1 BOKS 2
QUICK SURVEY DAM PAK KRISIS EKONOM I GLOBAL TERHADAP
KINERJA UM KM DI KALIM ANTAN BARAT
Krisis ekonomi global t idak hanya memukul sektor keuangan namun juga
memukul sekt or riil. Sebagai salah sat u pelaku usaha di sekt or riil, Usaha
M ikro, Kecil dan M enengah (UM KM ) t elah membukt ikan bahw a usaha
tersebut mampu bertahan dari badai krisis ekonomi 1997 dan bahkan
mampu memimpin pemulihan sekt or riil. Namun demikian f akt or
penyebab ant ara krisis 2008 dan krisis 1997 berbeda. Krisis 1997 berawal
dari ket idakpercayaan t erhadap kondisi perekonomian di w ilayah
regional ASEAN, sement ara krisis 2008 disebabkan oleh kredit macet
sekt or perumahan di Amerika Serikat yang menjalar ke dalam sist em
keuangan dunia yang kompleks.
Quick survey dampak krisis ekonomi global t erhadap kinerja UM KM di
Kalimant an Barat bert ujuan unt uk menget ahui persepsi, dampak yang
dirasakan sert a upaya yang dilakukan UM KM unt uk merespon dampak
krisis 2008 t ersebut .
Hasil quick survey menyatakan bahwa 86% responden merasakan
dampak krisis dengan magnit ude krisis yang beragam (graf ik 1).
Grafik 1. Persentase Responden yang M erasakan Dampak Krisis dan Magnit ude Dam pak yang Dirasakan
Tidak
14% Ringan9%
Sedang 45 %
Berat 32% Ya
2
Sebagian besar (45%) responden merasakan dampak krisis pada
magnit ude sedang, 32% responden merasakan dalam magnit ude berat ,
dan sisanya dalam magnit ude ringan. Dampak krisis mulai dirasakan
sebanyak 38% responden dalam jangka w akt u 4-6 bulan yang lalu at au
sejak aw al t ahun 2009. Sement ara unt uk pemulihan akibat dampak krisis,
sebanyak 45% responden percaya pemulihan akan berlangsung hingga 2
tahun ke depan.
Responden yang menggunakan 100% bahan baku dalam n egeri ad alah
sebanyak 67% responden, sement ara sisanya menggunakan bahan baku
campuran dengan komposisi 30% hingga 90%. Berkaitan dengan
permodalan, sebanyak 86% responden menggunakan modal sendiri,
sedangkan sisanya at au 14% menggunakan fasilit as pinjaman modal.
Pinjaman modal melalui perbankan hanya diakses sebanyak 73%
responden.
Graf ik 2. Omzet
turun 68% tetap 16% naik 16%
Graf ik 3. Keunt ungan
turun 68% tetap 16% naik 16%
Graf ik 4. Kapasitas Produksi
turun 84% t et ap
16%
Grafik 5. Penggunaan Tenaga Kerja
3
Sebagian besar responden mengalami penurunan usaha set elah
terjadinya krisis. Sebanyak 68% responden mengalami penurunan omzet
usaha p asca t erjadinya krisis. Sejalan dengan penurunan omzet, sebanyak
68% responden mengalami penurunan keunt ungan usaha pasca krisis.
Adapun unt uk indikat or kapasit as produksi, 84% responden m engalami
penurunan kapasit as produksi dibandingkan periode sebelum krisis
meskipun dengan besaran penurunan yang rendah. Sement ara 74%
responden mengaku melakukan pemangkasan jumlah t enaga kerja
sesudah terjadinya krisis walaupun t idak dalam jumlah besar.
Dari hasil pengujian secara st ati st ik indikat or t ersebut dengan
menggunakan paired t -t est dengan alpha 5% didapat kesimpulan bahwa
hanya penurunan usaha yang t urun secara signifikan, sedangkan
indikat or usaha lainnya t idak mengalami penurunan signif ikan.
Figure 3. Ekspekt asi Terhadap Pem ulihan Kondisi Ekonom i Kurang
Opt im is 9%
Optim is 77% Sangat Optim is
14%
M eskipun beberapa indikat or usaha ut ama turun pasca t erjadinya krisis,
namun sebagian besar (77% ) responden masih opt imis terhadap
pemulihan kondisi ekonomi. Beberapa kebijakan pemerint ah yang
diharapkan UM KM adalah kemudahan pembiayaan, t erutama dalam
bent uk kredit bersubsidi yang mudah diakses. Kebijakan lainnya yang