Daur Nitrogen
Mineralisasi dan Immobilisasi Nitrogen
Nitrifikasi
Denitrifikasi
Fiksasi Nitrogen
Nitrogen
N merupakan mineral yang sangat dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang banyak (unsur makro) setelah C dan O
Tanaman hanya dapat menyerap N dalam bentuk NH4+(amonium) , NO2-(nitrit) dan NO3-(nitrat).
N digunakan untuk mensintesis bahan organik-N
(protein, asam nukleat, chitin, peptidoglikan dll)
Keberadaannya di alam, N selalu mengalami
perubahan membentuk suatu siklus dalam tanah yang melibatkan mikroorganisme tanah
Bakteri denitrifikan Asimilasi Bakteri nitrifikasi nitrifikasi bakteri fix N nodul akar legum
bakteri fix N tanah
Nitrit (NO2-) Amonium (NH4+) Bakteri Amonifikasi Nitrat (NO3-) Dekomposer Fungi &bacteria Tanaman Nitrogen atmosfer (N2)
Mineralisasi Nitrogen
Mineralisasi
= proses dekomposisi senyawa N-organik yang membebaskan senyawa N-anorganik (NH4+).Amonifikasi
= proses dekomposisi yang menghasilkansenyawa antara amonia (NH3) atau dalam larutan tanah
bentuknya menjadiNH4+
Produksinya mencapai 1-20 mg/kg/hari atau 1%-4% dari N total.
Proses ini dilakukan oleh berbagai mikroorganisme yang populasinya berkisar antara 105-107sel per gram
Senyawa N-Organik dalam Tanah
Protein rantai asam amino
asam nukleat basa nitrogen: purin, guanin, timin,
sitosin
chitinpolimer N-asetil glukosamin
peptidoglikan polimer asetil glukosamin dan
N-asetil asam muramat
glukosamingula amino.
Urutan tingkat kemudahan termineralisasi:
Urea > asam amino > protein > asam nukleat > gula amino > N terhumifikasi
Ikatan peptida
Contoh reaksi mineralisasi
N HC N C C CH NH CH N N HC N CH CH CH
basa purin basa pirimidin
IMMOBILISASI N-ANORGANIK
Immobilisasi atau asimilasi
= Penyatuan/penggabungan N-anorganik(NH4+) menjadi
bentuk N organikoleh mikroorganisme
Immobilisasi N oleh mikroorganisme berpengaruh
pada jumlah N yang tersedia bagi tanaman, karena adanya kompetisi antara tanaman dan mikroorganisme dalam mendapatkan N.
Tanaman mempunyai kemampuan bersaing yang lebih
rendah daripada mikroorganisme sehingga tanaman akan mengalami defisiensi unsur hara N.
Immobilisasi/Asimilasi NH
4+Ada 2 jalur asimilasi NH
4+:
Apabila kadar NH4+tinggi (> 0,5 ppm tanah) maka immobilasi NH4+ yang terjadi melalui jalur GDH (Glutamat Dehidrogenase).
• Apabila kadar NH4+rendah (< 0,5 ppm tanah) maka immobilisasi
NH4+yang terjadi melalui jalur GS/GOGAT (Glutamine
synthetase/Glutamine -oxoglutarat Amino Transferase [Glutamat Synthase]) yang melalui 2 tahap:
Tahap 1. Reaksi asimilasi NH4+ yang dikatalisis oleh GS
COO -C CH2 CH2 CONH2+ + NH4+ H NH2+ + ADP + Pi Glutamin sythetase + ATP COO -C CH2 CH2 COO -H NH2+ Glutamat Glutamin
• Tahap 2. Reaksi transaminasi -ketoglutarat menjadi glutamat dengan glutamin COO -C CH2 CH2 CONH2+ + NH4+ H NH2+ + ADP + Pi Glutamin sythetase + ATP COO -C CH2 CH2 COO -H NH2+ Glutamat Glutamin
Untuk menduga hasil akhir dekomposisi suatu bahan organik apakah dapat/belum dapat digunakan sebagai pupuk maka digunakan kriteria sebagai berikut:
C/N >40 N-org = 1% Immobilisasi
C/N 30:1– 35:1 N-org = 2 % Immobilisasi= mineralisasi C/N 10:1– 20:1 N-org = 4 % Mineralisasi
•Mineralisasi > immobilisasi dapat digunakan sebagai
pupuk untuk meningkatkan hara tanaman
•Mineralisasi < immobilisasi tidak/belum dapat digunakan sebagai pupuk untuk meningkatkan hara tanaman
Contoh soal :
Jerami mempunyai kandungan 40 % C dan 0,5 % N. Apabila bahan ini didekomposisi oleh jamur. Dapatkah jerami ini langsung digunakan sebagai pupuk tanaman ?
Jasad C- yang diasimilasi (%) C/N
Bakteri 5 – 10 5 : 1 Fungi/jamur 30 – 40 10 : 1 Aktinomycetes 15 – 30 5 : 1
Faktor Nitrogen
Angka yang menunjukkan banyaknya unit nitrogen anorganik yang diimmobilisasi setiap 100 unit material yang didekomposisi.
Faktor yang mempengaruhi mineralisasi dan
immobilisasi
1.
Temperatur
2.
Tersedianya senyawa nitrogen
3.
Aerasi & kelembaban
– aerasi baik immobilisasi besar
– anaerob immobilisasi rendah
4.
pH tanah
5.
umur dan jenis tanaman
6.mineral lempung
Perubahan nisbah C/N selama proses dekomposisi
N is ba h C /N ja ri ng an te rd ek oms is i N it ro ge n da la m j ar in ga n te rd ek om po si si ( % )
Pengaruh aerasi terhadap immobilisasi N
Aerasi baik tergenang Umur (hari) N -o rg a n ik (p p m)Diberi gas argon
Pengaruh bentuk penambahan N terhadap N-organik tanah
(NH4)2SO4 Ca(NO3)2 Umur (hari) N -o rg a n ik (p p m)
Nasib NH
4
+
dalam tanah
Kemungkinan-kemungkinan NH4+ dalam tanah : diserap tanaman
dalam bentuk amonium (NH4+) terikat lempung melalui pertukaran kation
terjebak dalam ruang antar kisi lempung tipe 2:1 membentuk kompleks dengan bahan organik tanah
Quinon-NH2
diserap/diimmobilisasi/diasimilasi oleh mikroorganisme
dioksidasi menjadi NO3-oleh bakteri nitrifikasi
NITRIFIKASI
= proses perubahan/oksidasi NH4+menjadi NO2-dan NO3
-secara biologis
Mikrobia nitrifikasi :
Yang mengoksidasi NH4+ menjadi NO2 enzim nitritase
-tidak membentuk zoogloea
Nitrosomonas Nitrosococcus nitrospira
-yang membentuk zoogloea
Nitrosocystis Nitrosogloea
Yang mengoksidasi NO2-menjadi NO3-enzim nitratase
Nitrobacter Nitrocystis Nitromonas
Reaksi biokimia Nitrifikasi secara
umum
1. Nitrosomonas
2.
Nitrobacter
Corynebacterium Nocardia Pseudomonas Arthrobacter Aspergillus flavusBakteri dan fungi heterotrof
Faktor yag mempengaruhi proses
nitrifikasi
aerasi kadar amonia
kadar optimum NH4+ 0,005 M pH
mempengaruhi populasi yang aktif pH optimum 6,6- 8,0
temperatur
optimum 30o-35oC lambat <5oC atau >40oC kelembaban 60-70% WHC
Nasib NO
3
-
dalam tanah
diserap oleh tanaman
Nitrat digunakan oleh mikroorganisme melalui proses : Asimilasi reduktif menjadi N organik
asimilasi reduktif merupakan proses reduksi NO3
-menjadi NH4+dan selanjutnya NH4+ ini diasimilasi
menjadi asam amino protein
Disimilasi reduktif NO3-menjadi NH4+
(Dissimilatory Nitrate Reduksi Ammonium) pada kondisi tidak ada O2
Mengalami denitrifikasi menjadi gas N2
Nitrat mudah tercuciatau hilang melalui run offdan
terakumulasi dalam tanah dan dapat mencemari lingkungan
Denitrifikasi
~
Merupakan proses reduksi nitrogen oksida (NO3 -dan NO2-) menjadi gas dinitrogen sebagai penerima elektron terakhir selama respirasi metabolik dalam keadaan tanpa O2. Proses reduksi biologi NO3-dan NO2-menjadi gas N2melalui 4 tahap : NO3- NO2- NO (g) N2O (g) N2(g) (+5) (+3) (+2) (+1) (0)
Jalur Denitrifikasi
NO3-+ 2 H++ 2 e- NO2-+ H2O NO2+ 2 H++ e- NO + H2O 2 NO + 2 H++ 2 e- N 2O + H2O N2O + 2 H++ 2 e- N2+ H2O• Melibatkan mikroorganisme yang bersifat fakultatif anaerob yang disebut “denitrifiers” yang termasuk bakteri heterotrof
•donor electron:Sumber karbon organik (asetate, glukose) •acceptor electron: NO3-, NO2-dan nitrogen oxides
• Denitrifier akan menggunakan O2(jika ada oksigen) untuk mengoksidasi sumber karbon dibandingkan NO3sebagai akseptor
elektron terakhir
Denitrifikasi digunakan untuk menduga N balance. Denitrifikasi = Input? - kehilangan?
• Diduga kehilangan N tanah akibat denitrifikasi mencapai 25% sampai 75%.
N pada tanah tergenang
Urea T anah air denitifikasi nitrifikasi nitrifikasi Fiksasi N pelindian Lapisan oksidasi Lapisan tereduksi
N pada tanah atasan
Denitrifier Genera
Genus Characteristic Organotrophs Alcaligenes Bacillus Flavobacterium Pseudomonas Rhizobium N2-fixer PhototrophsRhodopseudomonas Anaerobe, reduce SO4
2-Lithotrophs
Alcaligenes Nitrosomonas Paracoccus Thiobacillus
H2oxidizer, also organotroph
NH3oxidizer
H2oxidizer, also organotroph
S oxidizer
Faktor yang mempengaruhi Denitrifikasi
Aerasi (terhambat bila terdapat O
2)
NO
3-tersediaa
Tersedia sumber Carbon
(4NO
3+ C
6H
12O
6 2N
2+ 6 H
2O)
pH
Temperatur
Penghambat (Inhibitor) spesifik nitrifikasi
Golongan piridin, pirimidin, asetanadehida, anilin dan isothiosianatNa atau K-azide dan klorat
2 kloro 6 triklorometil piridin (N-serve) 2 amino, 4 kloro, 6 metil piridin (“AM”)
N N H3C NH2 Cl Cl3C Cl N-Serve N Cl N COOH N Cl CCl3
N-Serve 2-cloro pikolinat
Cl CO2 Dekomposisi N serve