• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keputusan Presiden no 111 th 2004

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Keputusan Presiden no 111 th 2004"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 111 TAHUN 2004

TENTANG

PEMBENTUKAN TIM PENCARI FA KTA KASUS MENINGGALNYA MUNIR

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa pada tanggal 7 September 2004 dalam perjalanan dengan pesawat Garuda menuju Amsterdam, Belanda, Saudara Munir, SH telah meninggal dunia dan diduga karena keracunan dan/ atau diracun;

b. bahwa sehubungan dengan hal tersebut dipandang perlu untuk membentuk Tim Pencari Fakta Kasus Meninggalnya Munir, guna membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam melakukan penyelidikan secara bebas, cermat, adil dan tuntas;

Mengingat : 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

(2)

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

PERTAMA : …

2

-PERTAMA : Membentuk Tim Pencari Fakta Kasus Meninggalnya Munir, yang selanjutnya dalam Keputusan Presiden ini disebut Tim.

KEDUA : Tim berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

KETIGA : Tim bertugas membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam melakukan penyelidikan secara bebas, cermat, adil dan tuntas terhadap peristiwa meninggalnya Saudara Munir, SH.

KEEMPAT : Dalam melaksanakan tugasnya, Tim melakukan hal-hal yang dianggap perlu bagi diperolehnya hasil penyelidikan yang bebas, cermat, adil dan tuntas secara profesional, berdasarkan fakta-fakta yang relevan bagi keperluan penyelidikan.

KELIMA : Tim terdiri dari :

1. Ketua merangkap A nggota : Sdr. Brigjen Pol. Drs. Marsudi, SH.

(3)

3. Anggota : 1. Sdr. Bambang Widjajanto, SH; 2. Sdr. Hendardi;

3. Sdr. Usman Hamid, SH; 4. Sdr. Munarman, SH; 5. Sdr. Smita Notosusanto; 6. Sdr. I Putu Kusa, SH;

7. Sdr. Kamala Tjandrakirana; 8. Sdr. Nazarudin Bunas; 9. Sdr. Retno L. P. Marsudi;

10. Sdr. Arief …

3

10. Sdr. Arief Havas Oegroseno; 11. Sdr. Rachland Nashidik; dan 12. Sdr. dr. Muin Idris.

(4)

KETUJUH : Tim melaksanakan tugasnya dalam waktu 3 (tiga) bulan dan dapat diperpanjang untuk terakhir kalinya selama 3 (tiga) bulan berikutnya.

KEDELAPAN : Setelah selesai menjalankan tugasnya, Tim melaporkan hasil penyelidikannya kepada Presiden.

KESEMBILAN : Pemerintah mengumumkan hasil penyelidikan Tim kepada masyarakat.

KESEPULUH : Segala biaya untuk melaksanakan tugas Tim dibebankan kepada A nggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui Sekretariat Negara.

KESEBELA S : …

4

-KESEBELAS : Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

(5)

pada tanggal 22 Desember 2004 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

Dr. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet

Bidang Hukum dan Perundang-undangan,

Referensi

Dokumen terkait

bahwa sehubungan dengan hal tersebut dalam huruf a, dan dalam rangka menjaga kelancaran penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dipandang perlu

Meningkatkan kejasama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, dan Institusi Negara

bahwa agar proses penyeleksian Calon Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha masa jabatan Tahun 2005-2010 dapat berlangsung dengan cermat dan transparan, dipandang perlu

bahwa untuk melaksanakan kerjasama tersebut, dipandang perlu membentuk Komite Pengarah Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Pulau Batam, Pulau Bintan dan Pulau

Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1962 tentang Perdagangan Barang-Barang dalam Pengawasan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1962 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara

Dengan berlakunya Keputusan Presiden ini, maka ketentuan tentang Tunjangan Jabatan Struktural di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana diatur dalam

Beberapa ketentuan dalam Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor

(1) Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia disingkat Kapolri adalah Pimpinan Polri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden sesuai dengan ketentuan