkan untuk melihat kualitas pelayanan kesehatan pada ibu hamil. Gambaran Kota Payakumbuh pada tahun 2014

cakupan K4 sebanyak 2.539 ibu hamil (88, kunjungan K4 dibandingkan tahun 2013 dimana hamil tahun 2013 sebesar ( 8

puskesmas Tiakar ( 5,3 % ), puskesmas Lampasi (11,3 %), puskesmas Payolansek (7,3 %), puskesmas Tarok (5,9%) .

Grafik 6. Kunjun

2150 2200 2250 2300 2350 2400 2450 2500 2550 2010 2468

Sedangkan K4 adalah gambaran besaran ibu hamil yang telah mendapatkan pelayanan ibu hamil sesuai dengan standar minimal yaitu paling sedikit empat kali kunjungan, dengan distribusi 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua dan 2 kali pada trimester ketiga. Angka ini dapat dimanfaatkan untuk melihat kualitas pelayanan kesehatan pada ibu hamil.

Kota Payakumbuh pada tahun 2014 dari 2867 ibu hamil

sebanyak 2.539 ibu hamil (88,6%) adanya peningkatan jumlah K4 dibandingkan tahun 2013 dimana pencapaian cakupan K4 ibu amil tahun 2013 sebesar ( 86,6 %.), peningkatan kunjungan K4 terjadi puskesmas Tiakar ( 5,3 % ), puskesmas Lampasi (11,3 %), puskesmas Payolansek (7,3 %), puskesmas Tarok (5,9%) .

. Kunjungan K4 Ibu Hamil Tahun 2010-2014

2011 2012 2013

2508

2297

2448

Page 16

Sedangkan K4 adalah gambaran besaran ibu hamil yang telah minimal yaitu paling sedikit empat kali kunjungan, dengan distribusi 1 kali pada trimester pertama, trimester ketiga. Angka ini dapat dimanfaatkan untuk melihat kualitas pelayanan kesehatan pada ibu hamil.

ibu hamil dengan adanya peningkatan jumlah cakupan K4 ibu terjadi di puskesmas Tiakar ( 5,3 % ), puskesmas Lampasi (11,3 %), puskesmas

2014 2539

(25)

b. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan

Pertolongan persalinan adalah

pada kala I sampai kala IV persalinan. Sedangkan tenaga kesehatan memeiliki kompetensi kebidanan adalah tebnaga kesehatan yang memeliki kemampuan klinis kebidanan yang sesuai standar.

Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa kehamilan, hal ini disebabkan pertolongan t dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan. Hasil dari Profil Kesehatan tahun 2014

yang ditolong oleh tenaga kesehatan sebanyak 2.568 ini menunjukan bahwa ibu hamil t

kesehatan di Kota Payakumbuh.

Grafik 7. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga

Tahun 2010

2100 2150 2200 2250 2300 2350 2400 2450 2500 2550 2600 2010 2353

Pertolongan Persalinan oleh Tenaga kesehatan dengan Kompetensi

Pertolongan persalinan adalahproses pelayanan persalian dimana pada kala I sampai kala IV persalinan. Sedangkan tenaga kesehatan memeiliki kompetensi kebidanan adalah tebnaga kesehatan yang memeliki kemampuan klinis kebidanan yang sesuai standar.

Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa kehamilan, hal ini disebabkan pertolongan t dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan.

dari Profil Kesehatan tahun 2014 menunjukan bahwa 2.568 persalinan tenaga kesehatan sebanyak 2.568 persalinan (100%). Hal ini menunjukan bahwa ibu hamil telah memanfaatkan keberadaan tenaga kesehatan di Kota Payakumbuh.

. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan

Tahun 2010-2014.

2011 2012 2013 2014

2369

2285

2519 2568

Pertolongan Persalinan oleh Tenaga kesehatan dengan Kompetensi

proses pelayanan persalian dimana pada kala I sampai kala IV persalinan. Sedangkan tenaga kesehatan yang memeiliki kompetensi kebidanan adalah tebnaga kesehatan yang memeliki Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa kehamilan, hal ini disebabkan pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan. persalinan (100%). Hal elah memanfaatkan keberadaan tenaga

(26)

Page 18

2. Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah

Usia sekolah dan remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan, baik fisik maupun mental, pada masa ini dibutuhkan pelayanan kesehatan dini. Pada kelompok anak pra sekolah, usia sekolah dan remaja pelayanan kesehatan dilakukan dengan cara pelaksanaan pemantauan dini terhadap tumbuh kembang dan pemantauan kesehatan anak pra sekolah, pemeriksaan anak sekolah dasar/ sederajat serta pelayanan kesehatan pada remaja baik yang dilakukan oleh tenaga kesehatan maupun peran serta tenaga terlatih lainnya seperti kader kesehatan, guru UKS dan dokter kecil. Dari hasil pengumpulan data Kota Payakumbuh menunjukan bahwa cakupan deteksi tumbuh kembang anak balita (pra sekolah) 7.704 anak balita (76,5 %) dari 10.068, orang anak balita dan penjaringan siswa SD Kelas 1 yang diperiksa sebanyak 4.352 siswa (97,2 %) dari 4.478 siswa.

3. Pelayanan Imunisasi

Universal Child Immunization adalah tercapainya imunisasi dasar secara lengkap pada bayi 0-11 bulan, ibu hamil, WUS, dan anak sekolah. Imunisasi dasar lengkap pada bayi meliputi : 1 dosis BCG, 3 dosis DPT, 4 dosis Polio, 4 dosis Hepatitis, 1 dosis Campak. Ibu hamil dan WUS meliputi 2dosis TT. Anak sekolah tingkat dasar meliputi 1 dosis DT, 1 dosis Campak dan 2 dosis TT.

Pencapaian Universal Child Immunization (UCI) pada dasarnya merupakan suatu gambaran terhadap cakupan sasaran bayi yang telah mendapatkan imunisasi secara lengkap. Pada Tahun 2014 Kota Payakumbuh telah mencapai 72 Kelurahan ( 94,74% ) dari 76 kelurahan yang ada di Kota Payakumbuh, dimana target nasional adalah 100% desa UCI. terjadinya peningkatan pencapaian kelurahan UCI 2,63 % dibandingkan dengan pencapaian tahun 2013. Cakupan Imunisasi BCG sebesar ( 97,2 % ), DPT3+HB3 ( 96,8 % ), Polio 4 ( 94,7 %) dan Campak ( 96,1 % ).

B. Pemanfaatan Obat generik

Pemanfaatan obat generik terlihat dari jumlah pelayanan pasien yang menggunakan obat generik. Penulisan resep obat generik yang dilaporkan sebanyak 122.148 resep dari 122.858 resep yang ada (99,42 %).

(27)

C. Pembinaan Kesehatan Lingkungan

Untuk memperkecil resiko terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan sebagai akibat lingkungan yang kurang sehat. Untuk itu dilakukan berbagai upaya peningkatan kualitas lingkungan antara lain dengan pembinaan kesehatan lingkungan pada institusi yang dilakukan secara berkala.

Upaya yang dilakukan mencakup pemantauan dan pemberian rekomendasi terhadap aspek penyediaan fasilitas sanitasi dasar. Hasil dari data yang dilaporkan terhadap lingkungan yang ada sebanyak 151 buah, dibina dan memenuhi syarat kesehatan sebanyak 140 (92,72%). Dari jumlah institusi pendidikan yang da 129 buah dan memenuhi syarat kesehatan sebanyak 123 buah (87,85%), sarana kesehatan 11 buah yang dibina dan memenuhi syarat kesehatan sebanyak 11 buah (100%), sarana Hotel/penginapan sebanyak 11 yang dibina memenuhi syarat kesehatan 6 buah (54,7%),

D. Pembinaan perbaikan Gizi

Upaya perbaikan gizi masyarakat pada hakekatnya untuk menangani permasalahan gizi yang dihadapi masyarakat. Beberapa permasalahan gizi sering dijumpai pada masyarakat adalah kekurangan kalori protein, kekurangan vitamin A, gangguan akibat kekurangan yodium dan anemia gizi besi.

1. Pemantauan Pertumbuhan Balita

Upaya pemantauan terhadap pertumbuhan balita dilakukan melalui kegiatan penimbangan di posyandu secara rutin tiap bulan. Hasil dari data yang dilaporkan diperoleh jumlah balita yang ada sebanyak 10.098 balita yang ditimbang sebanyak 9.085 balita ( 90 %), Sementara itu balita dengan bawah garis merah (BGM) sebesar 51 balita (0,6 %) , dari hasil penimbangan jumlah balita di bawah garis merah terbanyak di puskesmas Tarok, Air Tabit dan puskesmas Lampasi.

(28)

Grafik 8. Jumlah

2. Pemberian Kapsul Vitamin A

Cakupan pemberian kapsul vitamin A sebanyak 2 pada tahun 2014, yaitu Bayi sebanyak 1.192

1.214 orang sedangkan jum balita yang ada sebanyak

mendapat vit.A 8.884 balita (99,2%)

sebesar untuk bayi 90 % , target balita 80 % . Pencapaian pemberian vit.A sudah diatas target berarti masyarakat sudah memahami kegunaan dari vitamin A bagi balita.

3. Pemberian Tablet Besi

Pada tahun 2014 jumlah ibu hamil yang ada sebanyak mendapatkan tablet besi

target pencapaian untuk tahun 2014

puskesmas yang mencapai target dalam pemberian tablet Fe 3 adalah puskesmas Padang Karambia, Tarok, Parit Rantang, Ibuh, Payolansek dan Puskesmas Tiakar. Dapat dikatakan bahwa ibu hamil di Kota Pay

sudah peduli akan kebutuhan zat besi.

0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 2010 9314 7882 84.60%

. Jumlah Balita ditimbang Tahun 2010-2014

Pemberian Kapsul Vitamin A

Cakupan pemberian kapsul vitamin A sebanyak 2 kali pada balita , yaitu Bayi sebanyak 1.192 (98,2 %) dari jumlah orang sedangkan jumlah anak balita mendapat vit.A 7.644 (98,7 balita yang ada sebanyak 7.741 orang, jumlah balita 8.955 balita dan yang mendapat vit.A 8.884 balita (99,2%) Target pencapaian sampai tahun 2014 sebesar untuk bayi 90 % , target balita 80 % . Pencapaian pemberian vit.A

ah diatas target berarti masyarakat sudah memahami kegunaan dari vitamin A bagi balita.

Pemberian Tablet Besi

jumlah ibu hamil yang ada sebanyak 2.816 dan yang an tablet besi (Fe3) sebanyak 2.528 bumil ( 89,8 % ), adapun pencapaian untuk tahun 2014 sebesar 95%. Pada tahun 2014 puskesmas yang mencapai target dalam pemberian tablet Fe 3 adalah

Padang Karambia, Tarok, Parit Rantang, Ibuh, Payolansek dan Dapat dikatakan bahwa ibu hamil di Kota Payakumbuh sudah peduli akan kebutuhan zat besi.

2011 2012 2013 9711 12186 12595 7882 8082 9023 9767 84.60% 79.90% 77.80% 77.50% Page 20

2014

kali pada balita %) dari jumlah bayi mendapat vit.A 7.644 (98,7 %) orang, jumlah balita 8.955 balita dan yang mpai tahun 2014 sebesar untuk bayi 90 % , target balita 80 % . Pencapaian pemberian vit.A

ah diatas target berarti masyarakat sudah memahami kegunaan dari

dan yang ), adapun Pada tahun 2014 puskesmas yang mencapai target dalam pemberian tablet Fe 3 adalah

Padang Karambia, Tarok, Parit Rantang, Ibuh, Payolansek dan akumbuh

2014 12822

9085

(29)

BAB V

SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN

Gambaran mengenai situasi sumber daya kesehatan dikelompokan dalam sajian data dan informasi mengenai sarana kesehatan dan tenaga kesehatan

A. Sarana Kesehatan

Pada bab ini akan diuraikan mengenai sarana kesehatan diantaranya Puskesmas, rumah sakit, sarana upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) dan tenaga kesehatan.

1. Puskesmas

Pada tahun 2014 jumlah Puskesmas di Kota Payakumbuh sebanyak 8 Puskesmas dengan jumlah Puskesmas rawatan 2 buah yaitu puskesmas Ibuh dan Puskesmas Lampasi. Secara konseptual Puskesmas menganut konsep wilayah dan diharapkan dapat melayani sasaran penduduk rata-rata 20.000 penduduk (minimal). Dengan jumlah Puskesmas tersebut berarti 1 puskesmas di Kota Payakumbuh rata-rata melayani sebanyak 15.375 jiwa. Puskesmas pembantu pada tahun 2014 berjumlah 23 buah.

2. Rumah Sakit

Indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan sarana rumah sakit (RS) antara lain dengan melihat perkembangan fasilitas perawatan yang biasanya diukur dengan jumlah rumah sakit dan tempat tidur serta rasio terhadap jumlah penduduk. Jumlah rumah sakit di Kota Payakumbuh sebanyak 3 unit dengan rincian 1 rumah sakit pemerintah yaitu RSUD dr Adnaan WD (rumah sakit umum daerah) dan 1 rumah sakit swasta yaitu rumah sakit Islam “Ibnu Sina dan Rumah sakit Bedah.

(30)

Page 22

3. Sarana Produksi dan Distribusi Sediaan Farmasi

Salah satu indikator penting untuk menggambarkan ketersediaan sarana pelayanan kesehatan adalah jumlah sarana produksi dan distribusi sediaan alat farmasi. Data yang berhasil dikumpulkan Tahun 2014 adalah jumlah apotik di Kota Payakumbuh sebanyak 29 Apotik, 12 toko obat, 6 Klinik bersalin dan 1 Instalasi farmasi.

4. Sarana Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat

Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan pemanfaatan potensi dan sumber daya yang ada di masyarakat. Upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) diantaranya adalah posyandu, polindes dan desa siaga. Posyandu merupakan salah satu bentuk UKBM yang paling dikenal oleh masyarakat. Posyandu menyelenggarakan minimal 5 program prioritas, yaitu kesehatan ibu dan anak (KIA), keluarga berencana (KB), perbaikan gizi, imunisasi dan penanggulangan diare. Untuk memantau perkembangan posyandu dikelompokan menjadi 4 strata yaitu pratama, madya, purnama dan mandiri. Jumlah posyandu di Kota Payakumbuh sebanyak 165 posyandu dengan rincian yaitu : posyandu pratama dan madya sudah tidak ada , posyandu purnama 85 buah (51,5 %) dan posyandu mandiri 80 buah (48,5 %).

(31)

Grafik 9. Jumlah Posyandu Tahun 2010-2014

B. Tenaga Kesehatan

Dewasa ini penyelenggaraan upaya kesehatan tidak hanya dilakukan pemerintah, akan tetapi juga diselenggarakan oleh pihak swasta. Berikut ini gambaran situasi ketersediaan tenaga kesehatan baik yang bekerja di sektor pemerintah maupun swasta.

Data ketenagaan ini diperoleh dari hasil pengumpulan data oleh Seksi Data dan Evaluasi / Pelaporan, Subdin Kendali Program. Data yang dapat dikumpulkan meliputi data jumlah dan jenis sumber daya manusia kesehatan yang ada pada dinas kesehatan, puskesmas dan rumah sakit pemerintah dan swasta. 165 165 165 165 165 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 2010 2011 2012 2013 2014

(32)

Page 24

Jumlah dan jenis sumber daya manusia kesehatan di Kota Payakumbuh terdiri dari, Dokter Umum 37 orang, Dokter spesialis 19 orang, dan Dokter gigi 15 orang, perawat 282 orang, Perawat gigi 25 orang, bidan 131 orang. Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh sudah mempunyai standar tenaga untuk kebutuhan puskesmas yaitu berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayah serta jumlah kelurahan yang ada diwilayah puskesmas bersangkutan.

C. Pembiayaan Kesehatan

Pembiayaan kesehatan yang bersumber dari pemerintah dan masyarakat. Anggaran pemerintah bersumber dari APBN dan APBD. Total anggaran APBD Kota Payakumbuh pada tahun 2014 di luar belanja PNS sebesar Rp. 87.296.971.957,- dimana sebesar Rp.40.736.992.702 ,- di alokasikan di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit di luar belanja PNS Kesehatan .Total persentase anggaran kesehatan dengan anggaran APBD Kota adalah sebesar 13,4 %.

(33)

BAB VI

PENUTUP

Data dan informasi merupakan sumber daya yang strategis bagi pimpinan dan organisasi dalam pelaksanaan manajemen. Penyediaan data dan informasi yang berkualitas sangat diperlukan sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan. Di bidang kesehatan, data dan informasi ini diperoleh melalui penyelenggaraan sistem informasi kesehatan.

Namun sangat disadari sistem informasi kesehatan yang ada saat ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan data dan informasi kesehatan secara menyeluruh. Hal ini berimplikasi pada kualitas data dan informasi yang disajikan dalam profil kesehatan yang diterbitkan saat ini belum sesuai dengan harapan. Walaupun demikian, diharapkan Profil Kesehatan Kota Payakumbuh Tahun 2014 ini dapat memberikan gambaran secara garis besar tentang seberapa jauh keadaan kesehatan masyarakat yang telah dicapai sampai tahun 2014 dalam mencapai Visi Misi Payakumbuh Sehat 2015.

(34)

FISIOTERAPIS OKUPASI TERAPIS TERAPIS WICARA AKUPUNKTUR

L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

1 Puskesmas Ibuh 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

2 Puskesmas Payolansek 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

3 Puskesmas Parit Rantang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

4 Puskesmas Tiakar 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

5 Puskesmas Air Tabit 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

6 Puskesmas Tarok 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

7 Puskesmas Lampasi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

8 Puskesmas Padang Karambia 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

1 RS Adnaan WD Payakumbuh 2 3 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 3 5

2 RS Khusus Bedah Multi Melliya Sari 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

3 RS Islam Ibnu Sina 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 2 3 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 3 5

SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 2 3 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 3 5

RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 4.1

Sumber: Sub.Bag. Kepegawaian

TENAGA KETERAPIAN FISIK TOTAL

Gambar

Tabel 1. Akses Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Tahun 2014
Grafik 3. Kasus
Grafik 4. Ka
Grafik  5.  Bayi  dengan  Berat  Badan  Lahir  Rendah  Tahu 2010
+5

Referensi

Dokumen terkait

Indikator pembinaan gizi berupa: cakupan balita gizi buruk ditangani/dirawat, cakupan balita ditimbang berat badannya (D/S), cakupan ibu hamil mendapat Fe 90

Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan bidan tentang vitamin A dengan cakupan pemberian vitamin A pada ibu nifas di BPS Wilayah Kerja Puskesmas Tegal Sari

KECAMATAN DAN PUSKESMAS KABUPATEN PANGKEP TAHUN 2013 CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS KABUPATEN PANGKEP TAHUN 2013 JUMLAH BAYI

Tabel 36 : Cakupan pelayanan kesehatan bayi menurut jenis kelamin, kecamatan, dan puskesmas Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2019.. Tabel 37 : Cakupan desa/kelurahan

Tabel 39 Jumlah Bayi yang diberi ASI Eksklusif menurut Jenis Kelamin, Kecamatan dan Puskesmas Kabupaten Buleleng Tahun 2015 Tabel 40 Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi

108 Tabel 37 Cakupan Kunjungan Bayi Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten/Kota Puskesmas di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2010 ..... Tabel 38 Cakupan Desa/Kelurahan

7 JUMLAH KEMATIAN BAYI DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KOTA BANDUNG TAHUN 2011 TABEL 7 7.. 8 JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR KECAMATAN,

50 CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KOTA BANDUNG TAHUN 2012 TABEL 48 53 51 PERSENTASE SARANA KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN