• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Keuangan SAK id. ppt

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Laporan Keuangan SAK id. ppt"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KEUANGAN-1

YOSPIN DARMA PUTRA (125140484)

EVELINE SIMANJUNTAK (125140492)

(2)

Tujuan Laporan Keuangan

LAPORAN KEUANGAN ADALAH SUATU PENYAJIAN TERSTRUKTUR DARI POSISI

KEUANGAN DAN KINERJA KEUANGAN SUATU ENTITAS.

TUJUAN LAPORAN KEUANGAN :

MEMBERIKAN INFORMASI MENGENAI POSISI KEUANGAN, KINERJA KEUANGAN, ARUS KAS ENTITAS YANG BERMANFAAT BAGI SEBAGIAN BESAR KALANGAN PENGGUNA LAPORAN DALAM PEMBUATAN KEPUTUSAN EKONOMI.

LAPORAN KEUANGAN MENUNJUKKAN HASIL PERTANGGUNGJAWABAN MANAJEMEN

ATAS PENGGUNAAN SUMBER DAYA YANG DIPERCAYAKAN KEPADA MEREKA.

LAPORAN KEUANGAN MENYAJIKAN INFORMASI :

ASET, LIABILITAS, EKUITAS, PENDAPATAN DAN BEBAN TERMASUK KEUNTUNGAN DAN

(3)

KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN

Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari :

Laporan Posisi Keuangan (neraca pada akhir periode)

Laporan Laba Rugi Komprehensif selama periode

Laporan Perubahan Ekuitas selama periode

Laporan Arus Kas selama periode

Catatan atas Laporan Keuangan berisi informasi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan

informsi penjelasan lain

Laporan Posisi Keuangan pada awal periode komparatif, ketika entitas :

menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif

membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan

mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya

Entitas menyajikan semua komponen laporan keuangan lengkap dengan keutamaan yang sama

(4)

KARAKTERISTIK UMUM

Penyajian secara wajar dan kepatuhan terhadap SAK

Menyebutkan secara explisit kepatuhan terhadap SAK

Kepatuhan terhadap PSAK memberikan pemahaman yang salah (kondisi jarang terjadi)

tidak

sesuai PSAK

Kelangsungan usaha

Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha, mengungkapkan fakta jika

terjadi pelanggaran asumsi

Dasar akrual

Material dan agregasi

Saling hapus

Tidak boleh kecuali disyaratkan atau diizinkan suatu PSAK

Frekuensi pelaporan

Tahunan

Informasi komparatif

Periode sebelumnya

(5)

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA)

• PERUBAHAN DEFINISI SEPERTI KEWAJIBAN MENJADI LIABILITAS DAN HAK MINORITAS

MENJADI KEPENTINGAN NONPENGENDALI (NON-CONTROLLING INTEREST)

• PENYAJAN KEPENTINGAN NON PENGENDALI SEBAGAI BAGIAN EKUITAS DAN BAGIAN

LABA BUKAN SEBAGAI PENGURANG LABA  LK KONSOLIDASIAN

URUTAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DALAM ILUSTRASI MENURUT PSAK 1

BERBEDA DENGAN IAS 1 (ASET TIDAK LANCAR DI ATAS)

• MINIMUM LINE ITEM PENYAJIAN NERACA  UNTUK NILAI MATERIAL DISAJIKAN

SECARA TERPISAH, NAMUN JIKA TIDAK MATERIAL DIJELASKAN DALAM KELOMPOK NAMUN TETAP ADA PENJELASAN TERPISAH.

Informasi minimal yang disajikan dalam laporan keuangan dapat ditambahkan jika

penambahan tersebut relevan untuk pemahaman LK

Pembedaan aset lancar dan tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jangka

panjang

(6)

LAPORAN POSISI KEUANGAN

ASET LIABILITAS

Aset Lancar Liabilitas Jangka Pendek Aset tidak

Lancar Liabilitas Jangka Panjang

Ekuitas

Hak Non Pengendali Ekuitas yang dapat

diatribusikan ke pemilik entitas induk

PSAK 1

ASET Ekuitas

Aset tidak

Lancar Hak Non Pengendali

Aset Lancar Ekuitas yang dapat

diatribusikan ke pemilik entitas induk

Liabilitas

Liabilitas Jangka Pendek Liabilitas Jangka Panjang

(7)

ASET LANCAR & LIABILITAS LANCAR

Klasifikasi aset lancar, jika:

– mengharapkan akan merealisasikan aset, atau bermaksud untuk menjual atau menggunakannya, dalam siklus operasi normal;

– memiliki aset untuk tujuan diperdagangkan;

– mengharapkan akan merealisasi aset dalam jangka waktu 12 bulan setelah pelaporan; atau

– kas atau setara kas (PSAK 2: Laporan Arus Kas) kecuali aset tersebut dibatasi pertukarannya atau

penggunaannya untuk menyelesaikan liabilitas sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan.  Entitas mengklasifikasikan aset yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai aset tidak lancar

Klasifikasi liabilitas lancar, jika:

• mengharapkan akan menyelesaikan liabilitas tersebut dalam siklus operasi normalnya;

• memiliki liabilitas tersebut untuk tujuan diperdagangkan;

• liabilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan;

atau

• tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian liabilitas selama sekurangkurangnya 12

bulan setelah periode pelaporan.

(8)

LIABILITAS

Liabilitas keuangan yang dibiayai kembali yang akan jatuh tempo dalam

12 bulan setelah periode pelaporan diklasifikasikan sebagai liabilitas

jangka pendek, jika entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk

membiayai kembali.

Pelanggaran perjanjian utang yang mengakibatkan kreditur meminta

percepatan pembayaran, maka liabilitas tersebut disajikan sebagai

liabilitas jangka pendek, meskipun kreditur mengijinkan penundaan

(9)

PT XYX

STATEMENT OF FINANCIAL POSITION

31 December

Intangible assets 5.366 4.808 Property, Plant and

Equipment 101.521 100.988 Investment:

Equity accounted investment 29.153 20.740

Financial assets 3.461 4.493 Deferred tax 3.253 2.968 Prepaid pension costs 5.559 3.926 Others 5.760 5.468

Total Non Current Asset: 154.073 143.391 Current assets

Inventories 31.503 23.215 Accounts receivables 74.238 59.668 Cash and cash equivalents 9.656 9.002

Total Current Asset: 115.397 91.885 Total assets 269.470 235.276

31 December

Debt 12.363 9713 Deferred tax 13.039 13.094 Retirement benefit obligations 6.165 6.096 Other provisions 13.658 10.355 Others 3.893 4.325

Total Non Current Liablilities: 49.118 43.583 Current liabilities

Debt 5.736 6.060 Account payable and accrued

liabilities 75.697 62.556 Tax payable 9.733 6.021 Retirement benefit obligations 426 319 Other provisions 2.792 1.792 Total Current Liabilities 94.384 76.748 Total liabilities 143.502 120.331

Equity

Ordinary share capital 536 545 Treasury shares (2.392) (3.316) Other reserves 14.148 8.820 Retained earnings 111.668 99.677 Equity attributable to major

shareholders 123.960 105.726 Minority interest 2.008 9.219

Total equity 125.968 114.945

(10)

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIVE

(STATEMENT OF PROFIT / LOSS & OCI)

Laporan laba rugi

laporan laba rugi komprehensif.

Klasifikasi Beban dalam Laporan Laba Rugi:

Klasifikasi menurut sifat. Klasifikasi menurut sifat mengidentifikasi biaya (

cost

) dan beban

(

expense

) dalam bentuk karakter biaya, seperti gaji dan upah, pembelian bahan baku, beban

pennyusutan, dan beban iklan.

Klasifikasi menurut fungsi. Klasifikasi menurut fungsi menyajikan beban dilihat dari tujuan

pengeluaran (

expenditure

), seperti biaya manufaktur, distribusi, dan administrasi.

1. Dalam bentuk satu laporan laba rugi komprehensif, di mana semua pos penghasilan dan beban

yang diakui dalam satu periode (

pendekatan satu laporan

the single statement approach

); atau

2. Dalam bentuk dua laporan (

pendekatan dua laporan

the two statement approach

):

a) Laporan yang menunjukkan komponen laba rugi (laporan laba rugi terpisah)

(11)

PT ABC

STATEMENT OF COMPREHENSIVE INCOME - SINGLE STATEMENT APPROACH

2007 (Rp.000.000) 2006 (Rp.000.000)

Revenue 390.000 355.000

Cost of sales (245.000) (230.000) Gross profit 145.000 125.000

Other income 20.667 11.360

Distribution costs (9.000) (8.700) Administrative expenses (20.000) (21.000) Other expenses (2.100) (1.200) Finance costs (8.000) (7.500) Share of profit of associates 35.100 30.100 Profit before tax 161.667 128.000 Income tax expense (40.417) (32.000)

Pofit from continuing operations 121.250 96.000

Loss from discontinued operations - (30.500)

Profit for the year 121.250 65.500

Other comprehensive income :

Exchange differences on translating foreign operations 5.334 10.667

Available for sale financial assets (24.000) 26.667

Cash flow hedges (667) (4.000)

Gain on property revaluation 933 3.367

Actuarial gain(loss) on defined benefit plan (667) 1.333

Share of other comprehensive income of associates 400 (700)

Income tax relating to components of Other comprehensive income 4.667 (9.334)

Other comprehensive income for the year, net of tax (14.000) 28.000

Total comprehensive income for the year 107.250 93.500 Profit attributable to

Parent 97.000 52.400

Minority interest 24.250 13.100

121.250 65.500

Total comprehensive income attributable to

Parent 85.800 74.800

Minority interest 21.450 18.700

107.250 93.500

(12)

PT ABC

INCOME STATEMENT- TWO STATEMENT APPROACH

2007

(Rp.000.000) (Rp.000.000)2006

Revenue 390.000 355.000

Cost of sale (245.000) (230.000)

Gross profit 145.000 125.000

Other income 20.667 11.360

Distribution costs (9.000) (8.700) Administrative expenses (20.000) (21.000)

Other expenses (2.100) (1.200)

Finance costs (8.000) (7.500)

Share of profit of associates 35.100 30.100 Profit before tax 161.667 128.000 Income tax expense (40.417) (32.000) Profit from continuing operations 121.250 9.6000 Loss from discontinued operations - (30.500) Profit for the year 121.250 65.500

Profit attributable to

Parent 97.000 52.400

Minority interest 24.250 13.100

121.250 65.500

(13)

PT ABC

STATEMENT OF COMPREHENSIVE INCOME- TWO STATEMENT APPROACH

2007

(Rp.000.000) (Rp.000.000)2006

Profit for the year 121.250 65.500

Other comprehensive income

Exchange differences on translating foreign operations 5.334 10.667 Available for sale financial assets (24.000) 26.667

Cash flow hedges (667) (4.000)

Gain on property revaluation 933 3.367

Actuarial gain(loss) on defined benefit plan (667) 1.333 Share of other comprehensive income of associates 400 (700) Income tax relating to components of other comprehensive income 4.667 (9.334) Other comprehensive income for the year, net of tax (14.000) 28.000

Total comprehensive income for the year 107.250 93.500

Total comprehensive income attributable to

Parent 85.800 74.800

Minority interest 21.450 18.700

(14)

Laporan Perubahan Ekuitas

Menunjukkan total laba rugi komprehensif selama suatu periode yang diatribusikan

kepada pemilik entitas induk dan pihak non pengendali

Untuk tiap komponen ekuitas, pengaruh penerapan retrospektif.

Rekonsiliasi antara saldo awal dan akhir periode yang timbul dari laba, pos

pendapatan komprehensif dan transaksi dengan pemilik

Jumlah dividen yang diatribusikan kepada pemilik dan nilai dividen per saham,

(15)

PT XYZ

STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY

FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2007 AND 2006 (Rp.000.000)

Share

capital Retained Earnings AFS Financial Assets Revaluation Surplus Total

Balance at 1 January 2006 600.000 118.100 1.600 719.700

Changes in accounting policy 400 400

Restated balance 600.000 118.500 1.600 720.100 Changes in equity for 2006:

Dividend (10.000) (10.000)

Total comprehensive income for 2006 53.200 16.000 1.600 70.800

Balance at 31 December 2006 600.000 161.700 17.600 1.600 780.900

Changes in equity for 2007:

Issue of share capital 50.000 50.000

Dividend (15.000) (15.000)

Total comprehensive income for 2007 96.600 (14.400) 800 83.000

Transfer to R/E 200 (200)

(16)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Menyajikan informasi dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi dasar pengukuran, kebijakan yang relevan, asumsi dalam estimasi;

Mengungkapkan informasi yang disyaratkan yang tidak disajikan di bagian mana pun dalam laporan keuangan;

Memberikan informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan  (pengelolaan modal)

• Sepanjang praktis, penyajian catatan atas laporan keuangan dilakukan secara sistematis

(17)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Pengungkapan lain

1. Jumlah dividen diumumkan atau diumumkan sebelum penyelesaian laporan

keuangan.

2. Jumlah dividen preferen yang tidak diakui.

Pengungkapan berikut jika tidak diungkapkan di bagian manapun dalam informasi

yang dipublikasi bersama LK:

1. Domisili dan bentuk hukum, negara pendirian, alamat kantor dan lokasi utama

kantor

2. Keternagan mengenai sifat operasi dan kegiatan utama

(18)

PSAK 1 (2013): Penyajian Laporan Keuangan

OVERVIEW PERUBAHAN PSAK 1 (2013)

YANG ADOPSI DARI IAS 1 Presentation of Financial Statements

PER EFEKTIF 1 JANUARI 2013

• Menggantikan PSAK 1 (2009): Penyajian Laporan Keuangan

• Akan berlaku efektif 1 Januari 2015

• Mengadopsi seluruh pengaturan dalam IAS 1 Presentation of Financial Statements per efektif 1 Januari 2013, kecuali

– Syariah: sudah diatur di PSAK syariah

– Judul komponen laporan keuangan tidak bisa ditentukan oleh entitas: supaya menciptakan keseragaman

– IFRS yang belum diadopsi: KDPPLK, Aset biolojik, IFRS 9

– Penerapan penyimpangan dari SAK: tidak sesuai dengan konteks di Indonesia – Penerapan dini di PSAK tidak diperkenankan

– Ketentuan transisi PSAK 1 (2009) PSAK 1 (2013)

Komponen laporan lengkap: 1. Laporan posisi keuangan

2. Laporan laba rugi komprehensif 3. Laporan perubahan ekuitas

4. Laporan arus kas

5. Catatan atas laporan keuangan

Komponen laporan lengkap: 1. Laporan posisi keuangan

2. Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif

lain

3. Laporan perubahan ekuitas 4. Laporan arus kas

(19)

PSAK 1 (2013): Penyajian Laporan Keuangan

OVERVIEW PERUBAHAN PSAK 1 (2013)

YANG ADOPSI DARI IAS 1 Presentation of Financial Statements

PER EFEKTIF 1 JANUARI 2013

PSAK 1 (2009) PSAK 1 (2013)

Tidak terdapat pengaturan mengenai informasi

komparatif.

Menambahkan persyaratan penyajian dan pengungkapan:

1. Informasi komparatif minimum 2. Informasi komparatif tambahan

SAJIKAN MINIMAL 2 (Periode berjalan + Periode sebelumnya) :

• Laporan posisi keuangan

• Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain

• Laporan perubahan ekuitas

• Laporan arus kas

• Catatan atas laporan keuangan terkait

DIPERKENANKAN, sepanjang informasi disiapkan sesuai dengan SAK

DISYARATKAN laporan posisi keuangan ketiga pada posisi awal periode sebelumnya

jika:

(20)

PSAK 1 (2013): Penyajian Laporan Keuangan

OVERVIEW PERUBAHAN PSAK 1 (2013)

YANG ADOPSI DARI IAS 1 Presentation of Financial Statements

PER EFEKTIF 1 JANUARI 2013

•PSAK mengharuskan pengelompokan OCI berdasarkan mana yang akan direklasifikasikan ke laba rugi, dan mana yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.

•PSAK 1 tidak mengatur item mana pada OCI yang akan direklasifikasi ke laba rugi dan mana yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.

Dampak bagi entitas:

•Perubahan penyajian OCI relatif minor terhadap keseluruhan laporan keuangan

•Perubahan tersebut dapat membantu mengidentifikasi lebih mudah dampak potensial yang mungkin

ditimbulkan oleh item OCI di laba rugi masa depan.

PSAK 1 (2009) PSAK 1 (2013)

Disajikan dalam kelompok Penghasilan

komprehensif lain (OCI)

OCI disajikan berdasarkan kelompok:

1. Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi

(recycle)

(21)

PSAK 1 (2013): Penyajian Laporan Keuangan

OVERVIEW PERUBAHAN PSAK 1 (2013)

YANG ADOPSI DARI IAS 1 Presentation of Financial Statements

PER EFEKTIF 1 JANUARI 2013

Penghasilan Komprehensif Lain

Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi 20X3 20X2

Keuntungan revaluasi aset tetap 933 3.367 Pengukuran kembali program pensiun imbalan pasti (667) (1.333) Bagian penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi 400 (700) Pajak penghasilan terkait dengan pos yang yang tidak direklasifikasi (166) (1.000)

500 3.000

Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi 20X3 20X2

Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam valuta asing 5.334 10.667

Aset keuangan tersedia untuk dijual (24.000)

26.667

Lindung nilai arus kas (667) (4.000)

Pajak penghasilan terkait dengan pos yang direklasifikasi 4.883 (8.334)

(14.500) 25.000

(22)

LAPORAN ARUS KAS

Laporan arus kas melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasikan

menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

• Penyajian ketiga aktivitas terebut dengan cara yang paling sesuai dengan bisnisnya.

• Suatu transaksi tunggal dapat diidentifikasikan ke dalam lebih dari satu aktivitas misal pelunasan pinjaman dan bunganya  pendanaan dan operasi

Aktivitas operasi adalah Aktivitas penghasil utama pendapatan entitas dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan pendanaan. Indikator

utama menentukan apakan operasi dapat menghasilkan kas untuk melunasi pinjaman dan memelihara kemampuan operasi entitas, membayar deviden dan melakukan

investasi.Metode yang dapat digunakan:

• Metode langsung  kelompok utama dari penerimaan dan pengeluaran kas bruto

diungkapkan;

• Metode tidak langsung  laba disesuaikan dengan mengoreksi transaksi non kas,

penangguhan atau akrual dan unsur penghasilan/beban yang terkait aktivitas investasi dan pendanaan.

(23)

LAPORAN ARUS KAS – AKTIVITAS INVESTASI &

PENDANAAN

Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi

lain yang tidak termasuk setara kas. Mencerminkan pengeluaran untuk sumber daya yang dimaksudkan menghasilkan kas di masa depan.

Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah

serta komposisi kontribusi modal dan pinjaman entitas. Memprediksi klaim atas arus kas masa depan oleh para penyedia modal entitas.

Dilaporkan secara terpisah kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas

bruto yang berasal dari aktivitas investasi dan pendanaan kecuali yang boleh dilaporkan neto.

Dilaporkan dengan neto

Penerimaan dan pengeluaran kas untukkepentingan pelanggan jika lebih

mencerminkan aktivitas pelanggan daripada aktivitas operasi (pembayaran rekening giro, dana pelanggan dikelola entitas asosiasi)

Penerimaan dan pengeluaran untuk pos-pos dengan perputaran yang cepat, jumlah

yang besar dan jangka waktu singkat (transaksi kredit nasabah, pembelian dan penjualan investasi, pinjaman jangka pendek)

Untuk lembaga keuangan dengan arus kas neto

(24)

Arus kas dalam mata uang asing

Arus kas dari transaksi mata uang asing dibukukan dalam mata

uang fungsional entitas dengan mengalikan jumlah mata uang asing

tersebut dengan nilai tukar pada tanggal transaksi.

Arus kas entitas anak di luar negeri dijabarkan berdasarkan nilai

tukar pada tanggal transaksi arus kas.

Konsisten dengan PSAK 10.

Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi akibar perubahan

nilai tukar bukan arus kas.

Perubahan nilai tukar dilaporkan dalam LAK untuk merekonsiliasi

(25)

Bunga dan Dividen

Arus kas bunga dan dividen diungkapkan secara terpisah

dan diklasifikasikan secara konsisten.

Bunga

Beban bunga dapat disajikan sebagai arus kas operasi atau

pendanaan (alternatif)

Pendapatan bunga dapat disajikan sebagai arus kas operasi

atau investasi (alternatif)

Dividen

Dividen yang dibayarkan dapat disajikan sebagai arus kas

pendanaan atau operasi (alternatif)

Pendapatan dividen dapat disajikan sebagai arus kas operasi

(26)

PAJAK PENGHASILAN & INVESTASI DALAM

ASOSIASI, ANAK, & BISNIS LAIN

Arus kas yang berkaitan dengan pajak penghasilan diungkapkan secara terpisah.

Diklasifikasikan sebagai arus kas dari aktivitas operasi kecuali jika secara spesifik

dapat diidentifikasi sebagai aktivitas pendanaan dan investasi.

Jika diklasifikasikan secara terpisah jumlah keseluruhan pajak dibayarkan

diungkapkan

• Investasi dilaporkan hanya terkait dengan arus kas yang terjadi antara investor dan investee

• Arus kas yang berasal dari perolehan dan kehilangan pengendalian atas entitas anak dan bisnis lain disajikan secara terpisah dan diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi.

• Pengungkapan atas perolehan dan kehilangan pengendalian entitas anak dan bisnis:

• Jumlah imbalan

• Porsi imbalan yang merupakan kas atau setara kas

• Jumlah kas dan setara kas pada entitas anak di mana pengendalian hilang

• Jumlah aset dan liabilitas selain kas /setara kas di mana pengendalian hilang.

(27)

Referensi

Dokumen terkait

Guna memperlancar penerapan dari kebijakan tersebut, maka seluruh pihak yang terlibatdalam pengimplementasian kebijakan harus mampu menjalankan keputusan yang dibuat oleh

Tabel-tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting IPBV, yang angka- angkanya diambil dari laporan keuangan IPBV: (i) tanggal 30 Juni 2014 dan untuk periode enam

Desa wonosari Kelurahan Randusari merupakan salah satu desa yang terkenal dengan lingkungan yang kurang bersahabat bahkan bisa dikatakan sebagai lingkungan para preman.

Tidak seperti hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak menyebabkan penyakit hati kronis dan jarang berakibat fatal, tetapi dapat menyebabkan gejala yang

Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kejadian nyata, yang dapat digunakan untuk mendiskusikan sesuatu atau dijadikan bahan kajian.. informasi adalah hasil

Temuan terakhir, Strategi Aliansi dengan Vendor/Pemasok, Universitas dan Pemerintah merupakan strategi aliansi yang paling tinggi pada saat penerapan AMT, strategi

Berdasarkan permasalahan yang berkaitan dengan penyelenggaraan Program Bantuan Stimulan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan yang berdampak

Bamindo Agrapersada bergerak dalam bidang pengolahan bambu dengan jenis produk yang dihasilkan adalah stik bambu (sumpit dan tusuk sate) dan kertas sembahyang ( joss paper )..