• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

No. 9/28/DSM Jakarta, 30 November 2007

S U R A T E D A R A N

Kepada

SEMUA BANK UMUM

DI INDONESIA

Perihal: Perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 3/13/DSM tanggal 13 Juni 2001 Perihal Pelaporan Kegiatan Lalu Lintas Devisa Oleh Bank

Sehubungan dengan perlunya pemantauan yang lebih efektif terhadap kegiatan Lalu Lintas Devisa yang dilakukan melalui bank umum di dalam negeri, terutama terkait transaksi surat-surat berharga yang aliran dananya dapat berpindah sewaktu-waktu dalam jumlah yang signifikan sehingga dapat menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian nasional, maka dipandang perlu dilakukan perubahan terhadap Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 3/13/DSM tanggal 13 Juni 2001 Perihal Pelaporan Kegiatan Lalu Lintas Devisa Oleh Bank sebagai berikut:

1. Ketentuan dalam angka IX ditambah 1 (satu) huruf, yakni huruf C yang berbunyi sebagai berikut:

C. Semua alamat, nomor telepon, nomor faksimili, alamat e-mail yang ditujukan kepada Kantor Pusat Bank Indonesia sebagaimana diatur dalam SE Nomor 3/13/DSM tanggal 13 Juni 2001, harus dibaca sebagai berikut:

(2)

Bank Indonesia

Direktorat Statistik Ekonomi dan Moneter

c.q. Biro Neraca Pembayaran

- Alamat : Menara Sjafruddin Prawiranegara Lt.16

Jl. M. H. Thamrin No. 2

Jakarta 10350

- Telp : (021) 381-7410, 381-7411, dan 381-8388

- Fax : (021) 350-1974

- E-mail : [email protected]

2. Ketentuan butir III.A.2.c.1.2.(iii) pada Lampiran Surat Edaran berupa Petunjuk Teknis Pelaporan Kegiatan Lalu Lintas Devisa Oleh Bank diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

(iii) Apabila nasabah bank ’A’ adalah NR dan nasabah bank ’B’ juga NR, maka bank ’A’ melaporkan transaksi tersebut dengan kaidah khusus butir c.3.1. mengenai transaksi antar NR, sedangkan bank ’B’ dengan kaidah khusus.

Khusus untuk transaksi bukan penduduk dalam rangka transaksi surat berharga yang mempengaruhi rekening ’4A’ atau ’4B’ di masing-masing bank pelapor, maka record dengan rekening ’4A’ atau ’4B’ baik di bank ’A’ maupun bank ’B’ dilaporkan dengan kaidah umum dimana field ’o’ diisi dengan tujuan transaksi sesuai jenis surat berharga yang diperdagangkan.

3. Ketentuan butir III.A.2.c.2. pada Lampiran Surat Edaran berupa Petunjuk Teknis Pelaporan Kegiatan Lalu Lintas Devisa Oleh Bank diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

c.2. Transaksi yang mempengaruhi lebih dari satu rekening

Transaksi yang mempengaruhi lebih dari satu rekening adalah transaksi yang dilaporkan dalam beberapa record sesuai dengan rekening AFLN/

(3)

KFLN bank pelapor yang dipengaruhinya, dengan ketentuan sebagai berikut:

c.2.1. Apabila dari seluruh rekening yang dipengaruhi terdapat rekening ’3C’, maka record dengan rekening ’3C’ harus diisi dengan kaidah umum, sedangkan record lainnya diisi sesuai dengan kaidah khusus dimana field ’o’ diisi dengan sandi dummy ’xNNN’.

Khusus untuk transaksi oleh bukan penduduk dalam rangka transaksi surat berharga yang mempengaruhi rekening ’3C’ dan ’4A’, atau rekening ’3C’ dan ’4B’ di bank pelapor, maka semua record pada rekening yang terpengaruh dilaporkan dengan kaidah

umum. Dalam hal ini, untuk record dengan rekening ’3C’, field ’o’ diisi dengan tujuan transaksi sesuai jenis surat berharga yang diperdagangkan. Sedangkan untuk record dengan rekening ’4A’ atau ’4B’, field ’o’ diisi dengan tujuan transaksi perdagangan valas.

c.2.2. Apabila dari seluruh rekening yang dipengaruhi tidak terdapat rekening ’3C’, namun terdapat rekening ’4A’ dan atau ’4B’, maka record dengan rekening ’4A’ atau ’4B’ harus diisi dengan kaidah

umum, sedangkan record lainnya diisi sesuai dengan kaidah khusus dimana field ’o’ diisi dengan sandi dummy ’xNNN’.

Khusus untuk transaksi oleh bukan penduduk dalam rangka transaksi surat berharga yang mempengaruhi rekening ’4A’ dengan ’4A’, ’4A’ dengan ’4B’, atau ’4B’ dengan ’4B’ di bank pelapor, maka record pada masing-masing rekening tersebut dilaporkan dengan kaidah umum. Dalam hal ini, record baik pada rekening yang mengalami mutasi debet maupun mutasi kredit diisi dengan tujuan transaksi sesuai jenis surat berharga yang

(4)

diperdagangkan.

c.2.3. Apabila dari seluruh rekening yang dipengaruhi tidak terdapat rekening ’3C’, ’4A’ atau ’4B’, maka salah satu record diisi sesuai dengan kaidah umum, sedangkan record lainnya diisi sesuai dengan kaidah khusus dimana field ’o’ diisi dengan sandi dummy ’xNNN’.

4. Lampiran 4 pada Lampiran Surat Edaran berupa Petunjuk Teknis Pelaporan Kegiatan Lalu Lintas Devisa Oleh Bank diubah sehingga menjadi sebagaimana terlampir.

Kewajiban pelaporan sebagaimana diatur dalam Surat Edaran ini mulai berlaku untuk periode laporan bulan Maret 2008 yang penyampaiannya dilakukan pada bulan April 2008.

Ketentuan dalam Surat Edaran ini berlaku sejak tanggal 3 Maret 2008. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Surat Edaran ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Demikian agar Saudara maklum.

BANK INDONESIA,

Referensi

Dokumen terkait

Pihak-pihak yang t idak memiliki rekening Surat Berharga di Cent ral Regist ry dapat melakukan t ransaksi Surat Berharga melalui BI-SSSS dengan t erlebih dahulu menunjuk

Yang dimasukkan ke dalam rekening ini adalah fasilitas pinjaman yang diterima oleh BPR Pelapor dari bank lain dan/atau dari pihak ketiga yang belum

(2) Dalam hal terhadap nilai transaksi awal rekening sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d ditemukan indikasi transaksi keuangan yang tidak wajar yang diduga

mengkredit Rekening Giro sebesar nilai Repo SBIS. 4) Dalam hal nilai nominal dari seri SBIS yang diagunkan pada. Rekening Surat Berharga tidak mencukupi untuk setelmen

Harga atas Surat Berharga yang digunakan dalam perhitungan penjualan Surat Berharga pada tanggal transaksi Repo (first leg) sama dengan harga atas Surat

1) Calon Peserta Sub-Registry harus menunjuk 1 (satu) Bank Pembayar dalam rangka pembebanan biaya BI-SSSS, pelaksanaan Setelmen Dana atas transaksi Surat Berharga,

b) Setelmen Surat Berharga, dengan mengkredit Rekening Surat Berharga sebesar nilai nominal Surat Berharga yang direpokan. c) Perhitungan nilai setelmen second leg

Setelmen Dana (fund settlement) adalah perpindahan dana antar pemilik rekening giro Rupiah di Bank Indonesia melalui Sistem BI-RTGS dalam1. rangka pelaksanaan setelmen transaksi