• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

No. 10 / 43 /DPM Jakarta, 5 Desember 2008

SURAT EDARAN Kepada

SEMUA BANK UMUM

Perihal : Perubahan Kedua atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 10/2/DPM tanggal 31 Januari 2008 perihal Transaksi Repurchase Agreement dengan Bank Indonesia di Pasar Sekunder.

Sehubungan dengan adanya penyempurnaan Bank Indonesia - Scripless Securities Settlement System terkait dengan implementasi kebijakan moneter dalam

pelaksanaan transaksi secara repurchase agreement dengan Bank Indonesia di pasar sekunder serta penyempurnaan ketentuan Bank Indonesia mengenai Fasilitas Likuiditas Intrahari, dipandang perlu untuk mengubah ketentuan BAB III dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 10/2/DPM tanggal 31 Januari 2008 perihal Transaksi Repurchase Agreement dengan Bank Indonesia di Pasar Sekunder sebagaimana telah diubah dengan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 10/24/DPM tanggal 14 Juli 2008, sebagai berikut:

Ketentuan Bab III diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut : III. PERSYARATAN DAN NILAI SURAT BERHARGA

1. Surat Berharga yang dapat direpokan adalah Surat Berharga dalam bentuk SBI dan/atau SUN milik Bank sebagaimana tercatat dalam Rekening Perdagangan dalam BI-SSSS.

2. Pada saat transaksi Repo jatuh waktu, Surat Berharga yang direpokan harus memiliki sisa jangka waktu:

a. paling singkat 2 (dua) hari kerja untuk SBI dan SPN; atau

b. paling singkat 10 (sepuluh) hari kerja untuk Obligasi Negara termasuk Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Zero Coupon Bond (ZCB).

(2)

2

3. Dalam hal transaksi Repo berasal dari Fasilitas Likuiditas Intrahari yang tidak diselesaikan, maka pada saat transaksi Repo jatuh waktu, Surat Berharga yang direpokan harus memiliki sisa jangka waktu:

a. paling singkat 1 (satu) hari kerja untuk SBI dan SPN; atau

b. paling singkat 9 (sembilan) hari kerja untuk Obligasi Negara termasuk Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Zero Coupon Bond (ZCB).

4. Surat Berharga yang dapat direpokan oleh Bank paling banyak sebesar nilai nominal Surat Berharga yang dimiliki Bank.

5. Bank Indonesia menetapkan dan mengumumkan harga Surat Berharga yang dapat direpokan dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Harga SBI ditetapkan dengan mempertimbangkan rata-rata tertimbang tingkat diskonto saat penerbitan dan sisa jangka waktu setiap seri SBI. b. Harga SUN ditetapkan dengan mempertimbangkan harga pasar

masing-masing jenis dan seri SUN.

6. Untuk menentukan nilai setelmen Penjualan Repo, Bank Indonesia menetapkan besarnya Hair Cut untuk setiap jenis dan seri masing-masing Surat Berharga.

7. Harga atas Surat Berharga yang digunakan dalam perhitungan penjualan Surat Berharga pada tanggal transaksi Repo (first leg) sama dengan harga atas Surat Berharga yang digunakan dalam perhitungan pembelian kembali Surat Berharga pada tanggal transaksi Repo jatuh waktu (second leg). 8. Bank Indonesia menetapkan jenis dan/atau seri Surat Berharga yang dapat

direpokan.

Ketentuan dalam Surat Edaran ini mulai berlaku pada tanggal 9 Desember 2008.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Surat Edaran ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

(3)

3

Demikian agar Saudara maklum.

BANK INDONESIA,

EDDY SULAEMAN YUSUF

DIREKTUR PENGELOLAAN MONETER

Referensi

Dokumen terkait

A : Ketentuan yang bertambah adalah romawi V angka 3 huruf b.8) mengenai perhitungan nilai transaksi outright atas pemenuhan kewajiban Bank untuk penyelesaian

(1) PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan me-repo-kan Surat Berharga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) yang dimiliki oleh PIHAK KEDUA dengan nomor seri

10/44/DPM Tentang Tata Cara Pengajuan Repurchase Agreement (Repo) Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan Bank Indonesia, dengan ini kami mengajukan Repo

b. mendebet Rekening Surat Berharga sebesar nilai nominal SBIS jatuh waktu dalam rangka Setelmen Surat Berharga. Contoh perhitungan imbalan tercantum pada Lampiran-3. Dalam

mengkredit Rekening Giro sebesar nilai Repo SBIS. 4) Dalam hal nilai nominal dari seri SBIS yang diagunkan pada. Rekening Surat Berharga tidak mencukupi untuk setelmen

1) Calon Peserta Sub-Registry harus menunjuk 1 (satu) Bank Pembayar dalam rangka pembebanan biaya BI-SSSS, pelaksanaan Setelmen Dana atas transaksi Surat Berharga,

a) Melakukan pendebetan Rekening Surat Berharga Peserta Transaksi dan/atau Sub-Registry yang ditunjuk sampai batas waktu setelmen surat berharga di BI- SSSS,

b) Setelmen dana, dengan mengkredit Rekening Giro sebesar nilai setelmen first leg.. 4) Perhitungan nilai setelmen first leg adalah sebagaimana diatur dalam ketentuan