Pertemuan 8 Pemerintahan Orde dan Orde Baru

Teks penuh

(1)

Masa Pemerintahan

Orde Lama

(2)

A. Orde Lama

Orde lama adalah sebutan bagi orde

pemerintahan sebelum orde baru yang dianggap

tidak melaksanakan Pancasila dan UUD 1945

secara murni dan konsekuen yang ditandai

dengan diterapkannya Demokrasi Terpimpin di

bawah kepemimpinan Soekarno. Presiden

Soekarno sebagai tokoh sentral orde lama yaitu

(3)

1. Pelaksanaan Demokrasi di Inonesia

KNIP (Sebagai salah satu alat kelengka-pan negara), semula berfungsi sebagai pembantu presiden, selanjutnya beralih menjadi DPR/MPR.

(4)

Tentang peristiwa jatuh bangunnya kabinet, adalah

berikut ini :

1. Kabinet Natsir (6 September 1950 – 27 April 1951), merupakan kabinet pertama yg memerintah pada masa demokrasi liberal. 2. Kabinet Soekiman-Soewiryo (27 April 1951 – 3 April 1952),

dipimpin oleh Soekiman-Soewiryo (koalisi Masyumi – PNI).

3. Kabinet Wilopo (3 April 1952 – 3 Juni 1953), kabinet ini merintis sistem zaken kabinet (terdiri dari para ahli dibidangnya).

4. Kabinet Ali Sastrowijoyo I (31 Juli 1953 – 12 Agustus 1955), merupakan kabinet terakhir sebelum pemilihan umum yang didukung oleh PNI – NU (Masyumi menjadi oposisi).

5. Kabinet Bahanudin Harahap dari Masyumi (12 Agustus 1955 – 3 Maret 1959).

6. Kabinet Ali II (20 Maret 19955 – 14 Maret 1957), kabinet koalisi PNI, Masyumi, dan NU.

(5)

Lanjutan ……….

Pada masa kabinet Ali Sastroamijoyo, telah dipersiapkan

pelaksanaan pemilu II pada 29 September 1955. Namun, justru kabinet tersebut menyerahkan mandatnya kepada presiden, kemudian dilanjutkan oleh kabinet Bahanuddin Harahap. Pada masa inilah kemudian terlaksananya pemilu 1955, yang dinilai

banyak kalangan sebagai satu pelaksanaan Pemilu Indonesia yang bersih.

Jatuh bangunnya kabinet diera ini terus berlanjut hingga

pada 1959. Pada masa inilah terjadi kekacauan

(6)
(7)

b. Demokrasi Terpimpin (5 - 7

1959 s.d. 1965

Dengan adanya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, maka UUD 1945 berlaku kembali dan berakhirlah UUDS 1950.

Dekrit presiden diterima oleh rakyat dan didukung oleh TNI AD, serta dibenarkan oleh Mahkamah Agung. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR, kedudukan DPR dan

presiden berada di bawah MPR.

Dekrit presiden memuat ketentuan pokok yang meliputi : Menetapkan pembubaran konstituante.

Menetapkan UUD 1945 berlaku kembali bagi segenap bangsa Indonesia.

(8)

2. Tahun 1950

1959

Sistem Pemerintahan yang dianut adalah parlementer kabinet dengan

demokrasi liberal. Ciri-ciri demokrasi liberal:

1) presiden dan wakil presiden tidak dapat diganggu gugat.

2) Menteri bertanggung jawab atas kebijakan pemerintahan.

3) Presiden berhak membubarkan DPR.

4) Perdana Menteri diangkat oleh Presiden.

Era 1950 - 1959 ialah era dimana presiden Soekarno memerintah menggunakan

konstitusi Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950, dimana

periode ini berlangsung dari 17 Agustus 1950 sampai 5 Juli 1959.

(9)

3. Tahun 1959

1968 (Demokrasi Terpimpin)

Sejarah Indonesia (1959-1968) adalah masa di mana

sistem "Demokrasi Terpimpin" sempat berjalan di

Indonesia. Demokrasi terpimpin adalah sebuah sistem

demokrasi dimana seluruh keputusan serta pemikiran

berpusat pada pemimpin negara, yaitu Presiden

Soekarno. Konsep sistem Demokrasi Terpimpin pertama

kali diumumkan oleh Presiden Soekarno dalam

(10)

Berbagai penyimpangan

Demokrasi Terpimpin

Pancasila diidentikkan dengan Nasakom

Produk hukum yang setingkat dengan undang-undang

(UU) ditetapkan dalam bentuk penetapan presiden

(penpres) daripada persetujuan

MPRS mengangkat Soekarno sebagai presiden seumur

hidup

(11)

Penyimpangan Konstitusional Pada Masa Orde

Lama

1.

Kekuasaan Presiden dijalankan secara sewenang-wenang ,

hal ini terjadi karena kekuasaan MPR, DPR, dan DPA yang

pada waktu itu belum dibentuk oleh presiden.

2.

MPRS menetapkan Oresiden menjadi Presiden seumur

hidup, hal ini tidak sesuai dengan ketentuan mengenai masa

jabatan Presiden.

3.

DPR berada dibawah Presiden.

(12)

Kebijakan Ekonomi dalam pembagunan

a. Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950)

Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal

kemerdekaan amat buruk, antara lain disebabkan oleh :

Inflasi yang sangat tinggi, disebabkan karena beredarnya

lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu

itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga

mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De

Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan

mata uang pendudukan Jepang.

Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan

November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar

negeri RI.

(13)

b. Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)

Masa ini disebut masa liberal, karena dalam politik

maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip

liberal. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai

teori-teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez

passer. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi

masalah ekonomi, antara lain :

Gunting Syarifuddin, yaitu pemotongan nilai uang (sanering)

20 Maret 1950, untuk mengurangi jumlah uang yang beredar

agar tingkat harga turun.

Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia

pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan

fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.

(14)
(15)

Proses Suksesi

Pemerintahan Orde Baru lahir secara situasional setelah

peristiwa Gerakan 30 September 1956/ PKI. Lahirnya Orde Baru ada

beberapa versi antara lain:

a. Berdasarkan versi pemerintahan Orde Baru di tandai oleh keluarnya

Supersemar(Surat Perintah Sebelas Maret 1966).

b. Lahirnya Orde Baru pada tanggal 10 Januari 1966 bersamaan dengan

tercetusnya Tritura. (Tri/Tiga Tuntutan Rakyat) ialah tuntutan dari para

mahasiswa yang mengadakan demonstrasi terhadap pemerintahan

Presiden Soekarno.

c. Orde baru lahir pada tanggal 23 Februari 1967 , sejak peristiwa

(16)

Landasan kehidupan Orde Baru

Orde baru adalah suatu tatanan kehidupan rakyat,

bangsa dan yang diletakkan pada kemurnian

pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 . Untuk

mewujudkan taatanan kehidupan , maka pemerintahan

Orde Baru mempunyai landasan:

a. Landasan idiil Pancasila

(17)

Kebijakan-kebijakan Pemerintahan Orde Baru

Kebijakan Politik Pemerintahan

 Mendasarkan seluruh kebijakan pemerintahan pada Pancasila dan UUD 1945.

 Menghapus undang-undang produk Orde Lama dan menggantinya dengan undang-undang versi Orde Baru.  Menjadikan MPR sebagai lembaga tertinggi. Dalam hal ini,

presiden bertanggung jawab kepada MPR.  Melaksanakan pemilihan umum

(18)

Kebijakan Politik Ekonomi

Kebijakan perekonomian pada masa Orde Baru sebenarnya telah dirumuskan pada sidang MPRS tahun 1966. Pada sidang tersebut telah dikeluarkan Tap. MPRS No.XXIII/MPRS/1966 tentang pembaruan kebijakan landasan ekonomi, keuangan, dan pembangunan. Tujuan dikeluarkan keterapan tersebut adalah untuk

mengatasi krisis dan kemerosotan ekonomi yang melanda negara Indonesia sejak tahun 1955.

Berdasarkan ketetapan tersebut, Presiden Suharto mempersiapkan perekonomian Indonesia sebagai berikut: a. Mengeluarkan Peraturan 3 Oktober 1966, tentang pokok-pokok regulasi.

b.Mengeluarkan Peraturan 10 Pebruari 1967, tentang harga dan tarif c.Peraturan 28 Juli 1967 , tentang pajak usaha serta ekspor Indonesia d.UU No. 1 Tahun 1967 , tentang Penanaman Modal Asing.

e.UU No. 13 Tahun 1967, tentang Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja( RAPBN).

Disamping langkah-langkah tersebut diatas, Presiden Suharto juga melakukan pendekatan dengan negara-negara maju untuk penundaan pembayarab utang Indonesia dan mendapatkan pinjaman dari luar negeri. Usaha tersebut menunjukkan hasilnya, terbukti Indonesia mendapatkan kesempatan untuk penangguhan pembayaran utang luar negeri. Bahkan kelompok negara maju membentuk IGGI (Internasional Govermental Group on Indonesia ) untuk memberikan pinjaman dana kepada Indonesia.

(19)

Kelebihan sistem pemerintahan

Orde Baru

Perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$ 70 dan

pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1.565

Sukses transmigrasi

Sukses KB

Sukses memerangi buta huruf

Pengangguran minimum

Sukses REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun)

Sukses Gerakan Wajib Belajar

Sukses Gerakan Nasional Orang-Tua Asuh

Sukses keamanan dalam negeri

Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia

(20)

Kekurangan sistem pemerintahan Orde Baru

Maraknya korupsi, kolusi, nepotisme

Pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat

dan daerah, sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat

Munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan, terutama di

Aceh dan Papua

Kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan

pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya

Pelanggaran HAM kepada masyarakat non pribumi (terutama masyarakat Tionghoa)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...