• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN MODEL KESETIMBANGAN ADSORPSI MULTI KOMPONEN Pb(II)–Zn(II) MENGGUNAKAN ABU LAYANG BATUBARA TERMODIFIKASI -

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGEMBANGAN MODEL KESETIMBANGAN ADSORPSI MULTI KOMPONEN Pb(II)–Zn(II) MENGGUNAKAN ABU LAYANG BATUBARA TERMODIFIKASI -"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Analisis gugus fungsi yang terdapat dalam abu layang batubara dilakukan menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR) spectrometer , suatu metode analisis yang

serta menentukan kapasitas adsorpsinya. Abu layang batubara yang memiliki kandungan silika sebesar 34,0% digunakan sebagai bahan untuk sintesis zeolit. Sintesis

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa waktu kontak kesetimbangan pada adsorpsi adsorben kulit salak termodifikasi terhadap Cu(II) adalah 60 menit, konsentrasi awal ion Cu(II)

terhadap kristalinitas abu layang dan kemampuan adsorpsinya terhadap ion logam Cr, serta mengetahui pengaruh pH dan waktu kontak terhadap proses adsorpsi ion logam Cr oleh

Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan melakukan granulasi terhadap adsorben berbasis abu layang batubara dengan penambahan karage- nan sebagai binder untuk meningkatkan

Jadi pH 6 ditetapkan sebagai pH optimum untuk adsorpsi logam Zn(II) oleh adsorben zeolit A dengan kapasitas adsorpsi sebesar 49,82 mg/g dan jumlah logam Zn(II) yang teradsorp

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapakan dapat memberikan informasi tentang pemanfaatan abu layang batubara (fly ash) teraktivasi sebagai adsorben yang dapat

digunakan pada tahap penurunan kristalinitas adalah 6 mL larutan natrium hidroksida untuk setiap 1 g abu layang. Metode pembuatan adsorben dari abu layang batubara