• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buka BAB 5 Visi Misi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Buka BAB 5 Visi Misi"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

5.1 Visi

Visi dalam RPJMD Kabupaten Cilacap 2012 2017 dirumuskan

dengan mengacu kepada visi Bupati terpilih Kabupaten Cilacap periode 2012

2017 yakni Bekerja dan Berkarya menuju Cilacap Sejahtera , yang

kemudian dinyatakan menjadi visi Kabupaten Cilacap 2012-2017 sebagai

berikut:

Menjadi Kabupaten Cilacap yang Sejahtera Secara Merata

Visi adalah suatu kondisi yang diinginkan untuk terwujud di masa

mendatang. Dalam hal ini kondisi yang diinginkan adalah masyarakat

Kabupaten Cilacap yang sejahtera secara merata. Sejahtera mempunyai

makna tercukupinya kebutuhan masyarakat, terjaminnya rasa aman dan

tenteram dan terpenuhinya rasa keadilan masyarakat. Merata mempunyai

makna tiadanya perbedaan pendapatan yang berlebihan baik antar kelompok

masyarakat maupun antar wilayah dalam kabupaten. Kebutuhan masyarakat

meliputi kebutuhan-kebutuhan fisik dan non-fisik. Kebutuhan fisik adalah

kebutuhan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar untuk memenuhi standar

hidup layak dan sekaligus untuk meningkatkan kualitas hidup. Kebutuhan

non-fisik adalah kebutuhan dasar yang berkaitan dengan kebutuhan

pendidikan, kesehatan, rasa aman, rasa keadilan dan kebutuhan rohani.

Perbedaan pendapatan yang berlebihan akan dapat mendorong terjadinya

kesenjangan pendaptan baik kesenjangan antar kelompok dalam masyarakat

ataupun kesenjangan pendapatan antar wilayah. Sementara, kesenjangan

pendapatan merupakan indikasi terjadinya kemiskinan dalam masyarakat,

baik kemiskinan absolut ataupun kemiskinan relatif. Tiadanya perbedaan

(2)

merealisasikan visi tersebut, Visi Menjadi Kabupaten Cilacap yang Sejahtera

secara Merata , kemudian dijabarkan ke dalam Enam Misi.

5.2. Misi

Untuk mencapai visi Kabupaten Cilacap tersebut, Pemerintah Kabupaten

Cilacap merumuskan 6 (enam) misi, sebagai berikut:

1. Mengembangkan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Bertakwa

kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sumber daya manusia (SDM) adalah kunci keberhasilan dalam

mewujudkan visi Cilacap Sejahtera yang ingin dicapai. Sumber daya manusia

juga merupakanultimate goaluntuk siapa dan kepada siapa Cilacap sejahtera diwujudkan. Dengan kesadaran akan pentingnya posisi sumber daya

manusia, misi yang pertama menyasar pada pengembangan sumber daya

manusia. Arah yang ingin dicapai adalah peningkatan kualitas SDM. Sumber

daya manusia yang berkualitas adalah SDM yang tinggi derajat kesehatannya.

Dengan derajat kesehatan yang tinggi, SDM yang berkualitas akan mampu

mengembangkan dirinya melalui pendidikan dan penguasaan teknologi.

Hasil yang diharapkan dengan SDM yang berkualitas adalah produktifitas

SDM yang tinggi dalam setiap karyanya.

Visi Cilacap yang sejahtera juga akan dimanifestasikan melalui SDM

yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yakni masyarakat yang selalu

berpijak dan mengedepankan nilai-nilai agama dalam setiap sendi

kehidupannya. Misi ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa ini sangat

penting untuk ditekankan sejalan dengan kekhawatiran semakin terkikisnya

nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat yang tergerus arus

materialisme dan hedonisme. Dalam hal ini, SDM yang berkualitas tidak

hanya menyangkut dimensi material saja tetapi juga dimensi spiritual yang

(3)

2. Mewujudkan Demokratisasi dan Meningkatkan Kualitas

Penyelenggara Pemerintahan yang Bersifat Entrepreneur,

Profesional dan Dinamis Mengedepankan Prinsip Good Governance

danClean Government.

Misi kedua yang diusung dalam RPJMD Kabupaten Cilacap

bertujuan untuk mewujudkan demokratisasi sekaligus meningkatkan

kualitas penyelenggaraan pemerintahan. Makna demokratisasi dalam hal ini

adalah sebuah proses untuk mewujudkan kehidupan bermasyarakat dan

bernegara dengan menjunjung tinggi prinsip demokrasi. Prinsip

demokratisasi tersebut adalah kesetaraan setiap warga negara di mata

hukum dengan kesadaran akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

Dengan prinsip tersebut, setiap warga negara diharapkan bisa memainkan

partisipasi masing-masing sesuai kapasitasnya dan saling berinteraksi dalam

tatanan demokrasi yang sehat.

Praktik demokrasi yang sehat akan menghasilkan pemerintahan

yang memiliki legitimasi. Pemerintah yang memiliki legitimasi akan dituntut

untuk menyelenggarakan pemerintah secara kredibel dan akuntabel.

Menyadari hal tersebut, misi kedua ini bertujuan meningkatkan kualitas

penyelenggaraan pemerintahan. Kualitas pemerintahan yang diharapkan

meningkat dalam hal ini adalah pemerintahan yang memiliki sifat

entrepreneur, profesional dan dinamis. Sifat entrepreneur dan profesional penyelenggara pemerintahan adalah kata kunci yang diharapkan melekat

pada setiap pelayanan publik yang diberikan oleh aparatur pemerintahan

kepada masyarakat. Di samping itu, penyelenggaraan pemerintahan juga

harus dinamis dalam arti bahwa setiap perubahan-perubahan dinamis

lingkungan sosial, ekonomi dan politik menuntut penyelenggaraan

pemerintah yang tanggap terhadap perubahan-perubahan tersebut. Hasil

(4)

3. Meningkatkan dan Memperbaiki Layanan Pendidikan dan Pelatihan,

Meningkatkan Derajat Kesehatan Individu dan Masyarakat.

Misi ketiga yang diusung dalam RPJMD berkaitan erat dengan misi

pertama RPJMD. Misi yang pertama menekankan pada aspek kesejahteraan

yang diwujudkan dengan meningkatkan perbaikan kualitas sumber daya

manusia yang tercermin dari derajat kesehatan, tingkat pendidikan dan

ketakwaan. Misi yang ketiga menekankan pada peningkatan aspek pelayanan

pada bidang kesehatan dan pendidikan demi mewujudkan sumber daya

manusia yang berkualitas. Untuk mewujudkan derajat kesehatan dan

pendidikan yang tinggi menuntut proses kualitas pelayanan di bidang

pendidikan dan kesehatan yang semakin tinggi pula.

Pendidikan dan kesehatan merupakan layanan publik dasar yang

sangat penting bagi masyarakat. Bagi pemerintah, keduanya merupakan

urusan wajib. Bahkan khusus untuk urusan pendidikan, Konstitusi Republik

Indonesia mengamanatkan alokasi anggaran untuk urusan pendidikan

minimal 20 persen dari total anggaran. Oleh karena itu, dengan anggaran

yang sangat besar, arah dari misi keempat adalah peningkatan dan perbaikan

layanan pendidikan.

4. Mengembangkan Perekonomian yang Bertumpu pada

Pengembangan Potensi Lokal dan Regional Melalui Sinergi

Fungsi-Fungsi Pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan, Pariwisata,

Perdagangan, Industri dan dengan Penekanan pada Peningkatan

Pendapatan Masyarakat dan Penciptaan Lapangan Kerja.

Fokus misi keempat ini adalah pengembangan potensi ekonomi

lokal. Corak ekonomi yang beragam dari mulai pertanian, kelautan,

perdagangan, industri dan pariwisata merupakan potensi yang harus

menjadi basis pengembangan ekonomi Kabupaten Cilacap dengan sinergitas

di antara potensi-potensi lokal tersebut khususnya yang banyak menyerap

tenaga kerja. Oleh karena itu, misi keempat ini sangat strategis peranannya

(5)

5. Memberdayakan Masyarakat dan Seluruh Kekuatan Ekonomi

Daerah, Terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta

Koperasi, Membangun dan Mengembangkan Pasar bagi Produk

Lokal.

Misi kelima berkaitan dengan misi keempat. Arah misi keempat

adalah pengembangan pada dimensi ekonomi yakni sektor-sektor basis yang

menyerap banyak tenaga kerja, sedangkan misi kelima adalah aspek

kelembagaan dan masyarakat. Sasaran misi kelima adalah pemberdayaan

masyarakat pelaku kegiatan ekonomi sekaligus lembaga ekonomi koperasi

dan usaha kecil menengah.

Koperasi dan usaha kecil menengah merupakan lembaga ekonomi

yang strategis dalam rangka pengembangan ekonomi yang berbasis pada

potensi lokal dengan arah penciptaan lapangan kerja sebagaimana diusung

dalam misi keempat. Oleh karena itu, secara khusus misi kelima ini

menekankan pada pengembangan lembaga koperasi dan usaha kecil

menengah.

6. Memeratakan dan Menyeimbangkan Pembangunan Secara

Berkelanjutan Untuk Mengurangi Kesenjangan Antar Wilayah

dengan Tetap Memperhatikan Aspek Lingkungan Hidup dalam

Pemanfaatan Sumberdaya Alam Secara Rasional, Efektif dan Efisien.

Dengan wilayah pembangunan yang sangat luas, persoalan

ketimpangan antar wilayah di Kabupaten Cilacap menjadi salah satu isu

strategis. Oleh karena itu, misi keenam pembangunan Kabupaten Cilacap ini

diarahkan pada pemerataan pembangunan antar wilayah. Selain

pembangunan yang lebih merata, arah pembangunan yang diusung dalam

misi keenam adalah pembangunan yang berkelanjutan. Isu pembangunan

(6)

dan permasalahan pembangunan daerah. Sasaran adalah hasil atau kondisi

yang diharapkan dari suatu tujuan yang terukur formulasinya. Rumusan

tujuan dan sasaran yang dijabarkan dari visi dan misi Rencana Pembangunan

Jangka Menengah Kabupaten Cilacap disajikan dalam tabel 5.1.

Tabel 5.1.

Rumusan Tujuan dan Sasaran Penjabaran Visi dan Misi

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Kabupaten Cilacap

Misi 1: Mengembangkan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tujuan Sasaran

1.1 Meningkatkan Kualitas SDM 1 Meningkatnya indeks pembangunan manusia

2 Meningkatnya kemampuan baca-tulis dan tingkat pendidikan masyarakat

3 Lestari dan berkembangnya nilai nilai budaya

4 Meningkatnya partisipasi pemuda dalam berbangsa dan bernegara

5 Meningkatnya tingkat kesehatan masyarakat

6 Meningkatnya produktivitas masyarakat

7 Meningkatnya peran perempuan

8 Menurunnya tingkat pertumbuhan penduduk

9 Meningkatnya tertib administrasi kependudukan

1.2 Meningkatkan Ketakwaan kepada Tuhan YME

(7)

Misi 2: Mewujudkan Demokratisasi dan Meningkatkan Kualitas Penyelenggara Pemerintahan yang Bersifat entrepreneur, Profesional dan Dinamis MengedepankanPrinsip Good GovernancedanClean Government.

Tujuan Sasaran pelayanan publik (good governance)

6 Meningkatnya kewirausahaan pemerintah(government entrepreneurship)

Misi 3: Meningkatkan dan Memperbaiki Layanan Pendidikan dan Pelatihan, Peningkatan Derajat Kesehatan Individu dan Masyarakat.

Tujuan Sasaran

(8)

Misi 4: Mengembangkan perekonomian yang bertumpu pada pengembangan potensi lokal dan regional melalui sinergi fungsi-fungsi pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata, perdagangan, industri dan dengan penekanan pada peningkatan pendapatan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja.

2 Terciptanya struktur ekonomi yang lebih seimbang

3 Meningkatnya daya serap lapangan kerja

4 Meningkatnya investasi yang lebih inklusif

5 Memelihara stabilitas harga

6 Meningkatnya nilai tukar petani 7 Memelihara ketahanan pangan

Misi 5: Memberdayakan Masyarakat dan Seluruh Kekuatan Ekonomi Daerah, Terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Koperasi, Membangun dan Mengembangkan Pasar bagi Produk Lokal.

Tujuan Sasaran

5.1 Menumbuh-kembangkan Peran UMKM dan Koperasi Berbasis Kekuatan Lokal

1 Meningkatnya peranan UMKM dalam perekonomian

2 Meningkatnya akses pembiayaan UMKM

3 Meningkatnya peran koperasi dalam perekonomian

4 Meningkatnya akses pasar produk-produk local

(9)

Misi 6: Memeratakan dan Menyeimbangkan Pembangunan Secara Berkelanjutan untuk Mengurangi Kesenjangan Antar Wilayah dengan Tetap Memperhatikan Aspek Lingkungan Hidup dalam Pemanfaatan Sumberdaya Alam secara Rasional, Efektif dan Efisien.

Tujuan Sasaran

6.1 Meningkatkan Pemerataan Pendapatan Antar Kelompok Masyarakat dan Antar Wilayah

1 Meningkatnya pembangunan yang semakin merata

2 Meningkatnya infrastruktur pada wilayah tertinggal dan perbatasan

6.2 Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup secara Berkelanjutan

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Dugaan relaps pada malaria vivaks adalah apabila pemberian primakuin dosis 0,25mg/kgBB/hari sudah diminum selama 14 hari dan penderita sakit kembali dengan parasit positif

Berlakunya peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) semuanya didasarkan pada kedaruratan kesehatan yang ditetapkan

Permasalahan yang akan dibantu penyelesaiannya adalah yang ke-5 yaitu tentang minat personal, yang mempengaruhi keputusan untuk membeli jasa dan/atau benda seni, yang

Penulis mencari tahu sosok sang ayah dengan mewawancarai teman-teman sang ayah serta kakak dan adik sang ayah yang memang memiliki memori tentang Sanento Yuliman Pencarian penulis

• KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA - (INDONESIAN QUALIFICATION FRAMEWORK) : adalah Kerangka kualifikasi manusia Indonesia yang produktif yang disusun sebagai basis

Dalam masyarakat Tapanuli Selatan Marga merupakan suatu bentuk kelompok kekerabatan (kin group) yang para anggotanya adalah keturunan dari seorang kakek bersama; oleh karena

Karena pasar yang bergerak dengan cepat, semua jenis perintah yang disebutkan di pasal 8.4 pada kebijakan ini akan dilaksanakan pada harga yang lebih buruk atau

 Konversi  single  hull  tanker  menjadi  double  hull  tanker  dilakukan  dengan  metode penambahan inner hull dan inner bottom. Proses produksinya dimulai