• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul & Presentasi - LEARN SAK ETAP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Modul & Presentasi - LEARN SAK ETAP"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

SAK ETAP

(ENTITAS TANPA

AKUNTABILITAS PUBLIK)

DITETAPKAN 19 MEI 2009

BERLAKU

01 JANUARI 2011

SAK ETAP

(3)

SAK ETAP

(ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK)

ETAP:

• Tidak memiliki akuntabilitas public signifikan

• Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal.

Entitas memiliki akuntabilitas public signifikan jika :

• Entitas telah mengajukan pernyataan pendaftaran atau dalam proses pengajuan pernyataan pendaftaran pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek

(4)

01 JANUARI 2011,

JIKA MEMENUHI KRITERIA ETAP

SAK ETAP

SAK UMUM

YA

SAK UMUM

SAK ETAP

TD

K

SAK ETAP

(5)

menyediakan informasi POSISI KEUANGAN, KINERJA KEUANGAN, DAN LAPORAN ARUS KAS suatu entitas yang BERMANFAAT bagi sejumlah besar

PENGGUNA dalam PENGAMBILAN KEPUTUSAN ekonomi oleh Siapapun yang tidak dalam posisi

dapat meminta laporan keuangan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi tertentu

SAK ETAP BAB II

(6)

- DAPAT DIPAHAMI

- RELEVAN

- MATERIALITAS

- KEANDALAN

- SUBSTANSI MENGUNGGULI BENTUK

- PERTIMBANGAN SEHAT

- KELENGKAPAN

- DAPAT DIBANDINGKAN

- TEPAT WAKTU

- KESEIMBANGAN ANTARA BIAYA DAN MANFAAT

SAK ETAP BAB II

(7)

Entitas harus menyusun LAPORAN KEUANGAN, Kecuali laporan arus kas,

dengan menggunakan DASAR AKRUAL. Dalam dasar akrual, pos-pos diakui sebagai aset, kewajiban, ekuitas, penghasilan, dan beban

SAK ETAP BAB II DASAR AKRUAL

(8)

LAPORAN KEUANGAN meliputi:

-Lap. Posisi Keuangan

-Lap. Aktivitas

-Lap. Perubahan Aset Bersih

-Lap. Arus Kas

-Catatan atas Laporan Keuangan

SAK ETAP BAB III

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

Setiap HALAMAN laporan:

-Nama Entitas

-Tanggal/Periode

-Mata Uang

(9)

-Informasi UMUM tentang Entitas

-suatu PERNYATAAN bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan SAK ETAP (lihat paragraf 3.3)

-ringkasan KEBIJAKAN AKUNTANSI signifikan yang diterapkan (lihat paragraf 8.5)

-informasi yang mendukung POS-POS LAPORAN KEUANGAN, sesuai dengan urutan penyajian

setiap komponen laporan keuangan dan urutan penyajian pos-pos tersebut.

- pengungkapan LAIN. SAK ETAP BAB VIII

(10)

-Informasi UMUM tentang Entitas

-suatu PERNYATAAN bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan SAK ETAP (lihat paragraf 3.3)

-ringkasan KEBIJAKAN AKUNTANSI signifikan yang diterapkan (lihat paragraf 8.5)

-informasi yang mendukung POS-POS LAPORAN KEUANGAN, sesuai dengan urutan penyajian

setiap komponen laporan keuangan dan urutan penyajian pos-pos tersebut.

- pengungkapan LAIN. SAK ETAP BAB VIII

(11)

Teridiri dari:

-BARANG JADI untuk dijual

-BARANG DALAM PROSES kemudian untuk dijual

-BAHAN BAKU untuk di proses

SAK ETAP BAB XI PERSEDIAAN

Pengukuran:

Nilai yang LEBIH RENDAH antara BIAYA PEROLEHAN dan HARGA JUAL dikurangi BIAYA

(MENYELESAIKAN dan MENJUAL)

Biaya Perolehan (cost):

biaya PEMBELIAN, biaya KONVERSI, dan biaya LAINNYA yang terjadi untuk membawa persediaan

(12)

Teridiri dari:

-BARANG JADI untuk dijual

-BARANG DALAM PROSES kemudian untuk dijual

-BAHAN BAKU untuk di proses

SAK ETAP BAB XI PERSEDIAAN

Pengukuran:

Nilai yang LEBIH RENDAH antara BIAYA PEROLEHAN dan HARGA JUAL dikurangi BIAYA

(13)

SAK ETAP BAB XI PERSEDIAAN

Metode:

Masuk pertama keluar pertama (FIFO)

Rata-Rata

Biaya Perolehan (cost):

biaya PEMBELIAN, biaya KONVERSI, dan biaya LAINNYA yang terjadi untuk membawa persediaan

(14)

Entitas anak:

suatu ENTITAS yang DIKENDALIKAN oleh entitas INDUK. PENGENDALIAN adalah kemampuan untuk

mengatur kebijakan keuangan dan operasional dari suatu entitas sehingga mendapatkan

manfaat dari aktivitas tersebut SAK ETAP BAB XII

INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI & ENTITAS ANAK

Metode AKUNTANSI:

INVESTOR harus mencatat INVESTASI pada entitas anak dengan menggunakan

(15)

ASET TETAP:

-dimiliki untuk digunakan dalam PRODUKSI atau PENYEDIAAN BARANG ATAU JASA, untuk

DISEWAKAN ke pihak lain, atau untuk tujuan ADMINISTRATIF; dan

-diharapkan akan DIGUNAKAN LEBIH DARI -SATU PERIODE

SAK ETAP BAB 15 ASET TETAP

Pengukuran BIAYA PEROLEHAN:

(16)

PENYUSUTAN:

-MULAI saat aset TERSEDIA untuk digunakan

-Metode: garis lurus, saldo menurun, jumlah unit produksi

SAK ETAP BAB 15 ASET TETAP

Penyajian:

(17)

PENYUSUTAN:

-MULAI saat aset TERSEDIA untuk digunakan

-Metode: garis lurus, saldo menurun, jumlah unit produksi

SAK ETAP BAB 15 ASET TETAP

Penyajian:

(18)

JENIS:

-Sewa PEMBIAYAAN

-Sewa OPERASI

(19)

JENIS:

1. Sewa PEMBIAYAAN, jika:

-Transfer kepemilikan diakhir masa sewa

-Opsi beli pada harga cukup rendah

-Masa sewa 75% atau lebih dari masa manfaat

-Nilai kini jumlah pembayaran sewa 90% atau lebih

terhadap nilai wajar

2. Sewa OPERASI

(20)

JENIS:

1. Sewa PEMBIAYAAN, jika:

-Transfer kepemilikan diakhir masa sewa

-Opsi beli pada harga cukup rendah

-Masa sewa 75% atau lebih dari masa manfaat

-Nilai kini jumlah pembayaran sewa 90% atau lebih

terhadap nilai wajar

2. Sewa OPERASI

(21)

Asal:

-Penjualan

-Pemberian jasa

-Konstrak konstruksi

-Bunga, deviden, royalti

SAK ETAP BAB 20 PENDAPATAN

Pengukuran:

berdasarkan NILAI WAJAR atas pembayaran yang DITERIMA atau MASIH HARUS DITERIMA

(22)

PIUTANG:

sebesar estimasi kerugian yang tidak dapat ditagih

PERSEDIAAN:

Harga JUAL dikurangi dengan BIAYA (menyelesaikan dan menjual)

ASET LAINNYA (ASET TETAP):

Harga JUAL dikurangi dengan BIAYA (menyelesaikan dan menjual)

SAK ETAP BAB 22

(23)

-Imbalan kerja jangka pendek -Imbalan paska kerja

-Imbalan kerja jangka panjang lainnya -Pesangon pemutusan kerja

(24)

-Pajak Penghasilan (PPh) Badan

-PPh Pemotongan [Pasal 21/26, 23/26, 4(2)] -Tidak mengatur pajak tangguhan

(25)

-Lingkup:

untuk semua entitas yang akan atau telah menggunakan MATA UANG SELAIN RUPIAH

sebagai MATA UANG PELAPORAN SAK ETAP BAB 25

MATA UANG PELAPORAN

Mata uang:

-Mata uang pelaporan -Mata uang pencatatan

(26)

-DEFINISI:

transaksi yang DIDENOMINASI atau harus diselesaikan dalam MATA UANG ASING (mata uang selain mata uang pelaporan)

SAK ETAP BAB 26

TRANSAKSI MATA UANG ASING

Pencatatan transaksi mata uang asing: Menggunakan kurs tunai (spot rate) pada

tanggal transaksi

Pelaporan mata uang asing:

(27)

-DEFINISI:

peristiwa-peristiwa, baik menguntungkan maupun tidak menguntungkan, yang terjadi SETELAH

AKHIR PERIODE PELAPORAN s.d

TANGGAL PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN SAK ETAP BAB 27

PERISTIWA SETELAH AKHIR PERIODE PELAPORAN

Perlakuan:

-Jurnal penyesuaian

-Tidak perlu jurnal penyesuaian

Tanggal penyelesaian lap. Keuangan:

(28)

SAK ETAP BAB 28

Referensi

Dokumen terkait

Berkaitan pula dengan semakin tingginya tuntutan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan 3 , maka laporan keuangan dan audit terhadapnya

Entitas disyaratkan menyajikan, dalam catatan atas laporan keuangan, informasi komparatif yang terkait dengan laporan tambahan atas laporan laba rugi dan penghasilan

• Informasi yang disajikan dalam laporan posisi keuangan atau catatan atas laporan keuangan (Perubahan istilah di ED PSAK 1: Neraca menjadi Laporan

Berdasarkan kondisi perusahaan atas penyajian laporan Laba rugi, maka sesuai dengan Bab 5 dan 6 SAK ETAP, maka terdapat pos-pos minimal yang harus dipaparkan oleh entitas dalam

 Urutan penyajian laporan keuangan dalam ilustrasi menurut PSAK 1 berbeda dengan IAS 1 (Aset tidak lancar di atas).. Laporan Laba

(a) entitas menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif, membuat penyajian kembali retrospektif atas pos-pos dalam laporan keuangan, atau reklasifikasi pos-pos

Sesuai dengan Bab 5 dan Bab 6 SAK ETAP, maka terdapat pos-pos minimal yang harus dipaparkan oleh entitas dalam menyusun Laporan Laba Rugi dan Saldo Laba yaitu

Berdasarkan analisis dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa pos-pos laporan posisi keuangan CV Indah Jaya mencapai penilaian 50% belum sesuai maka hipotesis diterima, pos-pos